cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
VISIKES
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2012): Visikes" : 8 Documents clear
HUBUNGAN INVEKSI HELMINTHIASIS DENGAN KADAR HEMOGLOBIN (HB) PADA SISWA SD GEDONGBINA REMAJA KOTA SEMARANG 2011 Muhammad Amirudin Ali; Zaenal Sugiyanto; Suharyo Suharyo
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2012): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.391 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v11i2.669

Abstract

Helminthiasis adalah infeksi cacing pada usus manusia yang disebabkan oleh Enterobius vermicularis, Ascaris Lumbricoides dan Tricuris Trichuria. Helminthiasis adalah cacing yang sangat mudah menular. Ini tergantung keseimbangan antara parasit, manusia dan lingkungan. Sanitasi yang jelek dan kebersihan pribadi contohnya kebersihan dan memotong kuku, tidak mencuci tangan setelah defekasi, makanan yang terbuka, memudahkan penularan penyakit, terutama anak-anak. Pada survei awal di SD gedang Bina Remaja ditemukan 46,9% pelajar terinfeksi cacing ini. Tujuan penelitian ini untuk mencari hubungan antara helminthiasis dengan kadar Hb pelajar SD Gedong Bina Remaja tahun 2011.Metode penelitian ini observasional dan analisis laboratorium menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 32 pelajar dari SD Gedong Bina Remaja semarangyang memenuhi syarat. Uji statistik untuk menguji hipotesis antara variabel bebas dan terikat menggunakan uji Chi Square test.Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan antara infeksi Helminthiasis dengan kadar hemoglobin dengan p value 0,001 , ditemukan 46,9 % positif infeksi cacing dan 53,1% negatifcacing, dengan minimal kadar Hb 8,1g/dl dan maksimal 13,1g/dl dengan kadar Hb normal 18,8%, 53,3% rendah dan 18,1% sangat rendah.Untuk pelajar SD Gedong Bina Remaja untuk meningkatkan sanitasi dan kebersihan pribadi dengan secara teratur memotong kuku, membersihkan tangan sebelum makan dan setelah defekasi, dan tidak membeli makanan sembarang tempat dan meminum obat anti cacing membendazol sesuai dosis. Untuk peneliti lain melakukan penelitian infeksi helminthiasis pada anak.Kata Kunci: Enterobius vermicularis, kadar hemoglobin, Siswa SD
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN NYERI PINGGANG PADA TENAGA KERJA BAGIAN PENGEMASAN INDUSTRI FARMASI TAMBAKAJI SEMARANG Hafni Farahwati; Eni Mahawati; MG Catur Yuantari
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2012): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.287 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v11i2.670

Abstract

Latar Belakang : Keluhan nyeri punggung merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang salah . Dari hasil studi, hampir semua pekerja sering mengeluhkan nyeri pinggang dengan berbagai macam intersitasnya dari yang ringan hingga berat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis hubungan antara usia, masa kerja, posisi dan fasilitas dengan keluhan nyeri pinggang pada pekerja industri kemasan farmasi di Tambakaji Semarang.Metode : Data dikumpulkan dengan Metode Survey dan Cross Sectional Study Design. 36 pekerja kemasan sebagai sampel diwawancarai dan diukur tingkat keluhan nyeri pinggangdengan pemeriksanaan klinis.Hasil : Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat hubungan antara umur ( p value: 0,000; r: 0,699 ) , masa kerja ( p value: 0,000 ; r : 0647 ) , posisi kerja ( p value : 0,11 ), fasilitas kerja ( p value: 0,013 ) dengan ringan kasus nyeri punggung bawah 13 responden (36,1 %) , 20 (55,6%) responden mengeluhkan nyeri pinggang dengan kategori sedang dan 3 (8,3%) responden dalam kategori berat.Kesimpulan : Penelitian ini terdapat hubungan antara usia, masa kerja, posisi kerja dan fasilitas kerja dengan keluhan nyeri pinggang pada pekerja industri kemasan farmasi diTambakaji Semarang.Kesimpulan: Saran bagi perusahaan, pekerja disediakan kursi dengan sandaran untuk memberikan kenyamanan selama duduk dan untuk menghindari kram otot, meja kerja harusmemenuhi kualifikasi ergonomis untuk membuat pekerja lebih mudah bekerja dan keranjang harus di tersusun rapi sehingga itu tidak mengganggu mobilitas kerja.Kata kunci : Keluhan nyeri pinggang, posisi kerja, fasilitas kerja
HUBUNGAN ANTARA SPESIFITAS PENULISAN DIAGNOSIS TERHADAP AKURASI KODE PADA RM 1 DOKUMEN RAWAT INAP RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SEMARANG Maulana Tomy Abiyasa; Dyah Ernawati; Lily Kresnowati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2012): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.896 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v11i2.671

Abstract

Rumah sakit Bhayangkara Semarang merupakan rumah sakit tipe C yang telah menggunakan ICD-10 sebagai pedoman koding, di rumah sakit tersebut belum pernah diadakan penelitian untuk mengetahui adanya hubungan antara spesifisitas penulisandiagnosis utama terhadap akurasi kode diagnosis utama pada lembar RM 1 dokumen rekam medis rawat inap di rumah sakit Bhayangkara Semarang periode 2011.Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan pendekatan crossectional dan jenis penelitian analitik, sedangkan populasi dari penelitian ini adalah 3.833 berkas rekam medis rawat inap periode 2011 sehingga diperoleh sampel sebanyak 98 berkas yang diambil dengan menggunakan tekhnik sampel random sampling sedangkan untuk pengolahan data menggunakan rumus Chi-Square (x²).Hasil pengamatan jumlah penulisan diagnosis utama yang spesifik pada dokumen rekammedis rawat inap sebanyak 78,57 % dokumen rekam medis rawat inap, sedangkanakurasi kode penyakit pada diagnosis utama yang spesifik sebanyak 94,80 % dokumen, dan akurasi kode penyakit pada diagnosis utama yang tidak spesifik sebanyak 28,57 %dokumen rekam medis rawat inap. Dari hasil pengolahan data diperoleh hasil X² tabel = 2,71 dan X2 hitung = 46,31 jadi X2 hitung > X2 tabel maka maka Ho ditolak dan Ha diterima yangartinya ada hubungan antara spesifisitas diagnosis utama dan akurasi kode penyakit. Maka kesimpulan yang diperoleh yaitu, bahwa untuk mendapatkan akurasi kode penyakit, tidak hanya dipengaruhi oleh penulisan diagnosis utama yang spesifik saja tetapi dipengaruhi juga oleh ketelitian petugas koding serta factor-faktor lain yang mempengaruhi.oleh karena itu petugas koding sebaiknya aktif dalam mencari informasi jika menemukan diagnosis utama yang tidak spesifik serta perlu adanya peningkatan pengetahuan petugas koding dengan diikutkan dalam pelatihan koding ICD-10.Kata kunci : spesifitas diagnosis utama, akurasi kode penyakit menurut ICD-10
PERAN STATUS GIZI TERHADAP KECERDASAN KOGNITIF PADA MASA GOLDEN AGE PERIOD Vilda Ana Veria Setyawati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2012): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.794 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v11i2.672

Abstract

Latar Belakang : Pendidikan anak usia dini terdiri dari gizi, kesehatan, dan pendidikan. Kecerdasan kognitif adalah komponen penting dalam perkembangan anak karena mencerminkan kematangan berpikir. Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pihak-pihak terkait untuk menekankan kemajuan perkembangan anak usia dini juga dengan fokus pada mengoptimalkan aspek gizi dalam hal makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran status gizi pada fungsi kognitif pada periode keemasan denganmenganalisis hubungan antara status gizi dan fungsi kognitif .Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah subjek sebanyak 37 anak. Variabel bebas adalah status gizi dengan z - skor dikelompokkan menjadi 3 sangat pendek ( < -3 ) , pendek ( d -3,0 s / d Z -score < -2,0 ) , dan normal ( e -2 , 0 ). Sedangkan variabel dependen dihitung berdasarkan fungsi kognitif kuesioner yang dibuat oleh departemen pendidikan nasional, dan dikategorikan menjadi 3 dengan kurang ( < 60 % ) , sedang ( 60-80 % ) , dan baik ( > 80 % ) Analisis data disajikan dalam statistik deskriptif dan bivariat. Analisis status gizi hubungan dengan fungsi kognitif dilakukan dengan menggunakan chi -squarekarena data tidak terdistribusi secara normal .Hasil: Jumlah subjek dalam penelitian ini berjumlah 37 anak yang terdiri dari 51,4 % laki-laki dan 48,6 % perempuan. Sebagian besar responden memiliki status gizi yang baik menurut indeks W / A ( 70,3 % ). Sebagian besar responden memiliki kategori kecerdasan kognitif kurang ( 83,8 % ) seperti yang ditunjukkan oleh rata-rata z -score 45,01 ± 13,2 . Fisher test digunakan untuk sel tabulasi silang yang nilainya < 20 % dengan p = 0,022 .Kata Kunci : status gizi, kecerdasan kognitif
PENGEMBANGAN MODEL REKAM MEDIS TERINTEGRSI SEBAGAI ALAT BANTU PENDUKUNG PRAKTIKUM REKAM MEDIS DI FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Jaka Prasetya; Arif Kurniadi
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2012): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.282 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v11i2.673

Abstract

Selama ini, praktikum Rekam Medis (RM) di program studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan DIII (RMIK) Fakultas Kesehatan UDINUS masih menggunakan catatan medis manual. Permasalahan yang dihadapi saat ini, sudah banyak Rumah Sakit atau lembaga kesehatan lainnya yang sudah terkomputerisasi. Artinya catatan medis sudah disimpan dalambentuk database standard dan terintegrasi dengan database lainnya. Apabila mahasiswa RMIK saat ini masih menggunakan catatan manual, maka dikawatirkan akan memerlukan banyak penyesuaian apabila setelah lulus dan bekerja di tempat tersebut. Kegiatan yang rutin dilakukan hampir semuanya sudah terkomputerisasi, termasuk berkas yang berisikancatatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan. Penyelenggaraan RM standardmeliputi penerimaan pasien sampai pelaporan. Penelitian ini dimaksudkan untukmembuat sistem informasi rekam medis yang dapat memenuhi kebutuhan Instalasi RekamMedis secara standard yang dapat dipergunakan secara universal dan memiliki kelebihan dalam hal kemudahan pembuatan laporan dan validitas laporan yang dihasilkan.Penelitian ini menghasilkan sistem informasi atau software Medical Record Integrated System (Medirecs)yang merupakan buatan asli UDINUS dapat dipergunakan sebagai alat bantu pendukung praktikum rekam medis pada Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan FakultasKesehatan Universitas Dian Nuswantorosesuai dengan buku Sistem Pelaporan Rumah Sakit Revisi V.Kata Kunci : software, praktikum, medical record integrated system
TINJAUAN LAMA DIRAWAT PASIEN RI JAMKESMAS DENGAN KASUS BENIGNA HYPERPLASIA OF PROSTATE (BPH) BERDASARKAN SISTEM INA-DRG DI BANGSAL BEDAH A3 RSUP DR. KARIADI SEMARANG Isninda Laily Diyastuti
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2012): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.916 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v11i2.674

Abstract

Latar Belakang. Rumah sakit merupakan salah satu lembaga kesehatan yang memberikan perawatan kesehatan didukung oleh tenaga dan peralatan yang khusus. Banyak indikator yang dapat digunakan untuk menilai rumah sakit, yang paling sering digunakan adalah BOR (Bed Occupation Rate) , AvLOS (Average Length of Stay) , BTO (Bed Turn Over) , TOI (TurnOver internal), NDR (Net Death Rate), GDR (Gross Death Rate). Dari survey awal pada 9 kasus BPH di RSUP Dr.Kariadi Semarang, prostatic hyperplasia atau penyakit BPH diklasifikasikan dalam daftar 10 penyakit terbanyak di bangsal bedah rawat inap. Dalam hal lama dirawat/ LOS menurut tingkat keparahan, 66,67 % memiliki lama dirawat yang melebihi standar INA - DRG. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui lama dirawat pasien Jamkesmas kasus hiperplasia prostat jinak di bangsal bedah RSUP Dr Kariadi Semarang tahun 2011.Metode. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional menggunakan data retrospektif berdasarkan dokumen rekam medis pasien. Data dikumpulkan melaluimetode survei dan observasi. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah check list . Data dianalisis secara deskriptif.Hasil. Sebagian besar pasien Jamkesmas dalam kasus BPH di RSUP Dr Kariadi pada tahun 2011 pada usia 65-74 tahun (47,37 %). LOS minimum adalah 5 hari dan maksimaladalah 76 hari. Persentase tertinggi LOS adalah 21-30 hari (28,95 %). Sebagian besar pasien adalah pada tingkat keparahan kedua (50 %) . Sebagian besar pasien BPH (97,34 %) menerima tindakan medis. Persentase LOS yang tidak sesuai dengan LOG DRG pada setiap tingkat keparahan hampir sebanding. Kebanyakan tingkat keparahan ditemukan di tingkat pertama yang persentasenya sebanding dengan tingkat ketiga (84,62 %), sedikit lebih tinggi dari tingkat kedua (81,58 %) .Simpulan. Perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keparahan penyakit BPH. Aspek analisis kualitatif dan kuantitatif Dokumen RekamMedis diperlukan untuk mempelajari riwayat medis pasien, penilaian kualitas pelayanan medis tentang penyakit BPH perlu dievaluasi.Kata kunci : Lama Dirawat( LOS ) , Benign Prostat Hiperplasia ( BPH )
ADIKSI ROKOK MILD/LIGHT PADA MAHASISWA Ria Laily Pradania; Eti Rimawati; Nurjanah Nurjanah
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2012): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.134 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v11i2.675

Abstract

Merokok adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dari mengambil rokok dari pak, meletakkannya di antara bibirnya, menyulut dan mengisapnya. Persepsi merupakanproses yang kompleks yang melibatkan faktor struktural atau efek dari stimulasi fisik dan faktor fungsional atau efek psikologis organism. Ketergantungan didefinisikan penggunaan zat psikoaktif atau substansi berulang kali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap biaya dan manfaat dari merokok dengan tingkat adiksi rokok mild/light pada mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro.Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan dengan metode survei dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah 100 mahasiswa yang terdiri dari 50 mild/light mahasiswa perokok dan 50 mahasiswa non perokok mild/light. Teknik pengambilan sampel adalah Accidental Sampling dan analisis data yang digunakan adalah uji Rank Spearman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia antara 20-24 tahun (84%), duduk di tingkat 3 dan 4 (50%), tidak memiliki pekerjaan sampingan (64%), uang sakuantara Rp.100.000 - Rp. 400.000 (45%), mulai merokok pada usia 15-19 tahun (62%), jenis rokok yang pertama kali dikonsumsi adalah non mild/light (65%), dan persepsi perilaku orang tua yang baik (56%). Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar responden menganggap bahwa merokok memberikan cukup manfaat (71%), memiliki cukup uang untuk membeli rokok (48%), memiliki tingkat adiksi rendah (60%). Hasil uji Rank Spearman menunjukkan bahwa ada hubungan antara persepsi manfaat dan tingkat adiksi (p-value 0,022) dan tidak ada hubungan antara persepsi biaya dengan tingkat adiksi (p-value 0,757). Peningkatan pemahaman siswa tentang bahaya kecanduan rokok pada kesehatan diharapkan dapat mengurangi perilaku merokok siswa.Kata kunci: mahasiswa, merokok, adiksi
BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS FISIK AIR SUMUR DI PERKOTAAN Margaretha Katrin Widagdo; Eko Hartini
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2012): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.948 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v11i2.676

Abstract

Kebutuhan manusia akan air sangat kompleks antara lain untuk keperluan minum, memasak, mandi, mencuci dan sebagainya. Persyaratan kualitas air diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air. Kelurahan Brumbungan merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Semarang Tengah memiliki kondisi sarana penyediaan air bersih kurang baik atau belum memenuhipersyaratan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui beberapa faktor yang berhubungan dengan pencemaran air sumur secara fisik.Penelitian ini adalah explanatory research dengan desain cross sectional study. Populasi sebesar 90 unit sumur gali yang dilengkapi pompa dengan sampel sebanyak 47 unit sumur gali yang dilengkapi dengan pompa. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Analisa statistik menggunakan uji X2 atau Chi Square dengan derajat kemaknaan 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata dari parameter kualitas fisik yaitu warna (22,8 TCU), kekeruhan (0,042 NTU) dan TDS (487 mg/L) masih jauh dibawah nilai ambang batas yang diperbolehkan yaitu, 50 TCU, 25 NTU dan 1.500 mg/L. Tetapi nilai tertinggi untuk warna yaitu 76 TCU melebihi nilai ambang batas dengan selisih 26 TCU. Kondisi sumur yang buruk 25,5% dan yang sedang 40,4%, kondisi septic tank yang buruk 31,9% dan kondisi SPAL yang buruk 48,9%.Analisa statistik menunjukan bahwa ada hubungan antara kondisi sumur dan kondisi SPAL dengan kualitas fisik air sumur yang ditunjukkan dengan p value masing-masing 0,031 dan0,025 dan tidak ada hubungan antara kondisi septic tank dengan kualitas fisik air sumur dengan p value 0,696.Kata Kunci : sumur gali, kualitas fisik, septic tank, saluran pembuangan air limbah

Page 1 of 1 | Total Record : 8