cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi Geografi
ISSN : 02168138     EISSN : 25800183     DOI : -
MKG is a journal that facilitates the interests of lecturers, teachers and the academic community to communicate articles from research results and strengthen the exchange of ideas from academic reviews in the field of geography. The academic articles include research and reviews of studies in Human Geography and Physical Geography, population and environmental reviews, regional issue investigations, resource management, disaster management, remote sensing techniques (RS) and the application of geographical information system (GIS) and in-depth discussion on the development of standards in education and geography teaching, both at school and college level.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
DRONE UNTUK PERCEPATAN PEMETAAN BIDANG TANAH utomo, budi
Media Komunikasi Geografi Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.699 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v18i2.12798

Abstract

Abstract Since 2016 the government has accelerated the registration of land systematically complete until in 2025 the whole plot of land in Indonesia registered. In 2018 alone the government is targeting 7 million fields, and 2019 is targeting 9 million. To achieve these targets is required technology that can overcome this. Drone, better known as Unmanned Aerial Vehicle (UAV) or unmanned aircraft technology as a solution for mapping of land with a large target, time and area flexibility desired shooting, and detailed shooting spatial resolution results as well as a relatively cheaper cost than the recording price with satellite. This research uses qualitative method. Data were obtained from the study literature. After the data collected it will be done data analysis with three stages, namely; Reduction, Display, and Conclution. The results of this study shows that the use of drones for the acceleration of land mapping is the right choice because the drone shots have spatial resolution which is so high that it complies with ground mapping rules and the price is cheap. Keywords: drone, mapping, plot of land
Identifikasi Urban Heat Island di Kota Solok menggunakan Algoritma Landsat-8 OLI Landsurface Temperature Nofrizal, Adenan Yandra
Media Komunikasi Geografi Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2189.224 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v19i1.13755

Abstract

Pembangunan yang terjadi di Kota Solok akan menyebabkan terjadinya perubahan penggunaan lahan. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi dengan meningkatnya lahan terbangun akan menyebabkan naiknya suhu permukaan (surface temperature) yang dapat menyebabkan terjadinya urban heat island. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu permukaan yang ada di Kota Solok dan daerah fenomena urban heat island dan hubungan antara perubahan penggunaan lahan terhadap suhu permukaan yang menyebabkan terjadinya urban heat island di daerah Kota Solok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan salah satu model Land Surface Temperature untuk mengetahui suhu permukaan dengan menggunakan aplikasi pengolahan citra digital selain itu juga menggunakan metode Object Base Image Analyst (OBIA) untuk mendapatkan penggunaan lahan yang ada di Kota Solok. Dengan menggunakan metode yang digunakan akan didapatkan suhu permukaan yang ada di Kota Solok dan daerah fenomena Urban Heat Island serta hubungannya penggunaan lahan dengan suhu permukaan.Kata Kunci : Suhu Permukaan, OBIA, Penggunaan Lahan
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG karunia, amanda rakhmi
Media Komunikasi Geografi Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.773 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v19i1.13937

Abstract

Kabupaten Lumajang memiliki sejumlah objek wisata yang relatif lengkap, mulai dari objek wisata alam (wisata tirta, hutan wisata, serta panorama alam), objek wisata buatan (taman rekreasi, gelanggang renang, kolam pancing), objek wisata minat khusus (terdapat berbagai jalur-jalur pendakian), objek wisata budaya (terdiri dari peninggalan purbakala seperti: candi, makam, dan situs), serta objek wisata religi (Pura Hindu). Akan tetapi popularitas objek wisata Kabupaten Lumajang hanya berkembang dalam skala lokal saja tidak seperti kabuapaten-kabupaten tetangga di sekitarnya, yaitu Kabupaten Malang dan Kabupaten Probolinggo. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dimana objek wisata yang berpotensi dijadikan sebagai pusat pertumbuhan pariwisata di Kabupaten Lumajang. Jenis penelitian ini adalah penelitian survai. Lokasi penelitian dilakukan pada 10 objek wisata yang sudah tercatat dalam Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupten Lumajang, yaitu Pantai Bambang, Pemandian Alam Selokambang, Pura Mandara Giri Semeru Agung, Pemandian Joyokarto, Water Park KWT Lumajang, Ranu Klakah, Pemandian Al-Kautsar, Piket Nol, Goa Tetes, dan Hutan Bambu. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara accidental sampling yaitu pengambilan jumlah sampel yang dilakukan secara kebetulan tanpa direncanakan terlebih dahulu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dengan panduan kuesioner yang digunakan untuk menggali informasi mengenai variabel daya tarik objek wisata, variabel sikap pedagang, variabel  kondisi objek wisata, variabel tingkat kebersihan, variabel kondisi keamanan, variabel fasilitas penunjang kepariwisataan, variabel promosi, serta variabel aksesibilitas. Penelitian ini juga menggunakan teknik pengukuran. Pengukuran dilakukan untuk memperoleh data mengenai variabel jarak antar kawasan lokasi objek wisata, variabel jarak objek wisata terhadap pemukiman, dan variabel jarak objek wisata ke ibu kota kabupaten. Teknik analisis data menggunakan analisis deskripsi untuk menjelaskan klasifikasi potensi objek wisata di Kabupaten Lumajang. Peta Potensi Wisata Kabupaten Lumajang digambar dengan menggunakan program Arch GIS 10.5. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa Pemandian Alam Selokambang adalah objek wisata yang berpotensi sebagai pusat pertumbuhan pariwisata di Kabupaten Lumajang dengan skor potensi sebesar 102, dimana skor ini merupakan skor tertinggi dibandingkan dengan 10 objek wisata lain yang dijadikan penelitian. Kata kunci : Pusat Pertumbuhan Pariwisata, Objek Wisata, Kabupaten Lumajang
PROVINCIAL FUNDING PROGRAM POLICIES OF SUSTAINABLE DATI I VIEWED FROM BALI Act NO. 32 IN 2009 Atmaja, Dewa Made
Media Komunikasi Geografi Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.55 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v16i2.8427

Abstract

Bali memiliki empat buah danau alam yang terletak di tiga Kabupaten,  yakni: danau Beratan di Kabupaten Tabanan, danau Buyan dan Tamblingan di Kabupaten Buleleng dan danau Batur di Kabupaten Bangli. Keempat danau alam ini memiliki fungsi yang sangat vital sebagai sumber daya alam khususnya bagi masyarakat Bali dan memiliki fungsi yang strategis untuk menunjang pembangunan di Provinsi Bali. Ada fungsi-fungsi lain yang didalamnya terdapat nilai-nilai yang khas, yakni fungsi ekologis dan fungsi sosial budaya.Mengingat besarnya tekanan lingkungan sebagai akibat dari dampak aktivitas manusia, maka diperlukan upaya-upaya pelestarian lingkungan baik melalui kegiatan-kegiatan fisik maupun pemberdayaan peran serta dan peningkatan kesadaran masyarakat. Atas dasar kepentingan masing-masing, berbagai instansi pemerintah, swasta maupun LSM, telah melakukan upaya-upaya yang mengarah kepada pelestarian lingkungan danau. Namun demikian sejauh ini usaha-usaha tersebut belum terkoordinasi sehingga berjalan sendiri-sendiri yang terkadang mengakibatkan overlaping kegiatan dengan hasil yang berbeda.Pengelolaan danau dengan menerapkan suatu konsep terpadu dari berbagai disiplin ilmu merupakan pendekatan yang sangat konprehensip. Hal ini didasarkan atas teori bahwa pengelolaan suatu ekosistem lingkungan harus merupakan keterpaduan pengelolaan atas komponen-komponen pembentuk ekosistem lingkungan itu sendiri sesuai dengan Pasal 1 ayat 2 UU No. 32 Tahun 2009. Seirama dengan perkembangan dunia yang menyangkut semakin tajamnya isu-isu penyelamatan lingkungan hidup, maka lahirlah Undang-Undang Republik Indonesia  Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH) dengan 127 pasal. Kebijakan program danau lestari yang dicanangkan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali yang terdiri dari: program fisik, program pengendalian kerusakan kawasan danau dan daerah tangkapannya, program pengendalian pencemaran, program pelestarian sumber daya alam dan plasma nutfah, program peningkatan pemberdayaan masyarakat, dan program khusus. Implementasi UU No. 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan kebijakan program danau lestari oleh Gubernur Provinsi Bali berjalan sesuai dengan norma-norma yang tekandung dalam pasal-pasal dan ayat UUPPLH. Kata-kata kunci: Danau lestari, Implimentasi UU No 32 Tahun 2009 
VEGETATION SUCCESSION DYNAMICS STUDIES IN MOUNTAIN AREAS AFFECTED ERUPTION API Kelud REMOTE SENSING DATA BASED ON THE YEAR 2013 - 2016 Nuzulah, Siti Nurin; -, Purwanto -; Bachri, Syamsul -
Media Komunikasi Geografi Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.952 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v17i1.8434

Abstract

Investigate of this research shows that on January 4th 2014 vegetation density in Impact Eruption Area of Kelud Volcano 10 km has vegetation index value 0,64 – 0,34. On February 17th, 2014 the vegetation succession dynamic happens a decreasing vegetation succession dynamics with vegetation index value between 0,52 – 0,01. In 2014 towards 2015 there was an increase vegetation succession with vegetation index values between 0,87 – 0,1. On wet dry month 2015 towards a decline in vegetation succession dynamics caused by the influence of the dry season with vegetation index values between 0,7 – 0,06. In 2016 there was an increase in wet secondary vegetation succession in the Sumberasri village Ngleggok district is the climax of the process of succession with vegetation index values 0,89. The dynamics of vegetation succession have not run optimally on a five kilometer radius with vegetation index value 0,1 in Sugihwaras village Ngancar District. Perhutani can support of temperature constant at 5 km by planting a plant hard. The kinds of this plant hard is Kaliandra dan Pines that can to plant in coordinate 49 M 0641939 9123036. Constant temperature will support the condition of succession vegetation until in condition before happen an eruption by referral addiction 0,24 vegetation index.Keywords: succession, vegetation, eruption, remote sensing.
Work Systems on LIDAR Laser Sensor Putra, I Wayan Krisna Eka
Media Komunikasi Geografi Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.203 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v17i1.8441

Abstract

LIDAR system is a combination of LRF (Laser Range Finder), POS (Positioning and Orientation System) integrated with DGPS (Differential Global Positioning System), IMU (Inertial Measurement Unit) and Control Unit. The working principle of LIDAR systems in general is the sensor emits a laser beam to a target on the surface of the earth, then the laser beam is reflected back to the sensor. Returning beam is then analyzed to determine the distance from the sensor to the object's position and generate 3-dimensional position through the data position and orientation of the sensor. The working principle of laser sensors for distance measurement sensor to the surface of the soil using a different principle or by calculating the distance based interval information required laser light to travel from the transmitter, up to the receiver. At the time of laser sensors scanning process, starting from firing the laser transmitter, then directed by mirrors that move in accordance with the specifications corner were determined. The combination of the work of the components of the laser sensor will provide data to determine the distance from the sensor to the object. Keywords: LIDAR, Laser Sensor, Position 3 Dimensions
KREATIF MEMBELAJARKAN PEMBELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN YANG TEPAT SEBAGAI SOLUSI DALAM BERKOMUNIKASI Atapukang, Nurmasa -
Media Komunikasi Geografi Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.414 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v17i2.9027

Abstract

This paper aims to give an overview to the learner to creatively use appropriate learning media to assist learners in achieving the learning objectives that have been formulated. The use of appropriate learning media can help the learners and learners in creating effective communication, so that the learning message delivered by teachers can be understood by students / i, and avoid a miss communication. The use of media in the classroom also requires good planning and careful by at learners. This is necessary because the learners need to sort out which media are suitable and appropriate teaching materials so that the learning objectives can be achieved, the ease in obtaining a medium of learning and use, until the planning of when to use instructional media. Keywords: Media Learning
MEMAHAMI KEWAJIBAN GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Astawa, Ida Bagus Made
Media Komunikasi Geografi Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.718 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v16i1.10168

Abstract

Otonomi pendidikan melalui UU Sisdiknas telah memberikan kewenangan pada guru sebagai pengembang kurikulum. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan salah satu wujud dari pengembangan kurikulum yang wajib disusun oleh guru dan digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan pembelajaran. Namun, realitanya masih banyak guru yang belum melaksanakan kewajiban tersebut. Paling tidak terdapat tiga faktor yang dipandang sebagai penyebab guru belum melaksa-nakan kewajiban tersebut. Pertama, karena sudah terlalu lama menjadi ”tukang mengajar” (kurikulum 1950 – 1994), sehingga belum tumbuhnya kesadaran bahwa menyusun RPP adalah kewajiban guru; kedua, karena belum dipahaminya makna sebuah RPP dalam pembelajaran; dan ketiga dengan sistem rekrutmen guru dan sifat terbukanya profesi guru, bisa jadi sebagian guru belum memiliki kompetensi untuk menyusun RPP.
PERUBAHAN KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA GLAGAHARJO PASCA ERUPSI GUNUNGAPI MERAPI TAHUN 2010 Citra, I Putu Ananda
Media Komunikasi Geografi Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.073 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v15i1.11423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Glagaharjo pasca erupsi gunungapi merapi tahun 2010 di Kabupaten Sleman. Pengumpulan data kondisi ekonomi dilakukan dengan teknik wawancara mendalam dengan sejumlah sampel penduduk yang ditentukan menggunakan teknik snowball sampling. Data akan dianalisis dengan metode deskriptif analisis kualitatif untuk mendeskripsikan perubahan kondisi ekonomi penduduk. Dalam analisis tersebut diuraikan perbandingan mengenai kondisi ekonomi sebelum dan setelah erupsi tahun 2010. Dalam perubahan kondisi ekonomi tersebut selain menggunakan data atau informasi yang diperoleh secara langsung melalui kegiatan wawancara mendalam juga digunakan informasi pendukung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terjadi perubahan kondisi sosial ekonomi pada setiap dusun di Desa Glagaharjo. Mulai dari perubahan mata pencaharian, pendapatan, kepemilikan lahan, dan penolakan masyarakat karena terdapat wacana relokasi. Perubahan yang paling menonjol dari segi ekonomi yaitu perubahan mata pencaharian menjadi penambang pasir.
SIMULASI FUSI CITRA IKONOS-2 PANKROMATIK DENGAN LANDSAT-7 MULTISPEKTRAL MENGGUNAKAN METODE PAN-SHARPEN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS CITRA DALAM UPAYA PEMANTAUAN KAWASAN HIJAU (Studi Kasus Sekitar Kawasan Bandara Ngurah Rai-Badung Bali) Putra, I Wayan Krisna Eka; Fadly, Romy; Artini, Sri Rezki
Media Komunikasi Geografi Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1324.186 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v15i1.11424

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menghasilkan citra yang memiliki kualitas lebih baik untuk memudahkan pemantauan kawasan hijau di sekitar kawasan Badara Ngurah Rai-Badung Bali. Data yang digunakan dalam proses fusi citra ini yaitu citra Ikonos-2 pankromatik (resolusi spasial 1 m) dan Landsat-7 multispektral  (resolusi spasial 30 m).  Metode yang digunakan dalam proses fusi citra ini yaitu Pan-Sharpen. Hasil yang diperoleh berupa citra berwarna dengan resolusi 1 meter yang lebih mudah didigitasi untuk pemantauan luas kawasan hijau.

Page 7 of 35 | Total Record : 341