cover
Contact Name
Yusuf Ratu Agung
Contact Email
ratuagung@psi.uin-malang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
psikoislamika@uin-malang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam
ISSN : 18295703     EISSN : 26555034     DOI : -
Psikoislamika: Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam ISSN (print): 1829-5703 ISSN (media online) : 2655-5034 adalah media komunikasi dan publikasi ilmiah di bidang ilmu Psikologi yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Psikoislamika: Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam memuat artikel hasil penelitian dalam bidang ilmu Psikologi dan Psikologi Keislaman, diantaranya bidang Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan, Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, Psikometri, Psikologi Eksperimen, Psikologi Terapan.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1 (2021)" : 14 Documents clear
Character Strenghts, Islamic Religiousness, and Ethnic Identity: A Preliminary Study on Santri Experiencing Boredom Learning/ Kekuatan Karakter, Religiusitas Islam, dan Identitas Suku: Studi Awal Pada Santri yang Mengalami Kejenuhan Belajar Tahrir, Tahrir; Ramdani, Zulmi; Natanael, Yonathan
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psikoislamika.v18i1.11347

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to explore the factors that influence the occurrence of boredom of learning among Santri in a boarding school in Garut. Then, the researcher continuously tested the relationship of the factors that were assumed to be related variables including character strength, Islamic religiosity and ethnic identity which were considered to be contributive variables that determined the occurrence of boredom learning in Santri. The mixed method research was carried out using thematic content analysis to obtain comprehensive information about boredom learning that occurred in Santri through an open questionnaire. Meanwhile, the partial correlation technique is used to identify how strong the relationship between predetermined factors is. The results of the study of 60 respondents who were selected by purposive technique sampling showed that the factors that caused the students to feel bored included the limited accessibility of leaving the pesantren, not being able to gather with their families, some programs that did not work and the learning process was monotonous. Meanwhile, the factors that cause students to survive are due to the dominant strength of character for studying religious knowledge, the emergence of the notion that pesantren is a good place to develop themselves and the amount of social support from peers. Meanwhile, there is a relationship between the strength of the character being tested, namely creativity, curiosity and persistence with Islamic religiousness (r = .3, p = 1%). Other results indicate that culture becomes a partial variable that has a direct effect on Islamic religiousness and character strengths.Keywords: ethnic identity; boredom learning; character strengths; Islamic religiousness; SantriAbstrak: Tujuan dari studi ini adalah untuk melakukan eksplorasi terhadap faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya kejenuhan belajar pada santri di salah satu pondok pesantren di Garut. Kemudian, peneliti menguji secara berkelanjutan hubungan dari faktor-faktor yang diasumsikan menjadi variabel terkait meliputi kekuatan karakter, religiusitas Islam dan identitas suku yang dianggap menjadi variabel kontributif yang menentukan terjadinya kejenuhan belajar pada santri tersebut. Metode penelitian campuran dilakukan dengan menggunakan analisis konten tematik untuk mendapatkan informasi komprehensif tentang situasi kejenuhan belajar yang terjadi pada santri melalui kuesioner terbuka. Sementara itu, teknik korelasi parsial digunakan untuk mengidentifikasi seberapa kuat keterkaitan dari faktor-faktor yang sudah ditentukan. Hasil penelitian dari 60 responden yang dipilih dengan purposive technique sampling menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan santri merasa bosan diantaranya yakni terbatasnya aksesibilitas keluar pesantren, tidak bisa berkumpul dengan keluarga, program ada yang tidak jalan dan proses pembelajaran yang monoton. Sedangkan faktor yang menyebabkan santri bisa bertahan karena adanya kekuatan karakter yang dominan untuk mempelajari ilmu agama, munculnya anggapan bahwa pesantren adalah tempat yang baik dalam mengembangkan diri serta banyaknya dukungan sosial dari teman sebaya. Sementara itu, terdapat hubungan dari kekuatan karakter yang diujikan yaitu kreativitas, keingintahuan dan ketekunan dengan religiusitas Islam (r = .3, p = 1 %). Hasil lainnya menunjukkan bahwa budaya menjadi variabel parsial yang mempunyai efek secara langsung terhadap religiusitas Islam dan kekuatan karakter.Kata Kunci: identitas etnik; kejenuhan belajar; kekuatan karakter; religiusitas Islam, Santri
Why Is Parental Resilience Necessary? Phenomenological Study of The Level of Parental Resilience In Assisting Children To Learn From Home/ Mengapa Ketahanan Orangtua Diperlukan? Studi Fenomenologi Tingkat Resiliensi Orangtua Dalam Mendampingi Anak Belajar Dari Rumah Solichah, Novia; Shofiah, Nurul
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psikoislamika.v18i1.12197

Abstract

Abstract: Covid-19 Pandemic outbreak has become a global disease that has spread to every country in the world. Society is faced by a significant change in the order of social life. All activities are taught using daring methods. These things are the cause of many people experiencing problems such as increased anxiety and stress. It also affects parents who are forced to adapt to new realities and tend to feel stressed in accompanying children to learn daring. These things are the cause of many people experiencing problems such as increased anxiety and stress. It also affects parents who are forced to adapt to new realities and tend to feel stressed in accompanying children to learn daring. With this condition, it is important for parents to have resilience in the face of stress called resilience. The purpose of this study is to explain the importance of the role of parental resilience during the mentoring of home learning programs through the level of resilience and patterns of parental resilience during the mentoring of learning activities. The method used in this study is qualitative method with phenomenological approach. The analysis unit of this study is parents who accompany children to learn daring during the pandemic for approximately 1 year at least, from the level of grade 1-3 elementary school numbering 25 parents. The results showed that parental resilience is indispensable to motivate the child's learning, provide a sense of comfort and safety to the child, make the child happy during learning. This is shown through the results of quantitative surveys of parental resilience levels in the high category. Second, parental resilience patterns are shown by aspects of emotional regulation, impulse control, optimistic attitudes, empathy, problem analysis skills, and improved positive aspects.Keywords: Resilience; Parental Assistance; Studi from HomeAbstrak: Wabah Pandemi Covid-19 menjadi penyakit global yang telah menyebar ke setiap negara dunia. Masyarakat dihadapkan oleh perubahan tatanan kehidupan sosial yang signifikan. Seluruh kegiatan salah satunya belajar mengajar menggunakan metode daring. Berbagai hal ini menjadi penyebab banyak orang mengalami permasalahan seperti peningkatan kecemasan dan stress. Hal ini juga berdampak pada orangtua yang terpaksa beradaptasi dengan realitas baru dan cenderung merasa stress dalam mendampingi anak belajar daring. Dengan kondisi demikian, maka para orangtua penting untuk memiliki ketahanan diri dalam menghadapi stress yang disebut resiliensi. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk memaparkan pentingnya peran ketahanan orangtua selama pendampingan program belajar dari rumah melalui tingkat resiliensi dan pola resiliensi orangtua selama pendampingan kegiatan belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Unit analisis dari penelitian ini yakni orangtua yang mendampingi anak belajar daring di masa pandemi kurang lebih selama 1 tahun minimal, dari jenjang kelas 1-3 SD berjumlah 25 orangtua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi orangtua sangat diperlukan untuk memotivasi belajar anak, memberikan rasa nyaman dan aman pada anak, membuat anak senang selama belajar. Hal tersebut ditunjukkan melalui hasil survei kuantitatif tingkat resiliensi orangtua dalam kategori tinggi. Kedua, pola resiliensi orangtua ditunjukkan dengan aspek regulasi emosi, pengendalian impuls, sikap optimis, empati, kemampuan analisis masalah, dan peningkatan aspek positif.Kata Kunci: Ketahanan; Resiliensi; Pendampingan Orangtua; Belajar Dari Rumah
The Role of Spiritual well-being and Self-efficacy on Kindergarten Teachers Burnout/ Peran Spiritual well-being dan Self-efficacy terhadap Burnout pada Guru TK Apriningrum, Rida Eka; Utami, Lufiana Harnany
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psikoislamika.v18i1.11562

Abstract

Abstract: High work demands and obligations to fulfill tasks which are spending time, thought and energy make teachers have burnout. This research aims to study the effect of spiritual well-being and self-efficacy on burnout among kindergarten teachers. Having correlational quantitative research design, this research involved 94 teachers who teach in kindergartens. Quota technique sampling was used to have the sample. There are three instruments used, namely the Maslach Burnout Inventory (MBI) scale, Spiritual well-being questionnaire (SWBQ) scale, and self-efficacy scale. The result showed that spiritual well-being and self-efficacy have an effect on burnout among kindergarten teachers. Partially spiritual well-being has a positive effect on burnout and self-efficacy has a negative effect. The contribution of the two variables shows that other variables can be used for further research.Keywords: Burnout, Spiritual well-being, Self-efficacyAbstrak: Tuntutan kerja yang tinggi dan kewajiban memenuhi tugas yang memakan waktu, pikiran dan tenaga membuat guru dapat mengalami burnout. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh spiritual well-being dan self-efficacy terhadap burnout pada guru TK. Rancangan penelitian menggunakan penelitian kuantitatif korelasional dengan melibatkan 94 guru yang mengajar di TK. Teknik quota sampling digunakan untuk mengambil sample penelitian. Ada tiga instrumen yang digunakan yaitu skala Maslach Burnout Inventery (MBI), skala Spiritual Well-Being Questionnaire (SWBQ) dan skala self-efficacy. Hasil analisis data menggunakan regresi ganda menunjukkan bahwa spiritual well-being dan self-efficacy berpengaruh terhadap terbentuknya burnout pada guru TK. Secara parsial spiritual well-being berpengaruh positif terhadap burnout dan self-efficacy berpengaruh secara negative. Kontribusi kedua variabel menunjukkan ada variabel lain yang bisa digunakan untuk penelitian selanjutnya.Kata Kunci: burnout, spiritual well-being, self-efficacy
Benefits of Career Adaptability and Job Crafting on Career Success of Indonesian Workers during Pandemic/ Manfaat Career Adaptability dan Job Crafting pada Kesuksesan Karir Pekerja Indonesia dalam Masa Pandemi Lakshmi, Putu Aninditha Veera; Sonata, Shella
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psikoislamika.v18i1.11796

Abstract

Abstract: In early 2020, Indonesia entered a period of crisis due to the global pandemic caused by the Covid-19 virus. According to Indonesia Central Bureau of Statistics in 2020, many workers experienced being laid off and fired during this incident. This causes them to experience a decrease in income, changes in jobs, and hampered career success. Workers can be successful in their career in this pandemic if they are able to adapt and overcome all problems resulting from work environmental change with career adaptability, and by proactively modify and designing their work somehow along with creating a suitable work environment for his interest, skills, and competencies through job crafting. This research is a quantitative study with multiple regression analysis which aims to predict career adaptability and job crafting to career success in Indonesian workers during the pandemic. This study indicates that career adaptability and job crafting are predictors of career success for Indonesian workers during the pandemic. Career adaptability is illustrated as a person’s commitment to exploring and planning his future career, which makes him able to withstand difficult circumstances when faced with decisions and challenges in their career. Besides that, job crafting has benefits to help employees to form work-related behaviors and facilitate them to achieve success. The effective contribution given by the two predictors is 33.9%. Career adaptability and job crafting are proven have been beneficial for Indonesian workers to create their respective career successes during this pandemic period.Keywords: career adaptability; job crafting; pandemicAbstrak: Pada awal tahun 2020, Indonesia memasuki masa krisis akibat pandemi global sebagai akibat dari menyebarnya virus Covid-19. Menurut Badan Pusat Statistik tahun 2020, banyak pekerja yang mengalami PHK dan dirumahkan dalam peristiwa ini. Hal ini menyebabkan mereka mengalami penurunan pendapatan, perubahan pekerjaan, dan terhambat dalam kesuksesan karirnya. Pekerja dapat menciptakan kesuksesan karir selama pandemi jika mereka mampu beradaptasi dan mengatasi semua masalah yang diakibatkan oleh perubahan lingkungan kerja dengan career adaptability, serta secara proaktif memodifikasi dan merancang pekerjaan mereka bersamaan dengan menciptakan lingkungan kerja yang sesuai untuk minat, keterampilan dan kompetensinya melalui job crafting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis regresi berganda yang bertujuan untuk memprediksi career adaptability dan job crafting terhadap kesuksesan karir pekerja Indonesia pada masa pandemi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa career adaptability dan job crafting merupakan prediktor keberhasilan karir tenaga kerja Indonesia pada masa pandemi. Career adaptability digambarkan sebagai komitmen seseorang untuk mengeksplorasi dan merencanakan karirnya di masa depan, yang membuatnya mampu bertahan dalam keadaan sulit ketika dihadapkan pada keputusan dan tantangan dalam karirnya. Selain itu, job crafting memiliki manfaat untuk membantu karyawan membentuk perilaku terkait pekerjaan dan memfasilitasi mereka untuk mencapai kesuksesan. Kontribusi efektif yang diberikan oleh kedua prediktor tersebut adalah 33,9%. Career adaptability dan job crafting terbukti bermanfaat bagi tenaga kerja Indonesia untuk menorehkan kesuksesan karir masing-masing selama periode pandemi ini.Kata Kunci: career adaptability; job crafting; pandemi
Father Involvement as Moderator: Does Father’s Emotional Regulation Influence Preschooler’s Emotional Regulation? / Keterlibatan Ayah sebagai Moderator: Apakah Regulasi Emosi Ayah Memengaruhi Regulasi Emosi Anak Prasekolah? Aninditha, Rizky; Boediman, Lia Mawarsari
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psikoislamika.v18i1.12121

Abstract

Abstract: The development of emotional regulation in early childhood can be influenced by various things, particulary the involvement of fathers. This study aimed to determine how father’s emotional regulation, as an aspect of parenting, affect the development of emotional regulation in preschoolers. The variable of father involvement was included as a moderator of the relationship between father’s emotional regulation and preschooler’s emotional regulation. Total of 118 fathers of children between the age of 3-6 years old were participatedin this study. The following measuring tools were used in this study: Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS), The Emotion Regulation Checklist (ERC), and The Inventory of Father Involvement (IFI) used in this study.  Linear regression statistical method was used to analyzed the data. The indicates (1) there is a significant correlation between father’s emotional regulation and preschooler’s emotional regulation (R = 0.64; R2 = 0.406; p 0.01); and (2) father involvement affects the quality of the relationship between father’s and child’s emotional regulation (Rquality= 0.72; R2 = 0.51; p 0.01; Rtime= 0.68; R2 = 0.46; p 0.01). That is, father’s involvement has a positive contribution to the relationshop between father’s emotional regulation and early childhood emotional regulation.Keywords: father involvement; father’s emotion regulation; early childhood emotion regulation; preschoolerAbstrak: Perkembangan regulasi emosi anak usia dini dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya faktor pengasuhan orang tua, terlebih pada keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Penelitian ini melihat bagaimana kemampuan regulasi emosi ayah, sebagai salah satu aspek pengasuhan orang tua, memengaruhi perkembangan regulasi emosi anak usia prasekolah. Faktor keterlibatan ayah diikutsertakan sebagai moderator hubungan antara regulasi emosi ayah dengan regulasi emosi anak prasekolah. Penelitian ini melibatkan 118 orang ayah dengan anak usia 3-6 tahun. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat ukur Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS), The Emotion Regulation Checklist (ERC), dan The Inventory of Father Involvement (IFI).  Uji statistik regresi linear digunakan untuk menganalisa data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat korelasi signifikan antara regulasi emosi ayah dengan regulasi emosi anak prasekolah (R = 0.64; R2 = 0.406; p 0.01); dan (2) keterlibatan ayah dalam memiliki pengaruh signifikan terhadap hubungan antara regulasi emosi ayah dengan regulasi emosi anak prasekolah (Rkualitas keterlibatan = 0.72; R2 = 0.51; p 0.01; Rjumlah waktu pengasuhan = 0.68; R2 = 0.46; p 0.01). Artinya, keterlibatan ayah dalam pengasuhan memiliki kontribusi positif terhadap hubungan antara regulasi emosi ayah dengan regulasi emosi anak usia dini.Kata Kunci: keterlibatan ayah; regulasi emosi ayah; regulasi emosi anak usia dini; anak prasekolah
About Closeness and Malicious Intent: Role of Loneliness with Emotional intimacy to Malicious envy/ Tentang Kedekatan dan Niat Jahat: Peran Kesepian dengan Kelekatan Emosional Terhadap Iri Hati Khatami, Muhammad; Nadzifah, Naurah; Yundianto, Devie
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psikoislamika.v18i1.12120

Abstract

Abstract: Previous studies have discussed a lot about the factors that cause malicious envy. However, there are still no studies that discuss loneliness and emotional intimacy as one of the factors that predict malicious envy. The current study aims to examine the effect of loneliness and emotional intimacy on malicious envy, and to find out which of the two variables has the greatest influence on malicious envy. This research is a cross sectional quantitative research with ex post facto method. The sampling technique used was convenience sampling, with a total of 512 respondents aged 18-34 (SD = 2.61) years and were Instagram users. Based on the research findings, loneliness and emotional intimacy positively affect envy, where loneliness is the most influencing factor for envy.Keywords: Loneliness; Emotional intimacy; Envy; Malicious envyAbstrak: Penelitian sebelumnya telah membahas banyak hal tentang faktor-faktor yang menyebabkan kecemburuan jahat. Namun, masih belum ada penelitian yang membahas loneliness dan emotional intimacy sebagai salah satu faktor yang memprediksi malicious envy. Studi saat ini bertujuan untuk memeriksa efek loneliness dan emotional intimacy pada malicious envy, dan untuk mengetahui mana dari dua variabel yang memiliki pengaruh terbesar pada kecemburuan jahat. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif cross sectional dengan metode ex post facto. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling, dengan total 512 responden berusia 18-34 tahun (SD = 2,61) tahun dan merupakan pengguna Instagram. Berdasarkan temuan penelitian, loneliness dan emotional intimacy secara positif mempengaruhi malicious envy, di mana loneliness adalah faktor yang paling mempengaruhi untuk envy.Kata Kunci: Loneliness; Emotional intimacy; Envy; Malicious envy
Social Support, Academic Satisfaction, and Student Drop Out Tendency/ Dukungan Sosial, Academic Satisfaction, dan Kecenderungan Drop Out pada Mahasiswa Abdullah, Airlangga Wicaksono; Muhid, Abdul
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psikoislamika.v18i1.11546

Abstract

Abstract: The purpose of carrying out this research is to determine the relationship between social support and academic satisfaction with the tendency to drop out of students at UIN Sunan Ampel Surabaya. This research uses correlational quantitative method. Researchers used a Likert scale to measure social support and academic satisfaction with the tendency to drop out of students. With 135 subjects from a total population of 4467 students, researchers used the random sampling method to obtain the research sample. The data collection method used was a gform questionnaire (questionnaire). The method used to test the hypothesis is multiple linear regression analysis. The results of the regression analysis show that social support has no effect on the tendency to drop out. while academic satisfaction has a negative effect on the tendency to drop out.Keywords: Social Support; Academic Satisfaction; The Trend of Drop OutAbstrak: Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan academic satisfaction dengan kecenderungan drop out pada mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Peneliti menggunakan skala likert untuk mengukur dukungan sosial dan academic satisfaction terhadap kecenderungan drop out pada mahasiswa. Dengan subjek berjumlah 135 dari total populasi 4467 mahasiswa, peneliti menggunakan metode random sampling untuk mendapatkan sampel penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket google form (kuesioner). Metode yang digunakan untuk uji hipotesis adalah analisis regresi linear berganda. Hasil analisis regresi menunjukan bahwa dukungan sosial tidak memiliki pengaruh terhadap kecenderungan drop out, sedangakan academic satisfaction memiliki pengaruh negatif terhadap kecenderungan drop out.Kata kunci: Dukungan Sosial; Kepuasan Akademik; Kecenderungan Drop Out
Why Is Parental Resilience Necessary? Phenomenological Study of The Level of Parental Resilience In Assisting Children To Learn From Home/ Mengapa Ketahanan Orangtua Diperlukan? Studi Fenomenologi Tingkat Resiliensi Orangtua Dalam Mendampingi Anak Belajar Dari Rumah Solichah, Novia; Shofiah, Nurul
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psikoislamika.v18i1.12197

Abstract

Abstract: Covid-19 Pandemic outbreak has become a global disease that has spread to every country in the world. Society is faced by a significant change in the order of social life. All activities are taught using daring methods. These things are the cause of many people experiencing problems such as increased anxiety and stress. It also affects parents who are forced to adapt to new realities and tend to feel stressed in accompanying children to learn daring. These things are the cause of many people experiencing problems such as increased anxiety and stress. It also affects parents who are forced to adapt to new realities and tend to feel stressed in accompanying children to learn daring. With this condition, it is important for parents to have resilience in the face of stress called resilience. The purpose of this study is to explain the importance of the role of parental resilience during the mentoring of home learning programs through the level of resilience and patterns of parental resilience during the mentoring of learning activities. The method used in this study is qualitative method with phenomenological approach. The analysis unit of this study is parents who accompany children to learn daring during the pandemic for approximately 1 year at least, from the level of grade 1-3 elementary school numbering 25 parents. The results showed that parental resilience is indispensable to motivate the child's learning, provide a sense of comfort and safety to the child, make the child happy during learning. This is shown through the results of quantitative surveys of parental resilience levels in the high category. Second, parental resilience patterns are shown by aspects of emotional regulation, impulse control, optimistic attitudes, empathy, problem analysis skills, and improved positive aspects.Keywords: Resilience; Parental Assistance; Studi from HomeAbstrak: Wabah Pandemi Covid-19 menjadi penyakit global yang telah menyebar ke setiap negara dunia. Masyarakat dihadapkan oleh perubahan tatanan kehidupan sosial yang signifikan. Seluruh kegiatan salah satunya belajar mengajar menggunakan metode daring. Berbagai hal ini menjadi penyebab banyak orang mengalami permasalahan seperti peningkatan kecemasan dan stress. Hal ini juga berdampak pada orangtua yang terpaksa beradaptasi dengan realitas baru dan cenderung merasa stress dalam mendampingi anak belajar daring. Dengan kondisi demikian, maka para orangtua penting untuk memiliki ketahanan diri dalam menghadapi stress yang disebut resiliensi. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk memaparkan pentingnya peran ketahanan orangtua selama pendampingan program belajar dari rumah melalui tingkat resiliensi dan pola resiliensi orangtua selama pendampingan kegiatan belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Unit analisis dari penelitian ini yakni orangtua yang mendampingi anak belajar daring di masa pandemi kurang lebih selama 1 tahun minimal, dari jenjang kelas 1-3 SD berjumlah 25 orangtua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi orangtua sangat diperlukan untuk memotivasi belajar anak, memberikan rasa nyaman dan aman pada anak, membuat anak senang selama belajar. Hal tersebut ditunjukkan melalui hasil survei kuantitatif tingkat resiliensi orangtua dalam kategori tinggi. Kedua, pola resiliensi orangtua ditunjukkan dengan aspek regulasi emosi, pengendalian impuls, sikap optimis, empati, kemampuan analisis masalah, dan peningkatan aspek positif.Kata Kunci: Ketahanan; Resiliensi; Pendampingan Orangtua; Belajar Dari Rumah
Benefits of Career Adaptability and Job Crafting on Career Success of Indonesian Workers during Pandemic/ Manfaat Career Adaptability dan Job Crafting pada Kesuksesan Karir Pekerja Indonesia dalam Masa Pandemi Lakshmi, Putu Aninditha Veera; Sonata, Shella
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psikoislamika.v18i1.11796

Abstract

Abstract: In early 2020, Indonesia entered a period of crisis due to the global pandemic caused by the Covid-19 virus. According to Indonesia Central Bureau of Statistics in 2020, many workers experienced being laid off and fired during this incident. This causes them to experience a decrease in income, changes in jobs, and hampered career success. Workers can be successful in their career in this pandemic if they are able to adapt and overcome all problems resulting from work environmental change with career adaptability, and by proactively modify and designing their work somehow along with creating a suitable work environment for his interest, skills, and competencies through job crafting. This research is a quantitative study with multiple regression analysis which aims to predict career adaptability and job crafting to career success in Indonesian workers during the pandemic. This study indicates that career adaptability and job crafting are predictors of career success for Indonesian workers during the pandemic. Career adaptability is illustrated as a person’s commitment to exploring and planning his future career, which makes him able to withstand difficult circumstances when faced with decisions and challenges in their career. Besides that, job crafting has benefits to help employees to form work-related behaviors and facilitate them to achieve success. The effective contribution given by the two predictors is 33.9%. Career adaptability and job crafting are proven have been beneficial for Indonesian workers to create their respective career successes during this pandemic period.Keywords: career adaptability; job crafting; pandemicAbstrak: Pada awal tahun 2020, Indonesia memasuki masa krisis akibat pandemi global sebagai akibat dari menyebarnya virus Covid-19. Menurut Badan Pusat Statistik tahun 2020, banyak pekerja yang mengalami PHK dan dirumahkan dalam peristiwa ini. Hal ini menyebabkan mereka mengalami penurunan pendapatan, perubahan pekerjaan, dan terhambat dalam kesuksesan karirnya. Pekerja dapat menciptakan kesuksesan karir selama pandemi jika mereka mampu beradaptasi dan mengatasi semua masalah yang diakibatkan oleh perubahan lingkungan kerja dengan career adaptability, serta secara proaktif memodifikasi dan merancang pekerjaan mereka bersamaan dengan menciptakan lingkungan kerja yang sesuai untuk minat, keterampilan dan kompetensinya melalui job crafting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis regresi berganda yang bertujuan untuk memprediksi career adaptability dan job crafting terhadap kesuksesan karir pekerja Indonesia pada masa pandemi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa career adaptability dan job crafting merupakan prediktor keberhasilan karir tenaga kerja Indonesia pada masa pandemi. Career adaptability digambarkan sebagai komitmen seseorang untuk mengeksplorasi dan merencanakan karirnya di masa depan, yang membuatnya mampu bertahan dalam keadaan sulit ketika dihadapkan pada keputusan dan tantangan dalam karirnya. Selain itu, job crafting memiliki manfaat untuk membantu karyawan membentuk perilaku terkait pekerjaan dan memfasilitasi mereka untuk mencapai kesuksesan. Kontribusi efektif yang diberikan oleh kedua prediktor tersebut adalah 33,9%. Career adaptability dan job crafting terbukti bermanfaat bagi tenaga kerja Indonesia untuk menorehkan kesuksesan karir masing-masing selama periode pandemi ini.Kata Kunci: career adaptability; job crafting; pandemi
The Role of Spiritual well-being and Self-efficacy on Kindergarten Teachers Burnout/ Peran Spiritual well-being dan Self-efficacy terhadap Burnout pada Guru TK Apriningrum, Rida Eka; Utami, Lufiana Harnany
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psikoislamika.v18i1.11562

Abstract

Abstract: High work demands and obligations to fulfill tasks which are spending time, thought and energy make teachers have burnout. This research aims to study the effect of spiritual well-being and self-efficacy on burnout among kindergarten teachers. Having correlational quantitative research design, this research involved 94 teachers who teach in kindergartens. Quota technique sampling was used to have the sample. There are three instruments used, namely the Maslach Burnout Inventory (MBI) scale, Spiritual well-being questionnaire (SWBQ) scale, and self-efficacy scale. The result showed that spiritual well-being and self-efficacy have an effect on burnout among kindergarten teachers. Partially spiritual well-being has a positive effect on burnout and self-efficacy has a negative effect. The contribution of the two variables shows that other variables can be used for further research.Keywords: Burnout, Spiritual well-being, Self-efficacyAbstrak: Tuntutan kerja yang tinggi dan kewajiban memenuhi tugas yang memakan waktu, pikiran dan tenaga membuat guru dapat mengalami burnout. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh spiritual well-being dan self-efficacy terhadap burnout pada guru TK. Rancangan penelitian menggunakan penelitian kuantitatif korelasional dengan melibatkan 94 guru yang mengajar di TK. Teknik quota sampling digunakan untuk mengambil sample penelitian. Ada tiga instrumen yang digunakan yaitu skala Maslach Burnout Inventery (MBI), skala Spiritual Well-Being Questionnaire (SWBQ) dan skala self-efficacy. Hasil analisis data menggunakan regresi ganda menunjukkan bahwa spiritual well-being dan self-efficacy berpengaruh terhadap terbentuknya burnout pada guru TK. Secara parsial spiritual well-being berpengaruh positif terhadap burnout dan self-efficacy berpengaruh secara negative. Kontribusi kedua variabel menunjukkan ada variabel lain yang bisa digunakan untuk penelitian selanjutnya.Kata Kunci: burnout, spiritual well-being, self-efficacy

Page 1 of 2 | Total Record : 14