Articles
19 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 1 (2017): April 2017"
:
19 Documents
clear
Pengaruh Menggunakan Model PBL (Problem Based Learning) Terhadap Hasil Belajar IPA Fisika SMP N 7 Kota Bengkulu
Maryam, Eka
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (231.888 KB)
|
DOI: 10.12928/jrkpf.v4i1.6465
Penelitian ini dilakukan di SMP N 11 Kota Bengkulu. Hasil analisis diperoleh nilai ICC sebesar 0,990 angka ini menunjukan bahwa soal tes memiliki stabilitas yang tinggi karena nilai ICC antar pengukur ⥠0,8. Nilai 0,990 juga berati bahwa 85,8 persen dari variasi skor butir berasal dari variasi sesungguhnya antar butir. Sebesar 29 persen variasi butir berasal dari variasi antar panelis dan residual error. Dilihat dari aspek penilaian skor rata-rata setiap butir tes terdapat hasil penilaian ⥠3 yang diartikan bahwa butir tes termasuk dalam kriteria memenuhi 4 aspek penilaian yang telah dibuat. Pembelajaran dengan menggunakan model PBL (Problem Based Learning) dapat nilai rata-rata tes awal, tes ahir dan nilai rata-rata gain pada kelas eksperimen yaitu: pada kelompok tinggi berada pada kriteria tinggi dengan nilai gain 0,96 pada kelompok sedang berda pada kriteria tinggi dengan nilai gain 0,74 dan pada kelas kelompok rendah berada pada kriteria sedang dengan nilai gain 0,63. This research was conducted in SMP N 11 Kota Bengkulu. The analysis results obtained ICC value of 0.990 it shows that the test has a high stability because ICC value between denomination ⥠0.8. The value of 0.990 also means that 85.8 percent of the grain score variations come from actual variations between items. It is about 29 percent of the grain variations come from variations between panelists and residual errors. Based on the aspect of scoring the average score of each test item are ⥠3 which means that the test item included in the criteria fulfill the 4 aspects of the assessment that has been made. Learning by using the PBL model (Problem Based Learning), can be obtained the average value of the initial test, the final test and the average value of gain in the experimental class is: in the High group is on high criteria gained a value of 0.96, in the Medium group is based on criteria High gained a value of 0.74 and in the Low group class is in the medium criteria gained a value of 0.63.
Profil Pembelajaran Suhu dan Kalor di SMA Se-Kabupaten Keerom
Budiarti, Indah Slamet;
Suparmi, Suparmi;
Cari, Cari;
Sarwanto, Sarwanto;
Harjana, Harjana
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (407.341 KB)
|
DOI: 10.12928/jrkpf.v4i1.6466
Pembelajaran melibatkan tiga aspek yaitu kognitif, psikomotor, dan afektif. Penelitiaan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran suhu dan kalor di SMA se-Kabupaten Keerom. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif . Sampel diambil menggunakan teknik purposive random sampling, yang terdiri dari tiga SMA di Kabupaten Keerom. Data diperoleh melalui pengamatan di kelas dan wawancara secara mendalam pada guru yang mengajar pada materi suhu dan kalor. Berdasarkan data dan analisis, hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran suhu dan kalor di SMA se kabupaten Keerom belum sesuai dengan hakekat pembelajaran sains dimana tidak semua guru menerapkan model pembelajaran berbasis pada siswa. Hanya satu SMA yang menggunakan model pembelajaran yang berbasis pada siswa yaitu menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan metode demostrasi, walaupun masih terdapat kelemahan pada proses pembelajarannya yaitu hanya beberapa siswa yang aktif dalam pembelajaran. Learning involves three aspects: cognitive, psychomotor, and affective. This research aims to describe the learning of the subject: temperature and heat in the Keerom regency high school. This research is a descriptive research. The sample was taken using purposive random sampling technique, which consisted of three High Schools in Keerom Regency. Data were obtained through in-class observation and in-depth interviews on teachers who taught on temperature and heat subject. Based on the data and analysis, the results of this study shows that learning temperature and heat in high school in Keerom regency is not in accordance with the nature of science learning where not all teachers apply learning models based on students. Only one high school using a learning model based on students is using cooperative learning model with demonstration method, although there is still a weakness in the learning process that is only some students who are active in learning.
Kemampuan Mahasiswa Pendidikan Fisika dalam Menyelesaikan Soal Ujian Nasional Fisika SMA Ditinjau dari Daerah Sekolah Asal
Bhakti, Yoga Budi;
Napis, Napis
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (253.096 KB)
|
DOI: 10.12928/jrkpf.v4i1.6467
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal UN mata pelajaran Fisika ditinjau dari asal SMA/MA, dan (2) untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang berarti antara mahasiswa yang asal SMA/MA yang berbeda dalam menyelesaikan soal UN mata pelajaran fisika. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika semester enam. Teknik analisis dilakukan menggunakan analisis deskriptif, sedangkan pengujian hipotesis menggunakan Rumus Kruskal-Wallis. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah: (1) Rerata skor kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal UN mata pelajaran fisika adalah 40,64, Jika ditinjau dari asal SMA/MA yang berada di Kota Jakarta adalah 50,31, di Kota Depok adalah 30,41; Kota Tangerang adalah 34,50; Kota Bekasi adalah 43,41; Kota Karawang adalah 42,50; di Kota Indonesia Timur adalah 37,00 dan di Kota Medan adalah 40,00 dan (2) Terdapat perbedaan yang signifikan antara ketujuh kelompok dalam hal menyelesaikan soal UN mata pelajaran Fisika tingkat SMA/MA. The purpose of this study was: (1) to know the ability of students to solve national examination problems of physics subjects in terms of the origin of schools (2) to know whether there is a significant difference between the students of different school in completing the national exam of subjects physics. Research subject is physics education program student at six semester. Analyzes were performed using descriptive analysis, hypothesis testing while using Kruskal-Wallis formula. Conclusions from the study are: (1) The average score of physical education students ability to solve national examination problems of physics subjects is 40.64, in terms of the origin of Schools in Jakarta is 50.31; Depok is 30.41; Tangerang is 34.50; Bekasi is 43.41; Karawang is 42.50; City of East Indonesia is 37.00 dan Medan is 40.00 and (2) There is a difference significantly among the seven groups in completing the national examination on phyiscs subject.
Optimalisasi Penggunaan WhatsApp dalam Perkuliahan Penilaian Pendidikan Fisika
Khusaini, Khusaini;
Suyudi, Agus;
Winarto, Winarto;
Sugiyanto, Sugiyanto
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (732.092 KB)
|
DOI: 10.12928/jrkpf.v4i1.6462
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pentingnya penggunaan aplikasi online terutama WhatsApp (WA) dalam kegiatan pembelajaran terutama perkuliahan Penilaian Pendidikan Fisika. Tiga puluh dua responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah calon guru fisika di jurusan fisika FMIPA UM. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam kegiatan ini berupa angket, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dari penggunaan WA bagi keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi serta kuliah baik dalam perkuliahan tatap muka maupun dalam jaringan (daring). Mahasiswa juga merasa perlu untuk mencoba menerapkan penggunaan WA dalam kegiatan pembelajaran kelak maupun dalam perkuliahan lain. Kedekatan serta diskusi antar mahasiswa dan dosen-mahasiswa dapat terjadi dengan baik serta meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Penelitian ini juga menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh penggunaan WA terhadap prestasi belajar mahasiswa. This study aims to describe the importance of Online Application use particularly WhatsApp (WA) during learning activities in particular in a Physics Education Assessment lecture. Thirty-two respondents involved are pre-service Physics Teachers learning at Physics Department FMIPA UM. Questionnaire and interview were employed to obtain data about the importance of WA in the lecture. The study shows positive influences of WA application to studentsâ activity during discussion section in both face-to-face meeting and online discussion. The participants also thought that they need to employ WA during both future Physics class and other lectures. The application also encouraged student discussion with their peer and also the lecturer. This study also indicates the need of further research about WA application and studentsâ achievement.
Kemampuan Pemecahan Masalah Materi Listrik Dinamis pada Pembelajaran Guided Inquiry Berbantuan PhET pada Mahasiswa S1 Pendidikan Fisika
Riantoni, Cicyn;
Yuliati, Lia;
Mufti, Nandang
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (491.113 KB)
|
DOI: 10.12928/jrkpf.v4i1.6468
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah mahasiswa setelah dibelajarkan dengan pembelajaran guided inquiry berbantuan PhET. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan desain embeded eksperimental model. Subjek penelitian terdiri dari 35 mahasiswa pendidikan fisika Universitas Negeri Jambi yang sedang menempuh mata kuliah Fisika Dasar II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan skor kemampuan pemecahan masalah mahasiswa setelah dibelajarkan dengan pembelajaran guided inquiry berbantuan PhET dengan N-gain dalam kategori sedang dan effect size dalam kategori kuat. Jika dilihat dari daya beda pretest dan posttest didapatkan nilai t sebesar 12,48 dengan signifikansi 0,000. Hasil ini menunjukkan kemampuan pemecahan masalah sebelum diajarkan dan setelah diajarkan guided inquiry berbantuan PhET berbeda secara signifikan dengan nilai posttest lebih baik dari pretest. The aim of this study is to know the ability of studentâs problem solving after studied with guided inquiry and PhET simulations. This study used mixed method with a design of the embedded experimental model to get result of research. The subjects are 35 students of physics education in Jambi University who learning basic physics. The result shows that scores of students problem-solving ability increase after learned with guided inquiry assisted PhET with N-Gain in the medium category and the effect size in the high category. If viewed from different pretest and posttest show t values 12,48 and 0,000 significance. These results indicate that skill of problem-solving before and after learned with collaborate guided inquiry and PhET significantly different with the value of posttest is better than the pretest.
Rancang Bangun Alat Eksperimen Sederhana Gerak Proyektil
Wijaya, Pradita Adnan;
Fauzi, Umar;
Latief, Fourier Dzar Eljabbar;
Firdaus, M. Thoha
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (481.535 KB)
|
DOI: 10.12928/jrkpf.v4i1.6463
Menentukan gerak proyektil merupakan permasalahan penting dalam sejarah perkembangan ilmu mekanika. Gerak proyektil adalah gerak suatu benda yang diberi kecepatan awal, kemudian menempuh lintasan yang arahnya sepenuhnya dipengaruhi oleh percepatan gravitasi dan hambatan udara. Untuk mempermudah pemahaman peserta didik mengenai materi gerak proyektil, telah dibuat suatu alat eksperimen gerak proyektil sederhana. Diharapkan alat ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang mudah diaplikasikan, ditiru dan terjangkau bagi pihak sekolah maupun lembaga pendidikan. Determining projectile motion is an important issue in the history of the development of mechanics. The motion of a projectile is the motion of an object given the initial velocity, then travels the path whose direction is completely influenced by the acceleration of gravity and air resistance. To facilitate students understanding of projectile motion material, a simple projectile motion experiments tool has been developed. It is expected that this tool can be used as a learning media that is easy to apply, imitated and affordable for schools and educational institutions.
Konsistensi Pemahaman Konsep Kecepatan dalam Berbagai Representasi
Taqwa, Muhammad Reyza Arief;
Hidayat, Arif;
Sutopo, Sutopo
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (513.509 KB)
|
DOI: 10.12928/jrkpf.v4i1.6469
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemahaman konsep dan konsistensi mahasiswa dalam menggunakan konsep saat menyelesaikan soal fisika pada topik kecepatan dalam berbagai format representasi. Dalam penelitian ini digunakan 4 soal pilihan ganda beralasan dalam format representasi berbeda. Penelitian dilakukan pada 26 mahasiswa S1 pendidikan fisika dan 22 mahasiswa S1 fisika tahun pertama di Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman konsep kecepatan masih tergolong rendah yang ditandai dengan rata-rata skor mahasiswa hanya mencapai 43,49. Selain itu, alasan yang diberikan mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa tidak konsisten dalam mendefinisikan kecepatan karena pemahaman yang belum utuh. Beberapa kekeliruan mahasiswa diantaranya: (1) kecepatan adalah posisi per satuan waktu tempuh, (2), (3) tanpa memahami bahwa persamaan tersebut hanya benar jika percepatan konstan, (4), dan (5) tidak memperhatikan tanda (+/-) pada kecepatan. This study aims to look at the students conceptual understanding and the studentsâ consistency in used concept when them solved the physics problems in velocity with variety of representation formats. There are 4 MCQs reasoned in a different format representations to achieve these goals. The study was conducted on 26 S1 physical education students and 22 S1 physics students in first year. The results showed that the studentsâ conceptual understanding is still relatively low which is characterized by an average score of students reached only 43.49. Moreover, the reason given students showed that students are still not consistent in defining velocity due to knowledge in pieces. Some studentsâ mistakes are: (1) Velocity is the position per unit of time, (2), (3) without understanding that this equation is only true if the acceleration is constant, (4), and (5) do not pay attention to the sign (+/-) on velocity.
Rancang Bangun Prototype Media Pembelajaran Fisika Berbasis Micro Controller NodeMCU
Muchlis, Fayakun;
Toifur, Moh.
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (344.353 KB)
|
DOI: 10.12928/jrkpf.v4i1.6464
Penelitian ini bertujuan menghasilkan prototype media pembelajaran fisika berbasis micro controller NodeMCU. Prototype media pembelajaran fisika tentang Hukum II Newton telah dikembangkan dengan mengkombinasikan sensor IR obstacle, NodeMCU, dan sketch program Arduino IDE sebagai counter waktu dan papan track, kubus berlubang, katrol, benang, dan kepingan logam sebagai perangkat pendukung. Hasil eksperimen telah memperlihatkan nilai percepatan benda pada bidang licin lebih besar daripada bidang kasar. Hasil analisis grafik hubungan percepatan vs resultan gaya eksternal menunjukkkan berbanding lurus dan grafik hubungan percepatan vs massa benda menunjukkan berbanding terbalik. Dengan demikian dapat disimpulkan media pembelajaran fisika berbasis NodeMCU mampu memvisualisasikan, menjelaskan dan membuktikan Hukum II Newton. This research is aimed to develop a prototype of physics instructional media based on micro controller. Physics learning media about Newtonâs second law prototype has been developed by combining IR sensor obstacle, NodeMCU, and sketch program the Arduino IDE as counter time, and tracking, block, pulley, rope and metal strip as support device. The experimental results show that the value of acceleration of the object on a slippery plane is larger than the rough plane. The results of the analysis of the acceleration and the resultant graph shows that the external force is directly proportional and a graph showing the acceleration vs the objects mass is inversely proportional. Thus we can conclude that Physics learning media based on NodeMCU is valid in explaining and proving Newtons II.