cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Momentum
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 177 Documents
ENKRIPSI SMS (SHORT MESSAGE SERVICE) PADA TELEPON SELULAR BERBASIS ANDROID DENGAN METODE RC6 Defni Defni; Indri Rahmayuni
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 1 (2014): Volume 16 No 1 Februari 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.907 KB)

Abstract

SMS (Short Message Service) is a service to send a sort message that many used in telephone, but in service of a SMS provider have infrequent method to make data of it be more secure, this making service of SMS have so many security gap that making data possibly lost or will be a third person who can access data of SMS. Android is a lateset mobile operating system from Google, android make programmer possibly develop the application easly to use in smartphone and tablet. Cybercryp SMS is an application that designed for android system that will use to secure data that use service of SMS. RC6 algorithm for encryption and decryption will be use in service of sender and receiver message from Short Message Service, that will use a private key and symmetric password for make data will be more secure and security gab can be resolved.
PERANCANGAN APLIKASI CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) PADA ENGLISH LANGUAGE SCHOOL (ELS) DENGAN BAHASA PEMROGRAMAN PHP Eva Yulianti; Ifwandi Putra
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 1 (2014): Volume 16 No 1 Februari 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1169.628 KB)

Abstract

English Language School (ELS) merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa yang terus berhubungan dengan pelanggan (siswa). Dengan demikian perlu adanya peningkatan strategi layanan yang diberikan sehingga para pelanggan merasa puas dan nyaman, dan perlu adanya sebuah metode untuk meningkatkan strategi pelayanan di ELS. Langkah-langkah pengumpulan data dilakukan dengan observasi dari beberapa kriteria. Kriteria-kriteria tersebut di peroleh melalui wawancara dan studi pustaka. Metode untuk meningkatkan strategi pelayanan menggunakan Customer Relationship Management (CRM). Aplikasi ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemograman PHP, basisdata MySQL serta webserver XAMPP. Dengan Aplikasi CRM ini memudahkan ELS dalam mengolah data pendaftaran peserta dan nantinya menghasilkan output berupa laporan pendaftaran, untuk membantu peserta dalam melakukan proses pendaftaran.
PEMANFAATAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PENENTUAN ALOKASI DANA KEGIATAN (Studi Kasus Unit Kegiatan Mahasiswa Politeknik Negeri Padang) Meri Azmi; Yance Sonatha; Rasyidah Rasyidah
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 1 (2014): Volume 16 No 1 Februari 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.527 KB)

Abstract

Besarnya dana kegiatan untuk masing-masing Unit Kegiatan Mahasiswa di Politeknik Negeri Padang dipengaruhi oleh banyaknya proposal kegiatan yang diajukan setiap periode akademik. Oleh sebab itu, perlu diadakan proses verifikasi proposal kegiatan oleh tim bidang kemahasiswaan dan keuangan. Penentuan kelayakan proposal kegiatan untuk diangkat menjadi sebuah kegiatan haruslah memenuhi beberapa kriteria penilaian yang sudah ditentukan. Terdapat lima kriteria penilaian dengan subkriteria masing-masing. Hasil perhitungan berupa nilai total tiap proposal yang diklasifikasikan menjadi tiga status yaitu Sangat Layak, Layak dan Tidak Layak. Setelah dilakukan proses perhitungan, kemudian dilakukan verifikasi pada komponen pembiayaan yang pada akhirnya akan menentukan berapa besarnya dana yang diterima oleh setiap proposal kegiatan. Setiap Unit Kegiatan Mahasiswa bisa mengajukan beberapa proposal, sehingga nanti akan dijumlahkan berapa besarnya dana yang diterima oleh masing-masing Unit Kegiatan Mahasiswa.Sistem pendukung keputusan yang dikembangkan dalam penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mendapatkan nilai bobot setiap kriteria dan subkriteria dan menggunakan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) dalam proses penentuan kelayakan proposal. Berikutnya digunakan perhitungan pemberian dana dalam menentukan besarnya dana yang diterima oleh masing-masing proposal. Proses terakhir dilakukan penjumlahan total dana yang diterima oleh masing-masing unit kegiatan mahasiswa. Dari hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan AHP dan TOPSIS sebagai model sistem pendukung keputusan penentuan dana kegiatan untuk unit kegiatan mahasiswa dapat membantu tim verifikasi memberikan rekomendasi prioritas usulan yang cukup akurat dimana inputan utamanya adalah penilaian proposal kegiatan pada periode semester Genap 2012/2013 yang sudah dianggap layak baik secara teknis maupun adiministrasi.
IDENTIFIKASI FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DI KOTA BUKITTINGGI Idzurnida Ismael; Junaidi Junaidi
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 1 (2014): Volume 16 No 1 Februari 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.237 KB)

Abstract

Pelaksaaan proyek konstruksi berhasil jika hasil evaluasi baik biaya, waktu dan kualitas sesuai dengan rencana, Perencanaan sendiri suatu proses untuk membuat gambaran secara visual tentang suatu sarana yang akan dibangun yang dituangkan dalam bentuk rencana detail dan spesifikasi. Konstruksi merupakan proses identifikasi aktifitas dan sumber daya dalam membangun suatu fasilitas. Pelaksanaan proyek konstruksi tidak seluruhnya dapat diselesai tepat waktu sesuai yang telah ditetapkan dalam kontrak, banyak kendala dalam pelaksanaanya, Oleh sebab itu dilakukan penelitian Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan proyek konstruksi gedung khususnya di Kota Bukittinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode survey yang yang terlebih dahulu mengumpulkan data dari hasil studi literature dan wawancara kepada pakar, Untuk mendapatkan rangking faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan dengan pengolahan data dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Hasil analisa data menunjukkan ada tiga faktor utama yang mempengarui keterlambatan proyek konstruksi, penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan menyebabkan keterlambatan pada proyek konstruksi gedung yaitu mutu material kurang dari yang dibutuhkan, mutu material tidak sesuai dengan spesifikasi dan perubahan spesifikasi ikut mempengaruhi keterlambatan pelaksanaan proyek konstruksi.
PENGUJIAN TUNGKU PACK CARBURIZING UNTUK PENGERASAN PERMUKAAN BAJA KARBON RENDAH DENGAN MEDIA KARBURISASI CAMPURAN ARANG TEMPURUNG KELAPA DAN BaCo3 Hafni Hafni; Nurzal Nurzal
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 1 (2014): Volume 16 No 1 Februari 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.906 KB)

Abstract

Karena sifatnya yang lunak, liat dan mudah dibuat, baja banyak digunakan sebagai bahan dalam pembuatan suatu produk. Untuk mendapatkan sifat yang keras pada permukaan dan tetap lunak pada intinya maka dilakukan proses pengerasan permukaan (face hardening), sehingga produk tersebut dapat difungsikan sesusai dengan tujuan desainnya. Salah satu cara untuk melakukan pengerasan permukaan ini adalah dengan media carbon padat atau pack carburizing. Untuk melakukan proses carburizing ini, diperlukan sebuah tungku pembakar yang dirancang tahan panas serta mudah dioperasikan. aman dengan bahan bakar batu bara . untuk penguji tungku yang telah dirancang dilakukan pengujian pada baja rabon rendah dengan mengunakan media karburisasi campuran arang tempurung kelapa dan BaCo3. Temperature pemanasan 980 0C dan waktu tahan 4 jam. Kemudian dilanjukan dengan proses quenching. Dari hasil metallography dapat dilihat sampel uji yang telah di lakukan karburisasi, pada sisi luarnya terlihat struktur mikro martensite dan bagian tengah ferrite – Pearlite. Ini menunjukan bahan uji telah terjadi pengerasan permukaan dengan bertambahnya unsur karbon pada permukaan bahan uji. Dari hasil pengujian dapat dikatakan bahwa tungku yang telah dirancang telah memenuhi tujuan desainnya sebagai tungku pack carburizing.
EVALUASI KOORDINASI OVER CURRENT RELAY (OCR) DAN GROUND FAULT RELAY (GFR) PADA FEEDER GH LUBUK BUAYA Zulkarnaini Zulkarnaini; Ujang Rahman Hakim
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 1 (2014): Volume 16 No 1 Februari 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.139 KB)

Abstract

Tingkat keandalan distribusi tenaga listrik PT. PLN (Persero) Area Padang Rayon Tabing masih belum optimal. Hal ini disebabkan oleh: Pertama, pada tahun 2012 ini terjadi perubahan pada pembangkitan daerah sumatera bagian tengah sehingga berpengaruh terhadap nilai MVA short circuit yang ada di GI PIP. Kedua, adanya penambahan beban pada Feeder Adinegoro yang harus memikul beban Feeder Air Tawar sehingga beban meningkat dua kali lipat dari semula (70 A menjadi 134 A) dan panjang jaringan juga menigkat dari 11.87 kms menjadi 40.57 kms. Setelah dilakukan analisa terhadap perubahan arus gangguan yang muncul serta koordinasi setting relay proteksi GH Lubuk Buaya, didapati bahwa nilai setting arus OCR moment pada incoming dan masing-masing Feeder di outgoing GH perlu dilakukan perubahan karena kurang efektif. Setting arus instan terlalu kecil sehingga menyebabkan relay pada incoming akan sama-sama merasakan arus gangguan hubung singkat 2 untuk jarak gangguan kurang dari 30 % panjang masing-masing outgoing. Hasil Penelitian ini dapat meminimalkan trip (pemutusan) yang terjadi pada penyulang. Dimana Setting ulang waktu kerja pada rele outgoing di set 0,3 sec dan untuk setting waktu kerja incoming GH Lubuk Buaya di set 0,6 dimana ada grading time sebesar 0,3 sec. Setting ulang ini dimaksudkan agar rele tidak sampai trip lagi akibat arus Inrush dari trafo-trafo distribusi yang memang sudah tersambung di jaringan distribusi, sewaktu PMT penyulang tersebut dimasukkan. Sehingga untuk mengkoordinasikan kembali dapat digunakan setting relay hasil analisa yang terdapat pada tabel Incoming dan Outgoing Feeder GH Lubuk Buaya ,
PENGIMPLEMENTASIAN DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PENGENDALIAN STOK BARANG PADA TOKO SWASTIKA SERVIS (SS) BANGUNAN DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN VISUAL BASIC 6.0 DIDUKUNG DENGAN DATABASE MySQL Sophan Sophian
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 No 2 Tahun 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.469 KB)

Abstract

From the research that has been done on Swastika Stores Service (SS) Building Information System of Sales and stock control, which the purpose this researchis to gather information, and this information will be analyzed to determine the real problems faced of Swastika Shop Services (SS ) Building. After analyzing, the constraints faced in Stores Swastika Service (SS) Building the slow process in making sales and inventory reports. At the store transaction data recording process and the stocks still manually, allowing the error in data processing.Once learned, the authors draw the conclusion that in applying the computerized system in this case, Programming Language Visual Basic 6.0 and Database MySQL is the appropriate application, because these applications is very easy in the process of transactions and reports.
IT GOVERNANCE BALANCED SCORECARD UNTUK MENGUKUR KINERJA TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI Indri Rahmayuni; Ikhsan Yusda
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 No 2 Tahun 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.62 KB)

Abstract

Balanced scorecard tata kelola teknologi informasi diperoleh dari penggabungan gambaran balanced scorecard teknologi informasi dan balanced scorecard bagi dewan perusahaan. Tantangannya adalah untuk membangun sebuah scorecard yang dapat menangkap kinerja proses TI pengelolaan bersama dengan perbedaan dengan IT BSC dan Board BSC. Perspektif kontribusi perusahaan pada konsep IT Governance BSC yang diajukan cocok dengan fungsi TI.Meningkatkan kinerja tata kelola TI adalah alasan utama untuk membangun dan menerapkan balanced scorecard tata kelola teknologi informasi. Harus jelas bahwa hanya mengukur saja tidaklah cukup; scorecard harus diimplementasikan sebagai sistem manajemen. Dengan balanced scorecard tata kelola TI, organisasi dapat memberdayakan dewan mereka, CEO, CIO, manajemen eksekutif,serta bisnis dan partisipan TI dengan memberikan mereka informasi yang diperlukan untuk bertindak dan mencapai perpaduan yang lebih baik antara bisnis dan TI dan pada akhirnya mencapai hasil yang lebih baik. Dalam hal ini, scorecard tata kelola TI dapat memainkan peran penting dalam keseluruhan program yang harus di tempat untuk meningkatkan tata kelola perusahaan.
KAJIAN CAMPURAN ASPAL PANAS AGREGAT (AC-BC) DENGAN TAMBAHAN ASPAL ASBUTON BERBUTIR BGA (BUTON GRANULAR ASPHALT) DENGAN PENGUJIAN MARSHALL Misbah Misbah; Sugeng Herianto
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 No 2 Tahun 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.968 KB)

Abstract

Seiring dengan makin tingginya tingkat pengguna jalan raya, serta bertambahnya jumlah kendaraan maka tingkat kebutuhan atau tuntutan lapangan semakin tinggi.Saat ini masih banyak terdapat ruas-ruas jalan beraspal yang dilewati lalu lintas tergolong berat masih menggunakan aspal standar yang propertisnya masih perlu disesuaikan dengan tuntutan sekarang. Deformasi, retak alur atau perubahan bentuk lainnya adalah beberapa permasalahan yang terjadi pada perkerasan jalan saat ini. Sebagai salah satu alternatif penanganan dari aspek perkerasan jalan beraspal yang sesuai dengan tuntutan lapangan, yang memperhitungkan beban lalu lintas yang lewat dengan penggunaan aspal Asbuton Berbutir ( BGA) yang merupakan perpaduan antara aspal keras dengan asbuton semi ekstraksi, yang berfungsi sebagai aspal dan pengisi, rongga dalam campuran beraspal diharapkan dapat mengantisipasi kerusakan dini yang terjadi pada ruas-ruas jalan yang melayani beban lalu lintas berat dann temperatur tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara aspal biasa pen 60/70 dengan penambahan asbuton berbutir pen 20/25 sebesar 2,5% , 3.0% dan 5,0% dengan agregat kasar batu pecah hasil stone crusher dan agregat halus berupa crusher dust. Dari analisa didapat nilai optimal aspal pen 60/70 kadar aspalnya adalah : 5,4%, sedangkan penambahan aspal buton berbutir (BGA) pen 20/25 sebesar 2,5% kadar aspalnya 5,5%, 3,0% kadar aspalnya 5,4% dan 5 % kadar aspalnya 5,5%. Nilai aspal asbuton berbutir pen 20/25 dibanding dengan aspal pen 60/70 lebih baik karena dari hasil penelitian terlihat aspal asbuton berbutir memiliki keunggulan dibanding aspal 60/70.
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH BETON SEBAGAI AGREGAT KASAR DAN AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL Mulyati Mulyati; Arman A
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 No 2 Tahun 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.411 KB)

Abstract

Limbah beton banyak terdapat di beberapa labor pengujian beton, terkadang sudah menumpuk karena sulitnya mencari lokasi sebagai tempat pembuangannya. Hal ini akan berdampak buruk terhadap pelestarian lingkungan. Proses daur ulang merupakan salah satu cara untuk mengatasi permasalahan limbah beton. Pada penelitian ini, digunakan limbah beton sebagai agregat kasar dan agregat halus untuk campuran beton baru sebagai pengganti batu pecah dan pasir. Dari penelitian ini diharapkan dapat mengatasi pemborosan penggunaan material alam, dan juga dapat menghemat biaya dalam membuat campuran beton baru, terutama untuk pembangunan rumah masyarakat yang kurang mampu. Disamping itu secara tidak langsung sudah mendukung gerakan menuju green Concrete, kususnya untuk perlindungan dan pelestarian lingkungan.

Page 7 of 18 | Total Record : 177