cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
ANALISIS KESESUAIAN BIAYA RIIL TERHADAP TARIF INA-CBGs PADA PENGOBATAN STROKE ISKEMIK PASIEN JKN RAWAT INAP RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE PONTIANAK TAHUN 2018 ., Dewi Pramesti Cahyani
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.418 KB)

Abstract

Stroke merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Pemberlakuan Indonesia Case Based Groups (INA-CBG’s) pada pembiayaanrumah sakit bagi pasien stroke membutuhkan perencanaan pengobatan dan analisisbiaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengobatan pada pasienstroke iskemik, serta kesesuaian antara biaya riil dengan tarif INA-CBGs. Metodeyang digunakan observasional dengan rancangan studi potong lintang (CrossSectional) yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data diambil secara retrospektif daridata rekam medis dan klaim pembayaran BPJS rawat inap selama periode Januari –Desember 2018 di RSUD sultan syarif mohamad alkadrie pontianak. Subjekpenelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 70 sampel. Hasilpenelitian menunjukkan analisis kesesuaian tarif biaya kode I63.9 yaitu biaya riil(Rp. 174.778.779,-) dan tarif INA CBGs (Rp. 188.365.000,-) didapat selisih negatif(Rp. 53.086.479,-). Stroke iskemik dengan kode I64 menghabiskan biaya riil (Rp.61.997.812,-) dan tarif INA CBGs (Rp. 61.564.000,-) sehingga selisih positif (Rp.17.173.346,-). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pasien stroke iskemik dengankode I63.9 menimbulkan biaya selisih negatif sedangkan kode I64 menimbulkanbiaya selisih positif. Kata Kunci : Biaya Riil, INA-CBGs, Kesesuaian Biaya, Stroke Iskemik.
KAJIAN INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT UMUM YARSI PONTIANAK TAHUN 2017 ., Salfitri
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.782 KB)

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit ginjal stadium akhir. Pasien GGKmemerlukan terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis. Selain hemodialisis, pasien GGK jugadiberikan terapi obat secara polifarmasi yang terdiri dari obat antihipertensi dan golongan obatlainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis obat antihipertensi yang seringberinteraksi dan mengkaji interaksi obat berdasarkan mekanisme kerja serta tingkat keparahan padapasien GGK yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini merupakan penelitian observasionaldengan rancangan studi potong lintang (cross sectional) yang bersifat deskriptif, pengumpulan datadilakukan secara retrospektif berdasarkan catatan rekam medik pasien. Data peresepan yang didapatpasien GGK sebelum menjalani hemodialisis di analisis menggunakan software drugs.com. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa dari 32 sampel terdapat kejadian interaksi obat sebesar 37,50%.Obat yang paling sering berinteraksi adalah golongan CCB yaitu amlodipin sebesar 45,83% dangolongan ACEI yaitu kaptopril sebesar 33,33%. Interaksi obat yang terjadi berdasarkan mekanismekerja obat yaitu farmakodinamik sebesar 79,17%, farmakokinetik sebesar 8,33% dan yang tidakdiketahui mekanisme interaksinya sebesar 12,50%. Sedangkan berdasarkan tingkat keparahannyayaitu minor sebesar 29,17%, moderat sebesar 62,50% dan mayor sebesar 8,33%. Kesimpulan daripenelitian ini adalah obat antihipertensi yang paling banyak digunakan yaitu CCB, sedangkaninteraksi obat yang sering terjadi yaitu mekanisme kerja farmakodinamik dan tingkat keparahannyamoderat. Kata kunci: Gagal ginjal kronik, Hemodialisis, Interaksi obat.
VIRTUAL SCREENING STRUKTUR MODIFIKASI ISONIAZID TERHADAP ENZIM KATALASE PEROXIDASE MENGGUNAKAN METODE DOCKING ., RIDA RESTA DEWI
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.565 KB)

Abstract

LATAR BELAKANG : Isoniazid merupakan obat antituberkulosis lini pertamayang masih digunakan. Penggunaan isoniazid berpotensi menimbulkan efeksamping dan resistensi. TUJUAN : Tujuan dari penelitian ini ialah untukmengetahui afinitas dari struktur hasil modifikasi isoniazid terhadap enzimkatalase peroxidase dan mengetahui kemampuan permeabilitas senyawa hasilmodifikasi berdasarkan hukum Lipinski. METODE : Penelitian dilakukan secarain silico menggunakan metode docking. Program yang digunakan yaitu AutoDockVina, ChemOffice dan Discovery Studio serta menggunakan uji ANOVA untukmenganalisis data. HASIL : Hasil analisis menunjukan nilai Log P tidak > 5, nilaiBM tidak > 500 g/mol, jumlah H donor tidak > 5 dan jumlah H Aseptor tidak >10. Nilai Log P, BM, H Donor dan Aseptor ketiga ligan dan kontrol positif secaraberturut-turut ialah 2,35 ; 177,115 g/mol ; 1 ; 3 (Ligan 1), 1,60; 192,126 ; 0 ; 2(Ligan 2), 1,92 ; 207,273 g/mol ; 1 ; 2 (Ligan 3), -0,64 ; 137,06 g/mol ; 2 ; 3(Isoniazid). Nilai afinitas ketiga ligan terhadap enzim KatG berturut-tuut ialah 7,1;-7,1;-7,3kkal/mol.KESIMPULAN:KesimpulandaripenelitianiniadalahLigan1,2 dan 3 memenuhi hukum Lipinski sehingga memiliki kemampuanpermeabilitas yang baik dan Ligan 3 menunjukan nilai afinitas yang berbedasignifikan terhadap isoniazid dan diprediksi memiliki efek antituberkulosis yanglebih baik. Kata Kunci : Antituberkulosis, Isoniazid, Modifikasi Struktur.
GAMBARAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 YANG MENGGUNAKAN ANTIHIPERTENSI GOLONGAN DIURETIK DAN ATAU BETA BLOKER DI RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE PONTIANAK ., Felicia Reza
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.197 KB)

Abstract

Diabetes melitus (DM) tipe 2 dengan komplikasi hipertensi dapatmeningkatkan risiko mikrovaskuler dan makrovaskuler. Penatalaksanaan DM tipe2 dengan hipertensi digunakan berbagai macam obat. Pasien diabetes yangdiberikan antihipertensi diuretik dan atau beta bloker memiliki risikopeningkatkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipersentase penggunaan diuretik dan atau beta bloker serta gambaran kadar guladarah pasien diabetes dengan komplikasi hipertensi. Penelitian ini merupakanpenelitian observasional dengan rancangan potong lintang (cross sectional) yangbersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berdasarkanrekam medis pasien rawat inap di RSUD Sultan Syarif Mohamad AlkadriePontianak periode Januari-Desember 2017. Hasil penelitian menunjukkan sampelyang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 32 pasien rawat inap. Antihipertensiyang banyak digunakan yaitu furosemid sebesar 40,6%. Gambaran rata-rata kadargula darah saat keluar dari RS yang menerima kombinasi insulin + ADO(glimepiride dan atau metformin) + furosemid + bisoprolol + HCT adalah 262mg/dl dan kombinasi ADO (glimepiride dan atau metformin) + furosemid + HCTadalah 247 mg/dl. Kesimpulan dari penelitian ini adalah obat antihipertensi yangpaling banyak digunakan yaitu furosemid dan kadar gula darah saat keluar dari RSrata-rata dengan kondisi hiperglikemia yaitu diatas 254,5 mg/dl dengan selisihpenurunan rata-rata 24 mg/dl. Kata kunci : Diuretik, beta bloker, diabetes melitus tipe 2, antihipertensi, kadar gula darah
OPTIMASI KONSENTRASI CERA FLAVA DALAM SEDIAAN SALEP FASE MINYAK EKSTRAK IKAN GABUS (CHANNA STRIATA BLOCH) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA AKUT STADIUM II TERTUTUP PADA TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NOVERGICUS) GALUR WISTAR ., Evan Akbarurrizki
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.795 KB)

Abstract

Ikan gabus (Channa striata) memiliki kandungan asam lemak omega-3 dan omega-6 yangbermanfaat sebagai nutrisi dalam mempercepat proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui efektivitas salep fase minyak ekstrak ikan gabus dalam penyembuhan luka akutstadium II dengan metode dressing. Pengujian efektivitas penyembuhan luka menggunakan 6kelompok yaitu kelompok normal, gel bioplacenton (kontrol positif), basis salep (kontrol negatif),salep fase minyak ekstrak ikan gabus konsentrasi 20% dengan variasi cera flavum 1,25% , 2,5%, dan5% terhadap 4 ekor tikus dengan luka akut stadium II terbuka dan pengamatan sampai hari ke-17perlukaan. Luas area luka diukur dengan program Macbiophotonic image J, dihitung % dayapenyembuhan dan nilai AUC. Uji statistik terhadap rata-rata nilai AUC per tikus dengan programSPSS for Windows 22.0 menggunakan One Way ANOVA dan Post hoc Test-LSD. Hasil peneitianmenunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antar tiap kelompok perlakuan (p>0,05). Kelompokperlakuan salep fase minyak ekstrak ikan gabus yang memiliki efektivitas penyembuhan luka terbaikadalah konsentrasi cera flava 5% dengan persentase daya penyembuhan luka sebesar 97,018% dannilai rata-rata AUC sebesar 573,58 % hari.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT INAP DI RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE PONTIANAK ., Putri Lidya Paramita
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.363 KB)

Abstract

Hipertensi pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe 2 dapat meningkatkan komplikasi mikrovaskuler danmakrovaskuler. Kontrol terhadap tekanan darah dapat menurunkan risiko terjadinya komplikasi serta angkakematian. Terapi pengobatan yang diterima pada pasien hipertensi dengan DM tipe 2 kompleks maka perlupenatalaksanaan terapi antihipertensi yang tepat untuk menjamin agar obat-obat yang digunakan rasional.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui antihipertensi yang digunakan pada pasien hipertensi dengan DMtipe 2 dan rasionalitas penggunaan antihipertensi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian potonglintang yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dari rekam medik pasien,dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 48 pasien. Hasil penelitian menunjukkanpenggunaan antihipertensi pada pasien hipertensi dengan DM tipe 2 rawat inap di RSUD Sultan SyarifMohamad Alkadrie Pontianak yang sering digunakan pada kelompok terapi tunggal yaitu golongan CCB(83,87%) dan antihipertensi yang sering digunakan pada terapi kombinasi yaitu kombinasi golongan CCB danARB (29,41%). Evaluasi penggunaan antihipertensi pada pasien hipertensi dengan DM tipe 2 berdasarkankriteria tepat indikasi 100%; tepat pasien 100%; tepat dosis 83,33%; dan tepat obat 50%. Kesimpulan daripenelitian ini, penggunaan antihipertensi pada pasien hipertensi dengan DM tipe 2 rawat inap di RSUD SultanSyarif Mohamad Alkadrie Pontianak belum rasional.Kata kunci : hipertensi, diabetes melitus tipe 2, antihipertensi, rasionalitas
Penentuan Waktu Optimum Produksi Bakteriosin dari Lactobacillus plantarum Terhadap Bakteri Patogen Staphylococcus aureus dan Escherichia coli ., Nadia Prissilia
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.901 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu Lactobacillus plantarum merupakan bakteriasam laktat yang menghasilkan metabolit sekunder berupa bakteriosin yang bermanfaatdalam bidang kesehatan sebagai antimikroba dan produk pangan. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui waktu produksi optimum bakteriosin dari L.plantarum berdasarkankurva pertumbuhan dan aktivitas penghambatannya terhadap Staphylococcus aureus danEscherichia coli. Metode yang digunakan yaitu analisis kurva pertumbuhan berdasarkanhubungan besarnya absorbansi dari sampel bakteriosin yang diukur denganspektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 777,5 nm serta waktu inkubasi darijam ke-0 hingga ke-48 dan difusi cakram berdasarkan besarnya zona bening yangterbentuk di sekitar kertas cakram yang berisi bakteriosin dari L.plantarum pada fase loghingga stationer terhadap bakteri patogen S.aureus dan E.coli. Hasil penelitianmenunjukkan jam ke 32 merupakan waktu produksi optimum bakteriosin dariL.plantarum yaitu dihasilkan absorbansi terbesar sebesar 0,3215 dan terbentuk zonabening dengan diameter terbesar sebesar 11,28 mm terhadap S. aureus dan 8,37 mmterhadap E.coli. Hasil uji ANOVA diperoleh nilai signifikansi <0,05. Kesimpulan daripenelitian ini menunjukkan L.plantarum mengalami empat fase pertumbuhan selama 48jam, yaitu fase lag pada jam ke 0-4, fase log pada jam ke 4-30 , dan fase stasioner padajam ke 30-36 kemudian fase kematian dan bakteriosin memiliki aktivitas antibakteriterhadap S.aureus dan E.coli dari jam ke 24 hingga ke 36 serta aktivitas optimum padajam ke 28.Kata kunci: Bakteriosin, Escherichia coli, Lactobacillus plantarum, SpektrofotometerUV-Vis, Staphylococcus aureus.
PROFIL PASIEN PENGGUNA OBAT JANTUNG KORONER RAWAT INAP DI RSUD SULTAN SYARIF MOHAMMAD ALKADRIE PONTIANAK ., Yuni Andriani
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.975 KB)

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah suatu keadaan yang diakibatkan oleh adanyapenyempitan dan penyumbatan pembuluh darah lebih dikenal dengan plak. Pemilihan jenisobat akan sangat menentukan kualitas penggunaan obat dalam pemilihan terapi. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui bagaimana profil pasien pengguna obat jantung koroner rawatinap di RSUD Sultan Syarif Muhamad Alkadrie kota Pontianak. Penelitian ini menggunakanmetode observasional dengan rancangan penelitian secara potong lintang (cross sectional)yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dari rekam medispasien. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu sebanyak 40 pasien yangmemenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik pada pasien PJKmenunjukan jumlah pasien laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan yaitu sebesar 23pasien (57,7%) dan jumlah pasien terbanyak pada kelompok usia 56 – 65 tahun yaitu sebesar17 pasien (42,5%). Penyakit penyerta terbanyak yang ditemukan yaitu CHF sebanyak 17pasien (42,5%). Jenis obat yang digunakan pada pasien PJK adalah golongan nitrat sebanyak37 pasien, antiplatelet sebanyak 34 pasien, antikoagulan sebanyak 30 pasien, golongan statinsebanyak 23 pasien, dan golongan β- bloker sebanyak 15 pasien.Kata kunci : PJK, Profil penggunaan obat, Jenis obat, Karakteristik
OPTIMASI AKTIVITAS ANTIBAKTERI RUTIN DAUN SINGKONG (Manihot esculenta Crantz.)- GENTAMISIN SULFAT TERHADAP BAKTERI Escherichia coli ., Lili Widia Wati
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.079 KB)

Abstract

Penyakit infeksi merupakan penyebab utama tingginya angka kesakitan danangka kematian terutama dinegara berkembang seperti Indonesia. Pengobatan terhadappenyakit infeksi yang disebabkan bakteri pada umumnya dapat dilakukan denganpenggunaan antibiotik.Permasalahan utama yaitu timbulnya dari penggunaan antibioticyaitu terjadinya resistensi yang menyebabkan penyakit sulit untuk disembuhkanterutama pada bakteri yang telah multi-drug resistant. Kombinasi antibiotik dan rutinini dapat dilakukan perhitungan nilainya dengan penggunaan metode FICI (FractionalInhibitory Concentration Index) yang merupakan indeks yang dapat menunjukanaktivitas penghambatan pada suatu bakteri dari kombinasi antibiotik. Penentuan darinilai MIC kombinasi isolat rutin daun singkong (Manihot esculenta Crantz.) dangentamisin sulfat yang digunakan yaitu pada konsentrasi 5 µg/mL dan 2,5 µg/mL.Hasil penelitian dari optimasi rutin dan antibiotik ini menunjukan bahwa kombinasirutin daun singkong (Manihot esculenta Crantz.) dan gentamisin sulfat dapatmenghambat bakteri Escherichia coli.Kata Kunci : KHM, rutin (Manihot esculenta), gentamisin sulfat, Escherichia coli
UJI EFEKTIVITAS SALEP KOMBINASI 5% EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU DAN MINYAK CENGKEH TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA TIKUS STADIUM II TERTUTUP DEBRIDEMENT ., Syahfitri
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.614 KB)

Abstract

Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Keadaan ini dapatdisebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul, perubahan suhu, zat kimia,ledakan, sengatan listrik, atau gigitan hewan. Penghambatan aktivitas bakteridapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kecepatan penyembuhan luka.Untuk mengetahui aktivitas penyembuhan luka sediaan salep kombinasi ekstraketanol Piper betle L. dan syzgium aromaticum L. Dengan berbagai variasiperbandingan dalam mempercepat proses penyembuhan luka tikus stadium IItertutup dengan debridement. Sediaan salep diformulasikan menggunakan basisOlei Iecoris dengan tiga variasi perbandingan ekstrak,yaitu F1(25-75), F2(50-50)dan F3(75-25). Sediaan salep kombinasi dioleskan pada luka dan dikuantifikasiluas area luka dengan menggunakan program Macbiophotonic Image J untukmemperoleh nilai Area Under Curve (AUC) dan dianalisis statistik menggunakanSPSS21. Rata-rata nilai AUC paling tinggi yaitu, F3(75:25) sebesar 1708,37% xhari. Hasil analisis menunjukan bahwa semua kelompok memberikan hasil yangtidak berbeda signifikan. Hasil uji sifat fisik menujukan bahwa semua formulamemiliki sifat fisik yang baik.Kata kunci: Penyembuhan luka, Piper betle L., syzgium aromaticum, Dressing,debridement