cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
HUBUNGAN EDUKASI CARA PENGGUNAAN INSULIN TERHADAP KEJADIAN HIPOGLIKEMIA PADA PASIEN DM TIPE 2 DI POLIKLINIK RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK ., Sutri Harjani
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.6 KB)

Abstract

Diabetes Melitus penyakit kronik dengan gangguan metabolisme insulin. Pasien diabetes yang tidak terkontrol gula darahnya dengan menggunakan OHO atau HbA1c masih diatas 9%disarankan untuk menggunakan insulin agar kadar gila darah tercapai optimal. Tujuannyapenelitian ini untuk mengetahui persentase tingkat pengetahuan pasien DM tipe 2 sebelum dansesudah diberi edukasi pelatihan penyuntikan insulin dan untuk mengetahui pengaruh edukasi carapenggunaan insulin dengan kejadian hipoglikemia pada pasien DM tipe 2. Penelitian inimenggunakan metode eksperimental dengan rancangan Pre-eksperimental one group pretes-postesyang bersifat analitik. Data dikumpulkan secara retrospektif berdasarkan data pretes-postesedukasi cara penggunaan insulin, kuesioner hipoglikemia dan data rekam medis yaitu data kadargula darah pasien DM tipe 2 yang menggunakan insulin di RSUD Sultan Syarif MohamadAlkadrie Kota Pontianak. Sampel yang diambil memenuhi kriteria inklusi sebanyak 46 pasien.Hasil penelitian ini persentase tingkat pengetahuan cara pengunaan insulin yang baik setelahedukasi sebesar 60,9% dan tingkat pengetahuan cukup sebesar 52,2% . Berdasarkan hasilpenelitian edukasi cara penggunaan insulin dengan kejadian hipoglikemia dilihat dari nilaisignifikasinya tidak terdapat hubungan yang bermakna. Kesimpulan dari penelitian ini adalahpersentase tingkat pengetahuan pasien DM tentang cara penggunaan insulin sudah baik dan benarsehingga tidak terdapat hubungan bermakna setelah diberi edukasi. Kata kunci: Diabetes mellitus tipe 2, cara penggunaan insulin, hipoglikemia.
PREPARASI SEDIAAN NANOPARTIKEL KLINDAMISIN HCl-KITOSAN DAN UJI AKTIVITASNYA TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes ., Desy Ratnasari
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2139.467 KB)

Abstract

Jerawat (Acne vulgaris) merupakan penyakit kulit yang umumnya melibatkan peradangan kelenjar polisebasea. Propionibacterium  acnes,  bakteri  anaerob  yang  terdapat  dalam  kelenjar sebaseus,  merupakan  penyebab  utama  jerawat. Klindamisin  merupakan  antibiotik  yang  banyak  digunakan  untuk mengobati  jerawat  secara topikal karena  memiliki  efek  anti-mikroba dan  anti-inflamasi. Akan tetapi dari berbagai formulasi klindamisin, penyerapan dikulit bervariasi dari 0,7 sampai 12,9% dari dosis yang diterapkan selama 24 jam Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan antibiotik klindamisin menjadi sediaan nanopartikel klindamisin HCl-kitosan agar penyerapan dikulit lebih baik dan untuk menguji aktivitasnya terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Preparasi nanopartikel klindamisin HCl-kitosan dibuat dengan metode gelasi ionik menggunakan polimer kitosan (0,1%, 0,2% dan 0,3%) dengan penaut silang natrium tripolifosfat (0,1%). Nanopartikel klindamisin HCl-kitosan dievaluasi karakteristiknya yang meliputi distribusi ukuran partikel, indeks polidispersitas, zeta potensial, morfologi partikel dan efisiensi penjerapan. Selanjutnya nanopartikel diujikan aktivitasnya terhadap bakteri P.acnes dengan metode disc diffusion (tes Kirby-Bauer). Berdasarkan hasil karakterisasi menunjukkan bahwa nanopartikel klindamisin HCl-kitosan memiliki nilai rata-rata ukuran partikel 209,5nm, nilai indeks polidispersitas 0,271, nilai zeta potensial nya +50,5mV, morfologi partikelnya tidak beraturan dan nilai efisiensi penjerapan sebesar 64,413%.
Studi In Silico Senyawa Turunan Flavonoid terhadap Enzim HMGCoA Reduktase ., Susan Sulastri
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.772 KB)

Abstract

Senyawa flavonoid yang terdapat dalam jeruk memiliki aktivitas sebagai antikolesterol. Faktorpenentu efefk yang diinginkan terletak pada posisi dan jumlah kelompok OH dalam struktur flavonoid.Tujuan penelitian ini untuk melihat beberapa keteraturan dalam hubungan antara struktur, aktivitas sebagaiantikolesterol dari hesperitin, 2-(3-hidroksi-4-methoxyphenyl)chroman-4-one dan 5,7-dihydroxy-2phenylchroman-4-one. Metode in silico yaitu analisis sifat fisiskokimia yang terkait dengan kelarutan,permeabilitas dan bioavailabilitas menggunakan ChemOffice 15.0, analisis afinitas reseptor-ligan secaradocking menggunakan Autodock Vina dengan program Autodock Tools. Hasil analisis sifat fisikokimia dandocking menunjukkan bahwa hesperitin (log P 1.5), 2-(3-hydroxy-4-methoxyphenyl)chroman-4-one ( log P2.28), 5,7-dihydroksi-2-fenilchroman-4-one (log P 2.02) dan atorvastatin (log P 5.05) dengan energipengikatan masing-masing -7.1, -7.4, -7.7 dan -8.2 kkal/Mol. Jenis interaksi antara reseptor dan ligan-liganyaitu ikatan hidrogen dan hidrofobik. Kesimpulan bahwa kedua ligan uji dapat mengikat sisi aktif enzimHMG-CoA reduktase pada residu 426-888 sehingga terjadi penghambatan aktivitas pembentukan kolestrol.Kata kunci: Antikolesterol, Hesperitin , Hubungan struktur dan aktivitas
Optimasi Kecepatan Pengadukan pada Pembuatan Microsphere Domperidon dengan Polimer Acrycoat S100 ., Uli Maulana
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.971 KB)

Abstract

Abstrak : Domperidon berkhasiat sebagai antiemetik dengan absorpsi yang baik pada suasana asamdi lambung dan mengalami penurunan dalam suasana basa di usus. Bioavailabilitas domperidonrendah berkisar 13-17%. Salah satu upaya untuk meningkatkan bioavailabilitas domperidon adalahdengan menggunakan sistem microsphere yang tertahan di lambung sehingga dapat memaksimalkanabsorpsi domperidon. Acrycoat S100 adalah polimer yang dapat digunakan untuk membentukmicrosphere dan untuk pelepasan obat terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasikecepatan pengadukan pada pembuatan microsphere dengan polimer acrycoat S100. Metodepembuatan microsphere domperidon yang digunakan adalah metode penguapan pelarut. Parameterpenentuan kecepatan pengadukan yang menghasilkan microsphere domperidon yang baik meliputipengamatan organoleptis dan pengukuran ukuran partikel. Data ukuran partikel dianalisis denganprogram SPSS Independent-Samples T Test. Hasil optimasi kecepatan pengadukan terhadap ukuranpartikel microsphere domperidon tidak berbeda signifikan. Secara fisik microsphere domperidonberbentuk serbuk berwarna putih dengan bau yang tidak khas (tidak berbau).Kata kunci: acrycoat S100, domperidon, kecepatan pengadukan, microsphere
EVALUASI PENERAPAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN APOTEK-APOTEK KECAMATAN PONTIANAK KOTA TAHUN 2018 ., Sahadi
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.807 KB)

Abstract

Standar pelayanan kefarmasian di Apotek disusun sebagai pedoman bagi tenagakefarmasian dalam menjalankan pelayanan kefamasian yang bertujuan untuk meningkatkankualitas hidup pasien. Pelayanan kefarmasian saat ini telah terjadi pergeseran orientasi yangsemula hanya berfokus pada pengelolaan obat berubah orientasinya menjadi pelayanan kepasien yang mengacu pada Pharmaceutical Care. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuibesarnya penerapan standar pelayanan kefarmasian di Apotek Kecamatan Pontianak Kotaberdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Metode penelitian yang digunakanadalah observasional dengan menggunakan desain studi deskriptif dan metode wawancaraterpimpin dengan menggunakan lembar pedoman wawancara. Sampel dalam penelitian iniadalah seluruh Apotek di Kecamatan Pontianak Kota yang memenuhi kriteria inklusi danekslusi. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, pada periode November2018 sampai Januari 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan StandarPelayanan Kefarmasian menurut Permenkes Nomor 73 Tahun 2016 di Apotek KecamatanPontianak Kota sudah dilaksanakan dengan baik. Untuk parameter pengelolaan sediaanfarmasi,alat kesehatan dan bahan medis habis pakai memiliki rata-rata persentase sebesar97%, pelayanan farmasi klinis sebesar 75% dan sumber daya kefarmasian serta saranaprasarana mendapatkan persentase rata-rata sebesar 85% dengan rata-rata keseluruhan adalah86%.Kata Kunci: Apotek, Standar Pelayanan kefarmasian, Kecamatan Pontianak Kota
OPTIMASI SUHU DESAIN PRIMER GEN BLAZ RESISTENSI PADA BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN SILICO ., Arista Pratiwi
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.951 KB)

Abstract

Penisilin merupakan antibiotik yang mengalami resistensi terhadap bakteri Staphylococcusaureus. Resistensi ini diperantarai oleh gen yang mengkode beta laktamase yaitu gen blaZ.Pendeteksian resistensi dapat dilakukan dengan metode PCR yang membutuhkan primerberupa sederet sekuens DNA pendek sebagai pengenal DNA target. Tujuan dari penelitianini adalah mendesain primer sebagai bahan utama dalam pendeteksian gen taret, yaitu genblaZ untuk mengurangi angka resistensi. Pengujian secara in silico merupakan salah satumetode yang paling efektif dan efisien dalam merancang suatu primer. Metode yangdigunakan dalam desain primer secara in silico berbasis bioinformatika adalah denganmenggunakan situs NCBI, Primer3Plus, dan OligoAnalyzer. Hasil perancangan primer genblaZ S.aureus diperoleh 10 kandidat primer dari suhu leleh (Tm) optimum 55°C dan 60°C.Primer yang memiliki kriteria primer terbaik untuk deteksi gen blaZ S.aureus adalahprimer 1 yang memiliki urutan basa primer forward ATTTGCCTATGCTTCGACTT danurutan basa primer reverse GCTTGACCACTTTTATCAGC. Kriteria rancangan primeryang dihasilkan yaitu memiliki panjang basa 20 bp, Tm 55,4°C dan 55°C, %GC sebesar40% dan 45%, hairpin dengan nilai ΔG -0,75 dan 1,23 kcal/mol, self dimer dengan nilaiΔG -3,14 kcal/mol, serta hetero dimer dengan nilai ΔG -4,74 kcal/mol.Kata kunci : Desain primer, gen blaZ, resistensi, Penisilin, S.aureus, in silico
EMANTAUAN EFEK SAMPING ANTIBIOTIK YANG MERUGIKAN PADA PASIEN ANAK YANG BEROBAT DI PUSKESMAS KECAMATAN PONTIANAK TIMUR ., Siti Hardianti Ratman
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.128 KB)

Abstract

Efek samping obat merupakan respon terhadap suatu obat yang merugikan. Antibiotikmerupakan salah satu obat yang sering terjadi efek samping. Antibiotik yang diberikan dalamdosis teraupetik yang kecil tetapi sudah menimbulkan efek samping, memberikan dilemadalam pengobatan karena mempengaruhi keberhasilan terapi. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui karakteristik pasien anak yang menerima terapi antibiotik, mengetahuiantibiotik yang paling sering diterima pada pasien anak dan mengetahui besar persentase efeksamping antibiotik pada pasien anak di Puskesmas Kecamatan Pontianak Timur. Penelitianini bersifat deskriptif dengan rancangan penelitian prospektif melalui wawancara secaralangsung pada orangtua pasien anak pada hari terakhir pengobatan dan 72 jam setelahpengobatan menggunakan telepon seluler. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pasienanak yang paling sering menerima antibiotik adalah berjenis kelamin perempuan (60,78%)dan berusia mulai dari 2 – 5 tahun (78,43%) serta diagnosa penyakit paling banyak adalahdiare (33,33%). Antibiotik yang sering diberikan adalah amoxicillin sirup. Kejadian efeksamping yang terjadi adalah sebesar 17,64%. Efek samping yang terjadi ada urtikaria (13,72%), sakit kepala (1,96%) dan mual (1,96%). Kesimpulan dari penelitian ini pasien anakyang memperoleh antibiotik paling banyak berjenis kelamin perempuan berusia 2 – 5 tahun,antibiotik yang sering diberikan amoxicillin sirup dan efek samping yang sering terjadiadalah urtikaria.Kata kunci: Antibiotik, Anak, Efek Samping, Puskesmas
DAYA ANTELMINTIK FRAKSI AIR TERIPANG KELING (Holothuria leucospilota Brandt.) TERHADAP Ascaridia galli DAN Raillietina tetragona SECARA IN-VITRO ., Cindy Glaudia
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.238 KB)

Abstract

Kondisi alam dan iklim tropis, menjadikan Indonesia mempunyai potensi sumber daya lautdengan keanekaragaman hayati yang sangat besar. Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP)menjadikan bioteknologi kelautan sebagai program unggulan sejak tahun 2002. Bioteknologikelautan yang berkembang pesat bertujuan memanfaatkan biota laut. Salah satu potensi biotalaut adalah teripang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efek antelmintikfraksi teripang terhadap cacing gelang dan cacing pita. Fraksi teripang disiapkan dosis 10mg/ml dengan perbandingan kontrol normal dan kontrol positif. Hewan uji yang digunakanadalah cacing gelang dan cacing pita. Pengamatan melihat waktu kematian cacing dandilakukan analisis data SPSS One Way Anova. Hasil menunjukkan kontrol normal berbedabermakna pada semua kelompok perlakuan pada kedua jenis cacing. Cacing gelang dan cacingpita pada kontrol positif juga menunjukkan hasil berbeda bermakna pada kelompok kontrolperlakuan. Kata kunci: antelmintik, teripang, cacing gelang, cacing pita
POLA PERESEPAN OBAT DISPEPSIA PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK PERIODE JANUARI – JUNI 2017 ., Ayu Lestari
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.888 KB)

Abstract

Dispepsia menggambarkan keluhan atau kumpulan gejala yang terdiri dari nyeriepigastrium, mual, muntah, kembung rasa yang tidak menyenangkan bagian atasdiperut. Berdasarkan permasalahan dispepsia maka dilakukan penelitian untukmengetahui pola penggunaan obat pada pasien rawat jalan yang menjadigambaran pengobatan semua pasien rawat jalan di RSUD Sultan Syarif MohamadAlkadrie. Penelitian ini bertujuan mengetahui obat dispepsia apa saja yangdigunakan untuk pasien rawat jalan di RSUD Sultan Syarif Mohamad AlkadrieKota Pontianak Periode Januari-Juni 2017. Penelitian ini merupakan penelitianobservasional dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional yangbersifat deskritif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposivesampling. Dimana pengumpulan data diambil rekam medik pasien dispepsiarawat jalan yang menjalani pengobatan di RSUD Sultan Syarif MohamadAlkadrie Kota Pontianak periode Januari-Juni. Hasil penelitian terdapat 105pasien di diagnose dispepsia tetapi yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 94pasien. Paling banyak pada pasien perempuan (63,83%) dan usia 17-45 tahun dan> 45 tahun masing-masing sebesar 50%. Sediaan obat yang paling banyakdigunakan adalah golongan antasida sebesar (51,29%). Kesimpulan adalah obatyang paling banyak digunakan adalah antasida.Kata kunci: Dispepsia, Pola Peresepan
ANALISIS BIAYA PENGOBATAN BERDASARKAN CLINICAL PATHWAY HIPERTENSI KRISIS DI RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK ., Ferdianto
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.693 KB)

Abstract

Besarnya biaya pengobatan hipertensi dipengaruhi beberapa hal seperti pemilihan obat,tindakan medis yang diberikan, keahliaan tim medis dalam diagnosis serta kepatuhanterhadap clinical pathway yang telah ditetapkan rumah sakit. Adanya penerapan clinicalpathway yang baik dapat meningkatkan efisiensi kerja serta mengurangi biaya rumah sakit.Perbedaan clinical pathway pada setiap rumah sakit akan menimbulkan perbedaanpembiayaan pengobatan yang besarnya ditentukan berdasarkan klasifikasi jenis penyakit, tipekelas perawatan di rumah sakit. Penelitian merupakan jenis penelitian observasional denganrancangan penelitian potong lintang (cross sectional) yang bersifat deskriptif. Pengumpulandata dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan data rekam medis pasien hipertensikrisis di Instalasi Rawat Inap RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianakperiode Januari – Desember 2016. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dalam penelitianini sebanyak 29 pasien, pemilihan sampel ditentukan berdasarkan consecutive sampling.Hasil penelitian menunjukkan besar total biaya pengobatan dan rata-rata unit cost hipertensikrisis rawat inap dari setiap alur tatalaksana yaitu untuk biaya medik non-langsung yangterdiri dari biaya administrasi sebesar Rp. 290.000,- ( = Rp. 10.000,-), biaya rawat inap(sewa kamar) Rp. 4.863.500,- ( = Rp. 167.707,-); dan biaya medik langsung yang terdiridari obat dan BMHP Rp. 18.338.643-, ( = Rp. 632.367,-) tindakan medis Rp. 22.249.467 ( = Rp. 767.223,-), jasa dan pelayanan Rp. 9.582.000,- ( = Rp. 330.413,79), laboratorium Rp.7.562.800 ( = Rp. 260.786,21),, elektromedik Rp. 1.486.000 ( = Rp. 55.037,04), danradiodiagnostik Rp. 1.441.000,- ( = Rp. 131.000,-).Kata Kunci : Biaya, Clinical Pathway, Hipertensi Krisis