cover
Contact Name
Fatma Hermining Astuti
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
spektrum.industri@ie.uad.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Selatan, Kragilan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta 55191
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
SPEKTRUM INDUSTRI
ISSN : 16936590     EISSN : 24422630     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Spektrum Industri is a media published scientific articles in the science scope related to engineering and/or industrial management both research and theoretical. Literature review will be considered if it is written by an expert. Spektrum Industri is published by Universitas Ahmad Dahlan in twice a year, every April and October. 5. Scope : Ergonomic, Work System Design and Product Design, Manufacturing System, Quality Management, Operationsal Research System Modeling, Industrial Management, Decision and Information System, Logistics and Supply Chain Management.
Articles 199 Documents
PERENCANAAN PERSEDIAAN KOMPONEN PADA PERUSAHAAN ORIGINAL EQUIPMENT MANUFACTURER MENGGUNAKAN METODE PERSEDIAAN DETERMINISTIK DINAMIS Erika Fatma; Intan Indriani R; Messy Fitriana
Spektrum Industri Vol. 17 No. 1: April 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v17i1.9354

Abstract

Determination of inventory of raw materials and components is needed to support the smoothness of the production process. Inventory management is done, in order to determine optimum inventory level, order lot size and reorder time that can minimize total inventory cost. This research applies some method in dynamic deterministic inventory model by comparing those method based on the lowest inventory total cost. This model solved basic inventory management problems, which are; the amount of goods to be ordered for each time the order made , when the order need to be made (r) and safety stock level. Based on this research, it is known that company may decrease its inventory cost by implementing suggested inventory method
PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI PELAT DINDING DAN ATAP INSULATED PANEL SYSTEM PENERAPAN METODE SIX SIGMA DENGAN KONSEP DMAIC Ridwan Usman
Spektrum Industri Vol. 17 No. 1: April 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v17i1.9360

Abstract

This research aims to identify, measure, and analyze process production of EPS (Expanded Polystyrene) Sandwich Panel produced by PT. BI. It also gave recommendation to improve the process production for increasing product quality. This products produced by PT. BI is still have high defects so that it need improvement  to decrease defect product. The approach used to solve this problem is Six Sigma method based on the stages of DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve and Control). Identification for defect product consists of defects occurred in the process bending plate, gluing, press roll pressing and cutting. The results of previous research obtained DPMO (Defect Per Million Opportunities) value is 6500 and sigma level is 3.98. It has not reached the expected target of 6 sigma. Analysis using fishbone diagram and FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) show that there is need for corrective action to improve company's performance. Proposed quality improvement is conducted by installing plastic roll (laminating coating) and replacing broken roll press. The result of proposed improvement shows DPMO value is 3227 and the sigma level is 4.22.
PENERAPAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DALAM MENGIDENTIFIKASI MASALAH KERUSAKAN PRODUK PAKAN AYAM PADA PT. JAPFA COMFEED INDONESIA, TBK UNIT LAMPUNG Marcelly Widya Wardana; Sulastri Sulastri; Siti Hasanah
Spektrum Industri Vol. 17 No. 1: April 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v17i1.9641

Abstract

PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk Unit Lampung is a company engaged in the field of animal feed with two types of products, namely pellet and crumble. The real condition that often occurs in this company is that there is a final product that has problems in animal feed that is not in accordance with predetermined quality standards. The purpose of this study is to analyze failures that cause product defects by using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method, getting the risk of the biggest production process failure in the RPN (Risk Priority Number) value, and proposing improvements for subsequent production. The method used in this study uses statistical tools in the form of check sheets, p control maps and Cause Failure Mode Effect (CMFE) analysis. The results of the control chart analysis show that chicken feed is within the control limit, and the highest Risk Priority Number (RPN) value is the filter with a value of 100 RPN so that the pellet can pass the final stage. To overcome this problem, the proposed improvement is to add a filter to the crumble machine and then carry out routine maintenance and inspection.
RANCANG BANGUN IPAL (INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH) PORTABLE UNTUK SKALA IKM DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI Silvia Uslianti; Ivan Sujana; Ratih Rahmahwati; Tri Wahyudi; Riadi Budiman
Spektrum Industri Vol. 17 No. 1: April 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v17i1.9673

Abstract

Berdasarkan Peraturan Daerah  Kota Pontianak No 2 Tahun 2013 disebutkan bahwa Intalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) termasuk dalam rencana tata ruang kota Pontianak jangka panjang. Hal ini mengindikasi baik industri besar maupun kecil wajib memiliki IPAL yang sesuai dengan baku mutu yang telah ditetapkan. Namun, berdasarkan data Badan Lingkungan Hidup (BLH) 2017, tingkat pengelolaan IPAL IKM masih dibawah 50% dari total IKM yang ada. Hal ini dikarenakan biaya dalam pengadaan IPAL yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun IPAL yang bersifat portable dan dapat dijangkau oleh industri kecil dengan menggunakan metode eksperimen  taguchi. Langkah-langkah penelitiannya dimulai dengan rancang body IPAL, kemudian eksperimen taguchi untuk menentukan media filter (Zeolit:Arang Aktif), Ketebalan Dacron, ketebalan ijuk dan jumlah plat (Kuat arus 10 A). Eksperimen taguchi dilakukan menggunakan orthogonal array L9(34). Berdasarkan eksperimen taguchi yang dilakukan menggunakan karakteristik kualitas yang dituju yakni  smaller the better diperoleh hasil kombinasi perbandingan zeolit dan arang aktif sebesar 70:30  dengan jumlah plat sebanyak 4  plat. Hal ini membuktikan bahwa kombinasi optimal faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan optimalisasi dari kerja IPAL portable. 
PERANCANGAN STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN METODE SERVQUAL DI TOSERBA MANDIRI DEMANGSARI Tofik Nurhidayat; Widyastuti -
Spektrum Industri Vol. 16 No. 1: April 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v16i1.9775

Abstract

Toserba Mandiri Demangsari merupakan salah satu mini market yang berada di, Kabupaten Kebumen dengan tingkat kunjungan mencapai 18.000 orang pertahun. Persaingan dalam bidang retail yang semakin ketat menuntut Toserba Mandiri Demangsari untuk meningkatkan kualitas pelayanannya. Berdasarkan hal tersebut dalam penelitian ini dilakukan perancangan strategi peningkatan kualitas pelayanan dengan metode servqual di Toserba Mandiri Demangsari. Penelitian diawali dengan identifikasi permasalahan service quality yang berdasarkan lima (5) dimensi yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Langkah selanjutnya ialah menentukan kriteria-kriteria dalam setiap dimensi dengan menggunakan metode FGD. Pembobotan prioritas kriteria yang ada di dalam setiap dimensi dilakukan dengan metode AHP. Dari hasil metode AHP ini diperoleh rekomendasi prioritas perbaikan kualitas pelayanan yaitu Toserba perlu melengkapi fasilitas-fasilitasnya (64%), Toserba perlu menyediakan tempat parkir yang nyaman (55%), Toserba perlu memberikan informasi produk yang jelas pada setiap barang yang dijual (25%), Toserba perlu melengkapi barang-barang belanjaan (20%), Toserba perlu meningkatkan keterampilan kasir untuk dapat bekerja dengan cepat dan akurat (12%), Toserba perlu meningkatkan kemampuan karyawan untuk cepat tanggap terhadap keluhan konsumen (11%), Toserba perlu memberikan garansi terhadap produk barang yang cacat (8%) dan Toserba perlu meningkatkan keramahan karyawan dalam melayani konsumen (5%).
ANALISA KUALITAS PELAYANAN BIOSKOP TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS PELANGGAN MENGGUNAKAN METODE STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) Mochammad Edo Herokholiqi; Atikha Sidhi
Spektrum Industri Vol. 16 No. 1: April 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v16i1.9776

Abstract

Bioskop XYZ adalah salah satu bioskop di wilayah kabupaten Sidoarjo yang mengutamakan kualitas dan kepuasan konsumen dengan terus memberikan layanan terbaik. Target pasar bioskop XYZ adalah masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. Karena itu, pemilihan lokasi pendirian bioskop ini ialah pada tingkat kabupaten. Berkembangnya teknologi membuat persaingan bioskop semakin ketat baik dari pesaing, pembajakan film, harapan pelanggan meningkat serta bioskop yang masih dibutuhkan sebagai hiburan alternatif. Maka dari itu pengelola bioskop dituntut untuk lebih kreatif menarik pelanggan dengan berbagai cara antara lain dengan meningkatkan pelayanan. Untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan, serta pengaruh kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan agar dapat memberikan beberapa usulan kepada bioskop berdasarkan hasil penelitian. Dalam meneliti hubungan variabel seperti permasalahan di atas digunakan metode Structural Equation Modeling (SEM). Hasil dari penelitian yang mengacu pada hasil uji hipotesa yang dilakukan menunjukkan bahwa variabel kualitas layanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan, variabel kepuasan pelanggan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan namun variabel kualitas layanan tidak berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan. Adapun indikator paling berpengaruh positif kualitas layananan yakni perhatian karyawan, pada kepuasan pelanggan yakni perasaan senang pelanggan dan pada variabel loyalitas pelanggan yakni merekomendasikan pada orang lain.
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI ALAT PULLER PADA MESIN CORE UNTUK MENURUNKAN CYCLE TIME DI CV XYZ Rudy Bowo Leksono; Tedjo Sukmono
Spektrum Industri Vol. 16 No. 1: April 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v16i1.9777

Abstract

Strategi global purchasing yang diterapkan oleh perusahaan produsen kendaraan bermotor di Indonesia telah memaksa suplier suplier lokal untuk berimprovisasi dan berinovasi dalam proses produksinya agar tetap bisa bersaing dengan kompetitor luar negeri. CV XYZ adalah sebuah perusahaan pengecoran besi yang memproduksi berbagai macam komponen otomotif. Perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Pasuruan ini menjual hasil produksinya ke beberapa peusahaan produsen kendaraan bermotor di tanah air. Dalam upayanya meningkatkan daya saing, perusahaan ini membuat program cost reduction untuk menurunkan biaya produksinya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah adanya usulan investasi alat puller yang dipasang di mesin core untuk menurunkan cycle time. Sebelum usulan investasi ini direalisasikan, perusahaan menginginkan dilakukan analisis kelayakan terlebih dulu. Dari hasil pengolahan data diperoleh besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk biaya investasi dan biaya operasional adalah Rp 16.203.923 sedangkan manfaat yang akan diterima sebesar Rp 29.547.013. NetPresent Value (NPV) nya sebesar Rp 1.416.191, Internal Rate Return (IRR) 16,08% dengan MARR yang ditetapkan perusahaan 15% sedangkan Pay BackPeriod (PBP) nya 1tahun 10,48 bulan. Dengan hasil seperti ini berarti investasi alat puller ini layak untuk direalisasikan.
PENGURANGAN DEFECT PADA PRODUK SEPATU DENGAN MENGINTEGRASIKAN STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) DAN ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) STUDI KASUS PT. XYZ Moch. Teguh Fajrin; Wiwik Sulistiyowati
Spektrum Industri Vol. 16 No. 1: April 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v16i1.9778

Abstract

PT. XYZ is a foreign capital investment companies are located in one area of town of Sidoarjo which has more than 7000 employees in it and of course want to have a high quality product . PT footwear products. XYZ is the world quality products that promote the quality and comfort of the wearer. Problems that occur in the production process of PT . XYZ of 7 -injection engine that has the most number of engine defect is 5.6 and 7. Quality products at heavily influence the shoe production to consumers. If damaged, then the product can not be distributed to consumers .Therefore , the quality of the shoes must be maintained for the successful marketing of the product. From our previous improvements made in reducing the defect in the production process , but the result is less than optimal , so do research that aims to make improvements again with another method . The method used in this research is to apply the methods of Statistical Processing Control (SPC) and Root Cause Analysis (RCA). The results of the check sheet analysis and Pareto diagram can be seen the frequency of product defects (defects) over roughing most occurred in March 2016 as many as 345 shoes (62%) of the total production of 489 products. Then the second frequency in February 2016 as many as 214 shoes (38%) of the total production of 357 products. And from the image Control Chart P can be concluded that the data are in a state of uncontrolled. Because of all these 50 data, there is one data point that is outside the control limits (out of control), on the 4th point the data has a value of the proportion of 1, beyond the limits Upper Control Limit (UCL) is equal to 0.938. During the dots located within the boundaries of a controller, a process is under controlled conditions, and no action required. However, one point that lies outside the control limit is interpreted as the fact that the quality control in the production process (injection) PT. XYZ uncontrolled or still experiencing irregularities. Whereas the causes of the failure of a critical process in the production process are humans, machines, methods and materials.
PENJADWALAN FLOW SHOP N JOB M MESIN DENGAN METODE FIRST COME FIRST SERVED (FCFS), EARLIEST DUE DATE (EDD) DAN ALGORITMA HEURISTIK POUR Dwi Agustina Kurniawati; Abdul Latief Irsyad
Spektrum Industri Vol. 16 No. 1: April 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v16i1.9779

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penjadwalan flow shop n job m mesin dengan pendekatan metode First Come First Served (FCFS), Earliest Due Date (EDD) dan Algoritma Heuristik Pour. Tujuan penelitian ini adalah melakukan perbandingan performansi antara ketiga metode tersebut untuk meminimalkan makespan. Dalam penelitian ini data waktu proses dan due date yang digunakan merupakan data random yang dibangkitkan dengan software Matlab 7.1. Kombinasi jumlah job dan mesin yaitu 4 job dan 2 mesin. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama yaitu melakukan perhitungan menggunakan metode enumerasi. Tahap kedua yaitu melakukan perhitungan dengan metode FCFS, EDD dan Pour. Parameter performansi yang digunakan yaitu makespan rata-rata, Efficiency Index (EI), Relative Error (RE), run time, dan nilai deviasi makespan rata-rata. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode terbaik untuk penjadwalan flow shop n job m mesin dalam meminimalkan makespan adalah Algoritma Heuristik Pour karena memiliki nilai makespan rata-rata terkecil yaitu 30,70 time unit, nilai EI < 1, nilai RE lebih dari 5% dan memiliki nilai deviasi yang terkecil yaitu 0,35 time unit. Meskipun metode Algoritma Heuristik Pour memiliki nilai run time yang paling lama akan tetapi nilai run time yang diperoleh masih dapat ditoleransi yaitu sebesar 2.741351 detik.
PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PEMILIHAN PEMASOK NATA DE COCO DENGAN METODE TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION (TOPSIS) Dian Eko Hari Purnomo
Spektrum Industri Vol. 16 No. 1: April 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v16i1.9780

Abstract

PT. XYZ merupakan suatu perusahaan manufaktur yang memproduksi nata de coco potongan. Konsumen dari produk nata de coco potongan adalah perusahaan makanan seperti PT.Garuda food Sidoarjo, PT. Sinar Mas Kudus, PT. Borobudur Semarang dan lain-lain. PT. XYZ mempunyai dua jenis yaitu pemasok kontrak dan pemasok tidak kontrak. Saat ini, di perusahaan dalam melakukan pemilihan pemasok tidak kontrak menjadi pemasok kontrak terkadang mengalami kesulitan. Kesulitan terebut terjadi karena belum adanya kriteria yang secara rinci dapat dipergunakan untuk pemilihan pemasok. Sehingga pada penelitian ini akan berusahaan menemukan kriteria-kriteria yang berpengaruh dalam pemilihan pemasok. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Selain itu, model yang telah dibuat akan diimplementasikan menjadi suatu Sistem Pendukung Keputusan (SPK). Kriteria yang dapat mempengeruhi pemilihan pemasok adalah jumlah total, jumlah total kualitas satu, jumlah total kualitas dua, jumlah total nata rusak, jumlah pengiriman maksimal, jumlah maksimal kualitas satu, jumlah maksimal kualitas dua, jumlah maksimal rusak, jumlah pengiriman minimal, jumlah minimal kualitas satu, jumlah minimal kualitas dua, jumlah minimal rusak, kerutinan, harga kualitas satu dan harga kualitas dua. Di samping itu, berdasarkan hasil pengujian Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang telah dibuat diperoleh kesimpulan bahwa sistem yang telah dibuat dapat dipergunakan nantinya oleh PT. XYZ.