cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
ENGINEERING
ISSN : 20873859     EISSN : 25498614     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journals that publish scientific articles from various engineering / engineering disciplines namely mechanical engineering, industrial engineering, civil engineering. Articles published in the Engineering Journal include the results of original scientific research (top priority), scientific review articles that are new (not priority), or comments or criticisms of scientific writings published by the Engineering Journal.
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
PENGARUH PROSES CARBURIZING DENGAN SERBUK TULANG SAPI TERHADAP KEKUATAN MEKANIK BAJA ST 37 PADA BAUT E-BOLT Arief Fatchurrozy; Muhamad Fajar Sidiq
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 10 No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.886 KB) | DOI: 10.24905/eng.v10i1.1479

Abstract

Perkembangan teknologi terutama dalam pengerasan logam pada besi.logam besi sebagai unsur dasar dengan beberapa elemen lainya,termasuk karbon sudah meningkat dengan pesat. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai kekerasan baja karbon rendah dengan media serbuk tulang sapi terhadap proses heatretmen dengan pengujian uji tarik dan uji lengkung dengan Carburizing pada suhu 900? selama 120 menit Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan penelitian specimen dibagi menjadi 3 uji ,3 specimen uji kekerasan digunakan standar JIS 2243, 3 specimen uji tarik digunakan standar JIS Z 2241 dan 3 specimen uji lengkung digunakan standar JIS Z2248. Bahan yang digunakan baja ST 37 dengan karbon 0,17%, penambahan serbuk tulang sapi, media pendingin coolant, oli sae 40 dan air laut. Hasil dari proses uji kekerasan raw material dengan rata rata 128 HB yang belum proses heatreatmen,sedangkan specimen yang memiliki nilai kekerasa yang sudah melaui proses yaitu pada media oli sae 40 dengan nilai kekerasan rata rata 176 HB, media air laut memiliki nilai rata-rata 232 HB, sedangkan untuk specimen dengan media coolant memiliki rata-rata 158 HB, untuk uji tarik memiliki nilai rata rata dengan media pendingn yang berbeda yaitu nilai rata-rata uji tarik media coolant 614,46 N/mm², uji tarik media pendingin oli sae 40 bernilai 726,75 N/mm², uji tarik media pendingin air laut nilai rata rata 892,02 N/mm², dan uji bending dengan media pendingin coolant memiliki nilai rata-rata 2136,50 N/mm², uji bending dengan media air laut 2850,58 N/mm², uji bending media pendingin oli 2939,76 N/mm².
ANALISIS KOMPOSISI KIMIA DAN KEKERASAN MATERIAL STANDAR AlSi12(b) DARI SKRAP ALUMINIUM YANG BERBEDA Titiek Deasy S
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 10 No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.176 KB) | DOI: 10.24905/eng.v10i2.1481

Abstract

Standar komposisi kimia material dan sifat kekerasan sangat menentukan kualitas suatu produk sehingga diperlukan material standar untuk membuatnya. Permasalahan yang dihadapi industri pengolahan logam non ferro di Kabupaten Tegal khususnya IKM Komponen Kapal adalah ketersediaan ingot standar sebagai raw material dengan harga terjangkau. Sebagai gantinya, para IKM menggunakan material skrap untuk menekan harga jual yang berakibat kualitas produk kurang memenuhi kualitas dan spesifikasi yang dipersyaratkan. Proses formulasi untuk menghasilkan material standar melalui pengumpulan database komposisi kimia masing-masing skrap dilanjutkan simulasi dengan program excel sehingga diperoleh kebutuhan skrap untuk membuat 3 (tiga) formula AlSi12(b). Ketiga formula material standar AlSi12(b) dibuat dari skrap utama yang berbeda yaitu kampas rem, piston dan blok mesin, dengan skrap pendukungnya adalah panci, plat, siku dan master alloy AlSi49.Hasil simulasi dilakukan pengecoran dengan metoda sand casting. Selanjutnya dilakukan pengujian komposisi kimia dan sifat mekanik material AlSi12(b). Hasil pengujian ketiga formula tersebut dibandingkan secara sifat mekaniknya dengan acuan material standar dari Biro Klasifikasi Indonesia yaitu DIN EN 1706. Hasil uji komposisi kimia menunjukkan bahwa formula 2 yang paling mendekati paduan cor AlSi12(b) sesuai standar DIN EN 1706. Sedangkan formula 1 dan 3 masih termasuk AlSi12(b) tetapi dengan kadar Cu cukup tinggi. Nilai kekerasan tertinggi adalah formula 2 sebesar 219 – 241 HBN. Nilai kekerasan sudah memenuhi standar DIN EN 1706.
Pemanfaatan Serbuk Pohon Tebu Pada Material Komposit Marik Epoksi Rusnoto Rusnoto
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 11 No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.511 KB) | DOI: 10.24905/eng.v11i1.1492

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui sifat mekank yaitu kekuatan tarik dan bending pada material komposit matrik epoksi yang ditambahkan dengan serbuk tebu sebesar 0%, 3%, 6% dan 9% . Bahan matrik yang digunakan adalah resin epoksi dan hardener dari PT. Justus Kimia Raya Semarang. Kemudian alat yan digunakan adalah cetakan, plastisin, kaca sebagai penekan, alat uji tarik, uji bending. Langkah selanjutnya adalah menimbang serbuk tebu sebesar 0%, 3%, 6%, dan 9% dari total berat komposit. Kemudian serbuk tebu dicampur dengan epoxy dan hardener. Campuran tersebut diaduk dan dipanaskan di atas kompor listrik dengan suhu C selama 5 menit. Kemudian campuran dibentuk sesuai dengan standar yang telah ditentukan. standar ASTM D-638 M untuk pengujian tarik dan ASTM D 790 untuk pengujian bending. Selanjutnya spesimen curing yaitu dikeringkan menggunakan oven selama 1 jam dengan suhu C. Selanjutnya spesimen diambil dari cetakan kemudian melalui proses post curing. Selama proses post curing, spesimen dipanaskan kembali di dalam oven selama 5 menit dengan suhu C. Hasil pengujian menunjukan kekuatan tarik komposit serbuk tebu dengan fraksi berat 0% adalah 2,34 kgf/mm², 3% adalah 1,6 kgf/mm², 6% adalah 2,25 kgf/mm², dan 9% adalah 3,12 kgf/mm². Hasil pengujian kekuatan bending dengan berat 0% adalah 57,64 MPa, 3% adalah 25,58 MPa, 6% adalah 23,56 MPa, dan 9% adalah 44,61 MPa. Komposit serbuk tebu dengan fraksi berat 9% memiliki rata-rata kuat tarik paling tinggi yaitu 3,12 kgf/mm² dan yang terendah pada fraksi berat 3% yaitu 1,6 kgf/mm². Sedangkan komposit serbuk tebu dengan fraksi berat 0% memiliki rata-rata kuat bending paling tinggi yaitu 57,64 MPa dan yang terendah pada fraksi berat 6% yaitu 23,56 MPa.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN VARIAN PASIR EKS CIREBON-PEMALI DAN VARIAN EKS CIREBON-GUNG SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA BETON TERHADAP NILAI KUAT TEKAN BETON Listia Ayu Ningrum; Weimintoro; Teguh Haris; Muhamad Yusuf
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 11 No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.753 KB) | DOI: 10.24905/eng.v11i1.1493

Abstract

The use of concrete in the construction is very advanced. With the high demand for concrete, it encourages concrete innovation that is able to support the availability of good quality concrete, one of which is concrete composite material innovation. Material innovation aims to compress the price of concrete and increase the economic value of the composite material itself. The research was carried out by comparing two variations of sand composite aggregate, Ex Cirebon-Pemali compared to Ex Cirebon-Gung. The two components in order to a few of sand aggregate variants with the proportion of each sand aggregate variant of 30% -70%, 40% -60%, 50% -50%, 60% -40 % and 70% -30%. The research intended to find the proportion of variants that are able to produce the best compressive strength. From this variant, the compressive strength of 25.46 MPa was produced at 7 day age concrete and 38.52 MPa at 28 day age concrete by the sand of the Cirebon-Pemali variant of 70% -Pemali 30%. And the maximum compressive strength yield of the Ex-Cirebon-Gung Variant is in the 4th variation 60% - 40%, which is 21.17 MPa at 7 day age concrete and 32.05 MPa at 28 day age concrete. The application of the Ex-Cirebon-Pemali variant compared to the Ex-Cirebon-Gung for high-quality concrete cannot reach the quality of concrete designed for concrete fcr 'in the concrete work mixture.
Pemanfaatan Limbah B3 Sebagai Bahan Pengganti Sebagian Agregat Halus Dalam Pembuatan Beton isradias mirajhusnita; Teguh Haris; Royan Hidayat
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 11 No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.516 KB) | DOI: 10.24905/eng.v11i1.1495

Abstract

berbahaya dan beracun (B3) sebagai zat, energi, atau komponen lain karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain, juga mengatur tentang pemanfaatan limbah B3 sebagai subtitusi bahan baku. Sebagai upaya mengurangi tingkat bahaya limbah B3, penulis akan meneliti mengenai “Pemanfaatan Limbah B3 Sebagai Bahan Campuran Pembuatan Beton”. Penelitian ini bertujuan agar limbah B3 yang tidak berguna dapat termanfaatkan sebagai bahan pembuatan beton. Penelitian ini bertempat di PT. Lut Putra Solder yang terletak di Desa Debong Wetan Kecamatan Dukuhturi kabupaten Tegal. Adapun metode yang digunakan adalah ekperimen, yaitu dengan pembuatan dan pencetakan beton, serta pengujian terhadap mutu beton. Hasil yang diharapkan, penelitian ini dapat menghasilkan beton dengan kualitas yang baik dengan memanfaatkan limbah B3.
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN DILIHAT DARI TINGKAT PELAYANAN JALAN (LAVEL OF SERVICE) DI KOTA TEGAL (Studi Kasus Jl. Abimanyu, Jl. Semeru dan Jl. Menteri Supeno) Muhamad Yunus; Isradias Mirajhusnita
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 11 No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.398 KB) | DOI: 10.24905/eng.v11i1.1496

Abstract

Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang terdiri atas bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya seperti trotoar, bahu jalan, drainase, rambu, yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. Kondisi jalan sangat menentukan kinerja jalan itu sendiri, baik dilihat dari perlengkapan jalan maupun dari kapasitas serta volume lalu lintas yang ada, sehingga kinerja ruas jalan akan berbeda-beda meskipun memiliki kriteria yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja suatu ruas jalan dilihat dari tingkat pelayanan (Lavel of Service) di Kota tegal dengan studi kasus Jl. Abimanyu, Jl. Semeru dan Jl. Menteri supeno. Metode yang digunakan adalah metode perhitungan V/C Ratio yaitu membandingkan antara arus lalu lintas dengan kapasitas jalan pada kondisi eksisting. Hasil analisis menunjukan bahwa tingkat pelayanan jalan di ruas Jl. Abiamanyu yaitu D solusi pemecahan masalah adalah dengan melakukan manajemen lalu lintas agar kondisi jalan tidak semakin buruk. Sedangkan untuk ruas jalan Menteri Supeno dan jalan Semeru kondisinya masih baik yaitu dengan tingkat pelayanan jalan B.
Karakteristik Aerodinamika Terhadap Desain Mobil Hemat Energi Pada Kecepatan 15 km/jam Menggunakan Computational Fluid Dynamics didi kusaeri
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 11 No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.69 KB) | DOI: 10.24905/eng.v11i1.1497

Abstract

Ketersediaan cadangan minyak bumi di Indonesia semakin menurun, akan tetapi perkembangan industri otomotif mengalami kemajuan. Hal ini sangatlah kontraproduktif dengan cadangan minyak yang semakin langka. Untuk mengatasi dampak tersebut, maka perlu dilakukan penelitian tentang model/bentuk mobil yang dapat mengurangi hambatan udara saat melaju sehingga mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Penelitian ini dilakukan dengan membuat body mobil dengan desain yang aerodinamika. Tujuan penelitian ini juga dimaksudkan untuk mendapatkan nilai koefisien drag, karena nilai tersebut sangat berpengaruh terhadap konsumsi energi/bahan bakar. Penelitian ini dilakukan secara simulasi dengan menggunakan Computational Fluid Dynamic. Metode turbulance yang digunakan k-? dan metode diskretisasinya Second Order Upwind, dan menggunakan kecepatan 15 km/jam. Dari data simulasi yang dilakukan diperoleh hasil yakni 0,4 dan karakteristik udara di sekitar mobil pada saat melaju. Kata kunci: Aerodinamika, Mobil Hemat Energi, Computational Fluid Dynamics, Koefisien drag.
Analisa Kecepatan Aliran Uap Pada Aplikasi Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga Sebagai Media Pembakaran dalam Perencanaan Ketel Uap Ahmad Farid
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 11 No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/eng.v11i2.1527

Abstract

Sampah merupakan permasalahan yang menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua yang perlu dilakukan solusi dan penanganan yang kongkrit, dimana kita ketahui limbah rumah tangga yang ada semakin hari kian bertambah baik di tempat pembuangan sementara (TPS) maupun pembuangan akhir (TPA) dan bila hal tersebut tidak dikelola atau dimanfaatkan dengan baik maka akan berdampak pada pencemaran lingkungan. Upaya atau solusi yang ditawarkan adalah dengan pemanfaatan sampah tersebut sebagai media pemabakaran pada ketel uap yang dapat diaplikasikan sebagai pemasakan bahan makanan atau sebagai pembangkit listrik skala mikro/rumah tangga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dimana melakukan ujicoba rancangan alat ketel uap berbahan bakar sampah rumah tangga dengan beberapa variable berupa volume air dalam tabung ketel dan sehingga diperoleh data untuk dianalisa dan diambil suatu kesimpulan. Hasil pengujian yang dilakukan dengan variasi volume air diperoleh data bahwa variasi volume air dari 200ml, 300ml, 400ml dan 500ml pada ketel uap berkapasitas 600ml dihasilkan bahwa kecepatan aliran uap tertinggi pada volume 300ml sedangkan terendah pada volume 200ml. Adapun volume 400 dan 500 cenderung mengalami penurunan karena debit keluar uap pada 400 dan 500 terlalu penuh berdasarkan kapasitas ruang ketel sehingga pengeluaran uap menjadi terhambat. Sedangkan hasil pengujian yang lain yaitu diperoleh data bahwa volume mempengaruhi penambahan peningkatan rpm karena lamanya pengeluaran uap yang berdampak pada bertambahnya kecepatan aliran uap dan yang akhirnya dapat meningkatkan putaran poros turbin.
PEMANFAATAN ENERGI DARI KOMPOR ROKET BERBAHAN BAKAR ALTERNATIF Soebyakto Soekardi; M. Fajar Sidiq
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 11 No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/eng.v11i2.1627

Abstract

Kompor roket berbahan bakar biomassa adalah kompor yang dibuat dengan dua pintu dimana satu pintu untuk memasukkan bahan bakar biomassa dan pintu kedua untuk aliran oksigen dari udara. Biasanya kedua pintu diletakkan di sisi samping kompor, yang satu diatas dan yang kedua dibawah. Pintu yang diatas lebih besar daripada yang dibawah. Di dalam tabung kompor roket, antara pintu diatas dan pintu dibawah terdapat sekat berpori besar untuk aliran oksigen dari bawah menuju ke atas lubang pembakaran. Bahan bakar biomassa yang diletakkan diatas sekat tersebut akan mudah terbakar, karena ada aliran oksigen dari bawah kompor. Nyala api mula-mula dapat diletakkan dibawah sekat, melalui pintu bagian bawah kompor roket. Permasalahan pembuatan kompor roket terdapat pada pembuatan lubang pintu, seberapa besar lubang pintu yang diatas dan yang dibawah, sehingga aliran oksigen cukup untuk membakar sejumlah massa bahan bakar biomassa yang disediakan diatas sekat. Permasalahan berikutnya yaitu debu hasil pembakaran, lama kelamaan tertimbun pada pintu masuk oksigen. Hal ini tentu akan mengurangi jumlah aliran oksigen pembakaran, berakibat nyala api akan meredup. Tujuan pengabdian ini adalah agar dapat memperoleh karya ilmiah, kompor roket efektif, berdaya guna bagi masyarakat. Dari kompor roket ini mendapatkan energi pembakaran untuk kebutuhan masak-memasak di dapur, di usaha jualan makanan yang memerlukan energi bakar seperti sate bakar, ayam bakar, ikan bakar, roti bakar, dsb.
Pengaruh Berat Roller Pada Transmisi Otomatis Gokart Yamaha Mio Jaelani Jaelani
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 11 No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/eng.v11i2.1629

Abstract

Transmisi otomatis adalah sistem transmisi daya dari mesin menuju ban belakang menggunakan sabuk yang menghubungkan antara drive pulley dengan driven pulley menggunakan prinsip gaya gesek. Dalam Transmisi otomatis terdapat Weight atau roller berfungsi sebagai pendorong sliding sheave. Weight bekerja akibat adanya putaran yang tinggi dan gaya sentrifugal, sehingga slider mendorong weight dan menekan sliding sheave. Modifikasi ukuran weight untuk tuning standar mesin gokart matic. Untuk mendapatkan akselerasi (top speed) tanpa mengubah mesin ialah dengan mengganti ukuran standar weight tersebut. Hasil pengujian diperoleh, yaitu roller 9 gram jarak 0-70 meter mencatat waktu 9,5 detik, jarak 0-80 meter 10,40 detik dan jarak 0-90 meter mencatat 11,54 detik. Roller 10 gram jarak 0-70 meter mencatat waktu 9,6 detik, jarak 0-80 meter 10,43 detik dan jarak 0-90 meter mencatat 11,55 detik. Roller 11 gram jarak 0-70 meter mencatat 10,02 detik, jarak 0-80 meter 10,49 detik dan jarak 0-90 meter mencatat 12,04 detik. Roller 12 gram jarak 0-70 meter mencatat 10,03 detik, jarak 0-80 meter 10,55 detik dan jarak 0-90 meter mencatat 12,05 detik. Modifikasi roller 9 gram dan 11 gram yang dikombinasikan pengujian jarak 0-70 meter mencatat waktu 5,25 detik, jarak 0-80 meter 7,95 detik dan jarak 0-90 meter mencatat waktu 10,5 detik.