cover
Contact Name
Suryo Tri Widodo
Contact Email
jurnal.ars@isi.ac.id
Phone
+6281353937626
Journal Mail Official
jurnal.ars@isi.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jl. Parangtritis Km. 6,5 Sewon, Bantul, D. I. Yogyakarta, 55188, Indonesia
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain
ISSN : 18297412     EISSN : 25807374     DOI : https://doi.org/10.24821/ars.v27i3
Core Subject : Humanities, Art,
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal ilmiah berkala yang diterbitkan oleh Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini bertujuan memublikasikan karya ilmiah berupa hasil penelitian, penciptaan, pengkajian, serta studi pustaka di bidang seni rupa, kriya, dan desain. Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada periode Januari–April, Mei–Agustus, dan September–Desember. Sejak volume 21 tahun 2018, Ars telah terakreditasi Sinta 4, dan seluruh artikel yang diterbitkan telah dilengkapi dengan DOI (digital object identifier).
Arjuna Subject : -
Articles 249 Documents
THE CONCEPT OF "THE SYNERGY OF INDONESIA RATTAN" AT THE INTERIOR DESIGN OF NATIONAL RATTAN INNOVATION CENTER (PIRNas) BY USING DESIGN THINKING METHOD Zulyo Kumara Pratama
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 22, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.236 KB) | DOI: 10.24821/ars.v22i1.2867

Abstract

As an effort to support the national rattan industry development through appropriate innovations, the government established the National Rattan Innovation Center (PIRNas) in Palu, Central Sulawesi in 2012. However as an important institution in the rattan development industry in Indonesia, there are a number of fundamental problems related to the interior design of the PIRNas that must be fixed. The PIRNas interior design uses design thinking methods (Bob Gill 2004). The interior design result of the PIRNas will focus on strengthening the concept and the story of "The Synergy of Indonesia Rattan" adapted from big attention and appreciation of the rattan travel values, mainly its history, process and national rattan potential. The designer applies rattan material with all room elements that complementary and continuous each other in applying the concept. The implementation is expected to present a strong image in representing the identity and role of the PIRNas as a national center for rattan research and its development.
POTENSI UNSUR-UNSUR KEKRIYAAN (CRAFTMANSHIP) DALAM PAMERAN BIENNALE JOGJA VIII 2005 “DI SINI DAN KINI” Suryo Tri Widodo, S.Sn.
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain No. 3 November 2006
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v1i3.228

Abstract

Craftsmanship elements is always can be found in many kind o f visual arts ivork. These elementsmay include in technicals, materials, concepts, forms, and decorative aspects. Up to now, craftsmanshipelements not only in kriya art, but they also exist in another visua. arts fields. New phenomenon anddevelopment in kriya art is always happen and parallel with 'the neto spirit'of each period, without limited.Craftsmanship elements is also appeared in Biennalle Jogja VIII2005 exhibition. In this article, we will tryto see and describe craftsmanship elements on a few sample visual art works, which is shown in BiennaleJogja VIII2005,4-22 December 2005, on theme "Di Sini dan Kini" (Consciousness o f the Here and Now).Key words: Crafttnanshipelement, Contemporer, Biennale Joya
PENGELOLAAN LUKISAN-LUKISAN KOLEKSI MUSEUM ISTANA KEPRESIDENAN YOGYAKARTA Khoirul Anam
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 22, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.946 KB) | DOI: 10.24821/ars.v22i3.2531

Abstract

Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta merupakan salah satu lembaga yang merawat dan mengelola benda seni di bawah Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia.Lukisan-lukisan koleksi di dalamnyamemiliki nilai sejarah dan seni yang sebagian besar dikoleksiolehPresiden pertama, Sukarno.Warisan tersebut memiliki potensi yang sangat besar bagi masyarakat, namun minimnya ilmu pengetahuan tentang pengelolaan koleksi museum membuat pengelolaan dan penyampaian nilai koleksi dinilai kurangoptimal.Penelitian ini bertujuan untukmengkaji dan memperoleh pemahaman yang benar serta mendalam, tentang pengelolaan lukisan-lukisan koleksi museum.Metode pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif. Adapun pengumpulan data dilakukan denganpengamatan dan pendokumentasian langsung terhadap pengelolaan lukisan-lukisan koleksi, mempelajari dan mencatat data dari berbagai sumber. Penelitian ini menggunakan landasan teori tentang pengelolaan koleksi museum yang meliputi struktur organisasi, pengadaan koleksi, pendataan, penyajian, pengamanan dan pemeliharaan koleksi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan koleksi museum ini,mempunyai struktur organisasi museum yang tidak seperti organisasi museum yang lain, seperti memiliki kepala museum dan jajarannya, museum hanya memiliki pengelola. Perbedaan ini dinilai menyebabkan kurang optimalnya pengelolaan koleksi. Adapun untuk pengalihan risiko dengan menggunakan asuransi belum dilakukan pengelola, namun di sisi lain secara menyeluruh, pengelolaan koleksi yang meliputi; pengadaan koleksi, pendataan, penyajian, pengamanan dan pemeliharaan koleksi berada dalam taraf baik.
TATA KELOLA RUANG MUSEUM SONOBUDOYO DAN RUANG MUSEUM RADYA PUSTAKA : SEBUAH PERBANDINGAN Sumartono .
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 21, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.498 KB) | DOI: 10.24821/ars.v21i1.3171

Abstract

Setelah terjadinya beberapa kali pencurian beberapa benda bersejarah, terutama di Museum Radya Pustaka, ada upaya di pihak pengelola Museum Sonobudoyo dan Museum Radya Pustaka untuk menata kembali pengelolaan ruang di kedua museum tersebut. Hal inilah menarik untuk diteliti dan dibandingkan. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab dua masalah: (1) Aspek-aspek apa yang digarap dalam proses tata kelola ruang Museum  Sonobudoyo Yogyakarta dan ruang Museum Radya Pustaka Surakarta?, (2) Apa persamaan dan perbedaan proses tata kelola ruang  Museum Sonobudoyo Yogyakarta dan Museum Radya Pustaka Surakarta? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode komparatif. Metode komparatif bertujuan membandingkan dua subjek penelitian dalam rangka memperlihatkan persamaan dan perbedaan di antara keduanya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dari perspektif tata kelola ruang, kedua museum masih menghadapi banyak kendala, meskipun secara keseluruhan tata kelola ruang pada Museum Sonobudoyo masih lebih baik daripada tata kelola Museum Radya Pustaka.
DESAIN MOTIF UKIR UNTUK PUBLIKASI WISATA PANTAI Eko Darmawanto; Muchammad Qomaruddin
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 22, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.605 KB) | DOI: 10.24821/ars.v22i2.2840

Abstract

Pengembangan desain  melalui motif ukir  tidak perlah dilakukan sebelumnya. Motif   merupakan produk perpaduan budaya normatif yang diimplementasikan kepada material alam dengan hiasan motif stilasi daun maupun bentuk imaji dari karakter dunia atas atau ruh. Hingga saat ini motif ukir masih menjadi karakter yang kuat dalam mitologi wilayah Jepara yang perlu dikokohkan dengan bentuk yang berbeda dan terintegrasi dengan dunia wisata sebagai pintu gerbang dalam memperkenalkan ikonik ukir kepada dunia luar. Kegiatan publikasi  dengan unsur seni dan budaya saat ini tidak meyentuh ranah unsur motif  sehingga  desain  yang ketimuran saat ini telah hilang dari yang seharusnya ada. Upaya penelusuran data awal berdasarkan realitas lapangan pada penelitian awal menunjukkan setidaknya terdapat sebaran wisata pantai Jepara yang memiliki potensi kuat dalam pengembangan desain publikasi dengan balutan  motif. Dengan data yang komprehensif setidaknya akan diperoleh manfaat dalam penelitian ini yaitu; (1). perancangan desain melalui motif ukir sebagai penunjang publikasi wisata pantai dalam bentuk desain ikonik, (2). hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan kebijakan untuk perubahan perbub no 10 tahun 2014 kabupaten Jepara terkait luasan bagunan okonik tidak hanya di lingkungan pemerintah melainkan juga objek wisata. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan metode glass box yakni desain yang terukur, sistematis dan rasional dengan pendekatan budaya lokal dan analisis data menggunakan alur Specific, Measurable, Attainable, Relevant, Timely (SMART). 
VISUAL THIEF, SUREALISME DALAM ART BOOK KARYA RESATIO ADI PUTRA Novia Nur Kartikasari
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 21, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.03 KB) | DOI: 10.24821/ars.v21i3.2892

Abstract

Visual Thiefmerupakan sebuah artbook(disebut Art Book) kumpulan kolase karya Resatio Adi Putra, hanya dicetak sejumlah 200 eksemplar. Beberapa karya didalamnya pernah diikutsertakan dalam pameran, serta terlibat dalam beberapa projek tertentu. Resatio Adi Putra menyatakan bahwa karyanya bergenre surealis, selain kemunculan objek rubah sebagai pengganti konsep pencurian yang diusung Resatio dalam Visual Thief, kecenderungan Resatio memakai objek perempuan dalam karyanya memungkinkan munculnya sebuah metafora. Menggunakan teori surealisme yang dikemukakan oleh Andre Breton. Analisis karya Resatio dalam Visual Thief, dari detail setiap objek hingga fragmentasi yang tersusun menjadi berbagai macam komposisi menampakan beberapa ciri surealisme yaitu munculnya kejanggalan, penampakan mimpi, mengandung erotisme serta teror, namun karyanya tidak dapat sepenuhnya dikatakan bergenre surealis (less surrealism), karena ada salah satu unsur yang tidak muncul yaitu otomatisme, yang mensejajarkan fragmen dari dorongan alam nirsadar.
DESAIN INTERAKSI PADA UANG RUPIAH KERTAS EMISI 2016 Sobi Mutohari
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 21, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.745 KB) | DOI: 10.24821/ars.v21i2.2883

Abstract

Uang rupiah emisi 2016 sudah beredar di masyarakat selama hampir satu tahun lamanya. Berdasarkan survei penulis mayoritas masyarakat sering tertukar ketika menggunakan uang rupiah emisi baru ini. Uang yang sering tertukar adalah pecahan Rp 2000 dan Rp 20000. Menggunakan premis desain interaksi penulis menganalisis elemen-elemen bentuk dari disiplin desain grafis pada uang rupiah emisi 2016. Kajian ini menggunakan metode pengumpulan data survei kuesioner daring dan data materi visual, data yang telah terkumpul kemudian diinterpretasikan menggunakan analisis pendekatan estetika dengan membahas elemen-elemen visual dalam objek desain uang emisi 2016. Hasil yang diperoleh dari kajian ini adalah berupa analisis kualitatif tentang desain uang emisi 2016 dan faktor-faktor elemen bentuk apa saja yang membuat masyarakat sering tertukar ketika menggunakan uang ini.
KERUSAKAN ALAM SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI LUKIS Camelia Mitasari Hasibuan
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 22, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.796 KB) | DOI: 10.24821/ars.v22i3.2950

Abstract

Proses pembuatan karya dengan tema dan konsep kerusakan alam ini berdasarkan pengalaman pribadi yang dialami, pengamatan, dan pengumpulan referensi-referensi mengenai kerusakan alam yang terjadi. Melalui karya-karya tersebut, diharapkan pesan mengenai kerusakan alam seperti penebangan illegal hutan, pembunuhan hewan langka, pencemaran lingkungan dan dampak negatif lainnya yang ditimbulkannya dapat tersampaikan kepada apresiator karya. Karya-karya       lukisan dua dimensional dalam artikel ini menggambarkan fenomena kerusakan alam yang difantasikan tidak secara nyata namun dilukiskan secara  logika (realistik). Aliran Seni yang digunakan untuk melukiskan tema tersebut adalah Surrealisme, sehingga objek sering tampil  dengan tidak  logis  dan imajinatif seakan-akan melukis alam mimpi saja. Aliran  Surrealisme  figuratif dan  Surrealisme  murni/photografik dipilih karena aliran ini dapat menampilkan visual fenomena kerusakan alam dalam lukisan dengan bebas berimajinasi dan berfantasi, sehingga dapat lebih menggugah perasaan mengenai suasana kejadian dan dampak yang ditimbulkan dari fenomena kerusakan alam. Objek-objek yang dilukiskan dalam karya-karya dipilih dan dideformasi sesuai dengan fenomena  kerusakan  alam  dan kaitannya  dengan  subject matter yang diangkat sehingga dapat menggambarkan fenomena kerusakan alam dan dampak yang  ditimbulkan.
PATUNG LORO BLONYO PAES YOGYAKARTA SUBJEKTIFITAS DALAM KONSEP KREATIF GUNJIAR . Supono
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 22, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.477 KB) | DOI: 10.24821/ars.v22i1.2929

Abstract

Perwujudan bentuk patung loro blonyopaesYogyakarta masih memegang peranan penting di masyarakat Yogyakarta, karena patung loro blonyopaes Yogyakarta merupakan simbol kerukunan dalam berumah tangga bagi pasangan suami istri, yang mempunyai arti tentang ketentraman hidup dan sebagai simbol Dewi kesuburan. Patung loro blonyo paesYogyakarta karya Gunjiar yang meliputi: struktur, bentuk, pakaian dan aksesoris lainnya yang dikenakan sebagai bahan acuan dalam menganalisis pemikiran yang melandasi patung loro blonyopaes Yogyakarta. Menginterprestasikan berbagai makna yang terdapat dalam bentuk objek patung loro blonyo paesYogyakarta sampai sejauh mana makna yang dapat terimplementasikan di dalam kehidupan masyarakat dan melestarikan salah satu bentuk seni patung loro blonyo paesYogyakarta di masyarakat dan sebagai bentuk interpretasi personal dalam melakukan laku ibadah. Metode penelitian yang digunakan untuk mengkaji masalah-masalah yang berkaitan dengan perwujudan bentuk patung loro blonyo paesYogyakarta karya Gunjiar adalah metode penelitian kualitatif. Metode studi pustaka, wawancara,dan observasi secara langsung serta menggunakan metode analisis data kualitatif. Penelitian patung loro blonyo paesYogyakarta melihat lebih mendalam subjektivitas dalam konsep kreatif karya Gunjiar.Menggali lebih jauh sejarah kehidupan Gunjiar dan mengetahui lebih dalam mengenai karya patung loro blonyo paesYogyakarta dalam konsep berkarya, dan sebagai patung tradisi yang masih menjaga pakem.
ANALISA POLITIK IDENTITAS DALAM KARYA-KARYA POTRET DIRI AGUS SUWAGE DENGAN PENDEKATAN SEMIOTIKA Satrio Hari Wicaksono; N Akbar Zuhri
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 23, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1160.497 KB) | DOI: 10.24821/ars.v23i1.3703

Abstract

Potret diri dalam seni rupa seringkali identik sebagai pengungkapan identitas sang perupa. Banyak seniman yang kemudian menggunakan dirinya sebagai frame atau sudut pandang yang menempatkan sosoknya sebagai bagian dari permasalahan yang diangkat dalam karya. Dalam sejarah panjang seni rupa Indonesia, sudah banyak seniman yang berupaya mengangkat tentang trema potret diri sebagai penanda kedudukannya dalam masyarakat, seperti halnya Agus Suwage yang merupakan seniman kontemporer yang kerap menggunakan dirinya untuk mengkritisi nilai-nilai sosial dalam masyarakat.