cover
Contact Name
widyasari putranti
Contact Email
widyasari@pharm.uad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mediafarmasi@pharm.uad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Media Farmasi : Jurnal Ilmu Farmasi (Journal Of Pharmaceutical Science)
ISSN : 14127946     EISSN : 25035223     DOI : 10.12928
Core Subject : Health, Science,
Media Farmasi is a scientific journal published by the University of Ahmad Dahlan worked closely with Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Media Farmasi published two times a year, namely in March and September since 2002 with ISSN 1412-7946 and e-ISSN 2503-5223. The article published in the Journal Media Farmasi selected by editors and reviewed by the reviewer. Articles published in Media Farmasi must not be published in other journals or have been previously published. Media Farmasi publishes a review article, original article, as well as short communication in all scopes of Pharmaceutical Science.
Arjuna Subject : -
Articles 455 Documents
STUDI PENGGUNAAN CALCIUM CHANNEL BLOCKER (CCB) PADA PASIEN STROKE HEMORRAGHIC Nadriatul Utami; Didik Hasmono; Lilik Yusetyani
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 10, No 2: September 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.323 KB) | DOI: 10.12928/mf.v10i2.1174

Abstract

Stroke adalah penyakit yang dapat menyebabkan kematian di dunia. Di Indonesia, dapat menyebabkan stroke yaitu hipertensi sehingga diperlukan antihipertensi, Metode penelitian yang dilakukan yaitu studi observasi dengan menggunakan sampel menunjukkan penggunaan CCB yaitu nicardipine 64%, nimodipine 12%, amlodipine 2%, dan diltiazem 6%. salah satunya adalah golongan Calcium Channel Blocker (CCB). Maksud penelitian ini yaitu meneliti penggunaan CCB pada pasien dengan hemorrhagicstroke hospitalizations di Rumah Sakit Umum (RSU) Dr. Saiful Anwar Malang.retrospective descriptive method. Analisis dilakukan pada Bulan Januari sampai Desember 2012 pada medical records pasien yang didiagnosa menderita strokehemorrhagic dan menerima pengobatan CCB. Hasil dan Kesimpulan dari 54 jumlah pasien yang menderita stroke mencapai 8,3%. Faktor resiko terbesar yang 
OPTIMASI FORMULA MATRIK PATCH MUKOADHESIF EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle L.) MENGGUNAKAN MENTOL DAN PEG 400 SEBAGAI PERMEATION ENHANCER DAN PLASTICIZER Eka Indra Setyawan; IGN Agung Dewantara; IMD Dwi Putra
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 11, No 2: September 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3922.328 KB) | DOI: 10.12928/mf.v11i2.1872

Abstract

Daun sirih (Piper betle L) adalah tanaman obat tradisional yang secara empirik dimanfaatkan masyarakat untuk pengobatan antiinflamasi gusi. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi ekstrak etanol daun sirih ke dalam sistem penghantaran obat baru yakni patch mukoadhesif. Ekstrak daun sirih sebagai bahan aktif dibuat dengan teknik maserasi sedangkan formulasi patch dibuat menggunakan sistem matrix controlled. Bahan tambahan yang dipergunakan dalam pembuatan patch antara lain; hidroksipropil metilselulosa, polietilenglikol 400, dan mentol. Komposisi pemakaian polietilenglikol 400 dan mentol dalam formula ditentukan dengan menggunakan metode simplex lattice design. Evaluasi matrik patch meliputi; bobot matrik patch, ketebalan matrik patch, folding endurance dan loss on drying. Hasil penelitian memperlihatkan bobot matrik berkisar antara 0,510 - 2,837 g, tebal matrik antara 0,28 - 1,00 mm, folding endurance antara 60 - > 500 lipatan dan loss on drying antara 0,063% - 0,099%. Formula optimal dihasilkan oleh kombinasi mentol dan PEG 400 dengan perbandingan 2:0 atau dengan nilai desirability 0,931.   
Layanan Pesan Singkat Pengingat untuk Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat dan Kontrol Glikemik Pasien Diabetes Melitus di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Riza Alfian
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 12, No 1: Maret 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.525 KB) | DOI: 10.12928/mf.v12i1.3024

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit metabolisme yang merupakan kumpulan gejala yang timbul pada seseorang karena adanya peningkatan kadar glikemik darah di atas nilai normal. Ketidakpatuhan merupakan faktor kunci yang menghalangi pengontrolan glikemik darah sehingga membutuhkan intervensi untuk meningkatkan kepatuhan terapi. Pemberian layanan pesan singkat pengingat diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan terapi demi mencapai kontrol glikemikdarah yang diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan pesan singkat pengingat yang diberikan farmasis terhadap kepatuhan minum obat dan kontrol glikemik pasien diabetes melitus rawat jalan di Poliklinik penyakit dalam RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan kuasi eksperimental dengan pengambilan data secara prospektif pasien rawat jalan selama bulan April-Mei 2015. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 65 pasien. Pasien diberikan intervensi layanan pesan singkat pengingat selama 7 hari berturut-turut.Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner kepatuhan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS) dan data glikemik darah diambil dari rekam medik. Uji statistik Wilcoxon digunakan untuk menganalisis data pre dan post penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian layanan pesan singkat pengingat dapat meningkatkan kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus dimana kepatuhan pre pengukuran hanya 6,01±1,81 sedangkan post meningkat menjadi 7,30±0,99 (p<0,05). Kadar glikemik darah puasa dan kadar glikemikdarah 2 jam post prandial mengalami penurunan dengan rata-rata penurunan untuk kadar glikemik darah puasa sebesar 14,66 ± 43,19 mg/dl dan 2 jam post  prandial sebesar 25,09 ± 67,17 mg/dl (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian layanan pesan singkat pengingat oleh farmasis dapat meningkatkan kepatuhan pasien minum obat, hal ini ditunjukan dengan penurunan kadar glikemik darah pasien diabetes melitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin (p<0,05).
Formulasi Sediaan Sabun Mandi Padat Ekstrak Etanol Umbi Bawang Tiwai (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) Yullia Sukawaty; Husul Warnida; Ananda Verranda Artha
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 13, No 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.535 KB) | DOI: 10.12928/mf.v13i1.5739

Abstract

Kulit merupakan bagian dari tubuh yang melindungi bagian dalam tubuh dari gangguan fisik maupun mekanik, gangguan panas atau dingin, gangguan sinar radiasi atau sinar ultraviolet dan gangguan kuman. Hal tersebut memicu kebutuhan akan perlindungan kulit dengan menggunakan kosmetika seperti sabun. Salah satu bahan alami yang memiliki potensi sebagai antibakteri adalah umbi bawang Tiwai. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasi ekstrak etanol umbi bawang Tiwai (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) menjadi sabun mandi padat yang memenuhi persyaratan SNI 06-3532-1994. Uji mutu sediaan sabun mandi padat yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji organoleptik, pH, kadar air, dan asam lemak bebas. Uji dilakukan pada hari ke-1, ke-7 dan ke-14 untuk mengetahui perbedaan mutu selama waktu penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan sediaan sabun padat dari ekstrak etanol umbi bawang Tiwai (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) dengan variasi minyak zaitun, minyak kelapa dan minyak sawit dapat diformulasikan menjadi sabun mandi padat yang memenuhi persyaratan SNI 06-3532-1994. Kata kunci: antibakteri, Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb., sabun padat, SNI 06-3532-1994
HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG PENYAKIT DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI DI RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA Naili Ra fi&#039;ah; Dyah Aryani Perwitasari
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 14, No 1: Maret 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.575 KB) | DOI: 10.12928/mf.v14i1.9830

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) terjadi karena adanya resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Insidensi DMT2 mencapai 90-95% dari penyakit diabetes mellitus secara  umum. Adanya komplikasi yang menyertai DMT2 dapat membahayakan jiwa dan menurunkan kualitas hidup. Persepsi pasien tentang penyakit juga dapat berkontribusi terhadap kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, penilaian terhadap persepsi dengan kualitas hidup pasien DMT2 dengan komplikasi sangat penting karena kualitas hidup yang menurun akibat persepsi tentang penyakit yang buruk dapat memperparah penyakit dan menyebabkan kematian. Untuk mengetahui hubungan persepsi pasien dengan kualitas hidup DMT2 dengan komplikasi yang dinilai dengan menggunakan kuesioner Short Form 36 (SF-36) dan Brief Illness Perceptions Questionnaire (B-IPQ). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, pengambilan data secara prospektif pada pasien DMT2 dengan komplikasi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner SF-36 dan kuesioner persepsi B-IPQ. Pada penelitian ini dilakukan uji validasi pada kuesioner Sf-36. Analisis data  dilakukan secara deskriptif dan menggunakan uji regresi linear multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa domain konsekuensi, durasi, identitas dan respon emosi pada kuesioner persepsi B-IPQ berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien DMT2. Hasil tersebut didasarkan pada analisis regresi linear dengan metode stepwise yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara domain persepsi tentang penyakit (B-IPQ) dengan domain kualitas hidup (SF-36) yaitu domain fungsi fisik (p = 0,014), keterbatasan peranan emosi (p = 0,002), keterbatasan peranan emosi (p = 0,003),  fatigue (p = 0,000), kesehatan mental (p = 0,000), fungsi sosial (p = 0,002), nyeri (p = 0,008) dan kesehatan umum (p = 0,000). Ada hubungan bermakna antara persepsi tentang penyakit dengan kualitas hidup pada pasien DMT2 dengan komplikasi. Penelitian ini dapat menjadi dasar kepada seluruh tenaga kesehatan agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, intervensi klinis serta pemahaman pasien terkait penyakit DMT2 dengan komplikasi sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. 
EKSTRAKSI GELATIN DARI TULANG IKAN TENGGIRI MELALUI PROSES HIDROLISIS MENGGUNAKAN LARUTAN BASA Rizky Arcinthya Rachmania; Fatimah Nisma; Elok Mayangsari
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 10, No 2: September 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1875.143 KB) | DOI: 10.12928/mf.v10i2.1167

Abstract

Gelatin merupakan suatu protein yang diperoleh dari hidrolisis kolagen kulit dan tulang hewan. Penggunaan gelatin sangat luas dalam bidang industri pangan, non pangan dan farmasi. Umumnya gelatin diperoleh dari tulang atau kulit hewan mamalia, seperti sapi dan babi. Hal ini yang menjadikan gelatin dari tulang ikan tenggiri sebagai bahan alternatif untuk menghasilkan gelatin halal. Penelitian ini bertujuan membuat ekstrak gelatin dari tulang ikan tenggiri dengan menggunakan larutan NaOH konsentrasi 1 -5%. Parameter analisis yang diuji adalah analisis proksimat meliputi kadar air menggunakan metode thermogravimetri, kadar abu mengunakan metode drying ash, kadar nitrogen total dan kadar protein menggunakan metode Kjeldahl. Hasil penelitian diperoleh untuk kadar air sebesar 7,9568%, kadar abu 1,9444%, kadar N total 4,3356% dan kadar protein 27,097%. Dan rendemen terbanyak dari ekstrak gelatin diperoleh pada konsentrasi NaOH 5% yaitu 7,93%.
KONSELING FARMASIS MERUBAH PERILAKU PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH BANTUL, INDONESIA Riza Alfian; Akrom Akrom; Endang Darmawan
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 11, No 1: Maret 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3781.347 KB) | DOI: 10.12928/mf.v11i1.1399

Abstract

Hipertensi  merupakan  salah satu  faktor  resiko  utama  penyakit  jantung  koroner, gagal  ginjal,  dan  stroke.  Prevalensi  hipertensi  di  Indonesia  pada  tahun  2007 mencapai  angka  32,2%.  Perilaku  adalah  merupakan  faktor  kunci  yang menghalangi pengontrolan tekanan darah sehingga membutuhkan intervensi untuk mencapai keberhasilan  terapi.Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui pengaruh  konseling  farmasis  secara  oral terhadap  perubahan  perilaku  pasien hipertensi  rawat  jalan  di  Poliklinik  Penyakit  Dalam  Rumah  Sakit  PKU Muhammadiyah  Bantul. Penelitian  ini  menggunakan  rancangan  kuasi eksperimental  dengan  pengambilan  data  secara  prospektif  pasien  rawat  jalan selama periode Januari-April 2013. Kuesioner pengukuran tingkat perilaku yang terdiri dari  9  pertanyaan  dan  sudah  divalidasi  digunakan  untuk  mengambil  data awal  pasien  sebelum  diberi  konseling  dan  data  akhir  pasien  setelah  diberikan konseling. Penelitian ini melibatkan 60 pasien yang dibagi rata menjadi 30 pasien kelompok  kontrol  dan  30  pasien  kelompok  perlakuan. Hasil  penelitian  ini menunjukkan  konseling  yang  diberikan farmasis meningkatkan  skor  domain kognitif,  afektif,  dan  psikomotorik  kelompok perlakuan  secara  signifikan (p<0,05).  Rata-rata  peningkatan  skor  domain  kognitif  antara  kelompok  kontrol 0,33± 0,61 dan kelompok perlakuan 0,60 ± 0,96 tidak berbeda signifikan (p=0,39). Rata-rata  peningkatan  skor  domain afektif  dan  psikomotorik  pasien  hipertensi kelompok kontrol berturut-turut 0,03 ± 0,61, 0,20 ± 0,41 dan kelompok perlakuan berturut-turut 0,67 ± 0,55, 0,83 ± 0,83 berbeda signifikan (p=0,00). Berdasarkan hasil  penelitian  tersebut  dapat  disimpulkan  bahwa intervensi  konseling  yang diberikan farmasis dapat merubah perilaku pasien hipertensi ke arah positif yang menunjang untuk tercapainya keberhasilan terapi psikomotorik
Uji Perbandingan Aktivitas Antijamur Pityrosporum ovale dari Kombinasi Ekstrak Etanol Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) dan Daun Sirih (Piper betle) dengan Ketokonazol 2% Siti Sakinah; Nur&#039;aini Nur&#039;aini; Ayu Permata Ratu
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 12, No 1: Maret 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.402 KB) | DOI: 10.12928/mf.v12i1.3018

Abstract

Pityrosporum ovale adalah mikroorganisme yang diduga sebagai penyebab utama ketombe. Daun sirih mengandung minyak atsiri dimana komponen utamanya terdiri atas fenol dan senyawa turunannya seperti kavikol, kavibetol, karvakrol, eugenol, estragol, metileugenol, terpinen, seskuiterpen, fenilpropan, dan tanin. Daun sirih juga mengandung karoten, tiamin, riboflavin, asam nikotinat, vitamin C, gula, pati, dan asam amino. Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui efektivitas antijamur dari buah belimbing wuluh terhadap Pityrosporum ovale. Ekstrak buah belimbing wuluh mengandung flavonoid dan triterpen saponin. Dilakukan penelitian untuk meningkatkan efek antijamur daribahan alam tersebut dengan mengkombinasikan ekstrak daun sirih dan buah belimbing wuluh terhadap Pityrosporum ovale. Jenis penelitian ini mengikuti rancangan penelitian eksperimen dengan menggunakan subjek Pityrosporum ovale dan ekstrak etanol Buah Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) dan Daun Sirih (Piper betle). Metode yang digunakan dengan potensi antibiotik metode difusi penentuan zona hambat pada perbandingan 1:1 dengan konsentrasi 1%, 5%, 10%, 15%, dan 20% dibandingkan dengan Ketokonazol 2%. Tahapan penelitian dimulai dengan determinasi tanaman, pembuatan ekstrak belimbing wuluh(Averrhoa bilimbi L.) dan daun sirih (Piper betle) secara maserasi, identifikasi senyawa metabolit sekunder dengan cara pengujian alkaloid, tannin dan flavonoid, dilakukan pengenceran ekstrak berbagai konsentrasi, lalu dilakukan uji konsentrasi hambat minimum (KHM) dibandingan dengan ketoconazole 2%. Hasil zona hambat paling besar terdapat pada konsentrasi 5% dengan zona hambat 12,0 mm, namun masih kecil dibandingkan dengan ketokonazol 2%.  
Efek Pemberian Subkronis Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit (Curcuma Longa Linn.) Pada Hati Tikus Hestuning Winda Maharani; Moch. Saiful Bachri
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 12, No 2: September 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.659 KB) | DOI: 10.12928/mf.v12i2.3760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksik ekstrak etanol rimpang kunyit (Curcuma longa Linn.) terhadap hati tikus jantan galur Wistar jika diberikan jangka panjang (subkronis) dengan melihat aktivitas AST dan ALT. Tikus sejumlah 32 ekor, dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok I (kontrol) diberi larutan CMC-Na 0,5%, kelompok II, III dan IV diberi ekstrak etanol rimpang kunyit dosis 50, 100 dan 200 mg/kgBB. Perlakuan selama 31 hari, kemudian data hasil uji dianalisis menggunakan Uji Kruskal-Wallis dilanjutkan Uji Mann-Whitney U dengan taraf kepercayaan 95%. Dari hasil penelititan diketahui bahwa aktivitas AST dosis 50, 100 dan 200 mg/kgBB berturut-turut adalah 18,75±0,03 U/L, 18,75±0,03 U/L, dan 20,39±0,05 U/L. Evektivitas ALT adalah 23,42±0,02 U/L, 23,67±0,03 U/L, dan 24,45±0,05 U/L. Kontrol AST adalah sebesar 18,69±0,03 U/L dan ALT sebesar 23,49±0,02 U/L. Hasil analisis menunjukkan nilai AST dosis 50 dan 100 mg/kgBB tidak berbeda signifikan dengan AST kontrol, tetapi nilai AST dosis 200 mg/kgBB berbeda signifikan dengan kontrol namun masih dalam range normal, nilai ALT ketiga dosis tidak berbeda signifikan dengan ALT kontrol. Kesimpulannya adalah pemberian ekstrak etanol kunyit dosis 50, 100 dan 200 mg/kgBB selama 31 hari tidak menyebabkan toksik pada hati tikus jantan galur Wistar dilihat dari nilai AST dan ALT yang masih dalam range normal.   
PENGARUH KOMPLEKSASI INKLUSI ATORVASTATIN DENGAN β-SIKLODEKSTRIN TERHADAP FORMULASI DAN EVALUASI FAST DISINTEGRATING TABLETS (FDT) ATORVASTATIN Dilal Adlin Fadil; Taofik Rusdiana; Muchtaridi Muchtaridi
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 13, No 2: September 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.358 KB) | DOI: 10.12928/mf.v13i2.7768

Abstract

Atorvastatin merupakan salah satu zat aktif penurun kolesterol darah golongan statin atau inhibitor HMG-CoA reductase. Atorvastatin memiliki karaktersitik biofarmasetik kelarutan dalam air yang buruk tetapi  permeabilitas dalam membran usus yang tinggi (BCS kelas II), sehingga untuk memperbaiki bioavailabilitasnya dapat diupayakan dengan cara memperbaiki tingkat kelarutannya dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompleksasi inklusi atorvastatin dengan β-siklodekstrin terhadap kelarutan dan disolusinya serta terhadap proses formulasi sediaan Fast Disintegrating Tablets (FDT). Kompleks inklusi dibuat dengan cara kneading method dengan perbandingan molar atorvastatin dengan β-siklodkestrin; 1:1, 1:2, dan 1:3. Studi ketetapan kesetimbangan kompleks didapat 502,087 M-1. Hasil uji disolusi dalam medium buffer fosfat pH 6,8 menunjukkan peningkatan laju disolusi atorvastatin dalam kompleks inklusi atorvastatin-β-siklodkestrin (KIAS) masing-masing sekitar 5,76% (1:1); 8,89% (1:2); dan 7,73% (1:3). Hasil karakterisasi KIAS dengan metode X-ray difraction (X-RD), spektroskopi inframerah, dan differential scaning calorimetry (DSC) menunjukkan adanya pembentukan kompleks inklusi. Formulasi FDT dibuat dengan menggunakan metode kempa langsung terhadap 6 formula (3 formula menggunakan KIAS dan 3 formula tanpa KIAS), superdisintegrat yang digunakan adalah Kyron T 314 dengan variasi penggunaannya masing-masing sebanyak 2, 4, dan 6% dan variasi kekerasan tablet sebesar 4 dan 6 N. Hasil evaluasi FDT menunjukan bahwa FDT dengan KIAS lebih baik dibandingkan dengan FDT tanpa KIAS. Hasil uji disolusi FDT dalam medium buffer fosfat pH 6,8 diketahui terjadi peningkatan laju disolusi atorvastatin dalam FDT KIAS. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kompleksasi inklusi atorvastatin dengan β-siklodkestrin dapat meningkatkan laju disolusi atorvastatin secara signifikan.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 22 No. 2 (2025): September 2025 Vol. 22 No. 1: March 2025 Vol. 21 No. 2: September 2024 Vol. 21 No. 1: March 2024 Vol 20, No 2: September 2023 Vol. 20 No. 2: September 2023 Vol. 20 No. 1: March 2023 Vol 20, No 1: March 2023 Vol 19, No 2: September 2022 Vol. 19 No. 2: September 2022 Vol. 19 No. 1: March 2022 Vol 19, No 1: March 2022 Vol 18, No 2: September 2021 Vol. 18 No. 2: September 2021 Vol 18, No 1: Maret 2021 Vol. 18 No. 1: Maret 2021 Vol 17, No 2: September 2020 Vol. 17 No. 2: September 2020 Vol. 17 No. 1: Maret 2020 Vol 17, No 1: Maret 2020 Vol 16, No 2: September 2019 Vol. 16 No. 2: September 2019 Vol. 16 No. 1: Maret 2019 Vol 16, No 1: Maret 2019 Vol. 15 No. 2: September 2018 Vol 15, No 2: September 2018 Vol 15, No 1: Maret 2018 Vol 15, No 1 (2018) Vol. 15 No. 1: Maret 2018 Vol 14, No 2 : September 2017 Vol 14, No 2 : September 2017 Vol 14, No 1: Maret 2017 Vol. 14 No. 1: Maret 2017 Vol 14, No 1: Maret 2017 Vol 13, No 2: September 2016 Vol. 13 No. 2: September 2016 Vol 13, No 2: September 2016 Vol. 13 No. 1: Maret 2016 Vol 13, No 1: Maret 2016 Vol 13, No 1: Maret 2016 Vol 12, No 2: September 2015 Vol 12, No 2: September 2015 Vol. 12 No. 2: September 2015 Vol 12, No 1: Maret 2015 Vol 12, No 1: Maret 2015 Vol. 12 No. 1: Maret 2015 Vol 11, No 2: September 2014 Vol 11, No 2: September 2014 Vol. 11 No. 2: September 2014 Vol 11, No 1: Maret 2014 Vol 11, No 1: Maret 2014 Vol. 11 No. 1: Maret 2014 Vol. 10 No. 2: September 2013 Vol 10, No 2: September 2013 Vol 10, No 2: September 2013 More Issue