cover
Contact Name
Fatma Hermining Astuti
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
spektrum.industri@ie.uad.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Selatan, Kragilan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta 55191
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
SPEKTRUM INDUSTRI
ISSN : 16936590     EISSN : 24422630     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Spektrum Industri is a media published scientific articles in the science scope related to engineering and/or industrial management both research and theoretical. Literature review will be considered if it is written by an expert. Spektrum Industri is published by Universitas Ahmad Dahlan in twice a year, every April and October. 5. Scope : Ergonomic, Work System Design and Product Design, Manufacturing System, Quality Management, Operationsal Research System Modeling, Industrial Management, Decision and Information System, Logistics and Supply Chain Management.
Articles 199 Documents
PERANCANGAN TATA LETAK DAN FASILITAS HUNIAN RUKOST BERDASARKAN KEBUTUHAN KONSUMEN UNTUK MENINGKATKAN PANGSA PASAR DENGAN MENGGUNAKAN ASPEK ERGONOMI Leola Dewiyani; M. Kosasih -
Spektrum Industri Vol. 16 No. 1: April 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v16i1.9782

Abstract

Saat ini Karawang dikenal sebagai daerah industri yang paling berpotensi di wilayah Jawa Barat. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya pabrik yang didirikan di tanah Pasundan ini. Dengan banyaknya usaha baik berupa pabrik maupun yang lainnya, Karawang menjanjikan aneka macam peluang di berbagai bidang usaha yang bisa mendatangkan keuntungan. Perusahaan ini tentu membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak, tidak hanya buruh lebih dari itu tenaga kerja yang dibutuhkan juga berasal dari level menengah ke atas hingga staf profesional, hal ini yang menjadi daya tarik bagi pengembang untuk membangun bisnis properti di Karawang yaitu RuKost (rumah kos). Akan tetapi Tata Letak interior kamar yang ada di RuKost saat ini berdasarkan penelitian pendahuluan yang dilakukan peneliti belum memenuhi standar dan juga belum memperhatikan kenyamanan, kepuasan, keselamatan dan kesehatan karena desain layout interior yang ada pada kamar RuKost saat ini kurang memperhatikan prinsip-prinsip ergonomik. Berdasarkan kondisi di atas maka akan dilakukan suatu redesign terhadap tata letak interior kamar RuKost. Metode perancangan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah antropometri dan physiological performance.
PENERAPAN MODEL KANO-IGA DALAM ANALISIS KEPUASAN KERJA KARIR AWAL KARYAWAN Ronald Sukwadi; Yolenta Michelle P.P.
Spektrum Industri Vol. 16 No. 1: April 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v16i1.9783

Abstract

Karir awal merupakan tahapan pertama di mana seseorang memasuki sebuah perusahaan. Tahap ini merupakan tahap penekanan pada perhatian untuk memperoleh jaminan terpenuhinya kebutuhan dalam tahun-tahun awal pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang harus diperhatikan dalam pemenuhan kepuasan kerja karyawan yang bekerja kurang dari 1 tahun (karir awal). Integrasi model Kano dan Importance Grid Analysis (IGA) digunakan dalam mengidentifikasi dan memprioritaskan faktor-faktor tersebut. Dari penelitian diperoleh hasil bahwa faktor-faktor yang harus diperhatikan perusahaan dalam awal karir seseorang adalah: rekan kerja, fasilitas kerja, atasan, kerjasama tim, gaji, pekerjaannya, lingkungan kerja, pelatihan kerja, penjadwalan kerja, sistem kerja, jam kerja, dan beban kerja.
IMPLEMENTASI LEAN MANUFACTURING UNTUK MENINGKATKAN OUTPUT PRODUKSI INTRA VENOUS CATHETER DI PT. NIPRO INDONESIA JAYA Edo Kurniawan; Umi Marfuah
Spektrum Industri Vol. 16 No. 1: April 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v16i1.9784

Abstract

PT. Nipro Indonesia Jaya (NIJ) sebagai salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang Alat Kesehatan tidak terlepas dari masalah yang berkaitan dengan pencapaian output produksi yaitu proses perakitan Intra Venous Catheter (IV Cath). Rata-rata pencapaian output produksi IV Cath adalah sebesar 94% dari target perusahan yaitu 100%. Tidak tercapainya output produksi pada setiap bulan akan menyebabkan pengiriman produk ke customer akan terganggu karena proses produksi menggunakan sistem made to order. Dari informasi yang didapatkan dari dept. produksi, dalam proses perakitan IV Cath saat ini masih sering ditemukan pemborosan atau waste. Dengan metode Lean Manufacturing penulis berharap terjadi peningkatan output produksi produk IV Cath. Pemborosan yang terjadi diidentifikasi dengan seven waste. Kondisi perusahaan digambarkan dengan Big Picture Mapping. Analisa dilakukan dengan Value Stream Analysis Tools (VALSAT) untuk kemudian diketahui akar penyebabnya. Dari hasil pengolahan data didapatkan nilai rata-rata tertinggi untuk pemborosan yaitu; transportation (54.8%). waiting (23.0%), motion (18.3%) dan inventory (4.0%). Nilai rata-rata dikalikan dengan factor pengali pada VALSAT, sehingga didapatkan VALSAT yang digunakan adalah Process Activity Mapping (110.67). Waktu lead time sebelum perbaikan adalah sebesar 8,992 detik dan setelah perbaikan menjadi 6,902 detik. Output produksi meningkat sebesar 10% dari 292,768 pcs/bulan menjadi 321,333 pcs/bulan.
PENDEKATAN SIX SIGMA UNTUK MENGURANGI PRODUK CACAT PADA PRODUKSI BOTOL DI CV XYZ Nuri Kartini
Spektrum Industri Vol. 17 No. 1: April 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v17i1.10131

Abstract

CV. XYZ is a company engaged in consumer goods. In the production process, this company is still experiencing many problems. One of the problems faced is that there are still many defective products produced. This study aims to identify the causes of defective products, and provide proposed suggestions to minimize the defective products. The method used in this study is Six Sigma. Six Sigma is a statistical concept that measures a process related to disability at level six sigma which is only 3.4 defects of a million opportunities. From the data and the results of observations with the Six Sigma approach, Critical to Quality that occurs includes dirty bottles, cracks, gaps, ruptures and rejects. Disability occurs in the washing process with a percentage of disability of 0.41% with a value of sigma 4.65. The results of this study indicate that the main causes of defects that occur in the bottle washing process are inaccurate checking of goods, lack of training for employees, less ergonomic work positions and work environment, also there still no SOPs in the production process.
PENERAPAN MODEL IS-DEMATEL DALAM ANALISIS KUALITAS LAYANAN RESTORAN SOLARIA DI JAKARTA TIMUR Ronald Sukwadi
Spektrum Industri Vol. 17 No. 1: April 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v17i1.10192

Abstract

The restaurant business has grown rapidly over time. To be able to compete with other restaurants, restaurant management must improve service quality so that customers can satisfied and loyal. This study aims to measure customer satisfaction toward the services quality of Solaria restaurant by using the integration model of the Importance-Satisfaction Model (IS) and Laboratory Decision Making and Evaluation Laboratory (DEMATEL). The IS model is used to classify service quality attributes that must be prioritized for improvement, while DEMATEL is used to understand the relationships between attributes that must be improved. The IS  diagram shows that there are 3 attributes in the first quadrant, 4 attributes in the second quadrant, 8 attributes in the third quadrant, and 3 attributes in the fourth quadrant. The service attributes are then further analyzed in the DEMATEL model. From the results of the IS-DEMATEL model, it is obtained the priority sequence that needs to be improved by the restaurant. The main priority for repairs is a clean dining room, while the last priority is an interesting food menu.
OPTIMALISASI RUTE DISTRIBUSI MENGGUNAKAN ALGORITMA DJIKSTRA Iga Kusuma Wardani; Kuncoro Sakti Pambudi; Lintang Rainamaya Nursanti; Wahyudi Sutopo
Spektrum Industri Vol. 18 No. 1: April 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v18i1.10807

Abstract

Optimization of distribution routes is intended to allocate products to each high school in Surakarta as well as to choose the route that has the biggest time savings so that transportation costs can be optimized. The route currently used is quite long, so the time needed for the distribution is long. Determination of distribution routes using the Djikstra algorithm method is carried out on the distribution of LKS in CV ABC. The Djikstra algorithm method allows route optimization by taking into account vehicle capacity and number of demand from each customer. The data used are the distance between the warehouse to each high school and the distance between high schools, the quantity delivery per customer, and the vehicle capacity. The results of this study are that if implementing the shipping allocation by prioritizing the closest distance in advance it will save more travel time than applying the allocation used by this company. Based on the analysis, it was found that the optimal shortest route in the distribution of LKS to SMA was to save fuel needs by 1.21 liters and save transportation costs by Rp. 9075 or 17.89% of the initial transportationcosts.
Optimasi Model Pengiriman Bantuan Bencana Gempa Bumi di BPBD Kabupaten Bantul Yohanes Anton Nugroho
Spektrum Industri Vol. 17 No. 1: April 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v17i1.10882

Abstract

Bantul regency had experienced of the disasters caused by the earthquake occurred in Bantul in 2006, where 4121 residents of Bantul region was died, thousands buildings was collapsed and many damage many places. This paper develop a model of earthquake demage and analyzes distributing humanitarian aid from BPBD Bantul to each warehouse distributor in each districts that classified as Vehicle Routing Problem With Time Window (VRPTW). This solution model is developed using Linear Programming and The Nearest Neighbors Algorithm s Algorithm. Goal of those methods are expected to get distribution solution more fast and efficient. Based on modeling result using scenario of refugee number 80% from population in very vulnerable area, 60% in vulnerable area, and 40% in less vulnerable area obtained mathematical model of allocation distribution done by optimization with Linear Programming, which obtained distribution allocation solution using 16 medium trucks and 4 heavy trucks only need 3 days.
OPTIMALISASI PENENTUAN BIAYA MINIMUM PADA PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE DYNAMIC PROGRAMMING (STUDI KASUS DI PT. XYZ) Vivin Nur Oktavianty; Tedjo Sukmono
Spektrum Industri Vol. 18 No. 1: April 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v18i1.10972

Abstract

PT. XYZ is a manufacturing company that produces semi-finished goods, that is imitation leather (PVC). This company has inventory problem in their production process, that is raw material shortages.  The purpose of this study was to determine the amount of calcium carbonate raw materials purchased by PT. XYZ with optimal costs. Before using this Dynamic Programming, the cost of buying raw materials is Rp. 7,345,000,000. From the results of planning the purchase of raw materials for the next 12 periods (January-December 2018) are 1184, 1185.5, 1187.1, 1188.6, 1190.1, 1191.6, 1193.2, 1194.7, 1196.2, 1197.7, 1199.3 and 1200.8 Tons. To compile a production plan by minimizing total production costs, the dynamic programming method is used with the objective function Min Fn(In) = . As a result, the total purchase cost of calcium carbonate raw material is a minimum of Rp. 7,154,355,000. After calculating the cost, it can be seen that after using the dynamic programming method the profits obtained by the company Rp. 114,472,000 compared to before using the dynamic programming method Rp. 111,040,000.
PENENTUAN MENU MAKANAN DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN KALORI BURUH PABRIK DENGAN ANALISIS DETAK JANTUNG Muhammad Hermansyah; M. Imron Mas’ud
Spektrum Industri Vol. 16 No. 2: Oktober 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v16i2.11531

Abstract

Sarana pendukung dan fasilitas yang diberikan perusahaan ternyata belum cukup menjamin karyawan sehat dan selamat dalam bekerja. Hal ini terlihat dari banyaknya karyawan terkena resiko gangguan kesehatan akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan konsumsi tubuh dan energi yang menyebabkan penurunan produktivitas kerja. Jumlah kalori merupakan pendukung energi bagi karyawan yang dapat diukur melalui detak jantung buruh angkut pada saat beraktivitas, pengkonversian detak jantung ke dalam kebutuhan kalori, penentuan kandungan kalori pada makanan buruh angkut, dan penyusunan menu usulan dengan kandungan kalori sesuai kebutuhan. Tujuan dari penelitian adalah menghitung jumlah kalori yang dibutuhkan karyawan buruh angkut untuk mengatur pola asupan makanan yang tepat agar keperluan kalori dapat dipenuhi. Pengamatan secara langsung dilakukan terhadap objek pada saat melakukan sejumlah kegiatan dalam perusahaan maupun di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan pekerjaan yang dilakukan buruh angkut adalah 1,5 jam  pekerjaan berat, 5 jam pekerjaan sedang dan 1,5 jam istirahat dengan kebutuhan kalori rata-rata  1253.601 kal/8jam kerja. Tubuh akan mengalami kekurangan kalori pada saat mereka bekerja kurang lebih sekitar 6,5% dari makanan yang telah mereka makan setiap harinya. Untuk itu dilakukan perbaikan menu makanan dengan rata-rata sebesar 1284,013 kal/8jam. Hasil perbaikan mampu meningkatkan produktivitas kerja karyawan yaitu dari 73,99% menjadi 74,81%.
IDENTIFIKASI PENGARUH UMUR PESAWAT TERHADAP TINGKAT KECELAKAAN PESAWAT PADA SETIAP TIPE MASKAPAI PENERBANGAN (REGIONAL, FULL SERVICE, DAN LOW COST CARRIER) Rianita Puspa Sari; Dene Herwanto
Spektrum Industri Vol. 16 No. 2: Oktober 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v16i2.11532

Abstract

Peningkatan mobilitas penduduk dunia menjadikan penggunaan pesawat terbang sebagai alternatif transportasi yang sering digunakan masyarakat. Penggunaan pesawat terbang tidak lepas kaitannya dengan keselamatan dan keamanan penerbangan.  Negara yang memiliki standar tingkat keselamatan tinggi, sangat peka dan kritis terhadap masalah kecelakaan. Kecelakaan pesawat mendorong masyarakat untuk lebih memerhatikan keamanan dan keselamatan maskapai penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur pesawat dari suatu maskapai penerbangan terhadap jumlah kecelakaan. Maskapai yang diteliti berjumlah 202 maskapai penerbangan, dengan data diambil dari airlinesrating.com. Masing-masing maskapai penerbangan berasal dari negara yang berbeda-beda. Metode analisis Time Series–Causality Granger digunakan untuk mengetahui apakah umur pesawat memengaruhi jumlah kecelakaan. Uji tabulasi  silang  juga dilakukan  untuk  mengetahui  karakter  masing-masing  kategori  maskapai penerbangan. Hasil penelitian menunjukkan angka korelasi antara variabel umur pesawat dengan variabel tingkat kecelakaan pesawat adalah sebesar 0,009. Hal ini mengindikasikan tidak terjadi autokorelasi pada model regresi. Signifikansi model sebesar 0,017 menunjukkan bahwa H0 ditolak dan dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara umur pesawat dengan tingkat kecelakaan. Hasil analisis tabulasi silang mengindikasikan dari tingkat keselamatan, tipe maskapai kategori regional memiliki tingkat keselamatan yang sama dengan maskapai kategori full-service dan kategori low-cost carrier memiliki nilai yang paling rendah dari ketiga kategori maskapai.