cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
FORMULASI DAN EVALUASI MIKROEMULGEL HESPERIDIN DENGAN CAMPURAN ASAM OLEAT, TWEEN 80, PROPILEN GLIKOL, DAN AIR ., Ferry Wijaya
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.863 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi optimal sediaan mikroemulgeluntuk penghantaran hesperidin secara topical. Penelitian ini dilakukan dengan membuat diagramterner campuran fasa air, fasa minyak dan fasa emulsi dengan perbedaan pada kombinasi pada fasaemulsi. Optimasi dilakukan menggunakan simplex lattice design yang menghasilkan 10 desainformula kombinasi fasa air, fasa minyak dan fasa emulsi. Pemilihan formula optimum dilihatberdasarkan pH dan %transmitan maksimal. Formula optimal yang diperoleh adalah fasa air (19%)fasa minyak (9%) dan fasa emulsi (72%). Hasil evaluasi formula optimal adalah ukuran globul(526.9nm), distribusi ukuran partikel (monodispers), indeks polidispersitas (0.233), pH (4.66), dan% transmitan (96.99%). Mikroemulsi dijerap kedalam sediaan gel basis HPMC (2%) kemudiandievaluasi daya sebar (7.6cm), daya lekat (479 detik) dan pH sediaan (5.1). Hasil evaluasimikroemulgel hesperidin dinyatakan memenuhi kriteria standar mikroemulgel.Kata kunci: Mikroemulgel, Hesperidin, Asam Oleat, Tween 80, Propilen Glikol
PENETAPAN KADAR PROTEIN FASE AIR EKSTRAK IKAN GABUS (Channa striata) SEBELUM DAN SESUDAH FREZEE DRYER MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL ., Prionggo Adi Saputro
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.331 KB)

Abstract

Ikan gabus (Channa striata) merupakan salah satu jenis ikan buas yang hidup di airtawar maupun air payau yang banyak ditemui di sungai, rawa, danau dan saluran-saluran airhingga ke sawah-sawah. Popularitas ikan gabus (Channa striata) sebagai agen terapeutikyaitu berkaitan dengan kepercayaan masyarakat akan khasiatnya dalam mengobati luka,mengurangi rasa sakit, memulihkan energi pada orang tua dan pengobatan untuk ibu yangmemulihkan diri dari persalinan normal atau sesar. Ikan gabus sebagai obat biasanyadigunakan masyarakat dengan cara mengkonsumsinya dalam bentuk hasil kukusan. Caratersebut kurang efektif dilakukan karena ikan gabus harus segera dikonsumsi setelah dikukus.Jika tidak, ditakutkan kualitas ikan gabus akan menurun baik secara fisik maupunkualitasnya. Oleh karena itu, digunakan alternatif untuk mengatasi masalah tersebut dengancara memproses ikan gabus menggunakan metode pengeringan beku/Freeze dryer(lyophilization) sehingga dihasilkan albumin dalam bentuk serbuk yang dikemas dalambentuk kapsul sehingga nantinya diharapkan diterima oleh masyarakat. Protein adalah komponen penting dari sel hewan dan manusia. Komponen ini dapat didenaturasi karenaperubahan suhu Freeze dryer adalah pengeringan pada suhu rendah dengan proses sublimasiuntuk menjaga stabilitas rasa, warna, aroma dan struktur. Tujuan utama penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh freeze dryer terhadap kadar protein pada fase air ekstrak ikangabus (Channa striata). Sampel dianalisis dengan metode Kjeldahl. Hasil uji kuantitatifmenunjukkan bahwa kadar rata-rata protein dalam sampel sebelum freeze dryer adalah 6,625mg/ml, sedangkan setelah freeze dryer adalah 4,125 mg/ml.Kata kunci : Ikan gabus, Frezee dryer, Metode Kjeldahl
OPTIMASI AKTIVITAS ANTIBAKTERI RUTIN DAUN SINGKONG (Manihot esculenta Crantz.)-GENTAMISIN SULFAT TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus ., Amatul Basit
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.722 KB)

Abstract

Daun singkong (Manihot esculenta Crantz.) terdapat kandungan flavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Salah satu senyawa turunan flavonoidadalah senyawa rutin. Senyawa rutin dalam daun singkong akan diuji aktivitasantibakteri. Penelitian ini yaitu optimasi yang dilakukan hingga diperoleh MICdari senyawa rutin yang diisolasi dari daun singkong dan gentamisin sulfat dalammenghambat bakteri Staphylococcus aureus. Metode dalam penelitian yaitu diskdifusi Kirby Beur dengan melihat zona bening disekitar cakram sebagai hasilpenghambatan bakteri. Hasil penelitian yang didapat, pada isolat rutin didapathasil MIC 0,2 mg/mL dan MIC pada gentamisin sulfat 5 ?g/mL.Kata Kunci : Rutin (Manihot esculenta Crantz.), gentamisin sulfat,Staphylococcus aureus
PENGGUNAAN HEPATOPROTEKTOR PADA PASIEN SIROSIS HATI RAWAT INAP DI RSUD DOKTER SOEDARSO KALIMANTAN BARAT TAHUN 2017 ., Jesica Liana
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.25 KB)

Abstract

Hepatotoksisitas yang diakibatkan oleh obat merupakan masalah klinis yang sangatberbahaya. Kondisi ini dapat mempengaruhi proses metabolisme hepar. Tujuan penelitianini adalah menentukan karakteristik pasien sirosis hati yang dirawat di RSUD dr SoedarsoKalimantan Barat periode 2017 dan mengetahui penggunaan obat hepatoprotektor padapasien tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan crosssectionalyang bersifat deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif melaluirekam medik pasien sirosis hati. Hasil penelitian menunjukan jumlah pasien pria yangmenderita sirosis 2 kali lebih banyak dibanding jumlah pasien wanita, pasien kelompokusia 46-65 tahun mendominasi kasus sirosis hati dengan persentase 69,4%. Selain itudiketahui bahwa 29 dari 36 pasien sirosis (80,5%) diketahui menerima peresepanhepatoprotektor. Kesimpulan dari penelitian ini penggunaan obat hepatoprotektor untukmelindungi sekaligus menjaga fungsi hati pada pasien sirosis masih perlu ditingkatkan.Kata kunci : karakteristik; sirosis; hepatoprotektor
GAMBARAN PENGGUNAAN KANDESARTAN PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PEMANGKAT TAHUN 2017 ., Sri Wahyuni
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.92 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko berkembangnya penyakitkardiovaskular dan diabetes melitus. Salah satu antihipertensi yang mampumengatasi hipertensi dengan berbagai komorbidi tersebut adalah kandesartan.Tujuan dari peneitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan kandesartanpada pasien hipertensi dengan berbagai komorbid penyakit kardiovaskular (gagaljantung, gagal ginjal) dan diabetes melitus. Metode penelitian yang digunakanpada penelitian ini adalah metode observasional dengan rancangan penelitian studipotong lintang (cross sectional study) yang bersifat deskriptif. Pengumpulan datadilakukan secara retrospektif menggunakan data rekam medik pasien hipertensirawat jalan selama tahun 2017. Pengambilan sampel mengunakan purposivesampling dengan kriteria inklusi pasien rawat jalan yang di diagnosis hipertensidengan kode ICD-10 adalah I10, pasien dengan usia di atas 18 tahun, pasien yangmenggunakan kandesartan secara tunggal maupun kombinasi dengan obathipertensi lainnya, pasien hipertensi dengan komorbid diabetes melitus (kodeICD-10= I10 dan E11), hipertensi dengan gagal ginjal (kode ICD-10= I.10 danN17), gagal jantung (I50). Hasil dari penelitian ini adalah pasien hipertensi lebihbanyak terjadi pada perempuan 51,56% dibandingkan laki-laki 48,43%. Usiapasien hipertensi didominasi pada usia 25-45 tahun sebanyak 41,63% dibandingkan pada kelompok usia >45-60 dan >60. Komorbid yang palingdominan menyertai hipertensi adalah gagal jantung sebesar 58,7% diikuti diabetesmelitus 28,13%, diabetes melitus dan gagal ginjal 9,23%. Kandesartan banyakdigunakan untuk mengatasi hipertensi dengan komorbid gagal jantung, yaitukandesartan 16mg sebanyak 37,8% dan kandesartan 8mg sebanyak 20,9%.Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penggunaan kandesartan 16mg dankandesartan 8mg dominan diberikan pada pasien hipertensi dengan komorbidgagal jantung.Kata Kunci : Angiotensin Reseptor Bloker (ARB), Diabetes Melitus, Hipertensi,Gagal Ginjal Gagal Jantung, Kandesartan,
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotik pada Pasien Anak Rawat Inap di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Periode Januari-Juni 2018 ., Angelica Inez
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.773 KB)

Abstract

Antibiotika merupakan golongan obat yang banyak diresepkan pada pasien anak. Penggunaanantibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi. Penelitian ini bertujuanmengevaluasi penggunaan antibiotik menggunakan metode DDD (Definied Daily Dose) danmetode Gyssens. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan potonglintang (cross sectional) bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektifberdasarkan data rekam medis pasien anak rawat inap di Rumah Sakit UniversitasTanjungpura periode Januari-Juni 2018. Sampel yang diperoleh sebanyak sebanyak 63pasien. Hasil penelitan menunjukkan bahwa golongan antibiotik terbanyak adalahsefalosporin generasi ketiga (78,40%). Berdasarkan metode DDD, nilai DDD tertinggi padaseftriakson sebesar 27,18 DDD/100 pasien-hari dan merupakan antibiotika yang paling seringdiresepkan (48,86%). Disisi lain berdasarkan metode Gyssens, ditemukan penggunaanantibiotik yang tidak rasional. Jenis ketidakrasional tertinggi pada ketegori V (82,53%). Berdasarkan metode DDD dan metode Gyssens, terdapat ketidaktepatan penggunaanantibiotika di rumah sakit tersebut. Kata Kunci : antibiotik, anak, DDD, Gyssens.
SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL DAUN SIMPUR (Dillenia indica L.) SEBAGAI TAHAPAN AWAL PADA PENGUJIAN TOKSISITAS ., Yoga Prananda
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.332 KB)

Abstract

Simpur (Dillenia indica L.) telah digunakan sebagai tanaman obat tradisional. Tanaman ini hidup didaerah tropis di semenanjung barat, hutan daerah sub-himalaya dan tropis Australia. Penelitian inidilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan sebagai tahapan awal padapengujian toksisitas. Daun simpur diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol96%. Prosedur pengujian diawali dengan pembuatan simplisia, kemudian dilakukan uji pramaterspesifik dan nonspesifik. Hasil uji fitokimia pada ekstrak etanol daun simpur mengandung alkaloid,fenol, tanin, flavonoid, steroid, terpenoid, dan saponin. Kata Kunci : Ekstrak etanol daun simpur, uji fitokimia
IDENTIFIKASI SENYAWA KUERSETIN EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT) ., Nita Karima
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.32 KB)

Abstract

Daun senggani (Melastoma malabathricum L.) adalah salah satu daritanaman obat yang dikenal masyarakat Indonesia untuk mengobati diare,mengatasi gangguan pencernaan, disentri, keputihan (leukorea), wasir, luka, sakitgigi dan sariawan.(1) Daun senggani memiliki kandungan senyawa kimiaflavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui kandungan metabolit sekunder ekstrak etil asetat daun senggani(Melastoma malabathricum L.). Metode yang digunakan adalah kromatografilapis tipis dengan fase gerak n-butanol : asam asetat : air (B:A:A) denganperbandingan (4:1:5). Bercak diperiksa di bawah sinar UV pada panjanggelombang 245 nm dan 366 lalu diamati secara visual kemudian bercak disemprotmenggunakan pereaksi AlCl3.(2,3) Pada sampel terdapat bercak besar yaitu ekstraketil asetat dengan Rf 0,968, sedangkan kuersetin memiliki Rf 0,969. (4)Kata kunci: Ekstrak etil asetat daun senggani, KLT, Kuersetin.
GAMBARAN ASUPAN KALIUM PADA PASIEN HIPERTENSI YANG TELAH MENJALANI PENGOBATAN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS SUNGAI RAYA DALAM KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2017 ., Lely Anggraini
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.138 KB)

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darahdiastolik ≥ 90 mmHg. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, hipertensi merupakanpenyakit yang memiliki prevalensi yang tinggi di Indonesia yaitu sebesar 25,8%.Kalium merupakan salah satu elektrolit yang berperan penting dalam tubuh. Kaliumadalah ion bermuatan positif dan terdapat didalam sel. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui rata-rata tekanan darah pada tingkat asupan kalium pada pasien hipertensiRawat Jalan di Puskesmas Sungai Raya Dalam. Penelitian ini merupakan penelitianobservasioanl dengan menggunakan rancangan penelitiannya adalah potong lintang(cross sectional) yang bersifat deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakanmetode purposive sampling dengan tujuh puluh dua pasien hipertensi. Asupan kaliumdiperoleh melalui Semi Quantitative Food Frequency Questionaire dan data tekanandarah sistolik diastolik di Puskesmas Sungai Raya Dalam periode November 2017Januari2018. Dari pencatatan data rekam medik 33,33% pasien memiliki asupankalium cukup dengan tekanan darah 140,71/91,50 mmHg, 66,67% pasien memilikiasupan kalium kurang dengan tekanan darah 162,50/92,08 mmHg. Kesimpulannyatidak semua pasien hipertensi mempunyai asupan kalium yang cukup. Kata Kunci : Asupan Kalium, hipertensi, Tekanan Darah.
PENETAPAN KADAR PROTEIN TOTAL FASE AIR EKSTRAK IKAN GABUS (Channa striata) SEBELUM DAN SETELAH FREEZE DRY MENGGUNAKAN METODE BIURET ., Mahlul Akbar Fathonit
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.453 KB)

Abstract

Ikan gabus (Channa striata) merupakan ikan air tawar yang memilikikandungan protein tinggi yang sangat dibutuhkan untuk pembentukan jaringan sel baru seperti penyembuhan luka akibat operasi. Ikan gabus biasa dikonsumsi dalam bentuk hasil kukusan dan berbau amis sehingga tidak disukai oleh banyak orang, olehkarena itu diperlukan alternatif lain yaitu dibuat dalam bentuk serbuk yang dimasukanke dalam sediaan kapsul. Pembuatan sediaan serbuk dapat dilakukan denganmenggunakan proses Freeze dry. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahuikadar Protein total fase air ekstrak ikan gabus (Channa striata) sebelum dan setelah freeze dry menggunakan metode Biuret. Sampel terdiri dari fase air ekstrak ikan gabus sebelum dan setelah melewati proses freeze dry kemudian dianalisis menggunakan metode biuret yang didasarkanpada pengukuran spektrofotometri visibel berdasarkan serapan cahaya berwarna ungudari protein yang bereaksi dengan pereaksi biuret. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar protein dari ekstrak fase air ikangabus sebelum freeze dry adalah 21775 ppm , sedangkan kadar protein total dari faseair ekstrak ikan gabus setelah freeze dry lebih kecil yaitu 16876 ppm dimana selisihpenurunan kadar protein total fase air ekstrak ikan gabus sebelum dan setelah freezedry adalah sebesar 22,489 % . Berdasarkan analisis statistik menggunakan uji paired sample t-test antara sampel sebelum dan setelah freeze dry, hal ini mengindikasikan adanya penurunan kadar protein yang signifikan antara sampel sebelum dan setelah freeze dry.Kata kunci : Ikan gabus, Freeze dyer, Metode Biuret