cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
AGROTEKBIS
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 23883011     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 678 Documents
Analisis Nilai Tambah Dan Pemasaran Anggrek Usaha Tanaman Hias Di Kota Palu Ahmad, Hariyanti; M., Marhawati; H., Sulaeman
AGROTEKBIS Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar nilai tambah yang dapat diciptakan dengan adanya pelaku usaha anggrek menghasilkan bunga rangkaian anggrek, bagaimana saluran pemasaran yang diciptakan oleh pedagang tanaman hias, dan berapa margin yang diperoleh di setiap kelembagaan pemasaran yang ada di Kota Palu. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2012 di Kota Palu dengan penentuan sampel menggunakan metode purpossive yaitu 2 pelaku usaha tanaman hias “Nurseri Kartini” dan “Esmeralda Orchid”, dan pedagang perantara yang ada di Kota Palu dan di luar Kota Palu. Hasil penelitian diperoleh bahwa nilai tambah anggrek menjadi bunga rangkai anggrek yang diperoleh “Nurseri Kartini” sebesar Rp. 23.917,00/produk dan “Esmeralda Orchid” sebesar Rp. 13.250,00/produk. Saluran  pemasaran yang terbentuk ialah pola saluran I, produsen dilanjutkan pedagang pengecer ke konsumen, pola saluran II, produsen dilanjutkan pedagang luar daerah Kota Palu ke konsumen dan saluran III, produsen ke pedagang pengecer dan dilanjutkan kembali pedagang luar daerah sampai ke konsumen. Total margin  pada pola saluran I sebesar     Rp. 50.000,00/produk, Pola saluran II sebesar Rp.70.000,00/produk dan Pola Saluran III sebesar Rp. 80.000,00/produk. Jika dilihat dari jumlah margin, terdapat biaya pemasaran dan keuntungan yang diperoleh maka jalur pemasaran I merupakan saluran yang lebih efesien, hal ini dikarenakan margin pemasaran lebih kecil dibandingkan dengan pola saluran II dan III.
Strategi Pengembangan Usaha Bawang Goreng Pada Umkm “Usaha Bersama” Di Desa Bolupountu Jaya Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi R., Supriadi; M., Marhawati; Lamusa, Arifuddin
AGROTEKBIS Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM “Usaha Bersama” merupakan salah satu usaha rumah tangga yang memproduksi      bawang goreng. UMKM tersebut berada di Desa Bolupountu Jaya Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi alternatif pengembangan usaha bawang goreng pada UMKM “Usaha Bersama” di Desa Bolupountu Jaya Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor perkembangan usaha bawang goreng UMKM “Usaha Bersama” yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal memiliki total nilai sebesar 3,4 dengan skor kekuatan 1,83 dan skor kelemahan 1,57. Hal ini menunjukkan faktor kekuatan yang dimiliki lebih besar dari faktor kelemahan, sedangkan untuk faktor eksternal memiliki total nilai sebesar 3,17 dengan skor peluang 2,35 dan skor ancaman 0,82. Hal ini menunjukkan faktor peluang yang dimiliki lebih besar dari faktor ancaman, sehingga disimpulkan bahwa alternatif strategi yang digunakan untuk pengembangan usaha bawang goreng UMKM “Usaha Bersama” yaitu dengan menggunakan strategi SO dimana usaha bawang goreng pada UMKM “Usaha Bersama” dapat menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada.
Rentabilitas Usaha Pada Industri Bawang Goreng Sal-Han Di Kota Palu Sulawesi Tengah A., Fitriani; Kassa, Saharia; H., Sulaeman
AGROTEKBIS Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan pembangunan pertanian di Indonesia saat ini diarahkan pada modernisasi yang bertujuan untuk meningkatkan hasil dan mutu produksi dalam rangka peningkatan pendapatan sekaligus peningkatan taraf hidup masyarakat. Salah satu komoditi andalan khususnya di Kota Palu yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani adalah komoditi bawang merah lokal Palu. Hasil olahan bawang merah lokal Palu dikenal dengan produk bawang goreng Palu yang memiliki kekhasan cita rasa tersendiri sehingga produk ini berbeda dengan bawang goreng hasil daerah lain. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui besarnya pendapatan bawang goreng Sal-Han     di Kota Palu dari kesuluruhan modal yang digunakan dan untuk mengetahui besar kecilnya angka rentabilitas ekonomi dan rentabilitas modal sendiri pada industri bawang goreng Sal-Han, berdasarkan penambahan modal pinjaman. Penelitian ini dilaksanakan pada industri bawang goreng Sal-Han    di Kota Palu. Pengambilan sampel dilakukan dengan sengaja (Purpossive) dalam hal ini industri bawang goreng Sal-Han. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan adalah analisis penyusutan, analisis pendapatan dan analisis rentabilitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan modal pinjaman sebesar Rp 100.000.000 dengan tingkat bunga 19,6% pertahun, industri bawang goreng Sal-Han memperoleh nilai rata-rata rentabilitas ekonomi sebesar 40,65%, artinya bahwa setiap penambahan modal sebanyak Rp 100 akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 40,65,-, sementara nilai rentabilitas modal sendiri menghasilkan nilai rata-rata sebesar 41,31%, hal ini berarti setiap penambahan Rp 100 akan mengahasilkan keuntungan sebesar Rp 41,31,-.
Strategi Pengembangan Usaha Abon Pada UKM Mutiara Di Kota Palu Wahida, Fitrawati; M., Marhawati; Laapo, Alimudin
AGROTEKBIS Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Abon UKM Mutiara di Kota Palu merupakan salah satu usaha rumah tangga yang  memproduksi abon ikan dan abon sapi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis alternatif pengembangan usaha antara abon sapi dengan abon ikan pada UKM tersebut. Berdasarkan perhitungan menggunakan MPE diperoleh nilai untuk abon sapi sebesar 7.018, sedangkan abon ikan 4.917. Hasil dari perhitungan tersebut  menyimpulkan  bahwa usaha abon ikan lebih potensial  untuk dikembangkan. Total nilai yang diperoleh dari perhitungan faktor internal dan faktor eksternal, yaitu untuk faktor internal memiliki nilai sebesar 3,45 dengan skor kekuatan 2,61 dan skor  kelemahan  sebesar 0,84. Kondisi ini menunjukkan faktor kekuatan yang dimiliki oleh UKM Mutiara lebih besar dari faktor kelemahan, sedangkan untuk faktor eksternal memiliki nilai sebesar 3,00 dengan skor peluang 2,61 dan skor ancaman sebesar 0,39, hal tersebut menunjukkan faktor peluang yang dimiliki oleh UKM Mutiara lebih besar dari faktor ancaman, dapat disimpulkan bahwa alternatif strategi yang digunakan UKM Mutiara yaitu menggunakan strategi SO (strenghts opportunities), dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang yang ada.
Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usaha Bawang Goreng Pada UMKM Usaha Bersamadi Desa Bolupountu Jaya Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi B., Ilham
AGROTEKBIS Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar pendapatan yang diperoleh dan tingkat kelayakan pada usaha bawang goreng UMKM Usaha Bersama di Desa Bolupountu Jaya, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.Penelitian ini telah dilaksanakan di UMKM Usaha Bersama di Desa Bolupountu Jaya, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi dari bulan Pebruari hingga Maret 2013.Penentuan responden menggunakan metode Purpossive.Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder.Analisis data yang digunakan adalah Analisis Pendapatan dan Analisis Kelayakan Revenue Cost Ratio.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata yang diperoleh usaha bawang goreng UMKM Usaha Bersama di Desa Bolupountu Jaya Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi sebesar Rp 1.854.090 perbulan. Industri UMKM Usaha Bersama di Desa Bolupountu Jaya Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi layak diusahakan dengan nilai R/C sebesar 1.6.
INISIASI TUNAS CENGKEH (Syzigium aromaticum L.) DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI BAP SECARA IN VITRO Haris, Abdul; Basri, Zainuddin; Bustami, Mirni Ulfa
AGROTEKBIS Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Clove tree is an annual plant that can grow to a height of 10-20 m, it has oval shaped leaves and flowering emerge in its shoots . Fruit stalk at first green, and become red if it is blooming. This study aims to determine the best concentration of BAP on shoot clove growth in in vitro. This research has been carried out in the Laboratory of Plant Biotechnology, Faculty of Agriculture, University of Tadulako, Palu, from August to September 2012. The material used was sterile shoots Cloves 1 month of age as much as 9 buds, study design using a Completely Randomized Design with 3 treatments, using 5 ppm BAP + 0.5 ppm NAA, 6 ppm BAP + 0.5 ppm NAA, 7 ppm BAP + 0.5 ppm NAA. Each treatment was repeated 3 times sothere were 9 experimental units. Data were analyzed by ANOVA followed by Duncans test. The results showed that treatment 6 ppm BAP + 0.5 ppm NAA showed a significant effect on the shoots and leaves of clove.
PENGARUH BAP DAN KASEIN HIDROLISAT TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS MELON (Cucumis melo L.) SECARA IN VITRO Istiningdyah, Andini; Tambing, Yohanis; Bustami, Mirni Ulfa
AGROTEKBIS Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melon (Cucumis melo L. ) is a horticultural crop that is quite popular in Indonesia . Good taste and nutritional content makes melon increasingly popular with the public . However , often the continuity of supply in the market is still limited. This is due partly because farmers in Indonesia are still planting using seeds imported melons which is quite expensive. Therefore, an effort that can be done to reduce dependence on imported seed is seed multiplication through tissue culture techniques . The growth in tissue culture plants  is controlled by the addition of plant growth regulators . This study aims to determine the effect of BAP and casein hydrolyzate  for better shoot growth in vitro melon . This research has been carried out in the Laboratory of Plant Biotechnology , Faculty of Agriculture , University Tadulako , Palu . Starting from August to November 2012 . The study design using completely randomized design ( CRD ) Factorial pattern of two factors . The first factor is the concentration of BAP ( 0.25 mg / l , 0,50 mg / l and 0.75 mg / l ) , the second factor is the concentration of casein hydrolyzate ( 150 mg / l , 200 mg / l and 250 mg / l ) . significant treatment effect , Further tests using the Test Honestly Significant Difference ( HSD ) at the 5% level . The results of this study indicate that the use of media with different compositions lead to different effects on the growth of shoots melons . Treatment of 0.50 mg / l BAP + 150 mg / l casein hydrolyzate gives a better effect on plant height, number of shoots and number of leaves
UJI PENGGUNAAN BAHAN ORGANIK SUMBER BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT NANGKA (Artocarpus heteropyllus Lamk) Nainggolan, Desmariana; Noer, Abd Hamid; Tjoa, Aiyen
AGROTEKBIS Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Municipal garbage and seaweed are organic materials which can be soil ameliorant (additive) important to improve soil chemical and physics. Different organic material sources given to the soil will make plants growing on it respond differently except the seeds. This study aim at testing the response given by organic matter from the city garbage and seaweed on marginal soils (with low pH areas, clayey texture and low nutrient content) on the jackfruit seed growth. The research design used is random complete design with 6 treatments and 4 replications. The treatments tested were B0 = (control-without ameliorant), B1 = Soil + (100 mg N, 60 mg P, 100 mg K, 60 mg Mg, Ca 60 mg kg -1 soil)., B2 = Soil + (50 mg N, 30 mg P, 50 mg K, 30 mg Mg, 30 Ca mg kg -1 soil) + organic materials. Sea weed., B3 = Soil + organic materials. Seaweed., B4 = Soil + (50 mg N, 30 mg P, 50 mg K, 30 mg Mg, 30 mg Ca kg -1 soil) + organic materials. Municipal garbage., B5 = Soil + organic materials. municipal garbage. The results showed that the provision of municipal garbage organic and seaweed significantly affect the parameters of leaf width, however, sea weed organic materials has a more significant effect than  municipal garbage.
PERTUMBUHAN TANAMAN BUAH NAGA MERAH (Hylocerus polyrhizus) PADA BERBAGAI KONSENTRASI BENZILAMINO PURINE DAN UMUR KECAMBAH SECARA IN VITRO Wahyuni, Fadlia; Basri, Zainuddin; Bustami, Mirni Ulfa
AGROTEKBIS Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dragon fruit plants at beginning used as an ornamental plant because of its unique figure, exotic, as well as flowers and fruit look very beutiful. However, constrain encountered in the development of these plants is the availability of seedlingin large numbers with shorten time. To solve this problem, it can be done through tissue culture. This research was conducted at the Laboratory of Plant Biotechnology Faculty of Agriculture, University of Tadulako Palu, from August to October 2012. The purpose of this study was to determine the growth of dragon fruit plants at various ages germination and BAP concentrations in vitro. This study used a design Plots Separated ( RPT ) with treatment in the main plot was the age of germination 3, 4, 5 week after trasplanting, while the subplot treatment was the concentration of BAP: 1, 2, 3 ppm. Therefore, there are 9 combinations of treatment and repeated four times, so there are 36 experimental units. Each unit used three explants, so there are 108 explants were used. The results showed that germination ageeffectsignificant on plant height and number of shoots, while the concentration of BAP significantly effect on the number of shoots and number of roots. Media added with 2 ppm BAP (B2) average plant height 3.37, number of shoots 4.08per explant respectively, and media added with 1 ppm BAP (B1) Average number of roots per explant was  0.53.
AKLIMATISASI BIBIT TANAMAN BUAH NAGA (Hylocereus undatus) PADA TINGKAT NAUNGAN BERBEDA Basri, Hasan; Basri, Zainuddin; Syakur, Abd
AGROTEKBIS Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of shade level on the growth of plantlets dragon fruit . This study used a completely randomized design (CRD), which consists of three treatment that is shaded by 1 (N1), 2 (N2) and 3 (N3) waring layer. Each treatment was repeated three times so there are 9 units of the experiment. Each experimental unit consisted of 10 plants.  Therfore, there are a total of 90 samples of plants were observed. The results showed that the 2, 4, 6 and 8 week after planting, waring with two layers of shade treatment (N2) shown a good value for all the observations such as number of shoots, plant height and stem diameter compared to waringwith one layer of shade (N1) and 3 layer (N3).

Page 5 of 68 | Total Record : 678