cover
Contact Name
Brigitta Laksmi Paramita
Contact Email
brigitta.laksmi@uajy.ac.id
Phone
+6282329549978
Journal Mail Official
journal.biota@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknobiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jalan Babarsari No. 44, Sleman, Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati
ISSN : 25273221     EISSN : 2527323X     DOI : doi.org/10.24002/biota
Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian, kajian-kajian pustaka dan berita-berita terbaru tentang ilmu dan teknologi kehayatian (biologi, bioteknologi dan bidang ilmu yang terkait). Biota terbit pertama kali bulan Juli 1995 dengan ISSN 0853-8670. Biota terbit tiga nomor dalam satu tahun (Februari, Juni, dan Oktober).
Articles 53 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2011): June 2011" : 53 Documents clear
Metode Sensitif untuk Identifikasi Pencemaran Babi pada Makanan Tanpa Diolah dengan Teknik Amplifikasi PCR Tri Margawati , Endang; Ridwan, Muhamad; Indriawati, Indriawati
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 16, No 2 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.01 KB) | DOI: 10.24002/biota.v16i2.117

Abstract

Pada era globalisasi akhir-akhir ini, tidak mungkin menghindar dari masuknya bahan makanan olahan atau tanpa diolah dari luar negeri. Tujuan penelitian ini yaitu menguji sensitivitas (kerentanan) teknik PCR untuk deteksi kandungan rendah kontaminan daging babi pada daging sapi mentah. Sebanyak 5 tingkat kontaminan daging babi (0,05; 0,10; 0,15; 0,20 dan 0,25%) dalam 5 gram berat total campuran daging telah diuji. Ke lima campuran daging dan 100% daging sapi serta 100% daging babi, dikoleksi DNA nya menggunakan kit DNA (QIAGEN). Satu pasang primer spesifik untuk porcine Leptin digunakan dalam amplifikasi DNA dengan kit PCR. Suhu annealing ditentukan dengan optimasi PCR terlebih dahulu. Dua siklus PCR (25 dan 35) diaplikasikan dalam amplifikasi. Produk PCR divisualisasi pada 1020% gradient PAGE untuk spesifik porcine Leptin. Hasil menunjukkan bahwa ukuran potongan Leptin (152pb) telah teridentifikasi pada ke lima sampel sampuran maupun pada control positif (pork), namun tidak terindikasi pada kontrol negatif (daging sapi). PCR dengan 35 siklus menghasilkan tampilan pita lebih baik dari 25 siklus. Studi ini menyarankan bahwa PCR dengan 35 siklus dapat digunakan sebagai metode cepat untuk identifikasi pencepamaran daging babi dengan dengan tingkat sensitivitas pencemaran daging babi sampai 0,05%.
Biosorpsi Kation Tembaga (II) dan Seng (II) oleh Biomassa Alga Hijau Spirogyra subsalsa Mawardi , Mawardi
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 16, No 2 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.459 KB) | DOI: 10.24002/biota.v16i2.109

Abstract

Dalam kajian ini, telah diteliti biosorpsi ion logam berat, khususnya kation Cu 2+ dan Zn 2+ dalam larutan berair dan air limbah menggunakan biomassa ganggang hijau Spirogyra subsalsa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa laju biosorpsi dan kemampuan serapan biomassa dipengaruhi oleh pH larutan, waktu kontak (laju serapan), dan konsentrasi awal kation Cu 2+ dan Zn 2+ . Penyerapan maksimum kation logam diperoleh pada pH 4,0. Data kesetimbangan penyerapan sistem kation digambarkan dengan model isoterm Langmuir. Kapasitas biosorpsi untuk masing-masing kation Cu 2+ dan Zn 2+ pada pH 4,0 diperoleh, berturut-turut 6,03 dan 2,91 mg per gram biomassa. Proses biosorpsi kation Cu 2+ dan Zn 2+ oleh biomassa S. Subsalsa berlangsung cepat, 99% dan 97,2% penyerapan total dari masing-masing kation Cu 2+ dan Zn 2+ berlangsung dalam 5 menit pertama.
Keragaman dan Kelimpahan Sumberdaya Ikan di Perairan Hutan Mangrove Pulau Unggas Air Bangis Pasaman Barat Kamal , Eni
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 16, No 2 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.326 KB) | DOI: 10.24002/biota.v16i2.98

Abstract

Hutan mangrove merupakan ekosistem unik dan mempunyai tiga fungsi pokok yaitu ekologi, fisik dan ekonomi. Di kawasan perairan hutan bakau Pulau Unggas, Air Bangis, Pasaman Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan keragaman dan kelimpahan sumberdaya perikanan disekitar perairan Pulau Unggas. Alat dan bahan yang digunakan adalah metode survei dari 4 stasiun. Dari sampel ikan yang ditangkap menggunakan alat penangkap ikan monofilamen net dengan ukuran mata jaring 1,5 inchi dan panjang jaring 120 meter. Telah ditemui 7 suku dan 16 jenis ikan yang dominan adalah suku Lutjanidae 4 jenis dan 3 jenis pada suku Carangidae. Dari hasil analisis data didapat nilai indeks keanekaragam 0,452–0,970, kemerataan 0,620–0,950, kekayaan 0,565–1,820 dan kesamaan 0,50–1,334. Dari nilai distribusi alat penangkapan ikan tiap individu didapati nilai rata-rata 0,785.
Phylogenetic Tree dari Empat Isolat Edwardsiella Tarda di Indonesia Narwiyani, Siti; Kurniasih, Kurniasih
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 16, No 2 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.155 KB) | DOI: 10.24002/biota.v16i2.118

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya kemungkinan subspecies Edwardsiella tarda secara molekuler. Edwardsiella tarda dapat diisolasi dari ikan Tilapia dan air yang tercemar dan diidentifikasi secara PCR dengan amplifikasi gen hemolysin. Isolat E. tarda diperoleh dari ikan nila (Yogyakarta), lele (Semarang dan Jambi), kura-kura impor (Brazilia), ikan mas (Pontianak). Isolat atipikal E. tarda (ATCC) dari Singapura digunakan sebagai pembading 4 isolat E. tarda dari Indonesia. Semua isolat E. tarda diekstraksi, diamplifikasi rRNA pada SSU 16S dan disequencing. Hasil sekuensing allignment menggunakan program CLUSTAL W versi 1.8. Selanjutnya dianalisis dengan metode neighbour-joining dan metode maximum parsimony untuk menghasilkan pohon phylogenetik (Saitou dan Nei, 1987). Phylogenetic tree menunjukkan bahwa 3 isolat E. tarda dari ikan merupakan strain yang sama dibanding E. tarda dari kura- kura Brazil dan isolat ATCC yang berasal dari manusia.
Variasi Genetik Berdasarkan Penanda Molekular Random Amplified Polymorphic DNA Pada Jamur Shiitake (Lentinula edodes) Ekowati , Nuraeni; Sri Kasiamdari , Rina; Pusposendjojo , Nursamsi; Soegihardjo , C.J.
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 16, No 2 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.867 KB) | DOI: 10.24002/biota.v16i2.97

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui variasi genetik jamur Lentinula edodes asal Malang, Cianjur, Lembang, dan Yogyakarta serta mendapatkan primer terseleksi untuk identifikasi L. edodes secara molekular. Penelitian dilakukan di Laboratorium Genetika, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Tahapan penelitian terdiri atas ekstraksi DNA dari miselium empat isolat L. edodes dan satu sampel outgroup (Pleurotus ostreatus), amplifikasi DNA dengan teknik PCR-RAPD menggunakan delapan jenis primer (OPA 1, OPA 2, OPA 3, OPA 4, OPA 7, OPA 8, OPA 9 dan OPA 10), elektroforesis menggunakan gel agarosa dan pengamatan pita DNA dengan UV transluminator. Data pita DNA dianalisis dengan software NTSYSpc21 untuk menentukan tingkat similaritas, jarak genetik dan untuk mengkonstruksi dendrogram berdasarkan metode UPGMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua primer yang digunakan dapat mengamplifikasi DNA sampel dan satu diantaranya (OPA 4) tidak dapat menunjukkan adanya polimorfisme pada keempat isolat. Ukuran fragmen DNA teramplifikasi berkisar antara 1291774 bp. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa antara isolat L. edodes asal Malang, Cianjur, Lembang dan Yogyakarta terdapat variasi genetik dengan jarak genetik antara 7886%. Polimorfisme tertinggi (83,33%) diperoleh menggunakan primer OPA 2.
Puntius orphoides Valenciennes, 1842: Kajian Ekologi dan Potensi untuk Domestikasi Hadisusanto , Suwarno; Suryaningsih , Suhestri
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 16, No 2 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.382 KB) | DOI: 10.24002/biota.v16i2.102

Abstract

Semua jenis ikan pada awalnya hidup secara alami tetapi beberapa jenis sudah dapat dibudidayakan dan ada yang masih hidup liar. Tujuan penelitian ini adalah upaya domestikasi ikan mata merah/Brek (Puntius orphoides Valencienes, 1842). Ikan mata merah dicuplik dari Sungai Klawing dan Waduk Sempor pada bulan Maret 2008 untuk dikaji aspek habitatnya dan dianalisis nutrisinya. Analisis nutrisi dikerjakan di Laboratorium Nutrisi Ternak, Fakultas Peternakan UNSOED dan LPPT UGM. Jenis ikan sebagai pembanding adalah Puntius javanicus Blkr. dan Oreochromis niloticus. Hasil analisis laboratorium mengenai kadar air, protein dan lemak P. orphoides lebih menguntungkan dibandingkan dengan dua jenis yang lain. Kelebihan jenis ikan mata merah adalah khususnya kandungan protein, maka dapat terus dikembangkan sebagai cadangan protein sektor perikanan yang sangat baik.
Mikrobiota Dominan dan Perannya dalam Cita Rasa Tape Singkong Barus, Tati; Natalia Wijaya, Lydia
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 16, No 2 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.982 KB) | DOI: 10.24002/biota.v16i2.119

Abstract

Tape singkong adalah jenis pangan fermentasi traditional Indonesia. Kualitasnya ditentukan oleh mikrob. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan menginvestigasi mikrob dominan dan mengkaji peranan mikrob tersebut terhadap cita rasa tape singkong. Analisis mikrob dilakukan terhadap tape singkong yang diperoleh dari Jakarta. Identifikasi khamir dilakukan berdasarkan sekuen daerah ITS rDNA, dan identifikasi bakteri berdasarkan sekuen gen 16S rRNA. Kelimpahan khamir ditemukan sekitar 10 7 CFU/g yang terdiri atas Saccharomyces cereviceae dan Pichia jadini. Bakteri yang dominan ditemukan Bacillus subtilis, Lactobacillus plantarum, dan Pseudomonas fragi. Masing-masing dengan kelimpahan 10 8 CFU/g. Tape singkong telah diproduksi menggunakan S. cereviceae (KO), S. cereviceae + B. subtilis (K1), S. cereviceae + L. plantarum (K2), dan S. cereviceae + P. fragi (K3). Produksi tape singkong menggunakan S. cereviceae (KO) memiliki kualitas paling rendah karena teksturnya keras, tidak beraroma, tidak manis, sehingga tidak memiliki karakteristik tape singkong secara umum. Tape singkong yang diproduksi menggunakan S. cereviceae + B. subtilis (K1) paling menguntungkan karena rasanya manis, aroma alkoholnya tidak terlalu tajam, dan tekstur lembut sehingga merupakan jenis tape singkong yang paling disenangi oleh panelis.
Respon Pertumbuhan dan Tingkat Ketergantungan Albizia saponaria (Lour.) Miq Terhadap Fungi Arbuskula Mikoriza Lokal Sulawesi Tenggara Danu Tuheteru, Faisal; Husna, Husna; Alimuddin , La Ode
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 16, No 2 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.195 KB) | DOI: 10.24002/biota.v16i2.107

Abstract

Studi tentang pengaruh jenis FMA asli Sulawesi Tenggara pada tanaman A. saponaria belum dilakukan. Tujuan penelitian ini mengetahui keefektivan pengaruh FMA lokal dan ketergantungan tanaman A. saponaria. Penelitian dilakukan di rumah plastik kebun percobaan Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Haluoleo bulan JuniSeptember 2010. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan. Perlakuan meliputi tanpa inokulasi FMA (A), inokulasi inokulum FMA 10 g. -1 polybag (B), FMA 20 g. -1 polybag (C). Parameter bibit yang diamati adalah tinggi, diameter batang, jumlah daun, bobot kering pucuk, bobot kering akar, bobot kering total, nisbah pucuk akar, jumlah nodul, persentase kolonisasi akar, dan ketergantungan relatif mikoriza. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi inokulum FMA 10 g. -1 polybag (B) pada tanaman A. saponaria memberikan pengaruh lebih baik terhadap peningkatan semua parameter yang diamati. Terdapat pengaruh korelasi yang positif dan kuat antara persentase kolonisasi akar dengan semua parameter pertumbuhan bibit (P
Uji Antibakteri Yoghurt Sinbiotik Terhadap Beberapa Bakteri Patogen Enterik Purwijantiningsih , Ekawati
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 16, No 2 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.607 KB) | DOI: 10.24002/biota.v16i2.96

Abstract

Istilah sinbiotik digunakan pada produk yang mengandung probiotik dan prebiotik sekaligus. Probiotik semakin sering ditambahkan pada produk-produk susu, seperti yoghurt. Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, bakteri harus dalam keadaan hidup. Penambahan prebiotik dapat menstimulasi pertumbuhan bakteri probiotik, meningkatkan kesehatan sistem pencernaan dan menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jenis prebiotik terhadap aktivitas antibakteri dari yoghurt sinbiotik. Kedelai, pisang dan tapioka diteliti untuk mengetahui kemampuan mereka dalam meningkatkan aktivitas antibakteri yoghurt sinbiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis prebiotik berpengaruh terhadap aktivitas antibakteri yoghurt sinbiotik. Tepung kedelai paling berpotensi meningkatkan aktivitas antibakteri yoghurt sinbiotik. Aktivitas antibakteri terbaik ditunjukkan oleh yoghurt sinbiotik yang disimpan selama 20 hari.
Karakteristik Penangkapan Ular di Wilayah Sumatera Utara Semiadi, Gono; Sidik , Irvan
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 16, No 2 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.041 KB) | DOI: 10.24002/biota.v16i2.101

Abstract

Beberapa jenis ular eksport asal Indonesia yang mendapat perhatian dunia adalah Python reticulatus (sanca sawah), dan kelompok “sanca gendang” yaitu: P. curtus (sanca ekor pendek) dan P. brongersmai (sanca darah). Ketiganya masuk dalam daftar Apendik II CITES. Salah satu permasalahan dalam memahami kondisi populasi di alam pada kelompok reptil ini adalah luasnya habitat dan letak geografis, selain dari sifat satwa itu sendiri yang tidak memungkinkan dilakukan sensus secara terstruktur dalam satu satuan waktu yang pendek. Untuk itu perlu dilakukan suatu kajian tidak langsung yang dapat menjadi indikator penting mengenai kondisinya di alam. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik dan produksi dari kegiatan pengumpulan sanca sawah dan gendang di daerah Sumatera Utara. Penelitian dilakukan pada bulan September 2008 dengan metode survei terstruktur secara snow ball technique. Survei dilakukan dengan menelusuri para pengumpul daerah, agen serta masyarakat penangkap satwa liar dari mulai daerah Nangro Aceh Darusalam hingga Rantau Prapat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan penangkapan ular di wilayah Sumatera merupakan suatu kegiatan yang melibatkan cukup banyak anggota masyarakat. Secara kualitas, kemungkinan telah terjadi penurunan pada ular P. reticulatus, tetapi belum begitu tampak pada ular P. brongersmai dan P. curtus. Namun dari segi populasi tangkapan untuk semua kelompok ular tersebut ada kecenderungan penurunan dibandingkan dengan masa sepuluh tahun yang lalu, walau secara kuantitas masih perlu dilakukan perhitungan yang lebih mendalam lagi.

Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2025): October 2025 Vol 10, No 2 (2025): June 2025 Vol 10, No 1 (2025): February 2025 Vol 9, No 3 (2024): October 2024 Vol 9, No 2 (2024): June 2024 Vol 9, No 1 (2024): February 2024 Vol 8, No 3 (2023): October 2023 Vol 8, No 2 (2023): June 2023 Vol 8, No 1 (2023): February 2023 Vol 7, No 3 (2022): October 2022 Vol 7, No 2 (2022): June 2022 Vol 7, No 1 (2022): February 2022 Vol 6, No 3 (2021): October 2021 Vol 6, No 2 (2021): June 2021 Vol 6, No 1 (2021): February 2021 Vol 5, No 3 (2020): October 2020 Vol 5, No 2 (2020): June 2020 Vol 5, No 1 (2020): February 2020 Vol 4, No 3 (2019): October 2019 Vol 4, No 2 (2019): June 2019 Vol 4, No 1 (2019): February 2019 Vol 4, No 1 (2019): February 2019 Vol 3, No 3 (2018): October 2018 Vol 3, No 2 (2018): June 2018 Vol 3, No 1 (2018): February 2018 Vol 3, No 1 (2018): February 2018 Vol 2, No 3 (2017): October 2017 Vol 2, No 2 (2017): June 2017 Vol 2, No 1 (2017): February 2017 Vol 2, No 1 (2017): February 2017 Vol 1, No 3 (2016): October 2016 Vol 1, No 2 (2016): June 2016 Vol 1, No 1 (2016): February 2016 Vol 1, No 1 (2016): February 2016 Vol 19, No 1 (2014): February 2014 Biota Volume 19 Nomor 1 Tahun 2014 Biota Volume 13 Nomor 2 Tahun 2014 Vol 18, No 2 (2013): June 2013 Vol 18, No 1 (2013): February 2013 Biota Volume 18 Nomor 1 Tahun 2013 Vol 17, No 3 (2012): October 2012 Vol 17, No 2 (2012): June 2012 Vol 17, No 1 (2012): February 2012 BIOTA Volume 17 Nomor 3 Tahun 2012 Vol 16, No 2 (2011): June 2011 Vol 16, No 2 (2011): June 2011 Vol 16, No 1 (2011): February 2011 Vol 16, No 1 (2011): February 2011 Vol 15, No 3 (2010): October 2010 Vol 15, No 2 (2010): June 2010 Vol 15, No 1 (2010): February 2010 Vol 14, No 3 (2009): October 2009 Vol 14, No 2 (2009): June 2009 Vol 14, No 1 (2009): February 2009 Vol 13, No 3 (2008): October 2008 Vol 13, No 2 (2008): June 2008 Vol 13, No 1 (2008): February 2008 Vol 12, No 3 (2007): October 2007 Vol 12, No 2 (2007): June 2007 Vol 12, No 1 (2007): February 2007 Vol 11, No 3 (2006): October 2006 Vol 11, No 2 (2006): June 2006 Vol 11, No 1 (2006): February 2006 Vol 10, No 3 (2005): October 2005 Vol 10, No 2 (2005): June 2005 Vol 10, No 1 (2005): February 2005 Vol 9, No 3 (2004): October 2004 Vol 9, No 2 (2004): June 2004 Vol 9, No 1 (2004): February 2004 Vol 8, No 3 (2003): October 2003 Vol 8, No 2 (2003): June 2003 Vol 8, No 1 (2003): February 2003 More Issue