cover
Contact Name
Dr. Wilda Hafni Lubis, drg., M.Si
Contact Email
wilda.hafny@usu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dentika_journal@usu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Dentika Dental Journal
ISSN : 1693671X     EISSN : 2615854X     DOI : -
Core Subject : Health,
d e n t i k a DENTAL JOURNAL is one of the journals managed by TALENTA Universitas Sumatera Utara which first published in 2015. This is an online scientific journal that publishes articles and scientific work from Researches, Case Reports and Literature Reviews in Dentistry and Dental Science. The scopes are varied from Dental Surgery, Dental Forensics, Oral Biology, Oral Medicine, Dental Public Health and Preventive Dentistry, Paediatric Dentistry, Dental Materials and Technology, Conservative Dentistry, Orthodontics, Periodontics, Prosthodontics, to Dental Radiology.
Arjuna Subject : -
Articles 390 Documents
PENGARUH WAKTU PERENDAMAN BASIS GIGITIRUAN RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS DALAM EKSTRAK BUAH LERAK 0,01% TERHADAP KEKUATAN IMPAK: EFFECTS OF SOAKING TIME HEAT-CURED ACRYLIC DENTURE BASE RESIN IN 0,01% LERAK EXTRACT TOWARDS THE IMPACT STRENGTH Ricca Chairunnisa; Sunny Chailes
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 3 (2015): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.485 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i3.1975

Abstract

Gigitiruan berbasis akrilik dapat menimbulkan masalah baru bagi pasien jika kebersihan rongga mulut dan gigitiruantidak terjaga. Masalah yang paling umum terjadi yaitu meningkatnya jumlah Candida albicans yang dapat menyebabkandenture stomatitis. Untuk mencegah hal tersebut, gigitiruan berbasis akrilik harus dibersihkan dengan bahan pembersihgigitiruan. Ekstrak lerak 0,01% terbukti efektif menghambat pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui berapa lama resin akrilik dapat direndam dalam ekstrak lerak 0,01% dan tidak berpengaruh padapenurunan kekuatan impak resin akrilik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratoris dengan bahanresin akrilik. Sampel dibagi menjadi 10 kelompok. Resin akrilik kelompok A,B,C,D,E direndam dalam akuades dankelompok F,G,H,I,J direndam dalam ekstrak lerak 0,01% selama 2,3,4,5 dan 7 hari. Setelah itu, kekuatan impak darisampel diuji. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan kekuatan impak resin akrilik yang direndamdalam akuades dan ekstrak lerak 0,01% selama 2,3,4,5 dan 7. Sebagai kesimpulan, ekstrak lerak 0,01% menurunkankekuatan impak resin akrilik.
PENGARUH THERMAL CYCLING TERHADAP PERUBAHAN DIMENSI DAN STABILITAS WARNA BAHAN BASIS GIGI TIRUAN NILON TERMOPLASTIK : EFFECT OF THERMAL CYCLING ON DIMENSIONAL CHANGE AND COLOR STABILITY OF THERMOPLASTIC NYLON DENTURE BASE MATERIAL Dwi Tjahyaning Putranti; Oktia Kiki Triana
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 3 (2015): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.703 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i3.1976

Abstract

Nilon termoplastik sebagai bahan basis gigi tiruan mulai menjadi pilihan perawatan. Salah satu sifat fisis nilontermoplastik yang menjadi perhatian dalam penggunaannya sebagai bahan basis gigi tiruan adalah stabilitas dimensi danstabilitas warna. Penggunaan basis gigi tiruan di rongga mulut dalam waktu tertentu akan mengakibatkan berbagaiperubahan sifat bahan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengevaluasi sifat suatu bahan yaitu thermalcycling. Sampel dibuat sesuai ADA No. 12 untuk uji perubahan dimensi dan ISO No. 1567 untuk uji stabilitas warna.Thermal cycling 70 cycles dan 300 cycles dilakukan pada masing-masing sampel perlakuan. Hasil uji dianalisismenggunakan uji ANOVA untuk mengetahui pengaruh thermal cycling terhadap perubahan dimensi dan stabilitas warnayang menunjukkan hasil signifikan (p < 0,05) dibandingkan kelompok kontrol, serta uji LSD yang menunjukkan terdapatperbedaan pengaruh thermal cycling terhadap perubahan dimensi dan stabilitas warna bahan basis gigi tiruan nilontermoplastik. Thermal cycling 70 cycle dan 300 cycle pada bahan basis gigi tiruan nilon termoplastik dapat meningkatkannilai perubahan dimensi dan menurunkan nilai stabilitas warna bahan basis gigi tiruan nilon termoplastik. Kesimpulan,penggunaan gigi tiruan selama 1 minggu dibandingkan 1 bulan menyebabkan perubahan dimensi semakin besar danberkurangnya stabilitas warna pada basis gigi tiruan nilon termoplastik.
KONFIGURASI SALURAN AKAR GIGI PADA GIGI MOLAR SATU MANDIBULA PERMANEN: ROOT CANAL CONFIGURATION OF PERMANENT MANDIBULAR FIRST MOLARS Yendriwati; Melissa
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 3 (2015): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.094 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i3.1977

Abstract

Gigi molar satu (M1) mandibula permanen merupakan gigi yang paling sering mendapatkan perawatan endodonti,namun juga paling sering mengalami kegagalan perawatan dan membutuhkan perawatan ulang. Salah satu penyebabkegagalan ini adalah adanya saluran akar yang tidak terawat akibat kegagalan klinisi dalam mendeteksi saluran tersebut.M1 mandibula memiliki morfologi saluran akar yang sangat kompleks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuivariasi konfigurasi saluran akar gigi M1 mandibula berdasarkan klasifikasi Vertucci pada populasi di Medan. Studi crosssectional ini menggunakan 25 gigi M1 mandibula. Pada sampel dilakukan proses dekalsifikasi dan pewarnaan saluranakar, kemudian saluran akar diamati menggunakan stereomikroskop. Hasil penelitian menunjukkan variasi konfigurasisaluran akar pada akar mesial adalah 36% tipe II, 36% tipe IV, 16% tipe I, 8% tipe III, dan 4% tipe V, sedangkan padaakar distal adalah 84% tipe I, 8% tipe V, 4% tipe II dan 4% tipe III. Pada gigi M1 mandibula yang memiliki tiga akar,akar distolingual seluruhnya (100%) memiliki konfigurasi tipe I. Dapat disimpulkan bahwa gigi M1 mandibula memilikikonfigurasi saluran akar pada akar mesial tipe I, II, III, IV dan V, pada akar distal tipe I, II, III, dan V, pada akardistolingual seluruhnya tipe I, dan tidak dijumpai konfigurasi tipe VI, VII dan VIII pada seluruh akar.
PERUBAHAN SCORE BLEACHEDGUIDE DAN NILAI KEKERASAN ENAMEL GIGI SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN BLEACHING KARBAMID PEROKSIDA 35%: CHANGES IN BLEACHEDGUIDE SCORE AND HARDNESS VALUES OF TOOTH ENAMEL BEFORE AND AFTER BLEACHING WITH 35% CARBAMIDE PEROXIDE Rehulina Ginting; Ashvinaa Morgan
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 3 (2015): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.138 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i3.1978

Abstract

Bleaching merupakan salah satu perawatan estetik untuk memutihkan gigi yang mengalami diskolorisasi. Selain efekmemutihkan gigi, bleaching memiliki efek negatif terhadap gigi yaitu menurunnya nilai kekerasan enamel akibat prosesoksidasi bahan peroksida sehingga komponen Ca2+ dan PO43- menjadi berkurang. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui perubahan yang terjadi antara sebelum dan sesudah perlakuan bleaching karbamid peroksida 35% yaituterdapat penurunan skor warna berdasarkan VITA Bleachedguide 3D-Master dan penurunan nilai kekerasan (HV) enamelgigi. Jenis penelitian ini adalah eksperimental murni dengan rancangan penelitian pre-post test design. Penelitian inidilakukan pada 20 spesimen premolar pertama maksila permanen yang telah mengalami diskolorisasi dan dipotongbagian bukal gigi sehingga menghasilkan spesimen berukuran 5 x 5 x 4 mm kemudian ditanam dalam resin epoksi. Skorwarna spesimen gigi diukur dengan menggunakan Bleachedguide, dan nilai kekerasan enamel gigi (HV) dengan alatpenguji kekerasan Vicker’s sebelum dan sesudah perlakuan bleaching karbamid peroksida 35% satu jam sehari selamatujuh hari berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan yang signifikan pada skor warna sebanyak1,60 ± 0,60 tingkat antara sebelum dibanding sesudah bleaching pada p< 0,05 dengan VITA Bleachedguide 3D-Master.Nilai kekerasan (HV) mengalami penurunan yang signifikan sebanyak 29,15 ± 8,88 HV antara sebelum dibandingsesudah bleaching pada p< 0,05. Sebagai kesimpulan, tindakan pemutihan gigi (bleaching) dengan karbamid peroksida35% ternyata dapat menurunkan skor warna gigi (warna gigi bertambah putih), tetapi pada waktu yang sama mempunyaidampak negatif terhadap gigi yaitu penurunan nilai kekerasan enamel.
DENTIN REPARATIF DAN GROWTH FACTOR YANG BERPERAN DALAM DENTINOGENESIS REPARATIF: REPARATIVE DENTIN AND THE ROLE OF GROWTH FACTOR IN REPARATIVE DENTINOGENESIS Essie Octiara
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 3 (2015): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.549 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i3.1979

Abstract

Dentin reparatif adalah matriks dentin tersier yang disekresikan oleh sel odontoblast-like cell baru, untuk meresponsstimulus yang kuat setelah terjadinya kematian odontoblast postmitotic. Dentinogenesis reparatif melibatkan selprogenitor dan adanya induksi diferensiasi dari odontoblast-like cell sebelum terjadinya sekresi matrix dentin reparatif.Salah satu yang berperan dalam dentinogenesis reparatif adalah growth factor, yang bertindak sebagai regulasi beberapafungsi sel seperti proliferasi, diferensiasi dan sintesis matriks. Berbagai jenis growth factor yang berperan dalamregenerasi kompleks pulpa antara lain, Transforming Growth Factor-β (TGFS-β), Bone Morphogenetic Protein (BMPs),Platelet Derived Growth Factor (PDGF), Insuline Like Growth Factor (IGF) dan Fibroblast Growth Factor (FGFs).
MEMBRAN GUIDED TISSUE REGENERATION UNTUK REGENERASI PERIODONTAL: GUIDED TISSUE REGENERATION MEMBRANE FOR PERIODONTAL REGENERATION Agus Susanto; Susi Susanah; Bambang Pontjo; Mieke Hemiawati Satari
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 3 (2015): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.997 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i3.1980

Abstract

Berbagai teknik bedah dan bahan terus dikembangkan untuk meningkatkan regenerasi periodontal. Salah satu metode bedahyang sering digunakan pada defek periodontal adalah menggunakan barriermembranguided tissue regeneration (GTR) atauguided bone regeneration (GBR). Prinsip GTR/GBR adalah menggunakan barriermembran untuk menutupi tulang danligamen periodontal, kemudian memisahkannya sementara dari epitel gusi. Fungsi membran ini meningkatkan dan menjagabekuan darah dan bertindak sebagai scaffold untuk perlekatan dan proliferasi sel. Terdapat dua jenis membran yaitumembran non resorbable dan resorbable. Membran non resorbable pada umumnya terbuat dari polytetrafluoroethylene,membran ini sifatnya stabil, nondegradable dan biokompatibel, tetapi penggunaannya memerlukan bedah kedua untukmengambil membran. Membran resorbable berasal dari bahan sintetis seperti polyglycolic, polylactic acid dan bahan alamiseperti kolagen dan laminar bone. Pembuatan membran yang ideal masih terus dikembangkan, membran kolagen saat inilebih sering digunakan karena mempunyai biocompatibility yang optimal walaupun tingkat resorpsi membran sulit untukdiprediksi.
EFEK KITOSAN TERHADAP VIABILITAS SEL PUNCA LIGAMENTUM PERIODONTAL: EFFECT OF CHITOSAN ON THE VIABILITY OF PERIODONTAL LIGAMENT STEM CELL Yuniarti Soeroso; Endang Bachtiar; Prayitno
Dentika: Dental Journal Vol. 17 No. 1 (2012): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.948 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v17i1.1987

Abstract

Pada kerusakan tulang alveolar, pembentukan tulang baru dapat dirangsang oleh bahan yang bersifat merangsangosteogenesis. Kitosandapat sebagai interfase darah dan jaringan serta memiliki efek regeneratif sebagai scaffoldpada pertumbuhan tulang. Tujuannya mengamati efek kitosan terhadap sel punca PDL pada proses osteogenesis,diamati melalui viabilitas sel punca PDL. Sel punca dipanen dari apikal gigi molar 3 sehat dan gigi periodontitis,didentifikasi dengan Antibodi Stro-1. Kelompok eksperimental terdiri atas sel punca PDL yang dipapar kitosan0,025, 0,5, 0,1, 0,15, 0,2 dan 0,25% dan kelompok kontrol tanpa dipapar kitosan.Viabilitasnya diamati dengantehnik MTT. Sejumlah 10.000 sel punca PDL ditebar dalam plat kultur jaringan yang berisi 10% FBS, 10% NCS,penstrep, and 250µg/ml fungizone/amphoterisin B. Hasil penelitian menunjukkan viabilitas sel tertinggi terdapatpada kelompok sel punca PDL sehat yang dipapar kitosan 0,15%, artinya pada konsentrasi tersebut kitosanmemiliki efek tertinggi dalam menstimuli proliferasi sel. Kesimpulannya, kelompok sel punca PDL sehat yangdipapar kitosan menunjukkan viabilitas sel yang tertinggal dalam menstimulasi proliferasi sel.
HUBUNGAN EKONOMI KELUARGA DAN PENDIDIKAN IBU DENGAN EARLY CHILDHOOD CARIES (ECC) ANAK USIA 12-36 BULAN DI KECAMATAN MEDAN DENAI: RELATIONSHIP OF FAMILY ECONOMIC AND MOTHER EDUCATION WITH EARLY CHILDHOOD CARIES (ECC) AMONG CHILDREN 12-36 MONTHS AGED IN DISTRICT MEDAN DENAI Essie Octiara; Evi Ance Tamba
Dentika: Dental Journal Vol. 17 No. 1 (2012): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.875 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v17i1.1988

Abstract

Early Childhood Caries (ECC) menggambarkan kerusakan gigi yang terjadi pada gigi desidui. Di negara berkembang ECCmerupakan masalah yang signifikan, karena diperburuk oleh rendahnya status sosial ekonomi dan malnutrisi. Penelitian inibertujuan untuk melihat hubungan ekonomi keluarga dan pendidikan ibu dengan prevalensi ECC, prevalensi Severe EarlyChildhood Caries (S-ECC) dan pengalaman ECC. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional. Populasi penelitian yaituseluruh anak usia 12-36 bulan beserta ibunya di Kecamatan Medan Denai. Jumlah sampel adalah 163 sampel, diambil dengancara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara pada ibu dan pemeriksaan klinis pada ronggamulut anak. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-square, Mann-whitney, dan one way Annova. Hasilpenelitian menunjukkan prevalensi ECC 57,7 %, prevalensi S-ECC 16 %, dan rerata pengalaman ECC 3,11 + 4,38. Adahubungan yang bermakna antara ekonomi keluarga dengan prevalensi ECC dan S-ECC serta pengalaman ECC dan adahubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan prevalensi ECC dan pengalaman ECC tetapi tidak dengan prevalensiS-ECC. Kesimpulannya, bahwa prevalensi ECC dan S-ECC serta pengalaman ECC lebih tinggi pada anak dengan ekonomikeluarga rendah dan pendidikan ibu yang rendah.
DENTOALVEOLAR PROFILE CHANGES AFTER MALOCCLUSIONS TREATMENT WITH AND WITHOUT EXTRACTION: PERUBAHAN PROFIL DENTOALVEOLAR SETELAH PERAWATAN MALOKLUS DENGAN DAN TANPA PENCABUTAN GIGI I Gusti Aju Wahju Ardani
Dentika: Dental Journal Vol. 17 No. 1 (2012): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.471 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v17i1.1989

Abstract

Treatment protocol in orthodontic treatment is based on the dentoalveolar and facial profile patients. The objectives of thisstudy were (1) to compare dentoalveolar profile changes in skeletal malocclusion types after four orthodontic treatmenttypes, nonextraction, two upper first premolars, two lower first premolars extraction, and four first premolars extraction;(2) to compare dentoalveolar profile changes after orthodontic treatment within skeletal malocclusion types; (3) tocompare dentoalveolar profile changes within orthodontic treatment types. The study was conducted in Dental Hospital,Faculty of Dentistry-Airlangga University. Forty eight patients (females, between 17-32 years) who fulfilled the inclusioncriteria were selected. Data was analyzed using ANOVA test. The results showed that dentoalveolar profile wassignificant difference between without extraction and four first premolars extraction (p<0.05), except for variables NB-L1and IMPA. The dentoalveolar facial profile changes were significant difference within malocclusion types afterorthodontic treatment (p<0.05). In Conclusion, the extraction in orthodontic treatment type had a great variation ofdentoalveolar profile changes after orthodontic treatment depends on malocclusion types.
EFEK ANTIBAKTERI EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA TERHADAP Enterococcus faecalis SEBAGAI MEDIKAMEN SALURAN AKAR: ANTIBACTERIAL EFFECT OF EXTRACT MAHKOTA DEWA'S FRUIT TO Enterococcus faecalis AS ROOT CANAL MEDICAMENT Darwis Aswal; Lusiana Beatrice
Dentika: Dental Journal Vol. 15 No. 1 (2010): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2491.796 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v15i1.1990

Abstract

Mahkota dewa’s fruit or Phaleria macrocarpa.Scheff (Boerl) had been choosen as an alternative root canal medicamentsolution because the low saponin that obtained on fruit and other compound such as alcaloid and tannin which act as anantibacteria. Enterococcus faecalis is one of the resistance bacteri and found in endodontic infections. The existence ofthis bacteria is able to make colonization or a good adherence on the protein surface and to form biofilm in dentinal walls.This study was aimed to know the antibacterial effect of extract mahkota dewa’s fruit by knowing the low concentrationto inhibit and kill E. faecalis. It was begun with extraction 800 grams mahkota dewa’s fruit, then had been macerated with5 liters of etanol 96% became 2.5 liters of macerat liquid. The macerat had been evaporated with Vaccum RotaryEvaporator and resulted extract viscous consistency mahkota dewa’s fruit. To find the antibacterial effort of this fruit wasdetermined by minimum inhibitory concentration and minimum bactericidal concentration with the concentration of100%, 50%, 25%, 12,5% and 6,25%. The conclusion of this study was 12,5% extract mahkota dewa’s fruit with the score0 CFU/ml can be developed as an alternative root canal medicament solution.

Filter by Year

2009 2025