p-Index From 2021 - 2026
9.951
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan JURNAL LITIGASI (e-Journal) Jurnal Ketahanan Nasional Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar EDUKASI JURNAL IQRA´ Al Ishlah Jurnal Pendidikan JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) PEDAGOGIA JCES (Journal of Character Education Society) IQRO: Journal of Islamic Education Etika Demokrasi Jurnal Basicedu Journal of Moral and Civic Education Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Basic and Applied Education Research Journal (BAERJ) Anglophile Journal JURNAL PENDIDIKAN IPS Educenter: Jurnal Ilmiah Pendidikan Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling Jurnal Basicedu Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin Safari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan TROPICAL BIOSCIENCE: Journal of Biological Science JPM Journal of Innovative and Creativity Jurnal Aksara Raga RUKASI: Jurnal Ilmiah Perkembangan Pendidikan dan Pembelajaran SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik dan Kewarganegaran Forum Ilmu Sosial BHAKTI JIVANA Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan perspektif kosmopolitanisme Halimah, Lili
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.237 KB) | DOI: 10.12928/citizenship.v1i1.9749

Abstract

Tulisan ini mengajukan masalah utama seberapa besar dampak kosmopolitanisme dalam terhadap pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. Riset ini menggunakan perspektif studi kosmopolitanisme yang didukung perspektif teori situasional dan teori relasional. Lokasi penelitian tersebar di Kota Cimahi Jawa Barat. Populasi penelitian berjumlah 20.702 orang dan sampel penelitian berjumlah 400 peserta didik.  Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survey cross-sectional. Data diambil melalui kuesioner dan uji kompetensi, dianalisis dengan menggunakan analisis Structural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak kosmopolitanisme terhadap pendidikan kewarganegaraan memiliki angka yang cukup signifikan (dengan R2 = 0,6971 atau 69,71%). Karena itu, perlu adanya proses harmonisasi kosmopolitanisme bagi siswa-siswi sekolah menengah dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. Kosmopolitanisme memiliki efek lebih tinggi terhadap pendidikan kewarganegaraan (31,44%). Kosmopolitanisme yang dipelajari dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan memiliki efek pada siswa-siswi sekolah menengah di Cimahi, sebesar 13,42%. Kosmopolitanisme menjadi faktor krusial dalam mengembangkan kualitas pembelajaran pendidikan kewarga-negaraan di tengah proses globalisasi. Hal ini memberikan implikasi bahwa pemerintah perlu meninjau kembali kurikulum pendidikan kewarganegaraan, agar siswa tidak terpengaruh budaya global yang negatif dan pola pikir yang dapat mencabut nilai-nilai keindonesiaan.
PENGARUH PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP NASIONALISME PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH KOTA CIMAHI Halimah, Lili
PEDAGOGIA Vol 16, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pdgia.v16i3.13242

Abstract

AbstrakPermasalahan nasionalisme sejatinya selalu ada selama manusia itu hidup dan nasionalisme harus ditumbuh kembangkan di berbagai kalangan terutama pada generasi muda. Pemerintah mempunyai kewajiban untuk menumbuh kembangkan semangat nasionalisme melalui pendidikan dan pembelajaran Pembelajaran PKn diharapkan dapat membangun semangat nasionalisme peserta didik melalui civic knowledge, civic skills dan civic disposition. Nasionalisme peserta didik harus dikembangkan sejalan dengan pengaruh positif dan negatif globalisasi yang dapat mempengaruhi pola pikir dan gaya hidup peserta didik. Untuk itu penulis tertarik untuk meneliti mengenai Pengaruh Langsung Pembelajaran PKn terhadap Nasionalisme Peserta Didik. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh gambaran secara langsung mengenai pembelajaran PKn terhadap nasionalisme peserta didik. Rumusan hipotesis penelitian Pembelajaran PKn berpengaruh langsung terhadap nasionalisme peserta didik. Hasil penelitian Pembelajaran PKn mendapatkan skor rata-rata sebesar 3,697 (73,94%) dengan standar deviasi sebesar 0,947 termasuk pada kategori tinggi. Artinya secara umum pembelajaran PKn pada peserta didik dinilai telah terlaksana dengan baik, walaupun memiliki sebaran yang kurang merata. Nasionalisme Peserta Didik memperoleh rata-rata 3,979 (79,57%) standar deviasi 0,892 prosentasi 79,57 katagori Tinggi. Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pembelajaran PKn secara langsung berpengaruh positif terhadap nasionalisme peserta didik pada Sekolah Menengah di Kota Cimahi, pengaruh (R-Square) dapat dinyatakan bahwa pembelajaran PKn berpengaruh tinggi terhadap nasionalisme peserta didik. AbstractThe problem of nationalism has always existed as long as human life and nationalism must be developed in various circles, especially in the younger generation. The government has an obligation to foster the spirit of nationalism through education and learning PKn learning is expected to build the spirit of nationalism of students through civic knowledge, civic skills and civic disposition. Nationalism of students must be developed in line with the positive and negative influences of globalization that can affect the mindset and lifestyle of students. For this reason, the authors are interested in researching the Direct Influence of Civics Learning on Student Nationalism. The purpose of the study was to obtain a direct picture of Civics learning towards student nationalism. Research hypothesis formulation PKn learning directly influences the nationalism of students. The results of the PKn Learning study obtained an average score of 3.697 (73.94%) with a standard deviation of 0.947 included in the high category. This means that in general PKn learning in students is considered to have been implemented well, even though it has a less even distribution. Nationalism Students get an average of 3,979 (79.57%) standard deviations of 0.892 percent, 79.57 categories of height. Hypothesis testing shows that Civics learning directly influences the nationalism of students in the Middle School in Cimahi City, the influence (R-Square) can be stated that PKn learning has a high influence on student nationalism.
The Formation of Nationalism Through Education of Citizenship In Elementary School Ulfah, Nufikha; Hidayah, Yayuk; Halimah, Lili
Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 13, No 1 (2020): Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mad.v13i1.7935

Abstract

Character education which is intended to love the motherland is one of the character education that must be instilled for every young generation from an early age. The purpose of this study is to find out how to instill national character (nationalism) through learning Citizenship Education in Primary Schools. The method used is the study of literature (literature study) on books and learning tools for Citizenship Education in other Primary Schools. The results showed that Citizenship Education in Primary Schools has contributed in every effort to instill national character (nationalism) through several schemes: 1) Planning to instill national character (nationalism) by incorporating the value of national character (nationalism) into the Syllabus, thematic RPP , and Citizenship Education teaching materials in Elementary Schools; 2) How to assess the inculcation of national character (nationalism) through Citizenship Education in Primary Schools by assessing the cognitive domain through tests, affective domains through teacher observation sheets and coordination with religious and sports teachers, and psychomotor domains through the process and results of the assessment; 3) The strategy of instilling national character (nationalism) through Citizenship Education in Primary Schools is through comprehensive discussions and methods.
PENDIDIKAN ANTI KORUPSI MELALUI MATA KULIAH PANCASILA: TINGKATAN DALAM MEMAHAMI KEJUJURAN Halimah, Lili; Fajar, Arnie; Hidayah, Yayuk
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 5 Nomor 1 Edisi Juni 2021
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v5i1.2561

Abstract

Berbagai tindakan korupsi di Indonesia dan negara-negara lain bermunculan pada setiap aspek kehidupan, bahayanya dapat menular kepada generasi muda.  Oleh karena itu, pendidikan anti-korupsi perlu diperkenalkan kepada generasi muda pada abad ke-21 dimulai dari Pendidikan Dasar sampai Pendidikan Tinggi.  Salah satu implementasi pendidikan antikorupsi di sekolah adalah diintegrasikan melalui mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).  Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis implementasi pendidikan antikorupsi pada mata pelajaran PPKn siswa terkait dengan nilai kejujuran. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional survai pada siswa sekolah menengah di Kota Cimahi. Partisipan dalam penelitian ini adalah 100 siswa. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemahaman siswa baik terhadap nilai kejujuran. Studi lebih lanjut tentang pendidikan anti-korupsi dalam tema yang lebih luas disarankan dalam penelitian ini.
Penguatan Nilai-Nilai Ketahanan Nasional Di Sekolah Melalui Pendidikan Kewarganegaraan (Studi Di SMK Pusdikhubad Kota Cimahi, Jawa Barat) Lili Halimah; Anis Suryaningsih Suryaningsih; Yayuk Hidayah; Risti Aulia Ulfah
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 27, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.64022

Abstract

ABSTRACT             The idea of the strengthening of citizenship values came with implications on the perspective of realizing national resilience in the school. The purpose of this study was to analyzed the strengthening of citizenship values to realized national resilience in the School environment.                 This research used a qualitative approach with a case study design. Data collection used interview, observation and documentation techniques. Data analysis used interactive analysis consisting of data reduction, data presentation and data verification.                 The results showed that strengthening the values of citizenship to realized national resilience in the school environment was through three ways, namely: 1) learning innovative citizenship education, 2) internationalizing the values of national resilience in the school environment by habituation and 3) the existence of extracurricular activities which was a discussion forum for students to deepened the values of national resilience in the school environment. Citizenship values were important for students because they would form a person who had a national spirit, loves the motherland and had an identity as an Indonesian nation.         ABSTRAK Gagasan penguatan  nilai-nilai kewarganegaraan hadir dengan implikasi pada perspektif  mewujudkan ketahanan nasional pada lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini menganalisis penguatan nilai-nilai kewarganegaraan dalam mewujudkan ketahanan nasional pada lingkungan sekolah.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan disain studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analsisi data menggunakan analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan nilai-nilai kewarganegaraan untuk   mewujudkan ketahanan nasional pada lingkungan sekolah dilakukan melalui tiga cara, yaitu: 1) pembelajaran pendidikan kewarganegaraan yang inovatif, 2) internasliasi nilai-nilai ketahanan nasional pada lingkungan sekolah dengan pembiasaan dan 3) adanya aktivitas ekstra kurikuler yang menjadi forum diskusi bagi siswa dalam memperdalam nilai-nilai ketahanan nasional pada lingkungan sekolah. Nilai-nilai kewarganegaraan penting bagi siswa karena akan membentuk pribadi yang memiliki jiwa nasioalisme, cinta tanah air dan memiliki identitas sebagai bangsa Indonesia.    
Teachers’ and Parents’ Effort in Character Building of Students with Austism in Public Special School A Cimahi Lili Halimah; Ernandia Pandikar; Nurul Azhari
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling: Jurnal Kajian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling Volume 7 Number 2 Desember 2021
Publisher : Program Studi bimbingan Konseling PPs UNM Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jppk.v7i2.20516

Abstract

This study attempts to encourage character building of students with special needs, especially the character of independence. Being independent serves as one of primary education goals for children with autism to reduce dependence towards others and to raise sense of responsibility in their daily lives. Qualitative method is applied in this study in which the researcher investigates natural objects and plays a role as the key instrument. Data collection technique was done through triangulation, data analysis was performed inductively, and research findings highlighted more on the meaning instead of generalizatibility.  The data collection technique is tentative in nature. During the research process, research questions were solved through collecting and analyzing information gathered from related participants. The interview technique is generally distinguished into 2 namely 1) structured interview and 2) unstructured interview. The finding of this research reveals that the character of being independent in children with special needs can be promoted by habituation to involve children in daily activities as well as during online learning. 
Pengembangan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan perspektif kosmopolitanisme Lili Halimah
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.237 KB) | DOI: 10.12928/citizenship.v1i1.9749

Abstract

Tulisan ini mengajukan masalah utama seberapa besar dampak kosmopolitanisme dalam terhadap pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. Riset ini menggunakan perspektif studi kosmopolitanisme yang didukung perspektif teori situasional dan teori relasional. Lokasi penelitian tersebar di Kota Cimahi Jawa Barat. Populasi penelitian berjumlah 20.702 orang dan sampel penelitian berjumlah 400 peserta didik.  Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survey cross-sectional. Data diambil melalui kuesioner dan uji kompetensi, dianalisis dengan menggunakan analisis Structural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak kosmopolitanisme terhadap pendidikan kewarganegaraan memiliki angka yang cukup signifikan (dengan R2 = 0,6971 atau 69,71%). Karena itu, perlu adanya proses harmonisasi kosmopolitanisme bagi siswa-siswi sekolah menengah dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. Kosmopolitanisme memiliki efek lebih tinggi terhadap pendidikan kewarganegaraan (31,44%). Kosmopolitanisme yang dipelajari dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan memiliki efek pada siswa-siswi sekolah menengah di Cimahi, sebesar 13,42%. Kosmopolitanisme menjadi faktor krusial dalam mengembangkan kualitas pembelajaran pendidikan kewarga-negaraan di tengah proses globalisasi. Hal ini memberikan implikasi bahwa pemerintah perlu meninjau kembali kurikulum pendidikan kewarganegaraan, agar siswa tidak terpengaruh budaya global yang negatif dan pola pikir yang dapat mencabut nilai-nilai keindonesiaan.
Eksistensi budaya erturtur atau tradisi santun bertegur sapa pada Komunitas Persadaan Batak Karo Kota cimahi Lili Halimah; Heni Heryani; Mada Kencana Barus
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/citizenship.v4i2.21587

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan penulis untuk menganalisis budaya ertutur atau suatu tradisi bertegur sapa adat Batak Karo yang semakin hari semakin mulai ditinggalkan para generasi mudanya. Mereka umumnya tidak mengenal kembali silsilah atau keturunan terdahulunya. Di Kota Cimahi sendiri sebagian besar di Komunitas Batak Karo sebagian besar tidak mengenal budaya erturtur. Metode penelitan yamh digunakan adalah kualitatif dengan teknik wawancara kepada anggota Komunitas Batak Karo. Hasil penelitian meunjukkan bahwa budaya erturtur sudah mulai dipahami oleh komunitas tersebut. Hal ini menjadi tugas para tokoh adat, para pemimpin keagaan untuk membumikan kembali budaya erturtur di kalangan generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman.
Malind-Papua Ethnomathematics: Kandara Musical Instrument as Learning Media for Geometry Concepts in Elementary School Fredy Fredy; Lili Halimah; Yayuk Hidayah
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v5i1.872

Abstract

Each regions has a local culture that is the identity of the area. The Malind (Anim Ha) tribe as the original tribe of Merauke has a musical instrument that has a copyright kandara. Kandara was used as a musical accompaniment of dances and songs at traditional ceremonies. Kandara can be used as a learning media for the concept of geometry in elementary schools. This article aimed to describe the instrument of the musical instrument as an ethnomatematics of the Malind-Papua tribe that can be used as a learning medium for geometrical concepts in elementary schools. It was qualitative research using the ethnographic approach. Sampling using a cluster random sampling technique. The results showed that, the first ethnomatematics were found in parts of the kandara such as the handle or hands of the kandara, head, bodyor middle part and the tail of the kandara. Secondly, the musical instrument of kandara can be used as a learning medium to explain the concepts of geometry in elementary school in the form of the concept of angles, flat shapes (triangles, rectangles and circles) and building spaces (incised cones and tubes). Thirdly, ethnomatematics can be a learning material in elementary schools based on local culture, not only can help students understand mathematical concepts well but also maintain and respect the cultures of local communities (Malind tribe as an indigenous of Merauke). Keywords: Ethnomathematics, Kandara, Learning Media, Geometry Concepts
Speech Disfluency Made by Male and Female Learners at Kampung Inggris Semarang Dhanan Abimanto; Yayuk Hidayah; Lili Halimah; Umar Al Faruq A Hasyim
Anglophile Journal Vol 1 No 2 (2021): Anglophile Journal
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.374 KB) | DOI: 10.51278/anglophile.v1i2.219

Abstract

In utterance, there must be some disfluency whether in normal people or in stutterer. Moreover, the disfluency would be different if it was categorized into two based on the gender. The researchers’ figures out the disfluency based on the gender, male and female. The article was to find out any types of disfluency that appear on the male and female speeches, to find the dominant type of disfluency occured in male and female speeches, the difference between male and female speeches, and the factors causing the disfluency made by male and female speeches. The sample was 24 English learners at Kampung Inggris Semarang, 12 males and 12 females. In collecting the data the researchers used observation and interview. In analysing the data, the researchers used the theory from Clark and Wasow supported by Johnson and Bortfeld et.al. The result showed that nine types of disfluency occur in learners’ speech, i.e filler, silent pause, revision, incomplete phrase, broken word, repetition, grammatical disfluency, prolongation, and false start. The dominant disfluency occured in male and female speeches was filler. In the dominant disfluency, males produced more filers than females, whereas silent pause was more produced in female speeches. Besides, there was some factors causing disfluency made by male and female learners of Kampung Inggris Semarang, which were related to psychological factors. It included cognitive factors and affective factors. In total, male produced more disfluency than female. Besides that male learner made more factors which could affect the disfluency in their speeches than female learners, male learners were more likely not in mastering grammar and vocabularies and getting prepared in materials. Keywords: Speech Disfulency, Factors Speech Disfluency, Disfluency
Co-Authors Abdul Azis Wahab Abimanto, Dhanan Agustina Retnoasih Ai Ratnahayati Ai Ratnahayati Ai Wita Wasilah Alatif, Muhamad Isman Aling Heryani Anis Suryaningsih Anis Suryaningsih Suryaningsih Anisah Arfiawati, Fristi Arnie Fajar Arnie Fajar Arnie Fajar Ayu Wulandari Azhari, Nurul Devi Andriyani Dewi Shopiah Dinna Daniati Edy Sofyan, Edy Eneng Martini Eneng Serli Eriwan Edna Pratama Ernandia Pandikar Ernawati Simatupang Eva Enzelia Barus Faizah Farida Sartika Fauzi, Muhammad Ikhsan Feniawati Darmana Feniawati Darmana, Feniawati Darmana Fredy Fredy Guntara, Diki Halibanon, Dewi Saparina Hari Rudiana Hartati, Yayu Setia Hasim Bisri, Hasim Hasyim, Umar Al Faruq A Hendrawan, Jajang Hendrawan, Jajang Hendar Heni Heryani Heni Heryani Heni Heryani Heni Heryani, Heni Heryani Herlina Herlina Heryani , Heni Hidayah, Yayuk Ichtiat, Helmi Qodrat Idrus Affandi Iis Suryani Herdiah Indah Khoirunnisa Tosin Indah Kristina Wulandari Indah Kristina Wulandari Ismi Sujastika Jajang Hendar H Jajang Hendar Hendrawan JULYANTI, ANISA Kencana Barus, Mada Khaerul Syobar Khaerul Syobar Kokom Kokom Kokom Kokom Kokom, Kokom Koswara, Yustandi Koswara Laksmi Puspitasari Lilis Setiawati Lilis Suryani Linda Nurkania M. Andriansah Mada Kencana Barus Mada Kencana Barus Marwan Effendi Marzuki , Marzuki Meiwatizal Trihastuti Mira Moh Isman Al Latif Muhammad Andriansyah Purba Nanang Zakaria Nasim, Eman Sulaeman Neneng Tri Puspita Neneng Tri Puspita Neneng Tripuspita Nufikha Ulfah, Nufikha Nur Pitri Arisandi Nurhayati, Tita Nurlela, Khoffifah Nurul Azhari Nurul Azhari nurul khotimah Nurul, Siti Fauziah Pandikar, Ernandia Purwanto Purwanto Purwanto Ramadhani Irma Tripalupi Ratna Wulan Munggaran Ratnasari Ratnasari Redjeki, Finny Regina Dalih Gandes Ivoni Lubis Retnoasih, Agustina Risti Aulia Ulfah rizkyarian, muhammadyoga Roza Ruspita SEPTIANI SEPTIANI Shaleh, R. Komarudin Siti Amini Siti Hodijah Siti Hodijah Siti Sangadah Siti Sangadah Siti Saniah, Siti Sopii Sopii Tedi Sutisna Tia Ihsantiani Umar Al Faruq A Hasyim Weti Sri Nuryani Jamilah Yadi Budiman Yayu Setia Hartati Yayuk Hidayah Yayuk Hidayah Yayuk Hidayah Yayuk Hidayah Yayuk Hidayah Yeni Siti Rokayah Yeni Siti Rokayah Yomi Romlah, Oom Yusi Sri Mulyan Yusi Sri Mulyani