cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
IMPROVING THE VOCABULARY MASTERY THROUGH NUMBERED HEADS TOGETHER TECHNIQUE OF THE SEVENTH GRADE STUDENTS OF SMP N 5 BATURITI IN ACADEMIC YEARS 2015/2016 ., I Dewa Made Adhi Wira Sanjaya; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.7303

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan berdasarkan kelas yang bertujuan: (1) untuk mengetahui apakah Numbered Heads Together teknik dapat meningkatkan siswa penguasaan kosakata, (2) untuk mengetahui respon siswa terhadap pelaksanaan strategi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari tiga sesi pada setiap siklus. Ada dua jenis data (kualitatif dan data kuantitatif) yang dikumpulkan melalui tes, kuesioner, dan buku harian penulis. Hasil tes menunjukkan bahwa penguasaan kosakata ditingkatkan pada setiap siklus. skor rata-rata siswa adalah 4,63% di pre test, 6.2 di post test 1, dan peningkatan menjadi 7.97 di post test 2. Hal ini dapat juga dilihat pada jumlah siswa lulus ujian. Tidak ada siswa lulus dalam pre test, 2 siswa dalam post test 1, dan 18 siswa di post test 2. Hasil diary penulis dan kuesioner juga menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap strategi. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa 18 (90%) dari siswa mengakui bahwa mereka benar-benar seperti pelaksanaan Numbered Heads Together teknik. Selain itu, 17 (85%) dari siswa mengaku bahwa mereka termotivasi dalam belajar bahasa Inggris menggunakan Numbered Heads Together teknik Kata Kunci : Numbered Heads Together teknik, Penguasaan kosa kata This study was a classroom based action research which aimed: (1) to find out whether Numbered Heads Together technique can improve students’ vocabulary mastery, (2)to find out the response of the students toward the implementation of the strategies. This study was conducted in two cycles consisting of three sessions in each cycle. There were two kinds of data (qualitative and quantitative data) which were collected through tests, questionnaire, and writer’s diary. The result of the tests showed that the students’ vocabulary mastery was improved in each cycle. The students’ mean score was 4.63% in pre test, 6.2 in post test 1, and improved became 7.97 in post test 2. It can be also seen on the number of students passing the test. There were no students passed in the pre test, 2 students in the post test 1, and 18 students in the post test 2. The result of writer’s diary and questionnaire also showed that the students gave positive response toward the strategies. The results of the questionnaires showed that 18 (90%) of the students admitted that they really like the implementation of Numbered Heads Together technique. Moreover, 17 (85%) of the students admitted that they were motivated in learning English using Numbered Heads Together technique. keyword : Numbered Heads Together Technique, Vocabulary Mastery
Phonological and Lexical Features of Lemukih and Galungan Dialects of Balinese ., Luh Made Wina Jayanti; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.10871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan ciri-ciri fonologis dan leksikal dari Lemukih Dialek (LD) dan Galungan Dialek (GD). Informan dari penelitian ini adalah penutur LD dan GD. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian lapangan kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan daftar kata Swadesh dengan cara observasi, wawancara, mendengarkan, mencatat, dan merekam. Data tersebut kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa LD dan GD memiliki persamaan dan perbedaan secara fonologis dan leksikal. Secara fonologis, ditemukan 25 fonem yang sama pada LD dan GD. Fonem-fonem tersebut adalah: 6 vokal: /ʌ/, /I/, /ʊ/, /ɛ/, /∂/, and /ɔ/; dan 19 konsonan: /b/, /c/, /d/, /g/, /h/, /ʔ/, /j/, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y/, /ñ/, and /ŋ/. Di sisi lain, perbedaan secara fonologis terletak pada penggunaan fonem /ʌ/ dan /∂/ pada LD dan GD. Berdasarkan daftar kata Swadesh yang digunakan yang terdiri dari 206 leksikon, 179 leksikon ditemukan sama di LD dan GD secara leksikal. Leksikon tersebut diklasifikasikan menjadi: 144 leksikon yang sama dan 35 leksikon yang serupa. Di sisi lain, hanya 27 leksikon ditemukan sebagai bukti yang membedakan LD dan GD secara leksikal. Penduduk Desa Lemukih dan Galungan menggunakan dialek Bahasa Bali yang berbeda karena adanya bentuk sopan atau Sor Singgih Basa dalam Bahasa Bali.Kata Kunci : dialek Bahasa Bali, fitur fonologis, fitur leksikal The study aimed to find out the phonological and lexical features in Lemukih Dialect (LD) and Galungan Dialect (GD) of Balinese. The informants of this study were the speakers of LD and GD. This research employed field linguistic design. The data of the study were collected based on Swadesh word list using observation, interview, listening, note-taking, and recording techniques. The obtained data were transcribed and analyzed descriptively. The results of the study show that LD and GD actually have similarities and differences in term of phonological and lexical features. The results of the study show that there are 25 phonemes that similar in LD and GD in term of phonological features. Those phonemes include 6 vowels: /ʌ/, /I/, /ʊ/, /ɛ/, /∂/ ; and 19 consonants: /b/, /c/, /d/, /g/, /h/, /ʔ/, /j/, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y/, /ñ/, /ŋ/. In addition, the differences are the distribution of phoneme /ʌ/ and /∂/ in LD and GD. Furthermore, from the Swadesh word list which contain 206 lexicons, 179 lexicons are found similar in LD and GD in term of lexical features. Those lexicons can be classified into 144 exactly same forms and 35 similar forms of lexicons. On the other hand, only 27 lexicons are found as the evidence that differentiates LD and GD in term of lexical features. In addition, the reason Lemukih and Galungan villagers differ in using Balinese language dialect because of the honorific system or the polite form of the dialect.keyword : dialect of Balinese, lexical features, phonological features
CLASSROOM INTERACTION ANALYSIS IN EFL WRITING CLASS BASED ON THE CURRICULUM 2013 AT SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., Komang Ayu Sukmawati; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kategori interaksi kelas yang terjadi di kelas delapan SMP Negeri 1 Singaraja berdasarkan Sistem Analisis Interaksi Bahasa Asing (FLINT), perilaku verbal dan nonverbal guru dan siswa yang ditemukan pada kelas penulisan EFL di SMPN 1 Singaraja dan untuk menemukan kendala dalam menerapkan interaksi kelas aktif selama kelas penulisan EFL di SMPN 1 Singaraja. Subyek penelitian adalah guru bahasa Inggris dan siswa kelas VIII A3. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) semua kategori interaksi kelas berdasarkan sistem FLINT ada selama proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan ditanggapi oleh siswa dalam setiap tahap pendekatan ilmiah berdasarkan K-13. (2) kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan interaksi kelas aktif berasal dari kedua peserta, yaitu guru memiliki keterbatasan kekreatifan and inovatif dalam mengajar dan karakter siswa dipengaruhi oleh sikap budaya.Kata Kunci : Interaksi Kelas, Tahap Pendekatan Ilmiah berbasis K-13, Sistem Analisis Interaksi Bahasa Asing (FLINT) This study was aimed at finding the classroom interaction categories occurring in the eighth grade of SMP Negeri 1 Singaraja based on Foreign Language Interaction Analysis (FLINT) System, the teacher’s and students’ verbal and nonverbal behaviors found during EFL writing class in SMPN 1 Singaraja and discovering the constraints in implementing active classroom interaction during EFL writing class in SMPN 1 Singaraja. The subjects of the study were the English teacher and students in class VIII A3. This study was designed by using descriptive qualitative research. The result of the research showed that:(1)all categories of classroom interaction based on FLINT system existed during the teaching and learning process produced by the teacher and responded by the students in every stage of scientific approach based on K-13. (2) the constraints were faced by the teacher in implementing an active classroom interaction came from both participants; those are the teacher has the lack of creative and innovative teaching and the students characteristics which were influenced by the cultural attitudes.keyword : Classroom interaction, Scientific Approach Stage based on K-13, Foreign Language Interaction (FLINT) system
AN ANALYSIS OF HESITATION PHENOMENA IN SECONDARY SCHOOL TEACHERS’ SPEECH AT AN INTERNATIONAL SCHOOL IN BADUNG. ., Ni Luh Patma Gita; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.16537

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari hesitation phenomena (fenomena keragu-raguan) yang digunakan oleh guru sekolah menengah saat mengajar di sekolah internasional, Badung. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi tipe-tipe hesitation yang digunakan guru saat mengajar; (2) mengetahui tipe mana yang paling sering muncul; dan (3) kenapa tipe tersebut yang paling sering muncul saat guru mengajar. Subjek dari penelitian ini adalah tiga guru yang merupakan penutur asli bahasa Inggris (English Native Speaker) dan menggunakan bahasa Inggris dalam mengajar. Obyek daari penelitian ini adalah hesitation yang digunakan oleh guru saat mengajar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan metode observasi dan interview dalam mengumpulkan data. Data dianalisis menggunakan teori yang dikemukakan oleh Lacey and Luff (2009) yang terdiri dari 5 tahap yaitu Transcription, Organizing the Data, Familiarization, Coding, dan Themes. Berdasarkan teori hesitation yang dikemukakan oleh Rose (2013), terdapat enam tipe hesitation yang mucul yaitu: Silent Pause (11,4%), Filled Pause (52.1%), False Start (5.9%), Repair (4.2%), Repeat (12.7%), dan Lengthening (13.6%). Tipe hesitation yang paling sering muncul adalah Filled Pause. Para guru paling sering menggunakan Filled Pause karena Filled Pause dapat menghubungkan kalimat yang satu dengan yang lainnya saat mereka ragu, membuat guru terdengar lebih profesional dan para murid juga tidak akan sadar jika guru ragu-ragu berbicara.Kata Kunci : guru sekolah menengah, hesitation, ucapan This research studied about hesitation phenomena occurred in secondary school teachers’ speech at an international school in Badung. The aims of this research were (1) to identify the types of hesitation occurred in the teachers’ speech; (2) to know which type of hesitation that mostly occurred; and (3) to know the reasons why such hesitation occurred. The subjects of the study were three teachers who taught in secondary school. They were English native speakers and used English in teaching the students. The object of the study was the hesitation used by the teacher while teaching the students. The research was a descriptive qualitative research and the data were collected by using observation method and interview method. The data were analyzed by using data analysis proposed by Lacey and Luff (2009) which consisted of five steps: Transcription, Organizing the Data, Familiarization, Coding, and Themes. According to the theory of hesitation proposed by Rose (2013), six types of hesitation were occurred in the teachers’ speech: Silent Pause (11,4%), Filled Pause (52.1%), False Start (5.9%), Repair (4.2%), Repeat (12.7%), and Lengthening (13.6%). The most dominant one was Filled Pause. Filled pause was used frequently because it could connect the teacher’s previous sentence with their following sentence, it was also more professional when using filled pause and the student would not notice or realize that the teacher hesitated.keyword : hesitation, secondary school teacher, speech
THE EFFECT OF WORD WALL STRATEGY TOWARD THE VOCABULARY MASTERY OF FIFTH GRADE STUDENTS ., Ni Made Susi Herlina Wati; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.16771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi pembelajaran word wall terhadap penguasaan kosa kata pada siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SDN 5 Yehembang Kauh tahun akademik 2017/2018. Sample penelitian ini adalah semua anggota siswa kelas lima yang berjumlah 23 orang siswa, dimana penentuan sampel menggunakan teknik intact group sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif yang terdiri dari 25 soal. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil pengujian uji-t dengan menggunakan taraf signifikan 5% menunjukkan signifikansi 0,001 (sign. < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Word Wall dapat memberikan pengaruh positif terhadap meningkatkan penguasaan kosa kata siswa sehingga Word Wall dapat direkomendasikan sebagai alternatif dalam mengajar kosa kata. Kata Kunci : Kosa Kata, Penguasaan Kosa Kata, Word Wall The study aimed at investigating students’ vocabulary mastery after the use of Word Wall Strategy in Elementary school. This was a pre-experimental study with one group pretest- posttest design using quantitative approach. The population on this study was all of students of SDN 5 Yehembang Kauh in academic year 2017/2018. The sample of this study was all of the members of fifth grade students which consisted of 23 students. The data was collected by using pretest and posttest which consisted of 25 questions. The type of question was multiple choice. The data were analyzed by using T-test. The result of the T-test with the significant 5% is 0,01 (sign. < 0,05). It can be concluded that Word Wall gives positive effect in improving students’ vocabulary mastery so that Word Wall can be recommended as an alternative on teaching vocabulary mastery. keyword : Vocabulary,Vocabulary mastery, word wall
A Comparison of EFL Teachers Use of ICT as Learning Media Seen from Gender and Age ., I Gusti Ngurah Indradhikara; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.591 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.16907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alasan untuk menggunakan atau tidak menggunakan TIK dalam proses pembelajaran bahasa inggris. Sebanyak 54 guru dilibatkan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan desain concurrent triangulation. Penelitian ini menggunakan sebuah instrumen, yait kuesioner terbuka. Berdasarkan hasil analisis data kualitatif, baik guru laki-laki maupun perempuan, dan guru dari generasi X maupun Y sadar akan pentingnya TIK dalam proses pembelajaran bahasa inggris juga keterbatasan mereka dalam menggunakan TIK dalam mengajar. Pengembangan lebih lanjut disarankan kepada pemerintah, guru bahasa inggris, dan peneliti lainya untuk meningkatkan penggunaan TIK dalam mengajar. Kata Kunci : TIK, Gender, Umur. This study aimed to identify the reasons implementing or not implementing ICT in the process of English teaching and learning. There were 54 of English teachers employed in this research. This research integrated mix method concurrent triangulation design. There was an instrument used in this research, namely open ended questionnaire. The quantitative data showed there were differences of ICT use across gender and ages. Based on the qualitative data analysis, both male and female, and, X and Y generations of English teachers seemed to realize the importance of ICT in English teaching and learning, including their limitation in employing ICT in teaching and learning process. Further works suggested for the government, English teachers, and other researchers to improve the number of ICT integration in teaching.keyword : ICT, Gender, Ages
An Analysis of Lexical Borrowing Used By The Eighth Semester Students of English Language Education in Social Media ., Ni Kadek Yuni Artini; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.96 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.16995

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis peminjaman leksikal dan untuk menyelidiki makna dari setiap penggunaan pinjaman leksikal di media sosial terutama di grup Line oleh mahasiswa semester delapan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa semester delapan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah smartphone. Data dikumpulkan dengan mengambil tangkapan layar dari percakapan online yang mengandung leksikal borrowing. Data kemudian diururtkan, diklasifikasi, dianalisis, didiskusikan dan disimpulkan berdasarkan klasifikasi teori yang diusulkan oleh Capuz. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga jenis peminjaman leksikal dari 50 jenis kata dari peminjaman leksikal yang dihasilkan oleh mahasiswa semester delapan. 30 jenis kata termasuk importation, 18 jenis kata termasuk loanblend dan 2 jenis kata termasuk loan translation. Peminjaman leksikal tetap memiliki makna secara harfiah dan beberapa memiliki makna secara tersirat. Kata Kunci : Sosial Media, Jenis Peminjaman Leksikal, Makna Peminjaman leksikal This study aimed at identifying the types of lexical borrowing and to investigate the meaning of each lexical borrowing in social media especially in Line group chatting by the eighth semester students of English Language Education. This study was descriptive qualitative research. The subjects of this study were the eighth semester students of English Language Education. The instrument used in this study was mobile phone. The data were collected by taking the screenshot of any conversation containing lexical borrowing. The data were listed, classified, analyzed, discussed and summarized based on the theory classification proposed by Capuz. The result of this study showed that there were three types of lexical borrowing from fifty (50) words of lexical borrowing produced by the eighth semester students. Thirty (30) words belong to importation, eighteen (18) words belong to loanblend, and two (2) words belong to loan translation. The lexical borrowing still have their literal meaning and some have their implied meaning. keyword : Social Media, Lexical Borrowing Types, Lexical Borrowing MeaninG
TEACHERS' PERCEPTION AND STUDENTS' RESPONSE TOWARD THE USE OF THE TYPE OF TEACHING MEDIA USED AT SD LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA ., Made Ayu Rizky Dewanti; ., Drs.Gede Batan,MA; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.836 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.17026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan (1) jenis media yang digunakan oleh guru bahasa Inggris di SD Laboratorium Undiksha, (2) respon siswa terhadap penggunaan media di SD Laboratorium Undiksha, dan (3) persepsi guru Bahasa Inggris terhadap penggunaan media dalam mengajar bahasa Inggris di SD Laboratorium Undiksha. jenis media yang digunakan oleh guru bahasa Inggris, hasil daftar periksa menemukan bahwa media yang digunakan oleh guru bahasa Inggris di SD Laboratorium Undiksha sebagian besar adalah kartu flash, lagu / audio, animasi dan video / film. Dari daftar periksa mengenai respon siswa terhadap media yang digunakan, para siswa memiliki respon positif terhadap media yang digunakan. Mereka percaya bahwa materi pembelajaran lebih mudah dipahami ketika media digunakan di ruang kelas. Dalam menjawab persepsi guru terhadap penggunaan media di kelas, hasil kuesioner menemukan bahwa guru bahasa Inggris di SD Laboratorium Undiksha memiliki persepsi positif terhadap penggunaan media dalam mengajar bahasa Inggris untuk siswa. Mereka kebanyakan percaya bahwa penggunaan media dapat membantu guru untuk melakukan pembelajaran yang lebih baik dan menyediakan sumber pembelajaran yang luasKata Kunci : media, persepsi, respone This study aimed at finding (1) types of media that are used by the English teacher at SD Laboratorium Undiksha, (2) the students’ responses towards the use of media in SD Laboratorium Undiksha, and (3) English teachers’ perception toward the use of media in teaching English in SD Laboratorium Undiksha. types of media used by English teachers, the result of checklist found that media used by English teacher in SD Laboratorium Undiksha are mostly flashcard, song/audio, animation and video/film. From the checklist regarding students’ response toward the media used, the students have positive response towards the media used. They belief that the learning materials are easier to be understood when media is used in classroom. In answering teachers’ perception toward the use of media in classroom, the result of questionnaire found that English teachers in SD Laboratorium Undiksha had a positive perception towards the use of media in teaching English for the students. They mostly believe that the use of media is able to help teacher to conduct a better learning and provide a broad learning sourcekeyword : media, perception, response
The Analysis of Figurative Language and Character Values in Sabrina Benaim's Poetry ., Virginia Helzainka; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.16791

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bahasa kiasan dan nilai karakter yang digunakan dalam puisi Sabrina Benaim "Explaining My Depression to My Mother". Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini berkaitan dengan variabel tertentu, indikasi atau fenomena tertentu yang terjadi di tempat tertentu. Ditemukan bahwa bahasa kiasan yang ditemukan dalam puisi adalah metafora, simili, personifikasi, hiperbola, litotes, metonimi, paradoks, ironi, denotasi, dan konotasi. Dari puisi ini, beberapa nilai karakter dapat dipelajari. Itu adalah agama, jujur, kreatif, mandiri, ingin tahu, altruistik, ramah, peduli terhadap lingkungan dan kesadaran sosial. Mengajar bahasa Inggris melalui puisi tidak hanya eksposur ke literatur bahasa target tetapi juga mengajarkan nilai moral. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk melakukan studi eksperimental terhadap penggunaan puisi dalam pembelajaran bahasa dan nilai karakter.Kata Kunci : Puisi, Bahasa Kiasan, Nilai Karakter The current study intended to find out the figurative language and the character value in used in Sabrina Benaim’s poetry “Explaining My Depression to My Mother”. This study was designed as a descriptive qualitative research. This research concerned with a certain variable, indication or specific phenomenon happened in a particular place. It was found that the figurative language that found in the poetry are metaphor, simile, personification, hyperbole, understatement, metonymy, paradox, irony, denotation and connotation. From this poetry, several character values can be learnt. Those are religious, honest, creative, independent, curious, altruistic, friendly, care for the environment and social awareness. Teaching English through poetry is not only an exposure to target language literature but also teaching moral value. A further study is suggested to conduct an experimental study toward the use of poetry in language learning and character value.keyword : Poetry, Figurative Language, Character Value
THE EFFECT OF MIND MAPPING STRATEGY ON THE STUDENTS' SPEAKING COMPETENCE OF SMPN 1 SUKASADA ., Ade Putra Sujana Mahardikha; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.696 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.16979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah penerapan strategi pemetaan pikiran dengan jenis web laba-laba memberikan pengaruh yang berbeda secara signifikan terhadap kompetensi berbicara siswa kelas 8. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dalam bentuk post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas 8 SMPN 1 Sukasada pada tahun akademik 2017/2018. Sampel dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, dengan 2 kelas sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes dan hasilnya dianalisis secara deskriptif serta inferensial. Hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata kelompok eksperimen adalah 77,32 sedangkan skor rata-rata kelompok kontrol adalah 73,10. Hasil uji-t menunjukkan bahwa nilai t yang diamati lebih tinggi dari nilai kritis yaitu 2,089> 2,0040 (α = 0,05). yang menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa siswa yang belajar dengan strategi pemetaan pikiran mencapai kompetensi berbicara yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang belajar di lingkungan belajar tradisional. Studi lebih lanjut disarankan untuk menganalisis penggunaan strategi pemetaan pikiran pada berbagai keterampilan belajar seperti menulis, membaca atau mendengarkan. Kata Kunci : Pemetaan pikiran, Berbicara, Strategy pembelajaran This study aimed at investigating whether or not the implementations of mind mapping strategy with spider web types gave any significantly different effect on the 8th grade students’ speaking competency. The research used experimental design in the form of post-test only control group design. The population of the study was grade 8 of SMPN 1 Sukasada at the academic years of 2017/2018. Samples were chosen using cluster random sampling technique, with 2 classes as samples of the study. The data were collected using tests and the results were analyzed descriptively as well as inferentially. The result of descriptive statistics showed that the mean score of the experimental group was 77.32 while the mean score of control group was 73.10. The result of t-test showed that the value of t observed is higher than t critical value which is 2.089 > 2.0040 (α = 0.05). Which indicated that there was a significant mean difference between experimental group and control group. Thus, it can be concluded that the students who learnt with mind mapping strategy achieved better speaking competency compared to those who learnt in traditional learning environment. Further study is suggested to analyze the use of mind mapping strategy on different learning skills such as writing, reading or listening. keyword : Mind Mapping, Speaking, Learning strategy

Page 60 of 188 | Total Record : 1873