cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
OPTIMASI MELTING TEMPERATURE PRIMER DEGENERATE PADA SUHU 60°C GEN ERM(T) (ERYTHROMYCIN RIBOSOME METHYLASE) YANG RESISTENSI TERHADAP BAKTERI Streptococcus pyogenes ., Karina Mawarnursavira
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.82 KB)

Abstract

Resistensi eritromisin ditandai dengan adanya gen erm(T) yang mengkode terjadinyaresistensi. Gen ini terletak di plasmid bakteri Streptococcus pyogenes. Gen erm(T)menyebabkan terbentuknya enzim metilase yang akan memodifikasi adenin pada 23S rRNA,sehingga obat sulit berikatan dengan subunit ribosom 50S bakteri. Pendeteksian resistensidapat dilakukan dengan metode PCR yang membutuhkan primer dengan spesifitas tinggisebagai bahan utama. Optimasi melting temperature pada desain primer bertujuan untukmendapatkan primer dengan spesifitas yang tinggi. Metode yang digunakan yaitu kajianmolekuler secara in silico berbasis bioinformatika menggunakan NCBI untuk mengambildata nukleotida. Optimasi melting temperature dan perancangan primer dilakukan denganmenggunakan Prime3Plus. Data sekuensing dianalisis dengan menggunakan OligoAnalyzer3.1 Primer dirancang berdasarkan data GenBank: NC_019252.1. Satu pasang primer terbaikdidapatkan dari lima kandidat primer hasil optimasi pada suhu optimum 60°C. Susunannukleotida primer forward yaitu 5‟– ACCGCCATTGAAATAGATCC–„3 dan primer reverse5’–CGAGCTATT AACTCTAGGTTTTGG – „3. Amplikon pasangan primer terbaik yaitu351bp. Primer forward memiliki panjang basa 20bp, nilai Tm 60,1°C, % GC sebesar 45 % ,hairpin dengan nilai ΔG = 0,63 kcal/mol, self dimer dengan nilai ΔG = -4.62 dan primerreverse dengan panjang 24 bp, Tm 60,9 °C, % GC sebesar 41,7 % , hairpin dengan nilai ΔG= -1,4 kcal/mol, self dimer dengan nilai ΔG = -6.34 serta cross dimer dengan ΔG = - 5,98kcal/mol. Pasangan primer terbaik terdapat pada kandidat primer kedua dengan meltingtemperature optimum 60°C. Kata Kunci : Melting temperature, gen erm(T), Streptococcus pyogenes, desain primer
PENETAPAN KADAR TOTAL FENOLIK DAN FLAVONOID FRAKSI BUTANOL DAN FRAKSI AIR DARI EKSTRAK ETANOL RIMPANG ACORUS SP. ., Hendri Firnando
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.954 KB)

Abstract

Jeringau merah (Acorus sp.) merupakan salah satu tanaman tradisional yang secara empiris digunakan oleh masyarakat suku Dayak Kalimantan Barat untukmengobati luka luar karena diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang memilikikemampuan meredam radikal bebas. Tanaman ini juga diketahui memiliki senyawafenol dan flavonoid. Kandungan senyawa fenolik maupun flavonoid pada fraksi airdan fraksi butanol rimpang jeringau merah telah dilakukan menggunakan instrumenspektrofotometri UV-Visibel. Penentuan kadar flavonoid dilakukan dengan metodeChang sedangkan penentuan kadar fenolik dilakukan dengan metode FolinCiocalteaudengantujuanmengetahuikandungantotalflavonoiddanfenolikdarifraksiairdanfraksi butanol dari ekstrak etanol rimpang Jeringau merah (Acorussp.). Total flavonoid pada fraksi air dan fraksi butanol dari ekstrak etanol rimpangjeringau merah masing-masing adalah 6,160±0,199 dan 6,880±0,134 mg QE/gramfraksi, sedangkan total fenol dari masing-masing fraksi adalah 136,090±2,390 dan101,111±2,281 mg GAE/gram fraksi.Kata Kunci: Rimpang Acorus sp., Flavonoid, Fenol
Penentuan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Bambu (Bambusa vulgaris) terhadap Bakteri Salmonella typhi Secara In Vitro ., Mariah Ulfa
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.284 KB)

Abstract

Daun Bambusa vulgaris banyak dimanfaatkan masyarakat dalam bidang kesehatan. Daun Bambusa mengandung fenol dan flavonoid yang telah terbukti memiliki aktivitas antibakteri.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun Bambusavulgaris pada bakteri Salmonella typhi penyebab penyakit infeksi saluran pencernaan yaitudemam typoid. Penentuan aktivitas antibakteri daun Bambusa vulgaris menggunakan metodedifusi cakram Kirby-Bauer dengan konsentrasi 20; 40; 60; 80; 100; 120 mg/mL. Hasil aktivitasantibakteri Salmonella typhi yaitu 120 mg/mL dengan rata-rata zona hambat 13,42 mm ± 0.06.Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol daun bambu (Bambusa vulgaris) memiliki aktivitas antibakteri pada bakteri Salmonella typhi yaitu 120 mg/mL. Kata kunci: Aktivitas Antibakteri; Bambusa vulgaris; Salmonella typhi.
Pengaruh Konsentrasi Polivinil Alkohol (PVA) Terhadap Efisiensi Penjerapan Amlodipin Besilat Dalam Mikrosfer ., Rebekka Diana Tampubolon
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.683 KB)

Abstract

Amlodipin besilat (AB) merupakan salah satu obat antihipertensi yang efektif digunakan,bekerja dengan memblok kanal kalsium (Calcium Cannel Blocker) serta memiliki waktu kerja yanglama (long acting). Mikrosfer merupakan salah satu sistem yang digunakan untuk meningkatkanstabilitas dan mengontrol pelepasan obat. Agen penstabil yang digunakan dalam pembuatanmikrosfer dapat mempengaruhi bentuk, berat rendemen, dan persen efisiensi penjerapan (% EE)mikrosfer yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatankonsentrasi agen penstabil Polivinil Alkohol (PVA) terhadap persen efisiensi penjerapan (% EE)mikrosfer AB. Pembuatan mikrosfer dilakukan menggunakan metode penguapan pelarut denganmencampurkan AB dan Acrycoat S100 (1:4) dalam variasi PVA 0,05%, 0,25%, 0,5%, 1%, dan 1,5%.Efisiensi penjerapan ditentukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Efisiensi penjerapan yangoptimum diperoleh dari konsentrasu PVA 1% sebesar 56,90 ± 3,62.Kata Kunci: Mikrosfer, Amlodipin besilat, PVA, Acrycoat S100, Efisiensi Penjerapan
PENGARUH PENAMBAHAN TEA (TRIETANOLAMINE) TERHADAP Ph BASIS LANOLIN SEDIAAN LOSIO ., Sehro
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.068 KB)

Abstract

Trietanolamin (TEA) dalam sediaan topikal yaitu losio digunakan sebagaibahan pengemulsi dan juga alkalizing agent. Untuk memperoleh sediaan losio makaterlebih dahulu membuat basis losio yang stabil dan homogen serta tetapmemperhatikan Ph basis losio agar sediaan losio yang dihasilkan tidak mengiritasikulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan TEA terhadapPh basis lanolin sediaan losio. Penelitian terdiri dari tiga formula yaitu F1 (tanpapenambahan TEA), F2 (TEA 0,1%) dan F3 (TEA 0,4%). Ketiga formula tersebutdilihat pengaruh penambahan TEA terhadap Ph basis losio. Berdasarkan hasilpenelitian yang diperoleh diketahui bahwa basis losio tanpa penambahan TEA (F1)memiliki Ph 6,43 dan konsistensi basis losio yang dihasilkan kental seperti krim, F2(TEA 0,1%) memiliki Ph 7,42 tidak kental, dan F3 ( 0,4%) memiliki Ph 8,13 dankonsistensi basis losio yang dihasilkan tidak kental. Hasil pengukuran Phmenunjukkan bahwa penambahan TEA dapat mempengaruhi Ph dari basis losio.
VIRTUAL SCREENING STRUKTUR MODIFIKASI SIMVASTATIN TERHADAP ENZIM HMG-COA REDUKTASE MENGGUNAKAN METODE DOCKING ., Suatowijaya
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.78 KB)

Abstract

LATAR BELAKANG : Simvastatin merupakan obat antihiperlipidemia linipertama yang sering diresepkan. Mekanisme kerja simvastatin dengan menghambat3-hydroxy-3-methylgutaryl coenzim A reductase (HMGCR) sehingga kadarkolesterol intraseluler turun, ekspresi reseptor LDL pada sel hati mengalami upregulasi,mengakibatkankadarLDL pada darah rendah. TUJUAN : Tujuan daripenelitian ini ialah untuk mengetahui afinitas dari struktur hasil modifikasisimvastatin terhadap enzim HMGCR dan mengetahui kemampuan permeabilitassenyawa hasil modifikasi berdasarkan hukum Lipinski. METODE : Penelitiandilakukan secara in silico menggunakan metode docking. Program yang digunakanyaitu AutoDock Vina, ChemOffice dan Discovery Studio serta menggunakan ujiANOVA untuk menganalisis data. HASIL : Hasil analisis menunjukan nilai Log P< 5, nilai BM < 500 Dalton, jumlah H donor < 5 dan jumlah H Aseptor < 10. NilaiLog P, BM, H Donor dan Akseptor dari semua ligan dan kontrol positif berturutturut 4,04;398,56Dalton;1dan4(Ligan1), 2,5;410,94Dalton;1dan4(Ligan2),3,79;436,56Dalton;1dan4(Ligan3),4,39;418,27Dalton;1dan4(Simvastatin).NilaiafinitasketigaligandansimvastatinterhadapHMGCRberturut-turutialah8,0;-8,2;-9,1dan-7,9kkal/mol.KESIMPULAN:KesimpulandaripenelitianiniadalahLigan1,2dan3memenuhihukumLipinskisehinggamemilikikemampuanpermeabilitasyang baik dan semua menunjukan nilai afinitas yang berbedasignifikan terhadap simvastatin dan diprediksi ligan yang dapat berkontribsuisebagai anti hiperlipidemia ialah ligan 3.Kata Kunci : Antihiperlipidemia, Modifikasi Struktur, Simvastatin
GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DAN PTO (PERMASALAHAN TERKAIT OBAT) PASIEN ISPA (INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT) ANAK RAWAT INAP DI RSUD dr. SOEDARSO PONTIANAK TAHUN 2017 ., Yulita Ananda Utami
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.545 KB)

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) termasuk salah satu penyebabutama morbiditas dan mortalitas penyakit menular didunia. ISPA merupakaninfeksi saluran pernapasan akut yang menyerang bagian saluran atas dan bawahsecara stimulun atau berurutan. Antibiotik merupakan golongan obat yang paling banyak digunakan untuk mengatasi infeksi ini. Dalam kenyataannya antibiotik banyak diresepkan untuk infeksi ini. Penggunaan yang salah terhadap penggunaanantibiotik menyebabkan pasien tidak sembuh. Penelitian ini bertujuan mengetahuigambaran penggunaan antibiotik dan permasalahan terkait obat kategoriketidaktepatan pemilihan obat, dosis rendah dan dosis tinggi. Penelitian inimerupakan penelitian observasional dengan rancangan studi potong lintang (crosssectional) yang bersifat deskriptif dan berdasarkan catatan medik pasien. Hasilpenelitian diperoleh pasien sebanyak 56 pasien. Karakteristik pasien menunjukaanbahwa penggunaan antibiotik paling banyak usia balita (0-5 tahun) sebesar83,93%. Jenis kelamin baik laki-laki dan perempuan sebesar 50%. Diagnogsapaling banyak ISPA Bawah yaitu Pneumonia sebesar 54,58%. Golonganantibiotik yaitu sefalosporin generasi III sebesar 54,67%.. Permasalahan terkaitobat kategori ketidaktepatan pemilihan obat sebesar 29,16%, kategori dosisrendah sebesar 2,08% dan kategori dosis tinggi sebesar 89,58%. Kesimpulan daripenelitian ini adalah antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu golongansefalosporin generasi III sedangkan Permasalahan Terkait Obat kategoriKetidaktepatan Pemilihan obat dan kategori dosis rendah <50% dan kategori dosis lebih >50%.Kata kunci: Infeksi Saluran Pernafasan Akut, Antibiotik, PermasalahanTerkait Obat
KAJIAN PENGGUNAAN OBAT OFF-LABEL PADA RESEP ANAK DI POLIKLINIK ANAK RSUD SULTAN SYARIEF MOHAMAD ALKADRIE PONTIANAK ., Setia Nuradha
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.825 KB)

Abstract

Populasi anak sangat beresiko mendapatkan peresepan obat off-label disebabkan kekhususankondisinya.penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan obat off-label indikasi pada pasien anakusia 0-12 tahun di Poliklinik anak RSUD Sultan Syarief Mohamad Alkadrie Pontianak tahun 2017.Penelitianini merupakan studi diskriptif dengan pengambilan data rekam medik pasien anak yang dilakukan secararetrospektif. Total penggunaan obat dari 94 peresepan adalah 208 obat. Pengkajiaan dilakukan menggunakanMIMS,ISO,Brosusr Obat. Hasil penelitian ini menunjukan penggunaan obat off-label indikasi 24%. Jenisobat yang paling dominan digunakan secara off-label indikasi antara lain Salbutamol 86% dan Ondansetron13%. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa penggunaan obat off-label cukup tinggi ,sehinggapengawasan terkait resiko penggunaan obat perlu dilakukan. Kata kunci: Off-label,anak,
OPTIMASI METODE PEMBUATAN GEL EKSTRAK ETANOL MENIRAN (Phyllanthus niruri L.) DENGAN GELLING AGENT VISKOLAM ., Utia Mufliha
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.459 KB)

Abstract

Sediaan gel yang baik dapat diperoleh dengan cara mengoptimasi metode pembuatan gel. Viskolam merupakan gelling agent yang sering digunakan dalamkosmetik karena dapat menghasilkan gel yang bening, mudah larut dalam air, dantidak meninggalkan lapisan yang menyumbat pori-pori kulit. Penelitian inibertujuan untuk memperoleh metode pembuatan gel ekstrak etanol meniran(Phyllanthus niruri L.) yang memiliki kestabilan secara fisika dan kimia yangsesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Formula gel dibuat dengan duametode dan dilakukan evaluasi sifat fisika dan kimia yang meliputi ujiorganoleptis, pH, daya sebar dan daya lekat. Hasil yang diperoleh dari evaluasisediaan gel menunjukkan metode (II) pembuatan gel ekstrak etanol meniran (P.niruri L.) stabil secara fisika dan kimia.Kata Kunci: Phyllanthus niruri L., Gel, Metode pembuatan
PROFIL PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI DI KALANGAN PEROKOK KOTA PONTIANAK ., Eka Putri Gassani
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.12 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian dini pada masyarakatdi dunia. Data Kemenkes RI tahun 2014 Kalimantan Barat menempati urutankeenam penderita hipertensi sebanyak 28,3%. Salah satu faktor risiko terjadinyahipertensi adalah gaya hidup seperti merokok. Penelitian ini bertujuan mengetahuikarakteristik responden dan golongan antihipertensi di kalangan perokok di KotaPontianak. Penelitian ini bersifat observasional dengan desain studi cross sectional.Pengambilan sampel dengan cara incidental sampling di 7 Puskesmas KotaPontianak. Data karakteristik responden dan golongan antihipertensi menggunakanrekam medis dan kuesioner. Jumlah responden penelitian sebanyak 76 pasien.Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian karakteristik usiaresponden yaitu 36-45 tahun 18,4%, 46-55 tahun 17,1%, 56-65 tahun 34,2%, >65tahun 30,3%. Tingkat pendidikan terakhir responden yaitu SD 5,20%, SMP15,80%, SMA 39,50%, Perguruan Tinggi sebesar 39,5%. Pekerjaan responden Eka Putri Gassani 1)2), Robiyanto, Inarah Fajriaty3)yaitu PNS 14,50%, wiraswasta 34,20%, pensiun 36,80%, lainnya 14,50%.Golongan antihipertensi yang digunakan yaitu Calcium Channel Blocker (CCB)sebanyak 76,3% pasien, Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEI) 18,3%,Beta Blocker 3,2%, Angiotensin II Receptor Blocker (ARB) 1,1%, Diuretiksebanyak 1,1%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa karakteristikresponden terbanyak di kalangan perokok yaitu usia 56-65 tahun, tingkatpendidikan terakhir SMA dan Perguruan Tinggi, pekerjaan pensiunan danantihipertensi yang banyak digunakan yaitu golongan CCB. Kata Kunci : Antihipertensi, Hipertensi, Merokok.