cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
PENGETAHUAN DAN KETEPATAN SWAMEDIKASI KECACINGAN OLEH ORANG TUA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI KELURAHAN SAIGON PONTIANAK TIMUR ., Dayang Kiki Tri Wulandari
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.867 KB)

Abstract

Swamedikasi adalah praktik pengobatan sendiri yang dilakukan oleh masyarakat untukmengatasi penyakit ringan tanpa harus kedokter. Swamedikasi kecacingan merupakanpengobatan untuk mengatasi penyakit kecacingan dengan menggunakan obat bebas, bebasterbatas dan golongan obat wajib apotek yang diberikan tanpa resep dokter. Swamedikasikecacingan penting untuk diketahui sejauh mana tindakan masyarakat dalam penggunaan obatsecara mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan danpersentase ketepatan swamedikasi yang berdasarkan kriteria penggunaaan obat yang rasionaloleh orang tua anak usia sekolah dasar di Kelurahan Saigon Pontianak Timur. Penelitian inimerupakan penelitian observasional dengan menggunakan rancangan cross sectional yangbersifat deskriptif dengan jumlah subjek yaitu 34 responden orang tua anak murid SekolahDasar. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat pengambilan data yang telahdilakukan uji validitas dan reabilitas. Hasil gambaran pengetahuan swamedikasi denganpersentase tertinggi yaitu pada kategori pengetahuan cukup yaitu sebesar 50,0% danpersentase ketepatan swamedikasi kecacingan yaitu tepat obat sebesar 82,35%, tepat indikasisebesar 85,29%, tepat pasien sebesar 70,58% dan ketepatan pemilihan dosis sebesar 64,70%.Kesimpulan penelitian yaitu sebagian besar pengetahuan responden mengenai swamedikasikecacingan dikategorikan cukup dan persentase ketepatan swamedikasi kecacinganberdasarkan kriteria penggunaan obat yang rasional yaitu sebesar 47,05%..Kata kunci: Pengetahuan, ketepatan, swamedikasi, kecacingan
ANALISIS HUBUNGAN USIA DENGAN RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK KB 3 BULAN (DMPA) DI PUSKESMAS PERUMNAS II PONTIANAK ., Sekar Muktiyani
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.052 KB)

Abstract

merupakan metode KB dengan jumlah akseptor terbanyak (59,19%) menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017. Efek samping yang kerap terjadi pada akseptor DMPA salah satunya ialah kenaikan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia dengan risiko kejadian hipertensi pada akseptor DMPA di Puskesmas Perumnas II Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian analitik obeservasional dengan pendekatan cohort retrospective. Populasi dalam penelitian ini adalah akseptor baru DMPA bulan Januari hingga Juni tahun 2018, dengan jumlah sampel 81 akseptor. Cara pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Metode pengambilan data dengan mencatat berat badan, tinggi badan, tekanan darah dan usia dari rekam medis akseptor. Analisis data dilakukan dengan Microsoft excel dan Chi-square. Hasil menunjukkan sebanyak 71,4% akseptor berusia >35-49 tahun serta 46,7% akseptor berusia 20-35 tahun memiliki risiko kejadian hipertensi. Analisis Chi-square menunjukkan hubungan bermakna antara usia (p value = 0,050, RR= 1,531, CI 95% = 1,044 -2,244) dengan risiko kejadian hipertensi. Kata Kunci: DMPA, usia, tekanan darah
OPTIMASI SUHU ANNEALING PROSES PCR AMPLIFIKASI GEN shv BAKTERI Escherichia coli PASIEN ULKUS DIABETIK ., Kiki Amanda
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.493 KB)

Abstract

Escherichia coli bacteria produce Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBLs) tohydrolyze beta lactam ring from beta-lactam antibiotics. One of the ESBLs coding genesresponsible for resistance is the shv or sulphydryl variable. Annealing temperature optimizationin the Polymerase Chain Reaction (PCR) process was carried out aimed at the success inamplifying shv genes from E. coli bacteria. The method used in in vitro-based molecular testinguses DNA Extraction Kit, PCR amplification and electrophoresis. The annealing temperature usedfor pasting primer shv 5 'GGTTATGCGTTATATTCGCC 3' and reverse shv 5 primer'TTAGCGTTGCCAGTGCTC 3' are 50 ° C, 54 ° C, 56 ° C, 57 ° C, 60 ° C and 62 ° C.Visualization of the results of the amplification using a UV lamp at a wavelength of 254 nm didnot produce an amplicon with a size of 867 bp. The conclusion of this study shows that theannealing temperature used is not yet optimum to identify shv genes from E. coli bacterial isolatesin diabetic ulcer patients who are resistant to antibiotics.
Penetapan Kadar Senyawa Astaxanthin dalam Udang Rebon Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis ., Aulia Faradilla
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.027 KB)

Abstract

Udang rebon merupakan salah satu hewan laut yang biasanya digunakan sebagai bahan baku produk olahan. Udang rebon juga dikenal mengandung senyawa karotenoid, khususnya senyawa astaxanthin. Astaxanthin berkhasiat sebagai antioksidan yang dapat dimanfaatkan sebagai suplemen kesehatan dan kosmetik. Pada penelitian ini dilakukan analisis kadar astaxanthin dalam udang rebon yang diambil di Desa Mendalok, Sungai Kunyit, Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar astaxanthin dalam udang rebon. Ekstraksi udang rebon dibuat sebanyak 3 batch menggunakan metode maserasi dengan pelarut aseton selama 3 hari berturut-turut, kemudian dilakukan pengukuran kadar astaxanthin menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 477 nm. Hasil Pengukuran menunjukkan kadar astaxanthin tiap 100 g berat basah udang rebon yaitu 2,548 mg/100 g.
ANALISIS FAKTOR RISIKO LAMA PEMAKAIAN DAN UMUR PENGUNAAN KONTRASEPSI ORAL TERHADAP KEJADIAN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS PERMUNAS II PONTIANAK ., Rafli Armandani
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.602 KB)

Abstract

LATAR BELAKANG: Penggunaan kontrasepsi oral diketahui dapat menimbulkan efek samping. Efek samping yang kerap kali terjadi pada akseptor pil KB salah satunya ialah kenaikan gula darah. TUJUAN: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan usia, berat badan, lama pemakaian dan jenis kontrasepsi terhadap peningkatan kadar gula darah pada akseptor kontrasepsi oral di Puskesmas Perumnas II Pontianak. METODE: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional) bersifat analitik. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan teknik consecutive sampling. Metode pengambilan data yaitu dengan mencatat data berat badan, tinggi badan, lama pemakaian, usia akseptor pada rekam medik akseptor periode januari 2018-Maret 2019 dan mengambil data gula darah secara langsung dengan akseptor. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Microsoft excel dan Chi-square. HASIL: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 20% akseptor pil KB yang berumur ? 40 tahun berisiko mengalami kejadian diabetes melitus. Akseptor yang menggunakan pil KB >1 tahun memiliki risiko kejadian diabetes melitus sebanyak 60%. KESIMPULAN: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara umur dan lama pemakaian terhadap peningkatan kadar gula darah pada akseptor kontrasepsi oral di Puskesmas Perumnas II Pontianak.
KETEPATAN SWAMEDIKASI MAAG PADA PELAJAR SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI NON KESEHATAN DI KECAMATAN PONTIANAK SELATAN PERIODE 2019 ., Lady Febrina
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.211 KB)

Abstract

Maag merupakan salah satu dari banyak penyakit ringan yang bisa ditangani dengan swamedikasi. Swamedikasi ataupengobatan sendiri adalah praktik umum yang sering dilakukan diseluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui ketepatan swamedikasi maag pada pelajar sekolah menengah atas negeri non kesehatan di KecamatanPontianak Selatan yang meliputi aspek 4T, yaitu tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis, dan tepat diagnosis. Penelitianini merupakan penelitian obsevasional dengan menggunakan metode potong lintang (cross sectional) yang bersifatdeskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukandengan melakukan wawancara kepada 320 responden siswa sekolah menengah atas negeri non kesehatan diKecamatan Pontianak Selatan. Obat yang paling banyak digunakan sebagai swamedikasi maag adalah golonganantasida. Persentase hasil penelitian ketepatan swamedikasi maag pada siswa sekolah menengah atas non kesehatannegeri di Kecamatan Pontianak Selatan adalah tepat obat 84,062%, tepat indikasi 84,062%, tepat dosis 94,062%, dantepat diagnosis 84,062%. Kesimpulannya adalah sebesar 78,44% responden yang melakukan swamedikasi maag tepatberdasarkan 4T.Kata Kunci: Ketepatan, Maag, Swamedikasi, 4T.
PENGUJIAN INDEKS BUSA, INDEKS IKAN DAN INDEKS HEMOLITIK CINCALOK YANG DIEKSTRAKSI MENGGUNAKAN VCO (Virgin Coconut Oil) ., Sri Wahyuni Goh
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.291 KB)

Abstract

Cincalok adalah produk fermentasi udang yang mengandung omega 3 dan omega 6, astaxanthin yang berguna untuk kesehatan. Cincalok diekstraksi menggunakan pelarut Virgin Coconut Oil (VCO) yang berasal dari tanaman, di mana tanaman kelapa mengandung senyawa metabolit seperti saponin pada daunnya. Penelitian ini dirancang untuk menentukan senyawa saponin yang diduga ada dalam minyak cincalok dengan mengamati parameter indeks busa, indeks ikan, dan indeks hemolitik. Minyak cincalok diencerkan larutan induk untuk indeks busa 1%, indeks ikan 3% dan indeks hemolitik 1%. Minyak cincalok dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan dikocok untuk membentuk busa, dan dibiarkan selama 15 menit. Indeks ikan dilakukan oleh minyak cincalok yang menghasilkan seri konsentrasi 1,5%; 1%; 0,375%; 0,15%; dan 0,05% tambahkan 5 ikan mujair dan amati selama 1 jam. Minyak cincalok yang diencerkan untuk uji indeks hemolitik dilakukan uji pendahuluan pada 4 tabung reaksi, jika hemolisis terjadi pada 4 tabung reaksi, lanjutkan ke tes utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji indeks busa tidak menghasilkan busa, indeks ikan yang dihasilkan adalah 150 dalam seri konsentrasi 1,5% diduga karena faktor lain seperti tidak adanya air yang mengalir dan ikan telah mengalami stress sehingga rentan terhadap penyakit. Indeks hemolitik yang dihasilkan tidak terjadi hemolisis. Disimpulkan bahwa minyak cincalok tidak memiliki aktivitas saponin pada parameter indeks busa dan indeks hemolitik. Namun, indeks ikan yang diperoleh adalah 150.
KETEPATAN SWAMEDIKASI BATUK PADA PELAJAR SEKOLAH MENENGAH ATAS NON KESEHATAN DI KECAMATAN PONTIANAK SELATAN PERIODE 2018/2019 ., Temmy Wuryaningrum Sesarini
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.284 KB)

Abstract

Swamedikasi atau pengobatan sendiri adalah menyembuhkan sebuah penyakitsendiri yang dilakukan di seluruh dunia, tetapi penggunaan obat yang tidak tepat menjadihal yang harus diperhatikan. Batuk merupakan salah satu penyakit ringan yang bisa diatasidengan swamedikasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui ketepatan swamedikasi batukpada pelajar sekolah menengah atas non kesehatan di Kecamatan Pontianak Selatan yangmeliputi tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis, dan tepat pasien. Penelitian ini merupakanpenelitian observasional dengan menggunakan rancangan penelitiannya adalah potonglintang (cross sectional) yang bersifat deskriptif. Teknik pengambilan sampelmenggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan denganwawancara kepada 344 responden. Obat yang paling banyak digunakan untuk swamedikasibatuk adalah golongan ekspektoran. Persentase ketepatan swamedikasi batuk pada pelajarsekolah menengah atas non kesehatan di Kecamatan Pontianak Selatan periode 2018/2019adalah 86,5% tepat obat; 71,75% tepat indikasi; 83,25% tepat pasien; dan 33,25% tepatdosis. Kesimpulannya adalah tidak semua responden yang melakukan swamedikasi batuktepat berdasarkan tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis, dan tepat pasien. Kata kunci : Batuk, Ketepatan, Swamedikasi, Pelajar, SMA, Remaja
PENGETAHUAN DAN POLA SWAMEDIKASI DIARE AKUT PADA ANAK OLEH IBU-IBU PKK DI KECAMATAN PONTIANAK TIMUR ., Armi Rusmariani
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.714 KB)

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengobati penyakitminor tanpa resep dokter. Diare akut merupakan salah satu penyakit minor yang dapat dilakukanswamedikasi. Swamedikasi dapat membahayakan kesehatan apabila tidak dilakukan denganbenar. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola dan tingkat pengetahuan swamedikasi diare akutpada anak oleh ibu-ibu PKK. Responden yang ikut serta dalam penelitian sebanyak 64 orang.Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan potong lintang bersifat deskriptif. Teknikpengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengambilan data menggunakankuesioner yang valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 56% respondenmemperoleh obat dari apotek; 59% beralasan melakukan swamedikasi karena obatnya mudahdidapat; 31% responden mendapatkan sumber informasi yang berasal dari media massa;penggunaan obat untuk diare terbanyak oralit 81%; bentuk sediaan terbanyak yaitu larutan 44%.Responden akan pergi ke dokter/rumah sakit bila belum sembuh dan apabila terjadi efek sampingsetelah melakukan pengobatan sendiri masing-masing sebanyak 95% dan 52%; dan berangsursembuh setelah melakukan swamedikasi 59%. Hasil tingkat pengetahuan baik 56.25%, dancukup 43.75%. Kesimpulan dari penelitian swamedikasi diare akut masih sering dilakukan olehibu-ibu PKK di Kecamatan Pontianak Timur.Kata Kunci: Pengetahuan, Swamedikasi, Diare, PKK
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR PENICILLIUM SP, YANG BERASAL DARI SWAB PASIEN ULKUS DIABETIKUM ., Lisa Dwi Haryati
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.984 KB)

Abstract

Ulkus diabetik merupakan komplikasi kronik yang diakibatkan oleh penyakit diabetesmelitus. Jamur dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya infeksi pada penderita ulkus diabetik.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh isolat jamur Penicillium sp. yang terdapat pada ulkusdiabetikum derajat III dan IV Wagner. Pengambilan sampel dari 24 pasien berupa swab dari ulkusdiabetik, lalu diisolasi pada media Potato Dextrose Agar (PDA) yang telah ditambahkankloramfenikol. Diinkubasi pada suhu 37°C selama 3-5 hari. Hasil berupa koloni yang memilikimorfologi yang berbeda, lalu diamati secara makroskopis. Penentuan morfologi mikroskopis isolatjamur dilakukan dengan membuat preparat jamur dan pewarnaan dengan Lactophenol Cotton Bluekemudian diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 100 kali. Hasil penelitian didapatkanPenicillium sp. Disimpulkan bahwa jamur Penicillium sp. juga terdapat pada swab dari pasien ulkusdiabetikum. Kata Kunci : ulkus diabetik, jamur, Penicillium sp.