Nurul Shofiah
Sinta ID : 6730404, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Why Is Parental Resilience Necessary? Phenomenological Study of The Level of Parental Resilience In Assisting Children To Learn From Home/ Mengapa Ketahanan Orangtua Diperlukan? Studi Fenomenologi Tingkat Resiliensi Orangtua Dalam Mendampingi Anak Belajar Dari Rumah Solichah, Novia; Shofiah, Nurul
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psikoislamika.v18i1.12197

Abstract

Abstract: Covid-19 Pandemic outbreak has become a global disease that has spread to every country in the world. Society is faced by a significant change in the order of social life. All activities are taught using daring methods. These things are the cause of many people experiencing problems such as increased anxiety and stress. It also affects parents who are forced to adapt to new realities and tend to feel stressed in accompanying children to learn daring. These things are the cause of many people experiencing problems such as increased anxiety and stress. It also affects parents who are forced to adapt to new realities and tend to feel stressed in accompanying children to learn daring. With this condition, it is important for parents to have resilience in the face of stress called resilience. The purpose of this study is to explain the importance of the role of parental resilience during the mentoring of home learning programs through the level of resilience and patterns of parental resilience during the mentoring of learning activities. The method used in this study is qualitative method with phenomenological approach. The analysis unit of this study is parents who accompany children to learn daring during the pandemic for approximately 1 year at least, from the level of grade 1-3 elementary school numbering 25 parents. The results showed that parental resilience is indispensable to motivate the child's learning, provide a sense of comfort and safety to the child, make the child happy during learning. This is shown through the results of quantitative surveys of parental resilience levels in the high category. Second, parental resilience patterns are shown by aspects of emotional regulation, impulse control, optimistic attitudes, empathy, problem analysis skills, and improved positive aspects.Keywords: Resilience; Parental Assistance; Studi from HomeAbstrak: Wabah Pandemi Covid-19 menjadi penyakit global yang telah menyebar ke setiap negara dunia. Masyarakat dihadapkan oleh perubahan tatanan kehidupan sosial yang signifikan. Seluruh kegiatan salah satunya belajar mengajar menggunakan metode daring. Berbagai hal ini menjadi penyebab banyak orang mengalami permasalahan seperti peningkatan kecemasan dan stress. Hal ini juga berdampak pada orangtua yang terpaksa beradaptasi dengan realitas baru dan cenderung merasa stress dalam mendampingi anak belajar daring. Dengan kondisi demikian, maka para orangtua penting untuk memiliki ketahanan diri dalam menghadapi stress yang disebut resiliensi. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk memaparkan pentingnya peran ketahanan orangtua selama pendampingan program belajar dari rumah melalui tingkat resiliensi dan pola resiliensi orangtua selama pendampingan kegiatan belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Unit analisis dari penelitian ini yakni orangtua yang mendampingi anak belajar daring di masa pandemi kurang lebih selama 1 tahun minimal, dari jenjang kelas 1-3 SD berjumlah 25 orangtua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi orangtua sangat diperlukan untuk memotivasi belajar anak, memberikan rasa nyaman dan aman pada anak, membuat anak senang selama belajar. Hal tersebut ditunjukkan melalui hasil survei kuantitatif tingkat resiliensi orangtua dalam kategori tinggi. Kedua, pola resiliensi orangtua ditunjukkan dengan aspek regulasi emosi, pengendalian impuls, sikap optimis, empati, kemampuan analisis masalah, dan peningkatan aspek positif.Kata Kunci: Ketahanan; Resiliensi; Pendampingan Orangtua; Belajar Dari Rumah
Pengaruh Self efficacy dan Manajemen Waktu Terhadap Stres Akademik Pada Siswa Achida Faiqotul Himmah; Nurul Shofiah
Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS) Vol 1, No 01 (2021): The first Publication
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jips.v1i01.14920

Abstract

Abstrak Kehidupan di lingkungan sekolah seharusnya menjadi ruang eksplorasi bagi individu untuk menyalurkan kreasinya. Namun terkadang, berbagai tuntutan akademik yang banyak, tugas yang menumpuk dan jadwal kegiatan yang padat, membuat siswa mengalami keadaan jenuh dan tertekan sehingga dapat memicu terjadinya stres. Faktor yang mempengaruhi stres yakni, self efficacy yang merupakan keyakinan seseorang dalam melakukan sesuatu yang mengarah pada pencapaian tujuan. Selain itu, manajemen waktu juga diperlukan agar aktivitas seseorang dapat berjalan efektif dan seimbang antara kemampuan yang dimiliki dengan tuntutan rutinitas yang dikerjakan. Tujuan Penelitian yakni (1) memaparkan tingkat stres akademik pada siswa, (2) memaparkan tingkat self efficacy pada siswa, (2) memaparkan tingkat manajemen waktu pada siswa, dan (4) pengaruh antara self efficacy dan manajemen waktu terhadap stres akademik pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif dan regresi berganda. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X MA Wali Songo Putri Ngabar Ponorogo yang berjumlah 67 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres akademik siswa kelas X MA Wali Songo Putri Ngabar Ponorogo berada pada kategori sedang. Pada tingkat self efficacy dengan kategori sedang dan pada tingkat manajemen waktu, 70,1% juga mayoritas berada pada tingkat kategori sedang, dan berdasarkan hasil dari pengujian hipotesis penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara self efficacy dan manajemen waktu pada stres akademik dengan nilai R = 0,710 dan taraf signifikansi 0,000 (p0,05) dan secara bersama-sama memberikan kontribusi terhadap stres akademik sebesar 50,5%. Kesimpulan dalam penelitian ini secara secara bersama-sama self efficacy dan manajemen waktu memiliki pengaruh terhadap stres akademik pada siswa kelas X MA wali songo putri Ngabar Ponorogo.Kata kunci: Self Efficacy; Manajemen Waktu; Stres Akademik  AbstractLife in the school environment should be an exploration space for individuals to channel their creations. However, sometimes, a lot of academic demands piled up tasks and a hectic schedule of activities, make students experience a state of saturation and stress so that it can trigger stress. Factors that influence stress, namely, self-efficacy which is a person's belief in doing something that leads to the achievement of goals. In addition, time management is also needed so that one's activities can run effectively and in a balance between their abilities and the demands of the routine they do. The research objectives are (1) to explain the level of academic stress to students, (2) to explain the level of self-efficacy to students, (2) to explain the level of time management to students, and (4) the influence of self-efficacy and time management on academic stress in students. This study uses a quantitative approach with descriptive analysis and multiple regression. The sample in this study were students of class X MA Wali Songo Putri Ngabar Ponorogo, totalling 67 students. The results showed that the academic stress level of the tenth-grade students of MA Wali Songo Putri Ngabar Ponorogo was in the medium category. At the level of self-efficacy in the medium category and at the time management level, the majority of 70.1% are also at the moderate category level and based on the results of the research hypothesis testing, it shows that there is a significant effect between self-efficacy and time management on academic stress with a value of R = 0.710 and a significance level of 0.000 (p0.05) and jointly contributed to academic stress of 50.5%. The conclusion in this study jointly self-efficacy and time management influence academic stress in class X MA Wali Songo Putri Ngabar Ponorogo.Keywords: Self Efficacy; Time Management; Academic Stress
Persepsi Mahasiswa Terhadap Umpan Balik Dosen Pembimbing pada Penyusunan Laporan Skripsi Putera, Zulmy Faqihuddin; Shofiah, Nurul
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 8, No 2 (2023): Metalingua, Edisi Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v8i2.19629

Abstract

Umpan balik dosen pembimbing memainkan peran penting selama proses penulisan skripsi. Umpan balik dari pembimbing berfungsi sebagai alat yang berharga untuk membimbing mahasiswa, menyempurnakan penelitian dan penulisan pelaporan skripsi. Memahami bagaimana mahasiswa memandang dan berinteraksi dengan umpan balik ini menjadi penting untuk peningkatan kualitas bimbingan akademik yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan persepsi mahasiswa terhadap umpan balik dosen pembimbing selama proses penulisan skripsi. Metode penelitian yang digunakan yakni kualitatif deskriptif. Dengan melakukan wawancara terhadap 20 mahasiswa politeknik Negeri Malang. Hasil temuan menujukkan bahwa Mahasiswa cenderung puas terhadap umpan balik dosen pembimbing. Selanjutnya, dosen pembimbing cenderung menggunakan berbagai teknik dalam memberikan umpan balik, sementara mahasiswa cenderung lebih menyukai komentar tertulis yang praktis dan jelas. Walaupun secara umum, mahasiswa memiliki sikap positif terhadap komentar tertulis, namun tidak selalu terdapat keselarasan pemahaman antara mahasiswa dan pembimbing. 
Menjadi Orang Tua Cerdas di Era Digital: Membangun Generasi Tangguh Melalui Sosialisasi Pengasuhan Anak Falqahi A, Rasya; Qodariaha, Aulia; Sukma, Adie; Shofiah, Nurul
Literasi Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang Jl. Rangga Sentap, Dalong Sukaharja, Ketapang 78813. Telp. (0534) 3030686 Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58466/literasi.v4i2.1591

Abstract

Nowadays, humans are living in the digital age, undergoing incredible technological advances. Humans can't live without technology. Technology is everything for humans, so its positive and negative impact on humans goes hand in hand. The negative impact perceived on the sophistication of today's digital age is very evident, like the moral behavior of a child that is quite worrying. Therefore, the role of the parent's pattern of care in the family environment largely determines the values the child acquires. This socialization activity aims to improve the quality of parental care patterns in order to build a positive character in children especially in this digital age. The results of this socialization activities include participants becoming more aware of the importance of parent support when children access digital media, participants get tips and strategies to build family commitment in the use of digital technology, and there is an increase in the knowledge of the participants about the pattern of child care in the digital era. Parents are expected to be able to implement the tips and strategies acquired to build a sturdy generation
Readiness Dosen dalam Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan untuk Pengajaran Menulis Teks Akademik di Perguruan Tinggi Putera, Zulmy Faqihuddin; Shofiah, Nurul; Ramadhani, Rizki Putri; Maulidina, Ahsani; Puspitasari, Peni; Purwaningsih, Henny
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 9, No 2 (2024): Metalingua, Edisi Oktober 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v9i2.27713

Abstract

. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesiapan dosen di perguruan tinggi polinema dalam mengintegrasikan Kecerdasan Buatan (AI) dalam pendidikan untuk penulisan tugas akademik dengan fokus pada persepsi, tantangan, dan kebutuhan pelatihan mereka. Metodologi kualitatif digunakan, dengan menggunakan Desain yang didasarkan pada prinsip-prinsip dasar Technology Acceptance Model (TAM) yang diusulkan oleh Davis (1989) Dale Viethen (2021) dan Nazari dkk. (2021). Subjek penelitian yakni 10 dosen di dua Universitas Malang. panduan yang dikembangkan dan disempurnakan melalui tinjauan sejawat ahli dan studi percontohan ini mencakup sikap terhadap AI, manfaat dan tantangan yang dirasakan dari AI dalam pengajaran kemahiran diri dalam menggunakan AI, dan niat perilaku terkait penggunaannya. Hasilnya menunjukkan tingkat kesiapan dosen yang berbeda-beda, yang dipengaruhi oleh latar belakang pemahaman teknologi, dan kekhawatiran akan privasi dan keamanan data. Meskipun ada rasa optimisme secara umum tentang potensi AI, tantangan signifikan terkait akses sumber daya yang terbatas dan pengembangan profesional yang tidak memadai telah diidentifikasi. Hasil penelitian ini menekankan perlunya inisiatif kebijakan yang ditargetkan dan program pelatihan untuk meningkatkan kesiapan dosen dalam mengadopsi AI. Wawasan dari penelitian ini berkontribusi dalam memahami fasilitator dan hambatan integrasi AI dalam pendidikan, menyoroti peran penting kesiapan dosen dalam pemanfaatan AI yang efektif dalam konteks pendidikan. KATA KUNCI: Kesiapan AI, Adopsi AI, kecerdasan buatan, penulisan teks akademik, perguruan tinggi 
Kemampuan Mengolah Bahan Bacaan pada Penyusunan Proposal Skripsi Mahasiswa Widowati, Tutuk; Putera, Zulmy Faqihuddin; Shofiah, Nurul; Ramadhani , Rizki Putri
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 15 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/konstruk.v15i1.2612

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan mengolah bacaan melalui ketrampilan membaca kritis dan menulis kritis mahasiswa dalam penyusunan proposal skripsi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ini merupakan proposal skripsi yang dihasilkan oleh mahasiswa tingkat akhir D4 yang berjumlah 40 mahasiswa. Sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir D4 Program Studi Elektronika Politeknik Negeri Malang. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik dokumentasi. yaitu mengumpulkan proposal skripsi mahasiswa tingkat akhir D4 untuk mengetahui kemampuan mengolah bahan bacaan bagi mahasiswa. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu pedoman membaca kritis dan keterampilan menulis kritis. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan Pertama, kemampuan membaca kritis mahasiswa yang menonjol pada aspek menginterpretasi dengan indikator mengenali sumber bacaan sesuai dengan topik, menemukan informasi faktual, dan menilai kredibilitas informasi atau pendapat. Kemampuan membaca kritis yang perlu diperhatikan lagi yakni ketrampilan menganalisis dengan indikator membandingkan atau mengontraskan ide, konsep atau pernyataan dan mengidentifikasi isu ataumasalah dan menentukan hubung. Kedua, gambaran kemampuan menulis kritis yang menonjol pada keterampilan mensintesis dan yang perlu diperhatikan kemampuan mengevaluasi.
Artificial Intelligence (AI) Literacy in Early Childhood Education: A Scoping Review Solichah, Novia; Shofiah, Nurul
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 29 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol29.iss2.art1

Abstract

In the past decade, artificial intelligence (AI) literacy has become a primary focus in digital literacy education research. However, the use of AI in early childhood education remains largely unexplored, prompting experts to conduct a scoping review. This scoping review aimed to explore various forms of AI application in early childhood education, and to identify commonly used methods in this topic. The database searches for scientific articles covered the period between 2016 to 2023. Inclusion and exclusion criteria were established, focusing on reviews related to AI literacy and early childhood education. Electronic databases such as Scopus, EBSCO Sciences, Emerald, Sinta, and Science Direct were used from December 2023 to February 2024. From the total of 260 articles selected for this analysis, only 10 met the inclusion criteria and were reviewed. The results showed that most articles used learning media tailored to children’s developmental stages to enhance literacy. These included smart toys integrating AI technology, particularly speech synthesis, virtual reality, robots, KIERO, and chatbots. Qualitative methods were commonly adopted, although some research used experimental methods and literature reviews. In summary, the integration of AI literacy in early childhood education contributed significantly to the development of active learning interventions for children.
Pengaruh Self efficacy dan Manajemen Waktu Terhadap Stres Akademik Pada Siswa Himmah, Achida Faiqotul; Shofiah, Nurul
Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS) Vol 1, No 01 (2021): Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS)
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jips.v1i01.14920

Abstract

Abstrak Kehidupan di lingkungan sekolah seharusnya menjadi ruang eksplorasi bagi individu untuk menyalurkan kreasinya. Namun terkadang, berbagai tuntutan akademik yang banyak, tugas yang menumpuk dan jadwal kegiatan yang padat, membuat siswa mengalami keadaan jenuh dan tertekan sehingga dapat memicu terjadinya stres. Faktor yang mempengaruhi stres yakni, self efficacy yang merupakan keyakinan seseorang dalam melakukan sesuatu yang mengarah pada pencapaian tujuan. Selain itu, manajemen waktu juga diperlukan agar aktivitas seseorang dapat berjalan efektif dan seimbang antara kemampuan yang dimiliki dengan tuntutan rutinitas yang dikerjakan. Tujuan Penelitian yakni (1) memaparkan tingkat stres akademik pada siswa, (2) memaparkan tingkat self efficacy pada siswa, (2) memaparkan tingkat manajemen waktu pada siswa, dan (4) pengaruh antara self efficacy dan manajemen waktu terhadap stres akademik pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif dan regresi berganda. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X MA Wali Songo Putri Ngabar Ponorogo yang berjumlah 67 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres akademik siswa kelas X MA Wali Songo Putri Ngabar Ponorogo berada pada kategori sedang. Pada tingkat self efficacy dengan kategori sedang dan pada tingkat manajemen waktu, 70,1% juga mayoritas berada pada tingkat kategori sedang, dan berdasarkan hasil dari pengujian hipotesis penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara self efficacy dan manajemen waktu pada stres akademik dengan nilai R = 0,710 dan taraf signifikansi 0,000 (p0,05) dan secara bersama-sama memberikan kontribusi terhadap stres akademik sebesar 50,5%. Kesimpulan dalam penelitian ini secara secara bersama-sama self efficacy dan manajemen waktu memiliki pengaruh terhadap stres akademik pada siswa kelas X MA wali songo putri Ngabar Ponorogo.Kata kunci: Self Efficacy; Manajemen Waktu; Stres Akademik  AbstractLife in the school environment should be an exploration space for individuals to channel their creations. However, sometimes, a lot of academic demands piled up tasks and a hectic schedule of activities, make students experience a state of saturation and stress so that it can trigger stress. Factors that influence stress, namely, self-efficacy which is a person's belief in doing something that leads to the achievement of goals. In addition, time management is also needed so that one's activities can run effectively and in a balance between their abilities and the demands of the routine they do. The research objectives are (1) to explain the level of academic stress to students, (2) to explain the level of self-efficacy to students, (2) to explain the level of time management to students, and (4) the influence of self-efficacy and time management on academic stress in students. This study uses a quantitative approach with descriptive analysis and multiple regression. The sample in this study were students of class X MA Wali Songo Putri Ngabar Ponorogo, totalling 67 students. The results showed that the academic stress level of the tenth-grade students of MA Wali Songo Putri Ngabar Ponorogo was in the medium category. At the level of self-efficacy in the medium category and at the time management level, the majority of 70.1% are also at the moderate category level and based on the results of the research hypothesis testing, it shows that there is a significant effect between self-efficacy and time management on academic stress with a value of R = 0.710 and a significance level of 0.000 (p0.05) and jointly contributed to academic stress of 50.5%. The conclusion in this study jointly self-efficacy and time management influence academic stress in class X MA Wali Songo Putri Ngabar Ponorogo.Keywords: Self Efficacy; Time Management; Academic Stress
Collaborative Writing Learning in Inquiry to Improve Critical Thinking Skills Shofiah, Nurul; Putera, Zulmy Faqihuddin; Widiastuti, Sripit
Journal of English for Academic and Specific Purposes (JEASP) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jeasp.v7i1.26429

Abstract

In tertiary education, the enhancement of writing skills is paramount. One effective approach to mastering academic writing is through inquiry-based collaborative learning. Hence, this study endeavors to delineate the procedures involved and gauge students' perceptions of inquiry-based collaborative writing in enhancing critical thinking skills within the Indonesian language curriculum. This research adopts a descriptive methodology, employing research instruments such as observation sheets and surveys to gather data. The findings elucidate two key points: firstly, the inquiry-based collaborative writing process comprises five integral stages - orientation, collaboration, investigation, discussion, and conclusion. Secondly, student feedback highlights the positive impact of this method in nurturing critical thinking skills specifically within the realm of Indonesian language studies. Given its fusion of activity-oriented learning, logical argumentation, and collaborative dynamics, inquiry-based collaborative writing emerges as a potent tool for cultivating critical thinking skills among students. Consequently, its incorporation into the curriculum is recommended as a strategic means to bolster students' cognitive abilities and academic proficiency
Critical writing patterns and learning strategies among vocational college students: Evidence from thesis writing Putera, Zulmy Faqihuddin; Suyono, Suyono; Rofiuddin, Ahmad; Harsiati, Titik; Shofiah, Nurul
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 15 No. 2 (2025): June
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpv.v15i2.76100

Abstract

Developing critical writing skills remains a persistent challenge for vocational college students whose learning environments emphasize practical and technical competencies over academic discourse. Research specifically examining how vocational students demonstrate critical thinking in thesis writing is still limited. This study investigates (1) the patterns of critical writing that emerge in students’ thesis reports and (2) students’ perceptions of the strategies they use when engaging in critical writing. A qualitative design combining content analysis and thematic analysis was applied. Data were collected from 22 final thesis reports from 12 study programs and reflective statements and interviews with 10 Diploma-4 students. The analytical framework was adapted from Paul and Elder’s substantive writing skills. The findings show that vocational students demonstrate strengths in explanation and basic analysis; however, more advanced cognitive skills—such as synthesis, evaluation, and argument construction—remain weak. Students rarely develop counterarguments, critically examine opposing views, or integrate sources into coherent reasoning. Thematic analysis further reveals that students perceive critical writing as fulfilling structure and format rather than as a process of reasoning, evaluation, and synthesis. Difficulties are concentrated in topic delimitation, literature review, paraphrasing, and maintaining academic integrity, while supervisor feedback becomes the primary driver of writing progress. Overall, the study highlights a gap between students’ high motivation and their limited epistemic awareness of academic argumentation. These results emphasize the need for explicit instruction, structured scaffolding, and feedback focused on argument development rather than formatting. The study contributes to the literature by offering detailed insights into how critical writing develops within vocational higher education contexts and by proposing practical directions for instructional improvement.