cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
PENENTUAN WAKTU OPTIMUM PRODUKSI BAKTERIOSIN DARI LACTOBACILLUS CASEI TERHADAP BAKTERI PATOGEN STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI ., Shafira Ayala Angkuna
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.396 KB)

Abstract

Bakteriosin merupakan senyawa metabolit sekunder bersifat antimikrobayang dihasilkan oleh bakteri asam laktat (BAL). Salah satu isolat BAL yang dapatmenghasilkan bakteriosin adalah Lactobacillus casei. Lactobacillus casei perludioptimasi lebih lanjut aktivitasnya sebagai agen bakteriosin. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui waktu optimum produksi bakteriosin dariLactobacillus casei berdasarkan aktivitas penghambatannya terhadap bakteriStaphylococcus aureus dan Escherichia coli. Waktu produksi optimummerupakan waktu bagi Lactobacillus casei untuk memproduksi bakteriosin secaraoptimal. Penentuan waktu optimum produksi bakteriosin dilakukan dengananalisis kurva pertumbuhan bakteri menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada? 618,5 nm. Data penelitian menunjukkan bahwa Lactobacillus casei mengalamiempat fase pertumbuhan selama 48 jam, yaitu fase lag pada jam 0-4, fase log(eksponensial) pada jam 8-32, fase stasioner pada jam 34-38, dan fase kematianpada jam 40-48. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram.Hasil penelitian mengatakan bahwa waktu optimum isolat Lactobacillus caseimemproduksi bakteriosin adalah pada jam ke-34 waktu inkubasi, berdasarkannilai absorbansi yang diperoleh dan diameter zona bening yang terbentuk, yaitu14,25 mm terhadap Staphylococcus aureus dan 11,85 mm terhadap Escherichia coli.Kata kunci: bakteri asam laktat, bakteriosin, waktu produksi, spektrofotometerUV-Vis, Lactobacillus casei
EKSTRAKSI SIMPLISIA DAUN SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) MENGGUNAKAN PELARUT METANOL ., Luisya Esiyati Simanjuntak
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.754 KB)

Abstract

Senggani (Melastoma malabathricum L.) merupakan salah satu tanaman yang telah dmanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh ekstrak kental daun senggani dengan menggunakan pelarut metanol. Metode pengeringan yang digunakan terhadap daun senggani adalah metode kering angin. Ekstrak diperoleh dengan menggunakan metode maserasi. Jumlah simplisia daun senggani yang dihasilkan adalah 300 g. Hasil maserasi simplisia daun senggani berupa cairan berwarna hijau kehitaman. Ekstrak kental yang diperoleh dari 300 g simplisia adalah 29,7 g atau 9,
Evaluasi Ketepatan Pemilihan Antihipertensi pada Pasien Preeklampsia Berat di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Soedarso Pontianak ., Firda Maulidta Hadad
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.018 KB)

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada ibu dan janin. Terapi antihipertensi pada pasien preeklampsia khususnya preeklampsia berat dibutuhkan untuk mengurangi kejadian morbiditas dan mortalitas. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui karakteristik pasien preeklampsia berat dan persentase ketepatan pemilihan obat pada pasien preeklampsia berat di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Soedarso Pontianak berdasarkan Panduan Nasional Pelayanan Kesehatan (PNPK) Preeklampsia tahun 2016 dan Queensland Clinical Guideline (QCG) tahun 2015. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode observasional dengan rancangan penelitian potong lintang yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dari rekam medis pasien preeklampsia berat rawat inap selama periode Januari-Desember 2018. Penelitian dilakukan pada data 62 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang paling banyak mengalami preeklampsia berat di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Soedarso Pontianak yaitu berada pada rentang usia 26-35 tahun (45,16%); berada pada trimester ketiga kehamilan (87,1%) dan tidak mengalami kondisi lain (32,26%). Persentase ketepatan pemilihan obat antihipertensi sebesar 88,71%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu karakteristik pasien yang mengalami preeklampsia berat berusia 26-35 tahun dengan usia kehamilan pada trimester ketiga tanpa megalami kondisi lain, ketepatan pemilihan antihipertensi pada pasien preeklampsia berat di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Soedarso Pontianak sebesar 88,71%.
ANALISIS FAKTOR RISIKO LAMA PEMAKAIAN DAN UMUR PENGUNAAN KONTRASEPSI ORAL TERHADAP KEJADIAN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS PERMUNAS II PONTIANAK ., Rafli Armandani
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.946 KB)

Abstract

LATAR BELAKANG: Penggunaan kontrasepsi oral diketahui dapatmenimbulkan efek samping. Efek samping yang kerap kali terjadi padaakseptor pil KB salah satunya ialah kenaikan gula darah. TUJUAN: Tujuanpenelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan usia, berat badan, lamapemakaian dan jenis kontrasepsi terhadap peningkatan kadar gula darahpada akseptor kontrasepsi oral di Puskesmas Perumnas II Pontianak.METODE: Penelitian ini merupakan penelitian observasional denganrancangan penelitian potong lintang (cross sectional) bersifat analitik. Teknikpengambilan sampel yaitu dengan teknik consecutive sampling. Metodepengambilan data yaitu dengan mencatat data berat badan, tinggi badan, lamapemakaian, usia akseptor pada rekam medik akseptor periode januari 2018Maret2019danmengambildataguladarahsecaralangsungdenganakseptor.Analisisdata dilakukan dengan menggunakan Microsoft excel dan Chisquare.HASIL: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 20% akseptor pilKB yang berumur ≥ 40 tahun berisiko mengalami kejadian diabetes melitus.Akseptor yang menggunakan pil KB >1 tahun memiliki risiko kejadiandiabetes melitus sebanyak 60%. KESIMPULAN: Tidak terdapat hubunganyang bermakna antara umur dan lama pemakaian terhadap peningkatan kadargula darah pada akseptor kontrasepsi oral di Puskesmas Perumnas IIPontianak.Kata Kunci: Kontrasepsi pil KB, lama pemakaian, umur, diabetes melitus
OPTIMASI AKTIVITAS ANTIBAKTERI RUTIN DAUN SINGKONG (MANIHOT ESCULENTA CRANTZ) - AMOKSISILIN TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI ., Nur'aini Nasution
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.482 KB)

Abstract

Amoksisilin adalah antibiotik yang paling banyak digunakan di Indonesia,namun antibiotik ini telah mengalami resistensi terhadap bakteri salah satunya adalahbakteri Escherichia coli. Resistensi dapat diatasi salah satunya denganpengombinasian antibiotik dengan bahan alam yang dipercaya memiliki aktivitassebagai antibakteri. Salah satu tanaman yan memiliki aktivitas antibakteri yaitu daunsingkong (Manihot esculenta Crantz). Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui aktivitas antibakteri rutin daun singkong (Manihot esculenta Crantz)dengan amoksisilin terhadap bakteri Escherichia coli. Metode yang digunakan adalahmetode difusi cakram Kirby-Bauer. Uji yang dilakukan meliput determinasi tanaman,sterilisasi alat, pembuatan media, pembuatan inokulum bakteri, pembuatan larutanseri konsentrasi, dan penentuan nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC). HasilMIC isolat rutin daun singkong (Manihot esculenta Crantz) terhadap bakteriEscherichia coli yaitu konsentrasi sebesar 5 ppm. Hasil MIC amoksisilin terhadapbakteri Escherichia coli yaitu konsentrasi sebesar 0,0039 mg/mL.Kata kunci : Isolat rutin., amoksisilin., MIC
VIRTUAL SCREENING STRUKTUR SENYAWA MODIFIKASI ISONIAZID SEBAGAI UPAYA MENGURANGI EFEK HEPATOTOKSIK ., Nindy Astri Utami
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.177 KB)

Abstract

Latar belakang : Penggunaan isoniazid sebagai anti tuberkulosis biasa dikaitkandengan hepatotoksik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan melihat kemampuan penetrasiberdasarkan hukum Lipinski serta afinitas terhadap enzim KatG dan NAT2 dari liganhasil modifikasi isoniazid. Metode : Penelitian dilakukan dengan metode dockingmengikuti tahapan modifikasi struktur menggunakan eugenol. Program yang digunakanyaitu ChemOffice, AutoDock Vina dan Discovery Studio. Hasil : Kedua ligan hasilmodifikasi isoniazid memenuhi hukum Lipinski: ligan 1 (BM=285,11 g/mol; log P=1;H donor=2; H akseptor=6); ligan 2 (BM=212,12 g/mol; log P=0,74; H donor=1; Hakseptor=5). Afinitas ligan 1 dan ligan 2 terhadap enzim KatG dan NAT2 berturut-turutyaitu -9,1 dan -9,0 kkal/mol; -7,0 dan -5,9 kkal/mol. Kesimpulan : Kesimpulan daripenelitian ini ialah kedua ligan hasil modifikasi isoniazid memiliki kemampuanpenetrasi yang baik dan secara statistik ligan 2 memiliki afinitas terbaik terhadap enzimKatG maupun NAT2, dimana ligan 2 diduga dapat berkontribusi sebagai antituberkulosis dengan efek hepatotoksik yang minim.Kata Kunci : Docking, Eugenol, Hepatotoksik, Isoniazid, Modifikasi Struktur.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT JALAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI ULKUS DIABETIKUM DI RSUD dr.SOEDARSO PONTIANAK ., Marlina
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.522 KB)

Abstract

Salah satu komplikasi dari diabetes melitus adalah ulkus diabetikum. Penanganan ulkus diabetikum biasanya menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat mengakibatkan tidak tercapai tujuan terapi dan resistensi antibiotik. Tujuan dilakukanya penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi ulkus, pola penggunaan antibiotik serta rasionalitas dalam penggunaannya. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional yang bersifat deskriptif dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Hasil penelitian diperoleh 31 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang diperoleh kemudian dievaluasi berdasarkan pedoman yang digunakan yaitu Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik 2011, International Disease of America 2012, International Working Group on the Diabetic Foot 2018, British National Formulary 2018, dan Basic & Pharmacology 12th Edition 2012. Pasien diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi ulkus paling banyak terjadi pada perempuan (53,125%) dan pada rentang usia 55-64 (53,125%). Evaluasi ketepatan yaitu tepat indikasi (100%) dan tepat obat (79,07%).
GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI ANEMIA PADA PASIEN MATERNAL DI RUMAH SAKIT BERSALIN NABASA KOTA PONTIANAK ., Evie Tamara Leslie
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.265 KB)

Abstract

Anemia pada masa kehamilan merupakan salah satu masalah gizi mikroterbesar di negara berkembang, khususnya Indonesia. Anemia ditandai dengankondisi kadar haemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari 11mg/L. Anemia padamaternal merupakan permasalahan multifaktorial yang dapat dipengaruhi oleh faktordasar, faktor langsung dan tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi karakteristik maternal yang berkaitan dengan faktor risiko anemiapada maternal. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan rancangan potonglintang berdasarkan data rekam medis pasien maternal periode Oktober 2018-September 2019 di Rumah Sakit Bersalin Nabasa, Kota Pontianak. Hasil Penelitianberdasarkan karakteristik menunjukkan bahwa pasien maternal yang mengalamianemia didominasi oleh maternal dengan kelompok usia <20/>35 tahun (66,6%),tidak bekerja (41,1%), pendidikan rendah (66,7%), paritas ? 3 anak(73,6%),antenatal care < 4 kunjungan (38%) dan suplementasi IFA (Iron Folic Acid) tidaksesuai(58,8%). Kata kunci: Kadar hemoglobin, Faktor risiko anemia, Karakteristik maternal
PENGARUH LAMA PENGGUNAAN SUNTIK KB 3 BULAN (DMPA) TERHADAP KENAIKAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) PADA AKSEPTOR DI PUSKESMAS PERUMNAS II PONTIANAK ., Syaazaratul Qamelia Innas
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.517 KB)

Abstract

Kontrasepsi suntik adalah obat hormonal yang digunakan untuk mencegah kehamilan yang digunakan dengan jalan menyuntikkan obat tersebut pada wanita subur. Kontrasepsi hormonal dapat meningkatkan berat badan. Tujuan penelitian ini dilakukan ialah untuk menganalisis pengaruh penggunaan suntik KB 3 bulan (DMPA) terhadap kenaikan berat badan akseptor.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian potong lintang(cross sectional) yang bersifat analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor baru suntik KB 3 bulan di Puskesmas Perumnas II Pontianakpada bulan Januari 2018 hingga Maret 2019. Variabel dari penelitian ialah usia, pekerjaan, paritas, dan lama penggunaan. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis paired t-test. Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah purposive sampling, dengan sampel sebanyak 81 akseptor. Hasil yang didapatkan ialah sebagian besar akseptor berusia 20-35 tahun, bekerja sebagai ibu rumah tangga dan mempunyai lebih dari 2 anak. Berdasarkan hasil analisis paired t-test penggunakan suntik KB 3 bulan (DMPA) memiliki pengaruh terhadap kenaikan berat badan akseptor dengan nilai p=0,001 (p<0,05). Kata kunci:Akseptor, Kenaikan Berat Badan, DMPA
EVALUASI HARGA JUAL OBAT GENERIK BERLOGO DI APOTEK KECAMATAN PONTIANAK SELATAN TAHUN 2017 ., Yuliana
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.819 KB)

Abstract

Latar Belakang: Obat merupakan salah satu unsur penting dalam pelayanan kesehatan. Salahsatu pertimbangan dalam memilih obat adalah harga. Program Obat Generik Berlogodilakukan untuk meningkatkan keterjangkauan obat. Harga jual obat generik berlogodiperkirakan lebih mahal dibandingkan dengan HET obat generik Kepmenkes 2015.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi harga jual obat generik berlogo di apotekKecamatan Pontianak Selatan. Penelitian ini menggunakan metode non eksperimental berupasurvey yang bersifat deskriptif terhadap harga jual obat generik berlogo di 35 apotek Kecamatan Pontianak Selatan. Lembar instrumen pengumpulan data yang disampaikan ke apotek memuat daftar nama obat, harga netto apotek (HNA), dan harga jual obat generikberlogo. Hasil peneltian menunjukan bahwa rasio harga jual obat generik berlogo 1,18 kalilebih mahal dari HET obat generik Kepmenkes 2015. Rasio harga obat generik berlogoterendah dan tertinggi ditemukan berkisar antara 0,45-6,43 kali dibandingkan dengan HETobat generik Kepmenkes 2015 yang menunjukan bahwa terdapat perbedaan harga jual obatgenerik berlogo terendah dan tertinggi. Kata Kunci: Evaluasi harga obat, Obat Generik Berlogo, HET obat generik Kepmenkes2015.