cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
OSEATEK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 80 Documents
Kebiasaan Makan Kerang Kepah (Polymesoda erosa) di Kawasan Mangrove Pantai Pasir Padi Melinda, Mery; Sari, Suci Puspita; Rosalina, Dwi
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.03 KB)

Abstract

Kerang kepah is a type of bivalves are commonly found in coastal mangroves areas Pasir Padi beach. Analysis of food habits can give an idea of the role of this species in the waters, and to know that there is a natural food resources in the waters. This aims of this study analyze food and abundance of kerang kepah. The research was conducted in July 2014. The determination of the station done by Purposive random sampling method.. Kerang kepah were taken from three stations by used transects measuring 1x1 meters squared distance between transects is 10 meters. The results of the analysis in the stomach and intestines kerang kepah, it can be concluded that the main meal in the form of phytoplankton as a natural food in the water as well as a group that plays an important role in aquatic ecosystems and can perform photosynthesis, while the food detritus complementary, IP value in the stomach 75.39% in the form of plankton and 24.62 form detritus, IP value in the instestinesl 75.50% in the form of plankton and 24.5 form detritus. Abundance of kerang kepah on the station I of 3 ind/25 m2, station II 1.75 ind/25 m2 and the station III 2 ind/25 m2. Differences in abundance values for each station were allegedly due to differences in the characteristics of each station.Keywords: Kerang kepah, Food Habits, Mangrove, Pasir Padi Beach
Salinitas dan Flake Serasah Daun Mangrove yang Berbeda Mempengaruhi Pertumbuhan (Dendronereis pinnaticiris) Hartanti, Ninik Umi; ,, Suyono
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.605 KB)

Abstract

Result of the research showed that leaf litter of A. Marina contained 19.48% which was higher than that of R. stylosa that contained 5,86%, while R. stylosa contained lipid of 2.31 % dry weight, which was higher than that of A marina that contained lipid of 1.96 % dry weight. R. stylosa contained the highest fibre. Survival rate of PlS1 66.667 %, P1S2 100 %, P2S1 100 %, P2S2 100%, P3S1 was 100% and P3S2 was 100%. The different feed types affected body weight increment, where P1S1 was 0 mg, PlS2 was 227 mg, P2S1 was 27,9 mg P2S2 was 143 mg and P3S1 was 134 mg and P3S2 was 93 mg. The average number of  posterior segment generated was P1S1 (5,08), P1S2 (59,8), P2S1 (18,33), P2S2 (47,7) and P3S1 (40) P3S2 (33,5). Feeding artificial diet made from leaf mangrove litter as raw material increased growth but did not increase survival rate of the worm. Growth of the nereid worm fed with flake composed from leaf litter of A marina anda 30 ppt salinity was greater than that fed with flake made of leaf litter another and the mixture of leaf litter of both mangrove plant species.Key Word : nereid worm, leaf litter of mangrove plant, feed
Pemetaan Wilayah Tambak Berdasarkan Tingkat Kesuburan Perairan dengan Metode Sistem Informasi Geografis sebagai Model Pengelolaan Tambak Berkelanjutan ,, Nurjanah; Kurniawan, Budi; Hartanti, Ninik Umi
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.189 KB)

Abstract

Area pertambakan Kota Tegal telah mengalami degradasi akibat alih fungsi lahan menjadi perumahan, industri, pengolahan sampah, pengolahan limbah, yang dibangun di sekitar area tambak. Terjadinya penyempitan lahan tambak dari tahun ke tahun menjadi perumahan, industri, Upaya pemerintah dalam pengembangan pertambakan Kota Tegal lebih ditekan pada pemberian bantuan pada pengadaan bibit dan pelatihan budidaya tambak. Kebijakan pemeritah Kota Tegal terlihat bahwa pengembangan budidaya tambak di Kota Tegal semakin menyempit dan hanya di wilayah Kelurahan Muarareja dan Kelurahan Margadana. Namun bila dilihat dari lokasi budidaya keberadaan tambak berada setelah areal perumahan. Hal ini dapat mengakibatkan proses budidaya tambak menjadi terganggu bila keberadaannya terhimpit oleh perumahan, pengolahan sampah, pengolahan limbah, dan industri.Kata Kunci : Pemetaan Wilayah Tambak, Tingkat Kesuburan Perairan, Sistem InformasiGeografis
Permodelan Basis Data Spasial untuk Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Berbasis Ekosistem Pesisir Berkelanjutan Budhiati, Retno; Mulyani, Sri; Kurniawan, Budi
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1656.382 KB)

Abstract

Pengelolaan wilayah pesisir pantura yang meliputi pesisir Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Kabupaten Brebes telah mengalami degradasi lingkungan dan kegiatan pengelolaan, serta tata ruang tidak sesuai dengan peruntukkannya. Pelestarian Lingkungan dan Pemanfaatan Pesisir adalah meningkatkan pemberdayaan masyarakat pantai dan taraf hidup masyarakat pantai melalui pemberdayaan masyarakat pesisir. Pengelolaan sumber daya perikanan wilayah pesisir harus dilakukan secara terpadu dengan ekosistem sumber daya melibatkan berbagai unsur terpadu antara masyarakat sebagai pelaksana dan pemerintah sebagai penggagas dan penyelaras kegiatan sehingga diperoleh keterpaduan pengelolaan pesisir yang berwawasan lingkunga dan berkelanjutan. Upaya-upaya mencapai kebijakan tersebut dapat diusahakan dengan mengadakan pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, budaya dan aspirasi masyarakat pengguna wilayah pesisir tersebut (stakeholder) serta konflik kepentingan dan pemanfaatan yang mungkin ada dalam masyarakatKata kunci : Permodelan Basis Data Spasial, Pengelolaan Sumberdaya Perikanan, Ekosistem Pesisir
Model Optimasi Pengelolaan Kualitas Lingkungan melalui Peran Biofilter Rumput Laut (Gracilaria sp.) untuk Pengembangan Tambak yang Berkelanjutan Mulatsih, Sri; ,, Nurjanah
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.614 KB)

Abstract

Kondisi perairan dan lahan tambak di kawasan pesisir Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes mengalami peningkatan kualitas perairan dengan adanya peran biofilter rumput laut dengan hasil penyerapan kandungan nitrogen (N) yaitu 0,08% , kandungan phosphor 0,01 % dan kandungan unsur C organik yang terserap pada rumput laut 0,07 %. Keberadaan budidaya rumput laut di tambak mampu meningkatkan kualitas lingkungan tambak terutama kandungan bahan organik unsur N dan P dibandingkan dengan tambak yang tidak ditanami rumput laut. Perbedaan tersebut tercemin dari kandungan BO, N,P pada akhir penelitian sebesar BO 112,72 %, N 0,34 % dan P 0,02 % untuk tambak rumput laut. Sedangkan tambak yang tidak ditanami rumput laut kandungan BO, N,P adalah : BO 106,20 %, N 0,32 % dan P 0,01 %. Kualitas air selama penelitian menunjukan bahwa kulitas air berada pada kisaran yang layak untuk kegiatan budidayaKata kunci : Model Optimasi, Kualitas Lingkungan,Biofilter, Pengembangan Tambak
Pemetaan Degradasi Ekosistem Mangrove dan Abrasi Pantai Berbasis Geographic Information System di Kabupaten Brebes-Jawa Tengah ,, Suyono; ,, Supriharyono; Hendrarto, Boedi; Radjasa, Ocky Karna
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.556 KB)

Abstract

Issu degradasi mangrove dan abrasi pantai secara ekologis, sosial, ekonomis senantiasa aktual . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi vegetasi mangrove dan tingkat abrasi pantai di wilayah Kabupaten Brebes. Penelitian menggunakan teknologi GIS (Geographic Information System) dan inderaja melalui interpretasi dan analisis citra satelit Landsat 7 TM. Penentuan model keeratan hubungan dinamika faktor ekologis dengan degradasi mangrove dan abrasi pantai dilakukan melalui analisis system dinamis dengan bantuan soft ware Power Sim 2.0. Hasil intepretasi data satelit menggunakan metode NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) menunjukan bahwa luasan mangrove di wilayah pantai Kabupaten Brebes tinggal 243.20 hektar tersebar di wilayah pantai Kecamatan Losari 26.56 ha., di Kecamatan Tanjung 5.60 ha., di Kecamatan Bulakamba 35.42 ha., di Kecamatan Wanasari 14.31 ha. dan di Kecamatan Brebes 161.31 ha.. Nilai kerapatan vegetasi mangrove secara total untuk Kecamtan Losari, Tanjung, Bulakamba,Wanasari dan Kecamatan Brebes (Kaliwlingi dan Randusanga Wetan) berturut-turut 10.79 ; 19.46 ; 18.50 ; 13.03 ; 36.43 dan 22.79 individu/ha. dengan kategori berturut-turut : sangat jarang, jarang , jarang, jarang, sedang dan jarang. Di wilayah penelitian dijumpai tiga jenis vegetasi mangrove dalam jumlah layak hitung yakni : Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata , Avicennia marina dimana Rhizophora mucronata memiliki kepadatan paling tinggi (35.73 individu/ha). di Kaliwlingi, Kecamatan Brebes.Degradasi mangrove dan abrasi di wilayah pantai Kabupaten Brebes masing-masing 68 ha./tahun dan 63ha./tahunKata Kunci : Degradasi, mangrove, abrasi, NDVI, Rhizophora
Aspek Keselamatan Kerja Kapal Purse Seine di Tempat Pelelangan Ikan Pelabuhan Kota Tegal Jasman, Thimotius
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.674 KB)

Abstract

Dalam upaya melindungi dan menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan kerja awak kapal perikanan, maka faktor keselamatan operasional kapal perikanan di laut sangatlah penting untuk diprioritaskan, terutama ketersediaan alat keselematan kapal harus tersedia dan kondisinya baik, sehingga bila terjadi kecelakaan kapal alat keselamatan kerja di kapal siap digunakan. Dengan terciptanya keselamatan dan kesehatan kerja dengan baik dan tepat akan memberikan ketenangan dan kegairahan kerja yang dapat menunjang terjadinya pertumbuhan dan perkembangan produksi dan produktivitas kerja bagi anak buah kapal, serta dapat memberikan iklim yang baik dalam menimbulkan stabilitas sosial dilingkungan masyarakat ketenagakerjaan. Nelayan purse seine sudah memahami arti penting peralatan keselamatan kerja namun dari kesiapan alat keselamatan kerja di atas kapal belum memenuhi persyaratan pelayaran kapal. Ketersediaan dan kesiapan alat keselamatan kapal pada armada penangkapan purse seine di TPI Pelabuhan sudah tersedia, namun keberadaanya hanya sebagai pemenuhan persyaratanlaik laut. Alat keselamatan kapal yang digunakan pada kapal purse seine di TPI Pelabuhan Kota Tegal terdiri dari peralatan. navigasi : kompas, GPS, dan radio; keselamatan perorangan : life jacket, life bouy, ban dalam, derigen; peralatan kesehatan (P3K); perlengkapan kerja : kacamata kerja, sarung tangan, sepatu kerja; peralatan kerja : derek, capstan, perkakas, tali-tali dan alat bengkelKey word : Keselamatan Kerja, Kapal Purse Seine, Tempat Pelelangan Ikan Pelabuhan
Strategi Pengelolaan Terpadu Waduk sebagai Kawasan Agrohidroekowisata Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan Kartana, Tri Jaka; Apriyani, Dewi; Kurniawan, Budi
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.015 KB)

Abstract

Pemanfaatan lahan kawasan DTA waduk cacaban sebagian besar tidak sesuai dengan peruntukannya, bahkan digunakan untuk pertanian semusim dan kegiatan masyarakat lainnya. Kondisi tersebut menyebabkan keruhnya kondisi perairan yang pada akhirnya menambah sedimentasi di dasar waduk. Pemanfaatn lahan sebagai kawasan lindung dan daerah penyangga di DTA untuk usaha pertanian semusim mengakibatkan dimusim hujan erosi yang terjadi lebih besar dari erosi yang ditoleransi sehingga berakibat butiran tanah masuk ke perairan mempertebal sedimentasi didasar waduk. Fungsi waduk cacaban sebagai penyedia air untuk pertanian teknis tidak maksimal karena volume berkurang dan penurunan kualitas air. Pemanfaatan lahan di kawasan waduk cacaban untuk bidang perkebunan banyak kegiatan masyarakat yang dapat menyebabkan kekeruhan perairan waduk, sehingga akan menambah sedimentasi waduk cacaban. Pemamfatan lahan sebagai perumahan di sekitar waduk dapat menyebabkan berkurangnya kualitas air waduk. Alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan peruntukkannya dapat menyebabkan menurunnya kualitas fungsi waduk baik untuk pengairan maupun perikanan. Kegiatan perkebunan yang dapat menyebabkan bertambahnya potensi sedimen perlu adanya peraturan yang jelas, sehingga dapat mengurangi sedimentasi di kawasan waduk.Kata kunci : Pengelolaan Waduk Cacaban, Agrohidroekowisata, Berwawasan lingkungan.
Strategi Peningkatan Konsusmsi Ikan di Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah Harinto, Viki; Budhiati, Retno; Zuhry, Noor
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.304 KB)

Abstract

Strategi peningkatan konsumsi ikan di Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah yang perlu dilakukan adalah : 1) Memperkuat dan memperluas konektivitas antara sentra produksi hulu, produksi hilir dan pemasaran secara efisien. 2) Promosi penggunaan teknologi produksi dan pemasaran yang lebih efisien dan efektif melalui media promosi yang ada. 3) Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk gemar makan ikan melalui sosialisasi yang intensif. 4) Pelaksanaan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 5/Permen- Kp/2014 tentang Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN). 5) Mengembangkan ketersediaan produk perikanan yang bernilai tambah yang sehat dan aman melalui program penguatan dan pemerataan jaringan pemasaran hasil perikanan. 6) Menumbuhkan inovasi teknologi produk olahan hasil perikanan terutama untuk produk-produk yang tidak memiliki nilai ekonomis sehingga mempunyai nilai tambah.Kata kunci : Strategi Peningkatan Konsumsi Ikan.
PERBANDINGAN ANTARA MODEL LOGIT DAN PROBIT SEBAGAI ‎REGRESI UNTUK PEUBAH RESPON KATEGORI Rokhman, Moh. Shaefur
OSEATEK No 04 (2008): Edisi 04 November 2008
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8825.327 KB)

Abstract

Analisis Regresi linear biasa dengan metode kuadrat terkecil tidak selalu mudah dilakukan untuk semua kasus data, karena ada beberapa asumsi yang harus dipenuhi dan salah satunya adalah peubah respon harus merupakan data kuantitatif . Model regresi probit dan model regresi logit merupakan dua alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi nnsalah regresi di mana peubah respon yang  diamati adalah peubah kategori; baik itu nominal maupun ordinal. Interpretasi keduanya hampir sama seperti regresi biasa, akan tetapi uii statistiknya yang berbeda. Baik model logit maupun probit mmggunakan statistikuji yang sama yaitu pengujian terhadap parameter model dilakukan untuk mengetahui peranan peubah bebas dalam model digunakan adatah statistik uji Wald (W) dan uji G, sedangkan kelayakan model di uji dengan uji goodness of  fit. Perbandingan antara model logit dan probit berdasarkan uji terhadap parameter maupun uji kelayakan model relatif sama. Kata kunci : model probit, model logit