cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Uji Validasi Metode Peningkatan Daya Ingat dengan` Metode Morris Water Maze (MWM ., Rizky Jihan Jelita
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.953 KB)

Abstract

Penyakit Alzheimer, merupakan penyakit neurodegeneratif terbanyak didunia, memiliki indikator patognomonik berupa deposisi peptida beta amiloid yangakan menjadi plak pada parenkim otak dan dinding pembuluh darah otak. Hal iniditandai dengan adanya gangguan daya ingat dan kerusakan neuron pada sistemsaraf pusat. Metode uji daya ingat Morris Water Maze (MWM) pertama kali didirikanoleh ahli saraf Richard G. Morris pada tahun 1981 untuk menguji pembelajaranbergantung hippocampal, termasuk perolehan memori spasial dan memori spasialjangka panjang. Uji peningkatan daya ingat dilakukan menggunakan 15 ekor mencitjantan dalam 3 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (CMC-Na 1%), kontrolpositif (tablet Encephabol 0,26 mg/kgBB), kontrol normal (tidak diberikan larutanuji). Data waktu renang mencit diamati, kemudian dihitung rata-rata waktu renangdan persen daya ingat. Analisis data menggunakan uji ANOVA pada tiap kelompokperlakuan. Hasil uji aktivitas peningkatan daya ingat menunjukkan bahwa antarakelompok kontrol negatif, positif dan normal memiliki efek peningkatan daya ingatditandai dengan hasil ANOVA p < 0,05. Kesimpulan hasil penelitian ini adalahmetode uji dapat dilakukan dikarenakan kontrol positif memiliki rentang waktu lebihrendah dibandingkan dengan kontrol negatif maupun kontrol normal.
OPTIMASI KONSENTRASI TEH DAUN GAHARU (Aquilaria malaccensis Lamk.) UNTUK UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN ., Very Erianto
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Teh merupakan salah satu olahan minuman yang berasal darikerajaan China. Teh menjadi minuman kedua yang paling banyak dikonsumsi diseluruh dunia setelah air mineral. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui konsentrasi optimum teh daun gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk.)yang dapat digunakan untuk uji aktivitas antioksidan. Metode. Pengujian aktivitasantioksidan menggunakan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Hasil.Hasil yang didapatkan adalah pada pengujian teh daun gaharu pada konsentrasi0.6% didapatkan persen inhibis sebesar 75,07%; konsentrasi 1,2% didapatkanpersen inhibisi sebesar 81,578%; konsentrasi 2,5% didapatkan persen inhibisisebesar 89,894% dan konsentrasi 5% didapatkan persen inhibisi sebesar 93,49%.Kesimpulan. Berdasarkan nilai persen inhibisi yang didapatkan diketahui bahwapada konsentrasi 0,6% teh daun gaharu memberikan penghambatan yang palingbesar. Kata Kunci :Teh, Gaharu, Aktivitas Antioksidan
PEMBUATAN LIPSTIK EKSTRAK ETANOL BIJI KESUMBA KELING (BIXA ORELLANA L.) DENGAN PENAMBAHAN AIR KAPUR 30 PERSEN ., Dyah Puji Utami
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.935 KB)

Abstract

Lipstik merupakan salah satu kosmetik dekoratif yang digunakan untuk mewarnai bibir dengan sentuhan artistik sehingga dapat mengingkatkan estetika dalam tata rias wajah. Kesumbakeling (Bixa orellana L.) merupakan salah satu tanaman yang hasil pigmennya dapat digunakansebagai pewarna alami karena mengandung pigmen utama golongan di-apokarotenoid yaitubixin dan norbixin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan air kapursebanyak 30% pada ekstrak etanol biji kesumba keling terhadap sifat fisik dan kimia lipstik.Pengujian terhadap sediaan lipstik yang dibuat meliputi pemeriksaan sifat fisik dan kimiameliputi organoleptis, pH, titik leleh, kekuatan, intensitas warna dan homogenitas sertapengujian iritasi. Hasil pemeriksaan sifat fisik dan kimia menunjukkan bahwa lipstik yangdihasilkan memiliki tekstur yang halus, kurang memberikan kesan kilau pada lipstik, meratasaat pengolesan, memiliki bau khas serta berwarna merah. Lipstik yang dihasilkan jugamemiliki pH 5,31, titik leleh 52,33C, kekuatan 40 gram, intensitas warna dengan absorbansi0,224 dan memiliki susunan homogen serta tidak menyebabkan iritasi. Kesimpulan daripenelitian ini yaitu penambahan air kapur 30% pada sediaan lipstik ekstrak etanol biji kesumbakeling (Bixa orellana L.) memberikan pengaruh terhadap sifat fisik dan kimia sediaan lipstiktersebut. oKata kunci: lipstik, Bixa orellana L., air kapur, sifat fisik dan kimia
FORMULASI SEDIAAN SALEP MADU KELULUT (Heterotrigona itama) DAN ADEPS LANAE TERHADAP STABILITAS SIFAT FISIK SEDIAAN SELAMA MASA PENYIMPANAN ., Nurul Fikri
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.52 KB)

Abstract

Salah satu sediaan farmasi yang mudah dalam penggunaanya adalah salep. Salepmerupakan sediaan farmasi yang paling cocok untuk tujuan pengobatan pada kulit karenakontak antara obat dengan kulit lebih lama. Sediaan salep yang baik harus memenuhi kriteriapersyaratan sifat fisik dan stabil selama penyimpanan. Bahan alam yang memiliki aktivitasantibakteri adalah madu kelulut (Heterotrigona itama). Madu kelulut (Heterotrigona itama)telah terbukti memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan enam spesies bakteri termasukterhadap Staphylococcus aureus asal Australia. Semakin tinggi kadar madunya maka semakinbesar daya hambat terhadap bakterinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanastabilitas fisik sediaan salep berbasis adeps lanae yang dikombinasikan dengan zat aktif madukelulut (Heterotrigona itama) dan mengetahui konsentrasi basis adeps lanae yang memberikansifat fisik salep madu (Heterotrigona itama) yang paling baik. Sediaan salep madu kelulutdiformulasikan menggunakan basis adeps lanae yang dibuat dengan zat aktif F 60%, dan diujistabilitas sifat fisiknya yang meliputi uji organoleptis dan homogenitas, uji daya sebar, uji dayalekat, dan uji daya proteksi kemudian dianalisis statistik menggunakan SPSS. Hasil ujiANOVA pada daya sebar dan daya lekat salep menunjukan bahwa terdapat perbedaansignifikan pada F 60% dilihat dari sig (p<0,05). Hasil uji stabilitas sifat fisik menujukan bahwaformula memiliki stabilitas sifat fisik yang memenuhi persyaratan dan mampu memberikanproteksi terhadap kulit.Kata kunci: Salep, Heterotrigona Itama, Adeps Lanae, Stabilitas Sifat Fisik
SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK AIR DAUN BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola L.) ., Maudy Septiani Abtian
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.567 KB)

Abstract

Belimbing manis merupakan salah satu tumbuhan dari genus Averrhoa.Indonesia adalah salah satu produsen utama belimbing manis. Penelitian inidilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder daunbelimbing manis. Senyawa metabolit sekunder diperoleh dari proses ekstraksi yaituinfundasi. Hasil penapisan fitokimia pada ekstrak daun belimbing manismengandung alkaloid, flavonoid, tanin dan fenol.Kata kunci: Belimbing manis (Averrhoa carambola L.), fitokimia
ANALISIS HUBUNGAN INFEKSI DAN KEJADIAN RELAPS PADA PASIEN ANAK SINDROM NEFROTIK YANG MENGGUNAKAN KORTIKOSTEROID DI RSUD DOKTER SOEDARSO PONTIANAK ., Miftahurrachmah
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.91 KB)

Abstract

Terapi inisial sindrom nefrotik sesuai anjuran ISKDC adalahkortikosteroid. Infeksi dapat mempengaruhi relaps. Adapun tujuan dari penelitianini untuk mengetahui karakteristrik dan hubungan infeksi dengan relaps padapasien anak sindrom nefrotik di RSUD Dokter Soedarso Pontianak. Metodepenelitian observasional dengan rancangan potong lintang yang bersifat analitik.Pengumpulan data secara retrospektif dengan menggunakan data rekam medispasien anak sindrom nefrotik periode Januari 2016-Desember 2018, kemudiandata diolah dengan Statistical Package for the Social Sciences dan uji KhiKuadratdengan taraf kepercayaan 95%. Hasil dari penelitian ini menunjukkankarakteristik pasien yang mengalami relaps adalah berjenis kelamin laki-laki,umur ≥ 5 tahun, edema anasarka, disertai infeksi. Secara statistik antara infeksidan relaps tidak didapatkan hubungan yang signifikan (P=0,361; OR= 3,75; CI95%=0,54-26,045). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa kejadian relaps tidakdipengaruhi oleh infeksi.Kata kunci: Infeksi, kortikosteroid, relaps, sindrom nefrotik
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA BERDASARKAN METODE PRESCRIBED DAILY DOSE (PDD) PADA ANAK DI RAWAT INAP PUSKESMAS SIANTAN HILIR PONTIANAK PERIODE JULI – DESEMBER 2016 ., Chintya Vascarya
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.968 KB)

Abstract

Antibiotika merupakan obat yang paling sering diresepkan untuk kelompokpasien anak yakni sebesar 76 % menurut Profil Kesehatan Indonesia. Tingginyapenggunaan antibiotika berpotensi menimbulkan irasionalitas yang dapat menyebabkanresistensi antibiotika. Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan antibiotika padapasien anak rawat inap di Puskesmas Siantan Hilir Pontianak dengan metode PrescribedDaily Dose (PDD). Penelitian ini menggunakan rancangan observasional deskriptifmenggunakan data kuantitatif dan pengambilan data secara retrospektif. Data diperolehdari rekam medik meliputi profil pasien, diagnosis, dan penggunaan antibiotika. Datakemudian diolah secara deskriptif dan data kuantitas penggunaan antibiotika dihitungdengan menggunakan rumus PDD (Prescribed Daily Dose). Terdapat diagnosispenyakit infeksi utama yang paling banyak ditemukan yaitu demam tifoid dan terdapat 7jenis antibiotika yang di resepkan di Puskesmas Siantan hilir yaitu sefotaksim,seftriakson, sefadroksil, amoksisilin, ampisilin, kotrimoksasol dan kloramfenikol. Diketahui bahwa sefotaksim merupakan jenis antibiotika terbanyak yang diresepkanpada pasien anak di Puskesmas Siantan Hilir Pontianak periode Juli – Desember 2016dengan nilai PDD (Prescribed Daily Dose) berdasarkan kelompok berat badan anak(<10 kg, 10-25 kg, >25 kg) sebesar 0,9 gram/hari; 1,3 gram/hari; dan 2 gram/hari. Kata kunci: antibiotika, Prescribed Daily Dose (PDD), pediatri
PROFIL KARAKTERISTIK PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN TERAPI ANTIRETROVIRAL DI KLINIK CST RSJD SUNGAI BANGKONG PONTIANAK ., Safitri Caesaria
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.262 KB)

Abstract

Human immunodeficiency virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS)merupakan salah satu penyakit infeksi menular seksual yang kronik. HIV/AIDS sampai saatini belum bisa disembuhkan, namun replikasi virus dapat dihambat menggunakan obatantiretroviral (ARV). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pasienHIV/AIDS dan Antiretroviral yang digunakan di RSJD Sungai Bangkong Pontianak.Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental menggunakan metode potong lintang.Pengumpulan data dilakukan secara prospektif menggunakan rekam medik pasien sebagaidata primer. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien HIV/AIDS di RSJD SungaiBangkong Pontianak. Adapun sampel dalam penelitian ini yaitu pasien HIV/AIDS di klinikCST RSJD Sungai Bangkong Pontianak yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian dilakukanpada bulan Desember 2018 – Januari 2019 di klinik CST RSJD Sungai Bangkong Pontianak.Hasil penelitian karakteristik pasien yang paling banyak adalah laki-laki (92 %) Kelompokusia pasien paling banyak pada kategori usia 25-49 tahun (68%). Tingkat pendidikan terakhirpasien yang paling banyak SMA/Sederajat (62%). Lamanya pasien menderita penyakit palingbanyak ada pada kelompok 0-5 tahun (88%), dan kadar limfosit CD4 pasien yang palingbanyak berada pada rentang 350-499 (sel/mm) sebanyak 30%. Antietroviral yang digunakanAZT + 3TC + NVP (44%), disusul dengan kombinasi TDF + 3TC +EFV (40%) dan AZT +3TC + EFV (14%) terakhir kombinasi TDF + 3TC + NVP (4%). Kesimpulan penelitian inididapatkan bahawa pasien HIV/AIDS di klinik CST RSJD Sungai Bangkong Pontianak 3bervariasi dan jenis antiretroviral yang digunakan pada pasien HIV/AIDS di klinik CST RSJD Sungai Bangkong Pontianak sebagai lini pertama adalah TDF, 3TC, AZT, EFV, NVP.Kata kunci: HIV/AIDS, Antiretroviral, Karakteristik
FORMULASI SEDIAAN GEL ANTISEPTIK FRAKSI POLAR DAUN KESUM (Polygonum minus Huds) ., Syari Wahyuni Ansiah
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 1, No 1 (2014): Naskah Publikasi Mahasiswa Farmasi Untan
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1537.634 KB)

Abstract

Antiseptic is usually use to against microorganism at the surface of body.One of the plant that has antibacterial activity is kesum (Polygonum minus Huds).The purpose of this experiment is to know which antiseptic gel containing polarfraction of kesum leaves that show the best antiseptic power and physic andchemical stability.This research included antibacterian activity test of polarfraction, formulation gel of polar fraction, effectivity test of polar fraction gel andstability test. Data that has been analyzed statistically by using One Way ANOVAtest. The test result showed that kesum leaves polar fraction at concentration 5%,10% dan 15% gave antibacterial activity and then they were formulated inantiseptic gel product. The result showed that kesum leaves polar fraction gel hadantiseptic power. The three gels had similar stability in organoleptic test. Gel IIIwith 15% concentration of polar fraction underwent the least of viscositydecreasing. Gel II with 10% concentration of polar fraction underwent the least ofthicking ability decreasing, pH, and spread ability increasing. Keyword : kesum leaves, gel, antiseptic, Escherichia coli
OPTIMASI LAMA PENGADUKAN TERHADAP UKURAN PARTIKEL DALAM PREPARASI MICROSPHERES DOMPERIDON DENGAN POLIMER HPMC K4M ., Nora Nurlina Sinaga
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.329 KB)

Abstract

Microspheres merupakan mikropartikel sferik yang memiliki diameter 1-1000 µm.Salah satu keuntungan bentuk microspheres ialah dapat meningkatkan bioavaibilitas obat.Domperidon sebagai antiemetik dilaporkan memiliki bioavaibilitas rendah yaitu sekitar 1315%,sehingga cocok untuk dibuat dalam bentuk sediaan microspheres. Karakteristikmicrospheres dipengaruhi oleh beberapa faktor. Teknik preparasi berupa lama pengadukandapat mempengaruhi karakterisasi microspheres yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hasil optimasi lama pengadukan terhadap karakteristik microspheresdomperidon dengan polimer HPMC K4M berupa ukuran partikel. Metode pembuatanmicrospheres domperidon dengan metode solvent evaporation. Pengujian yang dilakukanmencakup pengamatan organoleptis dan pengukuran ukuran partikel. Hasil pengujian optimasilama pengadukan dianalisis dengan menggunakan SPSS Independent-Samples T Testmenunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar ukuran partikel. Pengamatan organoleptismicrospheres domperidon dengan polimer HPMC K4M berupa serbuk berwarna putih dan tidakberbau.Kata kunci: domperidon, HPMC K4M, microspheres, lama pengadukan