cover
Contact Name
Dr. Wilda Hafni Lubis, drg., M.Si
Contact Email
wilda.hafny@usu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dentika_journal@usu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Dentika Dental Journal
ISSN : 1693671X     EISSN : 2615854X     DOI : -
Core Subject : Health,
d e n t i k a DENTAL JOURNAL is one of the journals managed by TALENTA Universitas Sumatera Utara which first published in 2015. This is an online scientific journal that publishes articles and scientific work from Researches, Case Reports and Literature Reviews in Dentistry and Dental Science. The scopes are varied from Dental Surgery, Dental Forensics, Oral Biology, Oral Medicine, Dental Public Health and Preventive Dentistry, Paediatric Dentistry, Dental Materials and Technology, Conservative Dentistry, Orthodontics, Periodontics, Prosthodontics, to Dental Radiology.
Arjuna Subject : -
Articles 390 Documents
HUBUNGAN KONSUMSI SENG SEBAGAI KOFAKTOR MAKANAN TRADISIONAL MINANGKABAU DENGAN NEUTROFIL ELASTASE DALAM CAIRAN SULKUS GINGIVA PADA PENYAKIT PERIODONTAL: RELATION OF ZINC CONSUMPTION AS COFACTOR IN MINANGKABAU TRADITIONAL FOOD WITH NEUTROPHIL ELASTASE LEVEL IN GINGIVAL CREVICULAR FLUID IN PERIODONTAL DISEASE Nila Kasuma
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 2 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.628 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i2.2010

Abstract

Penelitian ini melibatkan 66 orang sampel terdiri atas 22 orang sehat, 22 orang mengalami gingivitis ringan dan 22 orangmengalami periodontitis awal. Kadar enzim yang diteliti diuji dengan menggunakan teknik ELISA. Rancangan penelitianadalah cross sectional yang membandingkan kadar enzim netrofil elastase pada sampel sehat, gingivitis ringan danperiodontitis awal. Untuk melihat distribusi normal (p> 0,05) dilakukan tes Kolmogorov Smirnof. Terdapat kadarneutrofil elastase yang paling tinggi pada periodontitis ringan dengan rata-rata 9,42 ± 1,06 ng/dl. Kadar konsumsi sengyang paling tinggi adalah pada pasien sehat dengan rata-rata 6,39 ± 1,26 mg. Tes Pearson Correlation digunakan untukmembuktikan hubungan antara konsentrasi neutrofil elastase dengan konsumsi seng pada makanan tradisionalMinangkabau. Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang signifikan ( p= 0,000) antara konsentrasi neutrofil elastasedengan kadar konsumsi seng pada makanan tradisional Minangkabau. Hubungan antara neutrofil elastase dan sengmenunjukkan korelasi yang kuat berarah negatif (r= -0,784). Sebagai kesimpulan, terdapat hubungan konsumsi sengsebagai kofaktor makanan tradisional Minangkabau dengan neutrofil elastase dalam gingival crevicular fluid penyakitperiodontal.
ANALISIS UKURAN SINUS MAKSILARIS MENGGUNAKAN RADIOGRAFI PANORAMIK PADA MAHASISWA SUKU BATAK USIA 20-30 TAHUN DI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA: ANALYSIS OF MAXILLARY SINUS SIZE OF BATAK ETHNIC STUDENTS AGED 20-30 YEARS REVIEWED BY PANORAMIC RADIOGRAPHY IN FACULTY OF DENTISTRY UNIVERSITY OF SUMATERA UTARA Cek Dara Manja; Lim Yu Xiang
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 2 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.944 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i2.2011

Abstract

Radiografi panoramik dapat digunakan untuk mengukur sinus maksilaris. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuiukuran sinus maksilaris pada mahasiswa suku Batak usia 20-30 tahun. Penelitian ini adalah penelitian analitikobservasional dengan jumlah sampel 50 orang yang terdiri atas 23 orang laki-laki dan 27 orang perempuan. Hasilpenelitian menunjukkan ukuran sinus maksilaris suku Batak usia 20-30 tahun berbeda-beda pada setiap individu, bahkanberbeda pada sisi kiri dan kanan pada individu yang sama. Nilai rerata ukuran sinus maksilaris regio kiri pada suku Batakusia 20-30 tahun adalah 25,86 ± 2,98mm sedangkan pada regio kanan adalah 25,85 ± 2,90mm. Data diuji menggunakanindependent t-test (p> 0,05). Sebagai kesimpulan, nilai rerata ukuran sinus maksilaris pada mahasiswa suku Batak usia20-30 tahun sisi kanan dan kiri tidak terdapat perbedaan secara signifikan.
KUMUR-KUMUR EKSTRAK MENGKUDU DAPAT MENGHAMBAT PERTUMBUHAN STREPTOKOKUS Sp SEBAGAI PENYEBAB TERJADINYA PLAK GIGI: NONI EXTRACT MOUTHWASH CAN INHIBIT THE GROWTH OF (STREPTOCOCUS Sp) THE CAUSE OF DENTAL PLAQUE I Gusti Agung Ayu Dharmawati; I Gusti Agung Ayu Putu Swastini; Ni Made Widhiasti
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 2 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.531 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i2.2013

Abstract

Mengkudu merupakan tanaman tradisional yang dapat digunakan untuk berkumur dan mengandung antibakteri.Penelitian bertujuan untuk mengetahui efek berkumur ekstrak mengkudu dalam menghambat pertumbuhan Streptokokussp. dilaksanakan dengan metode completely randomized pre dan post test control group design. Pengambilan sampel 21orang secara simple random sampling. Bahan eksperimen menggunakan ekstrak mengkudu konsentrasi 50% dan 75%.Data hasil penelitian diuji dengan Kruskal-Wallis, Mann-Whitney dan Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan adaperbedaan bermakna pada pertumbuhan Streptokokus sp setelah perlakuan (p< 0,02). Berbeda bermakna pada kelompokkontrol (khlorhexidin 0,2%) dengan ekstrak mengkudu 50% dan 75% (p< 0,05), tidak berbeda bermakna antara ekstrakmengkudu 50% dengan 75% (p> 0,05). Uji analisis masing- masing kelompok sebelum dan setelah perlakuanmenunjukkan berbeda bermakna pada khlorhexidin 0,2% dengan ekstrak mengkudu 50% (p< 0,05) dan tidak berbedabermakna dengan ekstrak mengkudu 75% (p> 0,05). Kumur-kumur ekstrak mengkudu 50% dan 75% dapat menghambatpertumbuhan Streptokokus sp. penyebab dental plak, tetapi peningkatan konsentrasi dari 50% menjadi 75% tidakberpengaruh terhadap peningkatan daya hambat dari ekstrak mengkudu. Disimpulkan, kumur-kumur ekstrak mengkudu50% dan 75% dapat menghambat pertumbuhan Streptokokussp.
pH DAN KAPASITAS BUFFER SALIVA DALAM HUBUNGANNYA TERHADAP PEMBENTUKAN KALKULUS PADA PASIEN DI INSTALASI PERIODONSIA RSGM USU: SALIVARY pH AND BUFFER CAPACITY RELATED TO CALCULUS FORMATION OF PATIENTS AT PERIODONTICS INSTALLATION IN USU DENTAL HOSPITAL Pitu Wulandari; Fellicia Lestari
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 2 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.837 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i2.2014

Abstract

Kalkulus adalah plak termineralisasi yang terdiri atas komponen anorganik dan matriks organik. Kalkulus dapatterbentuk dan melekat erat pada permukaan gigi serta tidak dapat dibersihkan dengan penyikatan gigi konvensional.Kalkulus merupakan masalah yang umum bagi semua kalangan usia. Kalkulus juga merupakan salah satu faktor etiologilokal yang berperan dalam penyakit periodontal. Salah satu hal yang berpengaruh terhadap pembentukan kalkulus adalahsaliva. pH dan kapasitas buffer saliva dapat berpengaruh terhadap pembentukan kalkulus. Penelitian sebelumnyamenyatakan bahwa pH dan kapasitas buffer saliva saling berpengaruh terhadap pembentukan kalkulus. Tujuan penelitianini adalah untuk menganalisis pengaruh pH dan kapasitas buffer saliva terhadap pembentukan kalkulus. Jenis penelitianini adalah analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di InstalasiPeriodonsia RSGM USU dengan jumlah sampel 40 orang. Sampel pada penelitian ini adalah pasien yang datangberkunjung ke Instalasi Periodonsia RSGM USU. Penelitian ini diawali dengan mengumpulkan saliva yang distimulasimenggunakan permen karet wax dengan metode spitting untuk pemeriksaan pH dan kapasitas buffer saliva, kemudiandilakukan pemeriksaan jaringan periodontal berupa indeks kalkulus dan indeks periodontal yang terdiri atas pemeriksaanOral Calculus Index Simplified, Volpe Manhold Index dan Periodontal Disease Index. Hasil penelitian ini menunjukkanada korelasi yang positif dan signifikan antara pH dan kapasitas buffer saliva terhadap indeks kalkulus dan indeksperiodontal (p< 0,05). Sebagai kesimpulan, pH dan kapasitas buffer saliva berpengaruh secara signifikan terhadappembentukan kalkulus.
KARAKTERISTIK SEL KANKER ORAL BARU (Sp-C1) DAN UJI HAMBATAN PERTUMBUHAN SEL Sp-C1 MENGGUNAKAN TERAPI GEN pcDNA3.1 -p27Kip1mutant type in vitro: CHARACTERISTICS OF NEW ORAL CANCER CELL (Sp-C1) AND TEST OF Sp-C1 CELL GROWTH INHIBITION USING A pcDNA 3.1-p27Kip1mutant type gene in vitro Supriatno
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 2 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.412 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i2.2015

Abstract

Sel primer kanker oral (sel Sp-C1) mempunyai beberapa karakteristik pertumbuhan sel dan ekspresi protein antiapoptosis maupun protein regulator positif siklus sel. Karakteristik sel Sp-C1 penting diketahui untuk memudahkanpeneliti menggunakan model in vitro sel kanker oral. Tujuan penelitian adalah memperkenalkan jenis sel kanker oral baru(sel Sp-C1) dengan karakteristiknya, serta menguji hambatan pertumbuhan sel Sp-C1 mengunakan terapi gen p27Kip1mt secara in vitro. Isolasi sel Sp-C1 berasal dari jaringan limfonodi servikal yang termetastasis kanker lidah. Proses isolasididapatkan fibroblas dan sel primer kanker oral yang diinkubasi pada refrigerator -800C. Hambatan pertumbuhan sel SpC1 diperlakukan dengan terapi gen pcDNA3.1 -p27Kip1 mt dan pcDNA3.1-neo (empty vector) menggunakan uji MTT.Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pertumbuhan sel Sp-C1 yang relatif cepat dan ekspresi protein p45Skp2, αtubulin, cyclin-dependent kinase-2 (CDK-2), cyclin-E, metastatic associated protein-1 (MTA-1) dan protein antiapoptosis maspin. Selanjutnya, sel transfektan Sp-C1-pcDNA3.1-p27Kip1 mt mempunyai potensi hambatanpertumbuhan sel yang signifikan dibandingkan pcDNA3.1-neo (P< 0.05). Kesimpulan, sel Sp-C1 mempunyaikarakteristik tertentu dan dapat digunakan sebagai model penelitian in vitro kanker mulut. pcDNA3.1-p27Kip1 mtmempunyai potensi hambatan pertumbuhan sel Sp-C1 yang kuat. Metode transfer gen secara in vitro merupakan proseduryang sederhana dan suatu strategi baru terapi gen terhadap sel kanker oral.
PENGARUH PERAWATAN PERIODONTAL INISIAL TERHADAP KADAR C-REACTIVE PROTEIN PADA PASIEN PERIODONTITIS KRONIS: EFFECT OF INITIAL PERIODONTAL TREATMENT ON C-REACTIVE PROTEIN LEVELS IN CHRONIC PERIODONTITIS PATIENTS Agus Susanto; Ina Hendiani; Yanti Rusyanti; Dede Hadidjah; Sri Wendari
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 2 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.257 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i2.2016

Abstract

Periodontitis kronis adalah peradangan jaringan pendukung gigi yang dapat mempengaruhi kadar C-reactive protein(CRP) dalam darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur kadar CRP pada pasien periodontitis kronis setelahperawatan periodontal inisial (skeling dan root planing) dan menentukan hubungan CRP dengan penyakit periodontal.Enam belas subjek penelitian yang terdiri atas 9 orang laki-laki dan 7 orang perempuan dengan rentang usia antara 30 –67 tahun yang menderita periodontitis kronis berpartisipasi pada penelitian ini. Pengukuran kedalaman poket (ProbingPocket Depth/ PPD) dan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan kadar CRP dilakukan sebelum dan 4 minggusetelah perawatan periodontal inisial. Pengukuran kadar CRP dengan menggunakan metode Immunoturbinimetri. Reratakadar C-reactive protein sebelum dan setelah perawatan periodontal inisial 3,36 mg/L dan 2,0 mg/L (p= 0,009).Persentase penurunan kadar CRP sebesar 40,5%. Analisis regresi menunjukkan hubungan linear positif antara kadar CRPdengan penyakit periodontal (r= 0,745; p= 0,001). Sebagai kesimpulan, perawatan periodontal inisial dapat menurunkankadar CRP pada pasien periodontitis kronis dan terdapat hubungan positif antara kadar CRP dengan penyakit periodontal.
RISK FACTORS OF NEW CARIES BASED ON CHILD DENTAL CARIES PREDICTOR APPROACH: FAKTOR RESIKO KARIES BARU BERDASARKAN PENDEKATAN PREDIKTOR KARIES GIGI ANAK Quroti A’yun; Julita Hendrartini; Supartinah Santoso; Diyah Fatmasari
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 2 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.856 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i2.2017

Abstract

Caries risk factors are factors relate to caries occurrence in individual or population. Caries risk factors vary in everyindividual. A new method to discover the relation between risk factors and caries in children is a software named childdental caries predictor This research aimed to know the general overview of the order of caries risk factor in elementaryschool students in the province of Daerah Istimewa Yogyakarta. This was an observational research with cross-sectionaldesign. The subjects were 430 children, ranging from 10 to 12 years of age. Caries risk factors that were assessed throughchild dental caries predictor were oral and dental condition, mothers and children’s behavior in maintaining dental health,and school environment. The research result showed that the percentage for each risk factor was 39.74% for oral anddental condition, 35.77% for children’s behavior in maintaining dental health, 15.90% for mothers’ behavior inmaintaining child’s dental health, and 7.95% for school environment. In conclusion, the order of children caries riskfactors through measurement using child dental caries predictor are oral and dental condition, children’s behavior inmaintaining dental health, mothers’ behavior maintaining child’s dental health,, and school environment.
ANALISIS VOLUME SALIVA YANG TERSTIMULASI PADA PECANDU GANJA DI PUSAT REHABILITASI INSYAF MEDAN TAHUN 2014: ANALYSIS OF STIMULATED SALIVARY VOLUME AMONG MARIJUANA ABUSERS AT INSYAF REHABILITATION CENTER IN MEDAN 2014 Rehulina Ginting; Beactris Lamria
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 2 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.64 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i2.2018

Abstract

Indonesia merupakan produsen ganja kedua terbesar di dunia, jumlah pecandu ganja pada tahun 2007 mencapai 9000orang dan di Sumatera Utara, mencapai 1.072 orang pada tahun 2011. Konsumsi ganja dapat menyebabkan masalahkesehatan rongga mulut seperti xerostomia, penyakit periodontal, karies, kandidiasis serta perubahan pada epitel ronggamulut. Hal ini dapat disebabkan karena kurang adekuatnya saliva pada pecandu ganja. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui hubungan mengonsumsi ganja dengan volume saliva yang distimulasi pada mantan pecandu ganja di pusatrehabilitasi Insyaf Medan tahun 2014. Jenis penelitian adalah studi observasional analitik dengan rancangan crosssectional. Subjek yang diteliti adalah sebanyak 40 orang yang terdiri atas 30 orang mantan pecandu ganja dan 10 orangtanpa riwayat konsumsi ganja sebagai kelompok kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi penurunan volumesaliva yang distimulasi pada pecandu ganja dibandingkan dengan kelompok kontrol yaitu 7,7623 ml/5 menit. Kesimpulanpenelitian ini menunjukkan adanya hubungan mengonsumsi ganja dengan penurunan volume dan saliva yang distimulasiantara kelompok mantan pecandu ganja dengan kelompok kontrol dan hal ini dipengaruhi oleh frekuensi, durasi danlamanya berhenti mengonsumsi ganja.
PERSENTASE MALOKLUSI PADA ANAK AUTIS DAN ANAK NORMAL DI KOTA MEDAN: PERCENTAGE OF MALOCCLUSION IN AUTIS AND NORMAL CHILDREN IN MEDAN Essie Octiara; Zilda Fahnia
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 2 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.689 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i2.2019

Abstract

Tujuan penelitian survei deskriptif ini adalah untuk mengetahui persentase maloklusi berdasarkan klasifikasi Angle danDental Aesthetic Index pada 50 anak autis dan 50 anak normal usia 6-18 tahun. Sampel anak autis diambil dengan caratotal sampling pada 2 SLB dan 3 yayasan terapi, sedangkan anak normal diambil dari 2 buah sekolah umum di Medanyang dipadankan berdasarkan usia dan jenis kelamin anak autis. Metode pengumpulan data dilakukan denganpemeriksaan klinis. Hasil penelitian menunjukkan persentase maloklusi pada anak autis adalah 86% dan anak normal76%. Pada anak autis persentase maloklusi Klas I 48%, Klas II 26% dan Klas III 12%. Pada anak normal, maloklusi KlasI 60% dan Klas II 6 % dan Klas III 10 %. Gambaran umum maloklusi periode gigi bercampur pada anak autis adalahgigi berjejal 46,42%, sedangkan pada anak normal protrusi 41,37%. Komponen DAI periode gigi permanen yangterbanyak pada anak autis adalah gigi berjejal 81,81% dan anak normal 71,42%. Sebagai kesimpulan, persentasemaloklusi lebih banyak diderita anak autis dan anak normal dibanding oklusi normal.
STATUS ORAL HIGIENE DAN PERIODONTAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS DAN NON-DIABETES DI RSUD Dr. PIRNGADI : ORAL HYGIENE STATUS AND PERIODONTAL DISEASE IN DIABETIC AND NON DIABETIC PATIENTS AT PIRNGADI GENERAL HOSPITAL Mardiah Rizqo; Lina Natamiharja
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 2 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.844 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i2.2020

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolisme ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah yang terjadikarena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakitsistemik yang berperan sebagai faktor risiko penyakit periodontal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status oralhigiene dan periodontal dan odd rasio periodontitis pada pasien Diabetes melitus dan non-Diabetes. Rancangan penelitianadalah case-control. Populasi penelitian adalah pasien Diabetes melitus yang sedang berobat di Poli Endokrin dan pasiennon-Diabetes di Poli Mata RSUD dr. Pirngadi. Jumlah sampel adalah 100 orang, 50 orang menderita Diabetes melitusdan 50 orang yang tidak menderita Diabetes melitus. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling,yaitu sampel diambil sesuai kriteria inklusi sampai diperoleh jumlah sesuai dengan yang ditentukan. Pengumpulan datadilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan pemeriksaan klinis rongga mulut menggunakan IndeksHigiene Oral Disederhanakan dan Indeks Periodontal oleh Ramfjord. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor oralhigiene pada pasien Diabetes melitus tipe 1 adalah 2,06 ± 1,35 dan pada pasien Diabetes melitus tipe 2 yaitu 2,23 ± 0,97sedangkan pada pasien non-Diabetes 0,66 ± 0,33. Rata-rata skor periodontal pada pasien Diabetes melitus tipe 1 adalah2,72 ± 0,86 dan pasien Diabetes melitus tipe 2 yaitu 2,69 ± 0,95, sedangkan pada pasien non-Diabetes 1,07 ± 0,77. Oralhigiene pasien Diabetes melitus kategori sedang dijumpai sebanyak 64% dan non-Diabetes kategori baik 98%. Persentaseperiodontitis pada pasien Diabetes melitus adalah 58% sedangkan pada pasien non-Diabetes 18% dan odd rasio 6,29.Dapat disimpulkan status oral higiene pada pasien Diabetes melitus dengan rata-rata skor oral higiene 2,19 ± 1,05 termasuk kategori sedang, dibandingkan dengan pasien non-Diabetes lebih rendah yaitu 0,66 ± 0,33 dan termasukkategori baik. Status periodontal pada pasien Diabetes melitus dengan rata-rata skor periodontal 2,69 ± 0,93 termasukstatus periodontal sedang dibandingkan dengan pasien non-Diabetes lebih rendah yaitu 1,07 ± 0,77 yang termasuk statusperiodontal baik. Pasien Diabetes melitus mempunyai risiko 6,29 kali lebih besar menderita periodontitis dibandingkanpenderita non-Diabetes.

Filter by Year

2009 2025