cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 29, No 2 (2018): BAHAS" : 10 Documents clear
UNGKAPAN FATIS BAHASA INDONESIA SISWA SD GREAT PRIME SCHOOL BINJAI Arie Yuanita
BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i2.11571

Abstract

Ungkapan fatis merupakan konstituen yang bertugas memulai, mempertahankan, atau mengukuhkan komunikasi antara penutur dan lawan tutur. Ungkapan fatis terdapat dalam kalimat-kalimat tidak baku yang banyak mengandung unsur daerah atau dialek regional. Penggunaan ungkapan fatis banyak ditemukan dalam tuturan siswa sekolah dasar ketika berinteraksi atau berkomunikasi. Penelitian tentang ungkapan fatis bahasa Indonesia pada siswa dilakukan di SD Great Prime School Binjai. Metode penelitian yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah metode simak sedangkan untuk menganalisis data digunakan metode agih. Tuturan yang di jadikan sumber data adalah tuturan siswa kelas I – III SD dari bulan Oktober 2016 sampai Maret 2017. Dari data tuturan siswa yang dijadikan sebagai sumber data, ditemukan 18 bentuk ungkapan fatis, yaitu: hei, woi, yah, eh, ya, deh, lah, kok, loh, kan, ah, dong, pun, kek, ayo, yok, siang, dan terima kasih. Distribusi ungkapan fatis tersebut terletak di awal, di tengah dan di akhir kalimat. Jadi, siswa kelas I sampai kelas III SD Great Prime School Binjai sudah memeroleh dan melakukan performansi ungkapan fatis dengan sangat baik kepada temannya atau kepada gurunya sesuai dengan kompetensinya masing-masing
KEMAMPUAN BERBAHASA JERMAN GURU-GURU BAHASA JERMAN SMA DAN SMK DI WILAYAH SIANTAR-SIMALUNGUN DAN SEKITARNYA SESUAI GER (GEMEINSAMER EUROPÄISCHER REFERENZRAHMEN) Poltak H. Simaremare; Lydia Purba; Tarida Alvina Simanjuntak
BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i2.11576

Abstract

Penelitian Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman dengan judul “Kemampuan Berbahasa Jerman Guru-Guru Bahasa Jerman SMA dan SMK di Wilayah Siantar-Simalungun dan sekitarnya sesuai GER” oleh Tim Peneliti dengan Ketua Poltak H. Simaremare mencoba mencari data riil di lapangan tentang keadaan guru-guru bahasa Jerman, khusus yang menyangkut kemampuan berbahasa Jerman mereka saat ini. Pengalaman Tim Peneliti selama ini bahwa banyak dari antara guru-guru bahasa Jerman tersebut yang tidak dapat mengambil kesempatan dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan pihak instansi Jerman. Pertanyaan yang diajukan adalah sejauhmana kemampuan berbahasa Jerman guru-guru bahasa Jerman di wilayah Siantar-Simalungun dan sekitarnya diukur dari tes standar yang sudah berlaku di seluruh dunia (internasional) buatan Uni Eropa. Kemampuan itu diukur dengan menggunakan Tes Kemampuan tingkat B-1 standar Referensi Bersama Eropa (GER), yang seharusnya dimiliki guru-guru bahasa Jerman lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Strata 1 (S1) secara khusus lulusan di atas tahun 2000-an. Dengan demikian, metode pengumpulan data adalah dengan mengadakan tes tertulis dan tes lisan kemampuan berbahasa Jerman dengan menggunakan tes tingkat B-1 kepada sampel yang sudah ditentukan. Hasil Tes dalam empat mata uji kemampuan tersebut (Hören, Lesen, Schreiben dan Sprechen) menunjukkan bahwa: dari 38 orang guru peserta tes, terdapat delapan orang atau 21% yang dikatekorigan lulus dan dapat mencapai nilai kelulusan masing-masing mata uji tes kemampuan dengan nilai ≥ 60 dalam skala 0 – 100 sesuai dengan kriteria GER tingkat B-1. Walaupun ada dua orang peserta tes atau sekitar 5% yang memperoleh nilai di atas ≥ 60 secara keseluruhan, akan tetapi tidak dapat dikategorikan lulus atau memenuhi standar tingkatan B-1 GER, karena masih ada nilai mata uji yang di bawah nilai 60. Sebanyak 22 orang atau 58% dari peserta tes hanya dapat memperoleh hasil dengan nilai 30-50 dalam skala penilaian 0-100, masih jauh dari standar B-1 GER. Memang dari data pribadi yang terkumpul, bahwa sekitar 31% yang tidak lulus  tadi adalah guru yang lulus dibawah tahun 2000-an, dimana kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman masih belum fokus ke kemampuan berkomunikasi  lisan dan tulisan. Hasil penelitian ini membuktikan betapa banyaknya kesempatan pengembangan diri yang dilakukan pihak institusi Jerman yang tidak dapat diikuti oleh kebanyakan guru dari wilayah Siantar-Simalungun dan sekitarnya selama ini. Mereka terkendala oleh persyaratan kemampuan berbahasa Jerman yang ditentukan oleh setiap penyelenggara kegiatan. Untuk memperbaiki keadaan yang seperti ini diharapkan ada tindak lanjut dari berbagai pihak, secara khusus Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman sebagai bagian dari tanggungjawab pengabdiannya kepada masyarakat.
MONITORING TINDAK TUTUR ILOKUSI YANG DIGUNAKAN SEBAGAI PENYAMPAIAN PESAN SOSIAL PADA BAHASA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DI KOTA LUBUK PAKAM Ilham Sahdi Lubis
BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i2.11572

Abstract

Tujuan dari penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat mengenai jenis tindak tutur ilokusi yang digunakan sebagai penyampaian pesan sosial pada bahasa Iklan Layanan Masyarakat di kota Lubuk Pakam. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Austin 2010. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 sampai Januari 2017.  Hasil dari jenis tindak tutur ilokusi pada iklan layanan masyarakat di kota Lubuk Pakam ditemukan 3 jenis yaitu; a) asertif, b) direktif dan c) komisif. Tuturan Asertif meliputi verba; (1) mengusulkan dan (2) menyatakan. Tuturan direktif  meliputi  verba;  (1) memohon, (2) memerintah, (3) member nasehat dan (4) menuntut. Terdapat dampak secara positif dan negatif dalam penggunaan tindak  tutur  ilokusi pada  iklan layanan  masyarakat  di kota Lubuk Pakam, dimana dampak positif tersebut meliputi efek efek kognitif yang berpengaruh pada peningkatan pengetahuan masyarakat setelah melihat dan membaca Iklan Layanan Masyarakat tersebut sehingga menambah penetahuannya dan peningkatan pemahamannya terhadap isu yang di sampaikan oleh Iklan Layanan Masyarakat tersebut. Sedangkan, dampak negatif dalam penggunaan tindak tutur ilokusi pada  iklan layanan  masyarakat  di kota Lubuk Pakam meliputi efek afektif yang terpengaruh pada perubahan perasaan atau sikap yang ditimbulkan setelah menyaksikan Iklan Layanan Masyarakat. Perubahan sikap ini terlihat pada diri khalayak dengan perubahan perasaan akan suatu isu dan sikap setuju atau tidak setuju akan suatu ajakan dari Iklan Layanan Masyarakat.
IMPROVING STUDENTS’ VOCABULARY ACHIEVEMENT THROUGH JIGSAW MODEL OF TEACHING AT FOURTH SEMESTER OF NURSING ACADEMY OF HELVETIA MEDAN Zuindra Zuindra
BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i2.11577

Abstract

This paper is the result of a study related to Class Action Research (CAR) conducted by using qualitative descriptive approach which focused on the analysis of collected data.  This paper concerns with the improvement of vocabulary achievement used Jigsaw model of teaching formulated by Aronson in 1978. This model of teaching uses several cycles in conducting the treatments. If the first cycle cannot achieve the targeted score, the next cycles can be conducted again. This Class Action Research was conducted at Nursing Academy of Helvetia Medan for Fourth Semester Students. This paper aims at establishing the teaching and learning process which make students more active and creative in applying English skills especially vocabulary skill. The result shows that the implementation of Jigsaw model of teaching is very effective to achieve more than the minimum standard of the score (passing grade) in the learning process. This study finds that cooperative learning by using Jigsaw model of teaching can increase motivation of the students to study English especially English vocabularies.
META PESAN DALAM PERSPEKTIF MEME KOMIK INDONESIA Syahnan Daulay; Tara Astika Bangun
BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i2.11568

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan hasil kajian tentang praanggapan, implikatur, dan entailmen yang terkandung dalam empat wacana meme komik Indonesia. Data penelitian yang berupa empat wacana Meme Comic Indonesia bersumber dari situs web www.memecomic.id. Kajian dilakukan dengan menerapkan metode padan pragmatik dengan teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasarnya berupa teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dan teknik lanjutannyateknik hubung banding (HB) piranti berupa daya banding yangbersifat mental.Hasil kajian menunjukkan bahwa meme komik Indonesia memiliki unsur peniruan menggunakan sebuah gambar ilustrasi, gambar yang konkret, dan gambar-gambar berdasarkan fenomena alam dan sosial. Meta pesan meme berfungsi sebagai media pengungkap perasaan, kritikan, pernyataan, dan tanggapan mengenai fenomena yang sering atau sedang terjadi. Komposisi kata dan gambar yang terdapat dalam meme telah mampu memunculkan praanggapan leksikal, faktual, konterfaktual, dan struktural; implikatur praanggapan, konvensional dan nonkonvensional; dan entailmen bagi pembacanya. Entailmen dari keselurahan data bersifat mutlak, tiga meme menggambarkan entailmen secara tersirat dan satu meme menggambarkan entailmen secara tersurat. Dengan demikian direkomendasikan agar penyampaian pesan melalui meme disampaikan dengan menggunakan bahasa yang santun dan tidak mengandung unsur sara. Penyampaian pesan, informasi, saran, atau kritik di media sosial terutama dalam bentuk meme sebaiknya menggunakan pilihan kata yang baik agar terhindar dari kesalahpahaman dan tidak ada pihak tertentu yang merasa tersinggung atau dirugikan. Selain itu, penggunaan gambar pada meme sebaiknya lebih selektif dan mengedepankan  etika.
TERJEMAHAN MAJAS PADA NOVEL LASKAR PELANGI DALAM BAHASA INGGRIS Marhamah Melisda
BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i2.11573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan majas yang terdapat di dalam novel Laskar Pelangidan terjemahannya dalam bahasa Inggris dan mendeskripsikan teknik-teknik penerjemahan yang digunakan dalam penerjemahan novel Laskar Pelangi dalam bahasa Inggris. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa klausa yang mengandung majas yang terdapat dalam novel Laskar Pelangi dan novel terjemahannya dalam bahasa Inggris. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah membaca teks secara keseluruhan, mencatat klausa yang mengandung majas, dan mengklarifikasi teknik penerjemahan klausa yang mengandung majas. Berdasarkan hasil analisis terjemahan majas dalam novel Laskar Pelangi ditemukan 50 (100%) majas dalam Tsu dan 41 (99,1%) majas dalam Tsa. Hasil penelitian terhadap tehnik terjemahan yang digunakan adalah : 1). Majas Perbandingan menggunakan tehnik penerjemahan harfiah, transposisi, kompensasi, penambahan, penghilangan, modulasi, kesepadanan, generalisasi reduksi, dan borrowing, dan Majas sindiran menggunakan teknik penerjemahan harfiah, reduksi, transposisi, penambahan, kompensasi.
PENERAPAN MEDIA GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN MENULISKARANGAN EKSPOSISI OLEH SISWA KELAS VIII SMA MUHAMMADIYAH 48 MEDAN Hera Chairunisa
BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i2.11569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan media gambar terhadap kemampuan menulis karangan eksposisi oleh siswa kelas VIII SMA Muhammadiyah 48 Medan. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas VIII-A dan VIII-B Yang berjumlah 62 siswa. Kelas eksperimen atau kelas yang menggunakan media gambar yaitu kelas VIII-A dengan jumlah siswanya 31 siswa, sedangkan kelas kontrol atau kelas yang tanpa menggunakan media gambar yaitu kelas VIII-B dengan jumlah siswanya 31 siswa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Dalam penelitian ini menggunakan instrumen berupa tes essay yaitu menulis karangan eksposisi. Hasil penelitian di kelas eksperimen dengan menggunakan media gambar sangat baik. Hal ini dibuktikan berdasarkan perhitungan diketahui kemampuan menulis karangan eksposisi yang diajarkan dengan menggunakan media gambar yang menunjukkan bahwa 15 siswa (48.38%) mendapat nilai sangat baik, 9 siswa (29.03%) mendapat nilai baik, 7 siswa (22.58%) mendapat nilai cukup, tidak ada siswa yang mempunyai nilai kurang dan tidak ada siswa memiliki nilai sangat kurang. Sementara itu, hasil penelitian di kelas kontrol tanpa menggunakan media gambar Kurang baik. Hal ini dibuktikan berdasarkan perhitungan diketahui kemampuan menulis karangan eksposisi tanpa menggunakan media gambar yang menunjukkan bahwa 4 siswa (12.90%) mendapat nilai sangat baik, 10 siswa (32.25%) mendapat nilai baik, 17 siswa (54.83%) mendapat nilai cukup baik,  tidak ada siswa yang mendapat nilai Kurang baik dan tidak ada siswa yang mendapat nilai  kurang baik. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa Ha diterima, karena dari hasil pengujian hipotesis diketahui harga  thittung> ttabel = 3.67 > 1.670).
TRANSLATION PROCESS IN “SONET 12” BY WILLIAM SHAKESPEARE: TRANSLATION STUDIES Mayasari Mayasari
BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i2.11574

Abstract

The paper revisits the concepts of translation process by Newmark (1988). Translation as a product is a written text in a target language as the end result of a translation process for a source-language text. Following the Newmark’s (1988) theory, the writer analyzed the text around the analysis of the source text, transfer of the text into the target language and revision of the translation.
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PENINGKATAN KOMPETENSI MENULIS KARANGAN DESKRIPTIF PADA SISWA KELAS VIII SMP HARAPAN MULIA DENPASAR TP 2011/2012 Enny Rahayu
BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i2.11570

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindak kelas yang melibatkan 28 siswa kelas VIII SMP HMD pada semester ganjil TP 2011/2012.  Data penelitian dikumpulkan melalui observasi dan lembar penilaian keterampilan menulis. Penelitian ini menemukan bahwa (1)  sebelum dilaksanakan tindakan tidak ditemukan siswa memeroleh nilai SB, 25% memperoleh nilai B pada proses dan 3,57% pada hasil; 37,71% memeroleh nilai CB pada proses dan 21,43% pada hasil; 28,57% memperoleh nilai KB pada proses dan 46,43% pada hasil, serta 10,72% memperoleh nilai SKB pada proses dan 28,57% pada hasil; (2) setelah dilaksanakan tindakan siklus I terdapat 3,57% siswa memperoleh nilai SB pada proses dan 7,14% pada hasil, 64,29% memperoleh nilai B pada proses dan 17,86 pada hasil, 21,43% memperoleh nilai CB pada proses dan 50% pada hasil, 10,71% memperoleh nilai KB pada proses dan 25% pada hasil, dan tidak ditemukan siswa memeroleh nilai SKB; (3) setelah dilaksanakan tindakan siklus II terdapat 17,86% siswa memeroleh nilai SB pada proses dan 25% pada hasil, 82,14% memperoleh nilai B pada proses dan 21,43% pada hasil, tidak terdapat siswa memperoleh nilai di bawah B pada proses, dan 53,57% memperoleh nilai CB pada hasil; (4) sumber kebervariasian proses belajar mengungkapkan rerata kemampuan awal siswa  71,68 dengan tingkat ketuntasan (TK) 25% pada pratindakan. Setelah dilaksanakan CTL, rerata kemampuan siswa naik menjadi 79,71 pada siklus I dan 84,25 pada siklus II dengan TK 67,86% pada siklus I dan 100% pada siklus II; (5) sumber kebervariasian proses belajar mengungkapkan sebelum dilaksanakan tindakan rerata kemampuan awal siswa 71,68 dengan TK 25%; sedangkan setelah dilaksanakan CTL, rerata kemampuan siswa naik menjadi 79,71 dengan TK 67,89% pada siklus I dan 84,25 dengan TK 100% pada siklus II; (6) sumber kebervariasian hasil belajar mengungkapkan rerata kemampuan awal siswa 64,39 dengan TK 25% pada pratindakan; sedangkan setelah dilaksanakan CTL rerata kemampuan siswa naik menjadi 75,29 dengan TK 75% pada siklus I dan 79,25 dengan TK 100% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan kontekstual meningkatkan kompetensi menulis karangan deskriptif  siswa kelas VIII SMP HMD tahun pelajaran 2011/2012.
KETIDAKSEPADANAN MAKNA PADA SUBTITLE FILM ME BEFORE YOU DALAM BAHASA INDONESIA Nova Jayanti Harahap
BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i2.11575

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada ketidaksepadanan makna dan strategi memperbaiki ketidaksepadanan makna menurut (teori Baker :1992) pada subtitle film Me Before You dalam Bahasa Indonesia. Tujuan penelitian adalah menggunakan strategi yang dapat memperbaiki ketidaksepadanan makna yang ditemukan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data menurut teori Miles, Huberman dan Saldana (2014). Strategi ketidaksepadana makna terdiri dari delapan strategi, empat diantaranya tidak ditemukan dalam penelitian ini yaitu,  terjemahan dengan cara memparafrase/mengarang ulang dengan menggunakan kata terkait, terjemahan dengan cara memparafrase/mengarang ulang dengan menggunakan kata tidak terkait, terjemahan dengan cara menghilangkan, dan terjemahan dengan cara ilustrasi.  Hasil penelitian ini adalah, ditemukan sebanyak 15 ketidaksepadanan makna pada teks ujaran subtitle film Me Before You berbahasa Indonesia. Secara rinci strategi yang dapat digunakan untuk memperbaiki ketidaksepadanan makna agar maknanya sepadan terdapat empat strategi yaitu strategi terjemahan dengan menyesuaikan/mengadaptasi budaya Bsa yaitu sebanyak 5temuan (33,3 %), strategi terjemahan dengan menggunakan bahasa serapan disertai penjelasan 8 temuan (53,28 %) kali,strategi terjemahan dengan menggunakan kata-kata netral/tidak memicu emosionalsebanyak 1 temuan (6,66 %) dan strategi terjemahan dengan menggunakan kata-kata umum sebanyak 1 temuan (6,66 %).

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue