cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Buana Informatika
ISSN : 20872534     EISSN : 20897642     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 594 Documents
Sistem Informasi E-Logistik Pada Siklus Proses Order BahanBaku Karlina W.P., Diana; Wicaksono, Soetam Rizky
Jurnal Buana Informatika Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 2 Juli 2014
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v5i2.357

Abstract

Abstract. Logistics activities have a big role in a company because it is the core of the company’s activities. The utilization of e-logistics is essential as it will make the company more efficient. PT. XYZ is one of glass tube manufacturer with the production reaching up to 90,000 units of each day that causes the manufacturer takes a lot of components or raw materials, in which the raw materials required by the company are obtained from many suppliers. The process of procurement of supplies is carried out by the purchase order process. Information in the form of purchase order is submitted to the supplier, where the supplier is a partner of the companies involved in the flow of the materials. Logistic does not stop at booking, but includes the logistics flow of demand information of raw materials, as well as the process and stock storage of finished product and raw materials, and to the point where finished goods are shipped to the consumers. With the application of e-logistics, companies are expected to be able to collect and process the flow of information in the process of getting the raw materials and products in the production process, to create and maintain the cooperation between enterprises and suppliers in inventory control so that the process can be carried out efficiently.Keywords: logistic, supply chain management, e-logisticAbstrak. Kegiatan logistik berperan besar di dalam sebuah perusahaan karena merupakan pusat operasional dari perusahaan. Pemanfaatan e-logistik sangat berguna, karena akan membuat perusahaan semakin efisien. Demikian pula halnya pada PT. XYZ salah satu perusahaan glasstube dengan produksi mencapai 90.000 satuan setiap harinya di mana pembuatan glasstube membutuhkan banyak komponen/ bahan baku, di mana bahan baku yang dibutuhkan oleh perusahaan didapatkan dari banyak supplier dan perusahaan pemasok lain. Informasi berupa order pembelian akan disampaikan kepada supplier, di mana supplier merupakan mitra perusahaan yang terlibat dalam aliran material. Tidak hanya berhenti pada proses pemesanan, namun logistik juga meliputi aliran informasi permintaan bahan baku, serta proses penyimpanan stok produk jadi maupun bahan baku, hingga barang jadi dikirimkan kepada konsumen. Dengan penerapan e-logistik diharapkan perusahaan mampu memproses aliran informasi dalam proses pemenuhan bahan baku dan produk dalam proses produksinya, membentuk kerjasama antara perusahaan dan supplier dalam pengendalian persediaan sehingga proses tersebut dapat dilakukan secara efisien.Kata Kunci:logistik, supply chain management, e-logistik
Analisis dan Perancangan Alat Bantu Monitor Brand Universitas Atma Jaya Yogyakarta di Situs Jejaring Sosial Twitter Purnomo Wuryo Putro, Yohanes Sigit; Sari Dewi, Findra Kartika
Jurnal Buana Informatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v3i1.316

Abstract

Abstract. Brand monitoring has become an important task for any individual or corporation along with the growing development of social networking sites. Positive images of a brand are very important so it is wise for the brand owner to make observations to the comments provided by public about the brand on social networking sites. Brand monitoring can be carried out by using software as a tool to automatically capture data from Twitter associated with the brand of University of Atma Jaya Yogyakarta. Brand monitoring tool can be useful to know the public opinions about the brand of Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Furthermore, the opinion can be a consideration to carry out a self examination, to correct mistakes, and to improve their services, and, in the end, to leverage the brand image.Keywords: brand monitoring, sentiment, twitter, Universitas Atma Jaya Yogyakarta Abstrak. Brand monitoring telah menjadi tugas penting bagi setiap individu atau korporasi seiring dengan perkembangan situs jejaring sosial. Citra positif akan suatu brand sangat penting sehingga bijaksana jika sang pemilik brand melakukan pengamatan akan komentar-komentar yang diberikan oleh masyarakat mengenai brand yang mereka miliki di situs jejaring sosial. Brand monitoring dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah perangkat lunak sebagai alat bantu untuk mengcapture data-data dari situs jejaring sosial Twitter yang terkait dengan brand Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Jika dikembangkan lebih lanjut, alat bantu ini dapat bermanfaat untuk mengetahui bagaimana pendapat masyarakat (pengguna Twitter) mengenai brand Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Lebih jauh, pendapat tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk melakukan introspeksi, memperbaiki kesalahan, serta meningkatkan pelayanan dan pada akhirnya akan meningkatkan brand image.Kata Kunci: brand, sentiment, monitoring, twitter, Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Pengembangan Media Pembelajaran Mengenal Organ Pencernaan Manusia Menggunakan Teknologi Augmented Reality Saputro, Rujianto Eko; Saputra, Dhanar Intan Surya
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v6i2.404

Abstract

Media pembelajaran ternyata selalu mengikuti perkembangan teknologi yangada, mulai dari teknologi cetak, audio visual, komputer sampai teknologi gabunganantara teknologi cetak dengan komputer. Saat ini media pembelajaran hasil gabunganteknologi cetak dan komputer dapat diwujudkan dengan media teknologi AugmentedReality (AR). Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang digunakan untukmerealisasikan dunia virtual ke dalam dunia nyata secara real-time. Organ pencernaanmanusia terdiri atas Mulut, Kerongkongan atau esofagus, Lambung, Usus halus, danUsus besar. Media pembelajaran mengenal organ pencernaan manusia pada saat inisangat monoton, yaitu melalui gambar, buku atau bahkan alat proyeksi lainnya.Menggunakan Augmented Reality yang mampu merealisasikan dunia virtual ke dunianyata, dapat mengubah objek-objek tersebut menjadi objek 3D, sehingga metodepembelajaran tidaklah monoton dan anak-anak jadi terpacu untuk mengetahuinya lebihlanjut, seperti mengetahui nama organ dan keterangan dari masing-masing organtersebut.
Penerapan Algoritma Levenberg-Marquadt dan Backpropagation Neural Network Untuk Klasifikasi Suara Manusia David, David
Jurnal Buana Informatika Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v4i1.327

Abstract

Abstract. Voice recognition technology is currently experiencing growth, especially in the case of speech processing. Speech processing is a way to extract the desired information from a voice signal. This study discusses the classification of human voice system male and female. Extract the characteristics of the voice signal in each frame time domain and frequency domain is to help simplify and speed calculations. The features for voice or other audio between Short Time Energy, Zero Crossing Rate, Spectral Centroid, and others. Test results show that the classification system the human voice using the backpropagation neural network and Levenberg-Marquadt algorithm to change matrix weight is very good because of the complexity and rapid calculation which is not too high. Database voice sample of 40 voices with the test data as much as 5 votes. The output of the system is the result of the classification that has been identified with a similarity value>=0.5 for male and <0.5 as a female. Testing using artificial neural network produced an average success rate in voice classification amounted to 91%.Keywords: Feature Extraction, Classification, Backpropagation, Levenberg-Marquadt Algorithm, Human Voice Abstrak. Teknologi pengenalan suara saat ini telah mengalami perkembangan terutama dalam hal speech processing. Speech processing merupakan suatu cara untuk mengekstrak informasi yang diinginkan dari sebuah sinyal suara. Penelitian ini membahas sistem klasifikasi suara manusia male dan female. Mengekstrak ciri dari sinyal suara setiap frame pada kawasan waktu dan kawasan frekuensi sangat membantu untuk  menyederhanakan dan mempercepat perhitungan. Adapun fitur-fitur untuk suara atau audio antara lain Short Time Energy, Zero Crossing Rate, Spectral Centroid dan lain-lain. Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa klasifikasi suara manusia dengan menggunakan jaringan saraf tiruan backpropagation dan algoritma Levenberg-Marquadt untuk perubahan matriks bobot, sangat baik dan cepat karena kompleksitas perhitungan yang tidak terlalu tinggi. Database sample suara sebanyak 40 buah dengan data test sebanyak 5 suara. Output dari sistem adalah hasil klasifikasi yang telah dikenali dengan nilai kemiripan >= 0,5 sebagai pria dan < 0,5 sebagai wanita. Pengujian dengan menggunakan jaringan saraf tiruan dihasilkan rata-rata tingkat keberhasilan dalam klasifikasi suara adalah sebesar 91 %.Kata Kunci: Feature Extraction, Klasifikasi, Backpropagation, Algoritma Levenberg-Marquadt, Suara Manusia
Penerapan Kombinasi Sistem Aljabar Gondran dalam Algoritma Prim pada Problem Minimum Spanning Tree untuk Solusi Alternatif yang Tidak Tunggal Ardanari, Patricia
Jurnal Buana Informatika Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v2i1.307

Abstract

Abstract. Combined Application of Gondran Algebra System In Prim's Algorithm on Minimum Spanning Tree Problem for Non Single Alternative Solution. Nowadays technology  on industrial was many that connected to the other technology. Support from technology can be seen within the method and make the procces more simple and optimal from the production section until the delivery. One example of the method are Minimum Spanning Tree (MST). This method make a better and shorter connection in all route that can make efficient for connection. In this paper, will be developed an algorithm than can give us information about problem that we face for a non single solution but also for making every MST can get their own solution. Algorithym that being used are godran aljabar and prim algorithym. To get alternative solution for each solution that came from MST problem that not singular, we combine and developed the algorithym for meet the condition to get each solution. Keywords: Minimum Spanning Tree, Algoritma Prim, Aljabar Gondran, non single solution. Abstrak. Dewasa ini perkembangan teknologi bidang perindustrian banyak sekali yang sangat berkaitan ataupun memerlukan pendukung dari teknologi bidang lain. Pendukung teknologi dari bidang teknologi lain tersebut di antaranya adalah cara atau  metode yang dapat memperlancar ataupun mengoptimalkan suatu proses produksi dari awal mendapatkan bahan baku sampai pada pengangkutan (deliveri) produk jadi (akhir)nya. Salah satu cara atau metode ataupun Algoritma yang dapat mendukung proses tersebut adalah Minimum Spanning Tree (MST) yaitu jaringan yang menghubungkan sejumlah titik sehingga semuanya terkoneksi baik langsung ataupum tidak langsung dengan total lintasan minimum. Dalam penelitian ini, akan dikembangkan suatu Algoritma yang dapat memberikan informasi bahwa problem atau persoalan (MST) yang dihadapi mempunyai solusi tidak tunggal tetapi tidak langsung memberikan solusi MSTnya untuk masing-masing alternative solusi. Algoritma tersebut adalah suatu kombinasi antara Algoritma yang didasari dari Sistem Aljabar Gondran dan Algoritma Prim.  Untuk mendapatkan solusi alternative masing-masing solusi dari persoalan MST yang tidak tunggal maka Algoritma yang dikembangkan dengan pengkombinasian tersebut akan diperoleh seluruh solusi yang mungkin dari problem MST tersebut. Kata Kunci: Minimum Spanning Tree, Algoritma Prim, Aljabar Gondran, Solusi tidak tunggal.
Pemanfaatan Algoritma Porter Stemmer Untuk Bahasa Indonesia Dalam Proses Klasifikasi Jenis Buku Indriyono, Bonifacius Vicky; Utami, Ema; Sunyoto, Andi
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v6i4.462

Abstract

Abstract. Stemming is the process of mapping and decomposition of various forms (variants) of a word to essentially find the root word. This process is also referred to as the conflation. Stemming process has been widely used in the activities of the information retrieval (search information) to improve the quality of the information obtained. Stemming works by employing words taken froma dictionary and the usage of the basic rules of affixes. Porter stemmer for Indonesian or commonly referred as Tala stemmer uses the rules of basic analysis to find the root of a word. Tala Stemmer does not use a dictionary in the process. Instead, it uses a rule-based algorithm. In this study, the principal issue raised is how to make the process of classification/determination of the book/library materials in a library with a fast and effective manner in order to minimize error in determining the type of books. The solution is to utilize the method used by the porter stemmer for stemming Indonesian.Keywords: Stemming, Information Retrieval, Porter Stemmer, Classification Abstrak. Stemming adalah proses pemetaan dan penguraian berbagai bentuk (variants) dari suatu kata menjadi bentuk kata dasarnya. Proses ini juga disebut sebagai conflation. Proses stemming secara luas sudah digunakan di dalam kegiatan Information retrieval (pencarian informasi) untuk meningkatkan kualitas informasi yang didapatkan. Cara kerja stemming dapat dilakukan dengan menggunakan kamus kata dasar maupun menggunakan aturan-aturan imbuhan. Porter stemmer untuk Bahasa Indonesia atau yang biasa disebut dengan stemmer Tala menggunakan rule base analisis untuk mencari root sebuah kata. Stemmer Tala tidak menggunakan kamus dalam proses, melainkan menggunakan algoritma berbasis aturan. Dalam penelitian ini, pokok permasalahan yang diangkat adalah bagaimana melakukan proses klasifikasi/penentuan jenis buku/bahan pustaka dalam sebuah perpustakaan dengan cara yang cepat dan efektif sehingga dapat meminimalisir kesalahan penentuan jenis buku. Solusi yang dipergunakan adalah dengan memanfaatkan metode stemming dengan porter stemmer untuk bahasa Indonesia.Kata Kunci: Stemming, Information Retrieval, Porter Stemmer, Klasifikasi
Pembangunan Aplikasi Buku Resep Makanan Khas Daerah Istimewa Yogyakarta Berbasis Multimedia Maslim, Martinus; Kusumawati, Lili
Jurnal Buana Informatika Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v5i1.343

Abstract

Abstract. Indonesia, especially Yogyakarta Special Region, is one of  local and foreign tourist destination. In 2012, there are 2.360.173 tourists visiting Yogyakarta. Many local and foreign tourists like traditional food of Yogyakarta region so that they need information about that traditional food. The information about traditional food can invite tourists to know or even to try to make the traditional foods by themselves. Information about Yogyakarta Special Region traditional food set forth in a recipe book based multimedia applications. Yogyakarta Special Region Traditional food cookbook application-based multimedia is created by engaging existing multimedia elements, such as text, picture, sound, video, and animation. The result is this application successfully built and can help the tourists, both local and foreign, to find out information about traditional food in the area of Yogyakarta.Keywords: Tourists, Yogyakarta Special Region Traditional food, Multimedia Abstrak.  Indonesia khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu tujuan wisatawan lokal maupun mancanegara. 2.360.173 adalah jumlah wisatawan yang mengunjungi daerah Yogyakarta pada tahun 2012. Banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara suka dengan makanan khas daerah Yogyakarta sehingga mereka membutuhkan informasi mengenai makanan khas tersebut. Informasi tentang makanan khas ini dapat menambah pengetahuan wisatawan untuk semakin mengenal bahkan mencoba untuk membuat secara mandiri makanan khas tersebut. Informasi makanan khas daerah Yogyakarta dituangkan dalam bentuk aplikasi buku resep berbasis multimedia. Aplikasi buku resep makanan khas Daerah Istimewa Yogyakarta berbasis multimedia dibuat dengan melibatkan elemen-elemen multimedia yang ada seperti teks, gambar, suara, video, dan animasi. Hasil yang diperoleh adalah aplikasi ini berhasil dibangun dan dapat membantu para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengetahui informasi mengenai makanan khas yang berada di daerah Yogyakarta.Kata Kunci: Wisatawan, Makanan khas daerah Yogyakarta, Multimedia
Implementasi Analisis Keranjang Belanja Dengan Aturan Asosiasi Menggunakan Algoritma Apriori Pada Penjualan Suku Cadang Motor Haryanto, Denny; Oslan, Yetli; Dwiyana, Djoni
Jurnal Buana Informatika Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v2i2.311

Abstract

Abstract. Implementation of Shopping Cart Analysis with Assosiation Rules using Apriori Algorithm on Motorcycle Spare Parts Sales. At a distributor agent, most sales transactions are recorded in one information system. Data recorded, are only used for administrative purposes. Whereas these data contain information that can be processed for the other purposes. One is to find a special relationship between the products purchased at the same time. Based on these relationships, it is possible to do promotional items with bond patterns of the products. Consumers who buy the products will be interested to buy other products commonly bought. If consumers do not buy the products that exist in the pattern of sales of products, the distributor can offer products that exist in the pattern of sales of products. One of the combinations of pattern discovery algorithms products is apriori algorithm. The use of association methods in the search bond patterns of the products for the promotion of a product, is to minimize the promotion of products that have a low level of sales. By minimizing the promotional items that are not purchased, consumers will not interfere with the promotional items that do not have bond pattern, so that the promotional item will be more effective. Keywords: Apriori Algorithm, Assosiation Rules, Sales Promotion, Sales Transacation, Bond Pattern Abstrak. Pada agen distributor, kebanyakan transaksi penjualan dicatat dalam satu sistem informasi. Data hasil pencatatan hanya digunakan untuk keperluan administrasi. Padahal data tersebut mengandung informasi yang dapat diproses untuk keperluan yang lebih luas. Salah satunya adalah untuk menemukan hubungan khusus antar produk yang dibeli bersamaan. Berdasarkan hubungan tersebut, dimungkinkan melakukan promosi barang dengan pola keterikatan barang tersebut. Konsumen yang membeli barang akan tertarik untuk membeli barang yang lain yang biasa dibelinya. Bila konsumen tidak membeli barang yang ada dalam pola penjualan barang, distributor dapat menawarkan barang yang ada dalam pola penjualan barang. Salah satu algoritma penemuan kombinasi pola barang adalah algoritma apriori. Penggunaan metode asosiasi dalam pencarian pola keterikatan untuk promosi produk, diharapkan dapat meminimalkan promosi barang yang mempunyai tingkat penjualan rendah. Dengan meminimalkan promosi barang yang tidak terbeli, konsumen tidak akan terganggu dengan promosi barang yang tidak mempunyai pola keterikatan, sehingga promosi akan lebih efektif. Kata Kunci: Algioritma Apriori, Aturan Asosiasi, Promosi Penjualan, Transaksi Penjualan, Pola Keterikatan
Analisis Empiris Atas ORDPATH Encoding Untuk Kinerja Insert Node Pada Ordered XML Tree Zamanhuri, Irvanizam
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v6i4.457

Abstract

Abstract. The eXtensible Markup Language (XML) has quickly become the de facto standard for data exchange via web. An XML document can be viewed as an ordered tree that has at least one node. Each node must be labeled by using a scheme approach to describe the XML data structure. There are two famous existing encodings, namely Dewey and Inteval Encodings. In this paper, ORDPATH encoding based on Dewey together with the two other encodings are empirically demontrated on dblp, nasa, and treebank datasets. The results show that while a new node was inserted into the tree, Dewey and Interval have to relabel the inserted node’s siblings and modify the interval number of the sibling nodes, respectively. Whereas, the ORDPATH eliminates this problem by adding an even number used as a caret for the new insertion node.Keywords: Ordered Tree, XML, ORDPATH. Abstrak. EXtensible Markup Language (XML) terus menjadi standard untuk penukaran data melalui web. Sebuah dokumen XML dapat ditinjau menjadi tree terurut yang berisikan sedikitnya satu node. Setiap node harus dilabelkan menggunakan sebuah algoritma pelabelan untuk mendeskripsikan struktur data XML tersebut. Ada dua algoritma encoding yang terkenal selama ini, Dewey dan Interval encoding. Pada tulisan ini, metode ORDPATH yang berbasiskan Dewey bersama-sama dengan Dewey dan Interval didemontrasikan secara empiris dengan menggunakan dataset dblp, nasa, dan treebank. Hasil menunjukkan bahwa ketika node baru dimasukkan ke dalam tree, Dewey dan Interval harus melakukan pelabelan kembali dan memodifikasi interval sibling node. Akan tetapi, ORDPATH dapat mengatasi masalah ini dengan memberikan angka genap yang digunakan sebagai penanda untuk node baru.Kata Kunci: Ordered Tree, XML, ORDPATH.
Pemetaan Secara Sistematis Pada Metrik Kualitas Perangkat Lunak Hani’ah, Mamluatul; Kurniaawan, Yogi; Yuhana, Umi Laili
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v6i4.463

Abstract

Abstract. Software quality assurance is one method to increase quality of software. Improvement of software quality can be measured with software quality metric. Software quality metrics are part of software quality measurement model. Currently software quality models have a very diverse types, so that software quality metrics become increasingly diverse. The various types of metrics to measure the quality of software create proper metrics selection issues to fit the desired quality measurement parameters. Another problem is the validation need to be performed on these metrics in order to obtain objective and valid results. In this paper, a systematic mapping of the software quality metric is conducted in the last nine years. This paper brings up issues in software quality metrics that can be used by other researchers. Furthermore, current trends are introduced and discussed.Keywords: Software Quality, Software Assesment, Metric Abstrak. Penjaminan kualitas suatu perangkat lunak merupakan salah satu cara meningkatkan kualitas suatu perangkat lunak. Metrik kualitas perangkat lunak merupakan bagian dari model pengukuran kualitas perangkat lunak. Model kualitas perangkat lunak memiliki jenis yang sangat beragam, sehinggga metrik kualitas perangkat lunak menjadi semakin beragam jenisnya. Beragamnya jenis metrik pengukuran kualitas perangkat lunak memberikan permasalahan pemilihan metrik yang tepat agar sesuai dengan parameter pengukuran kualitas yang diinginkan. Permasalahan yang lain adalah validasi yang harus dilakukan terhadap metrik tersebut agar diperoleh hasil yang obyektif dan valid. Dalam makalah ini akan dilakukan pemetaan sistemastis terhadap metrik pengukuran kualitas perangkat lunak pada sembilan tahun terakhir. Diharapkan dengan pemetaan sistematis akan dapat memunculkan permasalahan-permasalahan pada metrik kualitas perangkat lunak yang dapat digunakan sebagai penelitian untuk peneliti yang lain. Kata Kunci: Kualitas Perangkat Lunak, Penjaminan Perangkat Lunak, Metrik

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Buana Informatika, Volume 16, Nomor 01, April 2025 Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Buana Informatika, Volume 16, Nomor 02, Oktober 2025 Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Buana Informatika, Volume 15, Nomor 01, April 2024 Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Buana Informatika, Volume 15, Nomor 02, Oktober 2024 Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Buana Informatika, Volume 14, Nomor 2, Oktober 2023 Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Buana Informatika, Volume 14, Nomor 1, April 2023 Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal Buana Informatika, Volume 13, Nomor 2, Oktober 2022 Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Buana Informatika, Volume 13, Nomor 1, April 2022 Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 2 - Oktober 2021 Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 2 - Oktober 2021 Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 1 - April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 1 - April 2021 Vol. 11 No. 2: Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 2 - Okober 2020 Vol 11, No 2: Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 2 - Okober 2020 Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 1 - April 2020 Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 1 - April 2020 Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 2 Oktober 2019 Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 2 Oktober 2019 Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 1 April 2019 Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 1 April 2019 Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018 Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018 Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 1 April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 1 April 2018 Vol 8, No 4 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 4 Oktober 2017 Vol. 8 No. 4 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 3 Juli 2017 Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 3 Juli 2017 Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 2 April 2017 Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 2 April 2017 Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 1 Januari 2017 Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 1 Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 4 Oktober 2016 Vol. 7 No. 4 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 4 Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 3 Juli 2016 Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 3 Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 2 April 2016 Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 2 April 2016 Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 1 Januari 2016 Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 1 Januari 2016 Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol. 6 No. 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 2 Juli 2014 Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 2 Juli 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010 Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010 More Issue