cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
CERMIN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 99 Documents
MENGGAGAS ILMU HUKUM KHAS INDONESIA Hamzani, Achmad Irwan
CERMIN No 46 (2010): Maret
Publisher : CERMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.038 KB)

Abstract

Ada anggapan bahwa pada saat ini posisi hukum di Indonesia mengalami kemunduran. Hukum yang diharapkan menjadi pendukung bagi perubahan masyarakat yang lebih baik, hanyalah aturan-aturan kosong yang tidak mampu menjabaw persoalan dalam masyarakat. Hukum sering hanya menjadi legitimasi pemguasa dalam menancapkan ketidakadilannya pada masyarakat. Ada jarak yang semakin jauh antara law in books dengan law in action. Salah satu masalah yang menjadi sebab ketidakmampuan hukum ini adalah tentang ilmu hukum sendiri. Ilmu hukum yang diajarkan melalui pendidikan hukum di Indonesia cenderung menganut madzhab hukum Barat. Padahal banyak pemikiran hukum Barat yang sangat jauh dari sosio kultur dan sosio riligius bangsa Indonesia. Oleh karena itu diperlukan suatu pengembangan pemikiran ilmu hukum yang khas Indonesia yang diharapkan mampu menjawab persoalan-persolan sosial bangsa Indonesia.   Kata kunci: Pemikiran, ilmu hukum, Indonesi.
STRATEGI PEMASARAN PARIWISATA DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Waskita, Jaka; Purwanto, Medi Tri
CERMIN No 042 (2008): Oktober
Publisher : CERMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.837 KB)

Abstract

Untuk memasarkan produk industri pariwista bukan saja diperlukan koordinasi, tetapi diperlukan kerjasama yang baik antara organisasi yang bertanggung jawab dalam pengembangan pariwisata dengan semua pihak yang terlibat dan berkaitan dengan kegiatan pariwisata. Dapat dikatakan, keberhasilan suatu program pemasaran dalam bidang kepariwisataan sangat ditentukan faktor kesamaan pandangan terhadap peranan pariwisata bagi pembangunan daerah, karena itu sebelum program pemasaran dilaksanakan harus ada komitmen dari semua unsur terkait bahwa pariwisata merupakan sektor ekonomi yang bersifat qiuck yielding dan merupakan agent of development bagi daerah itu dalam meningkatkan pendapatan asli daerahnya.   Kata Kunci : Daerah Tujuan Wisata, Kerjasama, Pembangunan Ekonomi.
KONSENTRASITEGANGAN PAD A PLAT BERLUBANG ., Rusnoto
CERMIN No 41 (2007): Maret
Publisher : CERMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.179 KB)

Abstract

Konsentrasi tegangan sebagai akibat pembuatan konstmksi mesin maupun cacat mikro didalam bahan merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikah dalam perancangan konstmksi mesin. Untuk faktor konsentrasi tegangan dapat dikurangi dengan cara tertentu seperti dengan membuat jari - jari pada setiap bagian yang mengalami perubahan dimensi atau dengan menumpulkan ujung takikanyang runcing. Sedangkan faktor cacat mikro bahan dapat dikurangi dengan meningkatkan kualitas bahan. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari kemungkinan mengurangi konsentrasi tegangan pada plat yang berlubang lingkaran. Secara teoritis perlu diketahui bahwa besar tegangan disekitar lubang lingkaran adalah tiga kali tegangan normalnya. Penelitian ini dilakukan dengan mesin uji tarik sebagai sumber pembebanan. Untuk mengetahui distribusi tegangan dengan cara mengukur besar regangan dengan menggunakan strain indikator. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan dua lingkaran disekitar lubang utama dengan perbandingan diameter 0,3yangletaknya bersebrangan dengan lubang utama dan sejajar arahpembebanan mempunyai konsentrasi tegangan tarik maksimal terbesar, tapi konsentrasi tegangan terkecil diperoleh pada perbandingan diameter lubang tambahan dengan lubang utama 0,8. Kata Kunci : Konsentrasi Tegangan, Cacat Mikro Bahan, Uji Tarik, Regangan.
PENGARUH SUSUNAN SUDUT TURBIN ANGIN SAVONIUS TERHADAP KARAKTERISTIK DAYA TURBIN ., Rusnoto; Shofani, Laudi
CERMIN No 044 (2009): Mei
Publisher : CERMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.211 KB)

Abstract

Konsep turbin angin savonius ini cukup sederhana dan praktis tidak terpengaruh oleh arah angin dan dapat dioperasikan pada daerah pantai seperti halnya kota Tegal yang merupakan salah satu kota yang terletak dekat dengan pantai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik daya turbin angin savonius terhadap jumlah dan susunan sudu turbin. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah eksperimen, dengan mengadakan percobaan secara langsung di laboratorium yang sebelumnya membuat turbin angin jenis savonius yang dibuat dibengkel Fakultas Teknologi Industri Universitas Pancasakti Tegal. Pada pengambilan data pengaruh susunan, menggunakan diameter tiap turbin 65 cm dan tinggi tiap turbin 21.7 cm, pada tiap turbin mempunyai jumlah sudu tiga sudu dengan diameter tiap sudu 38 cm. Dalam hal ini posisi susunan sudu turbin dengan jumlah susunan tiga buah turbin yang akan digunakan dalam eksperimen dan pengambilan data adalah susunan sudu turbin sejajar, 40° dan 80° dengan sudu tiap turbin. Dengan bahan turbin menggunakan seng dan triplek, dengan poros dan kerangka menggunakan best Dilihat dari analisis data yang diperoleh menunjukan bahwa dengan adanya perubahan susunan sudu turbin, koefisien daya (Cp) yang dihasilkan dari kerja turbin meningkat. Dengan Cpmaksimal =0.29 pada TSR = 7.73 untuk susunan sudu turbin 80° dengan sudu tiap turbin. Dilihat dari kecepatan angin yang digunakan dalam eskperimen untuk setiap jumlah sudu turbin, koefisien daya (Cp) menurun dengan bertambahnya kecepatan angin yang digunakan. Hal ini berarti semakin tinggi kecepatan angin performansinya menurun. Kota kunci : Turbin angin savonius, Karakteristik daya turbin
ISU DAN FOKUS PEMBERDAYAAN GURU Amir, Yayat Hidayat; Fr, Dewi Apriani
CERMIN No 045 (2009): Oktober
Publisher : CERMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.739 KB)

Abstract

Kualifikasi dan kompetensi guru di Indonesia masih rendah, sementara pendidikan dituntut untuk melakukan pembaharuan dan peningkatan kualitas kinerja kelembagaannya. Hal itu berkonsekuensi terhadap tugas sekolah, perubahan peranan guru, fungsi mengajar, dan titik berat kompetensi siswa.Implikasinya, diperlukan pemberdayaan atau profesionalisasi yang sistematik, sistemik, dan berkelanjutan. Profesionalisasi dalam konteks ini mencakup dimensi-dimensi the improvement of status, the improvement of practice, dan perubahan budaya kerja guru. Dimensi pertama meliputi upaya yang terorganisasi untuk memenuhi kriteria profesi yang ideal. Dimensi kedua identik dengan professional development. Dimensi ketiga mengarah kepada penciptaan guru yang efektif.
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GATT DALAM PERLINDUNGAN MEREK TERKENAL DI INDONESIA Praptono, Eddhie
CERMIN No 043 (2009): Januari
Publisher : CERMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.945 KB)

Abstract

Indonesia telah memiliki instrumen perlindungan merek yaitu UU No. 15 Tahun 2001 yang mengatur mengenai berbagai hal terkait dengan kepemilikan dan perlindungan merek di Indonesia. Akan tetapi, UU No. 15 Tahun 2001 ini tidak mengatur secara spesifik mengenai perlindungan hukum terhadap merek terkenal yang ada dan beredar di Indonesia. Oleh karena itu, sebagai negara anggota WTO maka penerapan prinsip-prinsip GATT mutlak diperlukan dalam upaya memberikan perlindungan terhadap merek-merek terkenal yang beredar di Indonesia.  Kata kunci : Merek, Prinsip-prinsip GATT
MENGURAI BENANG KUSUT PEMBAJAKAN HAK CIPTA MELALUI 5 (LIMA) LANGKAH STRATEGIS DI BIDANG HKI Praptono, Eddhie
CERMIN No 45 (2010): Maret
Publisher : CERMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.356 KB)

Abstract

Indonesia telah mengeluarkan Undang-Undang No.19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Namun pelanggaran hukum terhadap hak cipta justru paling banyak dibandingkan dengan pelanggaran Merek, Paten, dan HaKI yang lain dan mudah terjadi sehingga telah sampai pada tahap seolah-oleh perbuatan itu bukan lagi pelanggaran hak cipta. Oleh karena itu, diperlukan 5 (lima) langkah strategis di bidang HKI agar tidak terjadi lagi pembajakan. Kata kunci : Hak Cipta, Pembajakan.
PERAN PROFESI HUKUM DALAM LANGKAH “GO PUBLIC” BAGI PERUSAHAAN Praptono, Eddhie
CERMIN No 048 (2011): April
Publisher : CERMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.596 KB)

Abstract

Salah satu cara yang ditempuh oleh perusahaan untuk menjadi ‘besar’ adalah dengan melakukan atau menempuh proses ‘go public’ atau menjadi perusahaan terbuka karena melalui proses ini, perusahaan dapat dengan mudah mengundang investor untuk turut menanamkan modalnya pada perusahaan. Pelaksanaan proses untuk menjadi perusahaan yang berstatus ‘go public’ bukanlah semudah yang dibayangkan sebab ada beberapa tahapan/langkah yang harus ditempuh oleh perusahaan yang tentunya sangat mengandung resiko bagi keberlangsungan operasional perusahaan. Disinilah peran profesi hukum sangat dibutuhkan agar prosedur berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kata Kunci : profesi hukum, perusahaan go public.
EKSISTENSI DAN PERANAN KOMISI YUDISIAL DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA Sugiharto, Imawan
CERMIN No 043 (2009): Januari
Publisher : CERMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5379.792 KB)

Abstract

Negara Indonesia juga disebut sebagai Negara Hukum (Reschtaat), bukan Negara Kekuasaan (Machsstaat). Didalamnya terkandung pengertian adanya pengakian terhadap prinsip supremasi hukum dan konstitusi. Selain mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi terdapat lembaga baru yang kewenangannya ditentungan dalam UUD yaitu Komisi Yudisial. Meskipun lembaga baru ini tidak menjalankan kekuasaan kehakiman, tetapi keberadaanya diatur dlam UUD 1945 Bab IX tentang kekuasaan Kehakiman. Komisi Yudisial sebagai lembaga baru, pada awal keberadaanya cukup membuat hentakan dengan konsistensi pelaksanaan fungsi, wewenang, dan tugasnya. Komisi Yudisial memerlukan amunisi yang cukup untuk membuat belantara perilaku KKN yang terjadi di lingkungan peradilan. Tekanan dan respon yang berlebihan dating dari para pelaku kekuasaan peradilan, mereka tidak terima melepaskan kenikmatan yang sudah mereka nikmati. Keberadaan Komisi Yudisial tidak dapat dipisahkan dari kekuasaan kehakiman. Dalam perjalanan peranannya melaksanakan wewenang dan tugas, Komisi Yudisial menghadapi berbagai kendala baik yang berasal dari normanya yang tidak sempurna serta juga yang paling berat adalah menghadapi mafia peradilan pada lingkungan peradilan. Sehingga setelah dikebiri oleh Mahkamah Konstitusi, sekarang perlu dipertanyakan mengenai keteguhan eksistensi dan peranana Komisi Yudisila sebagai lembaga penjaga sendi-sendi Negara hukum. Tujuan dan manfaat penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis eksistensi Komisi Yudisial dalam kerangka system ketatanegaraan Indonesia, diharapkan Hasil penelitian ini dapat berguna untuk sumbangan pemikiran bagi pengembangan Ilmu Hukum, khususnya Hukum Tata Negara,terutama dalam mengkaji eksistensi Komisi Yudisila sebagai lembaga Negara yang mandiri dalam system Ketatanegaraan Indonesia Kata Kunci : Eksistensi dan Peranan, Komisi Yudisial, Sistem Ketatanegaraan
PERANAN BIROKRASI DALAM MENDORONG REGULASI PEMRINTAH Sugiharto, Imawan
CERMIN No 46 (2010): Maret
Publisher : CERMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4823.494 KB)

Abstract

Birokrasi dalam suatu negra sangat penting dan menentukan dalam upaya penyelenggaraan Negara maupun penyelenggaraan Pemerintahaan birokrasi diibaratkan mesin paling utama dalam penyelenggaraan pemerintahaan sehingga apabila tejadi kemacetan atau kerusakan maka dapat dibayangkan bahwa pemerintah itu sendiri akan berjalan secara pincang dan mogok atau bahkan berhenti dalam menyelenggarakan pemerintahaan. Di Indonesia birokrasi yang sangat penting dan paling utama namun dalam kenyataannya mengalami begitu banyak masalah seperti kurang profesionalisme, terjadi kelambanan dalam pelayanan masyarakat, memiliki system manajemen yang buruk terjadi korupsi, kolusi, dan nepotisme serta begitu banyak permasalahan dalan tubuh birokrasi kita. Mengingat birokrasi merupakan institutsi yang memiliki kewenangan untuk menangani aliran tuntutan masyarakat dan begitu merupakan alat atau jembatan perantara kepentingan masyarakat dengan system perpolitikan yang ada dalam Negara Oleh Karena itu perlu adanya langkah mengatasi kekurangan tadi melalui reformasi birokrasi dan konsolidasi serta agenda reformasi birokrasi yang jelas. Kata Kunci : birokrasi, Reformasi dan Konsolidasi, Regulasi Pemerintahan

Page 3 of 10 | Total Record : 99