Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Studi Botani dan Fitokimia Tiga Spesies Tanaman Sarang Semut Asal Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Dirgantara, Septriyanto; Dewi, Krisna; Raya, Jewelry Natalia; Simanjuntak, Tio Lina
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.859 KB) | DOI: 10.33508/jfst.v2i2.718

Abstract

Latar belakang: Tanaman sarang semut adalah salah satu tanaman obat asli asal Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Keanekaragaman hayati tanaman sarang semut yang tumbuh di wilayah Papua sangat bervariasi sesuai dengan kondisi alam lingkungan tumbuhnya. Masyarakat lokal Papua memanfaatkan umbi tanaman sarang semut sebagai obat penyembuh radang, nyeri otot dan peningkat imunitas tubuh. Namun, penelitian mengenai tinjauan botani dan kandungan senyawa kimia tanaman ini masih sangat terbatas. Tujuan: Melakukan studi kajian botani dan fitokimia dari tiga spesies tanaman sarang semut yang dikenal masyarakat lokal Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Metode: Tiga spesies tanaman sarang semut dilakukan determinasi dan dikaji aspek botani secara anatomi dan morfologi. Simplisia kering ketiga spesies tanaman sarang semut diekstraksi dengan cara maserasi 3 x 24 jam dengan metanol. Penapisan fitokimia dilakukan terhadap ketiga ekstrak metanol dan dipantau dengan metode Kromatografi Lapis Tipis. Hasil: Ketiga spesies tanaman sarang semut berhasil dilakukan determinasi dan dikaji secara anatomi dan morfologinya berturut-turut dengan nama Myrmecodia beccarii, Myrmecodia sp. dan Hydnophytum sp. Dari hasil penapisan fitokimia ketiga spesies tanaman sarang semut mengandung senyawa kimia golongan flavonoid, terpenoid, saponin dan tanin polifenol. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan anatomi dan morfologi serta kandungan senyawa kimia dari ketiga spesies tanaman sarang semut yang tumbuh di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Kata kunci: Botani, Fitokimia, Tanaman Sarang Semut, Merauke.
Pendidikan Pemakaian Obat dan Antibiotik di Sekolah Menengah Pertama Negeri 11 Jayapura Eva Susanty Simaremare; Elsye Gunawan; Krisna Dewi; Nur Fadilah Bakrie; Rani Dewi Pratiwi; Rizka Agustine
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 6, No 4 (2020): Desember
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.817 KB) | DOI: 10.22146/jpkm.49485

Abstract

Banyak penyakit saat ini yang membutuhkan obat dan antibiotik untuk penyembuhannya. Akan tetapi pasien terkadang tidak disiplin untuk meminum obat dan antibiotik. Kurangnya pengetahuan tentang efek obat dan resistensi antibiotik dapat menimbulkan penurunan kualitas kesehatan masyarakat. Pengetahuan tentang obat dan antibiotik mutlak dimiliki olehsetiap penggunanya sehingga setiap orang dapat memilih dan mengidentifikasi obat, serta secara khusus dapat disiplin dalam minum antibiotik. Kegiatan ini dilakukan di SMP Negeri 11 Jayapura pada Agustus 2019 yang diawali dengan responsi tentang obat dan antibiotik kemudian mengidentifikasi secara kualitatif. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner pretest, edukasi, dan post-test. Kuesioner dilihatvalidasi dan reliabilitasnya terlebih dahulu dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang dengan menggunakan program SPSS. Data skoring/interval diolah dan selanjutnya dianalisis dengan SPSS juga. Data skor pre dan post dibuat dalam persen dan dilihat kategorinya meliputi: 81–100% dikategori sangat baik, 61–80% baik, 41–60 % cukup baik, 21–40% kurang, serta < 20% tidak baik. Hasil kegiatan menyatakan ada perubahan tingkat pengetahuan siswa-siswi tentang obat dan antibiotik setelah mengikuti kegiatan dan di akhir kegiatan sudah masuk dalam kategori sangat baik. Selanjutnya 95, 7% siswa/i menyatakan sangat berguna bagi peserta dan 67,5% berkomitmen menjadi duta menyampaikan informasi tentang pengetahuan pemakaian obat dan antibiotik kepada orang lain.
PELATIHAN KETERAMPILAN MENGGAMBAR STRUKTUR KIMIA DAN HASIL PENELITIAN BAGI MAHASISWA KESEHATAN DI JAYAPURA Krisna Dewi; Eva Susanty Simaremare; Yanthi Hartyaditia; Tety Wahyuningsih Manurung
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i2.1782

Abstract

Mahasiswa Kesehatan khususnya Farmasi di Jayapura yang menjadi mitra PKM ini rata-rata membuat gambar struktur kimia dan hasil lab baik di laporan dan tugas akhir kurang maksimal. Sehingga tujuan dari PKM ini adalah memberikan pelatihan terkait penyajian gambar struktur kimia dengan program Chemsketch dan gambar hasil penelitian yang baik dan tepat dengan teknik fotografi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu pelatihan secara luring (menggambar struktur kimia) dan pelatihan secara daring teknik foto yang tepat) menggunakan instrumen berupa angket pre-test, edukasi, dan post-test. Sebelum kegiatan dilaksanakan, kuesioner diuji validasi dan reliabilitasnya terlebih dahulu. Hasil kegiatan menyatakan bahwa terjadi perubahan tingkat pengetahuan mahasiswa tentang penyajian gambar baik struktur kimia dan gambar umum lainnya setelah mengikuti kegiatan. Tingkat pengetahuan mereka dalam menggambar struktur kimia meningkat dan mencapai nilai persentase 86% (kategori sangat baik) penguasaan materi dan menyajikan gambar hasil penelitian sebesar 91% (kategori sangat baik). Pada akhir kegiatan, pengetahuan kemampuan mahasiswa dalam menggambar struktur kimia 86% dan gambar hasil penelitian 95% berada pada kategori sangat baik. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah peserta mendapatkan kemanfaatan dari PKM ini dan akhirnya mahir dalam menggambar struktur kimia dan mahir dalam teknik fotografi dasar
PELATIHAN MEMBUAT JAMU INSTAN KEKINIAN PADA SISWA SMK N 2 BISNIS MANAJEMEN JAYAPURA Rani Dewi Pratiwi; Rusnaeni Rusnaeni; Krisna Dewi; Elsye Gunawan; Nur Fadilah Bakri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1722-1727

Abstract

Pesatnya penularan covid-19 menyebabkan WHO menetapkan status covid-19 menjadi pandemi di seluruh dunia pada tahun 2020. Covid-19 masuk dalam kategori penyakit yang dapat menular dan disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Penularan Covid-19 termasuk sangat cepat sehingga mengharuskan masyarakat untuk tetap siaga dan memastikan daya tahan tubuh tetap terjaga sehinggatidah mudah tertular covid-19, satu cara untuk mempertahankan daya tahan tubuh salah satunya dengan mengkonsumsi minuman tradisional yaitu ramuan dengan kandungan bahan-bahan alami seperti Jahe, Kunyit, temulawak dan lain-lain. Pembuatan ramuan seperti rebusan membutuhkan waktu pembuatan yang tidak cepat, sehingga pemilihan jamu instan merupakan hal yang tepat karena lebih praktis dan mudah. Masyarakat perlu mengetahui pembuatan jamu instan agar mempermudah mengkonsumsi ramuan tradisional dengan membuat sendiri di rumah. Siswa SMK N 2 Bisnis Manajemen Jayapura merupakan remaja aktif yang perlu menjaga daya tahan tubuh, tetapi banyak dari para remaja yang menganggap jamu merupakan minuman yang tidak popular selain rasanya yang kurang enak. Pengabdian ini bertujuan meperkenalkan jamu instan dan melakukan pelatihan membuat jamu instan kepada Siswa SMK N 2 Manajemen Bisnis Jayapura. Hasil pengabdian menunjukkan adanya kenaikan pemahaman siswa tentang bahan dan jamu instan. Sekitar 67,74% siswa ingin membuat jamu instan sendiri di rumah dan sekitar 96,77% siswa ingin membagi ilmu membuat jamu instan ke orang lain.   
Gema Cermat-Dagusibu: Tingkatkan Kesadaran Penggunaan Obat di Lingkungan Sekolah Dasar, Kelurahan Koya Barat, Jayapura Bakri, Nur Fadilah; Tobi, Claudius Hendraman B.; Appa, Felycitae Ekalaya; Mende, Juniarto; Mbulang, Yohana Krisostoma Anduk; Maturbongs, Graciano Ariestides; Pratiwi, Rani Dewi; Rusnaeni, Rusnaeni; Barus, Andre Anusta; Pratiwi, Mustika Endah; Dewi, Krisna; Nurhidayah, Annisa; Rosa, Stella
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.4950

Abstract

Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) adalah sebuah program yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat secara benar, cara menggunakan, menyimpan dan memusnahkan obat secara tepat dan benar serta meningkatkan penggunaan obat secara rasional. Salah satu elemen penting dari gerakan ini adalah konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) obat dengan Benar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai penggunaan obat yang benar sehingga meningkatkan literasi kesehatan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilakukan di Lingkungan Sekolah Dasar, Kelurahan Koya Barat, Kota Jayapura. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah metode CBIA (Cara Belajar Insan Aktif) dengan pemberian edukasi serta berpraktek langsung terkait DAGUSIBU. Dalam tahapan pelaksanaanya, metode ini dibagi menjadi beberapa tahapan yakni tahapan persiapan, pemberian materi sekaligus praktek, dan evaluasi pengetahuan peserta. Sejumlah 31 orang guru mengikuti kegiatan pengabdian. Hasil pelaksanaan kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah tentang memperoleh obat secara legal, menggunakan obat sesuai aturan, menyimpan obat dengan benar, serta membuang obat yang sudah tidak digunakan dengan cara yang aman dilihat dari nilai signifikansi p = 0,000 < 0,005. Para guru di sekolah dasar dapat berperan dalam menyebarkan pengetahuan yang telah didapatkan selama kegiatan. Untuk kelangsungan kegiatan ini agar memberi dampak yang lebih luas maka akan dilakukan kerjasama dengan instansi pemerintah di bidang kesehatan seperti Puskesmas di kelurahan Koya Barat untuk dapat memberikan pelatihan secara berkala kepada para guru di wilayah kelurahan Koya Barat, dan juga berkolaborasi dengan Kepala Sekolah untuk dapat memasukkan kegiatan terkait dengan kesehatan terutama pengetahuan obat ke dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah sehingga dapat mendorong para guru untuk melibatkan siswa dalam proyek pembelajaran terkait DAGUSIBU
PELATIHAN PRODUK OLAHAN PERMEN PINANG: PERMEN DI KAMPUNG MARIBU, PAPUA Ruth Yabansabra, Yuliana; Manalu, Janviter; Iriana Zebua, Lisye; Dewi, Krisna; Lingga, Irene; Susanty Simaremare, Eva
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 10 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i10.3766-3775

Abstract

Kampung Maribu, Kabupaten Jayapura, Papua, memiliki potensi besar dalam pengembangan pinang (Areca catechu) sebagai komoditas lokal yang bernilai ekonomi. Namun, pemanfaatannya selama ini masih terbatas pada penjualan dalam bentuk mentah dan konsumsi tradisional sehingga belum memberikan nilai tambah yang signifikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemuda Karang Taruna Maribu dalam mengolah pinang menjadi produk pangan berupa permen. Metode pelaksanaan dilakukan melalui In-Service Training (IST) untuk memberikan pemahaman konseptual mengenai potensi pinang, higienitas dasar, bahan, serta proses produksi, dan On-Service Training (OST) berupa praktik langsung pembuatan permen pinang. Evaluasi dilakukan dengan desain one-group pretest–posttest menggunakan instrumen berupa soal pengetahuan dan angket kepuasan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan, di mana lebih dari 95% peserta menyatakan memahami bahan, langkah, serta proses pembuatan permen setelah pelatihan, dibandingkan dengan pengetahuan awal yang masih rendah (hanya 28–36%). Tingkat presensi peserta mencapai lebih dari 90%, dengan mayoritas berasal dari kelompok usia produktif (21–30 tahun) dan didominasi perempuan (80%). Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan pembuatan permen pinang efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan wirausaha berbasis pangan lokal yang berkelanjutan.
KOMIK DAGUSIBU SEBAGAI MEDIA EDUKASI OBAT BAGI SISWA SD PAPUA KASIH JAYAPURA Gunawan, Elsye; Dewi, Krisna; D. Pratiwi, Rani; S. Lingga, Irene; Rusnaeni, Rusnaeni; Ulva, Dea A.; G. Kendenan, Bryan; R. Reniurwarin, Sulis; J. S. Sipahelut, Vrysel; T. R. Setyoningrum, Retno; Parandan, Ronald
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 9 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i9.3756-3765

Abstract

Pemahaman yang kurang tentang penggunaan obat dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti efek samping yang tidak diinginkan, resistensi obat, atau bahkan keracunan. Oleh karena itu, edukasi mengenai penggunaan obat yang benar sangat diperlukan sejak dini, terutama bagi anak-anak sekolah dasar. Salah satu metode edukasi yang menarik dan efektif bagi anak-anak adalah melalui media visual seperti komik. Komik memiliki keunggulan dalam menyampaikan informasi dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami dibandingkan dengan metode ceramah. Dalam konteks edukasi obat, konsep Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) merupakan panduan penting yang dapat diajarkan kepada anak-anak untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pengelolaan obat yang benar. SD Papua Kasih Jayapura merupakan salah satu sekolah di Papua yang memiliki perhatian terhadap peningkatan literasi kesehatan bagi siswanya. Mengingat pentingnya pemahaman tentang obat sejak usia dini, pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasikan penggunaan obat yang aman dan benar melalui komik DAGUSIBU. Tahapan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu (1) persiapan awal dilakukan pretest sebelum kegiatan (2) pelaksanaan kegiatan meliputi diskusi dan simulasi komik Dagusibu (3) evaluasi kegiatan (posttest) dan analisis data melalui kuisoner yang dibagikan pada akhir pelaksanaan kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah Peningkatan Literasi Kesehatan pada siswa/i di SD Papua Kasih mengenai DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang Obat), maka literasi obat di lingkungan sekolah maupun rumah akan meningkat. Hal ini berpotensi mengurangi kesalahan penggunaan obat di masyarakat. Perubahan sikap dan perilaku melalui kegiatan pengabdian yang menyenangkan dan para siswa di SD Papua Kasih ingin membagi informasi terkait DAGUSIBU, maka bukan hanya pengetahuan yang bertambah, tetapi sikap positif terhadap penggunaan obat yang benar juga terbentuk. Dalam jangka panjang, ini bisa mempengaruhi perilaku kesehatan (misalnya: tidak membeli obat di warung, selalu membaca etiket, menyimpan obat dengan benar, dan tidak membuang obat sembarangan)
Penyuluhan DAGUSIBU: Pengelolaan dan Penggunaan Obat yang Baik dan Benar di Panti Bina Lanjut Usia Sentani Tobi, Claudius Hendraman Boli; Beno, Ishak Semuel; Boli, Elisabet Bre; Dewi, Krisna; Pratiwi, Mustika Endah
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v5i1.399

Abstract

Penurunan fungsi organ-organ fisik pada lansia mempengaruhi derajat kesehatan lansia sehingga sangat rentan terjadi komplikasi penyakit. Penggunaan obat oleh pasien usia lanjut dengan komplikasi penyakit menjadi tantangan yang kompleks dan memerlukan pertimbangan cermat antara manfaat dan potensi bahaya. Perolehan dan penggunaan obat sekaligus dalam jumlah yang banyak oleh pasien komplikasi dikenal dengan istilah polifarmasi. Polifarmasi dapat menyebabkan permasalahan dan ketidakpatuhan dalam dalam penggunaan obat. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penyuluhan DAGUSIBU untuk meningkatkan pemahaman lansia tentang pengelolaan dan penggunaan obat yang baik dan benar. Kegiatan penyuluhan dimulai dari tahap advokasi dengan pihak panti, observasi awal mengenai pola perilaku lansia dalam mengelola dan menggunakan obat, tahap pemberian materi dan tahap evaluasi. Hasil observasi awal diperoleh informasi bahwa beberapa perilaku lansia masih belum baik dan benar dalam mengelola dan menggunakan obat. Pemberian materi DAGUSIBU meliputi aspek perolehan, penggunaan, penyimpanan dan pembuangan obat yang baik dan benar. Hasil evaluasi menunjukkan lebih dari 90% lansia yang menjadi peserta kegiatan pengabdian telah memahami cara pengelolaan dan penggunaan obat yang baik dan benar. Melalui kegiatan penyuluhan ini, lansia di panti bina lanjut usia Sentani telah mendapatkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai pengelolaan dan penggunaan obat yang baik dan benar. Penyuluhan ini diharapkan dapat membentuk karakter lansia yang mandiri dalam pemeliharaan kesehatan sebagai upaya peningkatan kualitas hidup.
Manajemen Pengelolaan Obat di Puskesmas Hebeybhulu Yoka Di Kota Jayapura Nur Fadilah Bakri; Chelsea V.B.N Mebri; Krisna Dewi
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan perbelakan farmasi yang baik khususnya obat sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kerugian akibat kesalahan pada tata kelolanya yang meliputi proses perencanaan kebutuhan obat, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian obat, pemusnahan dan penarikan, pengendalian, administrasi dan pemantauan dan evaluasi pengelolaan obat. Adanya keterpaduan antara pelaksanaan kegiatan-kegaitan tersebut menjadi faktor penentu efektif dan efesiennyaproses manajemen obat. Telah dilakukan penelitian terkait analisis manajemen pengelolaan obat di Puskesmas Hebeybhulu Yoka di Kota Jayapura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pengelolaan obat di Puskesmas Hebeybhulu Yoka Kota Jayapura. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penentuan informan ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan menentukan terlebih dahulu kriteria yang akandimasukkan. Informan kunci dalam penelitian ini adalah penanggungjawab gudang obat puskesmas dan 1 orang staf apotek.  Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan rekaman handphone, pulpen,, kertas dan pedoman observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Perencanaan obat dilakukan sekali sebulan. Perencanaan obat dilakukandengan metode epidemiologi dan konsumsi. Penyimpanan obat di Puskesmas Hebeybhulu Yoka belum sepenuhnya berjalan optimal. Pendistribusian obat di Puskesmas Hebeybhulu Yoka, di distribusikan langsung dari gudang obat ke apotek puskesmas dan didistribusikan langsung ke sub unit. Diharapkan agar puskesmas lebih meningkatkan koordinasi antara semua staf yang ada di puskesmas dengan mengoptimalkan pencatatan, pelaporan dan penyimpanan obat agarmanajemen pengelolaan obat berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Kata Kunci: Manajemen, Pengelolaan obat, Puskesmas,  
Kulit Batang Jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb) Miq.): Flavonoid dan Fenolik Total serta Uji Aktivitas Antifungi Bakri, Nur Fadilah; Tobi, Claudius Hendraman B.; Muayyidah, Nurita A. S.; Rusnaeni, Rusnaeni; Appa, Felycitae Ekalaya; Dewi, Krisna; Pratiwi, Rani Dewi
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.1003

Abstract

Pemanfaatan tanaman alam sebagai antifungi alami telah menjadi fokus perhatian dalam bidang kesehatan dan pengobatan karena keunggulan mereka dalam memberikan alternatif terhadap antifungi sintetis yang sudah ada yang semakin rentan terhadap resistensi mikroorganisme khususnya fungi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi antifungi dari ekstrak kulit batang Jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb) Miq.) dan menentukan kadar flavonoid dan fenoliknya. Metode spektrofotometri digunakan untuk menentukan kadar flavonoid dan fenolik total sedangkan untuk pengujian aktivitas antifungi menggunakan metode difusi cakram dan dilusi. Hasil penelitian menunjukkan kadar flavonoid total sebesar 59.457 mgQE/g ± 0.577 dan kadar fenolik total sebesar 102.931 mgGAE/g ± 1.034, hasil ini menunjukkan kadar fenolik total lebih tinggi dibandingkan dengan kadar flavonoid total. Adapun uji aktivitas antifungi menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit batang Jabon tidak menunjukkan daya hambat pada fungi Candida albicans dan Aspergillus brasiliensis baik pada uji difusi maupun dilusi cair. Sedangkan kontrol positif (Ketoconazole) memiliki aktivitas antifungi yaitu memiliki diameter daya hambat 30.39 mm terhadap Candida albicans dan 18.46 terhadap Aspergillus brasiliensis. Pada uji dilusi cair kontrol positif menunjukkan tidak adanya pertumbuhan fungi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada korelasi positif antara kadar flavonoid dan fenolik dengan aktivitas sebagai antifungi dalam penelitian ini.