cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)
ISSN : 23388404     EISSN : 26572311     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) is published twice a year, containing research articles, review, and short communication in pharmacy science field, including medicinal chemistry, analytical chemistry, biologjcal pharmacy, pharmaceutical sciences and clinical pharmacy research and practice of pharmacy in industry, clinic, and community practice, such as pharmacies, distributors, and pharmacy education.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2015)" : 12 Documents clear
Pembentukan Kokristal Katekin dengan Nikotinamida Bakhtiar, Amri; Gaesari, Sherly Rahmah; Zaini, Erizal
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1366.084 KB) | DOI: 10.33508/jfst.v2i2.720

Abstract

Telah dilakukan pembuatan kokristal katekin-nikotinamida dan evaluasi kelarutannya dalam pelarut air. Kokristal dibuat dengan dua metode, yaitu rekristalisasi dengan penguapan pelarut etanol 96% menggunakan rotary evaporator (metode I) dan penguapan pelarut pada suhu ruang (metode II). Karakterisasi kokristal katekin-nikotinamida dilakukan dengan difraksi sinar-X, analisis termal DTA (Differential Thermal Analysis), FT IR (Fourier Transform Infra Red), dan SEM (Scanning Electron Microscopy), serta uji kelarutan dalam pelarut air menggunakan orbital shaker selama 24 jam. Penetapan kadar katekin dilakukan dengan metode KCKT (Kromatografi Cair Kinerja Tinggi) menggunakan fase gerak air-asetonitril-metanol-etil asetat-asam asetat glasial (89:6:1:3:1). Hasil difraktogram sinar-X pada kokristal metode I menunjukkan terbentuknya padatan amorf, sedangkan pada metode II menunjukkan terbentuknya fase kristalin baru (kokristal). Pada analisis termal menggunakan DTA terjadi perubahan titik lebur pada kokristal metode I maupun metode II yang berbeda dengan titik lebur katekin dan nikotinamida yang menunjukkan terbentuknya campuran eutektik. Pada analisis FT IR, baik kokristal metode I maupun metode II terjadi pergeseran bilangan gelombang dari spektrum katekin dan nikotinamida yang menunjukkan terbentuknya ikatan hidrogen antara gugus hidroksi fenol dari katekin dengan gugus amida dari nikotinamida. Dari hasil SEM, terlihat habit kristal dari kokristal metode I maupun metode II berbeda dibandingkan dengan habit kristal katekin maupun nikotinamida yang menunjukkan terbentuknya kokristal. Namun kelarutan kokristal katekin-nikotinamida metode I (132,17 mg/100 mL) maupun metode II (131,09 mg/100 mL) tidak berbeda nyata dengan kelarutan katekin (124,58 mg/100 mL). Kata kunci: kokristal, katekin, nikotinamida, kelarutan, KCKT.
Efek Antifertilitas Fraksi n-Heksana, Fraksi Kloroform, dan Fraksi Metanol Biji Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Tikus Jantan Galur Wistar Muslichah, Siti; ., Wiratmo
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1223.165 KB) | DOI: 10.33508/jfst.v2i2.716

Abstract

Rendahnya partisipasi pria dalam program Keluarga Berencana disebabkan karena terbatasnya pilihan kontrasepsi untuk pria. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi fraksi n-heksana, fraksi kloroform, dan fraksi metanol biji pepaya sebagai bahan kontrasepsi. Fraksi-fraksi tersebut diberikan secara oral dengan dosis masing-masing 100 mg/kgBB selama 20 hari. Sebanyak 20 ekor tikus jantan dengan berat badan 200-300 g berumur 2-2,5 bulan dikelompokkan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya penurunan jumlah, motilitas, viabilitas serta peningkatan abnormalitas spermatozoa yang signifikan dibandingkan kontrol. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak biji C. papaya mempunyai efek terhadap reproduksi pria yang menunjukkan potensi tanaman ini sebagai pengatur kesuburan pria. Kata kunci: biji Carica papaya, motilitas sperma, jumlah sperma, antifertilitas, abnormalitas sperma.
Formulasi Sediaan Pemerah Pipi dari Ekstrak Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) Sebagai Pewarna dalam Bentuk Compact Powder Bindharawati, Nina; Darsono, Farida Lanawati; Wijaya, Sumi
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.995 KB) | DOI: 10.33508/jfst.v2i2.721

Abstract

Latar belakang :Dewasa ini, penyalahgunaan pewarna tekstil didalam sediaan pemerah pipi sangat mengkuatirkan. Hal tersebut mengakibatkan dibutuhkannya suatu produk pemerah pipi yang aman dan mempunyai manfaat yang sesuai dengan penggunaannya. Metode :Ekstrak kelopak bunga rosella dijadikan sebagai pewarna dengan konsentrasi 30 % dan digunakan isopropil miristat sebagai pengikat dengan berbagai konsentrasi. Formula I 0,5%, formula II 0,75% dan formula III 1%. Ekstrak kelopak bunga rosella diperoleh dengan cara maserasi etanol 96% dengan penambahan 3% asam asetat glasial, lalu diuapkan di penangas air dengan suhu dibawah 70º C. Sediaan pemerah pipi compact powder dibuat dengan cara kempa kering. Hasil dan diskusi :Rendemen ekstrak yang diperoleh sebesar 25,17%. Pada hasil pengamatan ditunjukkan bahwa sediaan dengan konsentrasi isopropil miristat 0,5% lebih rapuh atau mudah pecah. Pada uji pH, sediaan yang memenuhi persyaratan adalah formula I dan formula II. Pada uji oles, sediaan dengan konsentrasi 1% tidak dapat ditempelkan pada kuas dan tidak dapat dilekatkan pada kulit. Kesimpulan :Ekstrak kelopak bunga rosella dapat dijadikan salah satu pewarna alternatif yang baik dengan konsentrasi isopropil miristat yang terbaik adalah 0,75%. Kata kunci :compact powder, isopropil miristat, pemerah pipi, rosella.
Efek Hipoglikemik dan Uji Hipersensitivitas Sediaan Transdermal Ekstrak Angsana (Pterocarpus indicus Willd.) Lucia Hendriati; Angelica Kresnamurti; Teguh Widodo; Elizabeth Natania Ivani; Merry Yulia Anrika
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1092.115 KB) | DOI: 10.33508/jfst.v2i2.717

Abstract

Daun Angsana memiliki khasiat sebagai antidiabetes, akan tetapi pemberian melalui rute per oral akan menyebabkan epikatekin sebagai senyawa aktif mengalami hidrolisis dalam suasana asam di lambung. Sebagai rute alternatif adalah pemberian secara transdermal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek hipoglikemik dan uji hipersensitivitas sediaan transdermal ekstrak etanol daun Angsana. Komposisi patch transdermal yang digunakan adalah HPMC, gliserol, asam oleat dan ekstrak daun Angsana masing-masing dengan dosis 19,89 mg/cm2 dan 39,78 mg/cm2. Hewan yang digunakan pada uji efek hipoglikemik adalah tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi aloksan monohidrat 150 mg/kgBB secara intramuscular (i.m.). Tikus diukur kadar glukosa darahnya setelah 6 jam pemberian patch transdermal pada hari ke-2 sampai dengan hari ke-7. Sedangkan hewan coba untuk uji hipersensitivitas adalah marmut jantan. Sensitisasi marmut dilakukan dengan cara perlukaan dan pemberian suspensi Staphylococcus aureus kemudian dibiarkan kembali selama 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun Pterocarpus indicus Willd. dalam dosis 35,36 mg/cm2 dan 70,72 mg/cm2 secara transdermal dengan enhancer asam oleat, dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus yang dibuat hiperglikemik. Aplikasi sediaan patch transdermal daun Angsana dosis 2,88 mg/cm2 dan 5,77 mg/cm2 tidak menyebabkan hipersensitivitas terhadap kulit marmut yang telah disensitisasi dalam perlakuan selama 14 hari. Kata kunci: hipoglikemik, hipersensitivitas, Pterocarpus indicus Will., transdermal.
Perbandingan Antibakteri dari Ekstrak Etanol dan Fraksi Ekstrak Etanol Tanaman Ceguk (Quisqualis indica L.) Terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Valeri, Sepvan; Soegianto, Lisa; Wijaya, Sumi
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.663 KB) | DOI: 10.33508/jfst.v2i2.722

Abstract

Tanaman Ceguk merupakan tanaman yang berasal dari Myanmar dan Malaysia. Tanaman ini memiliki beberapa efek farmakologi antara lain immunomodulator, antihiperlipidemia, antipiretik, antioksidan dan antibakteri. Aktivitas antibakteri sebelumnya telah diteliti pada bagian bunga. Pada penelitian ini ekstrak etanol dan fraksi (n-heksana, etil asetat dan air) dari daun tanaman ceguk diuji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Fraksi aktif terpilih ditentukan dengan bioautografi kontak. Pengujian aktivitas antibakteri meliputi KHM (Kadar Hambat Minimum) dan KBM (Kadar Bunuh Minimum) dilakukan dengan metode mikrodilusi dan trifenil tetrazolium klorida 1% sebagai indikator visual. Golongan senyawa fraksi aktif ditentukan dengan uji kualitatif KLT dengan menggunakan penampak noda. Ekstrak dan fraksi n-heksana tanaman ini menghambat pertumbuhan pada bakteri Gram positif yaitu Staphylococcus aureus dengan nilai KHM 500 ppm pada fraksi n-heksana dan 1000 ppm untuk ekstrak. Ekstrak dan fraksi n-heksana tanaman ini tidak mampu membunuh Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Berdasarkan uji KLT, golongan senyawa fraksi aktif pada fraksi n-heksana yang diduga memiliki potensi sebagai antibakteri adalah golongan triterpenoid dengan harga Rf 0,63. Kata kunci : antibakteri, ceguk, fraksi, kadar hambat minimum, kadar bunuh minimum.
Studi Botani dan Fitokimia Tiga Spesies Tanaman Sarang Semut Asal Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Dirgantara, Septriyanto; Dewi, Krisna; Raya, Jewelry Natalia; Simanjuntak, Tio Lina
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.859 KB) | DOI: 10.33508/jfst.v2i2.718

Abstract

Latar belakang: Tanaman sarang semut adalah salah satu tanaman obat asli asal Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Keanekaragaman hayati tanaman sarang semut yang tumbuh di wilayah Papua sangat bervariasi sesuai dengan kondisi alam lingkungan tumbuhnya. Masyarakat lokal Papua memanfaatkan umbi tanaman sarang semut sebagai obat penyembuh radang, nyeri otot dan peningkat imunitas tubuh. Namun, penelitian mengenai tinjauan botani dan kandungan senyawa kimia tanaman ini masih sangat terbatas. Tujuan: Melakukan studi kajian botani dan fitokimia dari tiga spesies tanaman sarang semut yang dikenal masyarakat lokal Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Metode: Tiga spesies tanaman sarang semut dilakukan determinasi dan dikaji aspek botani secara anatomi dan morfologi. Simplisia kering ketiga spesies tanaman sarang semut diekstraksi dengan cara maserasi 3 x 24 jam dengan metanol. Penapisan fitokimia dilakukan terhadap ketiga ekstrak metanol dan dipantau dengan metode Kromatografi Lapis Tipis. Hasil: Ketiga spesies tanaman sarang semut berhasil dilakukan determinasi dan dikaji secara anatomi dan morfologinya berturut-turut dengan nama Myrmecodia beccarii, Myrmecodia sp. dan Hydnophytum sp. Dari hasil penapisan fitokimia ketiga spesies tanaman sarang semut mengandung senyawa kimia golongan flavonoid, terpenoid, saponin dan tanin polifenol. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan anatomi dan morfologi serta kandungan senyawa kimia dari ketiga spesies tanaman sarang semut yang tumbuh di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Kata kunci: Botani, Fitokimia, Tanaman Sarang Semut, Merauke.
Efek Diuretik Ekstrak Air Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa Linn.) pada Tikus Wistar Jantan Yulinah S, Elin; Wahyuningsih, Sri; Ratna P, Kenah
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.764 KB) | DOI: 10.33508/jfst.v2i2.714

Abstract

Telah diteliti efek diuretik ekstrak air kelopak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa Linn.) pada tikus jantan Wistar menggunakan metode Lipschitz dengan modifikasi. Dosis yang digunakan untuk ekstrak air kelopak bunga rosela 25, 50, dan 100 mg/kgBB yang diberikan secara oral. Sebagai pembanding adalah furosemid dosis 3,6 mg/kgBB. Parameter yang diamati adalah volume urin kumulatif selama 6 jam dan 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua dosis ekstrak air kelopak bunga rosela mempunyai efek diuretik dibandingkan dengan kontrol berbeda bermakna (P≤0,05). Ekstrak air kelopak bunga rosela dosis 50 mg/kgBB juga memiliki sifat saluretik dengan volume urin kumulatif selama 24 jam sebesar 271,406%, sedangkan furosemid dosis 3,6 mg/kgBB sebesar 263,018%; ekskresi ion natrium dan kalium lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol maupun pembanding. Ekstrak air kelopak bunga rosela dosis 50 mg/kgBBmenunjukkan efek diuretik yang bersifat saluretik berbeda bermakna terhadap kontrol dan setara dengan pembanding furosemid.
Uji Efek Sedasi dan Durasi Waktu Tidur Ekstrak Etanol Herba Putri Malu (Mimosa microphylla D.) pada Mencit (Mus musculus) Galur Swiss Webster Muliadi, Yeremia Kevin; Tamayanti, Wahyu Dewi; Soegianto, Lisa
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.919 KB) | DOI: 10.33508/jfst.v2i2.719

Abstract

Sejak dahulu tanaman Putri Malu banyak digunakan oleh masyarakat sebagai obat batu ginjal, radang saluran nafas, anti mikroba, peluruh dahak, antipiretik, antiinflamasi, diuretik. Namun, tanaman Putri Malu dengan jenis spesies Mimosa microphylla D. masih jarang dilakukan penelitian serta masih sedikit literatur yang ada, terutama aktivitasnya dalam menimbulkan efek sedasi bila dibandingkan dengan tanaman Putri Malu dari spesies Mimosa pudica L. Oleh sebab itu dilakukan penelitian untuk menguji efek sedasi ekstrak herba Putri Malu (Mimosa microphylla D.) terhadap mencit (Mus musculus) galur Swiss webster untuk mengetahui potensi sedatifnya. Herba Putri Malu Mimosa microphylla D. diekstraksi dengan cara maserasi dengan etanol 96% dan diberikan kepada mencit jantan galur Swiss webster sebanyak 25 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok dengan dosis pemberian 600 mg/kgBB, 1200 mg/kgBB, dan 2400 mg/kgBB masing-masing 1 ml/20 gBB. Penelitian ini dilakukan dengan berbagai metode: holeboard, evasion box, platform, rotarod untuk melakukan uji efek sedasi, uji induksi mula tidur, dan uji durasi waktu tidur, serta sebagai pembanding digunakan fenobarbital 30 mg/kgBB. Dari hasil percobaan uji sedatif, diketahui bahwa dosis 600 mg/kgBB ekstrak etanol herba Putri Malu (Mimosa microphylla D.) memiliki aktivitas sedatif terbaik dan pemberian pada 1200 mg/kgBB mampu memperpanjang durasi tidur mencit, namun ekstrak etanol herba Putri Malu (Mimosa microphylla D.) tidak mampu memperpendek waktu mula tidur mencit. Ekstrak etanol herba Putri Malu (Mimosa microphylla D.) memiliki aktivitas dalam menimbulkan efek sedatif, memperpanjang durasi waktu tidur, namun tidak mampu memperpendek waktu mula tidur mencit. Kata kunci: Mimosa microphylla D., efek sedatif, durasi waktu tidur, waktu mula tidur.
Aktivitas Imunomodulator Ekstrak n-Heksana, Etil Asetat, dan Metanol Biji Jinten Hitam (Nigella sativa L.) Prastiwi, Rini; ., Kisrini; Iqbal, Anwar; Kristi, Aprina
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1173.584 KB) | DOI: 10.33508/jfst.v2i2.724

Abstract

Jinten hitam (Nigella sativa L.) adalah tanaman yang memiliki aktivitas imunomodulator. Kandungan biji jinten hitam adalah minyak atsiri, alkaloid, saponin, tanin, polifenol dan minyak lemak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efek imunomodulator ekstrak biji jinten hitam dengan parameter fagositosis makrofag dan peningkatan imunoglobulin G. Penelitian menggunakan 30 ekor mencit balb/c yang dibagi ke dalam 6 kelompok. Kelompok I diberi ekstrak n-heksana dengan dosis 1,6843 mg/20 gBB, kelompok II diberi eksrak etil astat dosis 0,2682 mg/20 gBB, kelompok III diberi eksrak metanol dosis 0,4272 mg/20 gBB, kelompok IV kontrol positif menggunakan Imboost® dosis 0,065 mg/20 gBB, kelompok V diberi CMC 0,5%, dan kelompok VI kontrol negatif siklofosfamid dosis 2 mg/20gBB. Ekstrak diberikan selama 21 hari, hari ke-7 dan hari ke-14 masing-masing mencit diinjeksikan SRBC (Sheep Red Blood Cells) intraperitoneal. Pada hari ke-21 darah mencit diambil untuk diambil serumnya, kemudian kadar IgG diperiksa dengan ELISA reader. Fagositosis makrofag dilihat berdasarkan aktivitas dan kapasitas makrofag dari sediaan apus cairan intraperitoneal, dengan menghitung persentase 100 makrofag yang melakukan fagositosis. Kapasitas fagositosis ditetapkan berdasarkan jumlah lateks yang difagositosis oleh 50 makrofag aktif. Hasil yang didapatkan ekstrak biji jinten hitam memiliki potensi sebagai imunomodulator dan ekstrak n-heksana memiliki potensi yang tinggi sebagai imunostimulator diban-dingkan ekstrak lain dengan hasil rata-rata presentasi aktivitas fagositosis makrofag 89,5% dan kapasitas fagositosis makrofag 1204 lateks, begitu juga hasil dengan uji IgG. Kata kunci: jinten hitam, imunomodulator, IgG, makrofag.
Pengaruh Pemberian Infus Kelopak Kering Rosella (Hibiscus sabdariffa) Terhadap Kadar Kolesterol Total Serum Darah Tikus Hiperkolesterolemia Octavia, Stefani Kartika; Surdijati, Siti; Soegianto, Lisa
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.618 KB) | DOI: 10.33508/jfst.v2i2.715

Abstract

Rosella (Hibiscus sabdariffa) merupakan salah satu tanaman bermanfaat sebagai bahan makanan, minuman maupun bahan obat. Kelopak Rosella berkhasiat sebagai antihipertensi, antidiabetes, antikolesterol, terapi gangguan liver dan asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan dari pemberian infus kelopak kering Rosella dalam menurunkan kadar kolesterol total serum darah tikus hiperkolesterolemia. Penelitian ini menggunakan 25 tikus putih jantan galur Wistar yang diberi propiltiourasil 0,01% dan makanan tinggi kolesterol selama 2 minggu. Kemudian dibagi dalam lima kelompok, yaitu kontrol (PGA 3%), pembanding (Simvastatin 0,9 mg/kgBB) dan 3 kelompok uji yang diberi infus Rosella dosis 125 mg/kgBB, 250 mg/kgBB dan 500 mg/kgBB, secara oral selama 2 minggu. Data dianalisis dengan uji statistik Anova dilanjutkan uji Tukey HSD 5%. Perhitungan korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara peningkatan dosis dengan penurunan kolesterol total. Tidak ada perbedaan bermakna pada setiap pasangan kelompok dengan signifikansi >0,05 untuk semua kelompok kecuali antara K1 dan K5 (signifikansi

Page 1 of 2 | Total Record : 12