cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Mediator
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 294 Documents
Kelahiran Masyarakat Modern dalam Sosiologi Kontemporer Syamsuddin, Ali
Mediator Vol 4, No 1 (2003)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori Marxisme kembali mempengaruhi dan menjadi kecenderungan dalam pemikiran Barat, tetapi dalam sosiologi masih dianggap sebagai “teori pinggiran” (marginal theory), “kurang diperhatikan” (unrespectable), dan masih sebagai “teori tandingan” (forefront), setidaknya hingga dasawarsa 1960an dan 1970-an. Dewasa ini, para teoretisi Marxisme terus berusaha meraih kembali perannya dalam lingkaran sosiologis dengan cara memasukkan dan mengembangkan perspektif baru dalam konstruk teorinya. Di antara mereka ada yang lebih memperhatikan perkembangan internal kapitalisme Barat, dan yang lain lebih memperhatikan kaitan eksternalnya dan posisi kapitalisme Barat di dalam sistem dunia global.
Teori Media-Marxist: Sebuah Pengantar zulfebriges, zulfebriges
Mediator Vol 4, No 1 (2003)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori Media-Marxist mengasumsikan media sebagai arena pertarungan ideologi berbagai kelas. Dalam perspektifnya, para profesional media menikmati ilusi otonomi dan tersosialisasikan dalam kerangka norma budaya dominan. Media dianggap memiliki kerangka interpretasi yang sesuai dengan budaya dominan. Sementara, khalayak media sendiri lebih sering menegaskan dan mengontekskan kerangka tersebut karena ketidaksiapan menghadapi sistem makna alternatif yang memungkinkan mereka menolak definisi yang ditawarkan media secara konsisten. Bertitik tolak dari asumsi ini, maka teori Media-Marxist menawarkan cara pandang baru untuk menganalisis media dengan sejumlah konsep kunci: media sebagai cara produksi, media sebagai amplifier, hegemoni ala Gramsci, sampai pada text-reading ala Stuart Hall. Kendati demikian, sejumlah hal harus dicermati dalam penerapan teori Media-Marxist pada riset-riset media. Lyle mendefinisikan sembilan kelemahan teori Media-Marxist—beberapa di antaranya bersumber dari keyakinan bahwa dinamika masyarakat digerakkan sepenuhnya oleh perjuangan kelas, dan bahwa konflik senantiasa harus diselesaikan melalui cara-cara revolusioner.
Development Communication in Indonesia: Programmes, Methods, and Approaches Harun, Rochajat
Mediator Vol 4, No 1 (2003)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development communication is an art and science that has evolved through various communication activities and programs conducted over the past twenty years especially in the field of agricultural communication. Experiences in Indonesia are providing certain insights into the issue of communication in the agricultural development that can be made effective. In Indonesia, there is a variety of communication resources being marshalled to help agriculture develop. Farmer groups and Contact-Farmers are the essential social institutions within the agricultural communication framework in Indonesia. Several methodologies or approaches related to this foundation which have been implemented are: Farmer’s Agricultural and Rural Training Center (FAR-TC); Integrated Pest Management (IPM); Income Generating Project for Marginal Farmers and Landless (IGP); Decentralized Agricultural and Forestry Extension Project (DAFEP); and The Training and Visit System (T&V).
Peningkatan Keunggulan Kompetitif Perguruan Tinggi melalui Analisis Struktur Industri Porter Rondonuwu, Robert Roy
Mediator Vol 4, No 1 (2003)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The existence of competitive advantage for an organization is something that cannot be avoided. Globalization and hyper-competitive market condition makes the management try to consolidate and count their assests in order to definie the way and position that they want to achieve in the market. By using the business process reengineering, the organization can get new energy (revitalization) to make it one of the best in the competition. The objective of this paper is to motivate the organization by evaluating its internal condition in order to achieve the competitive advantage. The competitive advantage concept of Michael E. Porter is the central topic in all of the efforts to make the organization ambitions grow and expand in a dynamic market.
Teachers’ Union Demands and Prospects of Teachers in the Globalization Era Priyatna, Soeganda
Mediator Vol 4, No 1 (2003)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Indonesian society, teacher has a unique position, beside as knowledge, perception, attitude, ehviour transferor also as a role model to the society. It is more than an evolutionary modernization; globalization has touched almost every aspects of life fantastically and jointly, shook every cultural foundations, roots and national defense. Together with family and society, teacher is an institution which tries to control them. In reality, teacher is expected to give his or her biggest effort compared to the other two. On the other hand, teacher burden felt harder from time to time in an artificial, economic oriented and marginalizing noble values society. Teacher is losing their prestige whereas teacher is also expected to be a multidimension person in this third millennium. Can the teacher fight for his or her right to live properly through a solid fight? Can the society accept the reality that as worker, teacher also has the right to build and become a member of a worker union? ILO Convention ratification four years ago showed that teacher is allowed to start his or her own worker union. Teacher’s Union must be a promoter to the development of teacher’s social economic status and professionalism and to push trade unionism to be a social movement.
Penerapan Konsep “7 Habits of Highly Effective People” dalam Profesi Dosen Hamdan, Yusuf
Mediator Vol 4, No 1 (2003)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat tujuh kebiasaan yang diajukan Stephen R. Covey agar hidup manusia efektif, yakni hidup proaktif sebagai visi pribadi, memulai dengan gambaran akhir kehidupan sebagai bentuk kepemimpinan pribadi, mendahulukan yang utama sebagai bentuk kemampuan melakukan prioritas, berpikir menang-menang dalam menjalankan kepemimpinan antarpribadi, mengerti orang lain terlebih dahulu baru kemudian akan dimengerti orang lain, melakukan sinergi berkomunikasi secara efektif dan kreatif, dan memperbarui diri secara terus-menerus. Ketujuh habit tersebut sangat relevan diimplementasikan dalam kehidupan profesi dosen. Tiga habit yang pertama merupakan hal-hal yang perlu dimiliki dosen untuk mengefektifkan dirinya secara internal dalam menyikapi tugas-tugasnya sebagai dosen. Tiga habit berikutnya merupakan hal-hal penting bagi dosen untuk mengefektifkan dirinya secara eksternal, dalam hubungannya dengan sesama dosen, mahasiswa, dan pihak lainnya. Habit yang terakhir merupakan hal penting untuk mengembangkan kepekaan seorang dosen dalam upaya mengantsipasi berbagai perubahan dalam profesi yang dijalaninya.
Good Governance Nazsir, Nasrullah
Mediator Vol 4, No 1 (2003)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan peradaban manusia di dunia pada abad milenium memberikan dampak pada, bukan hanya negara maju bahkan, negara berkembang, sehingga setiap individu dapat lebih kritis dalam mengantisipasi perkembangan umat manusia, terutama pada pelaksanaan penyelenggaraan negara. Negara sedang berkembang senantiasa mendambakan bentuk pemerintahan yang baik, bersih, dan berwibawa di mata masyarakatnya. Dengan sendirinya diperlukan konsep atau teori tentang pemerintahan yang baik dan diharapkan secara maksimal dalam sistem pemerintahan yang berlaku. Penggunaan metoda kualitatif diharapkan dapat menjawab dan memberikan bentuk contoh kegiatan praktis maupun teoretis dalam penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dengan sendirinya akan menggunakan pendekatam multidisiplin yang selalu menjadi dasar dalam perkembangan pemerintahan secara dinamis.
Budaya ‘Politik Kulit’ dan Komunikasi Politik Demokratis di Indonesia Yenrizal, Yenrizal
Mediator Vol 4, No 1 (2003)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan budaya politik di Indonesia, sampai saat ini masih sangat menonjolkan kekuatan simbol-simbol, lambang-lambang, dan atribut suatu lembaga politik, ketimbang substansi yang dibawanya. Hal ini menjadikan budaya politik rendah dan minim partisipatif. “Politik kulit” semacam ini sebenarnya membawa berbagai dampak negatif dan bukan model yang bisa dibenarkan dalam sistem negara demokrasi. Komunikasi politik yang demokratis adalah salah satu solusi untuk mengubah kecenderungan tersebut dengan pendekatan bottom up dan prinsip “Saya Oke, Kamu Oke”.
Pengaruh “Interpersonal Response Traits” Masyarakat Keturunan Cina Muslim terhadap Komunikasi Pembauran Erdinaya, Lukiati Komala
Mediator Vol 4, No 1 (2003)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diarahkan untuk mencari jawaban atas faktor-faktor internal apa saja yang dapat mempengaruhi Komunikasi Pembauran dan yang ada dalam diri masyarakat Cina.Perspektif Ilmu Komunikasi untuk melihat faktor-faktor itu disebut Interpersonal Response Traits, yang mengarahkan perilaku antarpersona. Artinya, setiap orang memalui berbagai kesempatan berperilaku dengan ditentukan pengaruh bawaan, pengalaman pribadi, dan memperkuat perbedaan abadi dalam merespon orang lain. Penelitian, yang menggunakan pendekatan metode Survey Explanatory, ini menunjukkan bahwa Interpersonal Respons Traits masyarakat Cina Muslim berpengaruh terhadap Komunikasi Pembauran.
Pengaruh Keterampilan Menyimak dan Intelligence Quotient terhadap Prestasi Belajar Siswa Supinah, Pien
Mediator Vol 4, No 1 (2003)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menyimak (listening), sebagai komunikasi langsung,  merupakan salah satu aspek dari empat perilaku komunikasi insani, termasuk dalam penyampaian materi pada proses belajar mengajar di sekolah. Dalam hal ini, setiap siswa diyakini memiliki keterampilan menyimak yang berbeda di dalam proses belajar mengajar tadi. Hasil penelitian menunjukkan, berdasarkan hasil uji koefisien jalur, terdapat pengaruh keterampilan menyimak terhadap prestasi belajar siswa yang signifikan, juga terdapat pengaruh IQ terhadap prestasi belajar siswa yang signifikan. Namun, pengaruh keterampilan menyimak terhadap IQ tidak signifikan. Begitu juga berdasarkan uji analisis regresi, diperoleh hasil yang sama. Adapun pengaruh gabungan antara keterampilan menyimak dan IQ terhadap prestasi belajar sebesar 10,2% saja. Kesimpulan penelitian adalah prestasi belajar ditentukan secara langsung oleh keterampilan menyimak dan IQ. Semakin tinggi keterampilan menyimak dan IQ maka semakin tinggi pula prestasi belajarnya.

Page 10 of 30 | Total Record : 294