cover
Contact Name
Usman Malik
Contact Email
 usman.malik@lecturer.unri.ac.id
Phone
+62811756227
Journal Mail Official
kfi@ejournal.unri.ac.id
Editorial Address
Jurusan FMIPA Universitas Riau Kampus Bina Widya Km 12,5 Simpang Baru Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Komunikasi Fisika Indonesia
Published by Universitas Riau
ISSN : 14122960     EISSN : 2579521X     DOI : 10.31258/jkfi
KFI mempublikasikan artikel hasil penelitian dan review pada bidang fisika, namun tidak terbatas, yang meliputi fisika murni, geofisika, plasma, optik dan fotonik, instrumentasi, dan elektronika, dan fisika terapan (aplikasi fisika).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2017)" : 15 Documents clear
Ionisasi Gas Butana pada Metode Pelepasan Listrik Tegangan Searah dengan Ketidakmurnian Udara Tekanan Tinggi, Plasma Termal Ikhsan Rahman Husein; Rakhmawati Farma; Saktioto Saktioto
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.985 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.1.1006-1012

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan ionisasi gas butana dengan campuran udara pada tekanan tinggi. Proses kelistrikan ini menggunakan elektroda grafit pensil yang digunakan untuk melucuti gas pembentukan plasma dengan metode electrical-discharge pada rentang tekanan atmosfir. Plasma Karbon diproduksi dengan mengoperasikan tegangan (DC)<3,5kV dan mengalirkan gas butana ke dalam tabung plasma. Hasil eksperimen menunjukkan tegangan jatuh dan arus listrik. Tegangan dan arus listrik diperoleh sebelum dan sesudah terjadi breakdown. Densitas dan temperatur plasma Karbon dihitung dari arus listrik dan tegangan jatuh. Hasil eksperimen menunjukkan ionisasi udara pada tekanan rendah memiliki tegangan maksimum 570V, tegangan jatuh 530-570V dan arus listrik 0,27-0,45mA, sedangkan pada tekanan tinggi memiliki tegangan maksimum 1160V, tegangan jatuh 900-1100V dan arus 0,46-0,6mA. Ionisasi yang terjadi saat penambahan gas butana (ketidakmurnian campuran udara) pada tekanan rendah memiliki tegangan maksimum 772V, tegangan jatuh 536-775V dan arus listrik 0,03-0,45mA, sedangkan pada tekanan tinggi memiliki tegangan maksimum 1044V, tegangan jatuh 675-1055V dan arus listrik 0,03-0,69mA. Hasil data ini berhubungan dengan variasi distribusi gas yang berada didalam tabung. Hasil eksperimen diharapkan dapat digunakan untuk pengembangan pertumbuhan Carbon Nano Tube pada ujung katoda.
Analisis Distribusi Tingkat Resapan Air Tanah di Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru Juandi M Juandi M; Asih Apri Manelsa; Riad Syech
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.523 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.1.951-954

Abstract

Air adalah komponen yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Keberadaan air di muka bumi ini adalah sangat terbatas menurut ruang dan waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis distribusi tingkat resapan air tanah di Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru. Data yang digunakan berupa data dari pengukuran titik koordinat, resistivitas tanah dan litologi. Tingkat resapan air tanah diukur berdasarkan titiktitik koordinat sebanyak 20 titik. Data yang diperoleh diinput ke dalam software “surfer 11” untuk diproses sehingga diperoleh peta kontur tingkat resapan air tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai resapan air tanah tertinggi berada di Kelurahan Simpang Tiga sebesar 119968,14 (m3 /tahun) dan nilai resapan air tanah terendah berada di Kelurahan Tangkerang Utara sebesar 10054,47 (m3 /tahun). Dapat disimpulkan bahwa resapan air tanah dipengaruhi oleh luas lahan terbuka dan litolgi tanah.
PEMODELAN SATU SIKLUS RADIASI GELOMBANG TERAHERTZ PADA JARINGAN SAPI DENGAN METODE KOMPUTASI BIOFISIK Mimwindayani Mimwindayani; Mhd. Hamdi; Usman Malik
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.085 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.1.1013-1019

Abstract

Radiasi terahertz (THz) berada pada daerah inframerah pada spektrum elektromagnetik yang memiliki rentang frekuensi dengan nilai hampir sama dengan frekuensi molekul air. Interaksi radiasi THz mengindikasikan penyerapan hamburan rendah. Penelitian ini mengkaji model perambatan gelombang satu siklus radiasi THz pada jaringan biologis seperti: jaringan kulit, lemak, tumor, dan daging sapi dengan memfokuskan pada parameter-parameter fisis gelombang elektromagnetik Persamaan Maxwell. Solusi kajian ini menggunakan metode komputasi dengan perangkat lunak Wolfram Mathematica 9.0 menggunakan sumber densitas daya THz (10-150) mW.m-3 dan rentang frekuensi (0.1-1) THz. Kualitas spektrum penyerapan radiasi THz dibatasi oleh resolusi frekuensi dengan resonansi yang bervariasi. Pada resolusi rendah, puncak spektrum yang diperluas dengan tingkat energi dapat ditentukan dengan akurasi yang tinggi. Terdapat perbedaan dari puncak yang antara jaringan tumor dan jaringan normal. Hal ini dapat dilihat dengan model penyerapan dan hasil eksperimen mengindikasikan cukup akurat dengan kesalahan sebesar 0.8%.
PEMBUATAN FILM TIPIS BARIUM STRONTIUM TITANAT (Ba0,6Sr0,4TiO3) MENGGUNAKAN METODE SOL-GEL DAN KARAKTERISASI MENGGUNAKAN SPEKTROSKOPI IMPEDANSI Rahmi Dewi; Satri Siswanto; Krisman Krisman
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.531 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.1.955-960

Abstract

Telah dilakukan penelitian pembuatan film tipis dari bahan Barium Strontium Titanat (Ba0,6Sr 0,4TiO3) yang diannealing pada temperatur 600°C dan 650°C. Sampel dibuat dengan menggunakan metode Sol-Gel kemudian dikarakterisasi menggunakan FESEM dan Spektroskopi Impedansi. Hasil karakterisasi menggunakan FESEM untuk sampel 600°C dan 650°C masing-masing ketebalannya adalah 102,7 nm dan 245,7 nm. Karakterisasi spektroskopi impedansi menggunakan frekuensi sebesar 100 Hz sampai 1 MHz untuk memperoleh nilai impedansi real dan nilai impedansi imajiner yang digunakan untuk menentukan nilai impedansi kompleks, Kapasitansi kompleks dan konstanta dielektrik. Nilai impedansi kompleks pada suhu 600°C dan 650°C masing-masing adalah 2061,4 Ω dan 4684,3 Ω. Nilai kapasitansi kompleks pada suhu 600°C dan 650°C masing-masing adalah 7,72x10-7 F dan 3,4x10-7 F dan Nilai konstanta dielektrik pada suhu 600°C dan 650°C masing-masing adalah 52,9 dan 55,6.
PENGARUH TEMPERATURTERHADAP RADIATIVE FORCING OZON (O3) PERMUKAAN DI GLOBAL ATMOSPHERE WEATHER (GAW) STATION BUKIT KOTO TABANG Tengku Emrinaldi; Sugianto Sugianto; Defra Afriana Aryan
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.162 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.1.986-992

Abstract

Telah dilakukan penelitian analisis radiative forcing ozon (O3) permukaan pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2012 di Global Atmospheric Weather (GAW) Station Bukit Kototabang (Kabupaten Agam, Sumatera Barat) berdasarkan metode IPCC (Intergovernmental Panel on Climate). Konsentrasi O3 permukaan memiliki pola kecenderungan yang sama dengan radiative forcing O3 permukaan meningkatnya konsentrasi O3 permukaan akan mempengaruhi radiative forcing O3 permukaan yang mengidentifikasikan terjadinya peningkatan energi bumi yang mengarah kepada pemanasan di Bukit Kototabang. Hasil perhitungan nilai radiative forcing O3 permukaan, pada tahun 2009 diperoleh 0,93 Wm-2 , tahun 2010 diperoleh 0,90 Wm-2 , tahun 2011 mencapai 1,05 Wm-2 , kemudian pada tahun 2012 diperoleh 1,03 Wm-2 , Selisih temperatur berdasarkan metode IPCC dari tahun 2009 sampai dengan 2012 berkisar antara 0,40 K hingga 0,60 K, sedangkan melaui pengukuran Instrumen Automatic Weather Station berkisar antara 0,1 0 C hingga 2,4 0 C dan selisih temperatur berdasarkan pengukuran Automatic Weather Station yang dipengaruhi oleh radiative forcing O3 menggunakan software IBM SPSS STATISTICS 19 diperoleh koefisien regresi liniear 0,031 yang mengidentifikasikan korelasi yang rendah antara radiative forcing O3 permukaan dengan selisih temperatur Automatic Weather Station sebesar 3,1% di Bukit Kototabang, hasil ini menunjukkan bahwa ada beberapa subtansi atau faktor lain yang mempengaruhi konsentrasi O3 permukaan terhadap temperatur permukaan bumi.
PEMBUATAN DETEKTOR FREKUENSI TUNGGAL BERBASIS PRINSIP EDDY CURRENT UNTUK PENGUKURAN KETEBALAN LOGAM NON MAGNETIK CU DAN AL Santi T Sidabukke; Ari Sulistyo Rini; Tengku Emrinaldi; Lazuardi Umar
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.922 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.1.1020-1025

Abstract

Metode-metode yang telah dilakukan dalam pengukuran ketebalan logam adalah metode manual (jangka sorong) dan metode ultrasonic thickness. Kelemahan dari kedua metode ini yaitu data yang dihasilkan kurang akurat karena sulitnya proses pembacaan dan harga yang relative mahal. Pengembangan teknologi di bidang sensor memungkinkan pembuatan detektor ketebalan logam yang dapat mengatasi kelemahan dari kedua metode tersebut yaitu menggunakan eddy current. Sensor eddy current dapat mengukur ketebalan lapisan logam non magnetik melalui hubungan tegangan dengan variasi ketebalan dimana ketebalan yang digunakan untuk Cu yaitu 0,4 mm, 1 mm, 1,5 mm, 2 mm, 4 mm, 4,2 mm, 5 mm, 5,1 mm sedangkan Al yang digunakan yaitu 0,25 mm, 0,4 mm, 0,5 mm, 0,6 mm, 1 mm, 1,2 mm, 1,5 mm, 2 mm, 2,2 mm, 3 mm, 4 mm, 5 mm dengan frekuensi yang diperoleh 700 KHz, 1 MHz dan 1,33 MHz. Kurva tegangan vs ketebalan untuk alumunium dan tembaga memiliki hubungan eksponensial. Jarak antara sensor dengan material non magnetik dijaga konstan sebesar 2 mm.
PENGARUH KONSENTRASI KALIUM HIDROKSIDA DAN IRADIASI GELOMBANG MIKRO TERHADAP KUALITAS KARBON AKTIF DARI SERABUT TANDAN KELAPA SAWIT Rakhmawati Farma; Nurul Tania
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.341 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.1.961-967

Abstract

Telah dilakukan penelitian pembuatan karbon aktif sebagai bahan penyerap melalui proses prakarbonisasi dan aktivasi kimia menggunakan kalium hidroksida dengan bantuan daya iradiasi gelombang mikro. Proses pengaktifan menggunakan variasi konsentrasi KOH, yaitu 1 M, 2M, dan 3 M. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik karbon aktif melalui analisa daya serap karbon aktif terhadap metilen biru, morfologi karbon aktif. Hasil terbaik diperoleh pada konsentrasi KOH 2 M pada daya serap terhadap karbon aktif sebesar 90,60 mg/g, morfologi permukaan menunjukkan bahwa meningkatnya konsentrasi KOH yang digunakan akan menghasilkan pori-pori yang lebih banyak dan teratur dengan kandungan atom karbon sebesar 68,47%.
PENENTUAN TINGKAT KEMAGNETAN DAN INDUKSI MAGNETIK TOTAL ENDAPAN PASIR LAUT PANTAI PADANG SEBAGAI FUNGSI KEDALAMAN Krisman Krisman; Rachmat Syahadat; Erwin Erwin
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.987 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.1.993-998

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penentuan nilai tingkat kemagnetan dan induksi magnetik endapan pasir besi sebagai fungsi kedalaman di pantai Padang Sumatera Barat. Sampel endapan pasir besi tersebut dikeringkan terlebih dahulu, kemudian dilakukan untuk menentukan dan mengidentifikasi kandungan sampel pasir pantai maka di gunakan alat XRF (X- Ray Fluorensence), pemisahan kosentrat pasir besi dengan pasir menggunakan alat iron sand separator. Hasil penelitian menyatakan bahwa nilai tingkat kemagnetan endapan pasir besi meningkat atau bertambah sebagai fungsi kedalaman, dimana nilai tingkat kemagnetan diperoleh dengan perbandingan antara massa kosentrat dengan massa sampel. Nilai induksi magnetik total diukur menggunakan alat sensor magnetik Probe Pasco PS-2162 melalui sebuah solenoida terbuat dari 2500 lilitan dengan panjang 8 cm dan diameter 2,5 cm yang dialiri arus listrik dengan variasi arus 2 A hingga 10 A dan jarak horizontal 1 hingga 5 mm disepanjang sumbu solenoida. Ketika arus listrik dinaikkan maka induksi magnetik total semakin besar, dan nilai induksi magnetik total berkurang ketika sebagai fungsi jarak horizontal. Kata kunci : endapan pasir besi, tingkat kemagnetan, iron sand separator, induksi magnetik. Jurnal Komunikasi Fisika Indonesia http://ejournal.unri.ac.id./index.php/JKFI Jurusan Fisika FMIPA Univ. Riau Pekanbaru. http://www.kfi.-fmipa.unri.ac.id Edisi April 2017. p-ISSN.1412-2960.; e-2579-521X Email: komunikasi.fisika.indonesia@gmail.com 991 PENENTUAN TINGKAT KEMAGNETAN DAN INDUKSI MAGNETIK TOTAL ENDAPAN PASIR LAUT PANTAI PADANG SEBAGAI FUNGSI KEDALAMAN Krisman1 , Rachmat Syahadat2 , Erwin Prodi S1 Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau Kampus Binawidya Pekanbaru, 28293, Indonesia Email : rachmat.syahadat@gmail.com ABSTRACT We report the determination of the stage of magnetism and magnetic induction iron sand deposits as a function of depth in Padang, West Sumatra coast. Samples of the iron sand deposits are dried first, then the separation concentrate iron sand with sand using iron sand separator apparatus to identify the element countain of sampels then it was used XRF ( X- Ray Fluerensence). The study results expressed that grades stage magnetism iron sand deposits increases or increases as a function of depth, where the value of stage magnetism obtained by the ratio between the mass of the sample mass concentratet. The value of magnetic induction total measured using a magnetic sensor Pasco PS-2162 through a solenoid made of 2500 loops with a length of 8 cm and a diameter of 2,5 cm were electrified by the variation of a current of 2 A to 10 A and a horizontal distance of 1 to 5 mm along the axis solenoid. When an electric current is increased, the greater the total magnetic induction, and the total value of magnetic induction decreases as a function of the horizontal distance. Keywords: iron sand deposits, magnetic degree, iron sand separator, magnetic induction. ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang penentuan nilai tingkat kemagnetan dan induksi magnetik endapan pasir besi sebagai fungsi kedalaman di pantai Padang Sumatera Barat. Sampel endapan pasir besi tersebut dikeringkan terlebih dahulu, kemudian dilakukan untuk menentukan dan mengidentifikasi kandungan sampel pasir pantai maka di gunakan alat XRF (X- Ray Fluorensence), pemisahan kosentrat pasir besi dengan pasir menggunakan alat iron sand separator. Hasil penelitian menyatakan bahwa nilai tingkat kemagnetan endapan pasir besi meningkat atau bertambah sebagai fungsi kedalaman, dimana nilai tingkat kemagnetan diperoleh dengan perbandingan antara massa kosentrat dengan massa sampel. Nilai induksi magnetik total diukur menggunakan alat sensor magnetik Probe Pasco PS-2162 melalui sebuah solenoida terbuat dari 2500 lilitan dengan panjang 8 cm dan diameter 2,5 cm yang dialiri arus listrik dengan variasi arus 2 A hingga 10 A dan jarak horizontal 1 hingga 5 mm disepanjang sumbu solenoida. Ketika arus listrik dinaikkan maka induksi magnetik total semakin besar, dan nilai induksi magnetik total berkurang ketika sebagai fungsi jarak horizontal.
KARAKTERISASI SIFAT OPTIK DAN MORFOLOGI NANOROD ZnO YANG DIDOPING GALIUM (ZnO;Ga) Sri Novita; Iwantono Iwantono; Awidrus Awidrus
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.954 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.1.939-944

Abstract

Telah dilakukan penumbuhan nanorod ZnO menggunakan metode hidrotermal pada suhu 90o C selama 8 jam di atas permukaan Flourine Tin Oxide(FTO). Pada penelitian ini akan dianalisa bagaimana efek dari variasi persentase doping galium 0,5%, 1%; 1,5%; 2%; 2,5%, 3% dan 3,5% terhadap sifat optik dan morfologi nanorod ZnO yang tumbuh. Sampel ZnO didoping galium dikarakterisasi dengan spektroskopi UV-Vis dan Mikroskop Pindaian Emisi Medan Elektron (FESEM). Spektrum UV-Vis menunjukkan bahwa nilai reflektansi yang kuat terjadi pada panjang gelombang 400-800 nm.Sampel doping Ga 2,5% menghasilkan reflektansi terendah dibanding sampel lain. Foto FESEM menunjukkan bahwa nanorod ZnO yang didoping galium tumbuh di atas permukaan FTO dengan penampang berbentuk heksagonal. Sampel 2,5% galium lebih seragam dan lebih tegak dibandingkan dengan sampel yang lain.
Karakteristik Pertumbuhan Pelepah Kelapa Sawit dengan Menggunakan Fiber Bragg Grating Moda Tunggal Didik Puji Sutriyono; Saktioto Saktioto
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.511 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.1.1026-1031

Abstract

Penentuan pertambahan panjang pelepah sawit dapat menggunakan Fiber Bragg Grating (FBG)moda tunggal dengan sumber daya input 1mW pada panjang gelombang 1550. Perlakuan FBG dilakukan pada kelapa sawit yang berumur 6 bulan 2 sampel dan 1 tahun 2 sampel. Karakteristik yang dihasilkannya yaitu: adanya sampel yang sama dalam peningkatan pertumbuhan panjang pelepah sawit secara alami yaitu sampel A dan D, sedangkan sampel B dan C terjadi fluktuasi pembacaan pada alat ukurnya. Pertambahan panjang maksimal diperoleh pada sampel C pada pengukuran hari ke5 yaitu 627173.274 nm sedangkan pertambahan panjang minimum diperoleh pada sampel C pada pengukuran hari ke-2 yaitu 582455.966 nm. Perubahan panjang gelombang negatif dialami sampel B pada pengukuran hari ke-2, ke-5, ke-8 dan ke-14 yaitu –0,049927414 nm; –0,2033673 nm; – 0,194798635 nm; dan –0,18501825 nm. Sampel C juga mengalami perubahan panjang gelombang pada pengukuran hari ke-5, ke-33, ke-36 dan ke-42 yaitu –0,284538013 nm; – 0,019009783 nm; – 0,018772398 dan –0,031391469 nm. Pendekatan Persamaan garis y = ae-bx, dengan nilai a dan b merupakan sebuah konstanta yang dihasilkan oleh efek pertumbuhan pelepah sawit secara alami, sedangkan x merupakan waktu pertumbuhan pelepah kelapa sawit.

Page 1 of 2 | Total Record : 15