Articles
382 Documents
OPTIMASI VOLUME DNA MARKER DAN VOLUME DNA HASIL AMPLIFIKASI GEN tetL RESISTENSI ANTIBIOTIK TETRASIKLIN DARI BAKTERI Bacillus cereus PADA PASIEN ULKUS DIABETIK
., Suri Tilawah
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (774.98 KB)
Masalah utama yang menyebabkan lamanya penyembuhan luka ulkus diabetik adalah terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotik. Bakteri Bacillus cereus dilaporkantelah resisten terhadap antibiotik tetrasiklin sebesar 64,10%. Gen tetL merupakan genpengkode resistensi antibiotik tetrasiklin pada bakteri Bacillus cereus. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui apakah DNA bakteri B.cereus dari isolat pasienulkus diabetik berhasil diekstraksi menggunakan metode ekstraksi kit dan untukmengetahui apakah primer spesifik forward 5’-TCGTTAGCGTGCTGTCATTC-3’ danreverse 5’-GTATCCCACCAATGTAGCCG-3’ berhasil mengidentifikasi gen tetL. Metodeyang digunakan adalah secara in vitro dengan mengekstraksi DNA menggunakan DNAekstraksi kit kemudian amplifikasi menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) sertadideteksi panjang basa dengan elektroforesis gel agarosa sebagai penentu spesifitasamplifikasi gen yang sesuai dengan target yang akan dideteksi. Hasil yang didapat yaituGen berhasil terdeteksi dengan memperlihatkan penampakan pita DNA yang beradasesuai dengan marker yang digunakan. Besar Gen tetL 267 bp dengan ukuran Gen tetLBacillus cereus yang sesuai dengan NCBI (genBank: NC_001705.1). DNA BakteriB.cereus berhasil diekstraksi menggunakan ekstraksi kit, dibuktikan dengan terjadinyaamplifikasi pada proses PCR dan Gen tetL berhasil diidentifikasi menggunakan metodePCR konvensional, dengan primer spesifik menghasilkan amplifikasi pada ukuran 267bp.
KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN GANGGUAN FUNGSI HATI DI RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK TAHUN 2017
., Melfa Dewita Ines
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (152.554 KB)
Liver damage caused by drugs is liver damage related to liver function disorderscaused by drugs exposure or other noninfectious agents. This study aims todetermine the profile of patients with impaired liver function. This method isobservational with the study design being descriptive cross sectional. The researchdata of each patient was analyzed using supporting literature. Data retrieval wasdone retrospectively through medical records of inpatients with liver functiondisorders at Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Hospital in Pontianak in April-May2018. The research subjects who fulfilled the inclusion criteria were 33 people. Theresults showed that the profile of patients based on sex found that male patients hadmore liver disease compared to female patients, the profile of patients suffering fromliver disease based on the age at most at the age of 45-60 years, the profile ofpatients based on diagnoses found to be the most common disease patients liver ishepatitis B. Conclusion of this study is that patients who suffer the most from liverdisease are men aged 45-60 years, with the most diagnosed is hepatitis B.conductedby observational method with the descriptive cross sectional research design andthen the data wereKey words : profile of patients liver disease, liver disfunction
OPTIMASI SUHU ANNEALING GEN tetM DARI BAKTERI Staphylococcus aureus PADA PASIEN ULKUS DIABETIK
., Givien Yangwa Krismoni
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Staphylococcus aureus is the dominant gram-positive bacterium found in diabetic ulcer patients. This bacterium has a resistance strain known as MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus) which has been resistance to the antibiotic Methicillin. MRSA strains in Staphylococcus aureus have resistance to many antibiotics such as tetracycline that used to treat diabetic ulcer patients. Staphylococcus aureus has the tetM gene as a resistance gene that is found on the extra chromosome called plasmid. The selection of appropriate antibiotic therapy for diabetic ulcer patients is needed, therefore it is necessary to identify it using a PCR (Polymerase Chain Reaction) method in vitro with annealing temperature optimization. This research aims to optimize the annealing temperature to obtain resistance genes using forward 5 '-GGGCATCAAGCAA CATTTC-3' and reverse 5 '-TCGAGGTCCGTCTGAACTTT-3' primers with temperatures of 57 ° C, 58 ° C and 60 ° C for 30 seconds. The results of this research were obtained tetM gene with a size of 366 bp using annealing temperature of 60 ° C for 30 seconds and no tetM gene was obtained using annealing temperature of 57 ° C and 58 ° C. The conclusion of this research is the 60 ° C annealing temperature is the optimal temperature to obtain the tetM gene that causes resistance to tetracycline antibiotics in Staphylococcus aureus bacteria.
UJI KUALITATIF SENYAWA FENOL DAN FLAVONOID DALAM EKSTRAK N-HEKSAN DAUN SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS
., Siti Ilmi Ayu
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tanaman Senggani (Melastoma malabathricum L.) adalah tanaman yang secara empiris telah banyak digunakan dalam pengobatan tradisional, salah satu kegunaanya dapat sebagai sumber antioksidan alami. Antioksidan alami yang terkandung pada tanaman yaitu senyawa polifenol. Senyawa polifenol yang memiliki potensi sebagai antioksida seperti senyawa fenol dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi kandungan senyawa fenol dan flavonoid didalam ekstrak n-heksan daun senggani yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Identifikasi senyawa fenol dan flavonoid didalam ekstrak n-heksan daun senggani dimulai dari penyiapan ekstrak hingga identifikasi senyawa menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil ekstraksi didapatkan rendemen sebesar 2,1% dan hasil identifikasi membuktikan adanya kandungan senyawa fenol dan flavonoid didalam ekstrak n-heksan daun senggani yang ditunjukkan dengan nilai Rf yaitu 0,454 dan 0,543.
KAJIAN ADMINISTRATIF DAN FARMASETIS RESEP DI SALAH SATU SARANA APOTEK KOTA PONTIANAK PADA PERIODE JANUARI-DESEMBER 2018
., Dede Suryani
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Medication error dapat menyebabkan hal-hal serius seperti kematian atau cacat, sehingga diperlukan untuk mencegah hal yang merugikan tersebut, oleh karena itu, alur pengobatan harus dipahami dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat berapa persentase resep yang belum memenuhi aspek kelengkapan administratif dan farmasetis resep di salah satu sarana apotek Kota Pontianak dan melihat berapa persentase resep yang mengalami interaksi obat. Penelitian ini dilakukan di salah satu sarana Apotek Kota Pontianak dengan penelitian bersifat deskriptif dengan menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan secara manual data resep yang masuk dengan pendekatan kuantitatif yaitu menghitung jumlah dan persentase resep yang tidak memenuhi aspek kelengkapan resep dengan menggunakan Microsof Office Excel. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh persentase resep yang belum memenuhi aspek kelengkapan administratif sebesar 98%, persentase resep yang belum memenuhi aspek kelengkapan farmasetis sebesar 79% dan persentase resep yang mengalami interaksi obat sebesar 6,99%.
UJI EFEK PENYEMBUHAN LUKA KRIM KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) DAN MINYAK CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) KONSENTRASI 5% PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR METODE DRESSING NON-DEBRIDEMENT
Rinaldy, Iqmal Arfan;
Andrie, Mohamad;
Taurina, Wintari
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Wounds are damaged structures and normal anatomical functions due to pathological processes that are influenced by internal and external factors. The wound healing process is affected by the onset of infection. Infection can be minimized by providing nutrition and moist environmental conditions (dressing) to restore the continuity of skin anatomy. Non-debridement is carried out aimed at minimizing the wound healing process by external factors, because debridement is the process of removing tissue and foreign objects from the wound to expose healthy tissue beneath it. The aim of this study was to determine the wound healing activity of cream combination of green betel leaf (Piper betle L.) and clove oil (Syzgium aromaticum L.) with a concentration of 5% with various variations in accelerating the wound healing process of stage II rat dressing non-debridement method. Salve preparations were formulated using vaselin flavum and cera flava bases made with three variations of the ratio of active substances, namely F1 (25:75), F2 (50:50) and F3 (75:25). The combination ointment was applied to the wound and quantified by the area of the wound using the Macbiophotonic Image J program to obtain the Area Under Curve (AUC) value and analyzed statistically using SPSS22. The highest average AUC value is, F3 (75:25) of 1108,41% × days. The results of the analysis showed that the group gave significantly different results. The physical test results show that all formulas have good physical properties. Keyword: Test wound healing effect, Piper betle L., Syzygium aromaticum L., Dressing, Non- debridement
Gambaran Penggunaan Antibiotik Profilaksis pada Pasien Sectio Caesarea di Rumah Sakit Universitas Tangjungpura Tahun 2017
., Medlin Dayana
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sectio caesarea merupakan tindakan pembedahan yang bertujuan melahirkan bayi denganmembuka dinding perut dan rahim ibu. Risiko infeksi pada tindakan sectio caesarea dapatditurunkan dengan mengikuti petunjuk pencegahan infeksi yang dianjurkan oleh PeraturanMenteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes RI) nomor 2460/MENKES/PER/XII/2011. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaranjenis, waktu pemberian, dan frekuensi pemberian antibiotik profilaksis serta kesesuaiannyadengan Permenkes RI. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasionaldengan rancangan penelitian studi potong lintang yang bersifat deskriptif. Pengumpulan datadari rekam medik pasien yang menjalani sectio caesarea dan mendapatkan antibiotikprofilaksis selama bulan Januari-Desember 2017. Subyek yang digunakan berjumlah 25subyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis antibiotik profilaksis yang digunakanialah seftriakson dan sefotaksim secara berturut-turut sebanyak 68% dan 32%, waktupemberian > 30 menit sebelum insisi kulit sebesar 100 %, frekuensi pemberian dengan dosistunggal sebesar 56 % dan dosis ulangan sebesar 44 %. Hal ini berarti terdapatketidaksesuaian dengan Permenkes RI sebesar 100 % meliputi jenis dan waktu pemberianantibiotik profilaksis, frekuensi pemberian sebesar 44 %. Kesimpulan dari penelitian ini ialahpenggunaan antibiotik profilaksis pada pasien sectio caesarea di Rumah Sakit UniversitasTanjungpura tahun 2017 belum sepenuhnya sesuai dengan Permenkes RI.Kata kunci : Antibiotik profilaksis, Permenkes RI, sectio caesarea
VIRTUAL SCREENING METABOLIT AKTIF SENYAWA ASAM DARI PACAR AIR(Impatiens balsamina L.) TERHADAP RESEPTOR SULFONILUREA
., Rendra Rukmono
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Diabetes adalah penyakit yang disebabkan oleh pankreas yang tidak menghasilkan insulin dalam jumlahyang cukup untuk menurunkan gula darah (1). Regulasi sekresi insulin di sel β pankreas diperani oleh kanal KATP yang terdiri dari subunit SUR1 dan Kir6.2 (2). Di dalam sel β pankreas, kadar ATP yang tinggi menyesuaikandari peningkatan kadar glukosa plasma yang menyebabkan penutupan kanal KATP. Penutupan ini menyebabkandepolarisasi membran, pemasukan Ca, dan selanjutnya tarjadi pelepasan insulin. SUR1 sangat jelas berpotensipada efek ini (3).Secara empiris pacar air telah digunakan masyarakat untuk mengobati berbagai penyakit2+(4). Ekstrakherba pacar air memiliki LD50 lebih besar dari 5000 mg/kgBB, di mana masuk ke dalam kategori relative tidaktoksik (6). Secara in vivo tanaman inimemiliki aktivitas antidiabetes yaitu pada uji resistensi insulin dan toleransi glukosa yang dilakukan penelitisebelumnya dengan dosis 250mg/kgBB. Senyawa asam adalah salah satu golongan senyawa yang ada pada pacarair. Terdapat beberapa senyawa asam yang telah diisolasi dari akar pacar air, yaitu: Asam Echinosistik, AsamFtalat, Asam P-Hidrobenzoat, dan Ftalat Anhidrat (7). Berdasarkan uraian di atas, perlu diketahui mekanisme yang terjadi antara senyawa-senyawa asam yangada pada Pacar Air terhadap reseptor sulfonilurea dengan menggunakan uji in silico untuk melihat afinitas danposisi senyawa pada reseptor.Kata kunci: Pacar Air, Diabetes, Sulfonilurea
DISTRIBUSI KARAKTERISTIK PASIEN YANG MENERIMA TERAPI GANGGUAN NYERI DI RUMAH SAKIT DR. SOEDARSO PONTIANAK
., Lisnaini Dwi Andriani
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tindakan invasif pada pembedahan dapat mengakibatkan kerusakan jaringan tubuh sehingga menimbulkan rasa nyeri. Perawatan pasien paska bedah dilakukan di ruang ICU (Intensive Care Unit). Penanganan nyeri umumnya menggunakan analgetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji distribusi obat-obat analgesia berdasarkan karakteristik penyakit pada pasien ICU di Rumah Sakit dr. Soedarso Pontianak. Metode penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional yang bersifat deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah pasien paska bedah yang menerima analgesia di ruang ICU. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling, diperoleh sebanyak 40 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan dalam frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien terbanyak yang menerima analgesia berdasarkan jenis kelamin dan usia yaitu perempuan sebanyak 55% dan rentang usia 36-45 tahun sebanyak 30%. Kesimpulan penelitian ini adalah analgesia yang diterima pada pasien ICU di Rumah Sakit dr. Soedarso Pontianak yaitu perempuan dan rentang usia di atas 35 tahun.
PROFIL ANTICHOLINERGIC BURDEN PADA PSIKOGERIATRI PENDERITA SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA SUNGAI BANGKONG PONTIANAK
., Reny Puspita Maharani
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pasien psikogeriatri yang menderita skizofrenia mendapatkan terapi farmakologi berupa agen antipsikotik dan golongan obat antikolinergik lainnya. Efek antikolinergik yang ditimbulkan dari setiap obat masing-masing memiliki skor antikolinergik yang apabila diakumulasikan akan menghasilkan beban antikolinergik atau anticholinergic burden bagi masing-masing pasien. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil anticholinergic burden dan mengetahui dampak peningkatan skor anticholinergic burden pada penurunan fungsi kognitif pasien psikogeriatri penderita skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Sungai Bangkong Pontianak. Penelitian ini menggunakan rancangan potong lintang (cross sectional). Data yang dikumpulkan berdasarkan data sekunder yaitu data rekam medis pasien. Data yang diperoleh akan diolah menggunakan aplikasi anticholinergic burden calculator. Hasil penelitian menunjukkan level antikolinergik yang paling sering digunakan adalah level 3 sebanyak 5 obat (45,46%) dengan obat yang paling sering diresepkan adalah trihexyphenidyl. Beban antikolinergik atau anticholinergic burden tertinggi adalah sebesar 14 dengan jumlah pasien sebanyak 1 pasien (1,92) dan beban antikolinergik terbanyak yang diterima pasien adalah sebesar 7 dengan jumlah pasien sebanyak 15 pasien (28,85%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah peningkatan skor anticholinergic burden memiliki dampak terhadap penurunan fungsi kognitif terutama pada demensia yang diperkirakan memiliki potensi sebesar 9,61%.