cover
Contact Name
widyasari putranti
Contact Email
widyasari@pharm.uad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mediafarmasi@pharm.uad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Media Farmasi : Jurnal Ilmu Farmasi (Journal Of Pharmaceutical Science)
ISSN : 14127946     EISSN : 25035223     DOI : 10.12928
Core Subject : Health, Science,
Media Farmasi is a scientific journal published by the University of Ahmad Dahlan worked closely with Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Media Farmasi published two times a year, namely in March and September since 2002 with ISSN 1412-7946 and e-ISSN 2503-5223. The article published in the Journal Media Farmasi selected by editors and reviewed by the reviewer. Articles published in Media Farmasi must not be published in other journals or have been previously published. Media Farmasi publishes a review article, original article, as well as short communication in all scopes of Pharmaceutical Science.
Arjuna Subject : -
Articles 455 Documents
Aktivitas Antihipertrigliserida Dan Antihiperglikemik Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam.) Pada Tikus Hipertrigliserida Diabetes Elly Wardani; Hadi Sunaryo; Muhammad Zaki Sopiani; Mulki Fatahillah
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 12, No 2: September 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.537 KB) | DOI: 10.12928/mf.v12i2.3759

Abstract

Gaya hidup yang tidak sehat (obesitas) menjadi pemicu utama meningkatnya prevalensi diabetes mellitus dan aterosklerosis atau bahkan komplikasi keduanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian ekstrak etanol 70% daun kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap penurunan kadar trigliserida dan glukosa darah pada tikus putih hipertrigliseridemia dan diabetes. Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus yang dibagi menjadi 6 kelompok. Sebagai bahan pembanding digunakan Fenofibrat dengan dosis 9 mg/KgBB dan Glibenklamid dosis 0,9 mg/KgBB. Bahan uji diberikan selama 21 hari menggunakan 3 variasi dosis, yaitu 150 mg, 300 mg dan 600 mg/KgBB. Berdasarkan hasil uji analisa statistik ANOVA satu arah disimpulkan bahwa dosis 300 mg/KgBB dan dosis 600 mg/KgBB mempunyai aktivitas yang sama dalam menurunkan kadar trigliserida darah dibandingkan dengan kontrol positif Fenofibrat dosis 9 mg/KgBB. Sedangkan ekstrak etanol 70% daun kelor dosis 150 mg/KgBB, 300 mg/KgBB dan 600 mg/KgBB mempunyai kemampuan menurunkan kadar glukosa darah tikus yang diinduksi aloksan dan pakan tinggi trigliserida sebanding dengan Glibenklamid dosis 0,9 mg/Kgbb.  
FORMULASI SABUN CAIR WANITA EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L) DAN AKTIVITASNYA TERHADAP Candida albicans Trilestari Trilestari; Ismiyati Ismiyati; Deddy Groho Suwardjo
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 13, No 2: September 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.476 KB) | DOI: 10.12928/mf.v13i2.7767

Abstract

Infeksi candida terjadi pada sebagian besar wanita. Jamur ini merupakan flora normal tubuh. Namun pada saat kondisi tubuh menurun infeksi candida menjadi sangat berbahaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya aktivitas anti jamur dari ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum sanctum  L) terhadap Candida albicans dan memformulasinya menjadi sediaan sabun cair untuk wanita. Penelitian ini menggunakan metode rancangan posttest only control groups. Penelitian dilakukan dengan cara remaserasi daun kemangi menggunakan etanol 96%. Ekstrak etanol daun kemangi (EEK) dengan konsentrasi 5%, 10%, 20%, 40%, 60% diuji aktivitasnya sebagai anti candida. Kontrol negatif digunakan DMSO dan kontrol positif nystatin 100 UI. Kemudian dibuat sabun cair dengan konsentrasi 1%, 5%, 10 %. Aktivitas anti candidanya diuji dengan menggunakan kontrol negatif basis krim dan kontrol positif sabun cair lactacid. Uji aktivitas anti candida menggunakan metode difusi padat. Aktivitas anti candida EEK dan sabun cair EEK dinyatakan dengan diameter zona hambat. Hasil yang diperoleh yaitu EEK dengan kadar 10%, 20%, 40%, dan 60% sensitif terhadap Candida albicans. Sediaan sabun cair wanita yang mengandung EEK dalam kadar 1%, 5%, dan 10% memiliki aktivitas anti jamur dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa sabun cair EEK kadar 1%, 5%, dan 10% potensial sebagai anti jamur terhadap Candida albicans.
ISOLASI PEKTIN DARI KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI PENGIKAT PADA SEDIAAN PASTA GIGI Kori Yati; Vera Ladeska; Adi Putra Wirawan
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 14, No 1: Maret 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.85 KB) | DOI: 10.12928/mf.v14i1.9824

Abstract

Buah naga selain dikonsumsi dalam bentuk segar juga diolah menjadi beberapa produk olahan. Kulit buah naga mengandung pektin ±10,8%. Pada industri farmasi dan makanan, pektin digunakan sebagai pengikat, pembentuk gel, penstabil, dan pengental. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi pektin, mengkarakterisasi pektin dan mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi pektin sebagai bahan pengikat terhadap viskositas yang dihasilkan pada sediaan pasta gigi. Pektin yang dihasilkan dianalisa secara kualitatif menggunakan FTIR dan memenuhi persyaratan JEFCA ( Joint Expert Committee for Food Additives (FAO/WHO)) dengan nilai susut pengeringan 11,03%, kadar abu 0,41 %, berat ekivalen 617,29 mg dan kadar metoksi 6,50% . Pektin yang sudah dikarakterisasi dibuat pasta gigi dalam 4 formula dengan konsentrasi pektin  sebesar 3%, 3,5%, 4% dan 4,5%, kemudian dievaluasi sifat fisiknya meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas dan sifat alir. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin meningkat konsentrasi penggunaan pektin kulit buah naga maka semakin besar pula viskositas yang dihasilkan.
VALIDASI PROTOKOL SKRINING VIRTUAL DAN ANALISIS INTERAKSI INHIBITOR ANTIPROLIFERASI SEL KANKER BERBASIS BAHAN ALAM TERHADAP RESEPTOR CYCLIN-DEPENDENT KINASE 4 (CDK 4) Rizky Arcinthya Rachmania
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 16, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.742 KB) | DOI: 10.12928/mf.v16i1.12101

Abstract

Salah satu target untuk menghambat penyebaran penyakit kanker adalah dengan menghambat proses proliferasi sel kanker yaitu dengan menghambat pengatur aktivitas siklus sel kanker  Cyclin dependent kinase 4 (CDK4).  Hingga saat ini, struktur kristal CDK4 belum tersedia. Struktur CDK4 yang mirip CDK2  belum tervalidasi terhadap inhibitor ligan native inhibitor reseptor CDK4, sehingga virtual skrining untuk menemukan senyawa bahan alam  untuk menghambat proliferasi sel kanker masih belum valid dalam pemakaian struktur kristal CDK4 dan sulit dilakukan pengembangan inhibitor CDK4. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi metode protokol skrining terhadap struktur CDK4 mirip CDK2 agar dapat digunakan sebagai struktur kristal dalam pengembangan inhibitor CDK4 dan melakukan virtual skrining senyawa bahan alam yang berpotensi sebagai inhibitor CDK4 sebagai antiproliferasi sel kanker. Metode yang digunakan untuk validasi protokol skrining virtual dengan cara redocking. Struktur kristal CDK4 mirip enzim CDK2 dengan kode PDB ID 1GII, 1GIH, dan 1GIJ akan diredocking dan pengamatan validasi berdasarkan nilai Root Mean Square Deviation (RMSD) < 2, sehingga protokol skrining yang di kembangkan ini diterima dan dapat dikembangkan untuk penelitian lebih lanjut untuk skrining virtual dalam usaha penemuan senyawa baru inhibitor antiproliferasi CDK4. Setelah itu dilakukan virtual skrining dan analisis interaksi antara 16 senyawa bahan alam dengan reseptor hasil validasi. Hasil validasi metode protokol skrining terhadap struktur CDK4 mirip CDK2 secara internal yang  diterima yaitu reseptor 1GIH dengan ligand native 1PU dan RMSD 0,8072. Virtual skrining dan analisis dari 16 senyawa bahan alam yang memiliki skor CHEMPLP terendah yaitu Naringin dengan skor CHEMPLP sebesar -94,1781 Kkal/mol yang jauh lebih baik dibandingkan senyawa pembanding flavopiridol namun masih lebih baik senyawa pembanding abemaciclib, ribociclib dan palbociclib. Interaksi ligand-reseptor pada naringin lebih didominasi oleh ikatan Hidrogen dibandingkan dengan senyawa pembanding abemaciclib, ribociclib dan palbociclib yang didominasi oleh interaksi hidrofobik, sehingga Naringin berpotensi sebagai inhibitor CDK4 sebagai antiproliferasi sel kanker.
EFFERVESCENTEKSTRAK KERING KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostanaL.) PERBANDINGAN PENGGUNAAN ASAM SITRAT DAN TARTRAT TERHADAP SIFAT FISIK GRANUL Rahmah Elfiyani; Naniek Setiadi Radjab; Luvi Selviatul Harfiyyah
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 11, No 1: Maret 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2593.033 KB) | DOI: 10.12928/mf.v11i1.1393

Abstract

Kulit  buah  manggis  kaya  akan  xanthon yang  bersifat  antioksidan.  Agar penggunaannya lebih praktis dibuatlah dalam sediaan granul  effervescent.Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan penggunaan asam sitrat, asam tartrat, dan kombinasi keduanya terhadap sifat fisik granul effervescent ekstrak kulit buah manggis.  Ekstrak  kering  kulit  buah  manggis  dimaserasi  dengan  air,  setelah  itu dibuat  serbuk  dengan  spray  drying,  kemudian  serbuk  kering  yang dihasilkan dibuat  granul  effervescent secara  granulasi  basah  menggunakan  sumber  asam berbeda-beda  yaitu  asam  sitrat(FI),  asam  tartrat  (FII),  kombinasi  asam  sitrat : asam  tartrat  (1:2)  (FIII)  dalam  konsentrasi  30%.  Evaluasi granul  meliputi  uji organoleptis,  susut  pengeringan, sifat  alir,  distribusi  ukuran  partikel,  waktu melarut,  uji  pH  dan  indeks  kompresibilitas.  Hasil  evaluasi  waktu  melarut diperoleh:  FI 3’2; FII 3’34; dan FIII 4’20. Berdasarkan  hasil  penelitian  dapat disimpulkan bahwa penggunaan asam sitrat sebagai sumber asam  meningkatkan sifat  fisik  granul  yaitu  waktu  melarut  granul  effervescent ekstrak  kulit  buah manggis (Garcinia mangostana L.) menjadi lebih cepat. Kata Kunci:  Buah  Manggis  (Garcinia  mangostana L.),  Granul  Effervescent, Asam Sitrat, Asam Tartrat
PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN LEUKEMIA AKUT DEWASA DENGAN FEBRILE NEUTROPENIA SETELAH PEMBERIAN KEMOTERAPI AGRESIF DI RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS JAKARTA Baiq Nurbaety; Dyah Aryani Perwitasari; Rizka Andalusia
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 11, No 2: September 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5012.078 KB) | DOI: 10.12928/mf.v11i2.1877

Abstract

Pasien dengan penyakit leukemia pada umumnya rentan terhadap infeksi dan apabila terkena infeksi seringkali sulit diatasi. Pemilihan antibiotika harus berdasarkan hasil kultur, pola resistensi serta guideline yang ada karena mikroorganisme dan sensitivitasnya terhadap antibiotika senantiasa berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotika pada pasien dewasa dengan leukemia akut yang mengalami febrile neutropenia setelah pemberian kemoterapi di RS Kanker Dharmais Jakarta. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data pasien secara retrospektif dan prospektif periode bulan Januari - Mei 2014. Data semua pasien yang memenuhi kriteria inklusi diambil dari catatan rekam  medis pasien. Pada penelitian ini terdapat 18 episode febrile neutropenia pada pasien dewasa dengan leukemia akut. Pengggunaan antibiotika empirik monoterapi ditemukan sejumlah 10 episode (55,56%) dan yang terbanyak digunakan adalah sefepim (27,78%) sedangkan penggunaan antibiotika empirik kombinasi ditemukan sejumlah 8 episode (44,44%) dan yang terbanyak adalah kombinasi sefepim dengan amikasin (22,22%). Pada 16 episode (88,89%)  regimen antibiotika yang digunakan telah sesuai dengan guideline terbaru dari IDSA, NCCN dan Panduan  Tatalaksana Febrile Neutropeni / Demam Neutropenia pada Pasien Kanker. Antibiotika empirik yang digunakan sesuai dengan hasil kultur adalah sebesar 66,67%. Durasi antibiotika yang diberikan pada pasien febrile neutropenia adalah 6 sampai 34 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien yang mengalami keberhasilan terapi sebanyak 16 episode (88,89%). 
Aplikasi Silika Mcm-41 Sebagai Material Berpori Dalam Adsorpsi Ibuprofen Mustofa Ahda
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 12, No 2: September 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.748 KB) | DOI: 10.12928/mf.v12i2.3754

Abstract

Telah dilakukan kajian terhadap proses pemanfaatan MCM-41 sebagai padatan pendukung dalam transfer ibuprofen. MCM-41 disintesis menggunakan metode hidrotermal. Aplikasi MCM-41 sebagai padatan pendukung dilakukan dengan mengamati perubahan karakter MCM-41 baik struktur kristal MCM-41 dan kemampuan adsorpsinya terhadap ibuprofen. Hasil karakterisasi dengan difraksi sinar X terdeteksi 2Ɵ : 22,62 dan 23,10. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan adsorpsi MCM-41 terhadap ibuprofen terdeteksi dengan penghilangan pelarut pada temperatur kamar. Hal ini juga dibuktikan dengan data kemampuan MCM-41 dalam mengadsorpsi ibuprofen mengalami kenaikan dengan bertambahnya konsentrasi ibuprofen. Kata kunci: MCM-41, ibuprofen, adsorpsi
Studi Pharmacovigilance Obat Herbal Di Puskesmas Kasihan II Bantul Nur Mahdi; Dyah Aryani Perwitasari; Nyoman Kertia
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 13, No 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.038 KB) | DOI: 10.12928/mf.v13i1.5744

Abstract

Kejadian Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki (ROTD) dari obat-obat herbal merupakan hal yang masih jarang diteliti di Indonesia. Gaya hidup kembali ke alam menjadi cukup popular saat ini, sehingga masyarakat kembali memanfaatkan berbagai bahan alam, termasuk pengobatan dengan tumbuhan obat atau herbal. Dengan meningkatnya penggunaan obat herbal di Indonesia, maka diperlukan pemantauan keamanan pada obat-obat herbal.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran kausalitas kejadian ROTD serta mengetahui kualitas hidup pasien yang mendapatkan resep obat herbal. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional deskriptif, pengambilan data secara consecutive sampling secara prospektif. Pengambilan data selama dua bulan saat penelitian berlangsung, setelah itu dianalisis kejadian ROTD dan tanpa ROTD serta dinilai kualitas hidup pasien. Instrumen yang digunakan untuk menganalisis adalah algoritma Naranjo dan kuesioner SF-36. Hasil wawancara kepada 25 subyek penelitian pada pengamatan prospektif dan retrospektif, subyek yang melaporkan adanya kejadian ROTD sebanyak 3 subyek (12%). Sebanyak 2 subyek dengan kategori possible (mungkin) dan 1 subyek dengan kategori probable (cukup mungkin). ROTD yang muncul adalah gatal-gatal, nyeri pinggang, mual, ngantuk dan dada berdebar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat kejadian ROTD pada pasien yang diberikan terapi herbal, gambaran kausalitas kejadian ROTD adalah kategori possible dan probable. Kata kunci: pharmacovigilance, reaksi obat yang tidak dikehendaki, obat herbal.
EFEK EKSTRAK ETANOL BIJI BUAH KEBIUL (Caesalpinia bonduc L. Roxb) TERHADAP BATU GINJAL TIKUS SPRAGUE DAWLEY YANG DIINDUKSI ETILEN GLIKOL 0,75% DAN AMONIUM KLORIDA 2% Tiara Rizki Handayani; Sapto Yuliani
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 13, No 2: September 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.198 KB) | DOI: 10.12928/mf.v13i2.7774

Abstract

Penyakit ginjal dapat disebabkan karena ada pembentukan batu yang terbentuk dari komplek kalsium sehingga dapat mengganggu fungsi ginjal. Biji buah kebiul (Caesalpinia bonduc (L.) Roxb) mengandung flavonoid yang dapat mencegah pembentukan endapanbatu di ginjal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek ekstrak etanolbiji buah kebiul pada batu ginjal tikus Sprague Dawley (SD) yang diinduksi etilen glikol 0,75% dan amonium klorida 2%. Sebanyak 30 ekor tikus, dewasa, jantan, dibagi menjadi 6 kelompok yang mendapat perlakuan sebagai berikut: kontrol normal diberi akuades; kontrol sakit, diberi akuades; kontrol positif, diberi obat X dengan dosis 2,7 mL/kg BB, dan kelompok ekstrak diberi ekstrak biji kebiul dengan variasi dosis yaitu 250, 500, dan 1000 mg/kg BB. Induksi batu ginjal dilakukan dengan pemberian etilen glikol 0,75% dan amonium klorida 2% 2 jam setelah pemberian esktrak etanol biji buah kebiul dan obat X  selama 10 hari pada semua kelompok, kecuali kelompok normal. Efek terhadap batu ginjal ditentukan berdasarkan jumlah kalsium urin, kadar kreatinin dan ureum serum. Data jumlah kalsium yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan uji Kruskall Wallis dilanjutkan dengan uji Mann Whitney, sedangkan data kreatinin dan ureum serum yang diperoleh dianalisis dengan one way ANOVA dilanjutkan dengan uji LSD. Signifikansi hasil dinyatakan dengan p<0,05. Jumlah kalsium urin, kadar kreatinin dan ureum serum kelompok ekstrak tidak berbeda bermakna (p>0,05) dibandingkan dengan kelompok kontrol sakit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol biji buah kebiul dosis 250, 500 dan 1000 mg/kg BB tidak memberikan efek pada batu ginjal tikus SD yang diinduksi etilen glikol dan amonium klorida.
ANALISIS PERBEDAAN PENGOBATAN DIABETES MELITUS TIPE II PADA PASIEN BPJS DAN PASIEN UMUM Zainul Islam; Numlil Khaira Rusdi; Nurhasnah Nurhasnah
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 14, No 2 : September 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.819 KB) | DOI: 10.12928/mf.v14i2.11240

Abstract

Peningkatan prevalensi diabetes akan meningkatkan biaya pengobatan. BPJS diberlakukan di Indonesia sejak tahun 2014 dan sistem klaimnya menggunakan tarif INA CBGs. Rumah sakit harus dapat melakukan penghematan sehingga tarif INA CBGs menutupi seluruh biaya pasien. Salah satu penghematan adalah dengan menggunakan obat yang ada dalam formularium nasional atau obat generik terpilih. Tapi masih banyak masyarakat yang menganggap obat generik adalah obat murah dan tidak berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengobatan Diabetes Melitus pada pasien BPJS dan pasien umum dilihat dari lama rawat, penurunan kadar gula darah dan biaya terapi. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif di tiga rumah sakit. Data dianalisa terhadap 50 pasien umum dan 129 pasien BPJS dengan SPSS-22 menggunakan uji T dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan  tidak ada perbedaan antara pasien BPJS dan pasien umum dalam hal lama pasien dirawat (p=0,219), penurunan kadar gula darah sewaktu (p=0,509) dan ada perbedaan yang signifikan dari biaya rata-rata terapi obat pada pasien BPJS  dan pasien umum (p=0,030). Hasil penelitian tidak ada perbedaan penurunan kadar gula darah dan lama pasien di rawat di rumah sakit pada pasien BPJS dan pasien umum, sehingga dapat disimpulkan kualitas pelayanan pasien BPJS dan pasien umum adalah sama. Perbedaan terdapat pada biaya pengobatan, dimana biaya pengobatan pasien BPJS lebih murah dibandingkan dengan pasien umum sehingga pasien BPJS lebih diuntungkan dari pasien umum.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 22 No. 2 (2025): September 2025 Vol. 22 No. 1: March 2025 Vol. 21 No. 2: September 2024 Vol. 21 No. 1: March 2024 Vol 20, No 2: September 2023 Vol. 20 No. 2: September 2023 Vol. 20 No. 1: March 2023 Vol 20, No 1: March 2023 Vol 19, No 2: September 2022 Vol. 19 No. 2: September 2022 Vol. 19 No. 1: March 2022 Vol 19, No 1: March 2022 Vol 18, No 2: September 2021 Vol. 18 No. 2: September 2021 Vol 18, No 1: Maret 2021 Vol. 18 No. 1: Maret 2021 Vol 17, No 2: September 2020 Vol. 17 No. 2: September 2020 Vol. 17 No. 1: Maret 2020 Vol 17, No 1: Maret 2020 Vol 16, No 2: September 2019 Vol. 16 No. 2: September 2019 Vol. 16 No. 1: Maret 2019 Vol 16, No 1: Maret 2019 Vol. 15 No. 2: September 2018 Vol 15, No 2: September 2018 Vol 15, No 1: Maret 2018 Vol 15, No 1 (2018) Vol. 15 No. 1: Maret 2018 Vol 14, No 2 : September 2017 Vol 14, No 2 : September 2017 Vol 14, No 1: Maret 2017 Vol. 14 No. 1: Maret 2017 Vol 14, No 1: Maret 2017 Vol 13, No 2: September 2016 Vol. 13 No. 2: September 2016 Vol 13, No 2: September 2016 Vol. 13 No. 1: Maret 2016 Vol 13, No 1: Maret 2016 Vol 13, No 1: Maret 2016 Vol 12, No 2: September 2015 Vol 12, No 2: September 2015 Vol. 12 No. 2: September 2015 Vol 12, No 1: Maret 2015 Vol 12, No 1: Maret 2015 Vol. 12 No. 1: Maret 2015 Vol 11, No 2: September 2014 Vol 11, No 2: September 2014 Vol. 11 No. 2: September 2014 Vol 11, No 1: Maret 2014 Vol 11, No 1: Maret 2014 Vol. 11 No. 1: Maret 2014 Vol. 10 No. 2: September 2013 Vol 10, No 2: September 2013 Vol 10, No 2: September 2013 More Issue