cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
OSEATEK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 80 Documents
PENCEGAHAN KERAK DAN KOROSI PADA AIR ISIAN KETEL UAP ,, Rusnoto ,
OSEATEK No 01 (2006): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.116 KB)

Abstract

Ketel uap adalah suatu pesawat yang fungsinya mengubah air menjadi uap dengan proses pemanasan melalui pembakaran bahan bakar di dalam ruang bakar. Jadi bahan utama pengisi , tersebut harus benar-benar bersih dari segala kotoran dan kerak yang dapat menempel pada dinding ketel. Kalau hal ini dibiarkan maka lama kelamaan akan keroposdan ketel bisa rusak. Untuk mencegah terbentuknya kerak maupun korosi ketel maka air dibersihkan duluyaitu dengan cara memasukkan zat kimia tertentu kedalam air isian. Zat kimia tadi bisa dimasukkan sebelum air masuk ketel (External Water Treatment) dan sesudah air masuk ketel (Internal Water Treatment). Pencegahan korosi bisa dilkukan dengan memasukkan zat kimia tertentu ke dalam air isian dan dengan cara mengalirkan uap terhadap arah aliran air, jadi disini aliran air bersinggungan dengan aliran uap. Kata kunci : Ketel Uap, External Water Treatment, Internal Water Treatment.
STUDI GENERALIZABILITAS TES TIPE DUA FACET DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS VARIAN TIGA JALUR Susongko, Purwo
OSEATEK No 07 (2010): Oktober
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.971 KB)

Abstract

Teori generalizabilitas membahas kajian konseptual dan metodologi untuk menjelaskan kesalahan pengukuran yang lebih detail termasuk diantaranya sumber-sumber kesalahan dalam prosedur pengukuran pendidikan dan psikologi. Aspek kuantitatif dari teori generalizabilitas dapat dianalisis dengan pendekatan teori tes klasik dan analisis varian, walaupun pada dasarnya konsep dasar teori   generalizabilitas lebih luas dan berkembang lebih lanjut melampau teori tes klasik. Konsep dasar dan metodologi dari teori generalizabilitas khususnya untuk tipe dua facet dibahas secara komprehensif dalam makalah ini dengan menggunakan data empirik pada tes prestasi belajar kimia di Sekolah Menengah Umum dengan bantuan analisis varian tiga jalur. Kata kunci: generalizabilitas, facet, analisis varian tiga jalur
Hubungan Antara Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja dengan Produktifitas Kerja Karyawan ., Zulfah
OSEATEK No 01 (2006): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.82 KB)

Abstract

Penelitianini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja, disipilin kerja dengan produktivitas kerja karyawan. Hipotesis yang diuji (1) terdapat hubungan yang positif antara motivasi kerja dengan produktifitas kerja karyawan (2) terdapat hubungan yang positif antara disipilin kerja dengan produktifitas kerja karyawan (3) terdapat hubungan yang positif antara motivasi kerja dan disiplin kerja secara bersama-sama dengan produktifitas kerja karyawan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei, alat pengumpul dat ayang digunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden dengan metode simpel rendom sampling, sampel sebanyak 50 orang dari populasi sebanyak 250 orang karyawan. Instrumen penelitian motivasi kerja, disiplin kerja dan produktifitas kerja sebelumnya dilakukan uji validalitas dengan menggunakan Korelasi Product Moment, kehandalan diuji dengan menggunakan Alpha Cronbach. Hasil uji coba menunjukan bahwa motivasi kerja =  0,88 disiplin kerja = 0,88 dan prokduktifitas kerja = 0,89. Analisa data menggunakan korelasi dan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 10. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: pertama terdapat hubungan yang positif antara motivasi kerja (X1) dengan produktifotas kerja (Y) dengan koefisien korelasi r1 = 0,535, signifikan (?) = 0,05. Kedua terdapat hubungan yang positif antara disiplin kerja (X) dengan produktifitas kerja (Y) dengan koefisien korelasi r = 0,620, signifikan ()= 0,05. Ketiga terdapat hubungan yang positif antara motivasi kerja dan disiplin kerja secara bersama-sama dengan persamaan regresi Y = 8,548 + 0,405X + 0,472, dan koefisien determinasi R = 0,682 pada 0,05. Hasil penelitian ini diharapkan berguna dalam menentukan atau menetapkan kebijakan dan peraturan, terutama yang menyangkut sumber daya manusia, agar dapat diambil langkah-langkah perbaikan bagi perusahaan secara keseluruhan. Kata kunci : Produktifitas, Motivasi, Efektivitas, Efisien
BEBERAPA JENIS OPERATOR YANG BEKERJA PADA RUANG FUNGSI TERINTEGRAL HENSTOCK-BOCHNER ., Munadi; ., Haryati
OSEATEK No 04 (2008): Edisi 04 November 2008
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2863.638 KB)

Abstract

Teori integral Henstock-Bochner merupakan suatu pengembangan teori integral Henstock yang bernilai real ke suatu integral yang fungsinya bernilai vektor, khususnya untuk fungsi-fungsi yang nilainya di dalam ruang Banach.Di dalam makalah ini dibahas operator linear tertutup dan operator linear terbatas yang bekerja pada ruang fungsi terintegral Henstock-Bochner dan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Kata kunci : Ruang Banach, Operator Linear, dan Fungsi Terintegral Henstock-Bochner.
PEMACU PEMATANGAN GONAD INDUK IKAN NILEM DENGAN TEKNIK INDUKSI HORMON Hartanti, Ninik Umi; ., Nurjanah
OSEATEK No 05 (2009): November
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.799 KB)

Abstract

Induksi dengan mengunakaan berberapa hormone analog pada calon induk untuk mempercepat kematangan gonad. Penemuan baru ini merupakan pemecahan masalah budidaya, yang mana ikan tidak dapat matang sempurna dan memijah di dalam wadah pemeliharaan karena faktor internal dan eksternal yang tidak memungkinkan. Penelitian menggunakan 6 induk ikan nilem dan 3 jantan sebagai perlakuan induk ikan nilem diinduksi dengan menggunakan hormone GnRH(Ovaprin), Progesteron dan Estradiol,dan dari ketiga perlakuan tersebut hormone yang paling cepat menginduksi pematangan gonad adalah Estradiol kemudian Progesteron dan yang terakhir Ovaprin. Kata Kunci : Induksi,Hormon,Matang gonad
PENGARUH PERLAKUAN PANAS TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KETANGGUHAN IMPAK PADA BAJA ST Santosa, irfan
OSEATEK No 03 (2008): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2046.565 KB)

Abstract

Dibidang produksi dewasai ini mendapat porsi perhatian lebih dari pemerintah, apalagi disektor logam. Tentu peluang ini harus ditangkap danditindaklanjuti dengan peningkatan mutu dan efisiensi, salah satu faktor yang mempengaruhi mutu pada logam khususnya pada baja adalah tahannya jenis logam ini pada kekuatan tarik dan keuletannya . Baja ST 41 meruakan jenis logam medium carbon, artinya logam ini terdiri dari campuran ferrite dan pearlite yang kandungannya sama-sama besar atau setara dengan baja S 40 C (JIS, G4051), dengan komposisi panduan 0,37-0,43 % C, 0,5-0,35% Si, 0,60-0,90% Mn. Daya tahan baja ST 41 ini memiliki kekuatan dan keuletan yang cukup baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek perlakuan panas terhadapkeausan abrasive dan ketangguhan impak pada baja ST 41. Dengan memperbandingkan antara ST 41 yang tidak diberi perlakuan apa-apa dengan ST 41 yang diberi perlakuan panas dengan annealing, normalizing dan quenching . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : baja ST 41 yang tidak diberi perlakuan apa-apa termasuk baja yang mempunyai kekuatan tarik dan  kekenyalan yang cukup tinggi. Tetapi setelah diberi perlakuan panas mengalami perubahan pada kekuatan tarik dan kekenyalannya. Pada baja ST 41 yang diberi perlakuan panas dengan cara annealing, kekuatan tariknya menurun. Ini bisa dilihat dari nilai kekuatan tariknya yang hanya 29,87 kgf/mm2. Tetapi nilai kekuatan impaknya meningkat yaitu 68,86 kg/mm. Dengan kata lain semakin lunak dan kenyal. Begitu juga dengan di normalizing, kekuatan tariknya lebih tinggi dibandingkan dengan annealing yaitu 32,22 kgf/mm2 dan kekenyalannya juga meningkat yaitu 61,13 kg/mm. Pada baja ST 41 yang dihardening (quench) dengan menggunakan air garam atau air laut mempunyai kekuatan tarik yang tinggi dibandingkan dengan annealing dan normalizing yaitu sampai 43,97 kgf/mm2, tetapi nilai kekuatan impaknya menurun. Dengan katalain sifat baja yang dihardening akan semakin keras tetapi rapuh Kata kunci : annealing, Normalizing, Quenching
OPTIMASI SISTEM PEMANASAN PADA SINGLE BASIN SOLAR STILL TERHADAP KEMIRINGAN KACA PENUTUP Santosa, irfan
OSEATEK No 08 (2011): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2018.795 KB)

Abstract

Sistem distilator surya merupakan alat alternatif ditengah krisisnya air bersih dibumi ini khususnya didaerah pantai. Alat distilator surya tipe basin merupakan alat yang berfungsi sebagai pengubah air laut menjadi air tawar dengan tenaga matahari. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung dan menganalisa optimasi sistem pemanasan pada alat distilator surya jenis single basin solar still terhadap kemiringan kaca penutup sehingga didapatkan panas yang optimal sampai pada plat absorber. Hasil analisa perhitungan optimasi adalah bahwa kemiringan kaca dengan sudut 00 mempunyai nilai ? = 4.7152%, ? = 0%, ? = 95.2848% dan energi yang diserap plat absorber (S) = 369.0070 W/m2. Tetapi alat distilator surya jenis single basin solar still ini membutuhkan kemiringan kaca penutup supaya laju distilasi air laut bisa mengalir, maka disarankan dalam membuat alat distilator surya jenis ini adalah dengan kemiringan kaca penutup 50, karena nilai ? = 4.7227%, ? = 7.9195%, ? = 87.3578% dan energi yang diserap plat absorber (S) = 338.3083 W/m2.   Kata kunci : Absorptivitas, Reflektivitas, Transmitivitas, Energi Panas, Distilator Surya  
OPTIMASI PROSES TEMPERING BAJA ST 60 UNTUK PENINGKATAN SIFAT MEKANIK GEAR HELIX PADA POMPA ASPAL Samyono, Drajat; Wibowo, Hadi; Arif, Syaeful Bahri
OSEATEK No 08 (2011): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5380.946 KB)

Abstract

Obyek dalam penelitian ini adalah menyelidiki temperatur tempering yang paling optimal dalam memperbaiki keuletan dari baja ST 60 yang getas akibat proses hardening dengan media celup air. Keuletan yang tinggi dari material ini sangat diperlukan dalam penggunaannya sebagai gear helix pompa aspal. Sampel baja ST 60 dihardening mencapai temperatur 830°C lalu dicelup pada media air. Sampel kemudian ditemper dengan variasi temperatur temper yakni 200°C, 400°C dan 600°C. Pengujian kekerasan dan tarik dilakukan terhadap material awal, hasil hardening dan ketiga kondisi tempering untuk membandingkan sifat mekanik yang dihasilkan. Sampel hasil tempering dengan temperatur temper 400°C menghasilkan perpaduan sifat mekanik yang terbaik dibanding kondisi lain yakni: kekerasan 54,42 HRC, kuat tarik 802,21 N/mm2, dan elongasi 19,4%. Nilai kekerasan dan kuat tarik yang besar diimbangi dengan elongasi yang juga cukup besar akan memberikan keuletan dan ketangguhan yang baik dari material baja ST 60 ini. Kata Kunci : Baja ST 60, Tempering, Keuletan
OPERATOR YANG BEKERJA PADA RUANG FUNGSI TERINTEGRAL BOCHNER ., Munadi; ., Isnani
OSEATEK No 03 (2008): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.757 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjabarkan sebagian sifat-sifat jika suatu operator bekerja pada ruang fungsi terintegral Bochner. Untuk itu dibahas terlebih dahulu teori-teori yang mendukungnya, antara lain definisi fungsi yang terintegral Bochner dan primitivenya. Metode yang dipakai dalam penulisan ini adalah metode studi pustaka, yaitu berdasarkan penelitian yang mendalam terhadap literatur-literatur yang berkaitan, kemudian hasilnya dijabarkan dan disajikan dalam bentuk artikel berupa teori tentang sifat-sifat operator yang bekerja pada ruang terintegral Bochner. Teori tersebut memuat definisi, lemma dan teorema beserta buktinya.Dari kajian yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut : Jika diberikan interval I Ì Â dan ruang Banach X dan Y, maka dua pernyataan berikut berlaku : (i) Jika T : X ® Y merupakan operator linear terbatas dan f : I ® X terintegral Bochner, maka T O f : t ® T ( f ( t ) ) terintegral Bochner dan (ii) Jika A operator linear tertutup pada X dan f : I ® X terintegral Bochner, dengan f(t) Î D(A) untuk setiap t Î I serta A O f : I ® X terintegral Bochner, maka dan Kata Kunci : Ruang Banach, Operator, dan Fungsi Terintegral Bochner.
PENGGUNAAN ANALISIS DIMENSI UNTUK PENGALIHAN PENGUJIAN SHEDDING FREQUENCY PADA UJI TEROWONGAN ANGIN KE UJI TEROWONGAN AIR Wibowo, Agus
OSEATEK No 03 (2008): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.078 KB)

Abstract

Shedding frequency yang terjadi pada komponen struktur jembatan yang panjang perlu diketahui besarnya, karena komponen struktur yang mengalami beban dinamik akan lebih cepat mengalami patahan, Shedding frequency yang besar  akan mengakibatkan getaran dan menjadikan beban dinamis semakin besar untuk itu perlu dilakukan pengujian terhadap besarnya suatu Shedding frequency Pengguanaan analisis dimensi akan memudahkan dalam menganalisis dan membuat langkah eksperimen lebih cepat dan terarah. Dengan data  struktur komponen jembatan yang mempunyai penampang   D = 0,1 m,  H = 0,3 m, kecepatan angin bekerja pada kecepatan  50 km/jam dan standar udara ditentukan. Serta  Shedding frequency yang akan diuji dengan model pada terowongan air pada  suhu air 20ºC. Hasil pehitungan didapat untuk model D = 20 mm dan H = 60 mm, untuk  pengujian model diterowongan air menggunakan kecepatan V = 4,79 m/s dan untuk perkiraan shedding frequency pada prototype = 0,58Hz atau  shedding frequency pada prototype besarnya 0,58 kali hasil pengukuran shedding frequency model didalam terowongan air. Kata Kunci : Dimensi, Shedding Frequency, Model, Prototype