Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

ANALISA FAKTOR DOMINAN TERHADAP STANDAR RUMAH SAKIT YANG RAMAH LINGKUNGAN Mihrajhusnita, Isradias
ENGINEERING Vol 9, No 2 (2014): Oktober
Publisher : ENGINEERING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1701.61 KB)

Abstract

Bangunan gedung sebagai tempat manusia dalam melakukan kegiatannya, mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembentukan watak, perwujudan produktivitas, serta jatidiri. Fungsi lainnya adalah sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, keagamaan, usaha, sosial budaya maupun kegiatan khusus. Dewasa ini sering dijumpai penurunan laik fungsi bangunan gedung akibat kurangnya biaya perawatan, perubahan fungsi, pemeliharaan dan perawatan rutin Bangunan Gedung yang tidak kontinu. Penurunan kualitas dapat disebabkan oleh umur bangunan seperti terjadinya proses pelapukan maupun perubahan fungsi bangunan, sehingga akan timbul masalah berkurangnya tingkat keamanan struktur dan rasa kenyamanan yang pada akhirnya bisa berakibat pada resiko keselamatan pengguna bangunan. Berkaitan dengan hal tersebut sangat memungkinkan terjadi penurunan kualitas lingkungan di sekitar. Di lain pihak kemampuan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam memberikan arahan terwujudnya bangunan gedung yang fungsional, produktif, dapat menjamin keselamatan masyarakat, keandalan bangunan dan kelestarian lingkungan, baik melalui mekanisme perizinan, maupun pengawasan masih sangat terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kondisi lingkungan dan struktur pada bangunan gedung. Obyek bangunan yang ditinjau adalah dua gedung pemerintah milik Pemerintah Kota Semarang. Evaluasi kelayakan struktur maupunlingkungan mengacu diantaranya pada Peraturan Menteri PU No.29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung. Secara umum hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi penurunan kualitas baik dari segi struktur maupun pengelolaan lingkungan pada dua gedung yang ditinjau.kata kunci: struktur, lingkungan, kelayakan, keandalan
FAKTOR-FAKTOR IMPLEMENTASI KEBIJAKAN YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PROYEK BANGUNAN TAHAN GEMPA DI KABUPATEN TEGAL Santoso, Teguh Haris; Mirajhusnita, Isradias
ENGINEERING Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.11 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh faktor-faktor efektifitas pedoman pembangunan bangunan tahan gempa terhadap perencanaan proyek jasa konsultan dan mengetahui faktor efektifitas kebijakan yang memiliki pengaruh dominan terhadap keberhasilan proyek jasa konsultan.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah studi korelasional dengan lebih menekankan pengkajian variabel yang cukup banyak pada jumlah unit yang terkecil.Penelitian ini menghasilkan faktor-faktor implementasi kebijakan yang mempengaruhi keberhasilan proyek di Kabupaten Tegal adalah faktor komunikasi dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,309; faktor sumber daya dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,634; faktor pengalaman perusahaan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,205; dan faktor birokrasi pengguna anggaran dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,861 dan faktor yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan proyek di Kabupaten Tegal adalah faktor birokrasi pengguna anggaran dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,861.Kata kunci: factor kebijakan, proyek, tahan gempa
ANALISA KELAYAKAN RUMAH SAKIT RAMAH LINGKUNGAN BERDASARKAN EVALUASI KEANDALANNYA mirajhusnita, Isradias
ENGINEERING Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.203 KB)

Abstract

Bangunan gedung sebagai tempat manusia dalam melakukan kegiatannya, mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembentukan watak, perwujudan produktivitas, serta jatidiri. Fungsi lainnya adalah sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, keagamaan, usaha, sosial budaya maupun kegiatan khusus. Dewasa ini sering dijumpai penurunan laik fungsi bangunan gedung akibat kurangnya biaya perawatan, perubahan fungsi, pemeliharaan dan perawatan rutin Bangunan Gedung yang tidak kontinu. Penurunan kualitas dapat disebabkan oleh umur bangunan seperti terjadinya proses pelapukan maupun perubahan fungsi bangunan, sehingga akan timbul masalah berkurangnya tingkat keamanan struktur dan rasa kenyamanan yang pada akhirnya bisa berakibat pada resiko keselamatan pengguna bangunan. Berkaitan dengan  hal tersebut sangat memungkinkan terjadi penurunan kualitas lingkungan di sekitar. Di lain pihak kemampuan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam memberikan arahan terwujudnya bangunan gedung yang fungsional, produktif, dapat menjamin keselamatan masyarakat, keandalan bangunan dan kelestarian lingkungan, baik melalui mekanisme perizinan, maupun pengawasan masih sangat terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kondisi lingkungan dan struktur pada bangunan gedung. Obyek bangunan yang ditinjau adalah dua gedung pemerintah milik Pemerintah Kota Semarang. Evaluasi kelayakan struktur maupun lingkungan mengacu diantaranya pada Peraturan Menteri PU No.29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung. Secara umum hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi penurunan kualitas baik dari segi struktur maupun pengelolaan lingkungan pada dua gedung yang ditinjau.kata kunci:struktur, lingkungan, kelayakan,  keandalan
ANALISA FAKTOR DOMINAN TERHADAP STANDAR RUMAH SAKIT YANG RAMAH LINGKUNGAN Mihrajhusnita, Isradias
ENGINEERING Vol 9, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1701.61 KB)

Abstract

Bangunan gedung sebagai tempat manusia dalam melakukan kegiatannya, mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembentukan watak, perwujudan produktivitas, serta jatidiri. Fungsi lainnya adalah sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, keagamaan, usaha, sosial budaya maupun kegiatan khusus. Dewasa ini sering dijumpai penurunan laik fungsi bangunan gedung akibat kurangnya biaya perawatan, perubahan fungsi, pemeliharaan dan perawatan rutin Bangunan Gedung yang tidak kontinu. Penurunan kualitas dapat disebabkan oleh umur bangunan seperti terjadinya proses pelapukan maupun perubahan fungsi bangunan, sehingga akan timbul masalah berkurangnya tingkat keamanan struktur dan rasa kenyamanan yang pada akhirnya bisa berakibat pada resiko keselamatan pengguna bangunan. Berkaitan dengan hal tersebut sangat memungkinkan terjadi penurunan kualitas lingkungan di sekitar. Di lain pihak kemampuan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam memberikan arahan terwujudnya bangunan gedung yang fungsional, produktif, dapat menjamin keselamatan masyarakat, keandalan bangunan dan kelestarian lingkungan, baik melalui mekanisme perizinan, maupun pengawasan masih sangat terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kondisi lingkungan dan struktur pada bangunan gedung. Obyek bangunan yang ditinjau adalah dua gedung pemerintah milik Pemerintah Kota Semarang. Evaluasi kelayakan struktur maupunlingkungan mengacu diantaranya pada Peraturan Menteri PU No.29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung. Secara umum hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi penurunan kualitas baik dari segi struktur maupun pengelolaan lingkungan pada dua gedung yang ditinjau.kata kunci: struktur, lingkungan, kelayakan, keandalan
Pengaruh Pengoperasian Jalan Tol Tegal-Pemalang Terhadap Kinerja Lalu Lintas Jalan Pantura Tegal-Pemalang Mirajhusnita, Isradias; Wilis, Galuh Renggani; Lathifah, Fita Ayunina
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol 6, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.748 KB) | DOI: 10.33506/rb.v6i2.1139

Abstract

Jalan Tol Tegal-Pemalang direncanakan untuk mengurangi kemacetan di Jalan Pantura Tegal-Pemalang. Pembangunan Jalan Tol Tegal-Pemalang akan mempengaruhi kinerja lalu lintas di ruas Jalan Pantura Tegal-Pemalang. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar dampak yang diakibatkan oleh pengoperasian jalan tol terhadap kinerja lalu lintas jalan pantura dengan membandingkan kinerja lalu lintas jalan pantura sebelum dan sesudah adanya jalan tol. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan data primer. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan mengumpulkan data di lapangan tentang kinerja lalu lintas jalan pantura sebelum dan sesudah adanya jalan tol kemudian menganalisisnya berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) serta memprediksi pertumbuhan lalu lintas menggunakan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menggunakan metode rumus bunga majemuk. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terjadi perubahan kinerja lalu lintas jalan pantura namun tidak signifikan. Menurut hasil analisis tingkat pelayaan sebelum adanya jalan tol memiliki nilai F pada semua ruas jalan yang menunjukan ruas jalan tersebut mengalami kepadatan arus yang tinggi sehingga sering terjadi kemacetan saat jam sibuk. Setelah dibangunnya jalan tol terjadi peningkatan tingkat pelayanan pada ruas jalan pantura dengan nilai E pada ruas jalan arah Tegal dan nilai D pada ruas jalan arah Pemalang. Sedangkan tingkat pertumbuhan lalu lintas jalan pantura selama 10 tahun mendatang mengalami peningkatan sebesar 4266,85 smp/jam arus lalu lintas arah Tegal dan 4135,21 smp/jam arus lalu lintas arah Pemalang.
Analisis Tingkat Pelayanan Jalan Dan Evaluasi Struktur Perkerasan Jalan Pada Jalan Semeru, Jalan Pancasila Dan Jalan Kolonel Sudiarto Mirajhusnita, Isradias; Ayu Nisya’ul Fitri, Ros; Yusuf , Muhammad; Yunus, Muhamad
Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety) Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN (INDONESIAN JOURNAL OF ROAD SAFETY)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46447/ktj.v8i2.328

Abstract

Tegal city station which is in the center of Tegal city. Activities in and out of station visitors lead to a density of road capacity. As well as the smoothness of traffic also depends on the condition of the road pavement. This study aims to determine the level of road service and evaluation of road pavement thickness as well as to provide alternative ways of handling road problems on Jalan Semeru, Jalan Pancasila and Jalan Kolonel Sudiarto which are influenced by road users around the Kota Tegal station. The benefits of the research provide material for consideration of regional structuring policies and input data on road improvement planning for related agencies. The research method is qualitative, namely analyzing the level of road service with LOS calculations according to the 1997 Indonesian Road Capacity Manual and evaluating pavement thickness with CESA calculations according to the 2013 Road Pavement Design Manual. Data analysis was obtained from field measurements and traffic volume calculations. The results of the calculation of the analysis of the level of road service on Jalan Semeru, Jalan Pancasila and Jalan Kolonel Sudiarto are at service level C, namely stable current conditions with an average speed of 30 km / h due to side obstacles so that the driver has limitations in choosing speed, it is recommended to add and traffic sign confirmation. Evaluation of the structure of the pavement layer on Jalan Pancasila is adequate for the next 20 years of planning life. Meanwhile, Jalan Semeru with a length of 610 meters and a width of 550 meters as well as Jalan Kolonel Sudiarto with a length of 845 meters and a width of 700 meters need to be thickened with a layer of wear layer (AC-WC) with a thickness of 4 cm at a cost of Rp. 1,256,137,000.
ANALISA FAKTOR DOMINAN TERHADAP STANDAR RUMAH SAKIT YANG RAMAH LINGKUNGAN Isradias Mihrajhusnita
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 5 No 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1701.61 KB) | DOI: 10.24905/eng.v5i2.379

Abstract

Bangunan gedung sebagai tempat manusia dalam melakukan kegiatannya, mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembentukan watak, perwujudan produktivitas, serta jatidiri. Fungsi lainnya adalah sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, keagamaan, usaha, sosial budaya maupun kegiatan khusus. Dewasa ini sering dijumpai penurunan laik fungsi bangunan gedung akibat kurangnya biaya perawatan, perubahan fungsi, pemeliharaan dan perawatan rutin Bangunan Gedung yang tidak kontinu. Penurunan kualitas dapat disebabkan oleh umur bangunan seperti terjadinya proses pelapukan maupun perubahan fungsi bangunan, sehingga akan timbul masalah berkurangnya tingkat keamanan struktur dan rasa kenyamanan yang pada akhirnya bisa berakibat pada resiko keselamatan pengguna bangunan. Berkaitan dengan hal tersebut sangat memungkinkan terjadi penurunan kualitas lingkungan di sekitar. Di lain pihak kemampuan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam memberikan arahan terwujudnya bangunan gedung yang fungsional, produktif, dapat menjamin keselamatan masyarakat, keandalan bangunan dan kelestarian lingkungan, baik melalui mekanisme perizinan, maupun pengawasan masih sangat terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kondisi lingkungan dan struktur pada bangunan gedung. Obyek bangunan yang ditinjau adalah dua gedung pemerintah milik Pemerintah Kota Semarang. Evaluasi kelayakan struktur maupunlingkungan mengacu diantaranya pada Peraturan Menteri PU No.29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung. Secara umum hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi penurunan kualitas baik dari segi struktur maupun pengelolaan lingkungan pada dua gedung yang ditinjau.kata kunci: struktur, lingkungan, kelayakan, keandalan
ANALISA KELAYAKAN RUMAH SAKIT RAMAH LINGKUNGAN BERDASARKAN EVALUASI KEANDALANNYA Isradias mirajhusnita
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 8 No 2 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.203 KB) | DOI: 10.24905/eng.v8i2.822

Abstract

Bangunan gedung sebagai tempat manusia dalam melakukan kegiatannya, mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembentukan watak, perwujudan produktivitas, serta jatidiri. Fungsi lainnya adalah sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, keagamaan, usaha, sosial budaya maupun kegiatan khusus. Dewasa ini sering dijumpai penurunan laik fungsi bangunan gedung akibat kurangnya biaya perawatan, perubahan fungsi, pemeliharaan dan perawatan rutin Bangunan Gedung yang tidak kontinu. Penurunan kualitas dapat disebabkan oleh umur bangunan seperti terjadinya proses pelapukan maupun perubahan fungsi bangunan, sehingga akan timbul masalah berkurangnya tingkat keamanan struktur dan rasa kenyamanan yang pada akhirnya bisa berakibat pada resiko keselamatan pengguna bangunan. Berkaitan dengan  hal tersebut sangat memungkinkan terjadi penurunan kualitas lingkungan di sekitar. Di lain pihak kemampuan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam memberikan arahan terwujudnya bangunan gedung yang fungsional, produktif, dapat menjamin keselamatan masyarakat, keandalan bangunan dan kelestarian lingkungan, baik melalui mekanisme perizinan, maupun pengawasan masih sangat terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kondisi lingkungan dan struktur pada bangunan gedung. Obyek bangunan yang ditinjau adalah dua gedung pemerintah milik Pemerintah Kota Semarang. Evaluasi kelayakan struktur maupun lingkungan mengacu diantaranya pada Peraturan Menteri PU No.29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung. Secara umum hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi penurunan kualitas baik dari segi struktur maupun pengelolaan lingkungan pada dua gedung yang ditinjau.kata kunci:struktur, lingkungan, kelayakan,  keandalan
FAKTOR-FAKTOR IMPLEMENTASI KEBIJAKAN YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PROYEK BANGUNAN TAHAN GEMPA DI KABUPATEN TEGAL Teguh Haris Santoso; Isradias Mirajhusnita
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 8 No 2 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.11 KB) | DOI: 10.24905/eng.v8i2.937

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh faktor-faktor efektifitas pedoman pembangunan bangunan tahan gempa terhadap perencanaan proyek jasa konsultan dan mengetahui faktor efektifitas kebijakan yang memiliki pengaruh dominan terhadap keberhasilan proyek jasa konsultan.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah studi korelasional dengan lebih menekankan pengkajian variabel yang cukup banyak pada jumlah unit yang terkecil.Penelitian ini menghasilkan faktor-faktor implementasi kebijakan yang mempengaruhi keberhasilan proyek di Kabupaten Tegal adalah faktor komunikasi dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,309; faktor sumber daya dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,634; faktor pengalaman perusahaan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,205; dan faktor birokrasi pengguna anggaran dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,861 dan faktor yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan proyek di Kabupaten Tegal adalah faktor birokrasi pengguna anggaran dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,861.Kata kunci: factor kebijakan, proyek, tahan gempa
Analisis Lalu Lintas Terhadap Kapasitas Jalan di Kota Tegal (Studi Kasus Simpang Kejambon Tegal) Isradias Mirajhusnita
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 10 No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.577 KB) | DOI: 10.24905/eng.v10i2.1474

Abstract

Problems in transportation, especially land transportation is one of the things that are difficult to solve, the problems that often occur is the density of the traffic. The growth and development of today's population is increasingly difficult to control, resulting in increasing human activities and complex, this problem arises due to the growth of transportation with unbalanced road infrastructure, where Means of transportation in the present era continues to grow larger. Then there will arise various traffic problems, which include prolonged congestion. In this research, the location chosen as the location of the study is the intersection of Kejambon Street, Tegal. The selection of these research locations because certain hours often occur long queues so it is possible to do a study. Result of research by Manual method of road capacity Indonesia (MKJI) 1997. Based on the calculation result of the field data can be known that the capacity of Kejambon Intersection, Tegal City. At the north of the degree of saturation (DS) = 0.922, the western close to the degree of saturation (DS) = 0.886, the south-close degree of saturation (DS) = 0.928 and the east close to the degree of saturation (DS) = 0.934. This indicates that the Kejambon Intersection, Tegal City, is approaching through saturation, which will cause a long queue in peak traffic conditions. Delay intersectionaverage in the junction of Kejambon, Tegal City obtained 86 sec/smp, which means that the junction of Kejambon, Tegal City, including in the service level F, showed the level of service of the worst in peak traffic conditions.