cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Semantik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
KETRAMPILAN KONSELOR KLINIK VCT (STUDI KASUS DI BKPM PARU SEMARANG) Eti Rimawati; Indriani Indriani Indriani; Sri Andarini Indreswari
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.605 KB)

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyebab utama kematian pada orang dengan HIV / AIDS, dan sebaliknya infeksi HIV menjadi faktor risiko terbesar dalam kasus TB(tuberculosis) laten menjadi TB(tuberculosis) aktif. Berdasarkan data WHO, 539.000 orang dengan HIV / AIDS telah terinfeksi TB setiap tahunnya, di mana101 orang meninggal dunia. HIV akan menginfeksi kekebalan tubuh dan membuat tubuh tidak bisa mengendalikan bakteri TB sehingga orang dengan HIV yang baru saja terinfeksi TB, akan terus menjadi TB aktif. Hal ini dikarenakan HIV mampu memicu bakteri TB yang tidak aktif menjadi aktif. Konseling dan tes sukarela atau VCT (voluntary counceling and testing) adalah pintu gerbang untuk membantu semua orang mendapatkan akses ke semua pelayanan, baik informasi, pendidikan, terapi atau dukungan psikososial untuk melawan HIV dan AIDS. Oleh karena itu setiap konselor VCT harus memiliki danmengembangkan ketrampilan: empati, bersimpati, mendengar aktif, diam, dan parafrase, refleksi, kemampuan verbal, dan keterampilan non-verbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan konselor VCT di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM), Semarang. Desain penelitian ini adalahpenelitian kualitatif dengan menggunakan metode survei dan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 5 subyek penelitian yang diperoleh dengan teknik purposive sampling (pasien TB yang mengikuti konseling di klinik VCT 3 bulan terakhir). Validitas data dilakukanmelalui triangulasi sumber kepada tiga informan crosscheck, yaitu konselor klinik VCT, keluarga subyek penelitian dan Kepala Bidang Promosi BKPM Semarang. Data dianalisis dengan menggunakan analisis isi (content analysis). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar subjek penelitian telah menderita TB (tuberculosis) selama 2 tahun dan telah melakukan konseling di klinik VCT sebanyak 2kali. Usia subyek penelitian berkisar antara 33 sampai 47 tahun. Sebagian besar subyek penelitian berpendapat bahwa kontak mata yang dilakukan konselor saat konseling terlalu berlebihan sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman (keterampilan mendengarkan aktif). Setelah konseling selesai, sebagian besar subyek penelitian berpendapat bahwa konselor tidak menyampaikan kesimpulan dari kegiatan konseling yang baru saja dilakukan kepada pasien (keterampilan parafrase) sehingga subyek penelitian tidak mengetahui manfaat konseling yang dilakukan saat itu. Namun demikian konselor telah menyediakan dukungan positif terkait dengan penyakit yang diderita oleh subyek penelitian (keterampilan empati).Perlunyan pemantauan dan evaluasi secara periodik terhadap aktivitas konseling di klinik VCT, serta peningkatan ketrampilan konselor melalui pelatihan-pelatihan yang mendukung hard skill dan soft skill konselor dalam melakukan konseling di klinik VCT.Kata kunci: konseling, keterampilan, klinik VCT
PEMANFAATAN MESIN PEMANAS INDUKSI UNTUK PENGERASAN PERMUKAAN RODA GIGI PRODUK UKM Rifky Ismail; M. Tauviqirrahman; Sugiyanto Sugiyanto Sugiyanto; Jamari Jamari Jamari; Agung Warsito; Abdul Syakur
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.139 KB)

Abstract

Pemanasan induksi, yang selama ini telah digunakan dalam proses peleburan logam, merupakan sistem pemanasan yang sangat cepat dan efisien karena rugi-rugi radiasi dapat dikurangi. Pengerasan permukaan roda gigi menggunakan mesin pemanas induksi dilakukan dengan meletakkan roda gigi di dalam kumparan/coil yang dialiri arus listrik sehingga timbul medan magnet yang menghasilkan panas. Pemanasan secara kontinyu pada roda gigi hingga temperaturnya mencapai fase transformasi dan disertai dengan proses pendinginan cepat dapat menghasilkan pengerasan pada permukaan roda gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan alat pemanas induksi untuk proses pengerasan roda gigi UKM.Sistem rangkaian berbasis Metal-Oxide Semiconductor Field-Effect Transistor (MOSFET) dirancang untuk menghasilkan arus AC pada kumparan dengan frekuensi tinggi. Frekuensi kerja yang berkisar antara 30- 80 KHz akan memberikan pemanasan yang terkonsentrasi pada permukaan roda gigi sehingga bagiandalam roda gigi tetap bersifat ulet sehingga mampu menahan beban puntir yang besar. Perubahan proses pemanasan yang dilakukan oleh UKM produsen roda gigi dari dapur peleburan atau dapur pemanas beralih pada mesin pemanas induksi dapat meningkatkan keseragaman dan ketepatan proses pemanasan roda gigi. Proses pemantauan dan pengukuran pemanasan menggunakan mesin pemanas induksi lebihmudah sehingga dapat membantu UKM membuat produk roda gigi yang lebih berkualitas dan seragam.Kata Kunci: Pemanas induksi, Pengerasan roda gigi, UKM, Teknologi tepat guna
DESAIN MODEL SISTEM UJIAN ONLINE Amiq Fahmi
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.72 KB)

Abstract

Tingkat kelulusan merupakan salah satu indikator keberhasilan yang dicapai oleh sekolah melalui tahap Ujian Akhir Nasional (UAN). Data kelulusan tahun 2009 di Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri maupun Swasta yang mengikuti UAN tercatat sebanyak 11.488 siswa, 10.941 siswa (95,24%) dinyatakan lulus dan 547 siswa (4,76%) tidak lulus.Penelitian dilakukan di SMA Negeri 3 Semarang. Dalam merancang bangun sistem ujian online ini peneliti menggunakan metode penelitian model incremental dengan filosofi prototipe iteratif dengan menggabungkan elemen-elemen model sekuensial linear (system development life cycle) yang terdiri atas kegiatan analisis, desain dan implementasi sistem.Hasil dari penelitian ini adalah perangkat lunak sistem ujian online yang mampu menyediakan database soal, baik soal UAN maupun soal-soal khusus yang diberikan oleh guru mata pelajaran UN berdasarkan SKL (standar kompetensi lulusan). Soal-soal tersebut dapat diakses oleh siswa menggunakan jaringan internet pada jam sekolah maupun diluar jam sekolah. Soal dilengkapi dengan kunci jawaban dan cara penyelesaian soal. Dengan model pengacakan soal pada database secara random diharapkan soal-soal ujian yang keluar dapat bervariasi, dinamis, tidak mudah dihapal dan dapat menjangkau semua SKL.Kata Kunci : Perangkat lunak sistem ujian online, soal, guru, siwa.
E-MEDICAL RECORD SEBAGAI REGISTER KOHORT PENGOBATAN PASIEN KUSTA UNTUK MENGHINDARI DROP OUT PENGOBATAN DI RS KUSTA DONOROJO JEPARA Enny Rachmani
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.309 KB)

Abstract

Untuk menurunkan angka prevalensi penderita kusta maka didirikan rumah sakit khusus penderita kusta, salah satunya adalah Rumah Sakit Kusta Donorejo Keled Jepara.Pasien rawat jalan rumah sakit berasal dari Cepu, Rembang, Pati, Brebes, Tegal, Pekalongan, Cilacap, Blora, Banyumas, Pemalang, Solo, Sukoharjo, dll. Keadaan ini cukup menyulitkan karena jauhnya sarana sehingga pasien sering tidak rutin berobat bahkan sering terjadi DO (Drop Out) pengobatan hal ini tidak perlu terjadi karena sebenarnya penanganan penderita kusta sebenarnya dapat dilakukan di puskesmas. Mencermati kondisi tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang model rekam medis berbasis web untuk penyakit kusta. Tujuan dari penelitian ini adalah terbentuknya model rekam medis elektronik berbasis web untuk penyakit kusta di RS Donorejo Keled Jepara yang memungkinkan pihak medis untuk melakukan pencatatan, serta menampilkan informasi rekam medis pasien yang bersangkutan secara onine serta terbentuknya model rekam medis elektronik berbasis web untukpenyakit kusta di RS Donorejo Keled Jepara mempunyai sistem alert / pengingat, perbaikan user interface sehingga mudah untuk digunakan serta kemudahan sinkronisasi data di internet untuk penyakit kusta. Metode penelitian yang digunakan adalah Research dan Devlopment (Penelitian Rekayasa) dengan Rekayasa Web Engineering yang meliputi tahapan Communication Methods,Requirement,Analysis Methods,Design Methods,Testing Methods. Subjek penelitian adalah dokter, perawat, perekam medis, sedangkan objek penelitian adalah formulir rekam medis pasien kusta. Penelitian ini menghasilkan sebuah system e-medical yang dapat dipergunakan untuk pasien rawat jalan maupun rawat inap. Untuk pasien rawat jalan dapat dipergunakan oleh Puskesmas untuk melanjutkan pengobatan begitu juga ketika tenaga paramedis melakukan kunjungan rumah untuk melakukan pemeriksaan kontak keluarga maupun kontak lingkungan terhadap pasien. E-medical mengikuti proses kerja dari tenaga medis ataupun paramedis yaitu tahapan SOAP (Subjective, Objective, Analysis, Plan) dimana jika dalam tahapan tersebut terlampaui maka sistem akan memberi alert, begitu pula jika pasien dalam waktu tertentu tidak mendapatkan pengobatan maka e-medicalakan memberikan alert bahwa pasien tergolong Drop out ataupun Release From Treatment. Testing terhadap pengguna menunjukkan bahwa e-medical dapat memberi peringatan ketika terjadi drop out pengobatan/berhentinya pengobatan pasien kusta maupun pasien yang Release From Treament/lepas dari pengobatan sehingga dapat dicari pasien tersebut untuk pemantauan lebih lanjut atau dilakukankunjungan rumah oleh rumah sakit ataupun puskesmas. Perlu penelitian lebih lanjut untuk membuat model pencarian data pasien yang paling tepat.Kata kunci : electronic medical record, rekam kesehatan elektronik, kusta
PERANCANGAN FASILITAS KERJA UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI KERJA DENGAN ANALISIS RAPID ENTIRE BODYASSESSMENT (REBA) Trismi Ristyowati
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.511 KB)

Abstract

Pada proses pemindahan batu dari lokasi penyimpanan ke tempat produksi digunakan alat berupa gerobak dorong (Troley). Tapi dalam pemakaiannya sering terjadi keluhan terutama pada bagian punggung karena pekerja terlalu banyak menunduk pada saat menaikkan batu keatas gerobak dorong,sehingga diperlukan adanya perbaikan fasilitas kerja yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja dan mengurangi masalah-masalah yang berkaitan dengan posisi kerja yang berbahaya. Perancangan gerobak dorong mempunyai tujuan untuk meningkatkan kenyamanan bagi pekerja sehingga meningkatkan efisiensi kerja. Analisis yang digunakan untuk menilai dan menentukan posisi kerja adalah metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Posisi sikap kerja dari pekerja dinilai dengan memberikan score dari setiap bagian tubuh pada saat pekerja melakukan pekerjaannya. Hasilpenilaian dari posisi sikap kerja akan sangat menentukan tingkatan tindakan yang diambil. Dengan menggunakan data anthropometri dilakukan perancangan gerobak dorong untuk meningkatkan produktivitas kerja serta menurunkan tingkat konsumsi energi dari pekerja. Hasil yang diperoleh daripenelitian ini adalah rancangan gerobak dorong dengan dimensi ukuran tinggi alat 133 cm, lebar alat angkut 47 cm, panjang serokan 35 cm, diameter pegangan 5 cm dan diameter roda 40 cm. Perbaikan yang diperoleh dengan penggunaan gerobak dorong hasil yaitu penurunan konsumsi energi sebesar 0,7227 kkal/ menit dan meningkatkan efisiensi sebesar 10%.Kata kunci : perancangan, Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan efisiensi kerja
RANCANG BANGUN PERANGKAT LUNAK APLIKASI PELAYANAN KESEHATAN BERBASIS SERVICE-ORIENTED ARCHITECTURE Sarwosri Sarwosri Sarwosri; Farah Naja
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.376 KB)

Abstract

Service-Oriented Architecture (SOA) memungkinkan servis yang dipakai oleh sebuah aplikasi bisa dipakai juga pada aplikasi lain. Hal ini juga akan memudahkan pengembang dalam melakukan perawatan atau pengembangan lebih lanjut dari aplikasi. SOA bisa direpresentasikan dengan menggunakan banyak teknologi. Teknologi web service dipilih sebagai representasi SOA untuk aplikasi ini. Dalam aplikasi pelayanan kesehatan ini, SOA memudahkan pasien untuk menelusuri rekam medis-nya dari semua rumah sakit yang pernah dia kunjungi tanpa perlu mengunjungi satu per satu rumah sakit-rumah sakit tersebut. Pasien juga akan lebih mudah mendapatkan info dan fasilitas kesehatan yang dibutuhkan tanpa perlu mengunjungi satu per satu web rumah sakit yang ada.Kata kunci: service-oriented, architecture, web service, rekam medis
APLIKASI PENGECEKAN KEHADIRAN MAHASISWA DENGAN LAYANAN SMS MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SMS GATEWAY BERBASIS JAVA Kharis Widyatmoko; Suharnawi Suharnawi Suharnawi
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.79 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penggunaan handphone untuk mengakses informasi kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan. Handphone secara fisik tentunya banyak dimiliki dibandingkan dengan orang yang memiliki komputer. Handphone mempunyai kelebihan yang sifatnya mobile, kecil, dan tentunya mudahdibawa kemana-mana. Dengan pertimbangan ini maka informasi yang sederhana akan dapat diakses dari mana saja tentunya merupakan kelebihan untuk dapat membangun suatu layanan informasi. Adanya penurunan prestasi mahasiswa ditengarai karena jumlah kehadiran mahasiswa yang tidak mencukupi. Hal ini selanjutnya ditinjaklanjuti dengan perbaikan jumlah pertemuan mahasiswa. Jumlah minimal kehadiranmahasiswa diakumulasi dan dijadikan penentuan akan diijinkannya dalam proses ujian.Agar orangtua mahasiswa juga bisa mengontrol anaknya, sehingga mempunyai rasa yang lebih nyaman maka perlu diberikan layanan untuk dapat mengetahui kegiatan anaknya dalam kampus. Tingginya prosentasemahasiswa yang tidak dapat mengikuti ujian karena jumlah pertemuan tatap muka perkuliahan tidak mencukupi menjadikan keprihatianan sendiri. Peningkatan jumlah pertemuan mahasiswa perlu dijaga. Sering kali orang tua mahasiswa menanyakan kehadiran anaknya. Kontrol bersama antara kampus dan orangtua diharapkan agar mahasiswa dapat melaksanakan belajarnya dengan baik. Manfaat dengansistem ini nantinya jika diterapkan, orang tua mempunyai media layanan yang dapat diakses setiap saat. Dengan sistem layanan informasi kehadiran ini akan memperbaiki tingkat kehadiran mahasiswa, sehingga kekhawatiran orang tua atas keberadaan mahasiswa bisa terjawab karena aktifitas yang dilakukan dikampus dapat diketahui dan tentunya prestasi akademik dapat ditingkatkan.Kata kunci : kehadiran, handphone, sms, mobile
DESAIN SANDAL KESEHATAN VIRTUAL SEBAGAI ALAT UNTUK MENGANALISA PENYAKIT Abas Setiawan; Gatot Ardano; Enggar Safitri WS; Satria Pinandita
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.424 KB)

Abstract

Sandal kesehatan virtual ini dirancang seperti seorang terapis akupresur untuk melakukan terapinya. Seorang terapis Akupresur menganalisa penyakit tersebut menurut titik-titik penekanan. Sandal kesehatan virtual ini bertujuan untuk memaksimalkan informasi tentang analisa terapis tentang penyakit pasien. Alat yang berbentuk sandal yang diuji coba oleh pasien. Alat tersebut memiliki gerakan – gerakan ke atas dan kebawah yang akan memberikan tekanan pada kaki pasien. Rasa sakit yang dialami oleh pasien akan dicatat sebagai inputan. Disini peranan mikrokontroler dibutuhkan untuk memasukakan data – data kemungkinan yang akan di terjemahkan dalam bahasa manusia.Melalui tombol di dekat alat sandal output yang akan keluar adalah gerakan penekanan pada sandal.Kata Kunci : Akupresure, Sandal, Mikrokontroler
PEMANFAATAN MESIN PEMANAS INDUKSI UNTUK PENGERASAN PERMUKAAN RODA GIGI PRODUK UKM Rifky Ismail; M. Tauviqirrahman; Sugiyanto Sugiyanto Sugiyanto; Jamari Jamari Jamari; Agung Warsito; Abdul Syakur
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.139 KB)

Abstract

Pemanasan induksi, yang selama ini telah digunakan dalam proses peleburan logam, merupakan sistem pemanasan yang sangat cepat dan efisien karena rugi-rugi radiasi dapat dikurangi. Pengerasan permukaan roda gigi menggunakan mesin pemanas induksi dilakukan dengan meletakkan roda gigi di dalam kumparan/coil yang dialiri arus listrik sehingga timbul medan magnet yang menghasilkan panas. Pemanasan secara kontinyu pada roda gigi hingga temperaturnya mencapai fase transformasi dan disertai dengan proses pendinginan cepat dapat menghasilkan pengerasan pada permukaan roda gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan alat pemanas induksi untuk proses pengerasan roda gigi UKM.Sistem rangkaian berbasis Metal-Oxide Semiconductor Field-Effect Transistor (MOSFET) dirancang untuk menghasilkan arus AC pada kumparan dengan frekuensi tinggi. Frekuensi kerja yang berkisar antara 30- 80 KHz akan memberikan pemanasan yang terkonsentrasi pada permukaan roda gigi sehingga bagiandalam roda gigi tetap bersifat ulet sehingga mampu menahan beban puntir yang besar. Perubahan proses pemanasan yang dilakukan oleh UKM produsen roda gigi dari dapur peleburan atau dapur pemanas beralih pada mesin pemanas induksi dapat meningkatkan keseragaman dan ketepatan proses pemanasan roda gigi. Proses pemantauan dan pengukuran pemanasan menggunakan mesin pemanas induksi lebihmudah sehingga dapat membantu UKM membuat produk roda gigi yang lebih berkualitas dan seragam.Kata Kunci: Pemanas induksi, Pengerasan roda gigi, UKM, Teknologi tepat guna
INTERNET DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS Sunardi Sunardi Sunardi
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.303 KB)

Abstract

Sebagai bahasa global dunia, bahasa Inggris telah digunakan sebagai alat komunikasi dalam berbagai bidang. Karena fungsinya sebagai bahasa komunikasi internasional, bahasa Inggris berusaha dipelajari oleh penutur asing baik dalam lingkungan pendidikan formal maupun non-formal. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, berbagai metode dan media pembelajaran telah diciptakan dan diterapkan dalam pembelajaran bahasa Inggris. Internet sebagai media komunikasi global memungkinkan diterapkan sebagai media pembelajaran bahasa asing, termasuk bahasa Inggris. Makalah ini membahas penerapan Internet sebagai media dalam pembelajaran bahasa Inggris. Tulisan inidiharapkan mampu menjadi bahan pertimbangan dalam memilih media yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan mengikuti perkembangan teknologi. Berdasarkan kajian terhadap beberapa literatur tentang pemakaian Internet dalam pembelajaran bahasa Inggris dapat disimpulkan bahwa Internet sangat disarankan sebagai media pembelajaran bahasa. Internet memungkinkan pembelajar mempraktekkan komunikasi secara nyata. Selain itu, Internet juga menyediakan berbagai sumber relajar yang berlimpah bagi peningkatan keterampilan bahasa Inggris siswa. Namun demikian, pemakaian Internet sebagai media pembelajaran bahasa Inggris di kelas juga memiliki kendala terutama biaya instalasi dan aksesnya.Kata kunci: bahasa Inggris, Internet, media pembelajaran

Page 10 of 39 | Total Record : 386