cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
PENGARUH SUHU ANNEALING TERHADAP AMPLIFIKASI GEN tem MENGGUNAKAN PRIMER DENGAN %GC RENDAH ., Dini Rahmadhan
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus resistensi antibiotik terhadap bakteri telah banyak terjadi, dimana hal yang menyebabkan resistensi tersebut karena bakteri mengalami penyesuaian agar tetap hidup jika diberikan antibiotik. Terjadinya mutasi pada asam amino tertentu menjadi salah satu penyebab utamanya, contohnya terdapatnya gen tem, yang merupakan jenis ESBL kelas A dimana terjadi mutasi pada grup asam amino tertentu. Analisis secara molekuler semakin membantu dengan menggunakan metode PCR, yang menghasilkan jutaan salinan DNA. Keberhasilan PCR dipengaruhi oleh suhu annealing yang optimal dalam proses penempelan primer, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu annealing terhadap keberhasilan amplifikasi gen tem menggunakan primer dengan %GC rendah dan jumlah basa sedikit. Metode yang digunakan dalam pengujian in vitro berbasis molekuler dengan menggunakan ekstraksi DNA Kit, PCR dan elektroforesis. Primer yang digunakan merupakan primer spesifik terhadap gen tem yaitu primer forward 5AAAATTCTTGAAGACG3 dan reverse 5TTACCAATGCTTAATCA3. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu annealing mempengaruhi keberhasilan amplifikasi DNA, dimana pada suhu annealing 50oC terjadinya amplifikasi dengan panjang basa yang tepat. Pengaruh tersebut ditunjukkan dari hasil elektroforesis berupa pita DNA gen tem berwarna merah dengan ukuran 1073 bp, dan tidak terdapatnya smear.
PENGARUH PENGGUNAAN ANTIPSIKOTIK TIPIKAL DAN TERAPI PSIKOSOSIAL TERHADAP FREKUENSI KEKAMBUHAN BERULANG PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2016 ., Fenny Junita Inggriani
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Skizofrenia merupakan salah satu gangguan mental atau penyakit kejiwaan yang mempengaruhi psikis seseorang yang dapat menurunkan kualitas hidupnya dalam melakukan kegiatan sehari-hari baik dalam berpikir, merasa, maupun dalam mengambil keputusan. Prevalensi skizofrenia di Kalimantan Barat pada tahun 2013 sebesar 0,7 per 1000 penduduk. Penanganan pasien skizofrenia dengan pemberian antipsikotik tipikal dam terapi psikososial dilakukan untuk mengurangi frekuensi kekambuhan berulang pada pasien skizofrenia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan pengaruh dari penggunaan antipsikotik tipikal dan terapi psikososial terhadap frekuensi kekambuhan berulang pasien skizofrenia fase akut di RSJP Kalbar. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi yang beralamat di Jalan Raya Singkawang Bengkayang KM 17 Kota Singkawang Kalimantan Barat dan merupakan penelitian observasional dengan desain Cross Sectional study yang bersifat analitik. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medik. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square. Jumlah subyek penelitian sebanyak 98 pasien skizofrenia fase akut yang menjalani rawat inap. Hasil analisis chi-square menunjukkan perbedaan frekuensi kekambuhan antara kelompok yang menggunakan antipsikotik monoterapi dan terapi psikososial dengan kelompok yang menggunakan antipsikotik kombinasi dan terapi psikososial. Namun perbedaan kedua kelompok tidak bermakna signifikan (P = 0,262). Kata Kunci: Antipsikotik tipikal, skizofrenia, terapi psikososial
Profil Penggunaan Obat Non ARV pada Pasien HIV/AIDS di RSUD dr. Soedarso Pontianak ., Siti Nursyah
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turunnya kekebalan tubuh dapat memicu terjadinya infeksi oportunistik. Antiretroviral (ARV) dapat menurunkan insiden infeksi oportunistik secara drastis, akan tetapi terapi ARV tidak dapat menggantikan kebutuhan terhadap profilaksis antimikrobial dan antiinfeksi pada pasien dengan imunosupresi yang berat. Pemberian obat non ARV seperti antifungi maupun antibiotik dapat membunuh atau menghambat perkembangan bakteri dari infeksi oportunistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kejadian infeksi oportunistik serta pengobatan non ARV yang digunakan pasien HIV/AIDS di RSUD dr.Soedarso Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian potong lintang dan menggunakan metode purposive sampling. Data diperoleh dari 58 rekam medik pasien HIV/AIDS dengan infeksi oportunistik periode 2018 menunjukkan bahwa kejadian infeksi oportunistik terbanyak diderita pasien laki-laki dengan rentang usia 26-35 tahun. Infeksi oportunistik yang banyak terjadi adalah TB paru, pneumonia, diare, dan kandidiasis oral. Obat non ARV yang banyak digunakan adalah ceftriaxon, kotrimoksazol, obat anti tuberkulosis (rifampisisn, isoniazid, etambutol, dan pirazinamid). Kesimpulan dari penelitian ini adalah TB paru sebanyak 32 (55.2%) merupakan infeksi oportunistik yang paling banyak terjadi pada pasien HIV/AIDS di RSUD dr.Soedarso Pontianak dan penggunaan obat non ARV yang paling dominan digunakan adalah ceftriaxon dengan dosis 1 gram.
GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN BIPOLAR DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI KALIMANTAN BARAT ., Adriana Agustin
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan bipolar merupakan gangguan mood kronis ditandai dengan adanya episode mania atau hipomania yang terjadi secara bergantian biasanya rekuren serta dapat berlangsung seumur hidup. Tujuan: penelitian ini untuk melihat karakteristik pasien bipolar rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat. Metode: yang digunakan adalah observasional dengan rancangan penelitian studi potong lintang yang bersifat deskriptif dengan teknik pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data rekam medis pasien, dimana terdapat 10 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah penyakit bipolar paling sering terjadi pada usia 26-35 tahun sebesar 30% dan paling banyak di derita oleh pasien perempuan sebesar 60% dan laki-laki sebesar 40%. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu usia yang mengalami gangguan bipolar paling banyak adalah usia dewasa awal dan paling banyak diderita pasien perempuan. Kata kunci: Bipolar, Rumah Sakit Jiwa
KETEPATAN SWAMEDIKASI BATUK PADA PELAJAR SEKOLAH MENENGAH ATAS NON KESEHATAN DI KECAMATAN PONTIANAK SELATAN PERIODE 2018/2019 ., Temmy Wuryaningrum Sesarini
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi atau pengobatan sendiri adalah menyembuhkan sebuah penyakit sendiri yang dilakukan di seluruh dunia, tetapi penggunaan obat yang tidak tepat menjadi hal yang harus diperhatikan. Batuk merupakan salah satu penyakit ringan yang bisa diatasi dengan swamedikasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui ketepatan swamedikasi batuk pada pelajar sekolah menengah atas non kesehatan di Kecamatan Pontianak Selatan yang meliputi tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis, dan tepat pasien. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan rancangan penelitiannya adalah potong lintang (cross sectional) yang bersifat deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada 344 responden. Obat yang paling banyak digunakan untuk swamedikasi batuk adalah golongan ekspektoran. Persentase ketepatan swamedikasi batuk pada pelajar sekolah menengah atas non kesehatan di Kecamatan Pontianak Selatan periode 2018/2019 adalah 86,5% tepat obat; 71,75% tepat indikasi; 83,25% tepat pasien; dan 33,25% tepat dosis. Kesimpulannya adalah tidak semua responden yang melakukan swamedikasi batuk tepat berdasarkan tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis, dan tepat pasien.
PROFIL PERESEPAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN IBU HAMIL RAWAT INAP BERDASARKAN KARAKTERISTIK DAN DIAGNOSA DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK ., Pinkan Bhaitgety
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komplikasi kehamilan atau persalinan rentan terjadi pada ibu hamil, salah satunya adalah infeksi. Peresepan antibiotik diberikan pada pasien ibu hamil dengan tujuan untuk terapi infeksi maupun terapi profilaksis sebelum persalinan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui profil peresepan antibiotik pada pasien ibu hamil rawat inap berdasarkan karakteristik dan diagnosa di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasional dengan rancangan penelitian studi potong lintang yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data yaitu dari rekam medis pasien ibu hamil rawat inap yang menerima peresepan antibiotik di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak selama bulan November 2018-Oktober 2019 dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Data subjek yang diperoleh berjumlah 88 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisitik pasien terbanyak yang menerima peresepan antibiotik berdasarkan usia yaitu usia 20-35 sebesar 83%, karakteristik pasien terbanyak berdasarkan gravida yaitu multigravida sebesar 66%, sedangkan karakteristik usia kehamilan terbanyak yaitu pada trimester 3 sebesar 84%. Karakteristik pasien berdasarkan diagnosa pada penelitian ini dikelompokan menjadi 3 yaitu indikasi gangguan hanya infeksi, gangguan infeksi dan penyulit kehamilan lainnya, dan hanya penyulit kehamilan lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penggunaan antibiotik diresepkan untuk pasien ibu hamil dengan tujuan untuk terapi penyembuhan infeksi ataupun sebagai terapi profilaksis sebelum dilakukan persalinan.
ANALISIS HUBUNGAN USIA DENGAN RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK KB 3 BULAN (DMPA) DI PUSKESMAS PERUMNAS II PONTIANAK ., Sekar Muktiyani
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontrasepsi suntik 3 bulan atau Depo Medroxyprogesteron Acetate (DMPA)merupakan metode KB dengan jumlah akseptor terbanyak (59,19%) menurutSurvei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017. Efek samping yangkerap terjadi pada akseptor DMPA salah satunya ialah kenaikan tekanan darah.Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia dengan risiko kejadianhipertensi pada akseptor DMPA di Puskesmas Perumnas II Pontianak.Penelitian ini merupakan penelitian analitik obeservasional dengan pendekatancohort retrospective. Populasi dalam penelitian ini adalah akseptor baruDMPA bulan Januari hingga Juni tahun 2018, dengan jumlah sampel 81akseptor. Cara pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling.Metode pengambilan data dengan mencatat berat badan, tinggi badan, tekanandarah dan usia dari rekam medis akseptor. Analisis data dilakukan denganMicrosoft excel dan Chi-square. Hasil menunjukkan sebanyak 71,4% akseptorberusia >35-49 tahun serta 46,7% akseptor berusia 20-35 tahun memiliki risikokejadian hipertensi. Analisis Chi-square menunjukkan hubungan bermaknaantara usia (p value = 0,050, RR= 1,531, CI 95% = 1,044 -2,244) dengan risikokejadian hipertensi.Kata Kunci: DMPA, usia, tekanan darah
EFEKTIVITAS PEMBERIAN EDUKASI (leaflet) TERHADAP PENGETAHUAN SWAMEDIKASI DIARE ANAK PADA ORANG TUA MURID TAMAN KANAK-KANAK DI KECAMATAN PONTIANAK BARAT DAN PONTIANAK TENGGARA TAHUN 2019-2020 ., Teodosia Palmasari Vainy
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan swamedikasi diare pada anak dapat menjadi kesalahan pengobatan karena keterbatasan pengetahuan orang tua terhadap obat dan penggunaannya. Pemberian leaflet sebagai media edukasi dapat membantu meningkatkan pengetahuan tentang obat-obatan untuk penggunaan sehari-hari. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas media edukasi (leaflet) terhadap tingkat pengetahuan orang tua yang diukur melalui perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian leaflet. Penelitian menggunakan metode pre-experimental dengan rancangan one group pretest/posttest design. Responden dipilih secara consecutive sampling. Subjek penelitian ialah orang tua yang diberi leaflet selama 1 bulan. Pengambilan data melalui kuesioner yang telah valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan orang tua tentang swamedikasi diare pada anak sebelum pemberian leaflet yaitu TK Pontianak Barat untuk pengetahuan baik 23%, sedang 33%, kurang 43% dan sesudah pemberian leaflet pengetahuan baik 43,3%, sedang 40% dan kurang 16,7%. TK Pontianak Tenggara untuk pengetahuan baik 27%, sedang 47%, kurang 27% dan sesudah pemberian leaflet pengetahuan baik 53,3%, sedang 36,7% dan kurang 10%. Uji paired sample t-test dan independent sample t-test digunakan untuk uji bivariat. Perbedaan yang signifikan didapat antara pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian leaflet pada TK Pontianak Barat dan TK Pontianak Tenggara (p=0,000). Perbedaan nilai rata-rata pengetahuan antara TK Pontianak Barat dan TK Pontianak Tenggara adalah (p=0,035). Kesimpulan leaflet efektif meningkatkan pengetahuan swamedikasi diare anak pada orang tua.
IDENTIFIKASI POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GERIATRI HIPERTENSI RAWAT INAP DI RSUD DR SOEDARSO PONTIANAK PERIODE JANUARI - JUNI 2019 Rachmadani, Egida; Untari, Eka Kartika; Yuswar, Muhammad Akib
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi dapat menyebabkan gagal ginjal, jantung koroner, stroke hingga gangguan penglihatan. Penderita hipertensi biasanya memerlukan kombinasi beberapa antihipertensi dalam terapinya, sehingga pasti mengalami polifarmasi. Penurunan efektifitas obat dapat terjadi karena tingginya potensi interaksi obat yang diakibatkan karena polifarmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat antihipertensi berdasarkan mekanisme kerja obat serta tingkat keparahannya pada pasien geriatri hipertensi rawat inap di RSUD dr. Soedarso Pontianak periode Januari-Juni 2019. Pengambilan data secara retrospketif dengan teknik total sampling. Data sampel yang didapat sebanyak 30 pasien. Analisis data secara deskriptif dengan literatur E-book Stockleys Drug Interaction serta Drug Interaction Checker di medscape.com dan drugs.com. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi obat yang banyak terjadi adalah pada tingkat moderat (75%) dan mekanisme secara farmakodinamik (99%). Manajemen yang dapat dilakukan untuk interaksi tingkat moderat yaitu dengan pengobatan tambahan atau selalu monitoring konsumsi obat serta organ yang berpotensi terganggu.
IDENTIFIKASI SENYAWA FLAVONOID PADA FRAKSI KLOROFORM BUAH SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT) ., Marfuah
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flavonoid dalam tubuh manusia berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baikuntuk pencegahan kanker. Telah dilakukan skrining fitokimia pada fraksi kloroformbuah senggani mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid,flavonoid, dan steroid. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi senyawaflavonoid pada fraksi kloroform buah senggani menggunakan metode kromatografilapis tipis (KLT). Fase gerak yang digunakan adalah etil asetat : n-heksan (7:3) danmenggunakan pembanding standar kuersetin. Hasil penelitian menyatakan adanyasenyawa flavonoid pada fraksi kloroform buah senggani yang ditandai adanya spotdan warna yang sama antara sampel dan kuersetin pada plat KLT. Kata Kunci : Fraksi Kloroform Buah Senggani, KLT, Kuersetin