cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : 2355620X     DOI : 10.12928
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
Pengaruh quantum teaching metode PQ4R berdasarkan keragaman kecerdasan terhadap hasil belajar fisika Pujianti Bejahida Donuata
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.012 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v6i1.11094

Abstract

Pembelajaran dengan quantum teaching metode PQ4R didasarkan pada keragaman kecerdasan (Multiple Intelegence) siswa  dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa. Selain itu, quantum teaching juga berpengaruh dalam membantu retensi dan transfer belajar siswa, membantu siswa dalam pemahaman diri, dan memberikan umpan balik tentang efektivitas pengajaran. Untuk melihat pengaruh penerapan quantum teaching metode PQ4R (preview, question, read, reflect, recite, review) dalam meningkatkan hasil belajar fisika siswa, maka diterapkan metode lain yang dijadikan sebagai pembanding yakni PQRST (preview, question, read, summarized, test). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang diajar dengan menggunakan quantum teaching metode PQ4R yang didasarkan pada keragaman kecerdasan dengan siswa yang diajar menggunakan metode PQRST. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas dengan masing-masing 27 siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest-Postest Design. Instrumen yang digunakan adalah perangkat pembelajaran dan soal tes hasil belajar berupa soal pilihan ganda. Hipotesis penelitian ini yakni ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar menggunakan Quantum Teaching metode PQ4R berdasarkan keragaman kecerdasan (multiple intelligence) dengan menggunakan metode PQRST Analisis statistik menggunakan uji t, dengan satu pihak untuk uji hipotesis. Dari hasil analisis data diketahui bahwa hasil belajar fisika siswa yang diajar dengan Metode PQ4R berdasarkan keragaman kecerdasan lebih tinggi daripada hasil belajar fisika siswa yang diajar dengan metode PQRST.Teach by using Quantum Teaching with PQ4R method based on Multiple Intelegence can increase the study result of student's physic learning. Except that, Quantum Teaching can help the students in retention, process of transferring, self-understanding, and responding about effectiveness of teaching. Goal of this research is to know if there are some differences of physics study result between, students given Quantum Teaching with PQ4R method based on multiple intelegence in each class meeting, with students given PQRST method. Sample of this research consists of two classes that are, kelas XA as experimental class involving 27 students and kelas XB as control class involving 27 students using Control Group Pretest-Postest Design. Instruments are syllabus, learn planning, and test of study result. Statistic analysis uses t test, by testing two groups for the first hypothesis and testing another for the next hypothesis. From the data analysis recognized that students physic study result taught by giving Quantum Teaching with PQ4R method based on multiple intelegence is higher then students physic study result  taught by PQRST method. Kata kunci: Quantum teaching, PQ4R, Study result
Pengembangan instrumen penilaian kinerja peserta didik berbasis pendekatan saintifik pada praktikum pengukuran kelas X SMA Vina Serevina; MM Aris Santoso; Cecep Rahmat
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.748 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v5i2.9951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian kinerja berbasis pendekatan saintifik pada materi pengukuran kelas X SMA untuk mengukur kinerja yang valid dan reliabel. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan Borg dan Gall. Penelitian ini dilakukan di Universitas Negeri Jakarta pada bulan Agustus - November 2017. Tahap uji coba ke peserta didik dilakukan di Kelas X SMAN 73 Jakarta. Penelitian ini menggunakan adalah jenis research and development, studi pengembangan yang dilakukan mengadopsi siklus Borg dan Gall, dengan tahapan studi literature (Research and information collecting), perencanaan (Planning), Pengembangan produk awal (Develop preliminary form of product), Uji coba lapangan skala terbatas (Preliminary field testing), revisi produk (Main product revision), Uji Coba Skala utama (Main field testing), Penyempurnaan hasil uji coba skala utama (Operational product revision). Uji validasi produk (Operational field testing), melakukan revisi akhir (Final product revision) dan Penyebarluasan produk yang dikembangkan (Dissemination and implementation ). Instrumen diujikan secara terbatas pada peserta didik kelas X SMA N 73 Jakarta, hasil uji validitas butir dari 57 butir menjadi 48 butir yang valid. Uji Reliabilitas menggunakan Alpha Crobach. Hasil r hitung 0,864 dimana r tabel 0,334, berdasarkan hasil penelitian instrumen penilaian kinerja berbasis saintifik dapat mengukur kinerja pada kegiatan pembelajaran fisika materi pengukuran. This study aims to develop student performance appraisal instruments based on the scientific approach of student performance on high school physics measurement material for a valid and reliable result. This study uses research and development of Borg and Gall. It was conducted at the Jakarta State University in August - November 2017. In the testing phase to the students conducted in X Class of 73 Jakarta Senior High School. It uses the type of research and development, the development studies were conducted using the Borg and Gall cycles, with phase of literature study research and information collecting, planning, develop preliminary form of product, preliminary field testing, main product revision, main field testing, operational product revision, operational field testing, final product revision and dissemination and implementation. The instrument is tested on a limited basis for students of grade X of 73 Jakarta Senior High School, the results of the analysis of the instrument that has been tested its validity have decreased the number of grains from 57 to 48 items valid. While the reliability test using Alpha Cronbach. From the calculation obtained r count 0,864 with r table 0,334, from the results of this study can be concluded that the instruments based on scientific performance appraisal meet the requirements and feasible to be used as an instrument of performance appraisal on the learning activity of physics measurement material. Kata kunci: performance appraisal instrument, scientific approach, borg and gall development model
Pengembangan bahan ajar fisika SMA berbasis masalah menggunakan android untuk meningkatkan kemampuan evaluasi peserta didik Rizkiani Maghfirotun Istiqomah; Eko Setyadi Kurniawan; Sriyono Sriyono
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.73 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v6i1.11366

Abstract

Penelitian dan pengembangan bahan ajar Fisika berbasis masalah menggunakan aplikasi eXe-Learning dan Android ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan peningkatan kemampuan mengevaluasi peserta didik pada pembelajaran Fisika. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Sebagai subyek penelitian adalah peserta didik kelas X SMA Negeri 7 Purworejo. Instrumen berupa lembar keterlaksanaan pembelajaran, lembar validasi produk, lembar observasi kemamampuan mengevaluasi, angket respon peserta didik, dan tes hasil belajar. Berdasarkan analisis data diperoleh: validasi kelayakan bahan ajar oleh dosen ahli dan guru Fisika memperoleh skor 3,44 dalam kategori cukup baik, sedangkan uji reliabilitas menunjukkan percentage agreement sebesar 89,52%, (reliabel); hasil uji kemampuan peserta didik dalam mengevaluasi selama proses pembelajaran diperoleh N-gain 0,359 pada kategori peningkatan sedang. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar Fisika SMA berbasis masalah menggunakaan Android layak dan dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar Fisika.The research and development of problem-based Physics teaching materials using the eXe-Learning and Android application aims to determine the feasibility and improve the students ability to evaluate in learning Physics. This study refers to the ADDIE development model. As the subject of the study were students of class X of SMA Negeri 7 Purworejo. The instruments used in the study were learning implementation sheets, product validation sheets, observation sheets for the ability to evaluate, student questionnaire responses, and learning outcome tests. Based on the data analysis of the study obtained: the feasibility validation of teaching materials by expert lecturers and Physics teachers scored 3.44 in the fairly good category, while reliability testing showed a percentage agreement of 89.52%, (reliable); the test results of students' ability in evaluating during the learning process obtained N-gain 0.359 on the medium improvement category. It can be concluded that the High School Physics teaching materials based on problems use Android appropriately and can be used as an alternative to Physics teaching materials. Kata kunci: Bahan ajar, eXe-Learning, berbasis masalah, kemampuan mengevaluasi
Desain kuis pembelajaran fisika berbasis teknologi pada materi hukum gravitasi universal Rian Priyadi
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.287 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v6i1.11845

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan kuis pembelajaran fisika berbasis teknologi pada materi hukum gravitasi universal. Pengembangan kuis pembelajaran fisika menggunakan model 4-D. Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran telah valid dan layak untuk diujicobakan. Berdasarkan hasil analisis dari persepsi responden (N=33), media yang dikembangkan sudah praktis dan bisa digunakan sebagai media belajar responden. Penelitian lanjutan diharapkan dapat menguji keefektifan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi yang telah dikembangkan dan mengembangkan media berbasis teknologi pada materi lainnya.This study purpose to develop technology-based learning quiz in the universal gravity law topic. The Development of this quiz on physics learning using 4-D model. The validation results show that the learning media is valid and feasible to be tested. Based on results of analysis perceptions of respondents (N = 33), obtained that the media developed is practical and can be used as a medium for student learning. Further research is expected to be able to test the effectiveness of the use of technology-based learning media that have been developed and develop technology-based media on other topic.Kata kunci: media pembelajaran, teknologi, hukum gravitasi universal
Pengembangan bahan ajar eksperimen fisika berbasis video based laboratory menggunakan wahana permainan taman kanak-kanak pada materi mekanika Syam Mustika Aisya; Ishafit Ishafit
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.98 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v6i1.13394

Abstract

Pada umumnya dalam pembelajaran fisika lebih baik belajar memahami dari pada menghafal konsep-konsep karena bukan hanya teori saja akan tetapi juga ada eksperimen yang dilakukan untuk membantu siswa dalam memahami materi yang diberikan guru di kelas. Pada penelitian ini dibuat bahan ajar yang membuktikan bahwa penerapan fisika dalam kehidupan sehari-hari akan terbukti secara nyata dengan langkah-langkah eksperimen berbasis Video Based Laboratory. Langkah ini membantu siswa dalam memahami  proses pembelajaran di kelas mengenai pokok bahasan mekanika gerak. Metode yang digunakan adalah Research and Development dengan model 4-D terdiri dari empat langkah yaitu pendefinisian (define), perencanaan (design), pengembangan (develop), dan penyebarluasan (Disseminate). Produk yang dikembangkan telah diujikan pada siswa kelas XI di SMA Negeri 5 Yogyakarta, dengan instrumen berupa angket kelayakan. Hasil penelitian pengembangan bahan ajar berupa buku panduan eksperimen fisika berbasis video based laboratory menggunakan wahana taman kanak-kanak dan CD sebagai bahan eksperimen mendapat penilaian dari validator ahli materi 88%, validator ahli media sebesar 83,6%, dan hasil uji lapangan terhadap siswa 83,79%. Berdasarkan hasil tersebut, bahan ajar yang dikembangkan dikategorikan sangat layak untuk digunakan sebagai bahan ajar.In most cases, it is to understand than memorize in physics learning. It is because not only a theory but also an experiment to help students understanding the subject given by the teacher. For this research, it uses a teaching content that proves the application of physics in daily life will be proven visibly through experiment steps based Video based laboratory. This step helps the student to understand the process of learning about the chapter on motion mechanics. The method of this research is RND with 4-D model. The 4-D model consists of 4 steps, those are define, design, develop, disseminate. The product that will be developed has been tested by the students in the 12 grade in SMAN 5 Yogyakarta with feasibility questionnaire. The experimental result of the developing teaching content is physics experiment guidebook based video-based laboratory using kindergarten's playground and CD as experimental material to get a rating from the validator. It gets 88% from a content expert validator, 83,6% from a media expert validator, the field test result for student get 83,79%. Based on the result, the teaching content that has been developed is categorized as very decent to be used as a teaching content Kata kunci: Bahan Ajar, Mekanika, Video Based Laboratory
Pemanfaatan Siter, Kendang, Saron, Kenong, dan Gender sebagai media pembelajaran fisika Eko Nursulistiyo
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.774 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v6i1.13393

Abstract

Telah dilakukan kajian mengenai pemanfaatan siter, kendang, kenong, saron, dan gender dalam gamelan sebgai media pembelajaran fisika. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui konsep apa saja yang bisa diajarkan menggunakan media pembelajaran gamelan dan bagaimana caranya. Metode yang digunakan adalah dengan studi pustaka dan pandalaman. Hasilnya adalah a) Siter dapat digunakan untuk menjelaskan konsep getaran, tinggi rendah bunyi dan hubungan panjang tali dengan frekuensi bunyi. Frekuensi bunyi diukur menggunakan aplikasi sound analyser free, b) Kendang dapat digunakan untuk menjelaskan konsep bunyi berasal dari getaran melalui eksperimen dengan menaburkan beras diatasnya, c) Saron dan kenong dapt digunakan untuk menjelaskan tinggi-rendah dan kuat lemah bunyi dengan memukul pada nada berbeda untuk mengajarkan tinggi rendah bunyi dan mengatur tinggi rendahnya pemukul untuk mengajarkan kuat lemah bunyi, d) Gender dapat digunakan untuk menjelaskan resonansi bunyi pada pipa organa tertutup dengan mengukur kedalaman dari kolom di bawah bilah logam dan mencatat frekuensinya.Studies have been carried out regarding the use of siter, kendang, kenong, saron, and gender in gamelan as a medium for learning physics. The purpose of this study is to find out what concepts can be taught using gamelan learning media and how. The method used is by literature study. The result is a). "Siter" can be used to explain the concept of vibration, high low sound and the relationship of the length of the rope to the sound frequency. Sound frequency is measured using the sound analyzer free application, b). "Kendang" can be used to explain the concept of sound originating from vibrations through experiments with sprinkling rice on it, c). "Saron" and "kenong" can be used to explain the high and low weak sound by hitting on a different tone to teach high low sound and set the height of the paddle to teach strong weak sound, d). "Gender" can be used to explain sound resonance in a closed organ pipe by measuring the depth of the column under the metal blade and recording its frequency. Kata kunci: gamelan, pembelajaran fisika, getaran, bunyi
Peningkatan Keterampilan Proses Sains Melalui Pembelajaran Berbasis Laboratorium Untuk Mewujudkan pembelajaran Berkarakter Riswanto Riswanto; Novi Ayu Kristiana Dewi
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 4, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.758 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v4i2.8164

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 1 Pekalongan, Lampung Timur. Berdasarkan hasil observasi siswa di kelasVIII dan wawancara dengan kepala Laboratorium IPA fisika diperoleh gambaran bahwa laboratorium disana memiliki alat-alat laboratorium yang cukup memadai namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Upaya penyelesaiannya diterapkan pembelajaran berbasis laboratorium, yaitu suatu konsep pembelajaran yang memadukan antara kegiatan praktik dan pembelajaran teori di laboratorium. Tujuannya yaitu untuk mendorong siswa agar selalu aktif dan kreatif dalam menghasilkan keterampilan proses sains yang dimilikinya melalui kegiatan praktikum secara berkelanjutan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII.5 yang terdiri dari 28 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas yang berlangsung selama 2 siklus, setiap siklusnya terdiri dari 3 kali pertemuan. Untuk keakuratan data yang diperoleh peneliti dibantu oleh 4 orang observer dalam mengamati keterampilan proses sains siswa dan karakter keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh sebanyak 85,71% siswa telah memiliki keterampilan proses sains dengan skor >71dan sebanyak 67,86% siswa telah menunjukan karakter keaktifan dengan skor >72. Dari hasil ini disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis laboratorium mampu meningkatkan keterampilan proses sains serta mampu medorong terwujudnya karakter keaktifan siswa dalam bentuk karakter tanggung jawab menyusun laporan, merapikan alat, dan kerjasama antar kelompok. Saran dari peneliti, hendaknya dalam penerapan pembelajaran berbasis laboratorium guru selalu membimbing, memberikan perhatian dan mengontrol kinerja tiap kelompok praktikum.This research was conducted at SMP N 1 Pekalongan, Lampung Timur. Based on the observations of students in class VIII and interviews with the head of Physics Laboratory of science got the picture that the laboratory there has enough laboratory equipment but not yet fully utilized. So as an effort to solve it applied laboratory-based learning, which is a learning concept that combines practical activities and theory learning in the laboratory. The goal is to encourage students to always be active and creative in fostering the science process skills they have through practicum activities in a sustainable manner. The subject of this research is the students of class VIII.5 consisting of 28 students. This research is a study of Action Act which lasted for 2 cycles, each cycle consists of 3 times meeting. For the accuracy of data obtained by researchers assisted by 4 observers in observing the skills of students' science processes and student activeness. Based on the results of research, obtained as much as 85.71% of students have had the science process skills with a score of >71 and as many as 67.86% of students have shown the character of liveliness with a score of >72. From this result, it is concluded that laboratory-based learning can improve the science process skills as well as able to encourage the realization of student activeness character by continuously. Suggestions from researchers should be in the application of teacher-based learning teachers always guide, give attention and control the performance of each group lab.
Pengembangan tes kemampuan literasi sains pada materi momentum dan impuls dengan Analisis Item Response Theory (IRT) Della Apriyani Kusuma Putri; Taufik Ramlan Ramalis; Purwanto Purwanto
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.511 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v5i1.9212

Abstract

Kemampuan literasi sains adalah suatu kemampuan yang memungkinkan seseorang untuk membuat suatu keputusan dengan pengetahuan konsep dan proses sains yang dimilikinya. Berbagai macam permasalahan yang terjadi di era globalisasi ini menuntut siswa untuk tidak hanya cakap dalam aspek kognitif tapi juga mampu memberi keputusan untuk memecahkan permasalahan, sehingga dapat dikatakan bahwa kemampuan literasi sains adalah kemampuan yang penting dan harus dimiliki siswa. Oleh karena itu, dibutuhkan instrumen untuk mengukur kemampuan literasi sains. hal inilah yang mendasari peneliti mengembangkan instrumen kemampuan literasi sains. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengetahui karakteristik tes kemampuan literasi sains fisika siswa SMA pada materi momentum dan impuls berdasarkan aspek literasi sains yang dikemukakan oleh Gormally. Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Sebelum diuji coba tes telah divalidasi oleh tiga orang validator dan menghasilkan kesimpulan bahwa tes cukup baik dan dapat diuji coba. Hasil analisis menggunakan Item Response Theory menunjukkan bahwa model 3PL adalah model yang sesuai dengan karakteristik tes. Sedangkan karakteristik tes yang meliputi daya pembeda, tingkat kesukaran, dan faktor tebakan termasuk dalam kategori baik. Science literacy skills is an ability that allows one to make a decision with the knowledge of the concepts and processes of science has. A wide variety of problems that occur in a globalized world requires students to not only proficient in cognitive but also able to make a decision to solve the problem, so it can be said that the ability of science literacy is an important capability and must be owned by the students. Therefore, the instrument is required to measure the ability of science literacy. This problem is underlying instrument researchers develop scientific literacy capabilities. The purpose of this research is to develop scientific literacy proficiency test for high school students on the physics material of momentum and impulse based on aspects of scientific literacy proposed by Gormally. The research method applied is research and development (Research and Development) which is the research methods used to produce a particular product and test the effectiveness of the product. Before tested, the test has been validated by a validator of three people and lead to the conclusion that the test quite well and can be tested. The result using analysis Item Response Theory shows that the model 3PL is a model match to the characteristics of the test. Whereas the characteristics of the test which includes distinguishing, level of difficulty and guess factors included in good categories. Kata kunci: Kemampuan Literasi Sains, Item Response Theory, Momentum dan Impuls
Kajian Metode Power Teaching sebagai Alternatif Metode Pembelajaran Sains di Kelas Eko Nursulistiyo
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2014): Vol I: April 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.821 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v1i1.1518

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk studi pustaka mengenai metode pembelajaran Power teaching. Power teaching adalah metode pembelajaran dengan mengacu pada lima langkah pembelajaran yaitu 1). Class “Yes”, 2). Classroom rules (aturan di dalam kelas), 3). Teach “Okay” (Ajar “Oke”), 4). The Scoreboard, 5). Hands and eyes (tangan dan mata) dan Mirror (pencerminan), 6). Switch. Power teaching sesuai dengan kerucut pengalaman Edgar Dale dan memberikan kontribusi kontribusi 70- 90 % dari apa yang dikatakan dan dilakukan karena siswa melakukan pembicaraan (giving a talk) atau presentasi dramatik kepada siswa lainya. Metode Power teaching ini cocok digunakan dalam proses pembelajaran sains/fisika dengan memperhatikan beberapa hal berikut ini 1). Konsep yang mudah dipahami dapat diajarkan langsung oleh guru, 2). Konsep yang cukup sulit dapat diajarkan dengan memerintahkan siswa membaca dan memahami kemudian baru mengajarkan kepada teman sebayanya, 3). Evaluasi hendaknya dapat dilakukan untuk mengecek pemahaman siswa karena pembelajaran yang tergolong cepat dan kemungkinan terjadi miskonsepsi, 4). Konsep diajarkan secara bertahap dimana setiap tahapan dijelaskan oleh guru dan dipahami oleh siswa sehingga siswa mendapatkan pemahaman yang utuh dan dimengerti pada akhirnya, 5). Materi yang terlampau sulit bagi siswa harus dipikirkan ulang bagaimana menganjarkanya kepada siswa dengan metode ini.
Pengembangan Media Pembelajaran Alat Peraga pada Materi Hukum Biot Savart di SMA Negeri 1 Prambanan Klaten Erwan Afriyanto
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.045 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v2i1.3131

Abstract

Pada kenyataannya masih sedikit sekali sekolah yang memanfaatkan laboratorium, khususnya untuk fisika. Bahkan banyak sekolah yang tidak memiliki alat-alat praktikum fisika. Hal ini tentunya akan mempersulit proses belajar mengajar fisika. Misalnya dalam pembelajaran di SMA, siswa kesulitan untuk memahami materi khususnya dalam pembahasan mengenai medan magnetik, maka perlu dibuat alat peraga atau eksperimen yang menjelaskan tentang medan magnetik. Tujuan penelitian ini adalah membuat media pembelajaran alat peraga pada materi hukum biot savart dengan memanfaatkan induksi magnetik yang dihasilkan oleh kumparan, mengetahui bentuk grafik induksi magnetik dengan besarnya kuat arus yang berbeda-beda teganganya, dan membuat modul sebagai panduan praktikum fisika di sekolah pada sub pokok bahasan induksi magnetik.Kumparan yang digunakan adalah kumparan yang berbentuk lingkaran dan memiliki lilitan kawat yang tebal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk grafik hubungan antara besar induksi magnetik yang dihasilkan oleh kumparan dengan besar kuat arus yang berbeda-beda tegangannya, jumlah lilitan yang digunakan adalah 200 lilitan dan berdiameter 7 cm. Penentuan hubungan grafik antara besar induksi magnetik (B) dan besar kuat arus dilakukan dengan menghitung secara manual, setelah itu menggunakan bantuan microsoft exel untuk membuat grafik. Cara mendeteksi ada medan magnet maupun tidak menggunakan sensor magnet yang dibuat sendiri menggunakan reed switch.Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran alat peraga sederhana pada materi hukum biot savart dapat bekerja dengan baik, terbukti alat dapat menghasilkan induksi magnetik (B) dengan cara mendeteksinya menggunakan sensor magnet yang terbuat dari reed switch. Dari grafik hubungan antara besar induksi magnetik (B) yang dihasilkan oleh kumparan dapat diketahui bahwa grafik besar induksi magnetik (B) naik ketika nilai tegangan besar dan jumlah lilitan banyak dan grafik induksi magnetik (B) kecil ketika tegangan kecil dan jumlah lilitan sedikit. Grafik hubungan antar besar induksi magnetik dan besar kuat arus adalah berbentuk linier. Dapat dibuat modul praktikum pengembangan eksperimen alat peraga sederhana pada materi hokum biot savart dengan metode induksi magnetik pada kumparan.

Filter by Year

2014 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 2 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 2 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 1 (2021): April 2021 Vol 7, No 2 (2020): October 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 2 (2019): Oktober 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 1 (2018): April 20180 Vol 5, No 1 (2018): April 20180 Vol 5, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 5, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 20170 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 20170 Vol 4, No 1 (2017): April 20170 Vol 4, No 1 (2017): April 20170 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 4, No 1 (2017): April 2017 Vol 4, No 1 (2017): April 2017 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 20160 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 20160 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 20160 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 20160 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 2016 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 2016 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 2016 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 2016 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 20150 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 20150 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 20150 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 20150 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 2015 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 2015 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 2015 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 2015 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 20140 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 20140 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 2014 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014): Vol I: April 2014 Vol 1, No 1 (2014): Vol I: April 2014 Vol 1, No 1 (2014) More Issue