cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : 2355620X     DOI : 10.12928
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
Perbedaan hasil belajar fisika siswa antara model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan model pembelajaran Prediction, Observation, and Explanation (POE) di kelas X SMA Negeri 5 Lubuklinggau Tri Ariani
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.378 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v3i2.5145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Hasil Belajar Fisika Siswa antara Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan Model Pembelajaran Prediction, Observation, And Explanation (POE) di Kelas X SMA Negeri 5 Lubuklinggau Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen semu yang dilaksanakan dengan membandingkan kelompok eksperimen I dan kelompok eksperimen II desain penelitian ini pre-test post-test group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 5 Lubuklinggau Tahun Pelajaran 2015/2016, yang terdiri dari 314 siswa dari 9 kelas. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (Simple Random Sampling) dengan cara pengundian nomor kelas populasi. Pengumpulan data berupa tes, data tes yang sudah dianalisis dengan uji-t, pada taraf a= 0,05, diperoleh thitung > ttabel (2,17 > 2,00). Rata-rata akhir hasil belajar fisika kelas eksperimen I sebesar 73,4 sedangkan pada kelas kelas eksperimen II sebesar 69,14. Sehingga dapat disimpulkan ada Perbedaan Hasil Belajar Fisika Siswa antara Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Dengan Model Pembelajaran Prediction, Observation, And Explanation (POE) Di Kelas X SMA Negeri 5 Lubuklinggau Tahun Pelajaran 2015/2016. The aim of this research was to find out the Comparative Results Between Students Studying Physics Learning Model Problem Based Learning (PBL) with Learning Model Prediction, Observation, And Explanation (POE) in the Class X SMAN 5 Lubuklinggau 2015/2016 Academic Year . This research was a quantitative research methods of experimental research conducted by comparing the experimental group I and group II experimental research design was a pre-test post-test group design. As the population in this research were all students of class X SMA Negeri 5 Lubuklinggau Academic Year 2015/2016, consisting of 314 students from the ninth grade. Sampling is done randomly (Simple Random Sampling) by means of the draw number population class. The collection of data in the form of the test, the test data that were = 0.05, obtained a analyzed by t-test, t-test based on the level of t> t table (2.17> 2.00). The average end result of learning physics class experiment I of 73.4 while the experimental class II class at 69.14. So, it can be concluded that there Comparative Results Between Students Studying Physics Learning Model Problem Based Learning (PBL) With Learning Model Prediction, Observation, And Explanation (POE) In Class X SMAN 5 Lubuklinggau in academic year 2015/2016.
Analisis pemahaman konseptual mahasiswa pada materi kinematika partikel melalui tes diagnostik Ino Angga Putra; Eko Sujarwanto; Novia Ayu Sekar Pertiwi
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.528 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v5i1.8923

Abstract

Perkembangan pembelajaran pada saat ini terfokus pada pembelajaran student center. Peserta didik diberikan kesempatan untuk membangun pemahamannya terhadap konsep pelajaran yang diperoleh dari pendidik (sebagai fasilitator). Upaya mengatasi kesulitan dalam membangun pemahaman, mencapai ketuntasan dan mengurangi miskonsepsi peserta didik maka digunakan evaluasi pembelajaran melalui Tes Diagnostik. Tujuan penelitian ini yaitu a) mengetahui pemahaman konseptual mahasiswa dalam mengkaji konsep-konsep dasar kinematika partikel, dan b) mengetahui kesulitan pemahaman konseptual mahasiswa pada konsep dasar kinematika partikel. Jenis penelitian ini adalah Penelitian ini menggunakan model penelitian deskriptif eksploratif. Instrumen pengumpulan data menggunakan instrumen penilaian diagnostik ­Two-Tier. Peningkatan tersebut ditunjukkan melalui hasil rata-rata skor gain yang ternormalisasi sebesar 0,02. Hasil analisis data pemahaman konsep mahasiswa menggunakan instrumen tes diagnostik menunjukkan bahwa pemahaman konsep mahasiswa meningkat sebesar 2%. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami miskonsepsi pada konsep kinematika partikel. Hal ini dikarenakan mahasiswa masih lemah dalam menganalisis suatu permasalahan melalui bentuk representasi. The development of learning at this time focused on student center learning. Learners are given the opportunity to build their understanding of the lesson concept learned from the educator (as the facilitator). Efforts to overcome difficulties in building understanding, achieve mastery and reduce the misconceptions of learners then used the evaluation of learning through the Diagnostic Test. The purposes of this research are: a) to know the conceptual understanding of students in studying basic concepts of particle kinematics, and b) to know the difficulties of conceptual understanding of students on the basic concept of particle kinematics. The type of this research is research use descriptive explorative research model. The data collection instrument uses a diagnostic evaluation instrument Two-Tier. The increase was shown through the average result of a normalized gain score of 0.02. The result of data analysis of student conceptual understanding using diagnostic test instrument showed that students concept comprehension increased by 2%. The results of data analysis showed that students have misconceptions on the concept of kinematics particles. This is because students are still weak in analyzing a problem through the form of representation. Kata kunci: kinematika partikel, miskonsepsi, pemahaman konseptual, tes diagnostik
Peningkatan Prestasi Siswa pada Konsep Fluida Statis dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay-Two Stray (TS–TS) Bervariasi Demonstrasi di Kelas XI IPA SMA Negeri 5 Yogyakarta TA 2012–2013 Fadiyah Suryani
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2014): Vol I: April 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.73 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v1i1.1513

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar fisika konsep fluida statis pada siswa kelas XI IPA SMA N 5 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 melalui model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay-Two Stray (TS-TS) bervariasi demonstrasi. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas XI IPA2 yang berjumlah 36 siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (action research) sebanyak 2 siklus, dimana setiap siklus meliputi empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan (obsservasi) dan refleksi. Siklus 1 Peneliti melakukan demonstrasi pada materi tekanan kemudian siswa berdiskusi sesuai dengan kelompok dan sharing antar kelompok. Dua siswa bertamu(stray) ke kelompok lain dan 2 siswa tetap(stay) berada di kelompok untuk menerima kedatangan dari kelompok lain.Beberapa kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok dan hasil sharing dengan kelompok lain. Dari hasil tes pada siklus 1 menunjukkan hasil yang belum memuaskan karena ada 15 siswa yang belum tuntas dan kurangnya partisipasi siswa dalam belajar kelompok dan kurang tertib ketika pelaksanaan sharing antar kelompok. Maka diadakan siklus 2 dengan materi hukum Archimedes, teknik pelaksanaan sama seperti siklus 1, siswa dapat lebih berpartisipasi aktif dalam kelompok dan pelaksanaan setiap kegiatan pembelajaran berlangsung lebih tertib, siswa tampak termotivasi dalam belaja, hal ini tampak pada saat siswa berdiskusi.. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model two stay two stray bervariasi demonstrasi dapat meningkatkan prestasi siswa. Tiap siklus ada peningkatan hasil belajar, yaitu siklus 1 presentasi ketuntasan42% , siklus 2 presentase ketuntasan 83% sehingga ada kenaikan hasil belajar sebesar 41%.
Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika dan Kemampuan Kerja Kelompok melalui Penerapan Konstruktivisme pada Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 1 Playen Tahun Pelajaran 2014/2015 Trihono Trihono
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.507 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v2i2.3249

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika dan kemampuan kerja kelompok siswa pada mata pelajaran fisika kelas VIIIC SMP Negeri 1 Playen. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Data penelitian berupa hasil pemahaman konsep fisika diperoleh dari test, kemampuan kerja kelompok diperoleh dari lembar observasi. Hasil analisis statistik menunjukkan pada siklus I hasil rata-rata pretes 46,72 meningkat menjadi rata-rata postes 72,97, pada siklus II rata-rata pretes 46,41 meningkat menjadi rata-rata postes 74,84, dan rata-rata pretes 47,03 meningkat menjadi rata-rata postes 77,34 pada siklus III. Sedangkan skor kemampuan kerja kelompok pada siklus I sebesar 66,56%, pada siklus II sebesar 76,88%, dan pada siklus III sebesar 81,25%. Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan dan analisis data serta pengujian hipotesis tindakan yang telah dilakukan dalam penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa pendekatan konstruktivisme dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika dan kemampuan kerja kelompok siswa kelas VIIIC SMP Negeri 1 Playen.
Kemampuan Mahasiswa Pendidikan Fisika dalam Menyelesaikan Soal Ujian Nasional Fisika SMA Ditinjau dari Daerah Sekolah Asal Yoga Budi Bhakti; Napis Napis
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.096 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v4i1.6467

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal UN mata pelajaran Fisika ditinjau dari asal SMA/MA, dan (2) untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang berarti antara mahasiswa yang asal SMA/MA yang berbeda dalam menyelesaikan soal UN mata pelajaran fisika. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika semester enam. Teknik analisis dilakukan menggunakan analisis deskriptif, sedangkan pengujian hipotesis menggunakan Rumus Kruskal-Wallis. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah: (1) Rerata skor kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal UN mata pelajaran fisika adalah 40,64, Jika ditinjau dari asal SMA/MA yang berada di Kota Jakarta adalah 50,31, di Kota Depok adalah 30,41; Kota Tangerang adalah 34,50; Kota Bekasi adalah 43,41; Kota Karawang adalah 42,50; di Kota Indonesia Timur adalah 37,00 dan di Kota Medan adalah 40,00 dan (2) Terdapat perbedaan yang signifikan antara ketujuh kelompok dalam hal menyelesaikan soal UN mata pelajaran Fisika tingkat SMA/MA. The purpose of this study was: (1) to know the ability of students to solve national examination problems of physics subjects in terms of the origin of schools (2) to know whether there is a significant difference between the students of different school in completing the national exam of subjects physics. Research subject is physics education program student at six semester. Analyzes were performed using descriptive analysis, hypothesis testing while using Kruskal-Wallis formula. Conclusions from the study are: (1) The average score of physical education student's ability to solve national examination problems of physics subjects is 40.64, in terms of the origin of Schools in Jakarta is 50.31; Depok is 30.41; Tangerang is 34.50; Bekasi is 43.41; Karawang is 42.50; City of East Indonesia is 37.00 dan Medan is 40.00 and (2) There is a difference significantly among the seven groups in completing the national examination on phyiscs subject.
Sampul JRKPF Vol. 4 No. 2 JRKPF UAD
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 4, No 2 (2017): Oktober 20170
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.032 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v4i2.8168

Abstract

Deskripsi keterampilan proses sains mahasiswa pendidikan fisika pada praktikum suhu dan kalor Darmaji Darmaji; Dwi Agus Kurniawan; Ayu Lestari
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.858 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v5i2.10735

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan keterampilan proses sains mahasiswa pendidikan fisika Universitas Jambi setelah menggunakan penuntun praktikum Fisika Dasar II berbasis Keterampilan Proses Sains ada percobaan suhu dan kalor. Penelitian ini jenis kuantitatif. Penelitian ini mahasiswa yang diikutsertakan yaitu 91 orang. Lembar observasi keterampilan proses sains digunakan mengumpulkan data dan diperkuat dengan wawancara serta dokumentasi. Data dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil analisis memperlihatkan jika Keterampilan Proses Sains yang dapat dikuasai mahasiswa yaitu mengukur dan eksperimen. Hasil penelitian diharapkan menjadi pertimbangan bagi program studi fisika untuk melakukan studi terkait untuk mata kuliah praktikum lainnya. The research was conducted to find out the description about science process skill of physics education student of Jambi University on an experiment of temperature and heat. The research is quantitative research with the quasi-experimental method. This research takes 91 students as sample. Observation sheets are used to collect data and reinforced by interviews and documentation. Data were analyzed with descriptive statistics. The results of the analysis show that SPS that can be mastered by students is measuring and experimenting. The result of the study is expected to be the consideration to program and other faculties at Jambi University and other Universities to conduct related studies. Kata kunci: Keterampilan Proses Sains, Pendidikan Tinggi, Suhu dan Kalor
Studi penggunaan PhET Interactive Simulations dalam pembelajaran fisika Cicyn Riantoni; Astalini Astalini; Darmaji Darmaji
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.328 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v6i2.14202

Abstract

Abstrak. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pengunaan PhET Interactive Simulations sebagai pendukung maupun penganti laboratorium real dalam pembelajaran fisika. Adapun topik yang diangkat meliputi apa itu PhET interactive simulation, kegunaan PhET interactive simulation dalam pembelajaran fisika dan pengaruh pengunaan Phet Interactive Simulation dalam pembelajaran fisika dibanding laboratorium Real. Analisis data dilakukan dengan meeduksi data berdasarkan pertanyaan penelitian dan kemudian dilakukan pengkodean sesuai kebutuhan. Berdasarkan hasil studi literatur didapatkan bahwa PhET merupakan sebuah simulasi yang dikembangkan oleh Universitas Colorado yang difokuskan pada pembelajaran fisika yang menekankan korespondensi antara fenomena nyata dan simulasi komputer kemudian menyajikannya dalam model-model konseptual fisis yang mudah dimengerti oleh para peserta didik. Simulasi ini dapat membantu peserta didik maupun peserta didik dalam mengenal topik baru, membangun konsep atau skill, memperkuat ide, menyediakan hasil akhir dan refleksi serta menyediakan visualisasi umum antara peserta didik dan guru. Selain itu juga hasil dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengunaan PhET memberikan pengaruh yang berbeda dari segi penguasaan konsep, hasil belajar dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik, karena PhET dapat menjelaskan konsep yang abstrak dan dalam pengunaannya tidak memerlukan waktu yang banyak.Kata kunci: PhET, Pembelajaran Fisika Abstract. This article aims to explain the use of PhET Interactive Simulations as supporters and substitutes for real laboratories in learning physics. The topics raised include what is PhET interactive simulation, the use of PhET interactive simulation in learning physics and the effect of using Phet Interactive Simulation in learning physics compared to the Real laboratory. Data analysis was performed by reducing data based on research questions and then coding them as needed. Based on the results of the literature study it was found that PhET is a simulation developed by the University of Colorado that is focused on learning physics that emphasizes the correspondence between real phenomena and computer simulations and then presents it in physical conceptual models that are easily understood by students. This simulation can help students and students recognize new topics, develop concepts or skills, strengthen ideas, provide final results and reflections and provide general visualization between students and teachers. In addition, the results of several studies indicate that the use of PhET gives different effects in terms of mastery of concepts, learning outcomes and students' problem solving abilities, because PhET can explain abstract concepts and their use does not require a lot of time.Keywords: PhET, physics learning
Penentuan Viskositas Larutan Gula Menggunaan Metode Vessel Terhubung Viscosimeter Berbasis Video Based Laboratory dengan Software Tracker Rr. Sinta Kusuma Ningrum; Moh. Toifur
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.378 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v1i2.1997

Abstract

Telah dilakukan uji yang bertujuan untuk menentukan viskositas larutan gula. Metode yang digunakan adalah metode vessel terhubung viscosimeter. Hubungan antara -ln(2h1/h0-1) terhadap t dinyatakan dengan persamaan -ln(2h1/h0-1)=(D4pg/128AL)t. Penelitian dimulai dengan menentukan viskositas air murni sebagai kalibrasi alat, dari hasil kalibrasi diperoleh nilai konversi sebesar 285, 49. Kemudian nilai ini selanjutnya digunakan dalam penentuan nilai viscositas larutan gula. Penentuan nilai koefisien viscositas larutan gula dilakukan dengan fitting data menurut garis lurus,h -ln(2h1/h0-1) sebagai sumbu vertikal dan t sebagai sumbu horizontal, dengan a adalah gradien garis. Dari hasil analisis diperoleh nilai viskositas larutan gula 10 % adalah 1,02±0,02 poise, 20% adalah 1,05±0,02 poise, dan 30% adalah 1,13±0,02 poise.
Sampul JRKPF Vol. 2 No. 2 JRKPF UAD
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 20150
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3436.291 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v2i2.3255

Abstract

JRKPF Vol. 2 No. 2 [Oktober 2015]

Filter by Year

2014 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 2 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 2 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 1 (2021): April 2021 Vol 7, No 2 (2020): October 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 2 (2019): Oktober 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 1 (2018): April 20180 Vol 5, No 1 (2018): April 20180 Vol 5, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 5, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 20170 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 20170 Vol 4, No 1 (2017): April 20170 Vol 4, No 1 (2017): April 20170 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 4, No 1 (2017): April 2017 Vol 4, No 1 (2017): April 2017 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 20160 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 20160 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 20160 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 20160 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 2016 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 2016 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 2016 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 2016 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 20150 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 20150 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 20150 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 20150 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 2015 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 2015 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 2015 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 2015 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 20140 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 20140 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 2014 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014): Vol I: April 2014 Vol 1, No 1 (2014): Vol I: April 2014 Vol 1, No 1 (2014) More Issue