cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Momentum
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 177 Documents
PERANCANGAN SMART TRAFFIC LIGHT BERBASIS MICROCONTROLLER Alfith Alfith
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 No 2 Tahun 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.443 KB)

Abstract

Jalan raya sebagai sarana untuk memperlancar transportasi, dewasa ini sering mengalami hambatan karena semua pengguna jalan raya menginginkan lebih cepat sampai tujuan dan saling mendahului belum lagi ada mobil khusus atau rombongan yang berpengaruh pada kepadatan lalulintas yang berimbas pada kemacetan. Untuk menanggulangi hal ini sebenarnya merupakan tugas dari polisi yang tidak setiap hari berada dijalan untuk mengatur lalulintas dan tidak akan sanggup untuk menghitung jumlah kendaraan yang lewat. Untuk mengatur lalulintas di setiap tempat seperti pertigaan, perempatan, maupun perlimaan yang padat laju lalulintasnya diperlukan alat pengaturan lalulintas multifungsi yang disebut Smart Traffic Light. Disebut smart karena traffic light ini dirasa mampu mengatasi 3 problem, diantaranya mendeteksi kepadatan lalulintas yang berpengaruh pada nyala lampu hijau menggunakan sensor objek infrared, mampu mendeteksi adanya sinyal khusus dari mobil-mobil istimewa sepertiambulance atau pemadam kebakaran atau polisi atau mobil semacamnya yang secara otomatis akan merubah nyala lampu traffic light merah menjadi hijau dengan menggunakan wireless module Xbee Pro dan GPS , serta mengusahakan lampu lalulintas tetap menyala meski suply dari PLN padam dengan menggunakan baterai cadangan. Sistem ini mampu mengatur laju lalu lintas dengan mengatur jalan kendaraan secara bergantian yang melewati tempat tertentu setiap hari selama hampir 24 jam sehari dan pada alat ini perlu dipasangkan setiap harinya.
ANALISIS KEGAGALAN ISOLASI AKIBAT PARTIAL DISCHARGE PADA KABEL NA2XSEBY 20 KV BERISOLASI XLPE DAN PVC Sepannur Bandri
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 No 2 Tahun 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.664 KB)

Abstract

Saluran distribusi dengan kabel bawah tanah akhir – akhir ini banyak digunakan pada daerah perkotaan, karena baik dilihat dari faktor keamanan dan keindahan. Dalam penelitian ini mengetahui sejauh mana keandalan isolasi terhadap Partial Discharge pada dengan bahan isolasi XLPE dan PVC. Studi kasus dilakukan pada jaringan distribusi pada GIS Simpang Haru ke GH Gor Agus Salim yang menggunakan kabel NA2XSEBY 20 KV berisolasi XLPE dan PVC. Dari analisis ini menunjukkan besar tegangan stres, kenaikan temperatur, tegangan rongga dan kapasitansi pada isolasi XLPE dan PVC untuk kabel bawah tanah NA2XSEBY 20 KV, yang mana peluahan terjadi apabila tegangan sumber kerja sebesar 20 KV lebih besar dari pada insepsi yang diterapkan V.
SISTEM PAKAR PERAWATAN DAN PERBAIKAN RINGAN MOBIL BENSIN MENGGUNAKAN VIDEO TUTORIAL BERBASIS WEB Harison Harison; Alexyusanderia Alexyusanderia
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 No 2 Tahun 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.042 KB)

Abstract

Teknologi informasi bisa memberikan peranan yang sangat berarti dalam membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi tanpa harus mengeluarkan dana yang besar, karena bagi mereka yang mau menerapkan aplikasi atau teknologi informasi yang akan dirancang ini maka mereka bisa mengerjakan nya dengan sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah membantu para pengguna atau pemilik kendaraan roda empat atau mobil dalam perawatan dan perbaikan ringan kendaraan mereka tanpa harus membawa kebengkel, jika dibengkel mereka akan mengeluarkan biaya pelayan dan beli barang atau komponen yang harus ditukar, tetapi jika mereka mau menerapkan sistem pakar yang akan dirancang ini maka mereka hanya mengeluarkan dana untuk pembelian komponen saja dan mereka akan bisa lebih efesien dalam penukaran komponen mobil jika mereka mengikuti cara-cara perawatan mobil mereka. Metode yang akan dipergunakan dalam merancang sistem pakar ini adalah metode Forward chining merupakan metode pelacakan yang memulai proses pelacakan dari sekumpulan data atau fakta. Dari data-data tersebut dicari suatu kesimpulan yang menjadi solusi dari masalah yang dihadapi. Mesin inferensi mencari kaidah-kaidah dalam basis pengetahuan yang premisnya sesuai dengan data data tersebut. Kemudian dari kaidah-kaidah yang disusun tersebut diperoleh suatu kesimpulan dari permasalahan tersebut, kesimpulan ini merupakan data yang diambil dari pakar yang berupa tulisan, lisan dan videoperbaikan ringan yang nantinya bisa diakses oleh pengguna.
PERANCANGAN BANDSTOP FILTER (BSF) DENGAN ALGORITMA GENETIK Muhammad Anwar
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 No 2 Tahun 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.329 KB)

Abstract

A study to find the optimal value required of digital filter design problem is given in this paper. In digital signal processing (DSP), designing an optimal filter is much preferred. Some of methods are commonly based on approximation methods. Genetic algorithm (GA) is a stochastic (random) searching method that mimics the metaphor of natural biological evolution to solve the problem, and in this case, it’s about how to find optimal digital filter design. In its application, GA just need the evaluation function as a problem representation which will to be optimized. The digital filter structures in z-domain indicates the nonlinear problem where the z value is constrained by the stability. The genetic programming can be used, when the transfer function H[z]of bandstop filter has been transferred to evaluation function, and –1  z  1 as the solution bounds and stability guarantee. The genetic programming simulation for solving digital filter problem is to produce the transfer function which has lowest order, stable and meet the prescribed tolerance settings (as design criteria). One of the disadventages using this method is the larger computational loading. However, the findings of this paper can be interpreted that the GA’s performance is different from the other methods in optimal digital filter design, especially in providing guarantees on fulfillment of all the design criteria.
KAJIAN CAMPURAN PANAS AGREGAT ( AC-BC ) DENGAN SEMEN SEBAGAI FILLER BERDASARKAN UJI MARSHALL Hendri Nofrianto; Zulfi Hendra
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 No 2 Tahun 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.118 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian penambahan semen dalam campuran panas aspalt agregat (AC–BC) sebagai filler sebesar 0.0 % , 2.0 %, 3,.0 % dan 4.0 % pada campuran panas aspal agregat yang dilaksanakan pada laboratorium PT. Statika Mitra Sarana Padang. Hasil penelitian yang dilakukan didapat jenis campuran aspal pen 60/70 yang lebih baik adalah pada kadar aspal optimum 5.7 % dengan penambahan semen sebesar 2.0 %, dibandingkan dari ketiga campuran lainnya, yaitu Satbilitas yang tinggi untuk menjaga agar campuran beraspal tahan terhadap deformasi permanen dan deformasi plastis. Durability ( keawetan ) mampu menahan gesekan antara roda kendaraan dengan permukaan perkerasan jalan serta keausan akibat pengaruh cuaca. Fleksibilitas atau kelenturan yang cukup, yaitu campuran aspal pen 60/70 dengan semen 2.0 % mampu menahan lendutan akibat beban lalu lintas dan pergerakan dari pondasi atau tanah dasar tanpa mengalami retak. Cukup kedap air karena semen sebagai filler bersifat hydrophobic sehingga tidak ada rembesan air yang masuk kelapis pondasi dibawahnya. Kekesatan yang cukup sehingga tidak membahayakan pemakai jalan
METODE CLUSTER ANALYSIS Hamdeni Medriosa
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 No 2 Tahun 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1590.088 KB)

Abstract

Masalah lalu lintas di Indonesia memang sangat komplek. Mulai dari semrawutnya masalah transportasi sampai kepada kemacetan dan polusi udara. Dari hal tersebut diatas, dapat kita tinjau berbagai macam penyebab potensi masalah lalulintas mulai dari besarnya jumlah penduduk, panjang jalan, banyaknya jumlah kendaraan dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Dari ke empat hal diatas akan dapat kita ketahui mengenai study potensi penyebab masalah lalu lintas yang ada di ibukota propinsi di seluruh wilayah Indonesia, dari tahun 1984-2004. Dari keempat hal diatas dapat juga diketahui dilevel mana suatu daerah dalam penyebab potensi masalah lalu lintas. Dari hasil analisa metode ‘cluster analysis’ didapati dari dendogram bahwa daerah ibukota propinsi yang berada di level I yaitu Jakarta dan dilevel II yaitu Surabaya dan Bandung. Sementara daerah lainnya hanya berpotensi dilevel selanjutnya.
BAJA RINGAN SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF PENGGANTI KAYU PADA STRUKTUR RANGKA KUDA-KUDA DITINJAU DARI SEGI KONSTRUKSI Fajar Nugroho
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 No 2 Tahun 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.524 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penggunaan konstruksi kayu khususnya sebagai struktur rangka kuda-kuda dan rangka atap sudah mulai digantikan dengan konstruksi baja ringan. Saat ini material kayu yang bagus kualitasnya semakin susah didapat dan harganya pun semakin mahal. Kehadiran baja ringan merupakan sebuah inovasi baru yang memberikan solusi untuk pembuatan rangka kuda-kuda dan rangka atap. Rangka baja ringan terdiri dari profil yang bervariasi bentuk dan ukurannya sesuai fungsi masing-masing dalam struktur rangka kuda-kuda dan rangka atap. Ketebalan material baja ringan berkisar antara 0,4 – 1 mm. Pada penelitian ini, bangunan yang dijadikan sebagai objek penelitian adalah bangunan rumah tinggal sederhana dengan bentuk atap pelana. Pada bangunan ini terdapat dua tipe kuda-kuda yaitu kuda-kuda dengan bentangan 8,5 m dan 7,5 m. Perhitungan struktur rangka kuda-kuda kayu dilakukan secara manual berdasarkan Tata Cara Perencanaan Struktur Kayu untuk Bangunan Gedung : SNI-5 -2002. Dari hasil perhitungan struktur rangka kuda-kuda kayu diperoleh dimensi untuk batang tarik dan batang tekan adalah kayu ukuran 6/12. Sedangkan untuk perhitungan struktur rangka kuda-kuda baja ringan dilakukan dengan menggunakan program komputer SAP 2000. Profil baja ringan yang digunakan pada kuda-kuda adalah profil C dengan ukuran 75 mm x 38 mm dan tebal 0,75 mm.
STUDI DESAIN CAMPURAN PASIR GUNUNG (EX LUBUK ALUNG) TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL Arman A; Herman Herman; Wahyu Aditya
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 No 2 Tahun 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.948 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemakaian pasir gunung (ex Lubuk Alung) sebagai pengganti agregat halus pada adukan beton terhadap kuat tekan karakteristik beton normal yaitu K-225. Beton yang dihasilkan diuji pada umur 3, 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari, yang masing-masing dibuat tiga buah benda uji berbentuk persegi dengan ukuran 150 x 150 x 150 mm. Dari hasil pengujian benda uji diperoleh bahawa campuran dengan kadar tanah terhadap pasir sebesar 2,5% , 5% dan 10% penurunan nilai kekuatan tekan beton berturut –turut sebesar 15,28% , 17,38% dan 19,94% terhadap kuat tekan beton standar. Dari hasil kuat tekan pada umur 28 hari dapat disimpulkan bahwa kadar penggunaan pasir gunung tidak boleh lebih dari 2,239 %.
KUAT TEKAN BETON DENGAN FLY ASH EX. PLTU SIJANTANG SAWAHLUNTO Armeyn Armeyn
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 No 2 Tahun 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.032 KB)

Abstract

The need of building materials increased with increasing rate of physical development. Should be attempted in the alternative building materials binder which is applied in buildings. One alternative is the binder of fly ash. Fly ash pozzolan properties and can react with lime at room temperature with an aqueous medium and form a compound that binds. This study aims to determine the influence of fly ash on compressive strength of concrete. Determination of mixture composition based on SK SNI T-15-1990-03. This study varying fly ash additive between 5%, 10%, 15%, 20% and 25% as an additive. Results of laboratory tests showed that the use of concrete with fly ash as an additive to concrete compressive strength increased from 5.195%, 1 0 .573%, 13.155%, 15.055% to 16.535% of normal concrete.
PRESTASI SEBUAH SISTEM PENGERING POMPA KALOR Muhammad Yahya
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 No 2 Tahun 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.705 KB)

Abstract

Temulawak (curcuma xanthorrhiza Roxb) merupakan salah satu jenis tanaman obat dari famili Zingiberaceae. Rimpang temulawak dapat digunakan untuk mengobati penyakit lever yaitu memperbaiki fungsi hati dan menurunkan kadar SGPT dan SGOT, meningkatkan sistem imunitas tubuh, anti bakteri, anti diabetik, dan anti oksidan. Alat pengering buatan jenis pengering udara panas (hot air drying) masih banyak digunakan masyarakat untuk mengeringkan temulawak, namun waktu pengeringannya sangat bergantung kepada suhu udara pengering, makin tinggi suhu pengeringan semakin cepat waktu pengeringan. Suhu tinggi dapat merusak zat-zat yang dimiliki temulawak karena temulawak sensitif terhadap panas. Tujuan penelitian ini adalah membuat dan menguji prestasi alat pengering pompa kalor untuk mengeringkan temulawak. Alat pengering ini terdiri dari beberapa komponen utama yaitu: pompa kalor, ruang pengering dan blower. Prestasi alat pengering pompa kalor dinyatakan dengan koefisien prestasi (COP) pompa kalor, SMER dan efisiensi termal alat pengering. Dari hasil pengujian diperoleh: temperatur udara rata-rata keluar kondensor dan COP rata-rata pompa kalor dicapai, masingmasing 51,5o C dan 2,27. SMER rata-rata dicapai dan waktu yang dibutuhkan dengan kapasitas pengeringan 30,7 kg, kadar air awal 80%, kadar air akhir 7,5 % dan kecepatan aliran udara 8 m/s, masing-masing sebesar 0,83 kg/kWh dan 12 jam. Efisiensi termal rata-rata alat pengering pompa kalor sebesar 54,6%. Alat pengering pompa kalor sesuai untuk mengeringkan temulawak karena temperatur udara pengeringan tidak tinggi atau tidak merusak zat-zat yang ada pada temulawak.

Page 8 of 18 | Total Record : 177