cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : 2355620X     DOI : 10.12928
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
Penggunaan Metode Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Balajar Erwinta Noviana
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.748 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v3i1.4541

Abstract

Penelitaian ini dilatar belakangi proses pembelajaran yang kurang menarik bagi siswa, hanya berpusat pada guru, tidak adanya keaktifan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan prestasi belajar mata pelajaran IPA dengan menggunakan metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Guwo Tahun Ajaran 2015/2016. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi observasi, tes dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data kuantitatif yang didukung dengan analisis data kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, pada tahap siklus mencakup kegiatan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Kriteria keberhasilan dalam penelitian dilihat dari peningkatan ktivitas dan prestasi belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh penggunaan metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa. Inactive student, teacher centered, and less interesting teach has leaded to this research to be happened. Teams Games Tournament (TGT) model is applied as the goal of the research which to observe how much activity and affective result can be reach. Observation, test, and documentation are the main step in this research. Quantitative data analysis applied besides qualitative data analysis. There are two cycles in this research, each cycle consist of planning, doing, seeing, and reflection. The increase in student activity and achievement are main goals in this research. According to the result this model can be used to increase student activity and achievement. Kata kunci: Pembelajaran teams games tournament, aktivitas belajar, prestasi belajar
Profil Pembelajaran Suhu dan Kalor di SMA Se-Kabupaten Keerom Indah Slamet Budiarti; Suparmi Suparmi; Cari Cari; Sarwanto Sarwanto; Harjana Harjana
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.341 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v4i1.6466

Abstract

Pembelajaran melibatkan tiga aspek yaitu kognitif, psikomotor, dan afektif. Penelitiaan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran suhu dan kalor di SMA se-Kabupaten Keerom. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif . Sampel diambil menggunakan teknik purposive random sampling, yang terdiri dari tiga SMA di Kabupaten Keerom. Data diperoleh melalui pengamatan di kelas dan wawancara secara mendalam pada guru yang mengajar pada materi suhu dan kalor. Berdasarkan data dan analisis, hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran suhu dan kalor di SMA se kabupaten Keerom belum sesuai dengan hakekat pembelajaran sains dimana tidak semua guru menerapkan model pembelajaran berbasis pada siswa. Hanya satu SMA yang menggunakan model pembelajaran yang berbasis pada siswa yaitu menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan metode demostrasi, walaupun masih terdapat kelemahan pada proses pembelajarannya yaitu hanya beberapa siswa yang aktif dalam pembelajaran. Learning involves three aspects: cognitive, psychomotor, and affective. This research aims to describe the learning of the subject: temperature and heat in the Keerom regency high school. This research is a descriptive research. The sample was taken using purposive random sampling technique, which consisted of three High Schools in Keerom Regency. Data were obtained through in-class observation and in-depth interviews on teachers who taught on temperature and heat subject. Based on the data and analysis, the results of this study shows that learning temperature and heat in high school in Keerom regency is not in accordance with the nature of science learning where not all teachers apply learning models based on students. Only one high school using a learning model based on students is using cooperative learning model with demonstration method, although there is still a weakness in the learning process that is only some students who are active in learning.
Pengunaan Peta Konsep pada Matakuliah Statistik untuk Pendidikan bagi Calon Guru Fisika Khusaini Khusaini
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 4, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.965 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v4i2.7297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai kemampuan mahasiswa calon guru fisika dalam menggunakan Peta konsep dalam perkuliahan Statistik untuk Pendidikan. Statsitik dikenal sebagai salah satu perkuliahan yang menantang bagi calon guru Fisika di FMIPA Universitas Negeri Malang. Berbagai variasi perkuliahan dilakukan untuk memberikan dampak yang positif untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Peta konsep diterapkan untuk memberikan gambaran dan kaitan yang lebih kuat antara konsep statistik yang harus dikuasai calon guru Fisika dalam melakukan kegiatan penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis konten. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa calon guru Fisika semester tiga yang mengambil matakuliah stastik untuk pendidikan cenderung menggunakan peta konsep bentuk jaring (net) meskipun didominasi dengan banyak kalimat serta sedikit kata kunci yang digunakan. Pendekatan kuantitatif deskriptif sebaiknya dilakukan pada penelitian berikutnya untuk memberikan perbandingan yang lebih baik dan lebih mendalam mengenai penggunaan peta konsep pada calon guru Fisika. The study aims to provide a qualitative description regarding student's ability in applying concept map during Statistics for Education classroom. Statistics is known as a challenging subject for pre-service Physics teachers in FMIPA UM. Various lecturing methods have been applied to enhance student's performance. The concept map applied to describe and integrate the Statistics concepts in Physics education research. The study employed a content analysis in a qualitative approach. The findings indicate that the pre-service Physics teacher within the third semester taking Statistics for Education tend to use concept map on the net pattern although it was dominated by words and few keywords. A quantitative approach should be conducted to provide a better comparison regarding the application of concept map by pre-service Physics teachers.
Penentuan ketinggian dan kecepatan minimum benda pada track melingkar vertikal Indra Yahdi Putra; Santi Fani Sigalingging; Dandan Luhur Saraswati
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.046 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v5i1.8561

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk menentukan ketinggian dan kecepatan minimum benda pada track melingkar vertikal sehingga benda tidak terjatuh, seperti yang terjadi pada gerakan Roller Coaster. Penelitian ini menggunakan alat peraga sederhana yang dibuat semirip mungkin dengan track Roller Coaster untuk membuat simulasi gerak yang terjadi. Gerak benda yang terjadi dianalisis menggunakan software tracker, dan menggunakan perhitungan manual dengan menggunakan persamaan-persamaan yang berlaku pada gerak benda yang terjadi. Data yang diperoleh dari hasil perhitungan manual didapat bahwa agar benda dapat melintasi track tanpa terjatuh kecepatan minimal benda yang harus dicapai adalah 1,21 m/s dan ketinggian minimal benda yang harus dipenuhi menurut hasil perhitungan manual adalah 2,5 kali dari jari jari lintasan melingkar (2,5R). Untuk kasus ini karena jari-jari lintasan melingkar adalah 15 cm/0,15 m maka ketinggian minimal adalah 37,5 cm atau 0,375 m. Berdasarkan hasil percobaan menggunakan alat peraga, ketinggian benda agar tidak terjatuh dari lintasan adalah 50 cm dan analisis menggunakan software tracker didapat bahwa kecepatan benda ketika bergerak pada lintasan adalah 2,26 m/s juga hasil perhitungan manual kecepatan benda pada saat dilintasan adalah 2,31 m/s. Dari hasil kedua perhitungan tersebut dapat kita simpulkan bahwa persamaan-persamaan yang digunakan untuk mencari ketinggian dan kecepatan benda pada track melingkar vertikal sudah sesuai, karena kecepatan yang didapat dari hasil perhitungan mendukung hasil dari alat peraga. The purpose of this study is to determine the height and minimum speed of the object on the vertical circular track so that objects do not fall, as happened in the Roller Coaster movement. This study uses simple props made as closely as possible with the Roller Coaster track to make the simulation of motion taking place. The motion of objects that occur is analyzed using the tracker software and using manual calculations using equations that apply to the motion of objects that occur. The data obtained from the results of manual calculations found that for objects to cross the track without falling, the minimum speed of the object to be achieved is 1.21 m/s and the minimum height of the object according to the results of manual calculations is 2.5 times of the radius of circular trajectory (2.5R), for this case because the radius of the circular path is 15 cm / 0.15 m then the minimum height is 37.5 cm or 0.375 m. Based on experimental results using props, the height of the object in order not to fall from the track is 50 cm and analysis using the tracker software found that the velocity of objects when moving on the track is 2.26 m/s and also the result of manual calculation of the velocity of the object at that time is 2.31 m/s. From the result of both calculations can be concluded that the equations used to find the height and velocity of the object on the vertical circular track are appropriate, since the speed obtained from the calculation supports the results of props showing the object passing through the path without falling over the limit minimums that have been taken into account. Kata kunci: Gerak Melingkar, Roller coaster,Tracker, alat peraga
Cooperative Learning Tipe Numbered Heads Together sebagai Alternatif Peningkatan Kualitas Pembelajaran pada Mata Kuliah Telaah Kurikulum Hasil Belajar Fisika SMA Dian Artha Kusumaningtyas
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2014): Vol I: April 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.165 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v1i1.1519

Abstract

Hal yang harus diperhatikan oleh pendidik dalam mengajarkan suatu pokok bahasan adalah pemilihan model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. cooperative learning tipe numbered heads together (NHT). merupakan suatu metode belajar yang cukup efektif untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dikelas. Penelitian ini bertujuan Mengetahui perubahan kualitas proses belajar pada peserta didik yang diajar pendidik menggunakan cooperative learning tipe numbered heads together (NHT).Subjek Penelitian ini adalah mahasiswa semester IV program studi P.Fisika. Rancangan penelitian ini menggunakan alur penelitian tindakan kelas menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart, yang diawali kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Hasil dari penelitian ini menunjukkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa mata kuliah telaah kurikulum Fisika SMA. Hal ini tergambar dari rata-rata aktivitas siklus I mencapai 2,2 dan meningkat sebesar 3,3 pada siklus IV. Selain itu tampak prosentase keterlaksanaan dari siklus I mencapai rata-rata sebesar 2,78, dan siklus 4 mencapai rata-rata sebesar 3,57 atau meningkat sebesar 0.79 dari siklus I.
Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Fisika Berbasis Inquiry Learning pada Pokok Bahasan Gerak Lurus SMA Kelas X Semester I Khoirullita Yogi Wardani
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.185 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v2i1.3132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang lembar kegiatan siswa (LKS) fisika berbasis inquiry learning, mengetahui tingkat kelayakan produk yang dikembangkan, dan mengetahui efektivitas produk terhadap keterampilan proses siswa. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian Research & Development (R&D) yang dikembangkan oleh Sugiono. Langkah penelitian yang diambil hanya sampai langkah ke-tujuh, yaitu 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi desain 5) revisi desain, 6) ujicoba produk, 7) revisi produk. Hasil dari revisi produk diperoleh produk akhir. Teknik pengumpulan data berupa angket dan tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Produk hasil pengembangan memperoleh nilai 83,73% dengan predikat baik yang artinya produk layak digunakan oleh siswa. Dari hasil uji coba produk diperoleh nilai rata-rata klasikal pada tahap I sebesar 53,10% dan meningkat pada tahap II sebesar 76,90% yang artinya efektivitas lembar kegiatan siswa (LKS) fisika berbasis inquiry learning terhadap keterampilan proses siswa meningkat.
Sampul JRKPF Vol. 3 No. 1 JRKPF UAD
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 20160
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3436.286 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v3i1.4505

Abstract

Analisis pengelolaan peralatan praktikum fisika kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menggunakan model countenance stake Hanin Fathan Nurfina Istiqomah; Dian Artha Kusumaningtyas
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.24 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v3i2.5146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan dan pengelolaan peralatan praktikum serta mengetahui hasil dari pengelolaan dan penggunaan peralatan praktikum fisika kelas XI di laboratorium fisika SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian evalusi model countenance stake. Subjek penelitian meliputi penanggungjawab laboratorium fisika, guru, laboran, dan siswa kelas XI MIA SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Penelitian dilakukan pada akhir pelaksanaan praktikum pada semester genap tahun pelajaran 2015-2016. Data dikumpulkan dengan wawancara terstruktur, pengamatan (observasi), angket, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan peralatan praktikum (masukan [antecedents]) yang terdiri dari sarana, prasarana dan alat praktikum tersedia sangat baik dengan persentase sebesar 78,16%. Pengelolaan laboratorium fisika (proses [transaction]) yang terdiri dari persiapan pelaksanaan praktikum; kesiapan siswa, guru, laboran; dan pelaksanaan praktikum mendapatkan hasil sangat baik dengan persentase sebesar 81,78%. Hasil yang diperoleh (outcomes) dari ketersediaan dan pengelolaan peralatan praktikum di laboratorium fisika termasuk kategori baik (B+) dengan pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 100% dari total 233 siswa kelas XI MIA (Matematika dan Ilmu Alam) dan beberapa siswa berhasil meraih juara 1 Olimpiade Fisika. This research is aimed to know the availability, management of the laboratory equipment's and also the result of maintaining and using physics laboratory equipment's in 11th class of MIA SMA 1 Muhammadiyah Yogyakarta. And this evaluation research used countenance stake approach, hence, such as the objects of it is the physics laboratory care taker, teachers, laboratory assistant, and the students. This research was conducted in the last meeting of practicum on last semester 2015-2016 periods. The data was assembled by interview, observation, questionnaire and documentation. The result of this research indicates that the availability of equipment's (antecedents) that consist of medium, infrastructure and the equipment's of practicum is in good available condition within percentage 78,16%; Management physic laboratory (transaction) that consists of preparation to do practicum, student readiness, teachers, laboratory assistant, and the implementation of practicum achieved a good result within percentage is 81,78%. Meanwhile the result (outcomes) from the availability and management of equipment's maintaining in physics laboratory categorized in well (B+) with achievement minimal total criteria (Kriteria Ketuntasan Minimal, KKM) in percentage is 100% from 233 students sit in 11th class of MIA SMA 1 Muhammadiyah Yogyakarta, moreover it was encouraged by achievement of some students who became 1st winner in national level physics Olympiad.
Investigasi level miskonsepsi pada Hukum III Newton Yudi Kurniawan
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.216 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v5i1.8625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran bentuk miskonsepsi dan seberapa tinggi miskonsepsi yang dimiliki oleh siswa kelas IX SMP Negeri di Pandeglang, Banten. Sampel yang dilibatkan dipilih secara purposive sampling dengan memilih responden yang telah mempelajari materi Hukum III Newton. Data penelitian yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan diolah untuk dikategorikan berdasarkan interval miskonsepsi. Instrumen yang dipakai dalam pengambilan data berupa tes diagnostik bertingkat tiga (three tier-tests) dan lembar konsepsi Hukum III Newton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden mengalami miskonsepsi pada materi Hukum III Newton dengan rerata persentase 67.5 % (kategori sedang). Data ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh siswa pada sekolah sampel di Kab. Pandeglang mengalami miskonsepsi pada Hukum III Newton. Diharapkan data ini menjadi dasar untuk peneliti selanjutnya agar mengatasi miskonsepsi serta menggali miskonsepsi Hukum I Newton maupun Hukum II Newton. This research aim is to give a clear description of misconception and the level of misconception on Newton Third Laws that was held by students (9th grade) in public junior high school in Pandeglang, Banten. The sample involved was chosen by purposive sampling from the student who has learned the Newton's Third Laws. Data was analyzed to be categorized based on the misconception interval descriptively. Instruments that used in this study was a three-tier data (three tier-tests) and the conception sheet. The results showed that all of the 9th-grade students (as the respondent in that school) were have the misconception of Newton's Third Laws (percentage of 67.5%; medium category). It is suggested to the next researchers to overcome these misconceptions or finding the other form of misconceptions from Newton's 2nd Laws and Newton's 1st Laws. Kata kunci: Miskonsepsi, level miskonsepsi, Hukum III Newton
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Fisika Matematika 1 dengan Metode Brainstorming dan Tutor Teman Sebaya Siska Desy Fatmaryanti
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2014): Vol I: April 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.923 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v1i1.1514

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Fisika Matematika 1 dengan metode brainstroming dan tutor teman sebaya. Subyek penelitian adalah mahasiswa prodi Pendidikan Fisika UM Purworejo semester 3 tahun akademik 2012/2013. Penelitian ini dilakukan di prodi Pendidikan Fisika UM Purworejo dengan desain penelitian tindakan kelas dua siklus. Instrumen yang digunakan adalah instrumen aktivitas belajar dan instrumen prestasi untuk mengukur hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 2 metode ini yaitu brainstorming dan tutor teman sebaya dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar. Hal itu terlihat dari 61 mahasiswa yang diberi tindakan, terdapat peningkatan aktivitas belajar yakni dari 37,54% menjadi 51% dan peningkatan hasil belajar yakni dari nilai rata-rata kelas 58,7 (C-) menjadi 65,4 (B-)

Filter by Year

2014 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 1 (2021): April 2021 Vol 7, No 2 (2020): October 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 2 (2019): Oktober 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 1 (2018): April 20180 Vol 5, No 1 (2018): April 20180 Vol 5, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 5, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 20170 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 20170 Vol 4, No 1 (2017): April 20170 Vol 4, No 1 (2017): April 20170 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 4, No 1 (2017): April 2017 Vol 4, No 1 (2017): April 2017 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 20160 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 20160 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 20160 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 20160 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 2016 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 2016 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 2016 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 2016 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 20150 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 20150 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 20150 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 20150 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 2015 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 2015 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 2015 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 2015 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 20140 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 20140 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 2014 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014): Vol I: April 2014 Vol 1, No 1 (2014): Vol I: April 2014 Vol 1, No 1 (2014) More Issue