cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 2 (2017): BAHAS" : 9 Documents clear
THE ROLE OF POPULAR CULTURE IN EDUCATION: TEACHING BY USING NOVEL Elisa Betty Manullang
BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i2.10279

Abstract

Abstract           As one of the most important aspect in people’s life, education should be treated and improved well. It is so essential because education gives opportunity to have a better life. The process of a nation as fundamental was determined by education. The education is the most important thing that getting much a big attention full from society. Therefore people should think of any better ways to improve the quality of education. One of the ways is through popular education. As growing-trend culture, popular culture has been widely known especially by young people. Some relevant references have been gathered and the data analysis has shown that it is very acceptable to use novel, a part of popular culture to teach. This teaching technique can be used to teach morality and language skill at the same time. Thus in this novel will describe the contrastive of how main characters faced and solved household conflict both in Western-Nothingham and Malang-Java. Therefore education institution should be able to accommodate this sistem in order to succeed in educating specially morality education. Key words: Popular Culture, Morality, Novel, Language, Education
SISTEM APRAISAL YANG TERDAPAT DALAM TEKS SKRIPSI BAHASA PRANCIS DI UNIMED Rabiah Adawi
BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i2.10283

Abstract

Apraisal adalah sistem evaluasi sikap penggunaan bahasa yang dikembangkan  dari ranah makna interpersonal, yaitu salah satu ranah dalam  metafungsi bahasa.Sikap berkaitan dengan evaluasi terhadap benda, karakter orang,  dan  perasaan. Sikap terbagi  menjadi  3 dasar  yaitu  affect  (perasaan  orang),  judgement  (karakter  orang),  dan  appreciation (nilai suatu barang).Teori Apraisal merupakan suatu pendekatan untuk mengeksplorasi, memerikan dan menjelaskan cara bahasa digunakan untuk mengevaluasi, menggunakan pendirian, membangun personal tekstual dan mengatur pemosisian dan hubungan antarpribadi (Martin and White 2005).Teori Apraisal berhubungan dengan sumber-sumber linguistik di mana teks sebagai wadah untuk mengungkapkan, menegosiasikan dan membangun intersubjektivitas yang khusus dan akhirnyan posisi ideologis.  Teori atau kerangka kerja Apraisal merupakan pendekatan yang menjajaki, memerikan dan mengelola sikap dan hubungan antarpribadi. Kata Kunci : sistem apraisal, teks skripsi bahasa prancis
ANALISIS WACANA KRITIS (PERSPEKTIF MULTIMODAL) Malan Lubis
BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i2.10278

Abstract

Perspektif analisis wacana kritis mengkaji wacana dari berbagai sudut  dengan mengembangkan berbagai teknik untuk mengkaji bahasa dari sudut fungsi. Wacana dari sudut fungsi dipandang sebagai implimentasi pemanfaatan sumber daya dalam mengaktualisasi makna. Pemanfaatan sumber daya yang ada dalam wacana dalam kacamata semiotik sosial dapat dilakukan dengan kajian multimodal. Wacana dipandang tidak hanya dari segi verbal namun segala sesuatu yang mendukung penciptaan makna seperti visual. Analisis wacana ini menggabungkan analisis multifungsi bahasa  berbasis Linguistik Fungsional Sistemik, Halliday (fungsi ideasional, fungsi interpersonal dan fungsi tekstual) untuk mengkaji komponen verbal  dengan analisis multimodal Kress Van Leeuwen untuk mengkaji komponen visual.  Kata Kunci : linguistik fungsional sistemik, metafungsi bahasa,           analisis multimodal
TEKNIK PERMAINAN INSTRUMEN MUSIK TRADISIONAL BATAK TOBA (GONDANG HASAPI) Danny Ivanno Ritonga
BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i2.10282

Abstract

Gondang merupakan sebutan untuk orkes tradisional dari Batak Toba. Ada 2 jenis orkes gondang, yaitu Gondang Sabangunan (dimainkan di luar rumah/di bawah langit) dan Gondang Hasapi atau Uning-uningan (di dalam rumah). Keduanya terdiri dari beberapa alat musik yang hampir sama, meskipun ada juga perbedaan pada tipe permainannya yaitu; gondang Sabangunan memainkan pola ritmis, sedangkan gondang Hasapi cenderung memainkan pola melodis. Penggunaan gondang harus disesuaikan dengan situasi atau keadaan tertentu. Masyarakat Batak Toba di Sumatera Utara pada saat sekarang ini menggunakan gondang hasapi untuk mengiringi acara-acara yang bersifat sekuler dalam berbagai kebutuhan, seperti mengiringi pesta pernikahan, mengiringi tarian, musik pertunjukan dan sebagai pelengkap ritus religi. Seiring dengan perkembangan zaman atau pengaruh musik barat terhadap masyarakat Batak Toba, formasi gondang hasapi juga mengalami perkembangan. Gondang hasapi pada saat ini memiliki formasi instrumen yang beragam, gondang hasapi pada masyarakat Batak Toba saat ini tidak memiliki sebuah ketentuan dalam instrumentasi yang digunakan. Kata Kunci: Instrumen Hasapi, Sulim, Sarune Etek, Garantung, Taganing, Hesek, Ogung.
EFEKTIVITAS BAHAN AJAR INTERKULTURELLE KOMMUNIKATION BERBASIS MULTIMEDIA Surya Masniari Hutagalunng
BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i2.10277

Abstract

Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian pengembangan bahan ajar Interkulturelle Kommunikation berbasis multimedia. Salah satu langkah penelitian adalah dengan melaksanakan ujicoba pengguna. Kegiatan ujicoba pengguna dilakukan dengan mengadakan penelitian tindakan kelas pada kelas kecil dan kelas besar. Salah satu tujuan penerapan ini adalah untuk melihat efektivitas bahan  ajar yang dikembangkan. Artikel ini melaporkan hasil ujicoba pada kelas  besar. Kelas besar yang digunakan adalah kelas semester lima Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Medan. Penelitian ini terdiri dari dua siklus yang terdiri dari  tahapan persiapan – pelaksanaan dan observasi – evaluasi dan refleksi. Pada awal ujicoba dilaksanakan tes awal untuk mengetahui kompetensi komunikasi lintas budaya mahasiswa. Hasil tes awal menunjukkan bahwa kompetensi mahasiswa berada pada nilai rata-rata 65. Sedangkan hasil tes akhir pada siklus pertama menunjukkan  peningkatan kompetensi yakni nilai rata-rata 70. Siklus pertama dilaksanakan sebanyak tujuh kali pertemuan. Sedangkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa siswa aktif dan proses pembelajaran berjalan lancar. Aktivitas pembelajaran 90% terlaksana. Akhir siklus kedua, setelah tujuh kali pertemuan, nilai rata-rata yang diperoleh mahasiswa adalah 85. Hasil pengamatan menunjukkan siswa aktif, proses pembelajaran lancar terlaksana 100%. Respon mahasiswa sangat baik, dengan pernyataan pada angket, bahwa materi yang terdapat dalam buku masih tergolong baru dan menarik. Bahasa mudah dimengerti dan sangat komunikatif. Video yang disajikan juga sangat menarik dan sangat membantu dalam pemahaman materi. Tugas-tugas yang terdapat dalam buku juga dapat dipahami. Hasil nilai mahasiswa dan pengamatan yang dilakukan selama proses pembelajaran menyimpulkan bahwa bahan ajar interkulturelle Kommunikation sudah efektif dan praktis. Kata Kunci: Efektivitas Bahan Ajar, Interkulturelle Kommunikation, Multimedia
MANAJEMEN SENI PERTUNJUKAN : PADUAN SUARA SEBAGAI ORGANISASI AKTUALISASI DIRI Lamhot Basani Sihombing
BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i2.10281

Abstract

Mengapa dan bagaimana setiap anggota dapat mengaktualisasikan dirinya dalam paduan suara? Pertama, dari segi manajemen diketahui bahwa kegiatan perekrutan anggota yang dilakukan berarti diupayakan untuk mengisi struktur organisasi yang dibentuk. Kedua, dari segi fungsinya, manajemen organisasi ditata dan diatur sehingga terdapat secara baik kegiatan masing-masing anggota sebagai bagian dari persiapan kegiatan produksi. Ketiga, bahwa tujuan organisasi antara lain mengharapkan agar setiap anggotanya diupayakan dapat berperan serta melaksanakan berbagai kegiatan produksi. Organisasi adalah sebuah kelompok atau komunitas yang memiliki visi, misi dan tujuan yang sama. Ketika seseorang masuk di dalam sebuah organisasi maka ia wajib mengikuti proses yang dibuat dalam organisasi tersebut. Untuk mencapai suatu tujuan bersama dibutuhkan sebuah proses yang disebut manajemen. Organisasi tanpa manajemen sama saja dengan manusia yang mati, lengkap dengan organ tubuhnya namun tak memiliki rencana dan tujuan. Tujuan diadakannya manajemen adalah agar sebuah organisasi dapat dijalankan dengan efisien dan efektif. Seni pertunjukan adalah segala ungkapan seni yang substansi dasarnya adalah yang dipergelarkan langsung dihadapan penonton. Seni pertunjukan dapat dipilah menjadi 3 kategori, yaitu: 1) Musik (vokal, instrumental, gabungan), 2)              Tari (representasional dan non-representasional), 3)           Teater (dengan orang atau boneka/wayang sebagai dramatis personal) (Kasim, 2005). Kata Kunci: Manajemen, Seni Pertunjukan, Paduan Suara, Organisasi, Aktualisasi Diri
ANALISIS SASTRA LISAN (UMPASA) DALAM TRADISI MANGALAHAT HORBO BATAK TOBA Queen Keren Happuck Samosir; Dewi Yani; Fitri Gayatri; Mutiara Hasanah; Tria Marthalena Sitinjak
BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i2.10285

Abstract

Mangalahat Horbo adalah tradisi tua milik suku Batak Toba yang merupakan perayaan kurban kerbau kepada Mula Jadi Na Bolon (pencipta segala sesuatu). Urgensi penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai atau makna yang terkandung dalam ragam sastra lisan (umpasa) upacara Mangalahat Horbo Batak Toba. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif-deskriptif. Pendekatan kualitatif yang dilakukan yaitu dengan teknik dokumentasi (analisis teks sastra lisan Mangalahat Horbo terhadap video upacara tersebut), wawancara langsung dan observasi. Sastra lisan dalam bentuk umpasa pada upacara tradisi ini memiliki makna yang sarat akan nilai-nilai bagi kehidupan, antara lain bernilai religi, budaya dan sosial. Kata Kunci: Mangalahat Horbo, Tradisi 
WRITING PROCEDURE TEXT BY USING SMALL GROUP WORK STRATEGY Yeni Erlita
BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i2.10280

Abstract

Writing procedure text is considered as one of genre in writing. It is enjoyable to write procedure text writing.Small group work strategy is considered as a solution for students' problem in generating and organizing ideas. Therefore, the writer is convinced that by using Small group work strategy teaching learning process will be more successful, especially in teaching and learning procedure text.In this study, the product in writing content, organization, vocabulary, language use, and mechanics.The data was calculated by using the score of writing test. The analysis was intended to get the significant differences between taught by using small group work strategy and taught by individual work in writing procedure text.The result of this study shows that there is difference of out between both of groups. Based on statistics calculation, the mean of control group and experimental group is different. The mean score of the experimental group is higher than control group. The calculation of the t-test shows that t-observed (3,37) is higher than t-table value (2,000) for the degree of freedom  58 at the lord significance (a) 0,05. The result in writing taught by using small group work strategy was higher than taught by using individual work strategy in writing procedure text. Keywords: Writing, Procedure text, Small group work strategy, Individual work.
ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA ANAK PESISIR Devi Yuyun Sari; Siti Suhaimah; Dahliarnis Dahliarnis; Fransiska Uli Khairani; Nita Veronika Simbolon
BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i2.10284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana jenis tuturan santun dan tidak santun anak khusunya usia 5-10 tahun didaerah pesisir Labuhanbilik desa Telaga Suka dan pesisir Bagan Percut dilingkungan bermain dengan kawan sebaya. Pada penelitian ini sumber data yang digunakan ialah data primer berupa hasil transkrip rekaman yang diambil dari lapangan ketika anak-anak dikedua daerah pesisir tengah bermain dengan kawan sebaya yang kemudian dipilah kepada enam maksim.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriftif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ada tiga yaitu, reduksi data, display data dan terakhir pengambilan kesimpulan. Mengidentifikasi jenis tuturan kedalam enam maksim yaitu, maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim permufakatan dan maksim kesimpatisan. Menelaah dan membahas seluruh yang diseleksi kemudian menerapkannya kedalam pembahasan masalah. Hasil kesimpulan menjelaskan mengenai jenis tuturan santun dan jenis tuturan tidak santun anak usia 5-10 tahun dikedua daerah pesisir ketika bermain dengan kawan sebaya. Adapun jenis tuturan yang terdapat dikedua daerah pesisir meliputi : “menyuruh, menyarankan, perintah, menyatakan, melarang, menantang, menolak, menjelaskan  Kata Kunci : tujuan penelitian, metode penelitian, hasil penelitian. 

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue