cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
ISSN : 20887396     EISSN : 26140039     DOI : 10.12928
Core Subject : Social,
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan [e-ISSN: 2614-0039] publishes articles containing ideas, research results, literature review, and other innovative creations on citizenship, Pancasila and Civic Education learning, Pancasila and Civic Education learning models, Pancasila and Civic Education learning media, assessment and evaluation of Pancasila and Civic Education learning, Pancasila and Civic Education research and development, moral/ethical philosophy, state law education, socio-political education of the state, socio-cultural education.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2021)" : 5 Documents clear
Peran organisasi kemahasiswaan dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter peduli sosial mahasiswa Muhtar Galuh Ardian; Aris Riswandi Sanusi; Tridays Repelita
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/citizenship.v4i2.18221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran organisasi dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter peduli sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini ialah Dosen Pendamping Mahasiswa, Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengurus badan eksekutif mahasiswa dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter peduli berhasil, tetapi keberhasilan tersebut hanya dapat dilakukan di dalam internalisasi kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan tidak secara menyeluruh terhadap mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. Rekomendasi penelitian ini, bagi universitas buana perjuangan selaku penyelenggara pendidikan harus menekankan pembelajaran didalam kelas bukan hanya mengutamakan nilai intelektualitas saja tetapi aspek afektif dalam membentuk karakter mahasiswa harus dilakukan secara optimal, bagi organisasi badan eksekutif mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan harus mengintensifkan kegiatan pembentukan karakter yang diselenggarakan dengan berpedoman dengan silabus dan kurikulum organisasi, bagi mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan sudah seharusnya memanfaat organisasi sebagai wadah pengembangan segala bentuk potensi yang ada didalam diri pribadinya.Kata kunci: Organisasi, Pembentukan karakter peduli sosial, Mahasiswa
Generasi milenial dan Pancasila Bambang Arianto
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/citizenship.v4i2.18963

Abstract

Artikel ini bertujuan mengelaborasi pandangan generasi milenial terhadap nilai-nilai Pancasila di media sosial. Dikarenakan konten yang bermaterikan nilai-nilai Pancasila di media sosial sangat jarang ditemui. Padahal konten Pancasila berperan sebagai sarana efektif untuk memperkenalkan dan memperkuat pemahaman generasi milenial terhadap nilai-nilai Pancasila. Minimnya konten Pancasila di media sosial, berdampak pada semakin jauhnya generasi milenial dalam pengamalan nilai luhur Pancasila sebagai pegangan hidup bersama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan berbasis pada data percakapan warganet di platform Twitter. Artikel ini berpendapat bahwa generasi milenial sangat membutuhkan konten Pancasila di media sosial. Artikel ini juga berpendapat bahwa dibutuhkan peran para aktor warganet dalam ikut memproduksi dan memperkuat konten berbasis Pancasila di media sosial.
Nilai moral Pancasila untuk membangun bangsa di era globalisasi Anisa Nur Padilah; Dinie Anggraeni Dewi
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/citizenship.v4i2.20536

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk memaparkan dan menjelaskan peran, implementasi serta aktualisasi nilai-nilai yang terkandung dalam setiap butir Pancasila di era globalisasi dalam rangka memperkuat moral untuk membangun dan memajukan bangsa. Dalam penulisannya, penelitian ini dikaji menggunakan metode kualitatif atau pendekatan deskriptif sehingga diperoleh pembahasan melalui studi kepustakaan yang diperoleh dari berbagai sumber. Setelah di analisis, maka diperoleh bahwa globalisasi merupakan hal yang membawa dampak perubahan bagi tatanan kehidupan masyarakat. Dalam hal ini Pancasila memiliki peran untuk menerima dan menyaring informasi baru yang masuk agar bangsa Indonesia khususnya generasi muda tidak kehilangan jati dirinya, karena generasi muda sangat diharapkan untuk dapat meneruskan perjuangan dalam membangun dan memajukan bangsa. Dengan adanya hal tersebut diperlukan penanaman nilai-nilai Pancasila untuk kembali membangun dan memajukan bangsa. 
Haji Abdul Malik Karim Amrullah thoughts about inter-religious tolerance Farhan Erlangga Ramadhan; M Japar; Achmad Husen
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/citizenship.v4i2.21573

Abstract

This study aims to analyze of Hamka's thoughts about inter-religious tolerance and its relevance to clause 29 verse (2) of the 1945 Constitution. The research used in this study is a qualitative descriptive method with the type of literature study. Data sources use primary data sources and secondary data sources. The data calibration technique in this research uses data triangulation and expert opinion. The data analysis technique uses reduction, data presentation, and conclusion. The results of the study show that in Hamka's thoughts about inter-religious tolerance, it can be seen using the conception in understanding tolerance according to Rainer Forst, including: (1) Tolerance as an attitude of mutual respect includes no compulsion on someone in embracing religion; and not tarnish the purity of other religions. (2) Tolerance as an attitude of mutual esteem includes doing justice and being kind; equality of human rights; tolerance. In addition, its relevance to clause 29 verse (2) of the 1945 Constitution lies in the use of the concept of tolerance, such as equality of human rights, no compulsion on a person to embrace religion, justice, and tolerance as an instrument that can be used by the state to provide protection and guarantees for the people in the freedom to embrace religion and worship according to their beliefs. The conclusion from this research is Hamka's thoughts about inter-religious tolerance are only limited to social interactions such as in social and humanitarian activities.
Eksistensi budaya erturtur atau tradisi santun bertegur sapa pada Komunitas Persadaan Batak Karo Kota cimahi Lili Halimah; Heni Heryani; Mada Kencana Barus
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/citizenship.v4i2.21587

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan penulis untuk menganalisis budaya ertutur atau suatu tradisi bertegur sapa adat Batak Karo yang semakin hari semakin mulai ditinggalkan para generasi mudanya. Mereka umumnya tidak mengenal kembali silsilah atau keturunan terdahulunya. Di Kota Cimahi sendiri sebagian besar di Komunitas Batak Karo sebagian besar tidak mengenal budaya erturtur. Metode penelitan yamh digunakan adalah kualitatif dengan teknik wawancara kepada anggota Komunitas Batak Karo. Hasil penelitian meunjukkan bahwa budaya erturtur sudah mulai dipahami oleh komunitas tersebut. Hal ini menjadi tugas para tokoh adat, para pemimpin keagaan untuk membumikan kembali budaya erturtur di kalangan generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman.

Page 1 of 1 | Total Record : 5