cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
UJI KARAKTERISTIK MAKROSKPIK JAMUR DERMATOFITA YANG TERDAPAT PADA ULKUS DIABETIKUM DERAJAT III DAN IV WAGNER ., Alfina Gita Azhari
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.341 KB)

Abstract

Latar belakang. Dermatofita merupakan jenis jamur yang dapat menginfeksijaringan berkeratin (rambut,kulit, atau kuku). Penderita diabetes yang terinfeksidermatofita dapat menyebabkan timbulnya radang dan kerusakan jaringan sehinggadapat memperparah ulkus dan meningkatkan resiko ganggren. Tujuan. Penelitianini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis jamur dermatofita secara makroskopikpada ulkus diabetikum derajat III dan IV Wagner. Metode. Uji yang dilakukanyaitu dengan melihat perbedaan ciri khas makroskopik pada media Potato DextroseAgar (PDA) Hasil. Uji secara makroskopik menunjukkan ciri khas kolonidermatofita yaitu Trichophyton mentagrophytes dengan bentuk koloni sepertikumpulan kapas, berwarna putih, dan hifa bercabang serta Trichophyton equinummemiliki koloni yang datar, berwarna putih, tekstur seperti beludru hingga sepertibulu halus. Kesimpulan. Berdasarkan uji secara makroskpik dapat diketahuiadanya spesies dermatofita yang teridentifikasi pada ulkus diabetikum derajat IIIdan IV Wagner yaitu Trichophyton mentagrophytes dan Trichophyton equinum. Kata Kunci : Identifikasi, Karakteristik , Dermatofita, Ulkus
PENGARUH LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT TERHADAP KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI KOTA PONTIANAK ., Ferryanto
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.744 KB)

Abstract

Kasus diabetes melitus (DM) di Kalimantan Barat menduduki peringkat 4 dari 10besar kasus penyakit tidak menular (PTM) dengan prevalensi 5,3%. Ketidakpatuhanmerupakan kunci dari terhambatnya kontrol glikemik darah, sehingga dibutuhkanintervensi dalam meningkatkan kepatuhan pasien DM. Kepatuhan yang meningkatberbanding lurus dengan keberhasilan terapi. Dapat dilihat dari adanya penurunankadar glukosa darah serta adanya peningkatan kualitas hidup pasien, sehinggaterhindar dari penyakit komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihatpengaruh pemberian layanan pesan singkat pengingat sebelum dan sesudahdiberikannya intervensi oleh peneliti untuk pasien DM Tipe II di Kota Pontianak.Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimental dengan mengambil data pasiensecara prospektif selama periode Desember 2018 hingga Januari 2019. Subyek daripenelitian ini sebanyak 91 pasien DM tipe II yang memenuhi kriteria inklusi. Pasienakan menerima layanan pesan singkat pengingat setiap hari selama 14 hari berturutturut.Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner kepatuhan MARS.Uji statistik Wilcoxon digunakan untuk menganalisis data pre dan post intervensi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian layanan pesan pengingat dapatmeningkatkan kepatuhan, dimana skor kepatuhan pre intervensi adalah 19,59±3,789,sedangkan pada post intervensi meningkat menjadi 21,37±2,610 dengan nilai p-value(0,000<0,05), setelah intervensi ini dihentikan. Dapat disimpulkan bahwa pemberianintervensi layanan pesan singkat pengingat efektif dapat meningkatkan kepatuhanminum obat pada pasien DM tipe II. Kata kunci: DM Tipe II, Kepatuhan, Layanan Pesan Singkat Pengingat, KuesionerMARS
GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH TULANG FRAKTUR TERBUKA EKSTREMITAS BAWAH DI RSUD DOKTER SOEDARSO PONTIANAK ., Yelda Aprilia
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.935 KB)

Abstract

Operasi bedah tulang berisiko terjadinya infeksi. Salah satu pencegahan infeksi pada saat operasibedah tulang dengan cara pemberian antibiotik profilaksis.Penelitian ini bertujuan untukmengetahui persentase penggunaan antibiotik profilaksis, waktu pemberian, dan lama penggunaanantibiotik profilaksis yang sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia(Permenkes RI) Nomor 2406/Menkes/Per/XII/2011 yang digunakan untuk mengatasi operasi bedahtulang fraktur terbuka ekstremitas bawah. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitianobservasional dengan rancangan studi potong lintang (cross sectional) yang bersifat deskriptif.Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan catatan rekam medik pasien rawat inapdi RSUD dr. Soedarso Pontianak tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia pasienpaling banyak pada kelompok 18-64 tahun sebanyak (88,16%) lebih banyak menjalani operasibedah tulang, cenderung terjadi pada laki-laki sebanyak (64,47%), antibiotik profilaksis yang palingbanyak digunakan adalah seftriaxone (94,74%), waktu pemberian antibiotik profilaksis selama 30menit sebelum insisi sebesar (65,79%) dengan lama pemberian antibiotik profilaksis dosis tunggalsebesar (92,11%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan antibiotik profilaksis padapasien bedah tulang fraktur terbuka ekstremitas bawah tidak sesuai. Namun waktu pemberian danlama pemberian antibiotik profilaksis sudah sesuai dengan Permenkes RI.Kata kunci : Bedah tulang, fraktur terbuka, antibiotik profilaksis, Permenkes RI
EVALUASI HARGA OBAT GENERIK BERLOGO DI APOTEK KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2017 ., Sintania
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.329 KB)

Abstract

Obat merupakan salah satu unsur penting dalam pelayanan kesehatan. Salah satu pertimbangandalam memilih obat adalah harga. Salah satu cara untuk meningkatkan keterjangkauan obat adalahdengan program obat generik berlogo. Rata-rata harga jual obat generik berlogo diduga lebih mahaldibandingkan dengan HET obat generik Kepmenkes 2105. Penelitian ini bertujuan untukmelakukann evaluasi harga jual obat generik berlogo di apotek Kabupaten Kubu Raya. Penelitianini non eksperimental berupa survey yang bersifat deskriptif, terhadap harga jual obat generikberlogo di 21 apotek Kabupaten Kubu Raya. Pengumpulan daftar harga obat dilakukan melaluiobservasi terhadap lembar form nama dan harga jual obat generik berlogo. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa rasio harga jual obat generik berlogo 1,24 kali lebih mahal (rentang 0,63-4,55)dari HET obat generik Kepmenkes 2015. Rata-rata harga jual obat generik berlogo terendah dantertinggi 1,25 kali lebih mahal (rentang 0,2-6,43) dari HET obat generik Kepmenkes 2015. Kata kunci: Evaluasi harga obat, Harga jual obat generik berlogo, HET obat generik Kepmenkes2015
Karakterisasi dan Skrining Fitokimia Infusa Kulit Buah Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) pada Variasi Usia Kematangan Buah ., Calvin Leonardy
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.548 KB)

Abstract

Penelitian mengenai karakterisasi dan skrining fitokimia infusa kulit buah nanas(Ananas comosus (L.) Merr.) pada variasi usia kematangan buah telah dilakukan.Infusa dibuat dengan kulit buah nanas pada variasi usia kematangan Level 1 (3bulan), Level 3 (4-5 bulan) dan Level 5 (5-6 bulan). Hasil infusa masing-masingdilakukan freeze-drying dan diperoleh bentuk serbuk. Hasil parameter spesifikmenunjukkan warna coklat, rasa asam, serta berbau khas, dengan kandungansenyawa larut dalam air masing-masing sebesar 82,27%, 82,43% dan 85,52%untuk Level 1, 3 dan 5. Kandungan senyawa larut etanol masing-masing sebesar66,72%, 63,31% dan 71,51% untuk Level 1, 3 dan 5. Hasil parameter nonspesifiksusut pengeringan masing-masing sebesar 18,58%, 15,93% dan 12,22% untukLevel 1, 3 dan 5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk infusa kulit buahnanas dari tiap variabel masing-masing mengandung flavonoid, fenol, tanin,saponin dan steroid.Kata Kunci : Infundansi, karakterisasi, nanas, skrining fitokimia, usiakematangan buah.
PENGARUH PEMBERIAN EKTRAK ETANOL DAUN SIMPUR (Dillenia indica Linn) TERHADAP INDEKS ORGAN JANTUNG, HATI DAN LAMBUNG PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus L.) GALUR WISTAR ., Nasrullah
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.253 KB)

Abstract

Simpur (Dillenia indica Linn) merupakan tanaman yang digunakan secara empiris sebagai obattradisional. Daun simpur memiliki nilai LD50 lebih dari 5000 mg/kgBB yang dapat dikategorikanpraktis tidak toksik sehingga tanaman ini berpotensi untuk dikembangkan. Namun, belum tersediainformasi mengenai keamanan terhadap penggunaan ekstrak etanol daun simpur (EEDS) yangdigunakan secara berulang selama 28 hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan dosis dan toksisitas pada pemberian oral secara berulang ekstrak etanol daun bintangurselama 28 hari terhadap perubahan indeks organ jantung, hati dan lambung pada tikus putih (Rattusnorvegicus L.) galur wistar. Daun simpur diekstraksi menggunkan metode maserasi dengan pelarutetanol 96%. Hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok yang terdiri dari 7 ekor tikus jantan dan tikusbetina. Induksi dan pengamatan dilakukan selama 28 hari untuk kelompok kontrol dan dosis,sedangkan kelompok satelit hanya dilakukan pengamatan yang dilebihkan 14 hari untukmengamati efek reversibilitas. Pengujian toksisitas subkronik dilakukan dengan pemberian dosiskontrol, dosis 100 mg/kgBB, dosis 400 mg/kgBB, dosis 1000 mg/kgBB, satelit dosis 1000mg/kgBB dan dosis satelit kontrol. Hewan uji dideterminasi dan dibedah untuk mengamati indeksorgan jantung, hati dan lambung. Hasil pengamatan data indeks organ tikus jantan menunjukkanbahwa adanya kenaikan indeks organ yang signifikan pada organ hati kelompok satelit dosis atas 1000 mg/KgBB sedangkan pada organ jantung dan lambung tidak terjadi perbedaan yangsignifikan. Hasil yang diperoleh pada data indeks organ tikus betina menunjukkan adanya kenaikanindeks organ hati secara signifikan pada kelompok dosis 1000 mg/KgBB yang diberikan ekstraketanol daun simpur terhadap kelompok kontrol, sedangkan pada organ jantung dan lambung tidakterjadi perbedaan yang signifikan. Kesimpulannya pemberian EEDS secara berulang selama 28hari relatif aman terhadap organ jantung dan lambung, akan tetapi pada indeks organ hati tikusjantan dan betina mengalami peningkatan pada dosis 1000 mg/KgBB bersifat irreversibel. Kata Kunci : Ekstrak etanol daun simpur, indeks organ, jantung, hati, lambung, toksisitassubkronik
EVALUASI PENERAPAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK-APOTEK KECAMATAN PONTIANAK BARAT TAHUN 2018 ., Diajeng Alam Nasyrah
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.735 KB)

Abstract

Penerapan pelayanan kefarmasian oleh apoteker sebagai profesi yang bertanggung jawabterhadap penyelenggaraan kefarmasian di apotek belum sepenuhnya dilaksanakan. Oleh karena itu,apoteker dituntut untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan dan mengubahperilaku kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan standarpelayanan kefarmasian di apotek Kecamatan Pontianak Barat berdasarkan Permenkes RI No. 73Tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di apotek. Penelitian ini menggunakan rancanganpenelitian non-eksperimental deskriptif dengan pendekatan potong lintang (cross sectional).Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sehingga melibatkan 13 apotek yangmemenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan cara wawancara menggunakan lembarpedoman wawancara kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan standarpelayanan kefarmasian di apotek tempat penelitian pada pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan,bahan medis habis pakai sebesar 88% tergolong sangat baik, penerapan standar pelayanan farmasiklinik sebesar 77% tergolong baik, dan penerapan standar sumber daya kefarmasian sebesar 85%tergolong sangat baik. Kesimpulannya apotek-apotek di Kecamatan Pontianak Barat belumsepenuhnya menerapkan standar pelayanan kefarmasian di apotek berdasarkan Permenkes RI No.73Tahun 2016Kata Kunci: PERMENKES RI No. 73 Tahun 2016, pelayanan kefarmasian, Pontianak Barat
UJI EFEK PENYEMBUHAN LUKA SAYAT EKSTRAK IKAN TOMAN (Channa micropeltes) SECARA ORAL PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN ., Oka Jaya Murdani
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.117 KB)

Abstract

Ikan toman (Channa micropeltes) banyak dijumpai di Kalimantan Barat dan masyarakat mengkonsumsinya untuk mempercepat penyembuhan luka. Ikan toman mengandung protein (albumin) dan asam lemak yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka sayat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penyembuhan luka sayat ekstrak ikan toman yang diberikan secara oral pada tikus yang di induksi streptozotocin. Enambelas sampel ekor tikus Wistar di induksi dengan streptozotocin. Setelah dinyatakan diabetes hewan dibagi menjadi kelompok dosis 4 mL/KgBB, dosis 8 mL/KgBB, dosis 16 mL/KgBB tikus dan kontrol negatif. Dalam penelitian ini ditambahkan kelompok normal efek penyembuhan luka  yang tidak diinduksi streptozotocin. Tikus diberi luka sayat dan diamati pada hari ke-1, 3, 5, 7, 9, dan 11. Luas area luka diukur dengan program Macbiophotonic Image J. Analisis data menggunakan One Way Anova dan Post Hoc Test. Dari hasil analisis terdapat perbedaan yang signifikan pada hari ke-7 (p<0,05) antara tiap kelompok uji. Hal ini mengindikasikan bahwa pemberian ekstrak ikan toman secara oral memiliki efek penyembuhan. Dosis 16 ml/kg BB memiliki efek penyembuhan luka tercepat dengan rata-rata persentase 96,625%  dibandingkan dengan dosis 8 ml/kg BB 93,675%, dosis 4 ml/kg BB tikus 88,675%, kontrol normal 73,475%, dan kontrol negatif 67,575% pada hari ke-11.
Uji Identifikasi Senyawa Kuersetin Dalam Ekstrak N-Heksan Daun Senggani (Melastoma malabathricum L.) Menggunakan Metode Kromatogafi Lapis Tipis. ., Rizki Aulia Rahmaheni
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.117 KB)

Abstract

Senggani(Melastoma malabathricum L) merupakan salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Penelitian terhadap daun senggani menunjukkanadanya aktivitas antioksidan pada ekstrak n-heksan daun senggani dengan nilai IC50 sebesar20,49 ppm dan persen inhibisi sebesar 76,26%.Kandungan senyawa kimia yang terdapatdalam ekstrak n-heksan daun senggani adalah flavonoid, triterpenoid, saponin, dan steroid.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa flavonoid dalam ekstrak n-heksandaun senggani menggunakan metode Kromatografi lapis tipis (KLT) dengan BAA sebagaieluen. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi sehingga diperoleh ekstrakkental n-heksan daun senggani, dan dilanjutkan uji identifikasi menggunakan KLT dengankuersetin sebagai pembanding. Hasil penelitian diperoleh kuersetin memiliki jarak noda 6,2cm, dan jarak eluen 6,5 cm dengan nilai Rf 0,953 dan ekstrak n-heksan memiliki jarak noda6,3 cm dan jarak eluen 6,5 dengan nilai Rf 0,967. Kata Kunci: Daun Senggani, Ekstrak, KLT.
Identifikasi Bakteri Propionibacterium acnes yang Berasal dari Ulkus Diabetikum Derajat III dan IV Wagner ., Fenny Dwi Lestari
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.185 KB)

Abstract

Abstrak Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi DM (Diabetes Melitus) yang palingsering ditemukan. Bakteri masuk merupakan awal terjadinya ulkus diabetikum dan kadar glukosayang tinggi di dalam darah merupakan tempat yang strategis untuk bakteri berkembang denganbaik. Bakteri yang terdapat pada ulkus diabetikum merupakan gabungan dari bakteri aerob dananaerob. salah satu bakteri anaerob yang menginfeksi ulkus diabetikum adalahPropionibacterium acnes. Tujuan : untuk mengetahui bakteri Propionibacterium acnes terdapatpada pasien ulkus diabetikum derajat III dan IV Wagner di Klinik Kitamura Pontianak. Metode :Sampel diambil melalui usapan luka (swab) sebanyak 24 pasien ulkus diabetikum. Sampelapusan luka diinokulasikan pada media Blood Agar Plate (BAP). Identifikasi bakteri dilakukandengan uji biokimia dan uji pewarnaan. Hasil : bakteri Propionibacterium acnes teridentifikasipada ulkus diabetikum. Kesimpulan : adanya infeksi bakteri Propionibacterium acnes yangterdapat pada ulkus diabetikum derajat III dan IV Wagner.Kata Kunci : Ulkus diabetikum, Propionibacterium acnes, identifikasi