cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
OPTIMASI AKTIVITAS ANTIBAKTERI RUTIN DAUN SINGKONG (Manihot esculenta Crantz )- AMOKSISILIN TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus ., Ayu Permata Sari
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.107 KB)

Abstract

Daun singkong(M.esculenta Crantz)terkandung senyawa flavonoid yaiturutin yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Antibiotik yang digunakan untukmenghambat pertumbuhan bakteri S.aureus adalah amoksisilin. Penelitian inidilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri rutin daun singkong danamoksisilin dalam menghambat pertumbuhan bakteri S.aureus. Uji aktivitasantibakteri dilakukan dengan menggunakan metode disc diffusion Kirby Bauer.Parameter yang digunakan pada penentuan aktivitas antibakteri adalah zona hambatyang terbentuk. Konsentrasi rutin daun singkong yang digunakan adalah 0,5; 0,4;0,3; 0,2; dan 0,1 mg/mL dan konsentrasi 1; 0,5; 0,1; 0,05; dan 0,01 mg/mL.Konsentrasi amoksisilin yang digunakan adalah 0,5; 0,25; 0,125; 0,0625; 0,03125;0,01563; 0,00781; 0,00391; 0,00195; dan 0,0009 mg/mL. Hasil penelitian inimenyatakan bahwa rutin daun singkong(M.esculenta Crantz)dapat menghambatpertumbuhan bakteri S.aureus pada konsentrasi 0,1 mg/mL dengan diameter zonahambat sebesar 8,3 mm dan amoksisilin dapat menghambat pertumbuhan bakteriS.aureus pada konsentrasi 0,0039 mg/mL dengan diameter zona hambat sebesar 6,5mm.Kata kunci : antibakteri, amoksisilin, rutin daun singkong, S. aureus
PENENTUAN NILAI SPF DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI AIR BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia) SECARA IN VITRO ., Eka Junita
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1340.66 KB)

Abstract

Dampak negatif yang ditimbulkan oleh sinar ultraviolet (UV) terhadapkulit sangat banyak, salah satunya eritema. Upaya untuk mengurangi dampaknegatif akibat paparan sinar UV dapat menggunakan tabir surya. Tabir surya dapatdiperoleh dari bahan alam. Senyawa yang dapat berperan sebagai fotoprotektorantara lain adalah senyawa fenol dan flavonoid. Buah mengkudu (Morindacitrifolia) diketahui mengandung senyawa fenol dan flavonoid. Senyawa fenolikmerupakan antioksidan yang bekerja dengan mekanisme fotoprotektor. Penentuannilai SPF dalam penelitian ini menggunakan metode Mansur, sedangkan aktivitasantioksidan ditentukan dengan metode DPPH. Hasil yang didapatkan fraksi airbuah Morinda citrifolia pada konsentrasi 300 ppm mempunyai daya proteksisedang dengan nilai SPF sebesar 4,04±0,86. Aktivitas antioksidan fraksi air buahMorinda citrifolia termasuk kategori lemah dengan nilai IC50 sebesar752,44±69,18 ppm.Kata Kunci : Buah Mengkudu (Morinda citrifolia), tabir surya, SPF, antioksidan,IC50.
Penentuan Aktivitas Antibakteri Infusa Daun Karas (Aquilaria malaccensis Lamk.) terhadap Bakteri Bacillus cereus secara In Vitro ., Astried Miadhora Simanjuntak
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.599 KB)

Abstract

Bakteri Bacillus cereus merupakan bakteri patogen yang banyak terdapat pada saluran pencernaan. Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati, menjadi potensi besar bagi pengembangan tanaman, termasuktanaman antimikroba. Salah satunya adalah Daun Karas (Aquilaria malaccencis Lamk.).Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui aktivitas antibakteri dan memperoleh KHM dari infusa daun karas. Daun karas diekstraksimenggunakan metode infusa. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram KirbyBauer terhadap bakteri Bacillus cereus. Konsentrasi infusa yang digunakan 204,8; 102,4; 51,2; 25,6; 12,8;6,4 mg/ml. Aqua pro injeksi sebagai kontrol negatif. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa simplisia daun karas mengandung fenol, flavonoid, tanin, saponin. Infusa daun karas mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Bacillus cereus secara in vitro dengan nilai KHM 12,8 mg/ml dan diameter zona hambat 6,53 mm. Dapat disimpulkan bahwa infusa daun karas mengandung senyawa-senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri, khususnya bakteri Bacillus cereus.Kata kunci : Infusa daun karas;Aquilaria malaccencis Lamk.; Antibakteri, Bacillus cereus, Kirby Bauer
Verifikasi Metode Analisis Larutan Alpha Arbutin Menggunakan Spektrofotometer UV-Vis Shimadzu UV-2450 ., Yuannisa Syahriana
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.305 KB)

Abstract

Kadar alpha arbutin yang digunakan pada sediaan kosmetik umumnya sangat kecil yaitu 0,2–2%, sehingga memerlukan metode analisis yang selektif,akurat, dan sensitif. Verifikasi metode analisis dilakukan untuk mengetahuikeabsahan metode dan alat yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untukmemverifikasi metode analisis yang digunakan. Parameter metode analisismeliputi linearitas, akurasi, presisi, nilai LOD dan LOQ. Penetapan kadarmenggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil verifikasi metode analisismenunjukkan seluruh parameter memenuhi persyaratan. Uji linearitas didapathasil koefisien korelasi (r) = 0,99989; akurasi dengan hasil % recovery antara98,91–100,62%; presisi dengan nilai % RSD masing-masing 0,33; 0,52; dan0,919% serta LOD dan LOQ masing-masing sebesar 1,00671 dan 3,35570 ppm. Kata kunci: alpha arbutin, verifikasi metode analisis, spektrofotometri ultraviolet
Penentuan Konsentrasi Hambat Minimum Ekstrak Etanol Daun Bambu (Bambusa vulgaris) terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis Secara In Vitro ., Kelly Zhiang
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.473 KB)

Abstract

Infeksi yang banyak terjadi di negara berkembang seperti Indonesia yaitu infeksi kulit yang utamanya disebabkan oleh keadaan sanitasi yang buruk. Bakteri Staphylococcus epidermidis merupakan salah satu bakteri Gram positif yang dapat menyebabkan infeksikulit. Ekstrak etanol daun bambu (Bambusa vulgaris) memiliki kandungan senyawa yangberpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilaiKHM (Konsentrasi Hambat Minimum) ekstrak etanol daun bambu terhadap bakteriStaphylococcus epidermidis tersebut. Penelitian dilakukan menggunakan metode discdiffusion Kirby-Bauer. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bambu dapatmenghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dengan nilai KHM yaitu10 mg/mL dan diameter zona hambat 8,3 mm. Kesimpulan dari penelitian ini yaituekstrak etanol daun bambu (Bambusa vulgaris) memiliki zona hambat dengan nilai KHM10 mg/mL terhadap Staphylococcus epidermidis.Kata kunci: Ekstrak etanol daun bambu, Staphylococcus epidermidis, disc diffusion,KHM (Konsentrasi Hambat Minimum). 
STUDI MOLECULAR DOCKING HASIL MODIFIKASI STRUKTUR SENYAWA ATORVASTATIN UNTUK MENINGKATKAN EFEK ANTIHIPERLIPIDEMIA ., Farhanah Yustika Putri
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.652 KB)

Abstract

LATAR BELAKANG: Pengembangan obat antihiperlipidemia dari senyawaobat atorvastatin dilakukan untuk memperoleh senyawa yang memiliki efekfarmakologis yang lebih baik daripada sebelumnya. Reseptor HMG-CoAReduktase (HMGCR) merupakan reseptor yang bertanggung jawab terhadapproses antihiperlipidemia. TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiafinitas dan interaksi ketiga ligan hasil modifikasi senyawa atorvastatin.METODE: Penelitian dilakukan secara in silico menggunakan metode docking,dimana senyawa atorvastatin dimodifikasi melalui proses subtitusi gugusfenilkarbamoil dengan metil (ligan1), subtitusi gugus fenilkarbamoil dengan metilsulfonil (ligan2) dan subtitusi dihidroksiheptanoat menjadi rantai siklik (ligan3).Program yang digunakan yaitu AutodockVina, ChemOffice dan Discovery Studioserta menggunakan uji ANOVA untuk menganalisis data. HASIL: Hasil analisismenunjukkan afinitas kontrol positif, ligan1, ligan2 dan ligan3 terhadap HMGCRmasing-masing -8,5; -8,8; -8,9; -8,9 kkal/mol. KESIMPULAN: Kesimpulan daripenelitian ini adalah secara statistik nilai afinitas ligan 2 dan ligan 3 berbedasignifikan dengan atorvastatin pada HMGCR, sedangkan ligan 2 tidak berbedasignifikan dengan atorvastatin. Ligan 2 dan ligan 3 merupakan kandidat terbaikyang dapat digunakan untuk berkontribusi sebagai antihiperlipidemia.Kata Kunci : Afinitas, Atorvastatin, Docking, Modifikasi, Reseptor HMGCR
GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ANAK YANG MENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD SULTAN SYARIF MOHAMMAD ALKADRIE PONTIANAKTAHUN 2017 ., Ulfah Munawaroh
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.642 KB)

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan olehinfeksi virus. Pemakaian antibiotik pada kondisi DBD tanpa komorbid, akan menimbulkanresistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase penggunaan antibiotikpasien DBD tanpa komorbid dan indikasi pemberian antibiotik. Penelitian ini merupakanpenelitian observasional dengan rancangan studi potong lintang (cross sectional) bersifatdeskriptif, pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan catatan rekam medikpasien. Data yang diperoleh dari catatan rekam medik diolah menggunakan Microsoft Excel.Hasil penelitian ini menunjukan persentase penggunaan antibiotik pada DBD tanpa komorbid 7dari 23 pasien (30,43%). Indikasi pasien DBD yang mendapatkan antibiotik yaitu InfeksiSaluran Kemih (ISK) (ampisilin 3,3%, amoksilin 3,3%, seftriakson 6,7%, sefiksim 3,3%),Sindrom Nefritik Akut (SNA) (sefiksim 3,3%, sefotaksim 3,3%), asites (seftriakson 3,3%,azitromisin 3,3%), tifoid (seftriakson 23,3%, sefiksim 10%), leukemia berat (seftriakson 3,3%),sepsis (sefotaksim 3,3%), dispepsia (seftriakson 3,3%, sefiksim 3,3%). Kesimpulan daripenelitian ini adalah masih ditemukan penggunaan antibiotik pada pasien DBD tanpa komorbid.Antibiotik perlu dipertimbangkan untuk menghindari risiko resistensi dan efektivitas antibiotiktidak optimum, serta golongan terbanyak yang digunakan yaitu sefalosporin generasi III. Kata kunci : Demam Berdarah Dengue, Antibiotik, Pasien Anak.
UJI EFEK PENYEMBUHAN LUKA SALEP KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) DAN MINYAK CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) KONSENTRASI 5% PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR METODE DRESSING NON-DEBRIDEMENT ., Jimmy
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.317 KB)

Abstract

Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh akibat proses patologis yang dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Hal yang perlu diperhatikan pada prosespenyembuhan luka adalah timbulnya infeksi pada luka tersebut. Penghambatan aktivitas bakteridapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kecepatan penyembuhan luka.. Nondebridementdilakukanbertujuanmeminimalisirprosespenyembuhanlukaolehfaktoreksternal.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuiaktivitaspenyembuhanlukasediaansalepkombinasiekstraketanol daun sirih hijau (Piper betle L.) dan minyak cengkeh (Syzgium aromaticum L.)konsentrasi 5% dengan berbagai variasi perbandingan dalam mempercepat proses penyembuhan luka tikus stadium II metode dressing non-debridement. Sediaan salep diformulasikanmenggunakan basis vaseling flavum dan cera flava dibuat dengan tiga variasi perbandingan zataktif, yaitu F1(25:75), F2(50:50) dan F3(75:25). Sediaan salep kombinasi dioleskan pada lukadan dikuantifikasi luas area luka menggunakan program Macbiophotonic Image J untukmemperoleh nilai Area Under Curve (AUC) dan dianalisis statistik menggunakan SPSS22. Hasilrata-rata nilai AUC paling tinggi yaitu F1(25:75) sebesar 1011,59% × hari. Hasil analisismenunjukan bahwa kelompok memberikan hasil yang berbeda signifikan. Hasil uji sifat fisikmenujukan bahwa semua formula memiliki sifat fisik yang baik.Kata kunci: Uji Efek Penyembuhan Luka, Piper betle L., Syzygium aromaticum L., Dressing,Non-debridement
KARAKTERISTIK KELARUTAN RUTIN DARI EKSTRAK AIR DAUN SINGKONG (Manihot esculenta Crantz) ., Hilmy Nur Hichmah
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.865 KB)

Abstract

Abstrak : Ekstrak air daun singkong (Manihot esculenta Crantz) memilikikandungan flavonoid yang cukup tinggi, salah satu senyawa flavonoidnya yaiturutin. Senyawa flavonoid telah banyak digunakan dalam sediaan farmasi,kosmetik dan makanan tetapi senyawa ini memiliki kelarutan yang rendah dalamair serta dipengaruhi oleh pH. Selain itu, senyawa rutin mudah terdegradasimenjadi quersetin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelarutan terbaikdari ekstrak air daun singkong di pelarut organik dan dapar fosfat di berbagaivariasi pH. Penentuan kelarutan menggunakan magnetic stirrer selama 45 menitdengan kecepatan 700 rpm. Konsentrasi ekstrak yang dilarutkan yaitu 0,1%;0.5% dan 1%. Pelarut yang digunakan yaitu metanol, kloroform, aquadest dandapar fosfat pH 7; 7,4; 7,6 dan 8 sebanyak 10 mL. Hasil uji kelarutanmenunjukkan bahwa kelarutan terbaik ekstrak air daun singkong berada padapelarut dapar fosfat pH 8 dengan konsentrasi 0,1%. Kata Kunci : Daun Singkong, Rutin, Kelarutan Ekstrak
PENGARUH KONSENTRASI TEH DAUN SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN ., Maria Roswita
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.979 KB)

Abstract

Senggani (Melastoma malabathricum L.) merupakan tumbuhan liar yang tersebar luas diwilayah Indonesia. Ekstrak air teh daun senggani diketahui memiliki persen penghambatanterhadap radikal DPPH sebesar 90% dengan waktu pencelupan satu menit, sehingga daunsenggani berpotensi sebagai bahan teh herbal yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitianini bertujuan mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi teh daun senggani terhadap aktivitasantioksidan. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode radikal DPPH (2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl). Teh daun senggani dibuat dalam konsentrasi 0,6%; 1,2%; 2,5%; dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh daun senggani dengan konsentrasi 0,6%memiliki persen penghambatan terhadap radikal DPPH sebesar 71,149%; teh daun sengganidengan konsentrasi 1,2% memiliki persen penghambatan terhadap radikal DPPH sebesar91,668%; teh daun senggani dengan konsentrasi 2,5% memiliki persen penghambatan terhadapradikal DPPH sebesar 94,573%; dan teh daun senggani dengan konsentrasi 5% memiliki persenpenghambatan terhadap radikal DPPH sebesar 95,048%. Kesimpulan penelitian ini adalahsemakin besar konsentrasi teh daun senggani maka persen penghambatan terhadap radikalDPPH semakin besar.Kata Kunci : Aktivitas Antioksidan, DPPH (2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl), Teh Daun Senggani (Melastoma malabathricum L.)