cover
Contact Name
Melki
Contact Email
melki@unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmaspari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Maspari Journal
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 20870558     EISSN : 25976796     DOI : -
Maspari Journal : Marine Science Research with eISSN: 2597-6796 (SK no. 0005.25976796/JI.3.1/SK.ISSN/2017.09 - 13 September 2017) publish by Marine Science Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Sriwijaya, particularly focuses on the marine science areas as follows: 1). Marine Biology, 2). Marine Ecology, 3). Marine Acoustic, 4). Oceanography, 5). Environment, 6). Maritime Law, 7). Marine Microbiology and Biotechnology, 8). Marine Culture, 9). Coastal Management, and 10). Marine Social Science.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
Analisis Finansial Unit Penangkapan Bottom Gillnet Di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat, Bangka Belitung Tita Septia Rahmawati; Riris Aryawaty; Fitri Agustriani
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 2, No 1 (2011): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.378 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v2i1.1205

Abstract

One of the fishing unit in PPN Sungailiat is bottom gillnet which has purpose demersal fishes as fishing target. The price of fishes in PPN Sungailiat are expensive than other port in Bangka. The condition caused in increasing the profit of fisherman that it could influence of their income. The objective of this research was to know about the profitability, payback period, R/C ratio, return on investment (ROI) and investment criteria of the bottom gillnet fishing unit effort. The research conducted in Nusantara Fishery Port Sungailiat, Bangka Belitung, on December 2009. The data divided into primer and secondary data. The primer data was obtained by questionnaire with the sample value was 44 fisherman of bottom gillnet fishing unit. The data were analyzed by using the effort and investment criteria analysis. Based on the effort analysis showed that the bottom gillnet fishing unit effort got Rp.40.416.845 profit in year, R/C ratio is 1,36, payback period as long as 3,41 years and ROI is 29,36%. The effort analysis of the bottom gillnet fishing unit that is eficien in technic got Rp.34.630.772, Rp.38.217.872 and Rp.39.724.122 profit in year. Based on the investment criteria analysis of the bottom gillnet fishing unit effort and the bottom gillnet fishing unit that is eficien in technic, the criteria NPV>0, Net B/C≥1 dan IRR>discount rate. These showed that the bottom gillnet fishing unit effort can be develop.   Key word : Bottom Gillnet, Financial, Nusantara Fishery Port Sungailiat   ABSTRAK Unit penangkapan ikan di PPN Sungailiat salah satunya adalah unit penangkapan bottom gillnet dengan tujuan penangkapan ikan-ikan dasar atau ikan-ikan demersal. Harga ikan yang dipasarkan di PPN Sungailiat ini relatif tinggi dibandingkan tempat pendaratan lainnya di Bangka. Kondisi ini dapat menyebabkan meningkatnya nilai keuntungan nelayan sehingga mempengaruhi tingkat pendapatan nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keuntungan, payback period, R/C ratio, return on investment (ROI), dan kriteria investasi usaha unit penangkapan bottom gillnet. Penelitian ini dilakukan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat, Bangka Belitung pada bulan Desember 2009. Data dibagi dalam data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan melalui kuesioner dengan jumlah sampel adalah 44 nelayan unit penangkapan bottom gillnet . Data dianalisis dengan menggunakan analisis usaha dan analisis kriteria investasi. Analisis usaha menunjukkan bahwa usaha penangkapan bottom gillnet mendapatkan keuntungan sebesar Rp.40.416.845 per tahun, R/C ratio adalah 1,36, payback period selama 3,41 tahun dan ROI 29,36%. Analisis usaha penangkapan bottom gillnet yang efisien secara teknis di PPN Sungailiat didapatkan pendapatan usaha yang diterima sebesar Rp.34.630.772, Rp.38.217.872 dan Rp.39.724.122 per tahun. Berdasarkan analisis kriteria investasi usaha penangkapan bottom gillnet dan usaha penangkapan bottom gillnet yang efisien secara teknis kriteria NPV>0, Net B/C≥1 dan IRR>discount rate, sehingga usaha penangkapan dapat dilanjutkan atau dikembangkan. Kata kunci : Bottom Gillnet, Finansial, Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat
KARAKTERISTIK MASSA AIR DAN TIPE ESTUARI DI PERAIRAN MUARA SUGIHAN PROVINSI SUMATERA SELATAN Ramadoni Ramadoni; Heron Surbakti; Tengku Zia Ulqodry; Isnaini Isnaini; Riris Aryawati
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 2 (2018): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.766 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i2.5901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik massa air di perairan Muara Sugihan berdasarkan parameter oseanografi (arus, suhu dan salinitas) dan mengkaji tipe estuari di perairan Muara Sugihan. Pengambilan data lapangan dilaksanakan pada bulan September 2016 dengan menggunakan metode purposive sampling yang dilakukan pada kondisi menuju pasang dan kondisi menuju surut dengan menggunakan analisis deskriptif komperatif. Hasil penelitian menunjukkan Karakteristik massa air di Muara Sugihan dipengaruhi oleh kondisi pasang surut. Hal ini dapat dilihat dari adanya perbedaan karakteristik massa air saat menuju pasang maupun saat menuju surut. Saat kondisi menuju pasang kecepatan arus berkisar 0,001 m/s – 0,026 m/s dengan suhu tertinggi 31,75°C dan salinitas 32 psu. Kondisi menuju surut kecepatan arus berkisar 0,001 m/s – 0,033 m/s dengan suhu tertinggi 30,41°C dan salinitas 32 psu. Berdasarkan distribusi salinitasnya Muara Sugihan termasuk kedalam tipe estuari tercampur sempurna (well-mixed estuary).
Struktur Komunitas Fitoplankton di Perairan Muara Sungai Banyuasin Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan Isnaini .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 1 (2012): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.494 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i1.1342

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai struktur komunitas fitoplankton di perairan muara Sungai Banyuasin Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan pada tanggal 26 Mei 2005 hingga 2 Juli 2005. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode purposive random sampling. Lokasi pengamatan dibagi menjadi 9 stasiun. Berdasarkan hasil pengamatan dari 9 stasiun komposisi komunitas fitoplankton yang ditemukan pada musim peralihan I (bulan Mei) terdiri dari 4 kelas yaitu kelas Bacillariophyceae (diatom) 82,35 %, kelas Cyanophyceae 5,88 %, kelas Dinophyceae 5,88 % dan kelas Euglenophyceae 5,88 %, sedangkan pada musim timur (bulan Juli) ditemukan tiga kelas yaitu kelas Bacillariophyceae (diatom) 80 %, kelas Cyanophyceae 5 %, kelas Dinophyceae 15 %. Secara umum, Indeks keanekaragaman fitoplankton pada musim peralihan 1 adalah 1,261 maka keanekaragaman jenisnya sedang dan pada musim timur Indeks keanekaragaman fitoplankton rendah yaitu 0,411, sedangkan indeks kesamaan antar stasiun fitoplankton pada musim peralihan 1 dan musim timur berkisar 0,4-0,9, hal ini berarti penyebaran komunitas relatif sama baik pada musim peralihan I dan musim timur. Serta sebaran marga fitoplankton tidak merata dan memiliki pola penyebaran mengelompok.   Kata kunci: Struktur komunitas, fitoplankton, Muara Sungai Banyuasin
PENGARUH PEMBERIAN AMONIAK DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN FITOPLANKTON Nannochloropsis sp SKALA LABORATORIUM Rosti Omairah; Gusti Diansyah; Fitri Agustriani
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 11, No 1 (2019): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.405 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v11i1.8585

Abstract

Permasalahan lingkungan hidup salah satunya di sebabkan adanya limbah amoniak dalam konsentrasi tinggi. Kandungan nitrogen pada amoniak juga berpotensi sebagai sumber hara untuk pertumbuhan mikroalga. Nannochloropsis sp merupakan salah satu jenis mikroalga yang memiliki banyak manfaat dan juga bisa menyerap unsur N. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian amoniak dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan Nannochloropsis sp. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan (A-G) dan 3 kali pengulangan. Perlakuan A merupakan perlakuan tanpa pemberian amonium sulfat, perlakuan B memiliki dosis Amonium Sulfat 5 mg/l, dan perlakuan C-G berturut-turut memiliki dosis Amonium Sulfat 10 mg/l, 20 mg/l, 30 mg/l, 40 mg/l, dan 50 mg/l dengan dosis TSP 10 mg/l untuk setiap perlakuan. Kepadatan populasi, laju pertumbuhan dan waktu generasi Nannochloropsis sp. dianalisis dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian amoniak dengan dosis berbeda memberikan pengaruh terhadap kepadatan populasi, laju pertumbuhan dan waktu generasi. Kepadatan populasi Nannochloropsis sp tertinggi terdapat pada perlakuan G dengan nilai 4205,00 104 sel/ml pada hari ke 9. Laju pertumbuhan tertinggi didapat dari perlakuan G dengan nilai 0,47 sel/ml/hari. Waktu generasi tercepat didapat pada perlakuan G yaitu 1,48 jam. Konsentrasi yang semakin tinggi meningkatkan kepadatan populasi, laju pertumbuhan dan waktu generasi Nannochloropsis sp. 
Struktur Komunitas Fitoplankton di Waduk Kedungombo Jawa Tengah Taufiq Hidayah; Moh Rasyid Ridho; Suheryanto .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 6, No 2 (2014): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1955.357 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v6i2.3035

Abstract

Waduk Kedungombo memiliki luasan 4800 ha yang berfungsi sebagai sarana irigasi,Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), pengendali banjir, sumber air minum,perikanan dan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kualitasair dan menganailis struktur komunitas fitoplankton waduk. Pengambilan sampeldilakukan sebanyak dua kali pada bulan Mei dan Juli 2013. Terdapat 8 stasiunpenelitian.. Struktur komunitas fitoplankton dihitung berdasarkan kelimpahan (K),Indeks Keanekaragaman (H’), dan Indeks Dominansi (D). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa. Kelimpahnnya fitoplankton di Waduk Kedungombo mencapairata-rata 195.988 ind/L. Indeks keanekaragaman dalam kestabilan sedang dengan ratarata1,81 (H=1-3). Tidak terjadi dominansi fitoplankton jenis tertentu dengan nilai ratarata0,24 (D<0,05). Genus Microcystis terbanyak ditemukan dan merupakan jenisfitoplankton beracun yang menjadi indikator bahwa kondisi perairan sudah tercemar.Kata kunci: Waduk Kedungombo, Pencemaran dan Fitoplankton
PENGGUNAAN SPEKTROFOTOMETER SEBAGAI PENDETEKSI KEPADATAN SEL MIKROALGA LAUT Neviaty P Zamani; Moh. Muhaemin
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 8, No 1 (2016): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.663 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v8i1.2649

Abstract

Kemudahan  penggunaan  mikroskop  untuk  pengamatan  kepadatan  sel mikroalga  tetap memiliki  keterbatasan  sehingga  perlu  dicari  suatu  metode alternatif  yang  mampu meminimalisir keterbatasan tersebut. Model regresi linier digunakan untuk memprediksi peluang penggunaan spektrofotometer pada Densitas Optik (Optical Density,  OD) dengan panjang  gelombang  ()  550 nm, 650 nm, dan  750  nm  sebagai  alternatif  pengganti mikroskop  saat  pengamatan kepadatan  sel  mikroalga.  Hasilnya  menunjukkan  bahwa walaupun  seluruh panjang  gelombang  dapat  secara  representatif  menggambarkan kepadatan sel mikroalga, namun OD 650 nm menunjukkan hasil terbaik.KATA KUNCI: Densitas optik, kepadatan sel, mikroalga laut, regresi linier.
Indek Saprobik Komunitas dalam menentukan Tingkat Pencemaran di Perairan Laut antara Muara Sungai Benu dan Pulau Betet, Kabupaten Banyuasin, Propinsi Sumatera Selatan Efendi Parlindungan Sagala
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 2, No 1 (2011): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.644 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v2i1.1125

Abstract

Index saprobic of plankton community was been analysis acording to research results about composition dan abundance the species of plankton have been carried out to water samples from sea waters between Benu River Estuary and Betet Island, December 2002 several years ago, 2002. According to the observation and researching in laboratory can be found 39 species of plankton organism consist of 28 species were phytoplankton and 11 species were zooplankton. There were ten grups of taxonomic categories which can be found in these study namely Cyanophyceae, Chlorophyceae, Desmidiaceae, Bacillariophyceae, Flagellata, Rhizopoda, Copepoda, Decapoda, Pelecypoda and Pisces. The abundance of plankton community were 25 individuals/liter (seawaters between Benu River and Betet Island) upto 127 individuals/liter (seawaters around Betet Island).The aim of calculating of plankton community saprobic index useful for determinate the levels of pollution levels in waters ecosystem. The results of research point out that ies in fact that plankton community saprobic index for five studies location between +1,09 upto +1,60. That of numeral results  means the levels of pollution in around of study was moderate upto very slight with few organic and inorganic substances worked in phase of meso/oligosaprobic upto oligo/mesosaprobic. The lower of saprobic index 1,09 was in Estuary of Benu River and between Benu River and Betet Island. The moderate of saprobic index was the sea end of Betet Island Estuary and Estuary of Betet Island in Tanjung Pring with each results 1,28 and 1,37. The results of that four above consist of the moderate level pollution with the load of few organic and inorganic substances and into meso/oligosaprobic phase. The high of saprobic indeces and the best in these study was at the sea of Betet  island, namely 1,60 that means very slight and few organic and inorganic substances and worked in oligo/mesosaprobic phase.   Keywords:Saprobic Index, Plankton Community, Pollution ABSTRAK Indeks saprobik komunitas plankton dianalisis berdasarkan hasil pengamatan komposisi dan kelimpahan jenis-jenis plankton telah dilakukan terhadap contoh air yang diambil dari  perairan laut antara muara Sungai Benu dan Pulau Betet, Desember, 2002. Dari pengamatan tersebut diperoleh 39 spesies plankton yang termasuk dalam 28 spesies fitoplankton dan 11 spesies zooplankton. Secara keseluruhan termasuk ke dalam 10 kategori taksonomi (Cyanophyceae, Chlorophyceae, Desmidiaceae, Bacillariophyceae, Flagellata, Rhizopoda, Copepoda, Decapoda, Pelecypoda dan Pisces). Kelimpahan komunitas plankton berkisar dari 25 individu/liter  (laut antara S. Benu dan Pulau Betet) hingga 127 individu/liter (Laut di Pulau Betet).
PENENTUAN TINGKAT PENCEMARAN ORGANIK BERDASARKAN KONSENTRASI BOD (BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND), COD (CHEMICAL OXYGEN DEMAND) DAN TOM (TOTAL ORGANIC MATTER) DI MUARA SUNGAI LUMPUR OGAN KOMERING ILIR Azrina Ulfah; Anna Ida Sunaryo Purwiyanto; Gusti Diansyah
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 9, No 2 (2017): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.634 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v9i2.4477

Abstract

Daerah Sungai Lumpur merupakan salah satu daerah  kawasan  pesisir di Sumatera Selatan. Perairan ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai jalur transportasi, tapi juga memiliki cukup banyak aktivitas penduduk. Aktivitas ini menyebabkan banyaknya bahan organik masuk ke perairan sehingga berpengaruh terhadap kualitas perairan Sungai Lumpur. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi BOD, COD, TOM dan menentukan parameter pendukung lingkungan yang paling mempengaruhi serta menentukan tingkat pencemaran organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi BOD berkisar antara 2,03-3,84 mg/l, nilai COD berkisar antara 9,37-114,28 mg/l dan TOM berkisar antara 5,84-21,80 mg/l. Kondisi perairan Muara Sungai Lumpur berdasarkan nilai konsentrasi BOD, COD dan TOM berada dalam kondisi belum tercemar.   KATAKUNCI: BOD, COD, muara Sungai Lumpur, TOM.
Laju Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria sp dengan Metode Rak Bertingkat di Perairan Kalianda, Lampung Selatan Reza Novyandi; Riris Aryawati; Isnaini .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 3, No 2 (2011): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.037 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v3i2.1320

Abstract

Research of Growth Rate of Gracilaria sp. by Multilevel Racks Method at Kalianda Waters, South Lampung was held at May until June 2010. The aim of this research were to know and analyze comparative growth of Gracilaria sp. by multilevel racks method consisting of 5 levels with different depth of each level, through measurement : average of weight gain, growth rate, and growth relative. Data was analyzed by using ANOVA (Tukey test) to assess whether the average of the five levels statistically different each other. The highest Gracilaria sp. comparative growth in 6 weeks period on research was available at first level with 30,2 gr/week. The highest growth rate was available at first level with 4,25 %gr/day. The highest growth relative was available at first level with 1,86 gr. The result of research showed that level 1 and level 2 (depth of 30 cm and 60 cm) was the effective growth rate level than the others.   Keywords : Multilevel Racks Method, Gracilaria sp., Kalianda.   ABSTRAK Penelitian mengenai Laju Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria sp. dengan Metode Rak Bertingkat di Perairan Kalianda-Lampung Selatan telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2010. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis perbandingan pertumbuhan Gracilaria sp. dengan metode penanaman rak bertingkat yang terdiri dari 5 tingkatan dengan perbedaan kedalaman tiap tingkatannya, melalui pengukuran : rata-rata pertambahan berat, laju pertumbuhan, dan pertumbuhan nisbi/relatif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Uji Tukey) untuk menilai apakah rata-rata kelima tingkatan secara statistik berbeda satu sama lain. Pertambahan berat rata-rata tertinggi rumput laut Gracilaria sp. dalam periode 6 minggu pengamatan didapatkan pada tingkat I sebesar 30,2 gr/minggu. Laju pertumbuhan tertinggi didapatkan pada tingkat I sebesar 4,25 %gr/hari. Pertumbuhan nisbi/relatif tertinggi didapatkan pada tingkat I sebesar 1,86 gr. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkatan I dan II (kedalaman 30 dan 60 cm) merupakan tingkatan yang paling efektif tingkat laju pertumbuhannya dibandingkan dengan tingkatan dibawahnya.   Kata Kunci : Metode Rak Bertingkat, Gracilaria sp., Kalianda
Anaerobic Propane Oxidation for Biological Sulphate and Thiosulphate Reductions Gusti Diansyah
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 6, No 1 (2014): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.187 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v6i1.2510

Abstract

The existence of microbial populations that use short chain alkanes (SCA) (ethane, propane andbutane) as potential electron donors for the reduction of sulphate has been recently reported. The useof sulphur compounds in many chemical processing leads wastewaters containing high concentrationof sulphate and thiosulphate. Batch experiments were studied to determine the ability of mixedsediment cultures from Aarhus and Eckernförde Bay to anaerobically reduce sulphate andthiosulphate coupled to propane as electron donor. In the presence of propane, sulphide productionfrom all sulphate and thiosulphate bottles was higher than the sulphide production when thepropane was not added.Keywords: anaerobic oxidation, sulphur compounds, sulphide production