cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi Geografi
ISSN : 02168138     EISSN : 25800183     DOI : -
MKG is a journal that facilitates the interests of lecturers, teachers and the academic community to communicate articles from research results and strengthen the exchange of ideas from academic reviews in the field of geography. The academic articles include research and reviews of studies in Human Geography and Physical Geography, population and environmental reviews, regional issue investigations, resource management, disaster management, remote sensing techniques (RS) and the application of geographical information system (GIS) and in-depth discussion on the development of standards in education and geography teaching, both at school and college level.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
EDUCATION REFORM IN THE ERA OF REGIONAL AUTONOMY ENTERING THE GLOBAL ERA Astawa, Ida Bagus Made
Media Komunikasi Geografi Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.569 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v16i2.8426

Abstract

Revolusi peradaban dunia dewasa ini telah memasuki era global. Indonesia sebagai negara dunia ketiga (the silent majority), untuk mampu bersaing di era global ini dituntut kesungguhan dan ketulusan menata dunia pendidikannya dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusianya, karena pendidikan pada hakekatnya merupakan kunci keberhasilan pembangunan suatu bangsa dan negara. Pemberlakuan UU No. 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), dan UU No. 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen, yang kemudian ditindak lanjuti dengan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), telah membuka harapan untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dengan otonomi pendidikannya. Realitanya permasalahan pendidikan di Indonesia dari Pelita pertama hingga saat ini masih relatif sama. Berkenaan dengan itu di era otonomi pendidikan dibutuhkan reformasi dengan melalui tujuh hal, yaitu (1) memprioritaskan pendidikan sebagai kebutuhan, (2) memaknai pendidikan secara utuh, (3) perimbangan penyelenggaraan pendidikan antara pusat-daerah, (4) pelibatan masyarakat dalam pendidikan, (5) memberikan posisi sentral kepada pendidik dan tenaga kependidikan, (6) menuju kepada paradigma pemberdayaan pendidikan, dan (7) menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menantang.Kata kunci: globalisasi, the silent majority, otonomi pendidikan, reformasi pendidikan
SEA WATER TREND AVERAGE IN THE WATERS WEST Buleleng, Bali BASED ON POST-PROCESSING OF SATELLITE DATA Envisat altimetry Putra, I Wayan Krisna Eka
Media Komunikasi Geografi Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.899 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v16i2.8431

Abstract

Buleleng merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Bali yang berpotensi mengalami ancaman peningkatan muka air laut. Kenyataan ini membutuhkan tersedianya peta genangan wilayah pesisir sebagai data dasar untuk mitigasi bencana wilayah pesisir. Salah satu data utama yang dapat digunakan sebagai manifestasi data potensi ancaman yaitu trend muka air laut rata-rata dari data satelit altimetri Envisat. Penyediaan data satelit altimetri dengan kualitas yang lebih baik, perlu dilakukan post-processing. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi trend muka air laut rata-rata berdasarkan hasil post-processing data satelit altimetri Envisat. Penelitian ini dilakukan melalui 4 tahap, yaitu: (1) identifikasi masalah dan menetapkan lokasi penelitian, (2) pengumpulan data, (3) pengolahan data, dan (4) penyajian hasil. Hasil dari penelitian ini memperoleh trend muka air laut rata-rata di perairan barat Kabupaten Buleleng cenderung mengalami peningkatan, dengan hubungan fungsional y = 0,051x + 1,612.Kata kunci : Hasil post-processing data satelit altimetri Envisat, trend muka air laut
Input and Output Condition And Water Storage District of Lake Buyan in Buleleng regency Sukasada Atmaja, Dewa Made
Media Komunikasi Geografi Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.656 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v17i1.8440

Abstract

Research conducted at the District Sukasada Lake Buyan Buleleng, which aims to find the input conditions (precipitation, runoff) water lake Buyan over the last 10 years. Knowing the condition of outputs (evaporation, consumption, and savings) water of Lake Buyan period of 10 years. Knowing the Buyan lake water storage over the last 10 years between 1999 and 2008. The study design was a field survey includes observation, measurement, and laboratory analysis. Primary data and samples based on stratified random sampling for water consumption. Secondary data were obtained from the relevant agencies. The data obtained were processed with the formula of Theissen Polygons, Thornthwaite-Mather, Penman, Welch, and Seyhan. Furthermore, using qualitative descriptive analysis. The results showed the water input Buyan lake consists of: rainfall and runoff decline. Meanwhile, the output consists of free water evaporation, water consumption, savings and seepage out of the lake, three of these four variables must be increased. This was caused by the increase in population, the destruction of forests and climate change. So the water balance of the lake Buyan be disrupted  Keywords: Lake Buyan, Balance Water
PENGGUNAAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATERI BIOSFER PADA SISWA KELAS XI IPSMAN 2 PONTIANAK TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Rina, - -
Media Komunikasi Geografi Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.435 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v17i2.9026

Abstract

The purposes of this study are To increase motivation to learn and learning outcome geography in class XI IPS 1 MAN 2 Pontianak in the academic year of 2015/2016 in geography subject.The method of the study used in this research is a classroom action research with some stages called: planning, action, observation, and reflection. The stages are arranged to form a cycle. This research is collaborative study which involves colleagues who collaborate to identify the problems, preparation of plans, carrying out the action, observation and reflection. The Subjects of this study is class XI IPS 1 MAN 2 Pontianak consist of 40 students. Techniques of data collection used are, Questionnaire of motivation to learn, Test; and Observation, Analysis of the data used is quantitative analysis. The Results of this study are: students’ motivation to learn geography and geography learning outcomes in the initial conditions of 32 students or 80% who have not yet reached KKM and 8 students or 20% who had reached KKM for motivation to learn geography. There are 28 geography student learning outcomes or 70% who have not yet reached KKM and 12 students or 30% has been reached KKM. In the first cycle there are    23 students or 57.5% who have not yet reached KKM and 17 or 42.5% of students who have achieved learning outcomes geography KKM. Besides, there are 21 students or 52.5% have not yet reached KKM and 19 students or 47.5 % has reached KKM. In the second cycle there are 7 or 17.5% of students who have not yet reached KKM and 33 or 82.5% of students who have reached KKM. Besides, there are  6 student of geography learning outcomes or 15% has not been reached KKM and 34 students or 85% has been reached KKM . Keywords: Media Video, Motivation and Geography Learning Outcomes, Biosphere
DAMPAK STRATEGI PETANI DALAM MERUBAH ARAH PEMANFAATAN LAHAN SAWAH TERHADAP KENYAMANAN HIDUP DI KOTA DENPASAR Atmaja, Dewa Made
Media Komunikasi Geografi Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.592 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v16i1.10167

Abstract

            Meningkatnya jumlah penduduk yang diiringi dengan peningkatan kebutuhan manusia dalam berbagai aspek menyebabkan terjadinya berbagai permasalahan keruangan (spacial problems) yang berujung pada stres lingkungan. Oleh karena itu dibutuhkan adanya strategi dalam merubah arah pemanfaatan lahan sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas ruang, sehingga kehidupan yang nyaman dan harmoni akan tercapai.             Arah perubahan pemanfaatan lahan yang dilakukan petani dapat dilihat dari dua bentuk perubahan yaitu  perubahan lahan secara vertkal dan perubahan lahan secara horisontal. Perubahan pemanfaatan lahan sawah secara vertikal merupakan perubahan bentuk intensitas dari pemanfaatan lahan sawah karena adanya perubahan pola tanam dari berbagai jenis komoditi yang diusahakan, frekuensi penanaman dan diversifikasi tanaman. Perubahan pemanfaatan lahan sawah secara horisontal pada dasarnya diarahkan untuk merubah lahan sawah menjadi lahan non pertanian.            dampak dari arah perubahan pemanfaatan lahan sawah di kota Denpasar menyebabkan suhu meningkat secara signifikan (0,7oC – 0,9oC) serta diiringi peningkatan kelembaban udara yang menyebabkan ketidaknyamanan hidup. Zonasi kenyamanan hidup di wilayah Denpasar secara umum tergolong tidak nyaman yang melebar dari daerah Nusadua sampai pusat kota Denpasar. Ketidaknyamanan hidup masyarakat Denpasar dapat berakibat pada gangguan psikis seperti mudah marah, malas karena kelelahan, bahkan terjadi perilaku yang menyimpang, seperti sikap tidak patuh dan cenderung memberontak bahkan sering terjadi pertengkaran.
KRISIS PETANI BERDAMPAK PADA KETAHANAN PANGAN DI INDONESIA Suratha, I Ketut
Media Komunikasi Geografi Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.361 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v16i1.10172

Abstract

Petani memiliki peranan penting dalam perkembangan suatu bangsa. Oleh karena setiap manusia hidup memerlukan berbagai kebutuhan hidupnya, petani berperan penting bagi penyedia berbagai keperluan tersebut. Di dalam suatu negara, petani membantu memenuhi kebutuhan pangan bagi kebutuhan negaranya. Indonesia merupakan  negara agraris. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah petani di Indonesia tahun 2013 mencapai 31, 70 juta orang yang terbagi ke dalam sektor tanaman pangan, holtikultural, perkebunan, peternakan, budidaya ikan,  penangkapan ikan dan kehutanan. Indonesia sebagai negara agraris, yang sebagaian besar penduduknya bekerja di bidang pertanian, tergantung pada keberhasilan petaninya untuk mendukung ketahanan pangan di Indonesia. Petani yang ada di Indonesia membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi seluruh penduduk yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, petani yang ada di Indonesia harus diperhatikan dengan baik agar Indonesia yang sebagai negara agraris dapat terus memasok pangan yang bersumber dari petani dalam negeri.
Inovasi Pendidikan Bencana Berbasis Pendekatan Spasial di Indonesia Christiawan, Putu Indra
Media Komunikasi Geografi Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.534 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v15i1.11419

Abstract

Pendidikan adalah barometer dari kualitas pembangunan sumberdaya manusia dan pengelolaan sumberdaya alam. Kemajuan peradaban suatu bangsa sangat ditentukan oleh inovasi pendidikan yang dikembangkan. Di sisi lain, kegagalan kinerja pendidikan dalam meningkatkan kemampuan peserta didik merupakan awal dari disharmonis hubungan manusia dengan lingkungan sekitar, yang bermuara pada bencana. Tulisan ini bertujuan untuk membedah korelasi antara ketertinggalan pendidikan di Indonesia dengan peningkatan kejadian bencana melalui pemahaman dan analisis tentang: (1) esensi pendidikan bencana, 2) orientasi intelegensi spasial dalam pendidikan  serta (3) implementasi pendidikan spasial sebagai inovasi pendidikan bencana yang berbasis hasil pengkajian secara teoritis dan empiris dari kondisi pendidikan di Indonesia. Hasil pembahasan dalam tulisan ini menunjukkan bahwa: (1) pendidikan adalah salah satu faktor kerentanan sosial utama yang memiliki kontribusi besar terhadap kejadian suatu bencana, maka dipandang penting adanya pendidikan yang menekankan pada intelegensi spasial agar peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami kondisi atau karakteristik ruang yang beragam, (2) intelegensi spasial dalam pendidikan memiliki orientasi untuk mampu memahami dan memecahkan banyak kasus dalam kehidupan sehari-hari serta permasalahan dalam lingkup lokal, regional, nasional dan global; untuk mampu dalam bekerja-sama dengan banyak disiplin ilmu; untuk pembangunan dan perkembangan dari teknologi baru dan mampu memahami proses interaksi manusia, lingkungan dan kemasyarakatan serta mencapai geoliteracy dan (3) inovasi pendidikan yang harus digunakan di sekolah, khususnya di wilayah rawan bencana dan umumnya di Indonesia yang berkaitan dengan upaya mitigasi bencana adalah dengan pendekatan spasial. Pendekatan spasial digunakan untuk memahami gejala geosfer agar mempunyai pengetahuan yang lebih mendalam tentang kebencanaan melalui analisis variabel keruangan. Intelegensi spasial adalah pondasi awal dari inovasi pendidikan bencana berbasis pendekatan spasial di Indonesia. Inovasi pendidikan ini merupakan harmoni dari hubungan manusia dengan keberagaman karakteristik ruang hidup Indonesia, termasuk di dalamnya kekayaan sumberdaya dan ancaman bencana.
PENGEMBANGAN KAWASAN PANTAI BERBASIS GEOMORFOLOGI Treman, I Wayan
Media Komunikasi Geografi Vol 15, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.761 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v15i2.11428

Abstract

Tenaga geomorfologi yang meliputi air, angin dan gletsyer memiliki peranan yang sangat penting dalam pembentukan permukaan bumi baik daratan maupun lautan. Wilayah pantai merupakan wilayah pertemuan antara daratan dan lautan. Perubahan-perubahan yang terjadi sebagai akibat proses endogen dan exogen akan dapat terlihat pada wilayah tersebut, baik perubahan dari geomorfologi, proses-proses erosi dan sedimentasi, jenis tanah dan batuan sedimen yang terbentuk, kondisi hidrogeologi, berbagai proses bencana alam, dan perubahan ekosistem maupun lingkungan manusia.Wilayah pantai yang umumnya datar, berbatasan dengan laut, banyak sungai, airtanah yang relatif dangkal, serta terkadang mengandung mineral ekonomis, berpandangan indah dan mempunyai terumbu karang tentu sangat menarik dan dapat mendukung berbagai pembangunan. Kota-kota, pelabuhan, pertanian dan perikanan, wisata bahari, kawasan industri, bahkan kadang-kadang penambangan mineral dan bahan bangunan dapat berkembang di wilayah pantai. Banyak kota besar, kota pelabuhan, kota perdagangan, dan ibu kota negara atau ibu kota daerah berada di sana. Pemanasan global yang berakibat naiknya muka laut dengan demikian akan dapat menimbulkan dampak yang serius bagi wilayah pantai tersebut.
ANALISIS POTENSI MATA AIR SEMERU UNTUK KEBUTUHAN AIR BERSIH PENDUDUK DAN IRIGASI PERTANIAN DESA NGUTER, KECAMATAN PASIRIAN, KABUPATEN LUMAJANG Maulana, Ikaf Fajar
Media Komunikasi Geografi Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.715 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v18i1.10554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan air untuk penduduk dan irigasi di Desa Nguter. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi mata air Semeru untuk pemenuhan kebutuhan air bagi penduduk dan irigasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey meliputi pengukuran kuantitas mata air dengan menggunakan metode WEIR, pengukuran kualitas air, kebutuhan air penduduk dilakukan wawancara, serta kebutuhan irigasi dianalisis menggunakan software cropwat 8.0. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil debit rata-rata mata air Semeru yaitu sebesar 1.564.973,28 liter/hari. Dari segi kualitas mata air Semeru termasuk kedalam kategori layak untuk disuplai kepada penduduk maupun irigasi. Rata-rata kebutuhan air penduduk Desa Nguter pada musim kemarau dan hujan yang 608.569,5 liter/hari. Secara kuantitas perbandingan debit mata air Semeru untuk kebutuhan air bersih penduduk sangat mencukupi dari masa sekarang atau 50 tahun kedepan. Selain itu, mata air Semeru memenuhi kebutuhan dalam jaringan irigasi Umengan.
Strategi Penghidupan Ekonomi Berkelanjutan Kaum Perempuan Rumah Tangga Petani Desa Pandansari Kecamatan Ngantang Pasca Erupsi Gunungapi Kelud Tahun 2014 Wahyuningtyas, Neni
Media Komunikasi Geografi Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1909.76 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v18i2.12084

Abstract

Perempuan dalam setiap bencana umumnya hanya dipandang sebagai korban yang pasif dan tidak melakukan apa-apa setelah bencana terjadi. Padahal peran perempuan dalam bencana dapat berpengaruh besar dalam percepatan upaya pemulihan pasca bencana. Dari hasil pengolahan data mentah dilapangan, strategi adaptasi yang dilakukan oleh perempuan Desa Pandansari pasca erupsi Gunungapi Kelud tahun 2014 mencakup adaptasi sosial dan ekonomi. Pada adaptasi sosial beberapa perempuan mengalokasikan seluruh anggota keluarga untuk bekerja, bentuk lain dari adaptasi ini adalah dengan adanya kegiatan kumpul warga yang rutin dilakukan seminggu sekali. Dan pada adaptasi ekonomi, beberapa perempuan  menerapkan diversifikasi pekerjaan untuk meningkatkan pendapatan keluarga sementara menunggu lahan pertanian dapat diolah kembali. Seluruh bentuk adaptasi tersebut merupakan upaya untuk memulihkan sumber-sumber penghidupan dengan cepat.Kata kunci: sumber penghidupan, berkelanjutan, perempuan, dan KeludABSTRACT Women in every disaster are generally only seen as passive victims and do nothing after the disaster. Whereas the role of women in disasters can have a major impact in the acceleration of post-disaster recovery efforts. From the results of raw data processing in the field, adaptation strategies implemented by Pandansari Village women after the eruption of Gunungapi Kelud in 2014 include social and economic adaptation. In social adaptation some women allocate all family members to work, another form of adaptation is with the regular gathering of citizens once a week. And in economic adaptation, some women apply job diversification to increase family income while waiting for agricultural land to be reprocessed. All forms of adaptation are an attempt to restore livelihood resources quickly.Keywords: livelihood, sustainable, women, and Kelud

Page 6 of 35 | Total Record : 341