cover
Contact Name
Dr. Wilda Hafni Lubis, drg., M.Si
Contact Email
wilda.hafny@usu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dentika_journal@usu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Dentika Dental Journal
ISSN : 1693671X     EISSN : 2615854X     DOI : -
Core Subject : Health,
d e n t i k a DENTAL JOURNAL is one of the journals managed by TALENTA Universitas Sumatera Utara which first published in 2015. This is an online scientific journal that publishes articles and scientific work from Researches, Case Reports and Literature Reviews in Dentistry and Dental Science. The scopes are varied from Dental Surgery, Dental Forensics, Oral Biology, Oral Medicine, Dental Public Health and Preventive Dentistry, Paediatric Dentistry, Dental Materials and Technology, Conservative Dentistry, Orthodontics, Periodontics, Prosthodontics, to Dental Radiology.
Arjuna Subject : -
Articles 390 Documents
EFEK EKSTRAK BUAH JAMBLANG TERHADAP PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS MUTANS SEBAGAI PENYABAB UTAMA KARIES: EFFECT OF JAMBLANG'S FRUIT EXTRACT TI STREPTOCOCCUS MUTANS GROWTH AS MAIN AGENT OF CARIES Santi Chismirina; Poppy Andriyani; Nopi Yanti Fitri
Dentika: Dental Journal Vol. 16 No. 2 (2011): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1493.316 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v16i2.2021

Abstract

Dental caries is a local infection disease and progressive on tooth. Streptococcus mutans (S. mutans). is one of causal factors of dental caries. Lactid acid that produced by S. mutans cause mineral on teeth become dissolve and this process is known as demineralization. Some studies done to find save material for dental caries therapy such as using natural things like jamblang fruit (Syzygium cumini). Jamblang’s fruit (Syzygium cumini) has a big potential using to prevent dental caries because the pharmacologic effect of it as antibacterial. The purpose of this study was to determine the effect of jamblang’s fruit extract to S. mutans growth. The method used in this study was by exposing S. mutans to 10-100% concentration of jamblang’s fruit extract. Then, colony of S. mutans was counted by using colony counter. The results of this study showed that jamblang’s fruit extract (Syzygium cumini) can reduce the growth of S. mutans colonies. The minimal concentration of it is 50% and the optimal concentration are 80%, 90%, and 100%. Atsiri oil, triterpenoid, phenol like flavonoid and tannin are suspected as main factors that caused inactivation of glucocyltransferase and fructocyltransferase of S. mutans. In conclusion, jamblang’s fruit (Syzygium cumini) has an ability to inhibit the growth of S. mutans colonies.
EVALUATION ON RESIDUAL MONOMER OF HDDMA MATRIX SYSTEM ON FIDER REINFORCED CONDOSITES (FRC) : EVALUASI MONOMER RESIDU DARI SISTEM MATRIKS HDDMA PADA FIDER REINFORCED CONDOSITES(FRC) Siti Sunarintyas; Widowati Siswomihardjo; Dyah Irnawati; Jukka Pekka Matinlinna
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 2 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.797 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i2.2022

Abstract

Matrix system used bis-GMA was reported hazardously. An alternative monomer such as 1,6-hexanediol dimethacrylate(HDDMA) was under research. The aim of this study was to evaluate residual monomer content of HDDMA basedmatrix compositions on FRCs (fiber-reinforced composites). Three monomers based on bis-GMA (Sigma-Aldrich,USA),methylmethacrylate (MMA, ProSciTech, Australia), HDDMA (Esstech, USA) were used and also camphorquinone (CQ,Esstech, USA), N,N-cyanoethyl methylaniline (CEMA, Esstech, USA), E-glass fibers (StickTech, Finland). The matrixratios (weight %) were 78.4% bis-GMA+19.6% MMA+1.0% CQ+1.0% CEMA (control-group), 78.4% HDDMA+19.6% MMA+1.0% CQ+1.0% CEMA (EXP-1group), and 49.0% HDDMA+49.0% MMA+1.0% CQ+1.0% CEMA(EXP-2group). Samples with fibers embedded in matrix were light-cured then powdered. Powder of 150mg was dilutedin acetonitrile to 10ml. The solution was filtered then injected into HPLC (20µL). Residual monomer content wasevaluated by mobile phase of acetonitrile and water of 7:3, flow rate 1mL/minute. The size of column was C185µ,125mm length, 4mm diameter. UV detection used 275nm. Data were analyzed by ANOVA. The result showed theaverage of residual monomer content (in %) was: 0.02125±0.00018 (control-group), 0.01660±0.00016 (EXP-1group),0.01676±0.00033 (EXP-2group). The ANOVA showed significant difference of monomer content among the groups(p<0.05). The LSD showed significant difference between EXP-1 and control-groups; also between EXP-2 and controlgroups (p<0.05). There was no significant difference between EXP-1 and EXP-2 groups (p>0.05). In conclusion, a resinmatrix system based on HDDMA–MMA (EXP-1 and EXP-2 groups) revealed significant difference of residualmonomer content to bis-GMA–MMA (control-group) system. The HDDMA-MMA matrix system had less residualmonomer content than bis-GMA-MMA.
POTENSI HERBAL BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria Macrocarpa (scheff.) Boerl) YANG DIMANFAATKAN SEBAGAI MODIFIKATOR PERMUKAAN DAN ANTI-ADHESI BAKTERI S.mutans PADA PERMUKAAN MATERIAL RESTORASI RESIN KOMPOSIT : POTENTION OF PHALEVIA FRUIT WICH WAS BE BENEFITTED AS A SURFACE MODIFICATOR AND ANTI ADHESIANT OF S.mutans BACTERIA ON THE SURFACE OF RESTORATION COMPOSITE RESIN MATERIAL Heribertus Dedy Kusuma Yulianto; Morita
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 2 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.545 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i2.2023

Abstract

Secara alamiah, bakteri rongga mulut mempunyai kecenderungan untuk melekat pada permukaan jaringan keras danlunak rongga mulut karena ketersediaan makanan untuk bakteri terakumulasi di permukaan. Kondisi patologis yangditimbulkan oleh perlekatan bakteri pada permukaan menjadi perhatian khusus dan menjadi objektif penelitian ini, yaituuntuk mencari metode yang efektif dalam menghambat perlekatan bakteri. Metode yang diteliti adalah metode pelapisanpermukaan/coating pada permukaan material restorasi RK yang bertujuan untuk memodifikasi sifat permukaan (surfacetreatment) material restorasi RK yang cenderung bersifat hidrofobik. Sifat hidrofobik ini ditengarai menjadi salah satufaktor penting yang berkontribusi terhadap perlekatan bakteri. Dengan melakukan modifikasi permukaan diharapkandapat mengurangi kemampuan perlekatan bakteri pada permukaan restorasi RK. Indikator yang digunakan untukmengamati perubahan sifat hidrofobisitas permukaan adalah perubahan sudut kontak (contact angle) cairan yangditeteskan pada permukaan. Sudut kontak permukaan yang lebih kecil mengindikasikan permukaan yang bersifat lebihhidrofilik. Untuk mengevaluasi efektivitas metode pelapisan pada permukaan yang bertujuan untuk memodifikasi sifatpermukaan, digunakan senyawa berbentuk cairan yang diekstrak dari buah mahkota dewa (phaleria macrocarpa (scheff.)boerl). Pengaruh permukaan yang dilapisi dengan cairan ekstraksi terhadap perlekatan bakteri diuji dengan menggunakanalat Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil penelitian menunjukkan metode pelapisan dengan cairan ekstrak buah mahkota dewa mampu menurunkan sifat hidrofobisitas permukaan RK, dan hasil gambaran SEM secara kualitatifmenunjukkan adanya penghambatan pembentukan koloni bakteri S.mutans. pada permukaan yang dilapisi dengan cairanekstrak buah mahkota dewa.
PERBEDAAN STATUS ORAL HIGIENE DAN PERIODONTAL PASIEN KOMPROMIS DAN NON KOMPROMIS MEDIS RAWAT INAP DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN: COMPARATIVE OF ORAL HYGIENE AND PERIODONTAL STATUS OF HOSPITALIZED MEDICALLY COMPROMISED AND NON-COMPROMISED PATIENTS IN CENTRAL GENERAL HOSPITAL H. ADAM MALIK MEDAN Herniza Yusdani; Sondang Pintauli; Dharma Lindarto
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 2 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.991 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i2.2024

Abstract

Kondisi kompromis medis, terutama pada pasien rawat inap di rumah sakit, telah lama diketahui sebagai faktor risikoyang berpotensi terhadap terjadinya penyakit periodontal. Banyak penelitian yang telah dilaporkan mengenai hubungankondisi kompromis medis dengan penyakit periodontal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis status oralhigiene dan periodontal pasien kompromis dan non kompromis medis rawat inap di Rumah Sakit Umum Pusat H. AdamMalik Medan. Desain penelitian ini adalah kasus kontrol dengan 60 pasien kompromis medis (penderita penyakit jantungdan Diabetes melitus tipe 2) dan 60 pasien non kompromis medis (penderita penyakit THT dan mata). Digunakan OralHygiene Index Simplified (OHI-S) untuk mengukur status oral higiene dan Periodontal Disease Index (PDI) olehRamfjord. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73,3% pasien kompromis medis mempunyai oral higiene buruk dan64,7% periodontitis. Sebaliknya, 70% pasien non kompromis medis mempunyai oral higiene baik dan 35,3%periodontitis. Odds ratio oral higiene terhadap pasien rawat inap kompromis medis adalah 6,4 dan penyakit periodontalterhadap pasien rawat inap kompromis medis 2,8. Sebagai kesimpulan, pasien kompromis medis terutama penyakitjantung dan DM tipe 2 mempunyai oral higiene 6 kali lebih buruk dan 3 kali lebih berisiko periodontitis dibandingkanpasien non kompromis medis.
PENGARUH RIWAYAT POLA ASUH TERHADAP KARIES GIGI BALITA: INFLUENCE OF PARENTING HISTORY TOWARDS DENTAL CARIES OF TOOLDLER Ristya Widi Endah Yani; Darmawan Setijanto; Seno Pradopo; Destyka Fridiana
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 2 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.284 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i2.2025

Abstract

Riwayat pola asuh sangat mempengaruhi karies gigi balita (3-5 tahun), yang mana pola asuh meliputi riwayat minumsusu botol malam hari dan perilaku membersihkan gigi oleh ibu. Penelitian pada anak-anak yang diberi makan padamalam hari memiliki risiko 5,1 kali untuk berkembangnya karies dibandingkan dengan anak yang tidak makan di malamhari. Balita masih membutuhkan orang tua dalam membantu menyikat giginya, hal ini telah terbukti berhubungan denganperkembangan karies balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh riwayat minum susu botol malam hari danperilaku membersihkan gigi oleh ibu terhadap karies gigi balita. Metode penelitian adalah observasional analitik denganpendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah balita (3-5 tahun) di wilayah kerja Puskesmas Ambulu KabupatenJember yang berjumlah 461 balita. Sampel diambil secara simple random sebanyak 102 balita. Variabel independenadalah riwayat minum susu botol malam hari dan perilaku membersihkan gigi oleh ibu pada waktu balita berusia 0-2tahun. Variabel dependen adalah karies gigi balita yang diukur dengan indeks pufa (pulpitis, ulceratif, fistula, abses). Datadianalisis dengan uji regresi linier ganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh kebiasaan minum susu botolterhadap karies gigi balita (p= 0,00) dan perilaku ibu membersihkan gigi balita terhadap karies gigi balita (p= 0,00).Sebagai kesimpulan, terdapat pengaruh riwayat minum susu botol malam hari dan perilaku membersihkan gigi oleh ibuterhadap karies gigi balita
GAMBARAN KANALIS MANDIBULARIS KIRI SECARA RADIOGRAFI PANORAMIK PADA WARGA MEDAN SELAYANG: IDENTIFICATION OF LEFT MANDIBULAR CANAL USING PANORAMIC RADIOGRAPHY AMONG MEDAN SELAYANG SUBJECTS Trelia Boel; Savena Bala Kumar
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 2 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.08 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i2.2026

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kanalis mandibularis dan variasinya melalui radiografipanoramik pada warga di Kecamatan Medan Selayang. Radiografi dalam kedokteran gigi memainkan peran pentingdalam memperoleh informasi diagnostik . Variasi penyebaran kanal mandibula dapat dilihat melalui gambar radiografipanaromik . Hal ini sangat penting bagi semua dokter gigi untuk melakukan perawatan , seperti operasi gigi molar ketiga,implan dan membagi ramus osteotomy. Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif dengan pendekatan cross-sectionaldengan 86 sampel, (laki-laki dan perempuan) di Kecamatan Medan Selayang berusia antara 32-72 tahun. Hasil penelitianmenunjukkan yang memiliki kanal mandibula kiri normal 100%. Sebagai kesimpulan, tidak terdapat variasi penjalarankanalis mandibularis kiri pada masyarakat di Kecamatan Medan Selayang berdasarkan gambaran radiografi panoramik.
PRINSIP-PRINSIP DASAR PREPARASI SALURAN AKAR SECARA KHEMOMEKANIS: BASIC PRINCIPLES OF CHEMOMECHANICAL PREPARATION OF ROOT CANAL SYSTEM Cut Nurliza; Dennis; Trimurni Abidin
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 2 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.384 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i2.2027

Abstract

Preparasi saluran akar khemomekanis meliputi instrumentasi mekanik dan irigasi antibakteri untuk menghilangkan/mengeliminasi mikroorganisme dari sistem saluran akar. Berbagai instrumen dan teknik telah dikembangkan untukperawatan saluran akar. Sejak diperkenalkan pada tahun 1988, Nikel Titanium (NiTi) rotary instrumen menjadi populer dibidang endodonti karena kemampuannya untuk membentuk saluran akar dengan kesalahan prosedural yang minimal.Penggunaan instrumen NiTi membutuhkan pemahaman tentang metalurgi dasar termasuk mekanisme fraktur dankorelasi antara anatomi saluran akar. Tulisan ini bertujuan untuk membahas prinsip biologis preparasi saluran akarmenggunakan teknik instrumentasi saluran akar dengan sistem rotary NiTi serta membahas peran dan sifat irigasi saluranakar. Sebagai kesimpulan, perawatan saluran akar diarahkan untuk pengangkatan mikro-organisme dari sistem saluranakar dan pencegahan reinfeksi. Preparasi khemomekanis saluran akar melibatkan instrumentasi mekanik dan bahanirigasi antibakterial.
PROSPECT OF USING PROPOLIS IN CONSERVATIVE DENTISTRY AND ENDODONTIC TREATMENT (BASIC RESEARCH VS CLINICAL APPLICATION): PROSPEK PENGGUNAAN PROPOLIS DALAM BIDANG OPERATIVE DENTISTRY DAN PERAWATAN ENDODONTI (PENELITIAN DASAR VS APLIKASI KLINIS Ardo Sabir
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 2 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.244 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i2.2028

Abstract

Propolis is a resinous hive product, collected by bees from tree buds and mixed with secreted bee wax in order to avoidbacterial contamination in the hive, and also to seal it. It is acknowledged that propolis has antimicrobial activity as wellas anti-inflammatory, antioxidant, antitumor, immuno-regulatory, and regenerative tissue properties. Chemically, propolisis exceedingly complex and contains a rich variety of potent terpene, benzoic, caffeic, cinnamic, aromatic aldehyde,phenolic acid, and also high in flavonoid. Recently, propolis has been the subject of several studies, both in vitro and invivo or even at animal or human with the aim to elucidate its biological and pharmacological properties. The use ofpropolis in dentistry has been done in few years ago for various purposes such as in treatment of periodontitis and dentalcaries, to accelerate the healing of post-extraction wounds, to treat aphthous stomatitis, as a storage media following teethavulsion. The result of basic research of propolis apparently was useful to support its clinical application in dentistry.However, standardization the composition of propolis due to its chemical diversity is still a problem. Therefore thepurposes of this review article were (1) to explain the prospect of propolis in conservative dentistry and endodontictreatment, and (2) to stimulate the interest of clinicians to make further research about this natural compound in dentistry.In conclusion, propolis is a natural medication with a promising future but further studies should be conducted toinvestigate its merit and demerits in clinical dentistry
PENGGUNAAN KITOSAN SEBAGAI BIOMATERIAL DI KEDOKTERAN GIGI: USE OF CHITOSAN AS A BIOMATERIAL IN DENTISTRY Ika Devi Adiana; Lasminda Syafiar
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 2 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.728 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i2.2029

Abstract

Pengunaan produk-produk alam di bidang kedokteran saat ini semakin berkembang pesat. Salah satu bahan alami yangdigunakan adalah kitosan. Tujuan penulisan ini adalah untuk menjelaskan kegunaan kitosan di bidang kedokteran gigi.Kitosan (poly-β-1,4-glukosamine) merupakan makalah biopolymer alami di alam yang memiliki rantai linear denganrumus struktur (C6H11NO4)n yang dapat diperoleh dari proses destilasi kitin. Kitin ditemukan banyak pada hewan lautberkulit keras seperti blankas, kepiting, kerang, udang, rajungan, cumi-cumi, jenis serangga dan jamur. Kitosan memilikibeberapa sifat yang menguntungkan seperti biokompatibel, biodegradable, tidak beracun serta mucoadhesion sehinggakitosan sering digunakan pada pengaplikasian biomedis. Sebagai kesimpulan, kitosan dapat digunakan sebagai antibakteri, menghambat/ membunuh mikroorganisme, menurunkan rasa nyeri, serta memperbaiki sifat-sifat material dibidang kedokteran gigi.
TEKNOLOGI NANO DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI: NANO TECHNOLOGY IN DENTISTRY Sefty Aryani Harahap; Sumadhi Sastrodihardjo
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 2 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.778 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i2.2030

Abstract

Akhir-akhir ini teknologi nano semakin berkembang pesat di bidang kedokteran gigi. Penggunaan teknologi ini akanmemungkinkan pengembangan ilmu material dan bio-teknologi. Teknologi nano mengembangkan bahan dalam bentukpartikel berukuran nano untuk mendapatkan produk-produk yang lebih baik. Hal ini erat hubungannya denganperkembangan bahan dan perawatan di kedokteran gigi. Makalah ini akan memaparkan mengenai pengaplikasianteknologi nano, teknologi pemanipulasian serta tujuan penggunaan teknologi nano di bidang kedokteran gigi.Nanokomposit, dental implan, nanoadhesif, bahan cetak nano, gigi tiruan, pasta gigi dan kawat ortodonti merupakanbahan yang telah menggunakan teknologi nano. Sintesa partikel nano dapat diakukan dengan metode top down (fisika)dan metode bottom up (kimia). Sebagai kesimpulan, dengan teknologi nano ini akan diperoleh sifat-sifat bahan yang lebihbaik pada sifat fisis (hardness, translusensi, flow), mekanis (strength, modulus of elasticity, strength, khemis(osseointegrasi) dan biologis. Walaupun demikian masih ada keburukan yang masih kontroversi pada penggunaanteknologi nano, misalnya sitotoksisitas.

Filter by Year

2009 2025