cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
OSEATEK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 80 Documents
Pemetaan Wilayah Tambak Berdasarkan Tingkat Kesuburan Perairan dengan Metode Sistem Informasi Geografis sebagai Model Pengelolaan Tambak Berkelanjutan ,, Nurjanah; Kurniawan, Budi; Hartanti, Ninik Umi
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.189 KB)

Abstract

Area pertambakan Kota Tegal telah mengalami degradasi akibat alih fungsi lahan menjadi perumahan, industri, pengolahan sampah, pengolahan limbah, yang dibangun di sekitar area tambak. Terjadinya penyempitan lahan tambak dari tahun ke tahun menjadi perumahan, industri, Upaya pemerintah dalam pengembangan pertambakan Kota Tegal lebih ditekan pada pemberian bantuan pada pengadaan bibit dan pelatihan budidaya tambak. Kebijakan pemeritah Kota Tegal terlihat bahwa pengembangan budidaya tambak di Kota Tegal semakin menyempit dan hanya di wilayah Kelurahan Muarareja dan Kelurahan Margadana. Namun bila dilihat dari lokasi budidaya keberadaan tambak berada setelah areal perumahan. Hal ini dapat mengakibatkan proses budidaya tambak menjadi terganggu bila keberadaannya terhimpit oleh perumahan, pengolahan sampah, pengolahan limbah, dan industri.Kata Kunci : Pemetaan Wilayah Tambak, Tingkat Kesuburan Perairan, Sistem InformasiGeografis
Penggunaan Refrigeran R22 dan R134a pada Mesin Pendingin Wilis, Galuh Renggani
OSEATEK No 08 (2011): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1301.362 KB)

Abstract

Pengkondisian udara disebut juga system refrigerasi yang mengatur temperature & kelembaban udara. Dalam beroperasi system refrigerasi membutuhkan fluida yang mudah menyerap dan melepas kalor, yang disebut refrigeran. Setiap refrigerant memiliki sifat karakteristik yang berbeda yang mempengaruhi efek refrigerasi dan koefeisien prestasi yang dihasilkan. R 22 adalah refrigerant yang memiliki karakteristik yang baik pada mesin pendingin, sedangkan R134 a adalah refrigerant yang lebih ramah terhadap lingkungan. Kedua refrigerant tersebut banyak dijumpai pada penggunaan mesin pendingin baik refrigerator (lemari es) maupun AC (air conditioner) . Kedua refrigerant tersebut banyak digunakan karena dapat menghasilkan efek refrigerasi dan COP (koefisien prestasi) yang cukup baik. Dengan dilakukan percobaan  pada kedua jenis refrigerant ini, diharapkan dapat menentukan refrigerant yang lebih baik digunakan baik karena efek refrigerasi dan COP (koefisien prestasi) juga ramah terhadap lingkungan. Kata kunci : refrigerant, efek refrigerasi, COP
APLIKASI JARINGAN PETRI PADA PEMBUATAN HIDRANT PILAR DUA (TWO WAY HIDRANT) MODEL H-14 AP DI PT. KARYA PADUYASA LEBAKSIU KABUPATEN TEGAL Luthfianto, Saufik; ., Suwandono; ., Siswiyanti
OSEATEK No 05 (2009): November
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.263 KB)

Abstract

PT. Karya Paduyasa berdiri pada tanggal 8 April 1964 dengan nama ?Karya Yasa?, pada awal berdiri bergerak dibidang pembuatan mesin-mesin tekstil, rekayasa mesin pengolah makanan (mesin soun, mesin bihun, mesin mie) dengan tenaga 6 orang dan saat ini PT. Karya Paduyasa merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi Hidrant yang sedang berusaha meningkatkan produknya melalui pengurangan waktu menganggur pada mesin produksinya. Oleh karena itu perlu diperhatikan tentang penjadwalan mesin yang merupakan salah satu komponen utama dalam meningkatkan produktivitas kerja perusahaan. Berdasarkan pertimbangan diatas maka kami dari Fakultas Teknologi Industri Universitas Pancasakti Tegal ingin melakukan penelitian yang bertujuan mengetahui waktu menganggur mesin dan produktivitas dari mesin tersebut. Halini juga akan sangat bermanfaat bagi perusahaan sebagai pertimbangan menjadwalkan mesin pada produk hidrant pilar dua. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode penjadwalan mesin dengan jaringan petri, metode ini akan diketahui waktu siklus sirkuit yaitu setiap produk diketahuijumlah waktu dalam proses produksinya, kemudian waktu siklus mesin yaitu setiap mesin diketahui jumlah waktunya dalam menghasilkan produk dengan mengakumulasi jumlah waktu membuat produk, dengan begitu kita dapat mengetahui mesin tersibuk dalam proses produksi dan berapa jumlah jeton minimum setiap sirkuit proses produk. Dalam penelitian ini dihasilkan Waktu siklus fabrikasi maksimum adalah pada pembuatan produk 1 yaitu sebesar 96,4 menit, Waktu periode selama pembuatan produk adalah 131,29 menit, dan Produktivitas maksimum dari pembuatan hydrant pilar dua adalah sebesar 10,94 unit / hariKata Kunci: Penjadwalan Mesin, Metode Jaringan Petri, Produktivitas
INSTALASI SISTEM PENYALUR GASBIO MENGUNAKAN PIPA PVC ., Mustaqim; Wibowo, A; Farid, A; ., Rusnoto; Raharjo, T B
OSEATEK No 06 (2010): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.971 KB)

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan perguruan tinggi dan masyarakat pengguna teknologi tepat guna, yaitu meningkatkan kemandirian dan daya saing perguruan tinggi dan masyarakat pada umumnya melalui peningkatan mutu produk dan proses, efisiensi produktifitas dengan sentuhan teknologi tepat guna. Membantu program pemerintah khususnya pemerintah provinsi Jawa Tengah dalam pemberdayaan masyarakat dengan kelompok sasaran usaha kecil menengah. Dan sebagai upaya mengatasi krisis energi bahan bakar dengan memberikan pengertian kepada masyarakat bahwa biogas adalah salah satu energi masa depan yang ramah lingkungan dan terbarukan. Pemanfaatan biogas oleh masyarakat di desa dukuh Ringin Brebes telah memberi nuansa baru bagi penggunaan energi untuk usaha kecil dan rumah tangga dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap minyak tanah. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan serangkaian kegiatan yang diawali dengan identifikasi pemakaian dan produktifitas biogas pada kelompok tani ternak sapi Lembu Jaya Brebes baik yang sudah menggunakan maupunyang belum. Selanjutnya dilakukan sosialisasi penggunaan biogas yang aman dan sfisien. Materi pelatihan yang diberikan terdiri dari teori singkat tentang biogas, pengoperasian dan perawatan instalasi biogas yang baik dan benar serta aplikasi pemasangan instalasi biogas dan pemakaiannya. Hasil kegiatan menunjukan bahwa seluruh anggota kelompok tani ternak sapi lembu jaya dan masyarakat sekitar mempunyai keinginan yang tinggi untuk memanfaatkan energi biogas ini setelah mengetahui biogas aman, pembuatan dan perawatannya cukup mudah apalagi harga bahan bakar minyak tanah dan gas menjadi mahal. 100% peserta minta bisa menyambung instalasi biogas ini kerumahnya dan bersedia mencari pakan ternaknya. Kata kunci: biogas, teknologi tepat guna, energi alternative
Kebiasaan Makan Kerang Kepah (Polymesoda erosa) di Kawasan Mangrove Pantai Pasir Padi Melinda, Mery; Sari, Suci Puspita; Rosalina, Dwi
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.03 KB)

Abstract

Kerang kepah is a type of bivalves are commonly found in coastal mangroves areas Pasir Padi beach. Analysis of food habits can give an idea of the role of this species in the waters, and to know that there is a natural food resources in the waters. This aims of this study analyze food and abundance of kerang kepah. The research was conducted in July 2014. The determination of the station done by Purposive random sampling method.. Kerang kepah were taken from three stations by used transects measuring 1x1 meters squared distance between transects is 10 meters. The results of the analysis in the stomach and intestines kerang kepah, it can be concluded that the main meal in the form of phytoplankton as a natural food in the water as well as a group that plays an important role in aquatic ecosystems and can perform photosynthesis, while the food detritus complementary, IP value in the stomach 75.39% in the form of plankton and 24.62 form detritus, IP value in the instestinesl 75.50% in the form of plankton and 24.5 form detritus. Abundance of kerang kepah on the station I of 3 ind/25 m2, station II 1.75 ind/25 m2 and the station III 2 ind/25 m2. Differences in abundance values for each station were allegedly due to differences in the characteristics of each station.Keywords: Kerang kepah, Food Habits, Mangrove, Pasir Padi Beach
SISTEM MANUFAKTUR TERPADU PROSES OBAT NYAMUK SEMPROT ,, Siswiyanti; Luthfianto, Saufik
OSEATEK No 06 (2010): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.889 KB)

Abstract

Sistem manufaktur terpadu proses obat nyamuk semprot dilakukan dengan cara melakukan program SMTK (sistem manufactur terintgerasi komputer ) yang merupakan bagian dariCIM ( computer integrated system ) , suatu sistem yang terpadu dengan mengembangkan komponen penyusun SMTK dalam proses manufaktur dengan teknologi yang berbasis komputer (computer aided). Komponen-komponen dalam membuat obat nyamuk semprot tersebut didukung oleh komponen-komponen SMTK yang meliputi : Production and Planning Control, Computer Aided Design, Computer Aided Manufactur, Computer Aided Poduct, Computer Aided Quality dan Maintenance.Kata Kunci: Computer Integrated System, Obat nyamuk Semprot
Rancang Bangun Sistem Informasi Berbasis Website Sebagai Media Informasi Dan Pemasaran Pada Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi) Studi Kasus : Posyantek Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal Luthfianto, Saufik; Nurwaldini, M Fajar; Santoso, Irfan
OSEATEK No 07 (2010): Oktober
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.344 KB)

Abstract

Posyantek sebagai lembaga yang didirikan oleh pemerintah adalah pos pelayanan teknologi pada tingkat kecamatan dalam rangka memberikan pelayanan teknis, informasi, promosi dan pemasaran berbagai jenis spesifikasi peralatan teknologi tepat guna yang dibutuhkan oleh masyarakat maupun dalam rangka meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia di perdesaan (Kepmendagri No. 18 tahun 1992 Tentang Pemasyarakatan dan pemanfaatan Teknologi Tepat Guna di Perdesaan). Keberadaan lembaga ini sudah bayak tak terkecuali Posyantek Kecamatan Tegal Timur. Namun sepanjang berdirinya lembaga ini belum optimal dalam pengelolaannya, sehingga terkesan lembaga hanya tinggal nama, sehingga perlu revitalisasi fungsi dan peran lembaga ini, salah satu fungsi posyantek adalah Pusat pelayanan teknis pemberian informasi dan promosi serta pemasaran jenis spesifikasi teknologi tepat guna dan mempunyai salah satu tujuan adalah memberikan pelayanan tentang pengenalan jenis spesifikasi teknologi tepat guna yang akan dikembangkan dan disebarluaskan kepada masyarakat dan mempermudah masyarakat untuk mengembangkan usaha dengan mendayagunakan teknologi tepat guna. Metode yang digunakan untuk membangun sistem adalah metode Object Oriented Analysis and Design (OOAD). Metode ini menghasilkan pemodelan sistem untuk tahap requirement, analysis, dan design selanjutnya diimplementasikan menggunakan. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah pembuatan sitem informasi sebagai media media Informasi dan Media Pemasaran akan membantu efektifitas fungsi dan tujuan didirikannya Posyantek dengan alamat informasi pemasaran berbasis web yaitu http://posyantek.wordpress.com.Kata kunci: sistem informasi pemasaran, Object Oriented Analysis and Design (OOAD).
PERENCANAAN KETEL UAP TEKANAN 6 ATM DENGAN BAHAN BAKAR KAYU UNTUK INDUSTRI SEDERHANA ., Rusnoto
OSEATEK No 04 (2008): Edisi 04 November 2008
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.204 KB)

Abstract

Ketel uap/boiler adalah suatu pesawat yang mengubah air menjadi uap dengan jalan pemanasan dan uap tersebut digunakan ke pesawat pemakai. Perencanaan boiler ini berskala kecil dengan kapasitas uap hasil 0,3 ton/jam uap basah dengan menggunakan bahan bakar kayu sebagai sumber energi panas. Ketel uap ini sebagai unit penggerak proses pengolahan dan banyak digunakan industri kecil menengah seperti industri tahu, kerupuk, manisan buah, industri rotan dan sebagainya menggunakan peralatan yang disebut dandang sebagai alat perebusan/pemasakan. Dapurnya menggunakan bahan bakar kayu karena mudah didapat dan harganya murah. Industri kecil pengolahan umumnya hanya menggunakan uap jenuh/uap basah, maka ketel uap ini direncanakan menghasilkan uap pada temperature 100-120?C pada tekanan uap 1,5-2 bar (tekanan operasional). Tekanan uap perencanaan ketel 6 atm. Jenis yang dirancang adalah jenis ketel uap pipa api. Bahan ketel menggunakan carbon steel SA 299. Ruang bakar menggunakan cor bata dengan dibagian bawahnya menggunakan ranjangan besi cor supaya abu hasil pembakaran bisa turun ke bawah, dan dibawahnya ranjangan besi cor ada ruangan kosong sebagai tempat abu. Kata kunci : Ketel uap, Uap jenuh, Ruang bakar, Tekanan uap.
PENGENDALIAN PRODUK NONKONFORMANS PADA LAS PIPA Wibowo, Agus
OSEATEK No 041 (2007): Maret
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.571 KB)

Abstract

Pengendalian produk nonkonformans pada las pipa tebih ditekankan pada inspeksi hasil pengelasan dan perbaikan pada hasil pengelasan tersebut. petugas inspeksi pada hasil pengelasan biasanya diserahkan kepada Welding Inspektor.Welding inspektor di dalam organisasi perusahaan dia bekerja, baik sebagai inspektor pihak pemilik pekerjaan atau sebagai inspector pihak ke 3 yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan pemilik pekerjaan memiliki lingkup kerja: mereview weld procedure spesification (WPS) dan procedure qualification record (PQR), mengadakan pengujian ulang WPS yang diragukan, mengklasidikasikan dan melaporkan hasil pelaksanaan inspeksi ke datam formal yang titah ditentukan.Penyebab ketidaksesuaian yang terdeteksi oleh welding inspector diidentifikasikan secara tepat sehingga tindakan korektif dapat ditakukan dan dapat dicegah kembali produk yang berdasarkan dengan persyaratan yang ditetapkan. Tindakan pencegaltdn dan koreksi dilakukan berdasarkan prosedur tertulis dan tindakan yang diambil harus sesuai dengan besaran masalah dan resiko yang dihadapiKata kunci : Pengendalian, Produk non konformans, las pipa
Pemanfaatan Serasah Daun Mangrove sebagai Pakan Cacing Lur (Dendronereis pinnaticiris) Hartanti, Ninik Umi; Mulatsih, Sri; ., Nurjanah
OSEATEK No 08 (2011): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.064 KB)

Abstract

Polychaeta khususnya cacing lur (Dendronereis pinaticirris) merupakan sumber nutrisi pakan alami yang sangat penting untuk pertumbuhan, sintasan dan mempercepat maturasi udang.  Pohon bakau memiliki serasah (litterfall ) yang berperan aktif sebagai sumber bahan organik terlarut. Serasah mangrove merupakan guguran daun, ranting, kulit batang, bunga, buah dan biji pohon bakau yang dapat menjadi substrat dan pakan bagi biota maupun bakteri disekitarnya. Cacing lur ini belum bisa dibudidayakan secara masal disebabkan masih sangat terbatas penelitian mengenai cacing lur, salah satunya penelitian tentang pakan cacing lur ini belum pernah dilakukan. Kajian pemanfaatan serasah daun mangrove berbentuk flake untuk pakan diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan, dan sintasan serta laju penambahan bobot  tubuh cacing lur. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Percobaan dilakukan dengan 5 (lima) perlakuan yaitu : PO ( tidak diberi pakan ), P1 ( diberi pakan pelet nabati dari pabrikan), P2 (diberi pakan flake serasah daun Avicennia marina), P3 (diberi pakan flake serasah daun Rhizophora stylosa), P4 (diberi pakan campuran keduanya). Tiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali.  Pengambilan sampel penambahan berat dan segmen tubuh dilakukan pada awal dan akhir penelitian. Parameter yang diamati berupa sintasan, penambahan berat tubuh, penambahan segmen tubuh, analisis proksimat flake mangrove, analisis asam amino flake mangrove, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein serasah daun A.marina adalah 14,73 % , lebih tinggi dari pada R. stylosa yaitu sebesar 3,39%, sedangkan kandungan lemak R. stylosa 4,25 % berat kering, lebih tinggi dari pada A. marina yaitu sebesar 2,54 % berat Kering. Kandungan serat yang paling tinggi ditemukan pada R. stylosa.  Sintasan P1 (100% ),P2( 100 %), P3 (100%), P4 (100%) dan P0 ( 66,66 %). Jenis pakan yang berbeda mempengaruhi pertambahan bobot tubuh (P< 0.05), yaitu P0 (? 25mg), P1 ( 227 mg), P2 (31 mg), P3 (143 mg) dan P4 (134 mg). Pertambahan jumlah segmen pada P0 ( 17,333), P1 ( 59.867), P2 ( 18,400), P3 ( 48,600) dan P4 ( 34,200).  Pemberian pakan buatan dengan bahan baku serasah daun mangrove meningkatkan pertumbuhan dan tidak menurunkan sintasan cacing lur. Pertumbuhan cacing lur yang diberi pakan flake serasah daun R. stylosa lebih baik dari pada yang diberi pakan flake serasah A. marina dan campuran serasah dari kedua spesies tumbuhan mangrove tersebut Key Word : cacing lur, serasah mangrove, pakan